• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI METRO TV : Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X SMAN 2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI METRO TV : Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X SMAN 2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013."

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI

PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI

METRO TV

(Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X

SMAN 2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)

SKRIPSI

diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana

pendidikan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Oleh:

NADHIRA DESTIANA

0902410

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI

PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI

METRO TV

(Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X

SMAN 2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)

Oleh

Nadhira Destiana

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni

© Nadhira Destiana 2013

Universitas Pendidikan Indonesia

Agustus 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI

METRO TV

(Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X SMAN 2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)

Nadhira Destiana NIM 0902410

disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing I,

Dr. Hj. Yeti Mulyati, M.Pd. NIP 196008091986012001

Pembimbing II,

Drs. Encep Kusumah, M.Pd. NIP 196502101991121001

diketahui oleh

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni

Universitas Pendidikan Indonesia,

(4)

PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI

PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI

METRO TV (Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X SMAN 2

Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)

NADHIRA DESTIANA

(0902410)

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis siswa, khususnya menulis karangan argumentasi, seperti yang diungkapkan oleh Septriyanti dan kawan-kawan (2012). Ini disebabkan kurangnya pengalaman yang menarik ketika pembelajaran menulis di sekolah. Padahal, keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang cukup penting. Pemilihan media tayangan televisi dapat dijadikan alternatif agar siswa lebih tertarik dan termotivasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, dirumuskan permasalahan 1) bagaimana kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas X-A SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas eksperimen yang menggunakan tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV?; 2) bagaimana kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas X-C SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas kontrol yang menggunakan media teks berita?; 3) apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis karangan argumentasi para siswa di kelas X-A SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas eksperimen dan kemampuan menulis karangan argumentasi para siswa di kelas X-A SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas kontrol?. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan menulis karangan argumentasi siswa menggunakan tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pemasangan subjek melalui pretest-posttest dan kelas kontrol dengan random sampling. Populasi dalam penelitian ini kelas X SMAN 2 Bandung tahun ajaran 2012/2013 dengan sampel kelas X-A sebagai kelas eksperimen dan kelas X-C sebagai kelas kontrol. Kelompok siswa tersebut melaksanakan pretest, tiga kali perlakuan, dan posttest. Hasil penelitian diperoleh kemampuan siswa dalam menulis karangan argumentasi sebelum mendapatkan perlakuan di kelas eksperimen memiliki rata-rata skor sebesar 60,6 dan sesudah mendapatkan perlakuan skor rata-rata menjadi sebesar 72,5. Untuk kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata prates 57,5 dan pascates 63,1. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan (α) sebesar 0,05, diperoleh taraf signifikan sebesar 0,004 yang berarti kurang dari 0,05, maka Ho ditolak. Hal itu berarti hipotesis yang penulis ajukan yaitu “Adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas eksperimen dan

kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas kontrol”, dapat

(5)

LEARNING WRITING ESSAY ARGUMENTATION THROUGH UTILIZATION OF IMPRESSIONS EDITORIAL MEDIA INDONESIA ON

METRO TV

( research experiment all allegations against a student x sman 2 bandung the academic year 2012 / 2013 )

NADHIRA DESTIANA (0902410) ABSTRACT

The research was distributed by low student writing skills, particularly writing essays arguing, as revealed by Septriyanti and his friends (2012). This is due to the lack of an interesting experience when learning to write in school. writing skills is one of the important language skills. Selection of media TV footage can be an alternative for students more interested and motivated. Based on the background, formulated the problem 1) how writing skills by arguing students in class X-A SMA Negeri 3 Bandung as class experiments using the Editorial Media impressions of Indonesia's Metro TV?; 2) how writing skills by arguing students in class X-C SMA Negeri 2 Bandung as a class text using the media control news?; 3) whether there is a significant difference between the argument essay writing skills of students in class X-A SMA Negeri 3 Bandung as class experiments and writing skills by arguing the students in class X-A SMA Negeri 3 Bandung as a class of control?. This research aims to know the ability of writing essays arguing students use Editorial Media impressions of Indonesia's Metro TV. The method of research used quasi experimental design was the fitting of a subject through a pretest-posttest control class and by random sampling. The population in this research grade X SMAN 2 Bandung school year 2012/2013 with sample class X-A class of experiments and class as the X-class C as control. The students carry out group pretest, three times the treatment, and posttest. The research results obtained ability of students in writing essays arguing before getting treatment in the classroom experiment has an average score of delightful 150-and after treatment average score be of 72,5. The control class to obtain the average value of 63.2 and 63,1 pascates prates. Based on the results of calculation by using the t-test with significant level of 0.05 significant level, obtained by 0,004 which means less than 0.05, then Ho denied. It means the author's hypothesis proposing that “there is a significant difference between writing ability by arguing students in class experiments and writing skills by arguing the students in the class control”, acceptable.

(6)

DAFTAR ISI

ABSTRAK……….. i

KATA PENGANTAR……… ii

UCAPAN TERIMA KASIH ………. iii

DAFTAR ISI………... iv

DAFTAR TABEL………... viii

DAFTAR BAGAN……….. x

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah………. 1

1.2 Identifikasi Masalah………... 5

1.3 Batasan Masalah………. 5

1.4 Rumusan Masalah………... 5

1.5 Tujuan Penelitian………. 6

1.5.1 Tujuan Umum………... 6

1.5.2 Tujuan Khusus……….. 6

1.6 Manfaat Penelitian………... 6

1.7 Anggapan Dasar………... 7

1.8 Hipotesis……….. 8

1.9 Metode dan Teknik Penelitian………. 8

1.10 Definisi Operasional……….. 10

BAB 2 IHWAL MEDIA TAYANGAN EDITORIAL, KETERAMPILAN MENULIS, DAN KARANGAN ARGUMENTASI 2.1 Media Tayangan Editorial 2.11 Kedudukan Media Tayangan Editorial dalam Media Pembelajaran………...11

2.1.2 Hakikat Media Tayangan Editorial………... 13

2.1.3 Tujuan Editorial……… 14

2.1.4 Prinsip Editorial……… 15

2.1.5 Karakteristik Editorial………... 16

(7)

2.2.1 Pengertian Menulis………... 16

2.2.2 Tujuan Menulis………. 17

2.2.3 Manfaat Menulis………... 19

2.3 Karangan Argumentasi 2.3.1 Pengertian Karangan Argumentasi………... 20

2.3.2 Pertimbangan-pertimbangan dalam Argumentasi…… 21

2.3.3 Ciri-ciri Karangan Argumentasi………... 21

2.3.4 Struktur Karangan Argumentasi………... 22

2.3.5 Langkah-langkah Menulis Karangan Argumentasi….. 22

2.3.6 Teknik Pengembangan Karangan Argumentasi……… 23

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian………. 24

3.2 Teknik Pengumpulan Data………... 25

3.3 Instrumen Penelitian……… 28

3.4 Teknik Pengolahan Data……….. 53

3.5 Populasi dan Sampel Penelitian………... 55

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Data……… 56

4.1.1 Analisis Data Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi PretestKelas Eksperimen………... 56

4.1.2 Analisis Data Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi PosttestKelas Eksperimen……….. 64

4.1.3 Analisis Data Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi PretestKelas Kontrol……….. 75

4.1.4 Analisis Data Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi PosttestKelas Kontrol………. 85

4.2 Pengujian Persyaratan Analisis Data………... 94 4.2.1 Pengujian Persyaratan Analisis Data Kemampuan

Menulis Karangan Argumentasi Siswa Pada

(8)

Argumentasi Kelas Eksperimen………. 95 4.2.1.2 Uji Reliabilitas Antarpenimbang (ANAVA)

