PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI
PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI
METRO TV
(Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X
SMAN 2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
SKRIPSI
diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana
pendidikan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Oleh:
NADHIRA DESTIANA
0902410
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI
PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI
METRO TV
(Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X
SMAN 2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Oleh
Nadhira Destiana
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
© Nadhira Destiana 2013
Universitas Pendidikan Indonesia
Agustus 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
LEMBAR PENGESAHAN
PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI
METRO TV
(Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X SMAN 2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
Nadhira Destiana NIM 0902410
disetujui dan disahkan oleh:
Pembimbing I,
Dr. Hj. Yeti Mulyati, M.Pd. NIP 196008091986012001
Pembimbing II,
Drs. Encep Kusumah, M.Pd. NIP 196502101991121001
diketahui oleh
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
Universitas Pendidikan Indonesia,
PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI
PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI
METRO TV (Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X SMAN 2
Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)
NADHIRA DESTIANA
(0902410)
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis siswa, khususnya menulis karangan argumentasi, seperti yang diungkapkan oleh Septriyanti dan kawan-kawan (2012). Ini disebabkan kurangnya pengalaman yang menarik ketika pembelajaran menulis di sekolah. Padahal, keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang cukup penting. Pemilihan media tayangan televisi dapat dijadikan alternatif agar siswa lebih tertarik dan termotivasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, dirumuskan permasalahan 1) bagaimana kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas X-A SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas eksperimen yang menggunakan tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV?; 2) bagaimana kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas X-C SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas kontrol yang menggunakan media teks berita?; 3) apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis karangan argumentasi para siswa di kelas X-A SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas eksperimen dan kemampuan menulis karangan argumentasi para siswa di kelas X-A SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas kontrol?. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan menulis karangan argumentasi siswa menggunakan tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pemasangan subjek melalui pretest-posttest dan kelas kontrol dengan random sampling. Populasi dalam penelitian ini kelas X SMAN 2 Bandung tahun ajaran 2012/2013 dengan sampel kelas X-A sebagai kelas eksperimen dan kelas X-C sebagai kelas kontrol. Kelompok siswa tersebut melaksanakan pretest, tiga kali perlakuan, dan posttest. Hasil penelitian diperoleh kemampuan siswa dalam menulis karangan argumentasi sebelum mendapatkan perlakuan di kelas eksperimen memiliki rata-rata skor sebesar 60,6 dan sesudah mendapatkan perlakuan skor rata-rata menjadi sebesar 72,5. Untuk kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata prates 57,5 dan pascates 63,1. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan (α) sebesar 0,05, diperoleh taraf signifikan sebesar 0,004 yang berarti kurang dari 0,05, maka Ho ditolak. Hal itu berarti hipotesis yang penulis ajukan yaitu “Adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas eksperimen dan
kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas kontrol”, dapat
LEARNING WRITING ESSAY ARGUMENTATION THROUGH UTILIZATION OF IMPRESSIONS EDITORIAL MEDIA INDONESIA ON
METRO TV
( research experiment all allegations against a student x sman 2 bandung the academic year 2012 / 2013 )
NADHIRA DESTIANA (0902410) ABSTRACT
The research was distributed by low student writing skills, particularly writing essays arguing, as revealed by Septriyanti and his friends (2012). This is due to the lack of an interesting experience when learning to write in school. writing skills is one of the important language skills. Selection of media TV footage can be an alternative for students more interested and motivated. Based on the background, formulated the problem 1) how writing skills by arguing students in class X-A SMA Negeri 3 Bandung as class experiments using the Editorial Media impressions of Indonesia's Metro TV?; 2) how writing skills by arguing students in class X-C SMA Negeri 2 Bandung as a class text using the media control news?; 3) whether there is a significant difference between the argument essay writing skills of students in class X-A SMA Negeri 3 Bandung as class experiments and writing skills by arguing the students in class X-A SMA Negeri 3 Bandung as a class of control?. This research aims to know the ability of writing essays arguing students use Editorial Media impressions of Indonesia's Metro TV. The method of research used quasi experimental design was the fitting of a subject through a pretest-posttest control class and by random sampling. The population in this research grade X SMAN 2 Bandung school year 2012/2013 with sample class X-A class of experiments and class as the X-class C as control. The students carry out group pretest, three times the treatment, and posttest. The research results obtained ability of students in writing essays arguing before getting treatment in the classroom experiment has an average score of delightful 150-and after treatment average score be of 72,5. The control class to obtain the average value of 63.2 and 63,1 pascates prates. Based on the results of calculation by using the t-test with significant level of 0.05 significant level, obtained by 0,004 which means less than 0.05, then Ho denied. It means the author's hypothesis proposing that “there is a significant difference between writing ability by arguing students in class experiments and writing skills by arguing the students in the class control”, acceptable.
DAFTAR ISI
ABSTRAK……….. i
KATA PENGANTAR……… ii
UCAPAN TERIMA KASIH ………. iii
DAFTAR ISI………... iv
DAFTAR TABEL………... viii
DAFTAR BAGAN……….. x
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah………. 1
1.2 Identifikasi Masalah………... 5
1.3 Batasan Masalah………. 5
1.4 Rumusan Masalah………... 5
1.5 Tujuan Penelitian………. 6
1.5.1 Tujuan Umum………... 6
1.5.2 Tujuan Khusus……….. 6
1.6 Manfaat Penelitian………... 6
1.7 Anggapan Dasar………... 7
1.8 Hipotesis……….. 8
1.9 Metode dan Teknik Penelitian………. 8
1.10 Definisi Operasional……….. 10
BAB 2 IHWAL MEDIA TAYANGAN EDITORIAL, KETERAMPILAN MENULIS, DAN KARANGAN ARGUMENTASI 2.1 Media Tayangan Editorial 2.11 Kedudukan Media Tayangan Editorial dalam Media Pembelajaran………...11
2.1.2 Hakikat Media Tayangan Editorial………... 13
2.1.3 Tujuan Editorial……… 14
2.1.4 Prinsip Editorial……… 15
2.1.5 Karakteristik Editorial………... 16
2.2.1 Pengertian Menulis………... 16
2.2.2 Tujuan Menulis………. 17
2.2.3 Manfaat Menulis………... 19
2.3 Karangan Argumentasi 2.3.1 Pengertian Karangan Argumentasi………... 20
2.3.2 Pertimbangan-pertimbangan dalam Argumentasi…… 21
2.3.3 Ciri-ciri Karangan Argumentasi………... 21
2.3.4 Struktur Karangan Argumentasi………... 22
2.3.5 Langkah-langkah Menulis Karangan Argumentasi….. 22
2.3.6 Teknik Pengembangan Karangan Argumentasi……… 23
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian………. 24
