e‐Jurnal menyelu UNUD a desain ri Kontribu peluang perenca pemerin JA UNUD dll. Sub b 1. A T a 2. S T f d 3. T s
JURUS
FAKULT
UNIVER
Kamp +62 3 ejurna @ www Arsitektur uruh dan int adalah untuk iset, serta pe utor artikel JA bagi pelak na kota, d ntahan, unive D mempubli bidang yang Arsitektural Topik yang arsitektur, m pedagogi ars merupakan h Studi Perkot Topik yang faktor admin perencanaan dll. Kritik Perenc Topik yang sedang diren pengamatan
SAN ARSIT
TAS TEKNIK
RSITAS UDAY
pus Bukit Jim 61 703384 al_arsitektur w.ojs.unud.ace‐Jurn
(JA) UNUD ter disiplin d k menghubu erencanaan k A UNUD uta ku dan peman arsitek ersitas, maup kasikan stud dapat menja dan Desain R termasuk su metoda des sitektur, eva hasil studi/sk taan dan Ling termasuk su nistratif dan n lingkungan canaan Arsite termasuk su ncanakan, da n terhadap st
TEKTUR
K
YANA
mbaran‐Bali, runud@yaho c.id; www.arnal Arsitek
adalah kum di bidang ar ungkan teor kota dan stu manya bera merhati bida lansekap ya pun praktik s di riset, kritik adi topik arti Riset: ub bidang inain dan teo luasi pasca h kripsi/tugas gkungan Bina ub bidang in politik terh n, kebijakan d ektur dan Ar ub bidang in alam tahap k tudi kasus. Indonesia oo.com .unud.ac.id
ktur (JA) U
mpulan artik rsitektur, pe i dan prakti di lingkunga sal dari para ang arsitekt ang bekerja swasta untuk k dan evalua ikel di JA UN ni, antara la ori, arsitektu huni, aspek b akhir mahas aan: ni, antara la adap suatu dan desain p rsitektur Bina ni, antara la konstruksi, dUniversita
kel terbitan erencanaan, ik nyata dunn binaan. a civitas akad
ur, seperti: a di institus
k turut berko asi objek ars UD terbagi a in: teknolog ur perilaku, budaya dan s siswa arsitekt ain: konserv komunitas d perumahan, k aan:
ain: hasil dis an setelah d
as Udayan
berkala ya dan lingkun nia kerja da demika arsite arsitek ban si akademik ontribusi. sitektur bers atas 3 (tiga) bgi dan desain desain dan sosial dalam tur. asi perkotaa dan ruang, k kota baru, ap skusi menge dihuni. Artike
na
ng merupak ngan terbang alam bidang ektur, namun ngunan, des k, lembaga kala mikro m bagian: n berkelanju n pemrogram desain, dll.A an berkelanj kota dan dae plikasi GIS da nai proyek el biasanya m kan hasil st gun. Tujuan arsitektur d n tetap terbu sainer inter riset, instit maupun mak utan, kompu man arsitekt Artikel biasan jutan, implik erah perkota alam arsitekt arsitektur ya merupakan h tudi JA dan uka ior, tusi kro, uter tur, nya kasi aan, tur, ang asilPengurus e‐Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana
Penanggung Jawab I Made Suarya Pengarah A.A. Gde Djaja Baruna I Ketut Mudra Ketua Syamsul Alam Paturusi Sekretaris I Wayan Yuda Manik Bendahara Ni Made Swanendri Penyunting dan Reviewer Putu Rumawan Salain Ngakan Putu Sueca Gusti Ayu Made Suartika I Nyoman Susanta I Gusti Agung Bagus Suryada Tim Validasi I Ketut Mudra I Made Widja Syamsul Alam Paturusi I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada Tim Penerbit I Made Widja Ngakan Putu Sueca I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada Desainer Cover Antonius Karel MuktiwibowoArsitektur dan Desain Riset
Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan
Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan
ejurnal nasional arsitektur milik Jurusan Arsitektur‐Fakultas
Teknik‐Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.