Data Kemampuan Menulis Karangan

Argumentasi Kelas Eksperimen………. 96

a) Uji Reliabilitas Antarpenimbang

(ANAVA) PretestKelas Eksperimen….. 97 b) Uji Reliabilitas Antarpenimbang

(ANAVA) PosttestKelas Eksperimen….99 4.2.2 Pengujian Persyaratan Analisis Data Kemampuan

Menulis Karangan Argumentasi pada Kelas Kontrol

4.2.2.1 Data Kemampuan Menulis Karangan

Argumentasi Kelas Kontrol………... 102

4.2.2.2 Uji Reliabilitas Antarpenimbang (ANAVA)

Data Kemampuan Menulis Karangan

Argumentasi Kelas Kontrol………... 103

a) Uji Reliabilitas Antarpenimbang

(ANAVA) Pretest Kelas Kontrol……….104 b) Uji Reliabilitas Antarpenimbang

(ANAVA) PosttestKelas Kontrol……... 106 4.2.3 Uji Normalitas Data Kemampuan Menulis

Karangan Argumentasi

4.2.3.1 Uji Normalitas Data Pretest Kelas

Eksperimen dan Kelas Kontrol……….. 108

4.2.3.2 Uji Normalitas Data Posttest Kelas

Eksperimen dan Kelas Kontrol……….. 110

4.2.4 Uji Homogenitas Varian Data Kemampuan

Menulis Karangan Argumentasi

4.2.4.1 Uji Homogenitas Varian Data Pretest

Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ………111 4.2.4.2 Uji Homogenitas Varian Data Posttest

(9)

4.3 Pengujian Hipotesis………. 113

4.4 Pembahasan………. 115

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan... 116

5.2 Saran………... 117

DAFTAR PUSTAKA ……….. 118

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(10)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam ruang lingkup kebahasaan secara

umum terdiri atas empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak,

keterampilan membaca, keterampilan berbicara, dan keterampilan menulis. Sesuai

dengan urutan pemerolehannya, keterampilan menulis merupakan keterampilan

yang paling akhir untuk dikuasai. Namun, keterampilan menulis memiliki peranan

yang tidak kalah penting dibandingkan keterampilan berbahasa lainnya. Seiring

dengan perkembangan informasi dan teknologi yang begitu pesat, saat ini

kecendekiaan dan kedewasaan seseorang dapat dilihat dari keterampilan ia dalam

hal menulis. Tarigan (2008:4) berpendapat bahwa dalam kehidupan modern ini,

jelas keterampilan menulis sangat dibutuhkan. Keterampilan menulis dapat

dikatakan sebagai salah satu ciri dari orang yang terpelajar atau bangsa yang

terpelajar. Tolok ukur kecendekiaan seseorang dapat dilihat dari kualitas

tulisan-tulisan yang ia hasilkan.

Meskipun telah disadari bahwa keterampilan menulis sangat diperlukan

dalam kehidupan modern, pada kenyataannya masih banyak siswa yang belum

menguasai keterampilan menulis. Hal tersebut juga ditulis oleh Nunuy Nurjanah (2005) dalam jurnalnya yang berjudul “Penerapan Model Belajar Konstruktivisme

dalam Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia”. Ia mengatakan bahwa,

keterampilan menulis siswa Indonesia masih tergolong rendah di Asia, budaya

menulis merupakan budaya intelektual yang memprihatinkan.

Masih banyaknya siswa yang belum menguasai keterampilan menulis

disebabkan oleh beberapa masalah yang berkaitan dengan rendahnya mutu

pembelajaran keterampilan menulis. Lebih spesifik lagi, rendahnya kualitas

keterampilan menulis siswa datang dari faktor internal siswa itu sendiri, seperti

adanya anggapan yang salah dari diri siswa mengenai keterampilan menulis.

Keterampilan menulis dinilai menjadi salah satu keterampilan berbahasa yang

(11)

menjadikan pembelajaran menulis di dalam kelas seringkali dirasa tidak menarik

dan hanya dijadikan sebagai beban tugas semata. Akhadiah (1998:1)

menyebutkan, pembelajaran menulis seringkali dianggap sebagai beban berat oleh

siswa. Anggapan tersebut muncul karena kegiatan menulis membutuhkan banyak

tenaga, waktu, serta perhatian yang sungguh-sungguh. Di samping itu, ia

menuntut keterampilan yang kadang-kadang tidak dimiliki oleh semua orang. Ada

pula yang meragukan kegunaan atau manfaat dari keterampilan menulis tersebut.

Salah satu bentuk keterampilan menulis adalah menulis karangan

argumentasi. Menurut Keraf (2001:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika

yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka

percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis

atau pembicara. Pembelajaran menulis karangan argumentasi masih dianggap sulit

oleh siswa. Siswa mengalami kesulitan dalam menemukan ide untuk dijadikan

topik yang kemudian dituangkan dan dikembangkan ke dalam sebuah tulisan yang

teratur. Hal tersebut yang menyebabkan keterampilan menulis karangan

argumentasi siswa dinilai masih belum memuaskan. Kesulitan siswa dalam

menulis karangan argumentasi juga diungkapkan oleh Septriyanti, Arief, dan Ratna (2012) dalam jurnalnya yang berjudul “Hubungan Penguasaan Kosakata dengan Keterampilan Argumentasi”

pada kenyataannya, keterampilan menulis karangan argumentasi siswa masih rendah. Siswa kurang mampu dalam menuangkan ide atau gagasannya ke dalam sebuah tulisan. Penyebab rendahnya keterampilan menulis karangan argumentasi siswa diidentifikasi karena siswa kurang memahami tulisan argumentasi itu sendiri dan penguasaan kosakata siswa.

Dalam mengatasi hal tersebut, seorang guru yang memiliki kedudukan dan

fungsi yang masih sangat dominan dalam kegiatan belajar mengajar wajib

menciptakan proses pembelajaran menulis yang menarik untuk siswa. Sudah

bukan zamannya lagi guru menyampaikan materi secara oral dari awal hingga

akhir pembelajaran. Selain melelahkan, juga membosankan siswa. Penggunaan

media pembelajaran dapat difungsikan sebagai alat bantu agar kegiatan

(12)

merupakan alat bantu yang dimanfaatkan guru dalam rangka mempermudah

pembelajaran. Media dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat

digunakan untuk melatih siswa dalam menggunakan bahasa. Dengan latihan itu

diharapkan siswa memiliki kompetensi tertentu dalam berbahasa dan bersastra

dengan berbagai variasinya. Pemilihan media tersebut tidak hanya tepat, tetapi

juga dapat menarik minat siswa sehingga siswa antusias dalam mengikuti proses

pembelajaran. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media

pembelajaran memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses berlangsungnya

pembelajaran. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, media dapat digunakan

untuk melatih kemampuan siswa guna meningkatkan empat kompetensi berbahasa

Indonesia, yakni kompetensi menyimak, membaca, berbicara, dan menulis.

Salah satu Kompetensi Dasar (KD) di SMA kelas X semester 2, yang

berkaitan dengan menulis karangan argumentasi yaitu, “mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato”. Adapun yang menjadi kompetensi dasarnya adalah “menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentative”. Menulis karangan argumentasi merupakan

kemampuan yang harus dikuasai siswa dengan menyajikan pemikiran terhadap

fakta yang ada.

Sejauh pengamatan penulis, penelitian dengan memanfaatkan media

pernah dilakukan oleh Dadi (2007) berjudul “Keefektifan Media Trailer Film Asing dalam Pembelajaran Menulis Cerpen”. Pada hasil penelitian tersebut penggunaan media trailer film asing dalam pembelajaran menulis cerpen berhasil

menarik perhatian siswa dengan antusiasme yang tinggi.

Dalam hal ini, penulis tertarik untuk mengujicobakan sebuah media dalam

pembelajaran menulis. Media yang penulis pilih adalah media tayangan dari

sebuah acara di televisi. Memanfaatkan media tayangan acara televisi merupakan

salah satu alternatif yang baik dan dengan mudah dapat dijangkau oleh guru.

