• Tidak ada hasil yang ditemukan

Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Produksi Iklan Multimedia dan Interaktif"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

Produksi Iklan

Multimedia dan Interaktif

Dudi Hartono, S. Komp, M. Ikom

ILMU KOMUNIKASI MARCOMM & ADVERTISING Instrument Conditioning Observational Learning Aplikasi dalam Komsar

(2)

Operang Conditioning

Operant Conditioning adalah proses belajar yang terjadi pada

diri konsumen akibat konsumen menerima imbalan positif atau negatif (rewards) karena mengkonsumi suatu produk

sebelumnya. Imbalan yang diterima konsumen karea dia

mengkonsumsi produk tersebut akan memengaruhi keputusan konsumen berikutnya, apakah ia akan mengkonsumsi produk tersebut atau tidak.

• Misalnya, Anda diajak teman makan di sebuah restoran yang belum pernah Anda kunjungi. Anda merasa puas dengan

makanan yang disajikan. Suatu hari Anda datang lagi mengajak keluarga untuk makan di restoran tersebut. Itu artinya Anda telah melakukan proses belajar instrumental atau operant

(3)

CLASSICAL CONDITIONING OPERANT CONDITIONING

Prosesbelajar terjadikarena konsumen membuatasosiasi antardua stimulusyang selalu dipasangkan bersama-sama.

ClassicalConditioning sering dianggap akanmenghasilkan responsyangdipaksakan (tidak sukarela =involuntarily)dan responsyangsederhana.

Proses belajaryangterjadi karena adanyarewards yangditerima konsumen. Rewardsinilah yang dipelajari oleh konsumensehingga mempengaruhi perilaku

berikutnya.

Operant Conditioningakan menghasilkanrespons yang

terkontrol.Artinya,konsumen yang menentukan ataumiliki kontrol terhadap perilakunya.

(4)

Operang Conditioning

Schiffman dan Kanuk (2010) berpendapat bahwa operant

conditioning adalah proses belajar yang terjadi karena

proes trial-and-error, kemudian kebiasaan terbentuk akibat rewards yang diterima karena melakukan suatu respons

atau suatu perilaku (Sumarwan, 2014:131).

Teori instrumental (operant conditioning) dikembangkan oleh seorang psikolog Amerika yang bernama B.F. Skinner, yang mengyatakan bahwa proses belajar seseorang terjadi pada lingkungan yang terkontrol di mana orang tersebut diberikan imbalan (rewards) karena melakukan perilaku yang tepat.

(5)

trial and error

Dalam konteks pemasaran, seorang konsumen akan

belajar dengan cara trial-and-error, di mana sebagian

produk yang dibeli konsumen menyebabkan

kepuasan (rewards), tetapi sebagian lagi tidak.

Kepuasan tersebut atau pengalaman yang

menyenangkan adalah instrumental dalam

mengajarkan konsumen agar ia mengulangi

pembelian terhadap produk yang pernah dibelinya

(pernah memberikan kepuasan tersebut).

(6)

Percobaan Classical Conditioning

Seperti halnya teori classical conditioning yang dikembangkan dari hasil riset dengan binatang (anjing), teori operant conditioning pun

dikembangkan oleh B.F. Skinner dari hasil penelitian terhadap perilaku binantang kecil (tikus dan pigeon).

• Binatang tersebut dikurung di sebuah kandang, dan banyak bergerak di dalam kandang tersebut sampai ia menyentuh suatu gagang dan

menekannya. Ketika binatang tersebut menekan gagang, maka ia diberi makanan. Binatang percobaan tersebut terus berulang-ulang menekan gagang, kemudian diberi makanan. Binatang tersebut menyadari bahwa jika ia melakukan perilaku menekan gagang maka ia akan diberikan hadiah berupa makanan. Makanan ini adalah positive reinforcement (penguatan positif), yang akan mendorong bintang untuk melakukan perilaku

(7)

Seseorang mungkin berulang kali berganti merek pakaian, sampai ia menemukan merek pakaian yang cocok, kemudian ia akan

membeli ulang merek pakaian yang dianggap cocok tersebut.

