Tinjauan
Kepustakaan
AUTOJIIATW) PERIMETRY
DAHIJNA
HAR,IAEN
Program Pendidihan
Dokter
Spesialis
Mata
Fakultas Kedokteran lJniv.
Andala^s
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAH{JLUAN...
BAB
II
PEMERIKSAAN
AWOMATEDPERIMETRY...
22.1 Prinsip- Prinsip
Dasar
22.1.1
Stimulus....
22.l.2Pertrtetri
kinetik
danstatik
32.1.3 Penyinaran Latar
belakang
42,2
CaraKerja Pemeriksaan AutomatedPerimetry
42.2.lPenyajianTargetdan
Strategl....
.-.---
42.2.2Persiapan
Pasien
...
42.2.3 Seleksi
Fenyajian
.-...
52.2.4lnterprestasi Hasil
Cetakan
.. '. . ' .."..
62.3 Defek
LapanganPandang
...10
BAB
I
PENDAIIULUAN
Perimetri
adalah penggunaanalat
untuk
memeriksa lapangan pandang denganmata terfiksasi sentrai. Penilaian
lapangan pandang merupakafl
ha|
yang
pentingditakukan pada keadaan
penyakit yang
mempunyai potensi terjadinya kebutaan. Padaglaukoma pemeriksaan
ini
berguna
dalam
pengobatan
penyakit
dan
pencegahankebutaan. 0'23'4's'6)
Perimeti
pertamakali
dikenalkan pada pertengahan abad ke -19 olehVon
Graefeberupa tangent screen
dan
perinoeter- Pengenalan automatedperimerry
merupakanlangkah terbaru dalam sejarah evolusi
teknologi
datram pemeriksaan lapangan pandang.Pemeriksaan lapangan pandang mengalami evolusi dari mekanik ke proses pemeriksaan
otomatis, menghasilkan tingfuat ketepatan
yang
lebih
baik,mudah dalarn menggunakandan memberikan analisa yang lebih mendalam.€'7)
Metode pemeriksaan lapangan pandang
terdiri
dari perimatrikinetik
dan perimetristatik. Sistem komputer
perimetri
statik memberikan penilaian yang dapat dipercaya dandapat mendeteksi keadaan yang berobah. Penyimpanan dala dapat dilakukan dan dapat
menganalisa data yang ada. Sistem komputer perimetri statik dapat mengukur sensitivitas
retina
pada daerah lapangan pandang. Dapat mengukur kemampuan mata mendeteksiperbedaan antara target yang
diuji
dan latar belakangnya.(2'3). Lapang pandangan merupakan luas daerah yang dapat
dilihat
s€cara bersamaandeirgan satu
mata terfiksasi.
Batasnormal
lapang pandangan adalah60"
pada daerahsuperior, 75o daerah
inferior, 110'ternporal
dan 60o daerah nasal. Lapang penglihatansecara klasik oleh Harry Mos Traquair (tahun 1815-1954) sebagai pulau penglihatan yang
dikelilingi
oleh laut yang kehitan an ( an islandhill
of vision in a sea of darleress ). PulauBAB
II
PEMERIKSAAN
AU
T OMATE
D PE
RI M
ET
RY
2.I. PRINSIP- PRINSIP
DASAR
2.1.1
Stimulus
Tipe
stimulus yang
digunakanpada
perimetri
klinis
berupatitik-titik
cairayadengan beragam diasreter dan intensitas yang telah ditetapkan sebelumnya' Faktor
lain
yang
mempengaruhi persepsi terhadapstimulus
antaralain
lamanyawaktu
stimulusdiberikan, warna stimulus, latar betakangnya dan
teknik
yang
digunakan serta kondisimata pasien. Intensitas cahaya absolut
diukw
dalam
unit
luminasiodisebut
apostilbs,sensitivitas
cahayayang diukur
digambarkandalam
unit
logaritna dan
dinyatakansebagai desibel
(dB),
ini
menunjukan suatu hubungan yanglebih linier
antara persepsivisual dan
perubahanintensitas
cahaya. Satu desibel adatah0,1
log-unit,
jadi
l0
dBmewakili
suatu penurunanl0
kali
lipat dari
stimulus maksimum pada perimeter spesifiktertentu.