Acara televisi tidak hanya tepat, tetapi juga menarik antusiasme siswa untuk

belajar. Sukiman (2012:198) berpendapat, apabila anak-anak belajar melalui

televisi, mereka tidak hanya mengamati acaranya dengan tenang, melainkan

(13)

pula mereka memerhatikan susunan kata-kata dan teks yang ada. Ketika belajar

melalui media tayangan televisi, anak-anak dituntut mampu berkonsentrasi

dengan penuh selama acara berlangsung. Hal ini sesuai dengan sifat media itu

sendiri, dan daya kemampuan berkonsentrasi ini erat hubungannya dengan

kemampuan untuk mengerti dan kemampuan untuk mereproduksi apa yang telah

diamatinya. Ini berarti bahwa anak-anak dituntut untuk mampu mengantisipasi isi

pesan yang ada dalam acara tersebut.

Penelitian yang telah dilakukan dalam pembelajaran menulis melalui

media tayangan televisi, yaitu skripsi yang berjudul “Penggunaan Media Tayangan Televisi „Jika Aku Menjadi‟ TRANS TV dalam Meningkatkan Pembelajaran Menulis Karangan Narasi (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap

Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bandung Tahun Ajaran 2008-2009)” oleh Antika. Pada penelitian tersebut disimpulkan bahwa penggunaan media tayangan televisi

dalam pembelajaran menulis karangan narasi efektif dan praktis digunakan.

Sementara itu, penelitian terkait pembelajaran menulis karangan

argumentasi sebelumnya telah dilakukan, di antaranya oleh Setia (2010) berjudul

“Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi Menggunakan Media

Editorial Surat Kabar (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas X SMA

Negeri 4 Cimahi Tahun Ajaran 2008/2009)”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa media editorial surat kabar cukup efektif diterapkan dalam

pembelajaran menulis karangan argumentasi. Akan tetapi, tidak dimungkiri media

editorial surat kabar yang digunakan akan lebih menarik lagi jika disajikan dalam

bentuk rekaman audio-visual dibandingkan hanya selebaran kertas editorial.

Berkaca dari pengamatan tersebut, penulis tertarik untuk memanfaatkan

sebuah media yang akan diterapkan dalam pembelajaran menulis karangan

argumentasi. Media yang penulis pilih tersebut adalah salah satu tayangan televisi

yang berjudul Editorial Media Indonesia yang diproduksi oleh Metro TV.

Penggunaan media ini merupakan sebuah upaya inovatif untuk membantu siswa

mendapatkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang kemudian dituangkan ke dalam

(14)

program berita di televisi yang mengangkat secara khusus kolom editorial dalam

sebuah surat kabar. Sejauh pengamatan penulis, pembelajaran menulis karangan

argumentasi melalui tayangan editorial belum pernah diujicobakan. Atas dasar

pemikiran tersebut, penulis memilih judul penelitian “Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi Melalui Pemanfaatan Tayangan Editorial Media Indonesia

di Metro TV (Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X SMA Negeri

2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013).”

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan gambaran mengenai pembelajaran menulis karangan

argumentasi di kelas, masalah yang terjadi yang menjadi sasaran untuk

ditingkatkan adalah sebagai berikut.

1) Siswa masih mendapatkan kesulitan dalam menulis karangan argumentasi.

2) Siswa kurang berani dan percaya diri dalam menuliskan ide-ide atau

gagasan-gagasan yang dimiliki.

3) Pembelajaran menulis di dalam kelas tidak menyenangkan.

4) Penggunaan media dalam pembelajaran menulis belum maksimal sehingga

kurang memotivasi siswa dalam menulis karangan argumentasi.

1.3Batasan Masalah

Penulis membatasi permasalahan penelitian ini pada pembelajaran menulis

karangan argumentasi dan media yang digunakan dalam pembelajaran menulis

karangan argumentasi ini adalah tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV

dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu.

1.4Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah yang telah diidentifikasi, dapat dirumuskan

masalah penelitian sebagai berikut.

1) Bagaimanakah kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas X-A

SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas eksperimen yang menggunakan

(15)

2) Bagaimanakah kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas X-C

SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas kontrol yang menggunakan media teks

berita?

3) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis

karangan argumentasi para siswa di kelas X-A SMA Negeri 2 Bandung

sebagai kelas eksperimen dan kemampuan menulis karangan argumentasi para

siswa di kelas X-C SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas kontrol?

1.5Tujuan Penelitian

1.5.1Tujuan Umum

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif

pembelajaran guna menambah dan mengembangkan inovasi pembelajaran yang

telah ada sebelumnya khususnya dalam segi media pembelajaran agar dapat

dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

1.5.2Tujuan Khusus

Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk

mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut.

1)kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas eksperimen yang

menggunakan tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV;

2)kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas kontrol yang

menggunakan media teks berita;

3)perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis karangan argumentasi

siswa di kelas eksperimen dan kemampuan menulis karangan argumentasi

siswa di kelas kontrol.

1.6Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh antara lain dapat memberikan manfaat

teoretis dan manfaat praktis bagi banyak pihak terutama yang terkait dalam

(16)

1) Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi

perkembangan teori media pembelajaran dalam proses pembelajaran menulis,

khususnya karangan argumentasi.

2) Manfaat Praktis

Manfaat praktis adalah manfaat yang dapat langsung diterapkan dalam

pembelajaran di sekolah. Adapun manfaat praktis dalam penelitian ini antara lain.

a) Bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat

dijadikan alternatif dalam memilih dan mengembangkan media yang dapat

digunakan dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi.

b) Siswa dapat memperoleh wawasan dan daya pikir yang lebih luas sehingga

mampu mengikuti pembelajaran dengan baik.

c) Peneliti dapat memperoleh gambaran mengenai keefektifan tayangan Editorial

Media Indonesia dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi pada

siswa, serta memperoleh wawasan dan pengetahuan baru mengenai

media-media yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

1.7Anggapan Dasar

Anggapan dasar adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya

diterima oleh penyelidik (Arikunto, 2010:65). Dalam melakukan penelitian ini

penulis berpedoman pada anggapan dasar sebagai berikut.

1) Keterampilan menulis karangan argumentasi merupakan salah satu bahan

pengajaran bahasa dan sastra Indonesia yang ada di dalam Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan (KTSP).

2) Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang memengaruhi

keberhasilan sebuah pembelajaran.

3) Tayangan Editorial Media Indonesia memiliki teori yang kuat sehingga media

(17)

1.8Hipotesis

Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah

penelitian (Sugiyono, 2010:224). Terdapat dua hipotesis yang penulis ajukan.

H1 : Adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis

karangan argumentasi siswa di kelas eksperimen dan kemampuan

menulis karangan argumentasi siswa di kelas kontrol.

H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan

menulis karangan argumentasi siswa di kelas eksperimen dan

kemampuan menulis argumentasi siswa di kelas kontrol.

1.9Metode dan Teknik Penelitian

Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk

mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:3).

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

eksperimen dengan desain penelitian menggunakan pemasangan subjek melalui

pretest-posttest kelas eksperimen dan kelas pembanding. Metode penelitian

eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk

mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang

terkendalikan. Sedangkan untuk desain dapat divisualisasikan sebagai berikut.

Tabel 1.1

Desain Penelitian

Kelas Tes Awal Perlakuan Tes Akhir

A (KE) O1 X O2

(18)

Keterangan:

A : kelas eksperimen

B : kelas pembanding

O1 : tes awal pada kelas eksperimen

O2 : tes akhir pada kelas eksperimen

O3 : tes awal pada kelas pembanding

O4 : tes akhir pada kelas pembanding

X : pemberian subjek pada kelas eksperimen

Y : pemberian subjek pada kelas pembanding

(Syamsuddin A. R dan Damaianti, 2009:163).

