• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Peureulak

Kelas/ Semester : XI/ Genap

Topik : Kesetimbangan Ion dalam Larutan Subtopik : Konsep Hidrolisis Garam

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (2 JP), disimulasikan dalam 10 menit A. Kompetensi Inti

 KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional.

 KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

 KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar Indikator

3.11Menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan

menghubungkan pH-nya

3.11.1 Menganalisis reaksi hidrolisis kation dan anion dari larutan garam

3.11.2 Menganalisis jenis-jenis garam

berdasarkan hasil hidrolisis larutan garam 4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat

asam basa berbagai larutan garam

4.11.1 Menuliskan reaksi hidrolisis larutan garam

4.11.2 Menampilkan hasil analisis jenis-jenis garam berdasarkan hasil hidrolisisnya C. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pendekatan saintifik, setelah proses pembelajaran peserta didik diharapkan dapat :

1. Menganalisis reaksi hidrolisis kation dan anion dari larutan garam (Nilai Karakter : teliti, kerjasama, rasa ingin tahu dan tanggung jawab)

Nama : EKA JULIA

Instansi : SMA Negeri 1 Peureulak Surel : [email protected] Jenjang / Kelas : SMA / XI

Topik : Kesetimbangan Ion dalam Larutan Subtopik : Konsep Hidrolisis Garam

(2)

karakter : teliti, kerjasama, rasa ingin tahu dan tanggung jawab) D. Kegiatan Pembelajaran

Tahapan Kegiatan Waktu

Pendahuluan - Guru membuka pelajaran dengan memberi salam - Guru dan peserta didik membaca do’a belajar - Guru memeriksa kehadiran peserta didik

- Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab mengenai pengertian garam berdasarkan reaksi asam dan basa.

- Guru menyampaikan motivasi terkait materi hidrolisis.

“Apakah peserta didik pernah mengetahui garam ikan yang digunakan pada budidaya ikan? “Lalu apakah peserta didik pernah mengetahui tentang penggunaan garam dalam pertanian? Bagaimana hubungan penggunaan garam pada budidaya ikan dan pertanian dengan hidrolisis garam?”.

- Guru menuliskan dan menjelaskan tujuan pembelajaran

2 menit

Kegiatan Inti Orientasi peserta didik pada masalah

- Peserta didik mengamati Fenomena yang disampaikan oleh guru.

“Kita sudah menguji beberapa jenis larutan garam yang ada di lingkungan sekitar kita, seperti Garam Dapur, Soda Kue, pupuk ammonium sulaft. Ternyata hasilnya ada yang dapat memerahkan kertas lakmus yang berarti bersifat asam, membirukan kertas lakmus yang bersifat basa dan ada pula yang tidak mengubah warna kertas lakmus merah dan biru”.

Guru menanyakan kembali, “Mengapa kertas lakmus merah dan biru memiliki hasil yang berbeda-beda terhadap larutan-larutan garam?”

1 menit

Mengorganisasi peserta didik dalam belajar - Pada tahap ini Peserta didik menentukan masalah:

“Mengapa perubahan lakmus merah dan biru berbeda pada larutan garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3) dan pupuk ammounium sulfat (NH4)2SO4?”

- Guru membentuk peserta didik dalam kelompok belajar secara heterogen

- Peserta didik menerima informasi kegiatan yang harus dilakukan, yaitu mendiskusikan reaksi hidrolisis larutan garam.

1 menit

Membimbing penyelidikan peserta didik

- Pada tahap ini peserta didik mengumpulkan informasi untuk membangun dan menciptakan ide dalam memecahkan masalah mengenai hidrolisis garam.

- Pada kegiatan ini peserta didik bersama anggota kelompoknya berdiskusi untuk menyelesaikan tugas pada LKPD.