Log-unit
dan desibel merupakanunit-unit
relative, dan intensitas stimulus yangdihasilkan
tidak
sama untuk semlxr instrumen perimelql.(I0)>
Ukurarr
Stimulus
Target standar untuk perimetri
kinetik
dan statis adalah suatu piringan I disc putih,nilai
stimulus yang
dapatdiatur
dengan memvariasikanukuran target
atau kecerahanterhadap
latar
belakang.
PaAapasien
normal,
sensitifitas
retina
r:rta'mta
meningkatdengao peningkatan ukuran
objek
yang ditest.Bila
diameter stimulusyang lebih kecil
ditingkatkan, hal
ini
mungkin dapatdilihat
sebagai stimulus yang lebih besat, fenomenaini
dikenat
sebagaispatial summqtion
Biasanya, menggan,clakandiameter
stimulusmemiliki
efek yang sama terhadap kemampuanmelihat
stimulus dengan meningkatkanintenitasnya sebesar 5 dB.(lo)
>
WaktuPemaparan
Waktu
pemaparanjuga
mempengaruhi kemampuanmelihat stimulus.
Stimulusyang
diberikan
dengan periodewaktu
yanglebih
panjang dapat menjadilebih
tampak.lengkap, biasanya
terjadi
setelah0,l
detik garrbm tidak
tampaklebih baik.
HumphreyField
Analizer
menggunakan durasi stimulus 0,2detik,
yangjuga
membantu mencegahpergerakan
tirikan
pasien terhadap stimulus.Namun target
statis suprathreshold harusdiberikan untuk waktu yang lebih larna. Biasanya 0,5 hingga 1 detik, dan objek test harus
sedikit diatas thresholdarea yang sedang diuji.(ro)
2.1.2
Perimetri Kinetik
dan
Statik
Threshold secara teori merupakan target minimum yang cukup terang
untuk
dapatdilihat.
Stimulus yang dibawatr
nrlanthreshold
ttdak
dapatdilihat.
Perimetri
kinetismenentukan threshold dengan menggerakkan
objek
testdari
daeratr yangtidak
tampak(subthreshol,d) kedaerah tampak (suprathreshold), dan dicatat
saat
pertamakali
tampak.Prosedur
ini
mencatat batas lapang pandang,baik
untrrk batas absolut maupun relatif.Seperti
yang
disebutkan
sebelumnya, batasobjek
ataubaris
konttu
disebut
isopters.Ukuran dan bentuk
isopters tergantung sebagian padanilai
stimulus objek test
yangberhubungan.
Perimetri statis
terkait
dengan penampilan objek test secara statis, menggunakanpenampilan
subthreshold
xtau threshold.Lokasi
dimana pasien gagal mengenal targetdicatat sebagai
defek
lapangan pandangan.Hal
ini
merupakan suatu cara pemeriksaantitik
atauspot
checkitnguntuk
daerah kebutaanrelatif
atau absolut, biasanyadi
sentral lapang pandang.Stategi
suprq threshold biasanya digunakan sebagai test sueening.Perimefri statis
threshold
mengnkur gambar
intensitas
relatif
ketajamanpenglihatan
dari
titik
retina individual
dalam lapangan penglihatan.Teknik
ini
terkaitdengan peningkatan secara perlahan-lahan cahaya
target
dari
intensitas subthresholddengan peningkatan
yang sedikig dan
mencatattingkat
di
mana pasien pertamakali
mengenal
target,
atau menrrrunkannyadari tingkat
suprathreshold
dan mencatatnilai
stimulus terendah yang masih tampak.