Volume (3) Nomor (2) Edisi Juli 2015
ISSN No. 9 772338 505007
Hak Cipta © 2015 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas
Udayana
Seluruh kontributor artikel telah mengijinkan Jurnal Arsitektur
UNUD
untuk
mereproduksi,
mendistribusikan,
dan
mempublikasikan substansi jurnal dalam format elektronik pada
website OJS Universitas Udayana www.ojs.unud.ac.id
Pandangan, pendapat, dan hasil penelitian merupakan tanggung
jawab kontributor. Gambar dan diagram disediakan oleh
kontributor.
Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e‐Jurnal Arsitektur (JA) UNUD
Tata tulis naskah:
1. Kategori naskah ilmiah merupakan hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), diskusi, skripsi, dan stugas akhir.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (abstrak) diketik pada kertas ukuran A‐4, spasi tunggal, dengan batas atas 1,55 cm; bagian dalam 2,5 cm; bagian luar 1,5 cm; dan bawah 2,45 cm. Font yang digunakan adalah Arial 11pt.
3. Batas panjang naskah/artikel adalah 4 atau 6 halaman.
4. Judul harus singkat, jelas tidak lebih dari 10 kata, cetak tebal, huruf kapital, di tengah‐tengah kertas. Untuk diskusi, judul mengacu pada naskah yang dibahas (nama penulis naskah yang dibahas ditulis sebagai referensi). 5. Nama penulis/pembahas ditulis lengkap tanpa gelar, di bawah judul, disertai institusi asal penulis dan alamat email di bawah institusi. 6. Harus ada kata kunci (keyword) dari naskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Daftar kata kunci (keyword) diletakkan setelah abstrak 7. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 200 kata, dicetak miring, font Arial 10pt, spasi tunggal. Judul bab ditulis di tengah‐tengah ketikan, cetak tebal huruf kapital 8. Gambar, grafik, tabel dan foto harus disajikan dengan jelas.
9. Definisi notasi dan satuan yang dipakai dalam rumus disatukan dalam daftar notasi. Daftar notasi diletakkan sebelum daftar pustaka
10. Kepustakaan diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan diurutkan menurut abjad. Penulisannya harus jelas dan lengkap sesuai dengan: nama pengarang, tahun, judul, kota: penerbit. Judul dicetak miring. Keterangan umum: 1. Naskah yang dikirim sebanyak satu eksemplar dan menyerahkan soft copy dalam program pengolahan kata MS Word atau format teks/ASCII. 2. Naskah belum pernah dipublikasikan oleh media cetak lain.
3. Redaksi berhak menolak atau mengedit naskah yang diterima. Naskah yang tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan akan dikembalikan. Naskah diskusi yang ditolak akan diteruskan kepada penulis naskah untuk ditanggapi.
Editorial
Ketika Dirjen Diki melansir suratnya No. 152/E/T/2012 yang berisikan Wajib Publikasi Ilmiah Bagi S1/S2/S3, ide dasarnya dasarnya adalah untuk mendongkrak jumlah karya ilmiah perguruan tinggi yang dipublikasikan secara luas dianggap sangat rendah. Kebijakan ini langsung mengguncang jagad perguruan tinggi di Indonesia.Media yang digunakan untuk mewujudkan kebijakan tersebut adalah jurnal cetak dan e‐jurnal. Sosialisasi e‐jurnal di Universitas Udayana telah dilakukan, namun dalam implementasinya bukan hal yang mudah.Untuk mewujudkannya melibatkan banyak pihak, organisasi mulai dari jurusan hingga Universitas, menempatkan orang‐orang yang berkompeten (reviewer dan validator) dan badan pelaksanaannya.Selain itu, dukungan kebijakan, sumberdaya dan pengalokasiannya.Belum lagi mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. Ditengah kompleksitas permasalahan ini, lahirlah jurnal volume 3 nomor 2 dengan segala keterbatasannya. Sisi kualitas sebagai karya ilmiah, berkejaran dengan batas waktu yang sangat terbatas mewarnai volume kelima ini.Ini menjadi masalah tersendiri, menransformasi Tugas Akhir arsitektur yang didominasi gambar perancangan menjadi laporan dalam format jurnal ilmiah, bukan hal mudah.Namun ini adalah pilihan satu‐satunya dalam keadaan keterbatasan waktu.