1 menit

(3)

Tahapan Kegiatan Waktu Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

- Peserta didik dapat mengembangkan konsep yang lain dengan menerapkan pemahaman yang sudah didapat mengenai hidrolisis larutan garam

- Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya

1 menit

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

- Peserta didik dibimbing oleh guru untuk membuat kesimpulan mengenai reaksi hidrolisis larutan garam - Guru membimbing peserta didik untuk melakukan refleksi

dan evaluasi terhadap hasil diskusi kelompok mengenai hidrolisis larutan garam.

2 menit

Penutup - Guru mengevaluasi hasil pembelajaran melalui tes.

- Guru mengapresiasi kelompok yang melaksanakan pembelajaran dengan baik.

- Guru menyampaikan rancangan pembelajaran pada pertemuan berikutnya, yaitu penentuan pH larutan garam.

2 menit

E. Penilaian

1. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan 2. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis

3. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja

Mengetahui, Peureulak, 07 Juli 2022

Kepala SMAN 1 Peureulak Guru Mata Pelajaran Kimia

Lukman, S.Pd.,M.Pd Eka Julia, S.Pd

NIP. 196612311999031021 NIP. 198911102015042003

(4)

Penilaian Sikap

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP KELAS XI MIPA-1

Kelompok Nama Peserta Didik

Aspek yang dinilai (Skor 1 -4 )

Jumlah

Skor Nilai

Mandiri Kerjasama Ingin Tahu Tanggung Jawab

1 Aban Athaya Nurza Alya Nisrina

Annisa Ul Khaira Cut Sylvia

2 Danira Zafina Putri Derri Zaryadi Dhea Shabilla Hilda Dika Kiswa Rizki 3 Fatya Nur Maulana

Intan Mursida Intan Mutia M. Thaha

4 Malik Azizurrahman Miftahul Jannah Mivtahul Jannah Muhammad Afiliandi 5 Muhammad Davis

Muhammad Rifqi Mutiya Salima Nailatul Amalia 6 Rafika Muliani

Raihan Nuswah

Rangga Dwi Khairullah Resya Almadira

7 Risma Maulina Rizky Yusmansyah Syahril Ramadhan Tasya Raiyana 8 Ulfa Zahra

Wiva Uzlah Yusra Aryana Zarzaniella Fajarna

Nilai Akhir =

(5)

Rubrik penilaian sikap

Nilai Akhir =

Predikat penilaian sikap

Nilai Akhir Predikat

≥ 90 A

≥ 80 B

< 80 C

Sikap Skor Deskripsi

Teliti

4 3 2 1

Tidak memeriksa hasil diskusi sebelum mengumpulkan Memeriksa hasil diskusi dan masih banyak kesalahan Memeriksa hasil diskusi dan masih ada beberapa kesalahan Memeriksa hasil diskusi sebelum dikumpul

Kerja sama 4 3 2 1

Selalu membantu teman yang mengalami kesulitan belajar Sering membantu teman yang mengalami kesulitan belajar

Kadang-kadang membantu teman yang mengalami kesulitan belajar Tidak pernah membantu teman yang mengalami kesulitan belajar Rasa Ingin

Tahu

4 3 2 1

Selalu antusias bertanya dan merespon pertanyaan

Selalu antusias bertanya tetapi kurang antusias dalam merespon pertanyaan Kurang antusias bertanya dan kurang merespon pertanyaan

Tidak pernah bertanya dan tidak pernah merespon pertanyaan Tanggung

Jawab

4 3 2 1

Tidak mengumpulkan hasil diskusi tepat waktu dan tidak lengkap Mengumpulkan hasil diskusi tidak tepat waktu tetapi lengkap Mengumpulkan hasil diskusi tepat waktu tetapi kurang lengkap Mengumpulkan hasil diskusi tepat waktu dan sangat lengkap

(6)

Penilaian Keterampilan

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN KETERAMPILAN KELAS XI MIPA-1