Titik-titik diuji
pada lokasi yang telah ditentukansebelumnya
pada
lapangan pandang,dan
hasil
dicatat
sebagaisimbol
dalam
bentukgrayscale dan
nilai-nilai sensitifitas
dalam desibel.Dengan stimulus
kinetik
biasanya lapangan pandang tampak lebih baik dibandingmenggunakan stimulus statis, tapi
bila
stimulus digerakkan perlahan, hasil perimetri statisnaana objek test berikutnya akan muncul, penampilan harus secara acalc tempattrya, dan
waktu antara stimulus-stimulus harus sedikit berbeda. Untuk menghindari ansietas pasien
saat pengujian
di
suatu area tak tampak, pengujian harus kembali secara periodik menujuarea yang sebelumnya tampaS.(2'10)
2.13 Penyinaran
Latr
Belakrng
Penyinaran
latar
belakang padateknik perimeti
manual menstimulusrod
dancone. Penyinaran yang biasa digunakan pada
perimetri
statis
dankinetik
adalah batasphotopic. Perbandingan bidang photopic dan scotopic,
melokalisir
skotoma Eada pasienglaukoma
tapi
penyebarandefek
scotopicmelebihi
photopie, mendukung konsepitu
bahwa
tidak
semuasel
sarafyang
sama peka terhadap kerusakan glaukoma' Prinsiputama kekuatan penyinaran adalah menyimpan kedua target dengan latar belakang tetap
dan dihasilkan dari satu pengujian berikutnya'(r0)
2.2 CARA KERJA PEMERIKSA/ii:{ A{]TOTIATED PERIMETRY
2.2.1 P engaiian
Target
danStrategi
Perimetri
proyeksi
mempunyai
sensitivitas dan spesifisitasyang
sangat bagus'memberikan strategi pengujian yang sangat fleksibel dan model penyajian target'
l]kuran
target yang standar turhrk
perimetri
otomatis sama dengan goldman ukuranIII
(4
**1
berupa
target
putih.
Keadaanterang ditunjukkan
dengandecibel.
Untuk
kebanyakaninstrument,
decibel didefinisikan
sebagailQx log
(10.000iasb)'Dimana
satu apostilb(asb) adalatr satu
unit
keadaan terang perunit
area (dandefinisikan
sebagain-l
candelald
).
Berbeda dengan
perirnetri
kinetik,
angka yang
lebih
tinggi
menunjukkanpongurangan logaritmaterangnya objek yang di tes,
jadi
daya lihatnya lebih sensitif '(l)
2.2,2
PersiaPan PasienSebagian besar autoamted perimeter menggunakan bentuk rnanglark seperti pada
perimeter Goldmann dengan latar belakang cahaya putih 31.5 asb' Sesuaikan
tinggi
rnejadan dagu dalam
posisi diam
kemudian pasien menempelkan dahi mengarahke
depan'luruskan pandangan
ke
tengatrmonitor
dan
cahaya ruangan dikurangi,biarkan pasien selama 3 menit beradaptasi dengan catraya perimeter.penglihatan pasien harus
di
koreksi refraksi dengan benar sebelum pengujian, dan fiksasi pasien harusdimonitor
secara terus-menerus selama pengujian. Berikanprogam
demonsrasiterlebih
datrulu pada pasien yang baru menggunakan automated perirnetry,dan pasien diajarkan tentang apa yang diharapkan dan ciikerjakan. (1'rr)
2.2.3
Seleksi Pengujian
>
Jumlah
danDistribusi
Poin
Jumlah
poin
yang akandiuji
menentukan lamanya pengujian. Karena outomated staticperimetry
membuat pasien lelatr, anda harus membatasijumlah poin
yangdi uji'
pengujian yang biasa dilalcukan memakai 50 s/d 120 poin.Kisi-kisi
tipe poin yang palingkhas adala6 susunan dengan 76 poin yang berjarak 60 dan menutupi 300 bagian tengah.
(1)
perbedaan rancangan
program
berbeda-bedapada
daeratrlapang
pandangan, tergantung pada kekhasan kelaianan yang diketahui atau yang diduga. Seleksi pengujianbergantung
pada
apakah
pengujian
lapangan pandang
dilakukan untuk
pengujiandiagnostik dari kerusakan yang diduga atau untuk
memfollow
up bertarnbahnya kondisiyang
terjadi.