Konsumen yang

melakukan hal tersebut telah melakukan

proses belakar

instrumental (operant

(8)

Operant Conditioning memiliki empat konsep penting

yang pertama adalah penguat (reinforce), yaitu

suatu rangsangan yang meningkatkan peluang

seseorang untuk mengulangi perilaku yang pernah

dilakukannya. Reinforcer terdiri atas positive

reinforcement dan negative reinforcement. Konsep

kedua adalah hukuman, ketiga adalah kepunahan,

dan keempat adalah shaping.

(9)

PENGUAT (REINFORCE)

Penguatan Positif (Positive Reinforcement)

Penguatan Positif adalah hal-hal positif (positive

outcome atau rewards atau positive

consequence) yang diterima konsumen karena

mengkonsumsi atau membeli suatu produk. Pengaruh dari positive reinforcement adalah meningkatkan kecenderungan seorang

konsumen untuk membeli ulang produk tersebut. • Contoh, pelayanan yang memuaskan dari Erha

Clinic akan mendorong seseorang untuk kembali lagi ke klinik kecantikan tersebut di kemudian hari.

(10)

Penguatan Negatif (Negative Reinforcement)

• Penguatan Negatif adalah hal-hal negative atau

sesuatu yang tidak menyenangkan (unpleasant atau

negatifve outcome/ rewards atau negative consequences) yang akan dirasakan konsumen

karena ia tidak mengkonsumsi atau membeli suatu produk atau jasa. Negative Reinforcement akan meningkatkan kecenderungan seorang konsumen untuk membeli produk/jasa tersebut untuk

menghilangkan negative reinforcement.

• Para pemasaran produk obat-obatan dan asuransi menggunakan konsep negative reinforcement dalam komunikasi pemasaran dengan cara membuat iklan dengan pesan rasa takut atau rasa khawatir (fear

appeal). Pada iklan obat Colling 5 digambarkan

betapa rasa sakit yang diderita akibat radang tenggorokan , dan merek obat yang diiklankan adalah solusi untuk menghilangkan rasa sakit tenggorokan tersebut.

(11)

HUKUMAN (PUNISHMENT)

Hukuman berbeda dengan negative reinforcement, hukuman adalah hal-hal negatif atau hal yang tidak menyenangkan yang diterima konsumen karena dia melakukan suatu perbuatan. Hukuman tersebsut akan mengurangi kecenderungan seorang konsumen untuk melakukan perbuatan itu lagi.

• Contoh, seseorang yang ditilang saat melanggar lalu-lintas. Tilang adalah hukuman, yang dikenakan kepada seseorang untuk tidak melakukan pelanggaran lagi.

(12)

KEPUNAHAN (EXTINCTION)

• Kembali ke contoh Erha Clinic. Setelah konsumen beberapa kali

berkunjung ke klinik tersbut, suatu kali ia mendapat pelayanan yang buruk atau mengecewakan dan ketidakpuasan. Hal itu menyebabkan konsumen mencari klinik alternative, jika ia mendapatkannya ia tidak lagi berpikir kembali ke Erha Clinic. Inilah yang disebut Kepunahan suatu produk atau jasa pada diri konsumen.

• Kepunahan muncul ketika konsumen menganggap bahwa stimulus (Erha Clinic) tidak dapat memberikan kepuasan yang diharapkannya. Pendeknya produk tersebut telah mengecewakan konsumen.

Kekecewaan menyebabkan dihentikannay pembelian produk, kepunahan berbeda dengan Terlupakan (forgetting).

(13)

Forgetting akan menyebabakan konsumen tidak lagi

membeli produk tersebut, namun alannya bukan karena kecewa terhadap produk tersebut. Suatu merek produk

mungkin hilang dalam benak konsumen, jika produk tersebut tidak diproduksi lagi sehingga konsumen tidak pernah

melihat produk dipasar, meliat iklannya dimanapun.

Konsumen akan semakin melupakan produk tersebut dan menggantikanya dengan produk lain.

(14)

• Misalnya, Dino adalah merek sansun deterjen yang pernah popular di Indonesia di tahun 70-an. Merek

tersebut sudah dilupakan orang karena tidak ada lagi dipasar dan tidak

diproduksi lagi, dan digantikan merek-merek lainnya.