Kelompok Nama Peserta Didik

Aspek Yang Diamati

Nilai Materi

Presentasi

Performance Presentasi

Kemampuan Menjawab Pertanyaan 1 Aban Athaya Nurza

Alya Nisrina Annisa Ul Khaira Cut Sylvia

2 Danira Zafina Putri Derri Zaryadi Dhea Shabilla Hilda Dika Kiswa Rizki 3 Fatya Nur Maulana

Intan Mursida Intan Mutia M. Thaha

4 Malik Azizurrahman Miftahul Jannah Mivtahul Jannah Muhammad Afiliandi 5 Muhammad Davis

Muhammad Rifqi Mutiya Salima Nailatul Amalia 6 Rafika Muliani

Raihan Nuswah Rangga Dwi Khairullah Resya Almadira 7 Risma Maulina

Rizky Yusmansyah Syahril Ramadhan Tasya Raiyana 8 Ulfa Zahra

Wiva Uzlah Yusra Aryana Zarzaniella Fajarna

Nilai Akhir =

(7)

Rubrik Penilaian Presentasi

Aspek Afektif Skor Deskripsi

Materi

Presentasi 4

3 2 1

Jawaban benar, konsep materi sesuai, sistematik, mudah dipahami Terpenuhi 4

Terpenuhi 3 Terpenuhi 2 Terpenuhi 1 Performance

Presentasi 4

3 2 1

Bahasa Mudah dipahami, mimik dan intonasi sesuai, menarik Terpenuhi 4

Terpenuhi 3 Terpenuhi 2 Terpenuhi 1 Kemampuan

menjawab pertanyaan

4 3 2 1

Menjawab dengan tepat, sesuai dengan pertanyaan, santun, mudah dipahami Terpenuhi 4

Terpenuhi 3 Terpenuhi 2 Terpenuhi 1

Nilai Akhir =

(8)

Penilaian Pengetahuan

No. Soal

1. Tuliskan hasil reaksi hidrolisis dari larutan garam:

a. NH4Cl(aq) b. Na2SO4(aq)

No. Jawaban Skor

1 NH4Br(aq) NH4

+(aq) + Br-(aq) NH4

+ (aq) + H2O(l) NH4OH(aq) + H+(aq) Br-(aq) + H2O(l) tidak bereaksi

25 25 2 Na2SO4(aq) Na+(aq) + SO42-(aq)

Na+(aq) + H2O(l) tidak bereaksi SO42-

(aq) + H2O(l) tidak bereaksi

25 25

Total Skor 100

(9)

Lampiran 4 Ringkasan Materi

Hidrolisis Garam

Sudarmo (2017) menjelaskan bahwa di dalam air, garam akan terionisasi dan apabila ion garam bereaksi dengan air maka terjadi reaksi hidrolisis. Beberapa kemungkinan reaksi hidrolisis yang terjadi adalah sebagai berikut :

1. Ion garam bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H+, menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih besar daripada ion OH-, sehingga larutan bersifat asam

2. Ion garam bereaksi dengan air akan menghasilkan ion OH-, menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih kecil daripada ion OH-, sehingga larutan bersifat basa

3. Ion garam tidak bereaksi dengan air sehingga konsentrasi ion H+ dan ion OH- di dalam air tidak berubah, sehingga larutan bersifat netral.

Pada hidrolisis larutan garam, ion garam dianggap bereaksi dengan air jika ion tersebut dalam reaksinya menghasilkan asam lemah atau basa lemah. Apabila garam merupakan hasil reaksi dari suatu asam dengan basa yang habis bereaksi, maka ditinjau dari kekuatan asam dan basa pembentuknya ada empat jenis garam yaitu :

1. Garam yang anionnya berasal dari asam lemah dan kationnya berasal dari basa kuat.

Jika garam ini dilarutkan dalam air, maka akan menghasilkan anion dari asam lemah yang akan beraksi dengan air dan menghasilkan ion OH- sehingga menyebabkan larutan bersifat basa.

Contoh:

Natrium asetat terdiri atas kation Na+ dan anion CH3COO. Ion Na+ berasal dari basa kuat (NaOH) sehingga tidak bereaksi dengan air. Ion CH3COO berasal dari asam lemah (CH3COOH) sehingga bereaksi dengan air. Jadi, NaCH3COO terhidrolisis sebagian (parsial), yaitu hidrolisis anion CH3COO.

