• Tidak ada hasil yang ditemukan

mengungkapkan gagasan secara tepat, mudah dipahami

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "mengungkapkan gagasan secara tepat, mudah dipahami"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Kalimat Efektif

(2)

Kalimat Efektif

Kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pembicara/penulis secara

tepat, sehingga

mudah dipahami oleh

pendengar/pembaca secara tepat pula.

(3)

1

• Kesepadanan Struktur,

2

• Keparalelan Bentuk,

3

• Ketegasan Makna,

4

• Kehematan Kata,

5

• Kecermatan Penalaran,

6

• Kepaduan Gagasan, dan

7

• Kelogisan Bahasa.

(4)

Berasal dari keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa

Kesepadanan Struktur dengan cara:

1. Tidak Menempatkan Kata Depan di Awal Subjek

2. Menghindari subjek ganda (2 subjek dalam Kalimat Tunggal)

3. Tidak menjadikan anak kalimat sebagai kalimat tunggal

4. Tidak menempatkan kata yang di depan Predikat

(5)

1) Mengenai pembahasan program ini belum dipahami peserta rapat.

bukan Subjek

Pembahasan program ini belum dipahami peserta rapat.

Subjek Predikat Objek

2) Bagi para peserta diminta menandatangani daftar hadir lebih dulu.

bukan Subjek

Para peserta diminta menandatangani daftar hadir lebih dulu. (Betul) Subjek

3) Sebagai tanda kelulusan adalah sertifikat.

bukan Subjek

Tanda kelulusan adalah sertifikat.

Subjek Predikat

1. Tidak Menempatkan Kata Depan di Awal Subjek

(6)

Pembuatan makalah ini kami bekerja sama dalam tim. (Salah) Subjek 1 Subjek 2

Yang betul:

1)Makalah ini kami buat dengan bekerja sama dalam tim.

Subjek Pred. (= dibuat) Ket. cara

2)Kami membuat makalah ini dengan bekerja sama dalam tim.

Subjek Pred. Objek Ket. Cara

3)Ketika membuat makalah ini kami bekerja dalam tim.

Ket. Waktu S Pred. Ket.

2. Menghindari Subjek Ganda dalam Kalimat Tunggal

(7)

Contoh Kalimat yang Salah:

Saya sudah siap. Ketika kesempatan beasiswa itu datang.

Sewaktu

bukan kalimat karena tidak memiliki subjek

Contoh Kalimat yang Benar:

Saya sudah siap ketika kesempatan beasiswa itu datang.

S P sewaktu Keterangan

Induk Kalimat Anak Kalimat

3. Tidak Menjadikan Anak Kalimat sebagai Kalimat Tunggal

(8)

Kewajiban yang dijalankan dengan sungguh-sungguh. (Salah) bukan predikat

bukan kalimat karena tidak memiliki predikat

Kewajiban yang dijalankan dengan sungguh-sungguh menunjukkan

Subjek Predikat

rasa tanggung jawab. (Betul) Objek

Kewajiban dijalankan dengan sungguh-sungguh. (Betul) Subjek Predikat Keterangan

4. Tidak menempatkan kata yang di depan Predikat

(9)

Rincian dalam kalimat efektif disusun dalam bentuk yang paralel

Langkah yang diperlukan adalah menyediakan lapangan kerja dan pemberian kursus singkat. (Salah)

Langkah yang diperlukan adalah menyediakan lapangan kerja dan memberikan kursus singkat. (Betul)

Cara penanggulangan yang diperlukan adalah penyediaan

lapangan kerja dan pemberian kursus singkat. (Betul)

(10)

suatu perlakuan untuk menonjolkan ide pokok kalimat, dengan cara:

1. Meletakkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat 2. Membuat urutan kata secara bertahap

3. Melakukan pengulangan kata

4. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan; dan 5. Mempergunakan partikel penekan (penegasan)

(11)

1. Meletakkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat

• Bekerja sama memerlukan keterbukaan hati untuk menghargai orang lain.

• Keterbukaan hati diperlukan untuk bekerja sama.

• Hasil kerja sama jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hasil perseorangan

• Kesempurnaan lebih mudah dicapai lewat kerja sama daripada hanya lewat upaya perseorangan.

2. Membuat urutan kata secara bertahap

• Kemarin, hari ini, esok, dan hari-hari selanjutnya diharapkan Anda tetap memilih produk kami.