3.2 Teknik Pengumpulan Data………... 25
3.3 Instrumen Penelitian……… 28
3.4 Teknik Pengolahan Data……….. 53
3.5 Populasi dan Sampel Penelitian………... 55
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Data……… 56
4.1.1 Analisis Data Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi PretestKelas Eksperimen………... 56
4.1.2 Analisis Data Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi PosttestKelas Eksperimen……….. 64
4.1.3 Analisis Data Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi PretestKelas Kontrol……….. 75
4.1.4 Analisis Data Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi PosttestKelas Kontrol………. 85
4.2 Pengujian Persyaratan Analisis Data………... 94 4.2.1 Pengujian Persyaratan Analisis Data Kemampuan
Menulis Karangan Argumentasi Siswa Pada
Argumentasi Kelas Eksperimen………. 95 4.2.1.2 Uji Reliabilitas Antarpenimbang (ANAVA)
Data Kemampuan Menulis Karangan
Argumentasi Kelas Eksperimen………. 96
a) Uji Reliabilitas Antarpenimbang
(ANAVA) PretestKelas Eksperimen….. 97 b) Uji Reliabilitas Antarpenimbang
(ANAVA) PosttestKelas Eksperimen….99 4.2.2 Pengujian Persyaratan Analisis Data Kemampuan
Menulis Karangan Argumentasi pada Kelas Kontrol
4.2.2.1 Data Kemampuan Menulis Karangan
Argumentasi Kelas Kontrol………... 102
4.2.2.2 Uji Reliabilitas Antarpenimbang (ANAVA)
Data Kemampuan Menulis Karangan
Argumentasi Kelas Kontrol………... 103
a) Uji Reliabilitas Antarpenimbang
(ANAVA) Pretest Kelas Kontrol……….104 b) Uji Reliabilitas Antarpenimbang
(ANAVA) PosttestKelas Kontrol……... 106 4.2.3 Uji Normalitas Data Kemampuan Menulis
Karangan Argumentasi
4.2.3.1 Uji Normalitas Data Pretest Kelas
Eksperimen dan Kelas Kontrol……….. 108
4.2.3.2 Uji Normalitas Data Posttest Kelas
Eksperimen dan Kelas Kontrol……….. 110
4.2.4 Uji Homogenitas Varian Data Kemampuan
Menulis Karangan Argumentasi
4.2.4.1 Uji Homogenitas Varian Data Pretest
Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ………111 4.2.4.2 Uji Homogenitas Varian Data Posttest
4.3 Pengujian Hipotesis………. 113
4.4 Pembahasan………. 115
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan... 116
5.2 Saran………... 117
DAFTAR PUSTAKA ……….. 118
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam ruang lingkup kebahasaan secara
umum terdiri atas empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak,
keterampilan membaca, keterampilan berbicara, dan keterampilan menulis. Sesuai
dengan urutan pemerolehannya, keterampilan menulis merupakan keterampilan
yang paling akhir untuk dikuasai. Namun, keterampilan menulis memiliki peranan
yang tidak kalah penting dibandingkan keterampilan berbahasa lainnya. Seiring
dengan perkembangan informasi dan teknologi yang begitu pesat, saat ini
kecendekiaan dan kedewasaan seseorang dapat dilihat dari keterampilan ia dalam
hal menulis. Tarigan (2008:4) berpendapat bahwa dalam kehidupan modern ini,
jelas keterampilan menulis sangat dibutuhkan. Keterampilan menulis dapat
dikatakan sebagai salah satu ciri dari orang yang terpelajar atau bangsa yang
terpelajar. Tolok ukur kecendekiaan seseorang dapat dilihat dari kualitas
tulisan-tulisan yang ia hasilkan.
Meskipun telah disadari bahwa keterampilan menulis sangat diperlukan
dalam kehidupan modern, pada kenyataannya masih banyak siswa yang belum
menguasai keterampilan menulis. Hal tersebut juga ditulis oleh Nunuy Nurjanah (2005) dalam jurnalnya yang berjudul “Penerapan Model Belajar Konstruktivisme
dalam Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia”. Ia mengatakan bahwa,
keterampilan menulis siswa Indonesia masih tergolong rendah di Asia, budaya
menulis merupakan budaya intelektual yang memprihatinkan.
Masih banyaknya siswa yang belum menguasai keterampilan menulis
disebabkan oleh beberapa masalah yang berkaitan dengan rendahnya mutu
pembelajaran keterampilan menulis. Lebih spesifik lagi, rendahnya kualitas
keterampilan menulis siswa datang dari faktor internal siswa itu sendiri, seperti
adanya anggapan yang salah dari diri siswa mengenai keterampilan menulis.
Keterampilan menulis dinilai menjadi salah satu keterampilan berbahasa yang
menjadikan pembelajaran menulis di dalam kelas seringkali dirasa tidak menarik
dan hanya dijadikan sebagai beban tugas semata. Akhadiah (1998:1)
menyebutkan, pembelajaran menulis seringkali dianggap sebagai beban berat oleh
siswa. Anggapan tersebut muncul karena kegiatan menulis membutuhkan banyak
tenaga, waktu, serta perhatian yang sungguh-sungguh. Di samping itu, ia
menuntut keterampilan yang kadang-kadang tidak dimiliki oleh semua orang. Ada
pula yang meragukan kegunaan atau manfaat dari keterampilan menulis tersebut.
Salah satu bentuk keterampilan menulis adalah menulis karangan
argumentasi. Menurut Keraf (2001:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika
yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka
percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis
atau pembicara. Pembelajaran menulis karangan argumentasi masih dianggap sulit
oleh siswa. Siswa mengalami kesulitan dalam menemukan ide untuk dijadikan
topik yang kemudian dituangkan dan dikembangkan ke dalam sebuah tulisan yang
teratur. Hal tersebut yang menyebabkan keterampilan menulis karangan
argumentasi siswa dinilai masih belum memuaskan. Kesulitan siswa dalam
menulis karangan argumentasi juga diungkapkan oleh Septriyanti, Arief, dan Ratna (2012) dalam jurnalnya yang berjudul “Hubungan Penguasaan Kosakata dengan Keterampilan Argumentasi”
pada kenyataannya, keterampilan menulis karangan argumentasi siswa masih rendah. Siswa kurang mampu dalam menuangkan ide atau gagasannya ke dalam sebuah tulisan. Penyebab rendahnya keterampilan menulis karangan argumentasi siswa diidentifikasi karena siswa kurang memahami tulisan argumentasi itu sendiri dan penguasaan kosakata siswa.
Dalam mengatasi hal tersebut, seorang guru yang memiliki kedudukan dan
fungsi yang masih sangat dominan dalam kegiatan belajar mengajar wajib
menciptakan proses pembelajaran menulis yang menarik untuk siswa. Sudah
bukan zamannya lagi guru menyampaikan materi secara oral dari awal hingga
akhir pembelajaran. Selain melelahkan, juga membosankan siswa. Penggunaan
media pembelajaran dapat difungsikan sebagai alat bantu agar kegiatan
merupakan alat bantu yang dimanfaatkan guru dalam rangka mempermudah
pembelajaran. Media dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat
digunakan untuk melatih siswa dalam menggunakan bahasa. Dengan latihan itu
diharapkan siswa memiliki kompetensi tertentu dalam berbahasa dan bersastra
dengan berbagai variasinya. Pemilihan media tersebut tidak hanya tepat, tetapi
juga dapat menarik minat siswa sehingga siswa antusias dalam mengikuti proses
pembelajaran. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses berlangsungnya
pembelajaran. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, media dapat digunakan
untuk melatih kemampuan siswa guna meningkatkan empat kompetensi berbahasa
Indonesia, yakni kompetensi menyimak, membaca, berbicara, dan menulis.
Salah satu Kompetensi Dasar (KD) di SMA kelas X semester 2, yang
berkaitan dengan menulis karangan argumentasi yaitu, “mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato”. Adapun yang menjadi kompetensi dasarnya adalah “menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentative”. Menulis karangan argumentasi merupakan
kemampuan yang harus dikuasai siswa dengan menyajikan pemikiran terhadap
fakta yang ada.
Sejauh pengamatan penulis, penelitian dengan memanfaatkan media
pernah dilakukan oleh Dadi (2007) berjudul “Keefektifan Media Trailer Film Asing dalam Pembelajaran Menulis Cerpen”. Pada hasil penelitian tersebut penggunaan media trailer film asing dalam pembelajaran menulis cerpen berhasil
menarik perhatian siswa dengan antusiasme yang tinggi.