Cara untuk menghindari forgetting

adalah produsen harus membuat

program komunikasi pemasaran secara teratur agar merek produknya

(15)

• SHAPING

• Pusat perbelanjaan seperti Mal Taman Anggrek, Puri Mal sering kali mengadakan keramaian

untukmenarik pengunjung dengan mendatangkan artis dengan berbagai kegaitan seperti konser

music, karnaval maupun pameran.

• Tujuannya agar banyak konsumen mendatangi Mal tersebut. Kehadiran konsumen di mal karena daya tarik keramaian bukanlah perilaku utama yang diharapkan oleh para pemilik toko. Tujuan akhir dari pemilik toko adalah agar konsumen tersebut mendatangi tokonya dan memberi barang

dagangannya. Inikah konsep Shaping. Konsumen diarakan untuk melakuakn suatu perikau

(mendatangi mal) sebelum di abisa melakukan perilaku yang diharapkan produsen.

(16)

Bentuk Penguatan

• Engel, Blackwell dan Miniar (1995) mengusukan dua bentuk

penguatan, yaitu product reinforcement dan nonproduct

reinforcement. Keduanya disebut sebagai reinforcement from

product consumption. Product reinforcement adalah produk yang

dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen, produk tersebut dengan sendirinya akan memberikan penguatan kepada konsumen apakah ia akan membeli ulang produk tersebut atau menghentikannya. Produk bisa memberikan penguatan posifitf atau negative.

• Contoh produk yang diberikan kepada konsumen akan memberikan

pengalaman konsumsi kepada konsumen, sehingga konsumen bisa merasakan penguatan positif dari produk tersebut. Pengalaman konsumsi bisa mempengaruhi konsumen dalam membeli produk tersebut di masa datang.

(17)

Penguatan Nonproduk

• Contoh, McDonald sering menyediakan hadiah mainan disetiap pembelian. Mainan atau hadiah bisa didapat jika membeli produk-produk McDonald lebih dulu.

(18)

Jadual Pemberian Penguatan

• Ada beberapa cara bagaimana penguatan diberikan kepada konsumen (Solomon, 2009 dan Peter dan Olson, 2010):

Fixed Interval Reinforcement • Penguatan diberikan pada waktu

teretentu secara rutin. Misalnya sebuah toko memberikan diskon di setiap awal semester sekolah. Atau Diskon akhir tahun.

(19)

Variable – Interval Reinforcement

• Penguatan diberikan pada interval waktu yang bervariasi. Misalnya sebuah toko memberikan diskon tiga kali setahun, namun kapan waktunya tidak ditetapkan secara periodik. • Fixed- Ratio Reinforcement (schedulle)

• Penguatan diberikan jika konsumen telahmelakukan respons (pembelian) dalam julam tertentu. Misalnya, restoran Bakmie GM memberikan kupon dengan stempel GM untuk setiap

(20)

Variable- Ratio Reinforcemet (schedulle)

• Pengauatan diberikan kepada konsumen jika telah melakukan sejumlah respons, namun

konsumen tidak mengetahui berapa jumlah respons yang diperlukan agar ia memperoleh penguatan. Misalnya sebuah produk memberikan hadiah

langsung di dalam kemasannya, tapi tidak setiap kemasan terdapat hadiah tersebut. Contohnya kopi Kapal Api.

(21)

Engel, Blackwell dan Miniard (1995) membagi

jadual pengautan ke dalam total

reinforcement dan partial reinforcement.

Total Reinforcement

Adalah penguatan yang diberikan kepada

konsumen yang melakukan respons yang

sesuai.

(22)

Partial Reinforcement

• Adalah penguatan yang diberikan tidak kepada setiap respons yang dilakukan konsumen.

Partial reinforcement bisa diberikan secara sistematik, misalnya penguatan diberikan kepada konsumen yang telah melakukan

pembelian sekali atau dua kali, atau membeli produk dalam jumlah tertentu. Kosep partial reinforcement sama dengan fixed ratio

reinforcement. Partial reinforcement bisa

diberikan secara random, misalnya pengautan diberikan kepada konsumen yang melakukan pembelian pertama sampai sepuluh, namun tidak diberikan kepada yang ke sebelas dan seterusnya.