Misalnya, pengujian glukoma
mencakup
poin-poin
tambahan
gunamendeteksi kerusakan lapangan pandang nasal atau kerusakan arkuata.(l)
> Besarnya
Lapangan Yang
Diuji
Bagi
kebanyakanpasien glukoma atau
dengankondisi
neuro-ophthalmologic,lapangan pada 300 atau24o cukup. Pengujian sentral 30-2 adalatt contoh
progranl
yang mengevaluasi sentral 300 dengan 76poin.
Ini
biasa digunakan untuk memonitor pasien glukoma serta untuk mendeteksi kerusakan lapangan pandangneurologic.Peng$iat2S2
memberikan lapangan 240 denganperluasan. lapangan nasal sampai 300'dengan memakaikisi-kisi
60Angka 2
menunjukan pengujian24-2
mengsndlkasikan statugrid
straddlespuncak horizontal
danvertikal.
Test24-2vmumnyalebih
disukai untuk menguji sebagianbesar pasien.
Defisit
kurangdari 6
o
pudu garis tengah atau berlokasijauh
lebihperifer
dapattest sentral 10-2 mungkin tepat untuk test yang berulang, kerena rnenguji lapangan sentral
10
0
dengangid2o.
Untuk
pasien derrgandefek
lapangan pandangperifer,
perimetri Goldmann dapat lebih berguna. (1)>
StrategiPengujian
Kebanyakan test
dirnulai
dengan mengujititik
buta dan kemudian memunculkan suatutitik
pada masing-masing kuadran.Tingkat
kecerahantitik
berikuhya
ditentukan olehlevel
threshold padatitik-titik
yang berdekatan.Titik-titik
yang
luput
dapatdiuji
kembali dengan menggunakan threshold yang berbeda. Tapi halini
memakan wakhr yanglebih lama
dibandingkan dengan
skrining yang
sederhana.Threshold
fovea
harusdimunculkan
secaratelpisah
tapi
dapatjuga
dilakukan
sebagaiporsi
terpisah
dmiprosedur
test.
Kebanyakan
dokter
menyukai strategi
test
tbreshold
dari
padasuprathreshoid. Suatu tes threshold cocok
untuk
pasien pertamakali
diperiksa, karenamelintasi threshold dua
kali
(pertama dengan peningkatan4
dB
kemudian
denganpeningkatan 2
dB).
Penentuan yang akuratnilai
threshold membuat test berikutnya lebihmudah karena
memungkinkan
perimeter
untuk
memulai dengan
nilai
thresholdsebelumnya untuk menentukan
titik
data selanjutnya.(li
2.2.4
Interprestasillasil
Cetakan
Hasil
cetakan tes memberikaninformasi
dasar pasien sepertiumur
dan diameterpupil.
Data
mentah
dartaatomated
stqticperimetry
mentmjukanukuran dan
nomor3-Vl5U/rl lOl;5: OVLtivli_\.,,/. Vt:;U t ir(D ji.:,tlr.{c, AND l()fl(.^t
DIACt.tOSls 5
c[llltin(. 3t] _ ? I(i(.]t(Jt_u .II_51 tnl1c
sllfillI lil, ulltt, DDoll G r.m 9!T OUMI il
lmliEl ntr nstr! :::]rgn]':
0{ _or-65 oare r0_?s_!; Iinlq rall o:it n
q rj r 14 6 D G " ,rn o,r.* ,:t; t';"#, t
i flciT ,nrl
fl,c110il.0t6 02t
r_ tn-I R6 tFJ: t4
--/t' mtrutsy. ut
c,6fl0c tr:! c
ftrfir J ts ItsI i[( I(s1
trA'4 CAJfl
Bx"li
ll AE I) EI EI bdj r d-a ! 'o'l' I
Fe/-q d, slrd:r o "1,o ,ira d, i l I i I t
l-n,
l-I I I I.ru
I .t-t t-l Il.{ t-t {.t.t-t -t.l lt 2t I I
1{t 22 Da.2 lwtfr I _1 J rl,
'i,
lit .rl,r!
l l-rrlr .r l'l
rlr
e.r nstrt Eit @n
l oq rRl tNti
E .!{g t0 :-l s \\ q lJ@
a 4, afr,1, a
r
dl) r'l! a) e lr r rh !. I { { I {J{ J.l { l
.l r t gll -r r r F.* rr*!cr
h--+m"
::l:
:Model
testyang
digrrnakan adalah threshold atau screening test. Screening testadalah metode yang
lebih
efektif
untuk
mendeteksi area yangdicurigai
pada lapangan pandang dan memerlukan evaluasilebih lanjut.