Kelompok A maupun B memiliki karakteristik yang sama atau homogen,

karena diambil atau dibentuk dari populasi yang homogen pula. Dalam desain ini

kedua kelompok diberi tes awal (pretest) dengan tes yang sama. Kemudian

kelompok A sebagai kelompok eksperimen diberi perlakuan khusus, sedang

kelompok B diberi perlakuan seperti biasanya. Setelah beberapa saat kedua

kelompok dites dengan tes yang sama sebagai tes akhir (posttest). Hasil kedua tes akhir diperbandingkan (diuji perbedaannya), demikian juga antara hasil tes awal

dengan tes akhir pada masing-masing kelompok. Perbedaan yang berarti

(signifikan) antara kedua hasil tes akhir, dan antara tes awal dan akhir pada

kelompok eksperimen menunjukkan pengaruh dari perlakuan yang diberikan

(Syaodih, 2009:204).

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan tes

secara tertulis. Adapun teknik pengolahan data pada penelitian ini dilakukan

melalui perhitungan kuantitatif. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui

silsilah rata-rata nilai prates dan pascates untuk masing-masing aspek yang dinilai

sebagai indikator efektivitas pembelajaran menulis karangan argumentasi

(19)

1.10 Definisi Operasional

Agar tidak terjadi salah tafsir dari pihak pembaca terhadap judul penelitian

yang penulis lakukan, penulis mendefinisikan istilah yang digunakan dalam judul

penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Tayangan Editorial Media Indonesia dalam pembelajaran menulis karangan

argumentasi adalah suatu bentuk media yang dapat digunakan oleh guru dalam

pembelajaran menulis karangan argumentasi. Tayangan Editorial Media

Indonesia dengan pembelajaran menulis karangan argumentasi terdapat

hubungan yang erat karena mendorong siswa aktif dalam mencari informasi

mengenai suatu hal dan menemukan pernyataan-pernyataan untuk mendukung

argumen yang akan ditulis dari suatu informasi tersebut.

2) Karangan argumentasi pada penelitian ini adalah jenis karangan yang berisi

paparan mengenai pendapat suatu hal disertai dengan bukti-bukti kuat yang

mendukung serta keyakinan gagasan yang ditulis agar pembaca dapat

membenarkan pendapat, sikap, gagasan, dan keyakinan penulis.

3) Kemampuan menulis karangan argumentasi adalah kemampuan siswa dalam

menemukan gagasan, pendapat, maupun pikirannya dengan disertai

bukti-bukti relevan yang mendukung untuk kemudian dituangkan ke dalam sebuah

(20)

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1Metode dan Desain Penelitian

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitian ini menggunakan

pendekatan kuantitatif yaitu metode penelitian eksperimen semu atau kuasi

eksperimen. Dalam penelitian ini, peneliti mengujicobakan perlakuan atau

treatment khusus dalam sebuah pembelajaran guna melihat adanya pengaruh dari perlakuan atau treatment tersebut terhadap kualitas hasil belajar.

Penelitian eskperimen ini dilakukan untuk memperoleh jawaban atas

hipotesis yang diajukan oleh peneliti, yakni adanya perbedaan yang signifikan

antara kemampuan menulis karangan argumentasi di kelas eksperimen (dengan

perlakuan khusus) dan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas

kontrol (dengan perlakuan biasa). Hal tersebut mengacu pada pendapat

Syamsudin dan Vismaia (2009:150) yang menjelaskan bahwa : penelitian

eksperimental merupakan suatu metode yang sistematis dan logis untuk menjawab

pertanyaan: “Jika sesuatu dilakukan pada kondisi-kondisi yang dikontrol dengan teliti, apakah yang akan terjadi?” Dalam hal ini peneliti memanipulasikan suatu

perlakuan, stimulus, atau kondisi-kondisi tertentu, kemudian mengamati pengaruh

atau perubahan yang diakibatkan oleh manipulasi yang dilakukan secara sengaja

tadi.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain

dengan pemasangan subjek melalui tes awal - tes akhir kelas eksperimen dan

kelas pembanding (Syamsuddin A. R dan Damaianti, 2009:163).

Tabel 3.1

Desain Penelitian

Kelas Tes Awal Perlakuan Tes Akhir

A (KE) O1 X O2

(21)

Keterangan:

A : kelas eksperimen

B : kelas pembanding

O1 : tes awal pada kelas eksperimen

O2 : tes akhir pada kelas eksperimen

O3 : tes awal pada kelas pembanding

O4 : tes akhir pada kelas pembanding

X : pemberian subjek pada kelas eksperimen

Y : pemberian subjek pada kelas pembanding

Desain tersebut digunakan dalam melaksanakan perlakuan untuk melihat

kemampuan menulis karangan argumentasi siswa melalui pemanfaatan tayangan

editorial Media Indonesia di Metro TV. Adapun langkah-langkah yang peneliti

lakukan dalam penelitian adalah sebagai berikut.

1) Mengadakan pretest untuk mengetahui kemampuan sampel sebelum diberi perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

2) Memberikan perlakuan berupa pembelajaran menulis karangan argumentasi

menggunakan tayangan editorial Media Indonesia pada kelas eksperimen

dengan penggunaan media teks berita pada kelas kontrol.

3) Mengadakan posttest untuk mengetahui perkembangan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa sesudah diberi perlakuan pada kelas eksperimen

dan kelas kontrol.

3.2Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data untuk penelitian ini peneliti menggunakan

teknik tes. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis. Tes

dilakukan sebanyak dua kali yaitu pretest (tes awal) dan posttest (tes akhir). Tes awal dilakukan pada awal proses pembelajaran dengan tanpa diberi materi dan

perlakuan yang khusus sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui

(22)

Sedangkan, tes akhir dilakukan setelah siswa diberikan materi dan perlakuan

sebelumnya. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis karangan

argumentasi siswa setelah diberi perlakuan.

Kedua tes ini dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas pembanding atau

kontrol. Tes ini dilakukan untuk memeroleh data berupa hasil penelitian karangan

argumentasi sebelum serta setelah menggunakan tayangan Editorial Media

Indonesia yang diproduksi Metro TV pada kelas eksperimen. Adapun proses

pelaksanaan perlakuan pada kelas eksperimen digambarkan dalam diagram

berikut ini.

Bagan 3.1

Proses Pelaksanaan Perlakuan

Pretest

atau Tes Awal

Perlakuan

Treatment

1

Treatment

2

Treatment

3

dan seterusnya

(23)

Diagram di atas dapat dijelaskan sebagai berikut.

1) Pada tahap awal penelitian, peneliti melaksanakan pretest. Siswa diminta

menulis sebuah karangan argumentasi dengan tema “Lestarikan Warisan Leluhur”. Siswa menulis sesuai kemampuan mereka tanpa diberi materi

maupun perlakuan. Hasil dari pelaksanaan pretest ini digunakan untuk mengukur kemampuan awal siswa dalam menulis karangan argumentasi.

2) Pada tahap kedua penelitian, peneliti mulai memberikan perlakuan yang

pertama kepada siswa yaitu menguji cobakan suatu perlakuan yang berupa

media, tayangan editorial Media Indonesia, dalam pembelajaran menulis

karangan argumentasi. Setelah diberi materi dan perlakuan, kemudian siswa

menulis karangan argumentasi dengan tema “Mengatasi Banjir”. Hasil

tayangan editorial dapat dijadikan sebagai contoh argumentasi yang

dikemukakan oleh sebuah harian surat kabar besar tanah air, Media Indonesia.

3) Pada tahap ketiga penelitian, peneliti memberikan perlakuan yang kedua

kepada siswa dengan menggunakan tayangan editorial Media Indonesia

dengan tema yang berbeda dengan tayangan sebelumnya, siswa kembali

menulis karangan argumentasi lagi. Tema karangan argumentasi pada

perlakuan yang kedua adalah “Negeri Anak Bawang”.