Diharapkan pada edisi mendatang, penyumbang artikel bukan hanya dari mahasiswa yang sedang tugas akhir, tetapi seluruh mahasiswa arsitektur tanpa memandang semester.Sehingga diharapkan diperoleh keberagaman naskah yang masuk sekaligus terdistribusinya jumlah artikel di setiap penerbitan.Dalam kesempatan yang baik ini, dari dapur pelaksana e‐jurnal Asitektur, mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terwujudnya jurnal volume 3 nomor 2 ini. Redaktur
Daftar Isi
Halaman
eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ... ii
Pengurus eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ... ii
Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD ... iii
Editorial ... iv
Daftar Isi ... v
1. Pengembangan Fasilitas Lapangan Sepak Bola Persi Putra Jimbaran, Bali
(Putu Agus Darmawan, I Gusti Bagus Budjana, I Putu Sugiantara) ... 1-4
2. Penerapan Konsep “High-Tech” Dalam Bentuk Sayap Terhadap Perancangan Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai, Bali
(Made Agus Dwipayana, I Wayan Yuda Manik, I Nengah Lanus) ... 5-8
3. Sekolah Tinggi Ilmu Komputer dan Informasi di Gianyar, Bali
(Made Yostiadi, A.A. Gde Dharma Yadnya, I Ketut Muliawan Salain) ... 9-14
4. Galeri Seni Lukis Kontemporer di Gianyar, Bali
(I Kadek Priyana, Ciptadi Trimarianto, Widiastuti) ... 15-18
5. Pusat Kebugaran “Luxury Club” di Denpasar, Bali
(Putu Dony Priasta Bratha, I Made Adhika) ... 19-24
6. Night Club di Denpasar, Bali
(I Putu Cok Ngurah Anggar Giri Putra, I Gusti Budjana, Evert Edward Moniaga) ... 25-30
7. Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Pandawa Sebagai Obyek Pantai di Kabupaten Badung
(I Kadek Oka S, I Wayan Gomudha, Gusti Ayu Made Suartika) ... 31-36
8. Restoran Perancis di Kabupaten Badung, Bali
(Grandi Amedio Adrianza, Anak Agung Gde Dharma Yadnya, I Wayan Yuda Manik) ... 37-40
9. Redesain Pasar Desa Adat Mengwi Kabupaten Badung, Bali
(Nyoman Sri Sukasani, A. A. Gde Dharma Yadnya, dan Ni Made Swanendri) ... 41-46
10. Galeri Kerajinan Tangan Bali di Gianyar, Bali
(I Kadek Bayu Septyantara, I Nengah Lanus) ... 47-50
11. Pengembangan Desa Bongkasa Pertiwi di Bali sebagai Desa Wisata
(I Gusti Ngurah Rai Prayoga Putra, Ngakan Putu Sueca, Ida Bagus Sarjana) ... 51-56
12. Apartemen Ekspatriat di Badung, Bali
(I Made Adi Yoga Suwandi, I Nyoman Susanta, I Wayan Gomudha) ... 57-60
13. Pusat Motor Kustom dan Motor Klasik di Denpasar
(I Ketut Mariana, I Ketut Mudra dan Evert Edward Moniaga) ... 61-64
14. Perumahan untuk Tenaga Kerja Asing di Kawasan Pariwisata Ubud, Bali
(I Komang Adi Bratha Nadha, I Wayan Kastawan, Syamsul Alam Paturusi) ... 65-68
15. Rekreasi Alam di Kawasan Wisata Jatiluwih di Tabanan
(I Putu Dian Suratha, I Gusti Agung Bagus Suryada, dan I Made Adhika) ... 69-74
16. Pusdiklat Kempo Bali di Gianyar
(Agung Angga Wira Raditya, I Made Adhika, I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 75-78
17. Pengembangan Taman Kotadi Lumintang Denpasar
(I Nyoman Gde Aditya Friantara, Putu Rumawan Salain, Ida Bagus Primayatna) ... 79-84
18. Fasilitas Olahraga Renang di Denpasar
19. Pusat Komputer di Gianyar
(Kadek Edi Saputra, I Made Widja, dan Widiastuti) ... 91-94