Threshold test menentukan sensitif,rtasberbagai
titik
di
dalam
lapangan pandang
dan
mendeteksi
lebih
dini
perubahan sensitifitas retina. Jika 30-2 menandakan pada centra 300 lapangan pandangjumlah
titik
y,ang
diuji
76 points. Tabel yang menunjukan threshold test danpoin
test dapatdiiihat
sebagai berikut.
Threshold Test Extent of Visual FieldA{umber
of
Pointst0
-2
24-2
30
-2
60-4
Nasal Step
10 degrees/68 point
gdd
24 degrees/54 point grid
30 degrees/76 point
grid
30 to 60 degrees/60 Points
50 degreesil4 points
Ada beberapa
pilihan
strategi yang digunakan pada,4utomated perimetry:Full
thresholdJarang digunakan sejak adanya threshold algorithm baru yang
memiliki
validitas yangsama dan
lebih
cepat. Stimulus menunjukantingkat
perkiraan pasien terhadap apayang dilihat.
Jika melihat stimulus intensitas
dikurangi
dai
4
desible (0.4log
unit)
sampai pasientidak
melihat stimulus.
Jika
stimulustidak
dapatdilihat
alat
mengatur perubahanmenjadi
2 dB
sampaiterjadi
perubahan respon pada pasien. Stimulusterakhir
yangdilihat
adalah point threshold pasien'Fastpac
Adalah
strategi
yanglebih umum
digunakan. Fastpac mengurangiwaktu
thresholdkira-kira 40
%
(Humphreys).Mengikuti teknik
stair-stepping
padafull
thresholdtetapi menggunakan 3
dB
sebagai pengganti dari 4 dB dan campuran threshold hanyaSw e di s h Int e r a ctive Thr e shol din g Al go r ithm
(SITA)
Merupakan strategi yang sangat menarik dalam mengurangi
waktu
test. Terdapat 2 bentukyaitu SITA
standard danSITA
fast, memberikan informasi yang sama denganinformasi
padafull
threshold
dengan penguranganwakhr kalkulasi
threshold dari mulai test berakhir sampai munculnilai
threshold yangsesungguhrya-Dalam
mengulang
hasil tes,
pemeriksa
harus melihat pada
ukuran-ukuranreliability,
pengelompokanangka, peta
kemungkinan,
dan indeks global'
Ukuranretiabilitymerupakan bagian dari kehilangan
fftsasi,folse positif error
danfalse negativeerror.
Kehilanganfiksasi
merupakan bagianwaktu
dimana pasien berespon secara tak tepat, karenafftsasi
tidak
tetap terhadap suatu stimulus padabintik
btfia. Falsepositif
eryorrate
adalah bagianwaktu
dimana pasien berespondi
saattidak
ada stimulus yang ditanrpilkan . False negativeerror
rate
adalahbagian waktu dimana pasien tidak berespon saatstimulvs
supra
thresholdditampilkan.
Hasil cetakan
menunjukan parameterini
denganxx
bila dicurigai
adarryareabilitas rendah. Pemeriksaan lapangan visual dianggap tidak meyakinkanbila
3 atau lebih parameter berikut ditamukan :'
Total question > 400,'
fixation
loss > 20 Yo,'
falsepositif
resPonses > 33 Yo,'
false negative responses>
33 oA,'
fluktuasijangkapendek > 4.0 dB. (1)pengelompokan angka memberikan
nilai
threshold yang teratur pada setiaptitik
iang diuji.
Pengulangankembali nomor
yangtinggi berarti
cahayaredup
dan dengandemikian area penglihatan
menjadi
lebih
sensitive. Daerah
yang
gelap
mengalamikehilangan sensitivitas yang besar dalam target"
Total deviation rnelhat
semuadefek,
apakahterlokalisir
atau
menyeluruh.pattern
deviationmengoreksi perubahan yang meratapada sensitivitas lapang pandanganmembutuhkan rangkaian
paling
sedikit tigatitik
abnonnal, tidak terletakdipinggir,
pada1itrk p att ern dev i at i o n.