• Tua atau muda, besar ataupun kecil, kesemuanya dapat

memanfaatkan produk ini.

(12)

3. Melakukan pengulangan kata

• Kami selalu mengutamakan mutu, kami selalu mengutamakan kepuasan Anda.

• Kepercayaan Anda adalah tujuan kami, kepercayaan Anda adalah kebanggaan kami.

4. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan

• Bukan hanya perusahaan besar yang kami layani, pembeli perorangan pun tetap kami layani dengan kesungguhan hati.

• Kami tidak menjual janji, tetapi kami memberikan bukti.

5. Mempergunakan partikel penekan (penegasan)

• Andalah yang kami pilih sebagai mitra kami.

• Dari semua produk yang beredar di pasaran, produk kamilah yang dipilih oleh tujuh puluh persen responden.

(13)

Hemat di dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu.

Penghematan dilakukan terhadap kata yang memang tidak diperlukan, sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa

1. Menghilangkan Subjek yang Berulang

2. Menghilangkan salah satu dari dua kata yang berdampingan karena maknanya sudah tercakup 3. Menghindarkan Kesinoniman dalam Satu Kalimat

4. Tidak Menjamakkan Kata-kata yang Bermakna Jamak

(14)

1. Menghilangkan Subjek yang Berulang

• Para peserta tampil penuh semangat karena mereka ingin memenangkan lomba.

• Kalimat dihemat dengan menghilangkan subjek mereka yang merupakan kata pengganti dari subjek para peserta.

• Para peserta tampil penuh semangat karena (0) ingin memenangkan lomba.

2. Menghilangkan salah satu dari dua kata yang berdampingan karena maknanya sudah tercakup

• batu kerikil  kerikil (makna batu sudah tercakup dalam kata kerikil)

• besi baja  baja (makna besi sudah tercakup dalam kata baja)

• bara panas  bara (makna panas sudah tercakup dalam kata bara)

Cara menghemat kata:

(15)

3. Menghindarkan Kesinoniman dalam Satu Kalimat

• naik ke atas  naik atau ke atas (ke atas bermakna sama dengan kata naik)

• hanya saja  hanya atau saja (hanya bermakna sama dengan kata saja)

• tinggi semampai  tinggi atau semampai (tinggi bermakna sama dengan semapai)

4. Tidak Menjamakkan Kata-kata yang Bermakna Jamak

Contoh kata bermakna jamak:

Tetamu Masyarakat Hadirin Warga

Contoh kata yang menjamakkan kata yang didampinginya:

Para

Beberapa

(16)

Kalimat tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pemilihan kata.

Kalimat bermakna ganda:

Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapat beasiswa.

diperjelas menjadi:

a. Mahasiswa yang terkenal itu mendapat beasiswa.

atau

b. Mahasiswa dari perguruan tinggi yang terkenal itu

mendapat beasiswa.

(17)

Informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah

a. Mencerminkan Cara Berpikir yang Sistematis dan Tidak Bertele-tele Contoh kalimat yang kurang sistematis dan bertele-tele:

Sebelum menulis sebuah tulisan ilmiah kita perlu membuat garis besar tulisan agar dapat menjadi pedoman. Sebelum itu, perlu pula didahului dengan kajian pustaka ataupun kajian lapangan. Tahap berikutnya tuangkan gagasan dalam bentuk tulisan apa adanya tanpa terpaku pada aturan yang baku. Apabila telah selesai terakhir barulah lakukan tahap mengedit agar sesuai dengan aturan yang baku dan menyesuaikan dengan kaidah tata bahasa. (Rangkaian urutan tahapan penulisan tidak sistematis dan bertele- tele)

(18)

Perbaikan:

Tulisan ilmiah perlu diawali dengan kajian pustaka ataupun lapangan. Setelah itu perlu dibuat garis besar tulisan sebagai pedoman. Pada tahap awal tuliskan semua gagasan tanpa terikat berbagai aturan yang baku. Apabila semua gagasan telah selesai dituliskan, langkah terakhir adalah

pengeditan agar sesuai dengan pedoman penulisan

dan kaidah tata bahasa.

(19)

b. Tidak Menyisipkan Kata tentang atau daripada di antara Predikat Kata Kerja dan Objek Penderita

… membicarakan tentang …

… membahas daripada …

(20)

minimal, acara ini terpaksa kami tunda.