2. Garam yang anionnya berasal dari asam kuat dan kationnya berasal dari basa lemah Jika garam ini dilarutkan dalam air, maka akan menghasilkan kation dari basa lemah yang akan beraksi dengan air dan menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan larutan bersifat asam.

Contoh :

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu hidrolisis kation. Amonium klorida (NH4Cl) terdiri atas kation NH4+

dan anion Cl. Ion NH4+, berasal dari basa lemah NH3, mengalami hidrolisis; sedangkan ion Cl, berasal dari asam kuat HCl, tidak terhidrolisis.

3. Garam yang anionnya berasal dari asam lemah dan kationnya berasal dari basa lemah.

Jika garam ini dilarutkan dalam air, maka akan menghasilkan anion dari asam lemah dan juga kation dari basa lemah, yang keduanya akan bereaksi dengan air menghasilkan ion OH- dan ion H+. SIfat larutan garamnya akan ditentukan oleh nilai tetapan kesetimbangan dari kedua reaksi tersebut. Jika Ka > Kb, maka larutan akan

NaCH3COO (aq) Na+(aq) + CH3COO-(aq)

CH3COO(aq) + H2O(l) CH3COOH (aq) + OH-(l) Na+(aq) + H2O(l) tidak bereaksi

NH4Cl (aq) NH4

+ (aq) + Cl-(aq) NH4

+ (aq) + H2O(l) NH4OH(aq) + H+(aq) Cl-(aq) + H2O(l) tidak bereaksi

(10)

larutan akan bersifat netral.

Contoh :

Baik kation maupun anion dari garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah terhidrolisis dalam air sehingga disebut hidrolisis total. Amonium asetat (NH4CH3COO) terdiri atas kation NH4+ dan anion CH3COO. Baik ion NH4+ maupun ion CH3COO berasal dari elektrolit lemah, keduanya terhidrolisis.

4. Garam yang anionnya berasal dari asam kuat dan kationnya berasal dari basa kuat Jika garam ini dilarutkan dalam air, maka ion-ion yang dihasilkan dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air, sebab jika dianggap bereaksi maka akan segera terionisasi kembali secara sempurna mebentuk ion-ion semula.

Contoh :

Kalium klorida (KCl) terdiri atas kation K+ dan anion Cl. Baik ion K+ maupun Cl berasal dari elektrolit kuat sehingga keduanya tidak mengalami hidrolisis

Sumber :

Sudarmo, Unggul. 2017. Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Penerbit Erlangga.

NH4CH3COO (aq) NH4

+ (aq) + CH3COO (aq) NH4

+ (aq) + H2O(l) NH4OH(aq) + H+(aq)

CH3COO (aq) + H2O(l) CH3COOH (aq) + OH-(l)

KCl (aq) K+ (aq) + Cl-(aq) K+ (aq) + H2O(l) tidak bereaksi Cl-(aq) + H2O(l) tidak bereaksi

(11)

Lampiran 5

Lembar Kerja Peserta Didik

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) HIDROLISIS LARUTAN GARAM

A. Tujuan Pembelajaran :

1. Peserta didik dapat menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam 2. Peserta didik dapat menganalisis jenis-jenis garam

B. Dasar Teori

Sudarmo (2017) menjelaskan bahwa di dalam air, garam akan terionisasi dan apabila ion garam bereaksi dengan air maka terjadi reaksi hidrolisis. Beberapa kemungkinan reaksi hidrolisis yang terjadi adalah sebagai berikut :

1. Ion garam bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H+, menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih besar daripada ion OH-, sehingga larutan bersifat asam

2. Ion garam bereaksi dengan air akan menghasilkan ion OH-, menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih kecil daripada ion OH-, sehingga larutan bersifat basa

3. Ion garam tidak bereaksi dengan air sehingga konsentrasi ion H+ dan ion OH- di dalam air tidak berubah, sehingga larutan bersifat netral.