4) Pada tahap keempat penelitian, peneliti kembali memberikan perlakuan

berupa tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV, sebagai perlakuan

akhir yang diberikan kepada siswa. Setelah diberikan materi dan perlakuan

tayangan tersebut, siswa kembali menulis karangan argumentasi lagi. Tema

karangan argumentasi pada perlakuan yang ketiga adalah “Pro dan Kontra

Ujian Nasional”.

5) Pada tahap kelima penelitian, peneliti melaksanakan posttest. Pada posttest ini siswa kembali diminta untuk menulis kembali sebuah karangan argumentasi.

Hasil karangan argumentasi siswa pada tahap ini dijadikan sebagai tes akhir

untuk mengukur kemampuan menulis karangan argumentasi siswa setelah

siswa diberikan beberapa perlakuan. Tema karangan argumentasi pada

(24)

3.3Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut.

1. Instrumen Perlakuan

Instrumen perlakuan berupa rambu-rambu pembelajaran menulis karangan

argumentasi dengan menggunakan tayangan editorial Media Indonesia di

Metro TV dan perencanaan pelaksanaan pembelajarannya menggunakan

media tersebut ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan

materi pokok pembelajaran menulis karangan argumentasi.

a. Rambu-rambu Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi dengan

Menggunakan Tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV

Rambu-rambu ini dibuat sebagai acuan peneliti dalam menyusun Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menulis karangan argumentasi dengan

menggunakan tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV di kelas

eksperimen.

1) Rasional

Tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV merupakan sebuah

tayangan tajuk rencana yang mampu meningkatkan daya kritis serta membantu

mengasah daya penalaran. Pemanfaatan tayangan ini diduga dapat dijadikan

sebagai salah satu media pembelajaran yang mampu membantu siswa berpikir

kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi, mendorong siswa agar

aktif dalam mencari informasi berupa kalimat-kalimat fakta maupun pendapat dari

narasumber yang terkait untuk mendukung argumen yang akan ditulis.

2) Tujuan

Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk melatih siswa berpikir kritis

melalui pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan menggunakan

tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV.

3) Prinsip Dasar

Pemilihan tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV oleh peneliti

(25)

a) Tema/topik :

 Aktual.

 Masalah yang berbobot.

 Mencerminkan nilai-nilai yang dimiliki masyarakat.

b) Gaya sajian :

 Menghindari pemaparan yang bersifat menggurui, sok tahu, dan menganggap

pembaca tidak memahami isu yang bergulir.

 Memiliki tradisi penulisan yang jernih serta ketajaman berpikir.

c) Bahasa :

 Menggunakan kalimat yang ringkas, padat, jelas, lugas, dan langsung ke

persoalan.

d) Pandangan Editor :

 Berpijak pada kebenaran. 4) Sintak Pembelajaran

Sintak pembelajaran merupakan langkah-langkah pembelajaran menulis

karangan argumentasi dengan menggunakan tayangan editorial Media Indonesia

di Metro TV bercermin pada prinsip-prisip di atas. Sintak media tayangan

editorial tersebut diterapkan melalui metode pembelajaran, yaitu metode

demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang

memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu, di mana keaktifan biasanya

lebih banyak pada pihak guru (Ibrahim & Syaodih, 2010:107). Adapun sintak

pembelajaran media tayangan editorial melalui metode demonstrasi adalah

sebagai berikut.

a) Siswa diberi penjelasan mengenai tujuan pembelajaran menggunakan media

tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV.

b) Siswa diberi gambaran sekilas materi yang akan disampaikan.

c) Guru menetapkan langkah-langkah pokok menulis karangan argumentasi

d) Guru menyiapkan alat-alat yang diperlukan seperti laptop, infokus, dan

speaker.

(26)

f) Guru menumbuhkan sikap kritis pada siswa sehingga terjadi tanya jawab, dan

diskusi tentang masalah pada tema yang diangkat dalam tayangan editorial.

g) Siswa diberi kesempatan untuk mencoba menulis sebuah karangan

argumentasi.

h) Guru membuat penilaian dari kegiatan siswa dalam demonstrasi

menggunakan tayangan editorial Media Indonesia.

i) Siswa diberi tugas untuk menulis karangan argumentasi menggunakan

tayangan editorial Media Indonesia.

j) Siswa menuliskan pendapatnya sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di

masyarakat.

k) Siswa menulis dengan menghindari penggunaan bahasa yang cenderung

bersifat subjektif.

l) Siswa menulis karangan argumentasi dengan menggunakan kalimat yang

ringkas, padat, jelas, lugas, dan langsung ke persoalan.

m) Siswa menulis karangan argumentasi dengan memperhatikan kelogisan dalam

berpikir, pengolahan pendapat yang disertai dengan pembenaran bukti yang

tepat, serta menghindari penulisan dengan sikap emosi.

n) Siswa diberi penilaian terhadap hasil menulis karangan argumentasi

menggunakan tayangan editorial Media Indonesia.

5) Evaluasi

Alat evaluasi yang digunakan pada penelitian ini berupa tes menulis

karangan argumentasi. Evaluasi dilaksanakan pada saat pretest (tes awal), proses perlakuan, dan posttest (tes akhir). Evaluasi pada saat pretest dan posttest

menggunakan tes yang sama agar terlihat perbedaan yang signifikan pada hasil

karangan argumentasi siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Sedangkan

pada proses perlakuan, evaluasi menggunakan tes dengan mengerjakan lembar

kerja dan LP yang terdapat pada RPP.

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini dibuat oleh peneliti sebagai

(27)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Bandung

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas : X

Semester : 2

Alokasi waktu : 10 x 45 ( 5 x pertemuan )

A.STANDAR KOMPETENSI

12. Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato.

B. KOMPETENSI DASAR:

12. 1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf

argumentatif.

C. MATERI PEMBELAJARAN

 Definisi karangan argumentasi, seperti :

Suatu bentuk karangan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu

pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti.

 Ciri-ciri karangan argumentasi, seperti :

- Berisi argumen-argumen sebagai upaya pembuktian dalam

mempertahankan atau menyanggah suatu pendapat atau sikap.

- Bertujuan meyakinkan pembaca agar mengikuti apa yang dikemukakan

oleh penulis.

- Menggunakan logika atau penalaran sebagai landasan berpikir.

- Bertolak pada fakta.

- Bersikap mendesak pendapat atau sikap kepada pembaca.

(28)

- Pendahuluan, untuk menarik perhatian pembaca serta memusatkan

perhatian pembaca kepada argumen-argumen yang akan disampaikan.

- Tubuh Argumen, bagian yang berisi tentang kebenaran-kebenaran yang

dikemukakan oleh penulis untuk meyakinkan pembaca.

- Kesimpulan dan ringkasan, bagian yang ditulis untuk menyegarkan

kembali ingatan pembaca tentang apa yang telah dicapai.

 Langkah-langkah menulis karangan argumentasi, seperti : - Menentukan topik/tema.

- Menetapkan tujuan.

- Mengumpulkan data dari berbagai sumber.

- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih.

- Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.

D. INDIKATOR

1. Kognitif

a. Produk

 Menemukan karakteristik paragraf argumentatif

b. Proses

 Mengidentifikasi karakteristik paragraf argumentatif

 Menyusun kerangka paragraf argumentatif

2. Psikomotor

 Mendaftar topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif

 Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf

argumentatif

3. Afektif

(29)

 Jujur (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1, ke-2,

dan ke-3 kegiatan inti)

 Tanggung Jawab (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)

 Apresiatif (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1,

ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)

b. Keterampilan Sosial

 Berbicara dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar (dapat dilihat

di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan

inti)

 Menyumbang ide/saran (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada

pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)

 Menjadi pendengar yang baik (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada

pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)

 Saling membantu antarteman (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)

E. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Kognitif

a. Produk

 Secara mandiri siswa dapat menemukan karakteristik paragraf

argumentatif dengan mengerjakan tugas di LP 1 : produk.

b. Proses

1) Siswa diharapkan dapat mengidentifikasi karakteristik paragraf

argumentatif yang terdapat dalam LP 2 : proses.