20. Pengembangan Pasar Tradisional Semarapura di Kabupaten Klungkung
(Anindya Sharira, Ida Bagus Sarjana, Widiastuti) ... 95-98
21. Penataan Kawasan Pura Dalem Sakenan Depasar, Bali
(Ni Made Adwi Juliantini, Ngakan Putu Sueca, Ida Ayu Armeli) ...99-104
22. Lembaga Permasyarakatan Anak di Kabupaten Bangli
(I Putu Agus Suryawan, I. B. N. Bupala, I Wayan Yuda Manik)... 105-110
23. Bali Sea Aquarium di Pulau Serangan
(Michael Kusuma, I Nyoman Sudiarta, I Gusti Bagus Suryada) ... 111-114
24. Pusat GYM dan Yoga di Denpasar
(I Gede Dhyiyo Bhargah, I Made Adhika, I Gst A. Bagus Suryada) ... 115-120
25. Pengembangan Kawasan Wisata Air Waduk Muara Nusa Dua di Denpasar
(Ni Luh Gede Dian Rahmayanti, I Made Adhika, I Ketut Mudra) ... 121-126
26. Galeri Seni Kerajinan Klungkung di Klungkung, Bali
(Ni Nyoman Thiana Kusuma Wardhani Toestha, Ida Bagus Gde Primayatna, I Wayana Wiryawan) ... 127-130
27. Pengembangan Pasar Tradisional Negara di Kabupaten Jembrana
(I Komang Yogi Tri Susandy, A. A. Gde Dharma Yadnya, A. A. Ayu Oka Saraswati) ... 131-136
28. Taman Remaja di Denpasar, Bali
(Savira Septi Anggraini, Nyoman Surata, I Wayan Wiryawan) ... 137-142
29. Sekolah Khusus bagi Anak Penyandang Tunagrahita di Gianyar
(I Made Gde Pasek Witha Darma, Putu Rumawan Salain, A. A. Gde Djaja Bharuna S) ... 143-148
30. Restoran Kuliner Indonesia di Denpasar
(Pande Putu Dwi Novigga Artha, Nengah Keddy Setiada, A.A. Ayu Oka Saraswati) ... 149-152
31. Redesain Gelanggang Olahraga Debes Tabanan Bertipe B
(Gede Yoga Suryawan, A. A. Gde Dharma Yadnya, I Nengah Lanus) ... 153-158
32. Perubahan Tata-Letak Parhyangan dalam Area Umah di Jalan Wanara Wana, Ubud
(I Putu Andika Saputra, Putu Rumawan Salain, A. A. Ayu Oka Saraswati) ... 159-164
33. Pusat Pelatihan Taekwondo di Denpasar
(Lidya Indriani Anggita Prameswari, I Wayan Meganada, I. B. Gde Wirawibawa ... 165-168
34. Pasar Barang Bekas di Denpasar
(Sinta Lukitasari, A. A. Gde Dharma Yadnya, A. A. Gde Djaja Bharuna S) ... 169-172
35. Penataan Daya Tarik Wisata Taman Mumbul di Sangeh, Badung
(Made Ratna Witari, Ida Bagus Ngurah Bupala, I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 173-176
36. Gedung Kebugaran di Kuta, Bali
(I Gede Agus Waisna Putra, I Made Wijaya) ... 177-182
37. Pusat Pengembangan Kain Endek di Badung, Bali
(Putu Rista Yuliantini Dewi, Nengah Keddy Setiada, Ida Bagus Gde Wirawibawa) ... 183-186
38. Pendidikan Seni dan Bahasa Mandarin di Denpasar
(Ni Made Dwi Susiyanti, Syamsul Alam Paturusi dan I Nyoman Susanta) ... 187-192
39. Fasilitas Pembakaran Jenazah Hindu di Denpasar, Bali
(I Made Dipayana Ardikusuma, I Made Dwija, A.A. Gde Djaja Bharuna S) ... 193-196
40. Gedung Parkir dan Penataan Halaman Depan Kampus Sudirman
(Made Nurjaya Subawa, I Nengah Lanus, I Ketut Muliawan Salain) ... 197-200
41. Tema Fasilitas Olahraga Renang Bertaraf Internasional di Bali
(Ida Bagus Made Widyatama Mandira, I Made Suarya) ... 201-206
42. Pusat Pendidikan Musik Modern Dengan Pendekatan Ekologi Arsitektur di Denpasar, Bali
(David Inet Novana, Nengah Keddy Setiada, I Wayan Wiryawan) ... 207-210
43. Cottage di Kawasan Wisata Pantai Nyanyi Tanah Lot Tabanan, Bali
44. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha di Singaraja
(Luh Diantari, Putu Rumawan Salain, Ida Bagus Gde Wirawibawa) ... 217-220
45. Pasraman Kepemangkuan di Gianyar
(I Made Sudiasa, Ngakan Putu Sueca, Ida Bagus Sarjana) ... 221-224
46. Villa Bernuansa Bali di Tabanan
(Ni Putu Helsi Pratiwininsih, A. A. Gde Djaja Bharuna, I Ketut Mudra) ... 225-230
47. Skin House Beauty Centre di Badung, Bali
(Sayu Putu Peny Purnama Wati, I Ketut Muliawan Salain, I Ketut Mudra) ... 231-236
48. Rumah Sakit Tipe D di Kecamatan Seririt, Buleleng
(Putu Pradnya Lestari Ratmayanti, I Nengah Lanus, I Ketut Mudra) ... 237-240
49. Panti Jompo Untuk Lansia Miskin dan Terlantar di Denpasar
(Made Kerta, Nengah Keddy Setiada, I Wayan Wiryawan) ... 241-246
50. Cahapel and Wedding Hall di Badung
(Kellin Baquita L. O. Soares, Ciptadi Trimarianto)... 247-250
51. Rasunami Bagi Karyawan di Denpasar
(Kadek Yusron Mulya Prasetya, Nyoman Surata) ... 251-254
PENDAHULUAN
Proses hidupsetiapmanusia di duniainipastimemilikikesempatan yang sama, yaitumulaidaribayi, anak-anak, dewasa, hinggamasatuaataulansia. Tidakmemandanggolongan, kekayaan, sukubangsa, dll.Tapisayangnyatidaksemualansia yang beruntungbisamenikmatiharituanya, masihbanyak yang hidupser-bakekurangandanbahkanterlantar. Iniseakanmenjadiironi di tengahmeningkatnyaharapanhidupmasyarakat. Fenomenainijuga yang terjadi di Indonesia danjuga di Bali padakhususnya.
Permasalahanparalansiainiseakan-akanmenjadimasalahtersendiribagipemerintahdanjugamasyarakatluas, karenatidakadaseorangpun yang inginmenghabiskanmasatuanyadenganhidupterlantartanpasanakfamiliatau orang yang merawatdanmelayaninya. Karenaitudiperlukankepeduliansemua orang terhadapfenomenaini.
Made Kerta1), Nengah Keddy Setiada2), dan I Wayan Wiryawan3)
1)
JurusanArsitektur, FakultasTeknik, UniversitasUdayana
2)
JurusanArsitektur, FakultasTeknik, UniversitasUdayana
3)
JurusanArsitektur, FakultasTeknik, UniversitasUdayana
ABSTRACT
The life expectancyof the elderlyinIndonesiaandBaliin particularareincreasingevery year, butnotdirectly proportional to thewellfare oftheelderly themselves. Stillthere are somanyelderly people wholiveinpoverty, andevensome ofthemlivedisplacedornorelativeswhocare for her,even thoughsomeof themhave already been treatedin a nursing homeowned by the government.
ThephenomenonofNeglected elderlyis alsocausedone of themdue to lack offacilitiesandthe capacity ofthe existingnursing homes, whichcouldprovidecareandservicesfor free, since mostoftheseneglected elderlyarepoorelderly. Seeingthis phenomenonthenproposedanideatoholda"Nursing Home ForElderlyPoorandNeglectedinDenpasar".
The resultingdraftisa draft ofa nursing homeforthe elderlypoorandneglectedinDenpasarmore"humanis", whichcanprovide a sense ofsafety, comfort, calmandhealthy. Operational costswill befullyfundedoleBali administration.
Fromthe results ofthisidentificationExpected toopenthe eyes ofthe publicandinsightwill bea completelyproblems that exist insomenursing homein Denpasar. Alsoahope thatwillarisesocial sensitivitytowards the environment, especiallywherethe elderlyarepoorly maintainedorabandoned.