Dalam hal ini, penulis tertarik untuk mengujicobakan sebuah media dalam
pembelajaran menulis. Media yang penulis pilih adalah media tayangan dari
sebuah acara di televisi. Memanfaatkan media tayangan acara televisi merupakan
salah satu alternatif yang baik dan dengan mudah dapat dijangkau oleh guru.
Acara televisi tidak hanya tepat, tetapi juga menarik antusiasme siswa untuk
belajar. Sukiman (2012:198) berpendapat, apabila anak-anak belajar melalui
televisi, mereka tidak hanya mengamati acaranya dengan tenang, melainkan
pula mereka memerhatikan susunan kata-kata dan teks yang ada. Ketika belajar
melalui media tayangan televisi, anak-anak dituntut mampu berkonsentrasi
dengan penuh selama acara berlangsung. Hal ini sesuai dengan sifat media itu
sendiri, dan daya kemampuan berkonsentrasi ini erat hubungannya dengan
kemampuan untuk mengerti dan kemampuan untuk mereproduksi apa yang telah
diamatinya. Ini berarti bahwa anak-anak dituntut untuk mampu mengantisipasi isi
pesan yang ada dalam acara tersebut.
Penelitian yang telah dilakukan dalam pembelajaran menulis melalui
media tayangan televisi, yaitu skripsi yang berjudul “Penggunaan Media Tayangan Televisi „Jika Aku Menjadi‟ TRANS TV dalam Meningkatkan Pembelajaran Menulis Karangan Narasi (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap
Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bandung Tahun Ajaran 2008-2009)” oleh Antika. Pada penelitian tersebut disimpulkan bahwa penggunaan media tayangan televisi
dalam pembelajaran menulis karangan narasi efektif dan praktis digunakan.
Sementara itu, penelitian terkait pembelajaran menulis karangan
argumentasi sebelumnya telah dilakukan, di antaranya oleh Setia (2010) berjudul
“Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi Menggunakan Media
Editorial Surat Kabar (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas X SMA
Negeri 4 Cimahi Tahun Ajaran 2008/2009)”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa media editorial surat kabar cukup efektif diterapkan dalam
pembelajaran menulis karangan argumentasi. Akan tetapi, tidak dimungkiri media
editorial surat kabar yang digunakan akan lebih menarik lagi jika disajikan dalam
bentuk rekaman audio-visual dibandingkan hanya selebaran kertas editorial.
Berkaca dari pengamatan tersebut, penulis tertarik untuk memanfaatkan
sebuah media yang akan diterapkan dalam pembelajaran menulis karangan
argumentasi. Media yang penulis pilih tersebut adalah salah satu tayangan televisi
yang berjudul Editorial Media Indonesia yang diproduksi oleh Metro TV.
Penggunaan media ini merupakan sebuah upaya inovatif untuk membantu siswa
mendapatkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang kemudian dituangkan ke dalam
program berita di televisi yang mengangkat secara khusus kolom editorial dalam
sebuah surat kabar. Sejauh pengamatan penulis, pembelajaran menulis karangan
argumentasi melalui tayangan editorial belum pernah diujicobakan. Atas dasar
pemikiran tersebut, penulis memilih judul penelitian “Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi Melalui Pemanfaatan Tayangan Editorial Media Indonesia
di Metro TV (Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas X SMA Negeri
2 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013).”
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan gambaran mengenai pembelajaran menulis karangan
argumentasi di kelas, masalah yang terjadi yang menjadi sasaran untuk
ditingkatkan adalah sebagai berikut.
1) Siswa masih mendapatkan kesulitan dalam menulis karangan argumentasi.
2) Siswa kurang berani dan percaya diri dalam menuliskan ide-ide atau
gagasan-gagasan yang dimiliki.
3) Pembelajaran menulis di dalam kelas tidak menyenangkan.
4) Penggunaan media dalam pembelajaran menulis belum maksimal sehingga
kurang memotivasi siswa dalam menulis karangan argumentasi.
1.3Batasan Masalah
Penulis membatasi permasalahan penelitian ini pada pembelajaran menulis
karangan argumentasi dan media yang digunakan dalam pembelajaran menulis
karangan argumentasi ini adalah tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV
dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu.
1.4Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang telah diidentifikasi, dapat dirumuskan
masalah penelitian sebagai berikut.
1) Bagaimanakah kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas X-A
SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas eksperimen yang menggunakan
2) Bagaimanakah kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas X-C
SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas kontrol yang menggunakan media teks
berita?
3) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis
karangan argumentasi para siswa di kelas X-A SMA Negeri 2 Bandung
sebagai kelas eksperimen dan kemampuan menulis karangan argumentasi para
siswa di kelas X-C SMA Negeri 2 Bandung sebagai kelas kontrol?
1.5Tujuan Penelitian
1.5.1Tujuan Umum
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif
pembelajaran guna menambah dan mengembangkan inovasi pembelajaran yang
telah ada sebelumnya khususnya dalam segi media pembelajaran agar dapat
dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.
1.5.2Tujuan Khusus
Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut.
1)kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas eksperimen yang
menggunakan tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV;
2)kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas kontrol yang
menggunakan media teks berita;
3)perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis karangan argumentasi
siswa di kelas eksperimen dan kemampuan menulis karangan argumentasi
siswa di kelas kontrol.
1.6Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh antara lain dapat memberikan manfaat
teoretis dan manfaat praktis bagi banyak pihak terutama yang terkait dalam
1) Manfaat Teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
perkembangan teori media pembelajaran dalam proses pembelajaran menulis,
khususnya karangan argumentasi.
2) Manfaat Praktis
Manfaat praktis adalah manfaat yang dapat langsung diterapkan dalam
pembelajaran di sekolah. Adapun manfaat praktis dalam penelitian ini antara lain.
a) Bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat
dijadikan alternatif dalam memilih dan mengembangkan media yang dapat
digunakan dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi.
b) Siswa dapat memperoleh wawasan dan daya pikir yang lebih luas sehingga
mampu mengikuti pembelajaran dengan baik.
c) Peneliti dapat memperoleh gambaran mengenai keefektifan tayangan Editorial
Media Indonesia dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi pada
siswa, serta memperoleh wawasan dan pengetahuan baru mengenai
media-media yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.
1.7Anggapan Dasar
Anggapan dasar adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya
diterima oleh penyelidik (Arikunto, 2010:65). Dalam melakukan penelitian ini
penulis berpedoman pada anggapan dasar sebagai berikut.
1) Keterampilan menulis karangan argumentasi merupakan salah satu bahan
pengajaran bahasa dan sastra Indonesia yang ada di dalam Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP).
2) Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang memengaruhi
keberhasilan sebuah pembelajaran.
3) Tayangan Editorial Media Indonesia memiliki teori yang kuat sehingga media
1.8Hipotesis
Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian (Sugiyono, 2010:224). Terdapat dua hipotesis yang penulis ajukan.
H1 : Adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis
karangan argumentasi siswa di kelas eksperimen dan kemampuan
menulis karangan argumentasi siswa di kelas kontrol.
H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan
menulis karangan argumentasi siswa di kelas eksperimen dan
kemampuan menulis argumentasi siswa di kelas kontrol.
1.9Metode dan Teknik Penelitian
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:3).
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
eksperimen dengan desain penelitian menggunakan pemasangan subjek melalui
pretest-posttest kelas eksperimen dan kelas pembanding. Metode penelitian
eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk
mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang
terkendalikan. Sedangkan untuk desain dapat divisualisasikan sebagai berikut.