Pada hidrolisis larutan garam, ion garam dianggap bereaksi dengan air jika ion tersebut dalam reaksinya menghasilkan asam lemah atau basa lemah. Apabila garam merupakan hasil reaksi dari suatu asam dengan basa yang habis bereaksi, maka ditinjau dari kekuatan asam dan basa pembentuknya ada empat jenis garam yaitu :

1. Garam yang anionnya berasal dari asam lemah dan kationnya berasal dari basa kuat.

Jika garam ini dilarutkan dalam air, maka akan menghasilkan anion dari asam lemah yang akan beraksi dengan air dan menghasilkan ion OH- sehingga menyebabkan larutan bersifat basa.

Contoh:

Natrium asetat terdiri atas kation Na+ dan anion CH3COO. Ion Na+ berasal dari basa kuat (NaOH) sehingga tidak bereaksi dengan air. Ion CH3COO berasal dari asam lemah (CH3COOH) sehingga bereaksi dengan air. Jadi, NaCH3COO terhidrolisis sebagian (parsial), yaitu hidrolisis anion CH3COO.

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas : XI (Sebelas)

Topik : Hidrolisis Garam

Subtopik : Konsep Hidrolisis Garam Alokasi Waktu : 2 JP

Nama Kelompok :

Anggota Kelompok : 1.

2.

3.

4.

NaCH3COO (aq) Na+(aq) + CH3COO-(aq)

CH3COO(aq) + H2O(l) CH3COOH (aq) + OH-(l) Na+(aq) + H2O(l) tidak bereaksi

(12)

Jika garam ini dilarutkan dalam air, maka akan menghasilkan kation dari basa lemah yang akan beraksi dengan air dan menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan larutan bersifat asam.

Contoh :

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu hidrolisis kation. Amonium klorida (NH4Cl) terdiri atas kation NH4+

dan anion Cl. Ion NH4+, berasal dari basa lemah NH3, mengalami hidrolisis; sedangkan ion Cl, berasal dari asam kuat HCl, tidak terhidrolisis.

3. Garam yang anionnya berasal dari asam lemah dan kationnya berasal dari basa lemah.

Jika garam ini dilarutkan dalam air, maka akan menghasilkan anion dari asam lemah dan juga kation dari basa lemah, yang keduanya akan bereaksi dengan air menghasilkan ion OH- dan ion H+. SIfat larutan garamnya akan ditentukan oleh nilai tetapan kesetimbangan dari kedua reaksi tersebut. Jika Ka > Kb, maka larutan akan bersifat asam, jika Kb > Ka, maka larutan akan bersifat basa dan jika Ka = Kb, maka larutan akan bersifat netral.

Contoh :

Baik kation maupun anion dari garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah terhidrolisis dalam air sehingga disebut hidrolisis total. Amonium asetat (NH4CH3COO) terdiri atas kation NH4+ dan anion CH3COO. Baik ion NH4+ maupun ion CH3COO berasal dari elektrolit lemah, keduanya terhidrolisis.

4. Garam yang anionnya berasal dari asam kuat dan kationnya berasal dari basa kuat Jika garam ini dilarutkan dalam air, maka ion-ion yang dihasilkan dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air, sebab jika dianggap bereaksi maka akan segera terionisasi kembali secara sempurna mebentuk ion-ion semula.

Contoh :

Kalium klorida (KCl) terdiri atas kation K+ dan anion Cl. Baik ion K+ maupun Cl berasal dari elektrolit kuat sehingga keduanya tidak mengalami hidrolisis

Sumber :

Sudarmo, Unggul. 2017. Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Penerbit Erlangga.