Keywords: elderly, poorand neglected, nursing homes, humanis
ABSTRAK
Angka harapan hidup para lansia di Indonesia dan Bali pada khususnya yang semakin meningkat setiap tahunnya, tapi tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan para lansia itu sendiri. Masih terdapat begitu banyak lansia yang hidup dalam kemiskinan, dan bahkan sebagian dari mereka hidup terlantar atau tidak ada sanak famili yang merawatnya, walaupun beberapa diantara mereka sudah dirawat di panti jompo milik pemerintah.
Fenomena terlantarnya para lansia ini juga disebabkan salah satunya karena kurangnya fasilitas dan kapasitas panti jompo yang ada, yang bisa memberikan perawatan dan pelayanan secara gratis, karena sebagian besar dari lansia terlantar ini adalah lansia miskin. Melihat fenomena ini maka diajukan suatu gagasan untuk mengadakan “ Panti Jompo Untuk Lansia Miskin dan Terlantar di Denpasar ”.
Rancangan yang dihasilkan adalah suatu rancangan pantijompountuklansiamiskindanterlantar di Denpasar yang lebih “manusiawi”, yang dapatmemberikan rasa aman, nyaman, tenangdansehat. Biaya operasional nanti akan sepenuhnya dibiayai ole Pemprov Bali.
Dari hasil identifikasi ini Diharapkan dapat membuka mata dan wawasan masyarakat luas akan kompleknya permasalahan yang ada pada beberapa panti jompo yang ada di Denpasar. Juga suatu harapan supaya nantinya timbul kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar, khususnya keberadaan para lansia yang kurang terawat atau ditelantarkan. Kata Kunci: lansia, miskin dan terlantar, panti
dari kapasitas, fasilitsas pendukung, kapasitas pengelola, dll. Data BadanPusatStatisikmencatatjumlahlan-siadariumur 60+ di Bali :Thn 2010 = 377.8 ribujiwa (9.67% daripenduduk Bali),Thn 2015 = 404.5 ribujiwa (10.30%), Thn 2020 = 503.9 ribujiwa (11.5%), Thn 2025 = 613.5 ribujiwa (13,38%).
Melihatdarisemuafenomenaini, makadiperlukansuatutindakan yang nyata, baikdaripemerintah, swastadan-semuapihakterkait. Salah satunyadenganmembuatsuatupantijompodanklinikmanula yang lebih “Manusiawi” di Denpasar.
Rumusan Masalah
Bagaimana caranya untuk mendapatkan suatu lokasi Panti Jompo dan Klinik Untuk Lansia Miskin dan Terlantar yang ideal dan nyaman bagi para lansia, tapi tidak terlalu jauh dari pusat Kota Denpasar ?
Bagaimana menyediakan fasilitas klinik yang mempunyai segala fasilitas ruang, sarana dan prasarana untuk merawat kondisi kesehatan para lansia?
Bagaimana menyediakan dan membuat suatu rancangan Panti Jompo dan Klinik Untuk Lansia Miskin dan Terlantar yang lebih ”manusiawi” yang aman, nyaman, serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang bisa menampung semua kebutuhan dari para lansia ?
Tujuan
Diharapkan dapat membuka mata dan wawasan masyarakat luas akan kompleksnya permasalahan yang ada pada beberapa panti jompo yang ada di Denpasar. Juga suatu harapan supaya nantinya timbul kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar, khususnya keberadaan para lansia yang kurang terawat atau ditelantarkan. Dan bisa menciptakan suatu rancangan panti jompo dan klinik untuk lansia miskin dan terlantar di Denpasar yang lebih “manusiawi”, yang dapat memberikan rasa aman, nyaman, tenang dan sehat.
ISI Tema
Berdasarkan pendekatan-pendekatan diatas, maka dipilih suatu tema “HumanisArchitecture “. Yaitu suatu karya arsitektur yang manusiawi, yangdalamdesaindanrancanganannyasangatmemperhatikandanmenjaga-keserasianantara sesama penghuni, pengeloladanlingkunganalamsekitarnya, yang memperhatikan kondisi fisik dan psikologis para lansia yang tinggal di sana, sehingga mereka tidak begitu merasa asing dengan lingkungannya. Dan juga disertai dengan desain arsitektur yang ikut menjaga dan melestarikan lingkungan alam sekitarnya, dan meminimalkan kerusakan-kerusakan yang terjadi pada semua elemen, baik itu air, udara dan energi disekitarnya.