Tabel 1.1
Desain Penelitian
Kelas Tes Awal Perlakuan Tes Akhir
A (KE) O1 X O2
Keterangan:
A : kelas eksperimen
B : kelas pembanding
O1 : tes awal pada kelas eksperimen
O2 : tes akhir pada kelas eksperimen
O3 : tes awal pada kelas pembanding
O4 : tes akhir pada kelas pembanding
X : pemberian subjek pada kelas eksperimen
Y : pemberian subjek pada kelas pembanding
(Syamsuddin A. R dan Damaianti, 2009:163).
Kelompok A maupun B memiliki karakteristik yang sama atau homogen,
karena diambil atau dibentuk dari populasi yang homogen pula. Dalam desain ini
kedua kelompok diberi tes awal (pretest) dengan tes yang sama. Kemudian
kelompok A sebagai kelompok eksperimen diberi perlakuan khusus, sedang
kelompok B diberi perlakuan seperti biasanya. Setelah beberapa saat kedua
kelompok dites dengan tes yang sama sebagai tes akhir (posttest). Hasil kedua tes akhir diperbandingkan (diuji perbedaannya), demikian juga antara hasil tes awal
dengan tes akhir pada masing-masing kelompok. Perbedaan yang berarti
(signifikan) antara kedua hasil tes akhir, dan antara tes awal dan akhir pada
kelompok eksperimen menunjukkan pengaruh dari perlakuan yang diberikan
(Syaodih, 2009:204).
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan tes
secara tertulis. Adapun teknik pengolahan data pada penelitian ini dilakukan
melalui perhitungan kuantitatif. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui
silsilah rata-rata nilai prates dan pascates untuk masing-masing aspek yang dinilai
sebagai indikator efektivitas pembelajaran menulis karangan argumentasi
1.10 Definisi Operasional
Agar tidak terjadi salah tafsir dari pihak pembaca terhadap judul penelitian
yang penulis lakukan, penulis mendefinisikan istilah yang digunakan dalam judul
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1) Tayangan Editorial Media Indonesia dalam pembelajaran menulis karangan
argumentasi adalah suatu bentuk media yang dapat digunakan oleh guru dalam
pembelajaran menulis karangan argumentasi. Tayangan Editorial Media
Indonesia dengan pembelajaran menulis karangan argumentasi terdapat
hubungan yang erat karena mendorong siswa aktif dalam mencari informasi
mengenai suatu hal dan menemukan pernyataan-pernyataan untuk mendukung
argumen yang akan ditulis dari suatu informasi tersebut.
2) Karangan argumentasi pada penelitian ini adalah jenis karangan yang berisi
paparan mengenai pendapat suatu hal disertai dengan bukti-bukti kuat yang
mendukung serta keyakinan gagasan yang ditulis agar pembaca dapat
membenarkan pendapat, sikap, gagasan, dan keyakinan penulis.
3) Kemampuan menulis karangan argumentasi adalah kemampuan siswa dalam
menemukan gagasan, pendapat, maupun pikirannya dengan disertai
bukti-bukti relevan yang mendukung untuk kemudian dituangkan ke dalam sebuah
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1Metode dan Desain Penelitian
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif yaitu metode penelitian eksperimen semu atau kuasi
eksperimen. Dalam penelitian ini, peneliti mengujicobakan perlakuan atau
treatment khusus dalam sebuah pembelajaran guna melihat adanya pengaruh dari perlakuan atau treatment tersebut terhadap kualitas hasil belajar.
Penelitian eskperimen ini dilakukan untuk memperoleh jawaban atas
hipotesis yang diajukan oleh peneliti, yakni adanya perbedaan yang signifikan
antara kemampuan menulis karangan argumentasi di kelas eksperimen (dengan
perlakuan khusus) dan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas
kontrol (dengan perlakuan biasa). Hal tersebut mengacu pada pendapat
Syamsudin dan Vismaia (2009:150) yang menjelaskan bahwa : penelitian
eksperimental merupakan suatu metode yang sistematis dan logis untuk menjawab
pertanyaan: “Jika sesuatu dilakukan pada kondisi-kondisi yang dikontrol dengan teliti, apakah yang akan terjadi?” Dalam hal ini peneliti memanipulasikan suatu
perlakuan, stimulus, atau kondisi-kondisi tertentu, kemudian mengamati pengaruh
atau perubahan yang diakibatkan oleh manipulasi yang dilakukan secara sengaja
tadi.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain
dengan pemasangan subjek melalui tes awal - tes akhir kelas eksperimen dan
kelas pembanding (Syamsuddin A. R dan Damaianti, 2009:163).
Tabel 3.1
Desain Penelitian
Kelas Tes Awal Perlakuan Tes Akhir
A (KE) O1 X O2
Keterangan:
A : kelas eksperimen
B : kelas pembanding
O1 : tes awal pada kelas eksperimen
O2 : tes akhir pada kelas eksperimen
O3 : tes awal pada kelas pembanding
O4 : tes akhir pada kelas pembanding
X : pemberian subjek pada kelas eksperimen
Y : pemberian subjek pada kelas pembanding
Desain tersebut digunakan dalam melaksanakan perlakuan untuk melihat
kemampuan menulis karangan argumentasi siswa melalui pemanfaatan tayangan
editorial Media Indonesia di Metro TV. Adapun langkah-langkah yang peneliti
lakukan dalam penelitian adalah sebagai berikut.
1) Mengadakan pretest untuk mengetahui kemampuan sampel sebelum diberi perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.
2) Memberikan perlakuan berupa pembelajaran menulis karangan argumentasi
menggunakan tayangan editorial Media Indonesia pada kelas eksperimen
dengan penggunaan media teks berita pada kelas kontrol.
3) Mengadakan posttest untuk mengetahui perkembangan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa sesudah diberi perlakuan pada kelas eksperimen
dan kelas kontrol.
3.2Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data untuk penelitian ini peneliti menggunakan
teknik tes. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis. Tes
dilakukan sebanyak dua kali yaitu pretest (tes awal) dan posttest (tes akhir). Tes awal dilakukan pada awal proses pembelajaran dengan tanpa diberi materi dan
perlakuan yang khusus sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui
Sedangkan, tes akhir dilakukan setelah siswa diberikan materi dan perlakuan
sebelumnya. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis karangan
argumentasi siswa setelah diberi perlakuan.
Kedua tes ini dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas pembanding atau
kontrol. Tes ini dilakukan untuk memeroleh data berupa hasil penelitian karangan
argumentasi sebelum serta setelah menggunakan tayangan Editorial Media
Indonesia yang diproduksi Metro TV pada kelas eksperimen. Adapun proses
pelaksanaan perlakuan pada kelas eksperimen digambarkan dalam diagram
berikut ini.
Bagan 3.1
Proses Pelaksanaan Perlakuan
Pretest
atau Tes Awal
Perlakuan
Treatment
1
Treatment
2
Treatment
3
dan seterusnya
Diagram di atas dapat dijelaskan sebagai berikut.
1) Pada tahap awal penelitian, peneliti melaksanakan pretest. Siswa diminta
menulis sebuah karangan argumentasi dengan tema “Lestarikan Warisan Leluhur”. Siswa menulis sesuai kemampuan mereka tanpa diberi materi
maupun perlakuan. Hasil dari pelaksanaan pretest ini digunakan untuk mengukur kemampuan awal siswa dalam menulis karangan argumentasi.
2) Pada tahap kedua penelitian, peneliti mulai memberikan perlakuan yang
pertama kepada siswa yaitu menguji cobakan suatu perlakuan yang berupa
media, tayangan editorial Media Indonesia, dalam pembelajaran menulis
karangan argumentasi. Setelah diberi materi dan perlakuan, kemudian siswa
menulis karangan argumentasi dengan tema “Mengatasi Banjir”. Hasil
tayangan editorial dapat dijadikan sebagai contoh argumentasi yang
dikemukakan oleh sebuah harian surat kabar besar tanah air, Media Indonesia.