NH4Cl (aq) NH4

+ (aq) + Cl-(aq) NH4

+ (aq) + H2O(l) NH4OH(aq) + H+(aq) Cl-(aq) + H2O(l) tidak bereaksi

NH4CH3COO (aq) NH4

+ (aq) + CH3COO (aq) NH4

+ (aq) + H2O(l) NH4OH(aq) + H+(aq)

CH3COO (aq) + H2O(l) CH3COOH (aq) + OH-(l)

KCl (aq) K+ (aq) + Cl-(aq) K+ (aq) + H2O(l) tidak bereaksi Cl-(aq) + H2O(l) tidak bereaksi

(13)

C. Tugas Diskusi Bahan Diskusi 1

Larutan Garam Basa Pembentuknya Asam Pembentuknya

Rumus Kimia Kuat/lemah Rumus Kimia Kuat/lemah

NaHCO3 … … … …

Reaksi ionisasi garam : NaHCO3 Reaksi hidrolisis kation :

… + H2O Reaksi hidrolisis anion :

… + H2O

Berdasarkan hasil hidrolisis garamnya, sifat garam NaHCO3 adalah _______, karena

__________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________

Bahan Diskusi 2

Larutan Garam Basa Pembentuknya Asam Pembentuknya

Rumus Kimia Kuat/lemah Rumus Kimia Kuat/lemah

(NH4)2SO4 … … … …

Reaksi ionisasi garam :

(NH4)2SO4 (aq) … + … Reaksi hidrolisis kation :

… + H2O … + … Reaksi hidrolisis anion :

… + H2O … + …

Berdasarkan hasil hidrolisis garamnya, sifat garam (NH4)2SO4 adalah _______, karena __________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________

(14)

Larutan Garam Basa Pembentuknya Asam Pembentuknya Rumus Kimia Kuat/lemah Rumus Kimia Kuat/lemah

NH4F … … … …

Reaksi ionisasi garam :

NH4F … + … Reaksi hidrolisis kation :

… + H2O … + … Reaksi hidrolisis anion :

… + H2O … + …

Berdasarkan hasil hidrolisis garamnya, sifat garam NH4F adalah _______, karena

__________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________

Bahan Diskusi 4

Larutan Garam Basa Pembentuknya Asam Pembentuknya

Rumus Kimia Kuat/lemah Rumus Kimia Kuat/lemah

NaCl (aq) … … … …

Reaksi ionisasi garam :

NaCl (aq) … + … Reaksi hidrolisis kation :

… + H2O … + … Reaksi hidrolisis anion :

… + H2O … + …

Berdasarkan hasil hidrolisis garamnya, sifat garam NaCl adalah _______, karena

__________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________

(15)

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil diksusi Anda, maka dapat disimpulkan bahwa :

--- --- --- --- --- --- --- --- --- --- ---

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan penelitian setelah pemanfaatan media TIK tutorial sebagai suplemen eksperimen terdapat peningkatan hasil belajar ranah kognitif, memunculkan KPS,

Pada penelitian ini, digunakan penentuan lokasi operasi pasar menggunakan metode pusat gravitasi.Pada metode ini, dilakukan penentuan koordinat pada 19 pasar komoditas

Sejak pertengahan tahun 2013 kami berhasil merangkul seorang relawan yang peduli dengan IMS dan HIV pada kaum LSL, dan dia berhasil menjaring LSL melalui media sosial dan diarahkan

Saking andharan kala wau saged dipunpendhet dudutanipun bilih jinis-jinis tembung garba menika wonten werni 3, inggih menika tembung garba lumrah/garba warga ha, tembung

Dalam program tujuan utama yang ingin dicapai adalah memanfaatkan sesuatu yang belum dimanfaatkan secara maksimal yaitu oyong yang kemudian

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan

Adapun manfaat pembuatan video profil dalam penelitian ini adalah sebagai media promosi, informasi dan dokumentasi Sekolah Dasar Negeri Menadi Kabupaten Pacitan yang dapat

Hasil analisis ion logam berat pada Bivalvia dari ketiga stasiun penelitian di sekitar perairan pesisir Teluk Balikpapan.. Histogram konsentrasi logam berat dalam biota