Jenis Kegiatan
Kesimpulan identifikasi kegiatan di dalam Panti Jompo Untuk Lansia Miskin di Denpasar ini dibagi menjadi tiga, yaitu :
Kegiatan Utama, kegiatan di dalam panti jompo yang dilakukan oleh lansia yang mencakup kegiatan sosial
dan budaya.
Kegiatan Pendukung, kegiatan di dalam panti jompo yang bersifat pendamping, seperti kegiatan kesehatan,
ketrampilan dan keorganisasian.
Kegiatan Penunjang, kegiatan pengelolaan operasioanl, administratif, pelayanan bagi pengunjung, dan
pemeliharaan (maintenance) fasilitas-fasilitas di dalam Panti Jompo dan Klinik Untuk Lansia miskin. Pelaku Kegiatan
Para lansia atau manula, Pengelola, Tamu/keluarga atau kerabat dari para lansia yang datang membesuk, Akademisidan Donatur/masyarakat umum yang datang berkunjung.
Lokasi Tapak
Lokasi tapak berada di Jl.Padma, Gang TulipDesa Kesiman, Kec.Denpasar Timur (gambar 1). Berjarak sekitar 5 km atau sekitar 15 menit dari terminal Ubung yan merupakan salah satu terminal terbesar di Bali. Kawasan kelurahan kesiman merupakan kelurahan yang terletak di daerah utara Denpasar. Beberapa
1) 2) 3)– Panti Jompo untuk Lansia Miskin dan
aksesbilitas dan tidak terlalu jau dari lingkungan masyarakat lokal, sehingga para lansia masih beisa bersosialisasi dengan penduduk sekitar.
Perancangan Zoning, Entrance, BentukdanPolaMasapadaTapak
Panti jompo untuk lansia miskin dan terlantar ini dari 5 kelompok fasilitas, beberapa fasilitas utama diantaranya Wisma untuk lansia, Wisma Isolasi dan Klinik, dan juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti aula, ruang makan bersama, dan lainnya. Dan juga terdapat sarana penunjang seperti kantor pengelola, mess pegawai dan yang paling penting adalah terdapat banyak ruang luar untuk para lansia melakukan kegiatan dan bersosialisai dengan lingkungan sekitar.
Konsep zoningnya dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu zoning private, semi private dan private. Ini untuk mempermudah di dalam penempatan massa bangunan sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya (gambar 2).
l
Gambar1. Peta Lokasi Sumber: Kerta,2015:114 KET GAMBAR: 1. Area KegiatanPenunjang. 2. Area KegiatanServis. 3. Area KegiatanPendukung. 4. Area KegiatanUtama. 5. Area KegiatanPenunjang. PUBLIK SEMI PRIVAT PRIVAT ZonaPublik Adalahzonaterdekat yang dicapai untuk memasuki tapak. Zonainidimanfaatka-nuntukparkir, kantor-penggeloladanservis
Zona Semi Private Padazonainiakandi- tempatkanbeberapa- bangunansepertiKli-nik,RuangKetrampilan , Mess Pegawai, dll. Zona Private PadaZonainiakan ditempatkan wisam untuk hunian para lansia.
Gambar2. Konsep Zoning Sumber: Kerta,2015:Lampiran
Untuk rancangan ruang luarnya, dibuat pedestrian dengan beberapa jenis, yaitu pedestrian untuk penghubung antar bangunan, dan juga ada jenis untuk para lansia melakukan kegiatan olah raga penunjang, seperti running trackyang terdapat di sekeliling tapak. Juga terdapat beberapa kursi beton yang ditempatkan diluar tapak dan juga beberapa bale terbuka. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa kemanusiaan di dalamnya, baik itu sesama lansia dan juga antara lansia dengan pengelola atau tamu yang berkunjung (gambar 5,6 dan 7).
Gambar5. Perspektif Menyeluruh Sumber: Kerta,2015:Lampiran
Gambar3. Entrance Tapak Sumber: Kerta,2015:Lampiran
Entrance tapak memiliki lebar 6m, dengan di apit gapura yang merupakan identitas lokal.