(23)

OBSERVATIONAL LEARNING

(VICARIOUS LEARNING

)

Pada classical conditioning, perilaku konsumen sangat ditentukan

oleh kemampuan menyimpulkan berbagai stimulus yang mirip atau berbeda sehingga mempengaruhi perilakunya.

Sedangkan pada operant (instrumental conditioning), perilaku

konsumen sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diterimanya akibat perilaku sebelumnya.

• Metode ketiga dari proses belajar behavioral disebut sebagai

observational (vicarious) learning, adalah prose belajar yang dilakukan konsumen ketika ia mengamati tindakan dan perilaku

orang lain dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Konsumen meniru perilaku dari orang lain tersebut, sehingga dikenal sebagai

modeling. Konsumen mempelajari perilaku dengan mengamati

(24)

• Para konsumen memiliki alasan beragam mengapa ia meniru perilaku orang lain. Orang lain tersebut mungkin dianggap sebagai model yang dikagumi, memiliki kecantikan dan

kepandaian yang mengagumkan, memiliki kelas sosial yang tinggi dan sebagainya.

(25)

Pada Observational Learning para pemasar acapkali

menggunakan selebriti atau artis untuk mengiklankan produk mereka. Contoh Kopi Kapal Api menampilkan Iko Uwais dan Acha Septriasa.

• Peter dan Olson (2010) menyebutkan tiga penggunaan vocarious learning dalam strategi pemasaran, yaitu: • Mengembangkan Respons Baru

• Model bisa digunakan untuk memperkenalkan berbagai penggunaan produk-produk baru yang selama ini belum terpikirkan konsumen. Model tersebut akan memeragakan bagaimana produk tersebut digunakan, sehingga konsumen lebih cepat menerima produk tersebut.

(26)

• Mencegah Respons yang tidak Dikehendaki

• Tahun 2001, produk Ajinomot membuat heboh konsumen Indonesia

dengan isu haram. Akibat kasus tersebut, produsen memperbaiki proses produksinay sehingga membuat produk halal sesuai

ketentuan pemerintah. Untuk mempromosikan bahwa produknya sudah halal dan mencegah perilaku konsumen yang tidak

dihekendaki (memboikot), maka produsen menggunakan Deddy Mizwar sebagai bintang iklannya.

• Memfasilitasi Respons

• Konsumen mungkin telah mengenal suatu produk dan bagaimana

menggunakan produk tersebut, namun konsumen belum tertarik untuk membeli dan menggunakan produk. Model bisa digunakna untuk memperagakan produk, sehingga menjadi daya tarik

konsumen untuk bisa meniru model tersebut. Di sini model berfungsi sebagai fasilitator respons konsumen.

(27)

Terima Kasih

Dudi Hartono, S. Komp, M. Ikom [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil diskusi dengan pimpinan perpustakaan, ditemukan kendala bahwa sistem informasi pencarian yang ada saat ini tidak dapat memenuhi keinginan anggota

Pada konteks tindakan berdasarkan Hermeneutik Kritis Jurgen Habermas dalam buku The Theory of Communication Action, ada empat tindakan yang dibagi oleh Habermas

Risiko terkena fraktur tulang panggul pada perokok meningkat seiring dengan jumlah batang rokok yang mereka hisap, hal ini terjadi pada pria dan wanita, hasil pengukuran

Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia

Pembangkit sandi Walsh memiliki spesifikasi sebagai berikut: masukan pembangkit hanya berupa isyarat CLK yang dibagi sehingga menghasilkan sandi-sandi Walsh acuan;

"Sebuah nama yang cantik, secantik orangnya, gumam Suto Sinting dalam hati. la lupa bahwa suara batinnya bisa didengar oleh Citra Bisu. Tiba-tiba saja Citra Bisu tebaskan

Sehingga harus diutamakan bagaimana memilih peralatan sampling yang tepat untuk mendapatkan sampel tanah atau sampel lain akan berpengaruh pada ketepatan hasil analisa....

PERANAN KONSEP DIRI DAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK REMAJA YANG/. BERPRESTASI Dl