3) Pada tahap ketiga penelitian, peneliti memberikan perlakuan yang kedua
kepada siswa dengan menggunakan tayangan editorial Media Indonesia
dengan tema yang berbeda dengan tayangan sebelumnya, siswa kembali
menulis karangan argumentasi lagi. Tema karangan argumentasi pada
perlakuan yang kedua adalah “Negeri Anak Bawang”.
4) Pada tahap keempat penelitian, peneliti kembali memberikan perlakuan
berupa tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV, sebagai perlakuan
akhir yang diberikan kepada siswa. Setelah diberikan materi dan perlakuan
tayangan tersebut, siswa kembali menulis karangan argumentasi lagi. Tema
karangan argumentasi pada perlakuan yang ketiga adalah “Pro dan Kontra
Ujian Nasional”.
5) Pada tahap kelima penelitian, peneliti melaksanakan posttest. Pada posttest ini siswa kembali diminta untuk menulis kembali sebuah karangan argumentasi.
Hasil karangan argumentasi siswa pada tahap ini dijadikan sebagai tes akhir
untuk mengukur kemampuan menulis karangan argumentasi siswa setelah
siswa diberikan beberapa perlakuan. Tema karangan argumentasi pada
3.3Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut.
1. Instrumen Perlakuan
Instrumen perlakuan berupa rambu-rambu pembelajaran menulis karangan
argumentasi dengan menggunakan tayangan editorial Media Indonesia di
Metro TV dan perencanaan pelaksanaan pembelajarannya menggunakan
media tersebut ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan
materi pokok pembelajaran menulis karangan argumentasi.
a. Rambu-rambu Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi dengan
Menggunakan Tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV
Rambu-rambu ini dibuat sebagai acuan peneliti dalam menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menulis karangan argumentasi dengan
menggunakan tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV di kelas
eksperimen.
1) Rasional
Tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV merupakan sebuah
tayangan tajuk rencana yang mampu meningkatkan daya kritis serta membantu
mengasah daya penalaran. Pemanfaatan tayangan ini diduga dapat dijadikan
sebagai salah satu media pembelajaran yang mampu membantu siswa berpikir
kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi, mendorong siswa agar
aktif dalam mencari informasi berupa kalimat-kalimat fakta maupun pendapat dari
narasumber yang terkait untuk mendukung argumen yang akan ditulis.
2) Tujuan
Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk melatih siswa berpikir kritis
melalui pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan menggunakan
tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV.
3) Prinsip Dasar
Pemilihan tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV oleh peneliti
a) Tema/topik :
Aktual.
Masalah yang berbobot.
Mencerminkan nilai-nilai yang dimiliki masyarakat.
b) Gaya sajian :
Menghindari pemaparan yang bersifat menggurui, sok tahu, dan menganggap
pembaca tidak memahami isu yang bergulir.
Memiliki tradisi penulisan yang jernih serta ketajaman berpikir.
c) Bahasa :
Menggunakan kalimat yang ringkas, padat, jelas, lugas, dan langsung ke
persoalan.
d) Pandangan Editor :
Berpijak pada kebenaran. 4) Sintak Pembelajaran
Sintak pembelajaran merupakan langkah-langkah pembelajaran menulis
karangan argumentasi dengan menggunakan tayangan editorial Media Indonesia
di Metro TV bercermin pada prinsip-prisip di atas. Sintak media tayangan
editorial tersebut diterapkan melalui metode pembelajaran, yaitu metode
demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang
memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu, di mana keaktifan biasanya
lebih banyak pada pihak guru (Ibrahim & Syaodih, 2010:107). Adapun sintak
pembelajaran media tayangan editorial melalui metode demonstrasi adalah
sebagai berikut.
a) Siswa diberi penjelasan mengenai tujuan pembelajaran menggunakan media
tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV.
b) Siswa diberi gambaran sekilas materi yang akan disampaikan.
c) Guru menetapkan langkah-langkah pokok menulis karangan argumentasi
d) Guru menyiapkan alat-alat yang diperlukan seperti laptop, infokus, dan
speaker.
f) Guru menumbuhkan sikap kritis pada siswa sehingga terjadi tanya jawab, dan
diskusi tentang masalah pada tema yang diangkat dalam tayangan editorial.
g) Siswa diberi kesempatan untuk mencoba menulis sebuah karangan
argumentasi.
h) Guru membuat penilaian dari kegiatan siswa dalam demonstrasi
menggunakan tayangan editorial Media Indonesia.
i) Siswa diberi tugas untuk menulis karangan argumentasi menggunakan
tayangan editorial Media Indonesia.
j) Siswa menuliskan pendapatnya sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di
masyarakat.
k) Siswa menulis dengan menghindari penggunaan bahasa yang cenderung
bersifat subjektif.
l) Siswa menulis karangan argumentasi dengan menggunakan kalimat yang
ringkas, padat, jelas, lugas, dan langsung ke persoalan.
m) Siswa menulis karangan argumentasi dengan memperhatikan kelogisan dalam
berpikir, pengolahan pendapat yang disertai dengan pembenaran bukti yang
tepat, serta menghindari penulisan dengan sikap emosi.
n) Siswa diberi penilaian terhadap hasil menulis karangan argumentasi
menggunakan tayangan editorial Media Indonesia.
5) Evaluasi
Alat evaluasi yang digunakan pada penelitian ini berupa tes menulis
karangan argumentasi. Evaluasi dilaksanakan pada saat pretest (tes awal), proses perlakuan, dan posttest (tes akhir). Evaluasi pada saat pretest dan posttest
menggunakan tes yang sama agar terlihat perbedaan yang signifikan pada hasil
karangan argumentasi siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Sedangkan
pada proses perlakuan, evaluasi menggunakan tes dengan mengerjakan lembar
kerja dan LP yang terdapat pada RPP.
b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini dibuat oleh peneliti sebagai
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Bandung
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : X
Semester : 2
Alokasi waktu : 10 x 45 ( 5 x pertemuan )
A.STANDAR KOMPETENSI
12. Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato.
B. KOMPETENSI DASAR:
12. 1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf
argumentatif.
C. MATERI PEMBELAJARAN
Definisi karangan argumentasi, seperti :
Suatu bentuk karangan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu
pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti.
Ciri-ciri karangan argumentasi, seperti :
- Berisi argumen-argumen sebagai upaya pembuktian dalam
mempertahankan atau menyanggah suatu pendapat atau sikap.
- Bertujuan meyakinkan pembaca agar mengikuti apa yang dikemukakan
oleh penulis.
- Menggunakan logika atau penalaran sebagai landasan berpikir.
- Bertolak pada fakta.
- Bersikap mendesak pendapat atau sikap kepada pembaca.
- Pendahuluan, untuk menarik perhatian pembaca serta memusatkan
perhatian pembaca kepada argumen-argumen yang akan disampaikan.
- Tubuh Argumen, bagian yang berisi tentang kebenaran-kebenaran yang
dikemukakan oleh penulis untuk meyakinkan pembaca.
- Kesimpulan dan ringkasan, bagian yang ditulis untuk menyegarkan
kembali ingatan pembaca tentang apa yang telah dicapai.
Langkah-langkah menulis karangan argumentasi, seperti : - Menentukan topik/tema.
- Menetapkan tujuan.
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber.
- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih.
- Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.