2) Secara mandiri siswa dapat menyusun kerangka paragraf argumentatif

dengan mengerjakan tugas di LP 2 : proses.

(30)

 Secara mandiri siswa dapat mendaftar topik-topik pendapat yang dapat

dikembangkan menjadi paragraf argumentatif dalam LP 3 : psikomotor.

 Secara mandiri siswa dapat mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif dalam LP 3 : psikomotor.

3. Afektif

a. Karakter

Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan

dalam berperilaku, seperti kerja sama, jujur, bertanggung jawab, dan apresiatif.

b. Keterampilan Sosial

Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan

dalam keterampilan bertanya dengan bahasa yang baik dan benar, menyumbang ide, menjadi pendengar yang baik, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model pembelajaran : konstruktivisme

Metode pembelajaran : demonstrasi, tanya jawab, penugasan

G. BAHAN

1) Buku Paket Bahasa Indonesia SMA Kelas X

2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman

Umum Pembentukan Istilah

3) Argumentasi dan Narasi karangan Gorys Keraf

H. ALAT

1) Infokus

2) Laptop

3) Speaker

(31)

Kelas Eksperimen

NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU METODE

1. Pertemuan Kedua (Perlakuan

Pertama)

Pendahuluan

1. Membuka pelajaran dengan

mengucapkan salam kemudian

mempresensi siswa.

2. Mengkondisikan siswa agar siap

dan bersemangat dalam

menerima materi pelajaran.

3. Memberi kaitan antara materi

yang akan dipelajari dengan

materi yang telah diberikan

sebelumnya.

4. Guru menginformasikan tujuan

pembelajaran menulis karangan

argumentasi dengan

menggunakan media tayangan

editorial Media Indonesia.

10 menit Ceramah

Kegiatan Inti

Penggalan 1

1. Siswa duduk dalam

kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas

empat orang kemudian

menyimak penjelasan guru

mengenai karangan argumentasi.

70 menit Tanya jawab,

pemodelan,

(32)

karangan argumentasi.

3. Siswa mengidentifikasi

karakteristik karangan

argumentasi.

4. Siswa menyimak pembahasan

hasil penelitian karangan

argumentasi pada pertemuan

sebelumnya yang diberikan oleh

guru..

5. Siswa menjadi pendengar yang

baik terhadap semua penjelasan

guru dan memiliki sikap

apresiatif terhadap penjelasan

guru.

6. Siswa bertanya kepada guru

dengan menggunakan bahasa

yang baik dan benar.

Penggalan 2

7. Siswa menyimak tayangan

editorial Media Indonesia dengan

tema Mengatasi Banjir.

8. Siswa bersama-sama dengan

guru membedah tayangan

tersebut ke dalam

kalimat-kalimat yang merupakan

argumen dari penulis editorial,

kalimat-kalimat yang berupa

fakta dan opini/pendapat dari

narasumber yang akurat.

(33)

guru mengaitkan kalimat-kalimat

hasil bedahan tayangan tersebut

ke dalam pembelajaran menulis

karangan argumentasi.

10.Siswa diberikan penjelasan

mengenai struktur karangan

argumentasi.

11.Siswa diberikan penjelasan

mengenai langkah-langkah

menulis karangan argumentasi.

12.Siswa diberikan penjelasan

mengenai kerangka karangan

argumentasi beserta contoh dari

karangan argumentasi.

Penggalan 3

13.Siswa di dalam kelompoknya

berdiskusi mengenai tema yang

diberikan oleh guru berdasarkan

tayangan tadi.

14.Siswa menyusun kerangka

karangan argumentasi

berdasarkan tema secara

bersama-sama untuk

menunjukkan kerja sama.

15.Siswa mengembangkan hasil

diskusi dan simakannya menjadi

sebuah karangan argumentasi

dengan tema yang sesuai yaitu

(34)

pilihan kata, tanda baca, dan

ejaan.

16.Siswa bertanggung jawab

menulis karangan argumentasi.

17.Siswa apresiatif dalam menulis

karangan argumentasi.

18.Siswa menyumbangkan ide

dalam pembuatan karangan

argumentasi.

19.Siswa bertanya kepada guru

dengan menggunakan bahasa

yang baik dan benar.

20.Siswa membantu teman yang

kesulitan dalam menulis

karangan argumentasi.

21.Siswa menunjukkan sikap jujur

dalam menulis karangan

argumentasi.

Penutup

1. Mengadakan refleksi terhadap

hasil belajar.

2. Memberi kesempatan bertanya

kepada siswa tentang materi

yang baru saja diajarkan.

3. Memberitahu materi ajar yang

akan disampaikan pada

pertemuan berikutnya.

4. Menutup pelajaran dengan

ucapan salam.

(35)

2. Pertemuan Ketiga (Perlakuan

Kedua)

Pendahuluan

1. Membuka pelajaran dengan

mengucapkan salam kemudain

mempresensi siswa.

2. Mengkondisikan siswa agar siap

dan bersemangat dalam

menerima materi pelajaran.

3. Memberi kaitan antara materi

yang akan dipelajari dengan

materi yang telah diberikan

sebelumnya.

4. Guru menginformasikan tujuan

pembelajaran menulis karangan

argumentasi dengan

menggunakan media tayangan

editorial Media Indonesia.

10 menit Ceramah

Kegiatan Inti

Penggalan 1

1. Siswa duduk dalam

kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari

dua orang dan menyimak

pembahasan guru mengenai

karangan argumentasi.

2. Siswa mengidentifikasi definisi

dan karakteristik karangan

argumentasi untuk mengingat

70 menit Tanya jawab,

pemodelan,

(36)

kembali pembelajaran yang lalu.

3. Siswa menyimak pembahasan

hasil penelitian karangan

argumentasi pada pertemuan

sebelumnya yang diberikan oleh

guru.

4. Siswa menjadi pendengar yang

baik terhadap semua penjelasan

guru dan memiliki sikap

apresiatif terhadap penjelasan

guru.

5. Siswa bertanya kepada guru

dengan menggunakan bahasa

yang baik dan benar.

Penggalan 2

6. Siswa menyimak tayangan

editorial Media Indonesia dengan

tema Negeri Anak Bawang.

7. Siswa bersama-sama dengan

guru membedah tayangan

tersebut ke dalam

kalimat-kalimat yang merupakan

argumen dari penulis editorial,

kalimat-kalimat yang berupa

fakta dan opini/pendapat dari

narasumber yang akurat.

8. Siswa bersama-sama dengan

guru mengaitkan kalimat-kalimat

(37)

ke dalam pembelajaran menulis

karangan argumentasi.

9. Siswa diberikan penjelasan

mengenai struktur dan

langkah-langkah menulis karangan

argumentasi untuk mengingat

pembelajaran yang lalu.

10.Siswa diberikan penjelasan

mengenai kerangka karangan

argumentasi beserta contoh dari

karangan argumentasi untuk

mengingat pembelajaran yang

lalu.

Penggalan 3

11.Siswa di dalam kelompoknya

berdiskusi mengenai tema yang

diberikan oleh guru berdasarkan

tayangan tadi.

12.Siswa menyusun kerangka

karangan argumentasi

berdasarkan tema secara

bersama-sama untuk

menunjukkan kerja sama.

13.Siswa mengembangkan hasil

diskusi dan simakannya menjadi

sebuah karangan argumentasi

dengan tema yang sesuai yaitu

(38)

memperhatikan pilihan kata,

tanda baca, dan ejaan.