Gtobal indices adalah
MD
(
rnlai rata-rata deviasi dari orang yang normal denganumur yang sesuai
),
PDS(
Pattern standard deviation ),SF(
short-term fluctuation)
danCPSD
(
cooected pattem standard deviation). MD
adalah angka rata-ratanilai
desibleseiuruh
total
deviationplot
danjika
terdapat penurunan sensitivitas, apakah menyeluruhatau
terlokalisir. PSD
adalah perbedaannilai total
deviasi.Nilai
SFlebih dari
7.0
dBpemeriksaan
tidak
dapat
dipercaya.CPSD diperoleh
dari PSD dan SF
menunjukanperbedaan antara
titik
yang berdekatan CPDS adalah suatuukuran
berapa banyakjumlah
deviasi
bukit
penglihatan pasien dibanding bentuk populasinormal
denganumur
yangsesuai.
Hasil
lapang
pandangarrautomated
tidak
dapat memberi
penjelasan sendiri.pemeriksa harus
menyimpulkan
apayang dihasilkan
dari
pemeriksaan atau perkiraanpenyakit dari hasil tes yang abnormal.(t'2'3'7'12'13'14)
2.3
DEFEK LAPANGAN
PAI\DAIIG
Model lokalisasi kehilangan lapangan pandang biasanya ditemukan pada glaukoma
yang
mencerminkananatomi
serabutsyaraf dan
patofisiologi
glaukoma.
Serabut selsyaraf ganglion
retina
atau okson merupakan bagiandari
kepala nervusoptikus.
Syarafoptik
terletak15'nasal
dan agak superior menuju fovea. Bagian temporal retina menujufovea bercabang
ke
superior daninferior.
Biasanya dikatakan sebagaidefek
lapanganpandang bila ditemukan paling sedikit tiga kekacauan
titik uji
pada deviasi total pada areayang dicurigai secara klinis.(2'8'10)
Hasil tes lapangan pandang yang abnormal harus digambarkan dalam catatan medis
mata mana
yang
dikenai,bentuk
abnormalitas lapangan,lokasidan
stimulusnya.
Polaperimetri tertentu dapat membantu dalam melokalisasi lesi disepanjang
jalur
visual. Suatulapangan pandang abnormal dapat
diklasifikasikan
monokuler danbinokuler.
Satu daridefek lapangan pandang yang
paling
sering adalah scotomo,yaitu suatu defeklokal
yangdikelilingi
lapangan pandang yang dapat dideteksi. scotomaini
sering meluas daribintik
buta
(disebut
skotomaarkuata) atau
dapt
membuat lapangan pandanglebih
kecil
(kontraksi perifer ).(l)
Scotoma
bjerrum
merupakan
suatu defek
parasentral
terisolasimonokuler,merupakan
contoh
dari
scotoma
aratata,
disebut demikian
karenamenghasilkan
benluk
seperti lengkunganbulan
sabityang
disebabkar'oleh
perjalana'lnormal
serat
syaraf ganglion sel retina. Defek
-
defek pada
zona arkuata
dapatberhubungan dengan
titik
buta (scotoma saidel)
muncul sebagai satu atau Iebih scotomaparacentral
atatberakhir
padataphe horizontal
(Ronttes nasal step). Suatu nasal stepmerupakan scotoma
bila
terletak
berbatasan dengarimeridian horizontal dan
munculsebagai
kehilangan
pandanganyang
menyerupai anak
tangga
pada batas
luar
darilapangan
nasal. Scotoma
altitudinal merpakan
suatuscotoma
yarrg
menyebabakankehilangan lapangan pandang lebih
tinggi
atau lebih rendah.Suatu defek lapaogan pandang
binokuler
pada masing-masing setengah lapanganpandang
(hemifield
)
disebut
s;ulatlt hemianompia'Hemianopia
inkomplef berhubungandengan h,vadrantanopia
dat
defek-defek sekloral. Suatu
lesi
di
chiasma
atauretrochiasma menghasilkan defek lapangan pandang hemianopia hnmonim' Lesi
di
retinadan syaraf
optic
menghasilkan defek lapangan pandangyaog
dapatmelintasi
merdianvertical. Bentgk defek lapangan pandang dapat
dilihat
pada gambarberikut '
O'2"7'12'13'r4'rs)Fillrtrc 6.'T.Arcrintc .crvc fibcr uuntllc tlcrccts' 't' ll1-r'Tll::::,:i.'r,"Ji:,::"],::Ji:::
i',{li::,fl.1}l::il:l:;:
i[:i::i:::::::::il;;'"'
;il"'n"nr
rbsoru'lc rrc(cc( rurro"ndcdby a rclarivc scotonrr' C' S"ittti"ntn-a' D' Cornplctc arcurrc
(llicrruttr) scoronta I:' f)oublc rr'
61111s (ring) scolotur t*i(lr -tn"'io";;;t "'''"t ""u
I Vcrticrl stcP (or Ircnrianopic o[[sct)'
DAF'TAR
PUSTAKA
1.