D. INDIKATOR
1. Kognitif
a. Produk
Menemukan karakteristik paragraf argumentatif
b. Proses
Mengidentifikasi karakteristik paragraf argumentatif
Menyusun kerangka paragraf argumentatif
2. Psikomotor
Mendaftar topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif
Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf
argumentatif
3. Afektif
Jujur (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1, ke-2,
dan ke-3 kegiatan inti)
Tanggung Jawab (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)
Apresiatif (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1,
ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)
b. Keterampilan Sosial
Berbicara dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar (dapat dilihat
di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan
inti)
Menyumbang ide/saran (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada
pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)
Menjadi pendengar yang baik (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada
pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)
Saling membantu antarteman (dapat dilihat di skenario pembelajaran pada pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 kegiatan inti)
E. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Kognitif
a. Produk
Secara mandiri siswa dapat menemukan karakteristik paragraf
argumentatif dengan mengerjakan tugas di LP 1 : produk.
b. Proses
1) Siswa diharapkan dapat mengidentifikasi karakteristik paragraf
argumentatif yang terdapat dalam LP 2 : proses.
2) Secara mandiri siswa dapat menyusun kerangka paragraf argumentatif
dengan mengerjakan tugas di LP 2 : proses.
Secara mandiri siswa dapat mendaftar topik-topik pendapat yang dapat
dikembangkan menjadi paragraf argumentatif dalam LP 3 : psikomotor.
Secara mandiri siswa dapat mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif dalam LP 3 : psikomotor.
3. Afektif
a. Karakter
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan
dalam berperilaku, seperti kerja sama, jujur, bertanggung jawab, dan apresiatif.
b. Keterampilan Sosial
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan
dalam keterampilan bertanya dengan bahasa yang baik dan benar, menyumbang ide, menjadi pendengar yang baik, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model pembelajaran : konstruktivisme
Metode pembelajaran : demonstrasi, tanya jawab, penugasan
G. BAHAN
1) Buku Paket Bahasa Indonesia SMA Kelas X
2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman
Umum Pembentukan Istilah
3) Argumentasi dan Narasi karangan Gorys Keraf
H. ALAT
1) Infokus
2) Laptop
3) Speaker
Kelas Eksperimen
NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU METODE
1. Pertemuan Kedua (Perlakuan
Pertama)
Pendahuluan
1. Membuka pelajaran dengan
mengucapkan salam kemudian
mempresensi siswa.
2. Mengkondisikan siswa agar siap
dan bersemangat dalam
menerima materi pelajaran.
3. Memberi kaitan antara materi
yang akan dipelajari dengan
materi yang telah diberikan
sebelumnya.
4. Guru menginformasikan tujuan
pembelajaran menulis karangan
argumentasi dengan
menggunakan media tayangan
editorial Media Indonesia.
10 menit Ceramah
Kegiatan Inti
Penggalan 1
1. Siswa duduk dalam
kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas
empat orang kemudian
menyimak penjelasan guru
mengenai karangan argumentasi.
70 menit Tanya jawab,
pemodelan,
karangan argumentasi.
3. Siswa mengidentifikasi
karakteristik karangan
argumentasi.
4. Siswa menyimak pembahasan
hasil penelitian karangan
argumentasi pada pertemuan
sebelumnya yang diberikan oleh
guru..
5. Siswa menjadi pendengar yang
baik terhadap semua penjelasan
guru dan memiliki sikap
apresiatif terhadap penjelasan
guru.
6. Siswa bertanya kepada guru
dengan menggunakan bahasa
yang baik dan benar.
Penggalan 2
7. Siswa menyimak tayangan
editorial Media Indonesia dengan
tema Mengatasi Banjir.
8. Siswa bersama-sama dengan
guru membedah tayangan
tersebut ke dalam
kalimat-kalimat yang merupakan
argumen dari penulis editorial,
kalimat-kalimat yang berupa
fakta dan opini/pendapat dari
narasumber yang akurat.
guru mengaitkan kalimat-kalimat
hasil bedahan tayangan tersebut
ke dalam pembelajaran menulis
karangan argumentasi.
10.Siswa diberikan penjelasan
mengenai struktur karangan
argumentasi.
11.Siswa diberikan penjelasan
mengenai langkah-langkah
menulis karangan argumentasi.
12.Siswa diberikan penjelasan
mengenai kerangka karangan
argumentasi beserta contoh dari
karangan argumentasi.
Penggalan 3
13.Siswa di dalam kelompoknya
berdiskusi mengenai tema yang
diberikan oleh guru berdasarkan
tayangan tadi.
14.Siswa menyusun kerangka
karangan argumentasi
berdasarkan tema secara
bersama-sama untuk
menunjukkan kerja sama.
15.Siswa mengembangkan hasil
diskusi dan simakannya menjadi
sebuah karangan argumentasi
dengan tema yang sesuai yaitu
pilihan kata, tanda baca, dan
ejaan.
16.Siswa bertanggung jawab
menulis karangan argumentasi.
17.Siswa apresiatif dalam menulis
karangan argumentasi.
18.Siswa menyumbangkan ide
dalam pembuatan karangan
argumentasi.
19.Siswa bertanya kepada guru
dengan menggunakan bahasa
yang baik dan benar.
20.Siswa membantu teman yang
kesulitan dalam menulis
karangan argumentasi.
21.Siswa menunjukkan sikap jujur
dalam menulis karangan
argumentasi.
Penutup
1. Mengadakan refleksi terhadap
hasil belajar.
2. Memberi kesempatan bertanya
kepada siswa tentang materi
yang baru saja diajarkan.
3. Memberitahu materi ajar yang
akan disampaikan pada
pertemuan berikutnya.
4. Menutup pelajaran dengan
ucapan salam.
2. Pertemuan Ketiga (Perlakuan
Kedua)
Pendahuluan
1. Membuka pelajaran dengan
mengucapkan salam kemudain
mempresensi siswa.
2. Mengkondisikan siswa agar siap
dan bersemangat dalam
menerima materi pelajaran.
3. Memberi kaitan antara materi
yang akan dipelajari dengan
materi yang telah diberikan
sebelumnya.
4. Guru menginformasikan tujuan
pembelajaran menulis karangan
argumentasi dengan
menggunakan media tayangan
editorial Media Indonesia.
10 menit Ceramah
Kegiatan Inti
Penggalan 1
1. Siswa duduk dalam
kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari
dua orang dan menyimak
pembahasan guru mengenai
karangan argumentasi.
2. Siswa mengidentifikasi definisi
dan karakteristik karangan
argumentasi untuk mengingat
70 menit Tanya jawab,
pemodelan,
kembali pembelajaran yang lalu.
3. Siswa menyimak pembahasan
hasil penelitian karangan
argumentasi pada pertemuan
sebelumnya yang diberikan oleh
guru.
4. Siswa menjadi pendengar yang
baik terhadap semua penjelasan
guru dan memiliki sikap
apresiatif terhadap penjelasan
guru.
5. Siswa bertanya kepada guru
dengan menggunakan bahasa
yang baik dan benar.
Penggalan 2
6. Siswa menyimak tayangan
editorial Media Indonesia dengan
tema Negeri Anak Bawang.
7. Siswa bersama-sama dengan
guru membedah tayangan
tersebut ke dalam
kalimat-kalimat yang merupakan
argumen dari penulis editorial,
kalimat-kalimat yang berupa
fakta dan opini/pendapat dari
narasumber yang akurat.
8. Siswa bersama-sama dengan
guru mengaitkan kalimat-kalimat
ke dalam pembelajaran menulis
karangan argumentasi.
9. Siswa diberikan penjelasan
mengenai struktur dan
langkah-langkah menulis karangan
argumentasi untuk mengingat
pembelajaran yang lalu.