14.Siswa bertanggung jawab

menulis karangan argumentasi.

15.Siswa apresiatif dalam menulis

karangan argumentasi.

16.Siswa menyumbangkan ide

dalam pembuatan karangan

argumentasi.

17.Siswa bertanya kepada guru

dengan menggunakan bahasa

yang baik dan benar.

18.Siswa membantu teman yang

kesulitan dalam menulis

karangan argumentasi.

19.Siswa menunjukkan sikap jujur

dalam menulis karangan

argumentasi.

Penutup

1. Mengadakan refleksi terhadap

hasil belajar.

2. Memberi kesempatan bertanya

kepada siswa tentang materi

yang baru saja diajarkan.

3. Memberitahu materi ajar yang

akan disampaikan pada

pertemuan berikutnya.

4. Menutup pelajaran dengan

ucapan salam.

(39)

3. Pertemuan Keempat (Perlakuan

Ketiga)

Pendahuluan

1. Membuka pelajaran dengan

mengucapkan salam kemudain

mempresensi siswa.

2. Mengkondisikan siswa agar siap

dan bersemangat dalam

menerima materi pelajaran.

3. Memberi kaitan antara materi

yang akan dipelajari dengan

materi yang telah diberikan

sebelumnya.

4. Guru menginformasikan tujuan

pembelajaran menulis karangan

argumentasi dengan

menggunakan media tayangan

editorial Media Indonesia.

10 menit Ceramah

Kegiatan Inti

Penggalan 1

1. Siswa menyimak pembahasan

guru mengenai karangan

argumentasi.

2. Siswa mengidentifikasi definisi

dan karakteristik karangan

argumentasi untuk mengingat

kembali pembelajaran yang lalu.

3. Siswa menyimak pembahasan

70 menit Tanya jawab,

pemodelan,

(40)

hasil penelitian karangan

argumentasi pada pertemuan

sebelumnya yang diberikan oleh

guru.

4. Siswa menjadi pendengar yang

baik terhadap semua penjelasan

guru.

5. Siswa memiliki sikap apresiatif

terhadap penjelasan guru.

6. Siswa bertanya kepada guru

dengan menggunakan bahasa

yang baik dan benar.

Penggalan 2

7. Siswa menyimak tayangan

editorial Media Indonesia dengan

tema Pro Kontra Ujian Nasional.

8. Siswa bersama-sama dengan

guru membedah tayangan

tersebut ke dalam

kalimat-kalimat yang merupakan

argumen dari penulis editorial,

kalimat-kalimat yang berupa

fakta dan opini/pendapat dari

narasumber yang akurat.

9. Siswa bersama-sama dengan

guru mengaitkan kalimat-kalimat

hasil bedahan tayangan tersebut

ke dalam pembelajaran menulis

(41)

10.Siswa diberikan penjelasan

mengenai struktur dan

langkah-langkah menulis karangan

argumentasi untuk mengingat

pembelajaran yang lalu.

11.Siswa diberikan penjelasan

mengenai kerangka karangan

argumentasi beserta contoh dari

karangan argumentasi untuk

mengingat pembelajaran yang

lalu.

Penggalan 3

12.Secara mandiri siswa menyusun

kerangka karangan argumentasi

berdasarkan tema yang

ditetapkan.

13.Siswa mengembangkan hasil

diskusi dan simakannya menjadi

sebuah karangan argumentasi

dengan tema yang sesuai yaitu

Pro dan Kontra Ujian Nasional

secara utuh dan runtut dengan

memperhatikan pilihan kata,

tanda baca, dan ejaan.

14.Siswa bertanggung jawab

menulis karangan argumentasi.

15.Siswa apresiatif dalam menulis

(42)

dengan menggunakan bahasa

yang baik dan benar.

17.Siswa menunjukkan sikap jujur

dalam menulis karangan

argumentasi.

Penutup

1. Mengadakan refleksi terhadap

hasil belajar.

2. Memberi kesempatan bertanya

kepada siswa tentang materi

yang baru saja diajarkan.

3. Memberitahu materi ajar yang

akan disampaikan pada

pertemuan berikutnya.

4. Menutup pelajaran dengan

ucapan salam.

10 menit Tanya jawab

J. SUMBER PEMBELAJARAN

1. Lembar Kerja

2. LP 1 = kognitif : produk 3. LP 2 = kognitif : proses 4. LP 3 = psikomotor

5. LP 4 = afektif : perilaku berkarakter 6. LP 5 = afektif : keterampilan sosial 7. Tabel spesifikasi lembar penilaian 8. Silabus

K. PENILAIAN

Jenis Tagihan :

 Tugas individu : menggunakan LP 1, LP 2, LP 3, LP 4, LP 5, dan Lembar

Kerja

(43)

Bentuk Instrumen :

 Uraian bebas

 Jawaban singkat

 Lembar pengamatan

Adapun proses pembelajaran di kelas kontrol menggunakan Rancangan

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) konvensional, yakni RPP yang biasa dipakai

sehari-hari oleh guru di sekolah yang bersangkutan. Secara keseluruhan,

langkah-langkah pembelajaran pada kegiatan awal dan kegiatan akhir sama dengan

langkah-langkah pembelajaran pada pembelajaran di kelas eksperimen, perbedaan

hanya terdapat pada kegiatan inti. Adapun kegiatan ini pada kelas kontrol adalah

sebagai berikut.

1) Siswa menyimak eksplanasi pembelajaran menulis karangan argumentasi

menggunakan media teks berita.

2) Siswa membaca dan memahami teks berita yang diberikan oleh guru

kemudian membuat sebuah karangan argumentasi berdasarkan teks berita

tersebut.

3) Siswa mengembangkan karangan argumentasi dengan memerhatikan pilihan

kata, tanda baca, dan ejaan.

4) Siswa mengumpulkan karangan argumentasi.

2. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini berupa perlengkapan

tes. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa (pretest) dan kemampuan akhir (posttest) siswa dalam keterampilan menulis karangan argumentasi setelah proses belajar mengajar berlangsung. Bentuk tes secara

tertulis. Pengukuran ini dilakukan kepada para siswa. Tes awal digunakan untuk

mengetahui nilai rata-rata siswa dalam menulis karangan argumentasi sebelum

(44)

dipengaruhi oleh penggunaan tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV.

Tes ini dilakukan untuk mengetahui perubahan dan perbedaan sebelum dan

sesudah menggunakan tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV. Berikut

instrumen tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan awal (pretest) dan kemampuan akhir (posttest) siswa dalam keterampilan menulis karangan argumentasi.

Instrumen Tes

Instrumen Tes

I. LEMBAR TES AWAL KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL

Tema : Lestarikan Warisan Leluhur

Tragedi selalu terulang bagi bangsa yang tidak bisa membaca dan memaknai sejarah. Itu

yang terjadi dengan Indonesia, dalam seluruh hampir lakon eksistensi dengan tetangga

serumpun, Malaysia. Pencurian-pencurian terhadap kekayaan intelektual maupun

kultural terus saja terjadi. Ketidakpedulian Indonesia menjadi pemicunya. Akibatnya,

dalam hubungan dengan Malaysia, kita lebih banyak tercuri daripada memperoleh.

Susunlah karangan argumentasi berdasarkan tema dan ilustrasi di atas dengan ketentuan

sebagai berikut.

1. Tuliskan nama dan kelas pada kertas pekerjaan Anda secara lengkap!

2. Tulis tema di atas karangan.

3. Panjang karangan minimal tiga paragraf.

4. Penilaian ditekankan pada aspek sebagai berikut:

a. Kesesuaian tema dengan isi karangan.

b. Karangan berisi ciri-ciri dari argumentasi.

c. Kelogisan urutan dan peristiwa.

d. Penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif, baik dan benar.

(45)

Tabel 3.2

Pedoman Penilaian

Aspek Skor Bobot Keterangan 1 2 3 4

Diberi nilai 4 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa memenuhi ketiga

aspek isi.