Tembok pagar setinggi dua meter, dibuat tidak terlalu tinggi adalah suatu aplikasi dari arsitektur manusiawi, supaya tidak terkesan seperti sebuah penjara. Penempatan pohon-pohon pada tembok luar juga bisa menjadi seperti pembatas antar ruang luar dan ruang dalam, selain sebagai fungsi utama yaitu untuk peneduh dan juga bisa sebagai penanda
Pola massa bangunannya adalah pola masa cluster (gambar 4), dan tampilan bangunannya dibuat sesuai dengan tema “ humanis “, yaitu dengan memperhatikan dari kebutuhan para lansia sebagai pengguna utama bangunan seperti penggunaan ramp, dan railling untuk keamanannya.
Gambar4. Block Plan Sumber: Kerta,2015:Lampiran
1) 2) 3)– Panti Jompo untuk Lansia Miskin dan PerancanganRuang dalam dan Sirkulasi ruang dalam
Perancangan ruang dalam dibuat selega mungkin, ini untuk memberikan ruang gerak kepada para lansia agar lebih leluasa dalam beraktivitas setiap harinya, pemilihan jenis furniture dengan jenis model yang minimalis/fungsional, sehingga tidak menghabiskan terlalu banyak ruang. Dan natinya akan mendapatkan ruang yang lebih luas untuk sirkulasi di dalam bangunan (gambar 8).
Selain ruang-ruang untuk berkumpul para lansia di setiap unit bangunan wisma, juga terdapat satu unit bangunan Wisma Isolasi yang difungsikan sebagai ruangan khusus untuk para lansia yang menderita suatu penyakit khusus/menular (gambar 9).
Gambar 6. Perspektif Eksterior Sumber: Kerta,2015:Lampiran
Gambar7. Perspektif Eksterior Sumber: Kerta,2015:Lampiran
Gambar8. Denah Wisma Lansia Sumber: Kerta,2015:Lampiran
Untuk jenis dan bahan finishing, dipilih jenis bahan yang berwarna cerah atau terang, mulai dari warna cat plafon, genteng, lantai dan juga yang lainnya (gambar 10). Ini untuk membuat kesan ruangan agar lebih luas dan mempermudah para lansia dalam beraktifitas.
KESIMPULAN DAN SARAN
Keberadaan para lansia di Bali, khususnya lansia yang miskin dan terlantar masih cukup banyak. Beberapa fasilitas sejenis yang ada belum mampu memenuhi akan semua kebutuhan ini,dan diperlukan suatu gagasan yang baru untuk mampu menampung para lansia yang miskin dan terlantar di Denpasar ini.Tema “manusiawi” yang dipilih tidak hanya untuk panti jompo ini saja. Tema manusiawi ini juga bisa diterapkan pada jenis bangunan atau fasilitas yang sejenis, terutama dengan fasilitas yang memiliki jumlah aktifitas atau pelaku kegiatan yang banyak yang mementingkan kedekatan sesamanya.
Berdasarkan fenomena ini,sebaiknya pemerintah mengadakan lagi satu atau lebih panti jompo yang memang diperlukan oleh para lansia yang miskin dan terlantar di Denpasar. Dirancang sesuai dengan fasilitas dan tuntutan ruang yang di butuhkan, dan memiliki kapasitas yang diinginkan.
KEPUSTAKAAN
Nugroho. 2012. KeperawatanGerontikdanGeriantik. Jakarta: PenerbitBukuKedokteran EGC. Padila. April 2013. Buku Ajar KeperawatanGerontik. Bengkulu: NuhaMedika.
Mark Karlen. Dasar-dasarPerencanaanRuang. Jakarta: PT GeloraAksaraPratama.
H. I. Ishar. 1992. PedomanUmumMerancangBangunan. Jakarta: PT GramediaPustakaUtama. Hakim. 2012. KomponenPerancanganArsitekturLansekap. Jakarta: BumiAksara
Ernest Neufert. 1996. Data Arsitek: PT GeloraAksaraPertama
Gambar10. Perspektif Interior Sumber: Kerta,2015:Lampiran Gambar9. Denah Wisma Isolasi