10.Siswa diberikan penjelasan
mengenai kerangka karangan
argumentasi beserta contoh dari
karangan argumentasi untuk
mengingat pembelajaran yang
lalu.
Penggalan 3
11.Siswa di dalam kelompoknya
berdiskusi mengenai tema yang
diberikan oleh guru berdasarkan
tayangan tadi.
12.Siswa menyusun kerangka
karangan argumentasi
berdasarkan tema secara
bersama-sama untuk
menunjukkan kerja sama.
13.Siswa mengembangkan hasil
diskusi dan simakannya menjadi
sebuah karangan argumentasi
dengan tema yang sesuai yaitu
memperhatikan pilihan kata,
tanda baca, dan ejaan.
14.Siswa bertanggung jawab
menulis karangan argumentasi.
15.Siswa apresiatif dalam menulis
karangan argumentasi.
16.Siswa menyumbangkan ide
dalam pembuatan karangan
argumentasi.
17.Siswa bertanya kepada guru
dengan menggunakan bahasa
yang baik dan benar.
18.Siswa membantu teman yang
kesulitan dalam menulis
karangan argumentasi.
19.Siswa menunjukkan sikap jujur
dalam menulis karangan
argumentasi.
Penutup
1. Mengadakan refleksi terhadap
hasil belajar.
2. Memberi kesempatan bertanya
kepada siswa tentang materi
yang baru saja diajarkan.
3. Memberitahu materi ajar yang
akan disampaikan pada
pertemuan berikutnya.
4. Menutup pelajaran dengan
ucapan salam.
3. Pertemuan Keempat (Perlakuan
Ketiga)
Pendahuluan
1. Membuka pelajaran dengan
mengucapkan salam kemudain
mempresensi siswa.
2. Mengkondisikan siswa agar siap
dan bersemangat dalam
menerima materi pelajaran.
3. Memberi kaitan antara materi
yang akan dipelajari dengan
materi yang telah diberikan
sebelumnya.
4. Guru menginformasikan tujuan
pembelajaran menulis karangan
argumentasi dengan
menggunakan media tayangan
editorial Media Indonesia.
10 menit Ceramah
Kegiatan Inti
Penggalan 1
1. Siswa menyimak pembahasan
guru mengenai karangan
argumentasi.
2. Siswa mengidentifikasi definisi
dan karakteristik karangan
argumentasi untuk mengingat
kembali pembelajaran yang lalu.
3. Siswa menyimak pembahasan
70 menit Tanya jawab,
pemodelan,
hasil penelitian karangan
argumentasi pada pertemuan
sebelumnya yang diberikan oleh
guru.
4. Siswa menjadi pendengar yang
baik terhadap semua penjelasan
guru.
5. Siswa memiliki sikap apresiatif
terhadap penjelasan guru.
6. Siswa bertanya kepada guru
dengan menggunakan bahasa
yang baik dan benar.
Penggalan 2
7. Siswa menyimak tayangan
editorial Media Indonesia dengan
tema Pro Kontra Ujian Nasional.
8. Siswa bersama-sama dengan
guru membedah tayangan
tersebut ke dalam
kalimat-kalimat yang merupakan
argumen dari penulis editorial,
kalimat-kalimat yang berupa
fakta dan opini/pendapat dari
narasumber yang akurat.
9. Siswa bersama-sama dengan
guru mengaitkan kalimat-kalimat
hasil bedahan tayangan tersebut
ke dalam pembelajaran menulis
10.Siswa diberikan penjelasan
mengenai struktur dan
langkah-langkah menulis karangan
argumentasi untuk mengingat
pembelajaran yang lalu.
11.Siswa diberikan penjelasan
mengenai kerangka karangan
argumentasi beserta contoh dari
karangan argumentasi untuk
mengingat pembelajaran yang
lalu.
Penggalan 3
12.Secara mandiri siswa menyusun
kerangka karangan argumentasi
berdasarkan tema yang
ditetapkan.
13.Siswa mengembangkan hasil
diskusi dan simakannya menjadi
sebuah karangan argumentasi
dengan tema yang sesuai yaitu
Pro dan Kontra Ujian Nasional
secara utuh dan runtut dengan
memperhatikan pilihan kata,
tanda baca, dan ejaan.
14.Siswa bertanggung jawab
menulis karangan argumentasi.
15.Siswa apresiatif dalam menulis
dengan menggunakan bahasa
yang baik dan benar.
17.Siswa menunjukkan sikap jujur
dalam menulis karangan
argumentasi.
Penutup
1. Mengadakan refleksi terhadap
hasil belajar.
2. Memberi kesempatan bertanya
kepada siswa tentang materi
yang baru saja diajarkan.
3. Memberitahu materi ajar yang
akan disampaikan pada
pertemuan berikutnya.
4. Menutup pelajaran dengan
ucapan salam.
10 menit Tanya jawab
J. SUMBER PEMBELAJARAN
1. Lembar Kerja
2. LP 1 = kognitif : produk 3. LP 2 = kognitif : proses 4. LP 3 = psikomotor
5. LP 4 = afektif : perilaku berkarakter 6. LP 5 = afektif : keterampilan sosial 7. Tabel spesifikasi lembar penilaian 8. Silabus
K. PENILAIAN
Jenis Tagihan :
Tugas individu : menggunakan LP 1, LP 2, LP 3, LP 4, LP 5, dan Lembar
Kerja
Bentuk Instrumen :
Uraian bebas
Jawaban singkat
Lembar pengamatan
Adapun proses pembelajaran di kelas kontrol menggunakan Rancangan
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) konvensional, yakni RPP yang biasa dipakai
sehari-hari oleh guru di sekolah yang bersangkutan. Secara keseluruhan,
langkah-langkah pembelajaran pada kegiatan awal dan kegiatan akhir sama dengan
langkah-langkah pembelajaran pada pembelajaran di kelas eksperimen, perbedaan
hanya terdapat pada kegiatan inti. Adapun kegiatan ini pada kelas kontrol adalah
sebagai berikut.
1) Siswa menyimak eksplanasi pembelajaran menulis karangan argumentasi
menggunakan media teks berita.
2) Siswa membaca dan memahami teks berita yang diberikan oleh guru
kemudian membuat sebuah karangan argumentasi berdasarkan teks berita
tersebut.
3) Siswa mengembangkan karangan argumentasi dengan memerhatikan pilihan
kata, tanda baca, dan ejaan.
4) Siswa mengumpulkan karangan argumentasi.
2. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini berupa perlengkapan
tes. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa (pretest) dan kemampuan akhir (posttest) siswa dalam keterampilan menulis karangan argumentasi setelah proses belajar mengajar berlangsung. Bentuk tes secara
tertulis. Pengukuran ini dilakukan kepada para siswa. Tes awal digunakan untuk
mengetahui nilai rata-rata siswa dalam menulis karangan argumentasi sebelum
dipengaruhi oleh penggunaan tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV.
Tes ini dilakukan untuk mengetahui perubahan dan perbedaan sebelum dan
sesudah menggunakan tayangan editorial Media Indonesia di Metro TV. Berikut
instrumen tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan awal (pretest) dan kemampuan akhir (posttest) siswa dalam keterampilan menulis karangan argumentasi.
Instrumen Tes
Instrumen Tes
I. LEMBAR TES AWAL KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL
Tema : Lestarikan Warisan Leluhur
Tragedi selalu terulang bagi bangsa yang tidak bisa membaca dan memaknai sejarah. Itu
yang terjadi dengan Indonesia, dalam seluruh hampir lakon eksistensi dengan tetangga
serumpun, Malaysia. Pencurian-pencurian terhadap kekayaan intelektual maupun
kultural terus saja terjadi. Ketidakpedulian Indonesia menjadi pemicunya. Akibatnya,
dalam hubungan dengan Malaysia, kita lebih banyak tercuri daripada memperoleh.