Wilson FM. Visual Field Examination.ln
kactical
OphthalmologyA
Manualfor
Begining Residents. American Academy of ophthalmology. San Francisco'
1996.p
:143-l7l
2.
Tasman W. Visuai Fieidin
Glaukoma. In Duane'sClinisal
Ophtlia$nolog1Volume 3. Lippicott. Philadelphia't997
'p: l-41
3.
Wani JS,Mir
MS, Nasti AR. Automated Perimetry-Interpreting the Data'JK-Practitioner 2005; 12 @):219-223
4.
DrakeM.
visual
Field Examination. Inclinical
Guide to Glaucoma Management'Butterworth Heinemann.
America'
2004'p : 90- 1 035.
SchieferU,MD,
FladM,
et all. lncreased Detection Rate of Glaucomatous VisualField Damage
with
Locally
condensed Grids.Arch
ophthalmologyVol
121 'April2003.
6.
Artes PH,NicolelaMT,
et all.visual
Field Progression in Glaucoma: Total VersusPattem Deviation Analyses. Investigative Ophthalmology
&
Visual
Science'2005: 12
(46):
4600-4606-7.
ShieldsMB,MD.
Visual FunctionIn
Glaucoma- In Text Book of Glaucoma'Wiiiams
&
Wilkins' Baltimor.
1998'p : 108-129'8.
Skuta GL, CantorLB,
Weiss Js.clinical
Evaluation.In
Glaucoma' AmericanAcademy
of
Ophthalmology. Singapore' 2008'p : 33-83g.
Nordmann JP,MesbabM,
Berdeaux G. Scoring ofvisual
Field MeasuredThrough Humphrey Perimetry: Principal Component Varimax Rotation Followed
by Validated Cluser Analysis. Invwetigative Ophthalmology
&
Visual
Science'2005;9
@6):3169-3176.10. Allinggham RR, Damji
K,
et all. Assesment of Visual Field'In
Shields'Glaucoma
Fifth
Edition.Lippincott.
Philadelphia'2005.p: 1 1 6- 1 3 5'11. Ajamian PC. Automated Perimetry How to
obtain
the Best Possible Results'FAAO. USA.
Optomeky Today.22
October 1999'12. Johnson
c.
Perimetry.In
Theoptic
Nerve. Ch:
13:125-t44.
13,
Liu
GT, Volpe NJ, Galetta SL.Visual
Loss : Overview, Visual Field Testing,andTopical Diagnosis. In Neuro- ophthalmology Diagnosis and Management.
WB
Saunders Company. Philadelphi a.p :43-57 .
14.
Wall M.
Choice and krterprestation of Visual Field Testing. InNeuro-Ophthalnology
The Practical Guide. Thieme. NewYork.
2005.p:21-33.
15.
Koiker AE,
Hetherington J. Peripheral and Certtral Fields. In Becker- shafferr'sDiagnosis and Therapy of the Glaucomas. Mosby Company. Saint
Louis.
1976.p :150-166.