Ide kalimat dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan

Contoh kalimat yang tidak logis:

1. Sambil menunggu kabar lebih lanjut, kami mengucapkan terima kasih.

2. Berhubung satu dan lain hal, acara ini terpaksa ditunda.

Perbaikan:

1. Kami menunggu kabar lebih lanjut. Terima kasih atas perhatian yang Saudara berikan.

2. Karena jumlah peserta tidak memenuhi persyaratan

minimal, acara ini terpaksa kami tunda.

(21)
(22)

1. bahasa uraian tertulis tentang data

2. bahasa Gambar (tabel, grafik, bagan,

atau skema)

(23)

Uraian tentang analisis yang dilakukan penulis (antara lain berupa penafsiran dan pengkajian)

dari tiap-tiap data.

(24)

Uraian tentang hasil akhir yang diperoleh

berdasarkan keseluruhan data dan analisis.

(25)

Buat makalah secara perorangan dengan tebal antara 5 s.d. 10 halaman.

Kerangka Makalah:

Bagian Muka (sampul) , minimal memuat

• judul makalah

• penjelasan bahwa makalah dibuat

sebagai tugas kelompok mata kuliah

Bahasa Indonesia

(26)

Bagian Isi, memuat

• pendahuluan,

• pembahasan,

• lengkapi dengan kutipan (langsung atau tidak langsung) dan sebutkan sumber yang dikutip (nama akhir, tahun: halaman),

• kalau perlu dapat ditambah dengan catatan

kaki yang memuat informasi tambahan;

(27)

Bagian Penutup, dilengkapi dengan

penarikan kesimpulan,

penyampaian saran (kalau ada), dan

daftar pustaka;

(28)

Topik Makalah:

Seputar bidang studi Anda atau

Solusi untuk mengatasi pemanasan global yang dapat Anda ambil dari Gambar Peta Konsep tentang Beberapa Upaya Mengatasi Pemanasan Global pada akhir halaman.

Alternatif solusi tersebut a.l.:

 Menghemat pemakaian tenaga dan biaya

 Mengurangi pemakaian plastik dan kertas

 Memilih transportasi dan wisata yang hemat bahan bakar

 Mengurangi konsumsi produk hewani

 Membeli produk-produk lokal

(29)

Pilih topik yang baru/aktual yang dapat

menjadi informasi berguna bagi peserta lain Format Makalah

• kertas: A4,

• spasi: 1½

• huruf Arial, ukuran 12

• batas (margin) atas: 3.5 cm

• batas kanan: 4 cm

• batas bawah: 3 cm

• batas kiri: 2.5 cm.

(30)

Batas akhir penyerahan makalah dan bahan

presentasi paling lambat pada waktu tatap muka Sesi 15

Presentasi Perorangan

• Setiap peserta diwajibkan membuat presentasi dari makalah yang telah dibuat (lebih baik dalam Power Point)

• Cetak materi presentasi dalam format 1 halaman A4 berisi 2 slide per halaman

• Giliran Presentasi akan ditentukan pada waktu tatap

muka

(31)

Peta Pikiran tentang Pemanasan Global

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pisang di Kabupaten Lumajang, faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran pisang di

Hhasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa seluruh hipotesa penelitian berpengaruh sesuai tujuan penelitian. Teknologi dan harga

Adapun kebijakan dalam rangka peningkatan produksi gula nasional yang diperlukan adalah: (1) perlu adanya penerapan tarif impor gula mentah yang disesuaikan dengan harga

Nilai SSR komoditas beras Indonesia dari tahun 2008 hingga 2012 lebih dari 90 persen (99,20 persen), yang berarti bahwa hampir sebagian besar kebutuhan beras dalam negeri

Secara umum perdagangan ubikayu dunia adalah dalam bentuk pellet dan chip untuk kebutuhan pakan (70 persen) dan sisanya dalam bentuk pati dan tepung yang

Pada pengujian dengan menggunakan faktor produksi Coob-Douglas dengan asumsi Ordinary Least Square (OLS) Menurut Ghozali (2005) bahwa Asumsi OLS merupakan asumsi

Pembuatan keripik simulasi sukun merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kegunaan sukun dalam rangka penganekaragaman pangan sehingga diharapkan dapat

simultan terhadap Organization al Citizenship Behavior (OCB) 2) Tidak terdapat pengaruh Komitmen Afektif terhadap Organization al Citizenship Behavior (OCB) 3) Terdapat