Susunlah karangan argumentasi berdasarkan tema dan ilustrasi di atas dengan ketentuan
sebagai berikut.
1. Tuliskan nama dan kelas pada kertas pekerjaan Anda secara lengkap!
2. Tulis tema di atas karangan.
3. Panjang karangan minimal tiga paragraf.
4. Penilaian ditekankan pada aspek sebagai berikut:
a. Kesesuaian tema dengan isi karangan.
b. Karangan berisi ciri-ciri dari argumentasi.
c. Kelogisan urutan dan peristiwa.
d. Penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif, baik dan benar.
Tabel 3.2
Pedoman Penilaian
Aspek Skor Bobot Keterangan 1 2 3 4
Diberi nilai 4 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa memenuhi ketiga
aspek isi.
II. LEMBAR TES AKHIR KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL
Tema : Lestarikan Warisan Leluhur
Tragedi selalu terulang bagi bangsa yang tidak bisa membaca dan memaknai sejarah. Itu
yang terjadi dengan Indonesia, dalam seluruh hampir lakon eksistensi dengan tetangga
serumpun, Malaysia. Pencurian-pencurian terhadap kekayaan intelektual maupun
kultural terus saja terjadi. Ketidakpedulian Indonesia menjadi pemicunya. Akibatnya,
dalam hubungan dengan Malaysia, kita lebih banyak tercuri daripada memperoleh.
Susunlah karangan argumentasi berdasarkan tema dan ilustrasi di atas dengan ketentuan
sebagai berikut.
1. Tuliskan nama dan kelas pada kertas pekerjaan Anda secara lengkap!
2. Tulis tema di atas karangan.
3. Panjang karangan minimal tiga paragraf.
4. Penilaian ditekankan pada aspek sebagai berikut:
a. Kesesuaian tema dengan isi karangan.
b. Karangan berisi ciri-ciri dari argumentasi.
c. Kelogisan urutan dan peristiwa.
d. Penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif, baik dan benar.
2. Keaslian dan
Diberi nilai 3 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa memenuhi dua dari
tiga aspek isi.
Diberi nilai 2 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa memenuhi satu dari
tiga aspek isi.
Diberi nilai 1 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa tidak memenuhi
Diberi nilai 4 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa memenuhi kedua
aspek organisasi tulisan.
Diberi nilai 3 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa memenuhi dua dari
tiga kelengkapan unsur
karangan dan keruntutan
kalimat dalam karangan.
Diberi nilai 2 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa memenuhi satu dari
tiga kelengkapan unsur
karangan dan keruntutan
kalimat dalam karangan.
Diberi nilai 1 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
kedua aspek organisasi
Diberi nilai 4 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa memenuhi kedua
aspek tata bahasa.
Diberi nilai 3 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa memenuhi syarat
keefektifan kalimat namun
penggunaan diksi tidak
baku.
Diberi nilai 2 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa menggunakan diksi
yang baku namun tidak
memenuhi syarat
keefektifan kalimat.
Diberi nilai 1 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa tidak memenuhi
kedua aspek tata bahasa.
D.Tata Tulis
1. Ejaan di antaranya
penggunaan tanda
Diberi nilai 4 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa memenuhi aspek tata
tulis.
Diberi nilai 3 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa terdapat kesalahan
karena ketidak hati-hatian.
Diberi nilai 2 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa terdapat kesalahan
ejaan dan bersifat konsisten.
Diberi nilai 1 apabila isi
karangan yang dibuat oleh
siswa tidak memenuhi aspek
tata tulis.
Tabel 3.3
Penilaian Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi
No. Kategori Rentang Nilai
1. Sangat baik 85-100
2. Baik 70-84
3. Cukup baik 55-69
4. Kurang baik 0-54
(Diadaptasi dari Nurgiyantoro, 2010: 307)
Penilaian tes dilakukan oleh tiga orang penimbang. Hal ini dilakukan untuk
memenuhi derajat validitas dan reliabilitas yang baik. Penimbang penilaian tes
haruslah mengetahui dan paham kriteria penilaian menulis karangan argumentasi,
serta mampu melakukan penilaian secara profesional. Adapun ketiga orang penilai
sebagai berikut.
1. Drs. Ilyas (Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Bandung).
2. Hj. Rahayu, S. Pd. (Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Bandung).
3.4Teknik Pengolahan Data
Teknik pengolahan data pada penelitian ini dilakukan melalui perhitungan
kuantitatif. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui silsilah rata-rata nilai
pretest dan posttest untuk masing-masing aspek yang dinilai sebagai indikator efektivitas pembelajaran menulis karangan argumentasi menggunakan tayangan
Editorial Media Indonesia di Metro TV. Hasil perhitungan tentu lebih lanjut harus
diinterpretasikan sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang komprehensif,
benar, dan akurat. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan
data adalah sebagai berikut.
1) Memberikan skor terhadap hasil menulis karangan argumentasi yang
dikerjakan siswa, pretest dan posttest yang telah dilaksanakan.
2) Hasil pretest dan posttest karangan argumentasi masing-masing siswa dianalisis berdasarkan nilai yang didapatkan, kemudian diubah menjadi nilai
sebagai berikut:
Nilai Siswa =
x 100 %
3) Menentukan nilai rata-rata yang diperoleh siswa untuk masing-masing kelas
eksperimen dan kelas pembanding.
4) Membandingkan hasil rata-rata nilai pretest dan posttest dari setiap masing-masing kelas.
5) Hasil tes awal dan tes akhir diperiksa untuk mendapatkan skor tes awal dan tes
akhir.
6) Mendeskripsikan skor hasil tes awal dan tes akhir siswa menjadi nilai.
7) Menguji reliabilitas antar penimbang dengan menggunakan rumus
rn= (Vt– Vkk)
Vt
(Arikunto, 2010:234)
Tabel 3.4
Tabel Guilford
Rentang Kriteria
0,80 – 1,00 Reliabilitas sangat tinggi
0,60 – 0,80 Reliabilitas tinggi
0,40 -0,60 Reliabilitas sedang
0,20 – 0,40 Reliabilitas rendah
0,00 – 0,20 Reliabilitas sangat rendah
8) Melakukan Uji normalitas data, uji yang digunakan dalam penelitian ini
adalah uji kolmogorof-smirnov dengan taraf signifikan (α) sebesar 0.05.
Kriteria pengujiannya adalah H0 diterima jika nilai signifikasi > 0.05, dan H0
ditolak jika signifikasi < 0.05. Pengujian ini dilakukan dengan bantuan
software SPSS versi 18.0.
9) Melakukan Uji homogenitas varian data, uji yang digunakan dalam penelitian
ini adalah uji Lavane Statistic Test dengan taraf signifikan (α) sebesar 0.05.
Pengujian ini dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 18.0. kriteria pengujian hipotesisnya sebagai berikut.
1) Jika nilai signifikan lebih dari 0.05 maka H0 diterima.
2) Jika nilai signifikan kurang dari 0.05 maka H0 ditolak
10)Melakukan Uji Hipotesis
Uji hipotesis dalam penelitian ini adalah uji perbedaan dua rata-rata untuk
mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata kemampuan kelas eksperimen
dan kelas kontrol. uji yang digunakan dalam pengujian hipotesis ini
menggunakan uji t’Levene Test Statistic dengan rumusan hipotesis
pengujiannya sebagai berikut.
H0 : tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan kelas eksperimen dan
kelas kontrol.
H1 : terdapat perbedaan rata-rata kemampuan kelas eksperimen dan kelas