II. LEMBAR TES AKHIR KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL

Tema : Lestarikan Warisan Leluhur

Tragedi selalu terulang bagi bangsa yang tidak bisa membaca dan memaknai sejarah. Itu

yang terjadi dengan Indonesia, dalam seluruh hampir lakon eksistensi dengan tetangga

serumpun, Malaysia. Pencurian-pencurian terhadap kekayaan intelektual maupun

kultural terus saja terjadi. Ketidakpedulian Indonesia menjadi pemicunya. Akibatnya,

dalam hubungan dengan Malaysia, kita lebih banyak tercuri daripada memperoleh.

Susunlah karangan argumentasi berdasarkan tema dan ilustrasi di atas dengan ketentuan

sebagai berikut.

1. Tuliskan nama dan kelas pada kertas pekerjaan Anda secara lengkap!

2. Tulis tema di atas karangan.

3. Panjang karangan minimal tiga paragraf.

4. Penilaian ditekankan pada aspek sebagai berikut:

a. Kesesuaian tema dengan isi karangan.

b. Karangan berisi ciri-ciri dari argumentasi.

c. Kelogisan urutan dan peristiwa.

d. Penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif, baik dan benar.

(46)

2. Keaslian dan

Diberi nilai 3 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa memenuhi dua dari

tiga aspek isi.

Diberi nilai 2 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa memenuhi satu dari

tiga aspek isi.

Diberi nilai 1 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa tidak memenuhi

Diberi nilai 4 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa memenuhi kedua

aspek organisasi tulisan.

Diberi nilai 3 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa memenuhi dua dari

tiga kelengkapan unsur

karangan dan keruntutan

kalimat dalam karangan.

Diberi nilai 2 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa memenuhi satu dari

tiga kelengkapan unsur

karangan dan keruntutan

kalimat dalam karangan.

Diberi nilai 1 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

(47)

kedua aspek organisasi

Diberi nilai 4 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa memenuhi kedua

aspek tata bahasa.

Diberi nilai 3 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa memenuhi syarat

keefektifan kalimat namun

penggunaan diksi tidak

baku.

Diberi nilai 2 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa menggunakan diksi

yang baku namun tidak

memenuhi syarat

keefektifan kalimat.

Diberi nilai 1 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa tidak memenuhi

kedua aspek tata bahasa.

D.Tata Tulis

1. Ejaan di antaranya

penggunaan tanda

Diberi nilai 4 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa memenuhi aspek tata

tulis.

Diberi nilai 3 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa terdapat kesalahan

(48)

karena ketidak hati-hatian.

Diberi nilai 2 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa terdapat kesalahan

ejaan dan bersifat konsisten.

Diberi nilai 1 apabila isi

karangan yang dibuat oleh

siswa tidak memenuhi aspek

tata tulis.

Tabel 3.3

Penilaian Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi

No. Kategori Rentang Nilai

1. Sangat baik 85-100

2. Baik 70-84

3. Cukup baik 55-69

4. Kurang baik 0-54

(Diadaptasi dari Nurgiyantoro, 2010: 307)

Penilaian tes dilakukan oleh tiga orang penimbang. Hal ini dilakukan untuk

memenuhi derajat validitas dan reliabilitas yang baik. Penimbang penilaian tes

haruslah mengetahui dan paham kriteria penilaian menulis karangan argumentasi,

serta mampu melakukan penilaian secara profesional. Adapun ketiga orang penilai

sebagai berikut.

1. Drs. Ilyas (Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Bandung).

2. Hj. Rahayu, S. Pd. (Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Bandung).

(49)

3.4Teknik Pengolahan Data

Teknik pengolahan data pada penelitian ini dilakukan melalui perhitungan

kuantitatif. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui silsilah rata-rata nilai

pretest dan posttest untuk masing-masing aspek yang dinilai sebagai indikator efektivitas pembelajaran menulis karangan argumentasi menggunakan tayangan

Editorial Media Indonesia di Metro TV. Hasil perhitungan tentu lebih lanjut harus

diinterpretasikan sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang komprehensif,

benar, dan akurat. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan

data adalah sebagai berikut.

1) Memberikan skor terhadap hasil menulis karangan argumentasi yang

dikerjakan siswa, pretest dan posttest yang telah dilaksanakan.

2) Hasil pretest dan posttest karangan argumentasi masing-masing siswa dianalisis berdasarkan nilai yang didapatkan, kemudian diubah menjadi nilai

sebagai berikut:

Nilai Siswa =

x 100 %

3) Menentukan nilai rata-rata yang diperoleh siswa untuk masing-masing kelas

eksperimen dan kelas pembanding.

4) Membandingkan hasil rata-rata nilai pretest dan posttest dari setiap masing-masing kelas.

5) Hasil tes awal dan tes akhir diperiksa untuk mendapatkan skor tes awal dan tes

akhir.

6) Mendeskripsikan skor hasil tes awal dan tes akhir siswa menjadi nilai.

7) Menguji reliabilitas antar penimbang dengan menggunakan rumus

rn= (Vt– Vkk)

Vt

(Arikunto, 2010:234)

(50)

Tabel 3.4

Tabel Guilford

Rentang Kriteria

0,80 – 1,00 Reliabilitas sangat tinggi

0,60 – 0,80 Reliabilitas tinggi

0,40 -0,60 Reliabilitas sedang

0,20 – 0,40 Reliabilitas rendah

0,00 – 0,20 Reliabilitas sangat rendah

8) Melakukan Uji normalitas data, uji yang digunakan dalam penelitian ini

adalah uji kolmogorof-smirnov dengan taraf signifikan (α) sebesar 0.05.

Kriteria pengujiannya adalah H0 diterima jika nilai signifikasi > 0.05, dan H0

ditolak jika signifikasi < 0.05. Pengujian ini dilakukan dengan bantuan

software SPSS versi 18.0.

9) Melakukan Uji homogenitas varian data, uji yang digunakan dalam penelitian

ini adalah uji Lavane Statistic Test dengan taraf signifikan (α) sebesar 0.05.

Pengujian ini dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 18.0. kriteria pengujian hipotesisnya sebagai berikut.

1) Jika nilai signifikan lebih dari 0.05 maka H0 diterima.

2) Jika nilai signifikan kurang dari 0.05 maka H0 ditolak

10)Melakukan Uji Hipotesis

Uji hipotesis dalam penelitian ini adalah uji perbedaan dua rata-rata untuk

mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata kemampuan kelas eksperimen

dan kelas kontrol. uji yang digunakan dalam pengujian hipotesis ini

menggunakan uji t’Levene Test Statistic dengan rumusan hipotesis

pengujiannya sebagai berikut.

H0 : tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan kelas eksperimen dan

kelas kontrol.

H1 : terdapat perbedaan rata-rata kemampuan kelas eksperimen dan kelas

Gambar

Tabel 1.1 Desain Penelitian
Tabel 3.1 Desain Penelitian
Tabel 3.2 Pedoman Penilaian
Tabel 3.3 Penilaian Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kemampuan siswa dalam menulis cerita pendek. Menulis cerpen masih dianggap sulit bagi sebagian besar siswa

Keterampilan menulis karangan argumentasi siswa kelas X-3 SMA Negeri 2 Temanggung masih belum mencapai hasil yang maksimal. Hal ini terjadi karena adanya beberapa

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan penelitian ini dengan judul “Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi melalui Pemanfaatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan menulis karangan argumentasi siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan

Metode latihan individu sangat baik digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan menulis karangan argumentasi karena dengan demikian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Six Thinking Hats dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan argumentasi pada siswa kelas IV SD Negeri Makamhaji

Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat penguasaan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pasaman dengan teknik pemodelan untuk

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan keterampilan menulis karangan argumentasi siswa kelompok eksperimen