3
2.1 Profil Perusahaan2.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan
Pabrik rokok Cangkir Kopi mulai berdiri sejak tahun 2003, didirikan oleh bapak Eddy Juhono dengan menggunakan konsep home industri. Nama Cangkir Kopi sebagai nama perusahaan ini didapat berkat ide dari bapak yang biasa disapa Pak Eddy selaku pemilik (owner). Perusahaaan yang memperkerjakan 15 orang karyawan dan 186 orang pekerja pabrik ini memiliki izin tetap usaha industri nomor : 517/03/412.39/03 yang disahkan oleh kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Bojonegoro pada tanggal 26 Maret 2003 dangan nama PR. Cangkir Kopi, yang beralamatkan jalan Raya Kapas 24, Kelurahan Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Dengan bermodalkan kerja keras dan ketekunan pabrik rokok ini dapat bertahan (survive) sampai saat ini. Sekarang perusahaan ini mempunyai 4 (empat) buah mobil box dan 40 (empat puluh) buah sepeda motor.
2.1.2 Gambaran Produk/Jasa
Didalam pembuatan produk rokok maka sebuah perusahaan memerlukan bahan baku dan bahan pembantu
1. Bahan baku
Rokok merek Cangkir kopi didalam pembuatan produknya memerlukan bahan baku yang berkualitas sesuai dengan standar perusahaan.
Yang dimaksud bahan baku yang berkualitas dalam proses produksi sigaret
kretek tangan (SKT) ini adalalah tembakau dan cengkeh. Dimana untuk
membuat 500 batang rokok diperlukan 1 (satu) kilogram campuran tembakau
dan cengkeh. Tembakau yang diperlukan dalam pembuatan rokok merek
Cangkir Kopi disini adalah tembakau dari daerah Bojonegoro, Weleri,
Temanggung, Kasturi, Madura, Lombok, Karang jati, Ploso-Jombang,
Bringin, Pyton, Bondowoso. Sedangkan cengkeh yang dipergunakan
perusahaan adalah cengkeh persediaan atau stock lama yang berasal dari
Zanzibar, Manado. Sebagian lagi mengikuti peraturan pemerintah dengan membeli cengkeh di BPPC (Badan Pemasaran dan Penyangga Cengkeh), dengan ketentuan kandungan cengkeh untuk pabrik kelas kecil sebesar 0,20 gram/ batang rokok yang berarti 100 gram cengkeh untuk 500 batang rokok 2. Bahan Pembantu
Selain memerlukan bahan baku yang baik untuk menghasilkan rokok yang berkualitas dan bercita rasa nikmat, didalam pembuatannya Rokok merek Cangkir Kopi juga memerlukan bahan pembantu. Yang dimaksud bahan pembantu disini adalah
a. Saos dan alkohol
Campuran saos dan alkohol sebanyak 50 cc diperlukan oleh 1 kg tembakau.
b. Kertas Ambri
Kertas ambri digunakan untuk membungkus 1 (satu) batang rokok sehingga untuk satu bal SKT seperti Rokok Cangkir Kopi isi 10 diperlukan 2000 lembar kertas ambri, untuk rokok Cangkir Kopi isi 12 batang diperlukan 2400 lembar ambri.
c. Kertas Kaca dan Pita Merah
Kertas Kaca dan Pita Merah digunakan untuk membungkus 1 (satu) pak rokok, jadi untuk 1 (satu) bal produk SKT (rokok Cangkir Kopi) dibutuhkan 200 lembar kertas kaca.
d. Etiket
Merupakan kertas yang digunakan untuk menentukan identitas dari perusahaan yang bersangkutan. 1 (satu) bal dibutuhkan 200 lembar etiket.
e. Kertas Kraff
Digunakan sebagai pembungkus press dan bal. Untuk isi 10 dibutuhkan 10
lembar kertas kraff press dan untuk isi 12 dibutuhkan 20 lembar kertas
kraff press. Sedangkan kertas kraff ball diperlukan sebanyak 1 lembar.
Proses Produksi
Secara garis besar proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan rokok merek Cangkir Kopi melalui beberapa tahap, yaitu :
1) Bagian Pengolahan
Mula-mula tembakau yang terdiri dari jenis tembakau ( berasal dari berbagai dareah ) dirajang kemudian dibersihkan dulu dari debu-debu dan kotoran yang melekat agar mudah merata jika dicampur dengan bahan yang lainnya.
Cengkeh yang akan digunakan sebagai bahan campuran tembakau direndam dalam air, selama 6 (enam) jam kemudian airnya dibuang dan cengkehnya didiamkam selama semalam. Sesudah itu cengkeh dirajang kemudian dijemur sampai betul-betul menjadi kering, karena hal ini dapat menambah keharuman rokok dan juga menjaga agar rokok yang sudah jadi tidak mudah rusak.
2) Bagian Pencampuran
Dalam proses pencampuran sebelum tembakau diberi saos dan cengkeh, tembakau-tembaku tersebut dicampur sampai diperoleh campuran tembakau menurut jeni-jenis produksi yang sudah ditentukan. Kemudian tembakau- tembakau yang sudah dicampur tersebut diberi saos dengan komposisi tertentu terlebih dahulu dan didiamkan selama kurang lebih 2 (dua) hari. Baru setelah itu dicampur dengan cengkeh yang merupakan akhir dari proses pencampuran.
Semua tembakau yang sudah dicampur dengan saos dan cengkeh (tembakau stelan) kemudian didiamkan selama 2 (dua) sampai 3 (tiga) hari di dalam peti- peti besar baru kemudian tembakau ini siap dilinting.
3) Bagian Pelintingan
Tembakau stelan tersebut dibawa ke bagian penggilingan untuk dilinting
menjadi rokok. Setelah dilinting, rokok tersebut diserahkan ke bagian
pengguntingan yang tugasnya menggunting bagian ujung-ujung rokok yang
tidak rata. Hasil dari pelintingan yang sudah digunting rata itu, akan diperiksa
oleh bagian inspeksi untuk disortir apakah sudah baik atau masih ada bagian
yang rusak. Bagian inspeksi juga memeriksa bentuk rokok apakah ada yang
pecah atau cacat. Untuk rokok batangan yang cacat akan dibongkar (di
koncek) kembali, untuk selanjutnya diadakan pengolahan kembali. Sedangkan
untuk rokok yang sudah baik didinginkan selama kurang lebih 6 (enam) jam
kemudian didiamkan sselama 1 (satu) malam. Keesokkan harinya dikeringkan untuk menghilangkan uap air karena proses perbandingan dan untuk menjaga supaya rokok tersebut tidak mudah rusak serta tahan lama.
4) Bagian Pengepakan
Setelah lolos dari bagian inspeksi, rokok-rokok yang baik dikirim kebagian pengepakan. Tiap pak berisi 10 dan 12 batang dibungkus dengan kertas kaca dipanaskan dengan alat pemanas untuk melekatkan, dipasang karton berbentuk lidah, dan kemudian diberi etiket. Setelah itu dilekati dengan bandrol/pita cukai sesuai dengan harga masing-masing jenis rokok dan dibungkus lagi dengan kertas kaca dilekatkan dengan alat pemanas dan ditambah pita merah.
Proses pembuatan rokok diawasi oleh bagian produksi dan dilaporkan ke pak Eddy selaku direktur. Bahkan untuk setiap 1 (satu) batang rokokpun kualitasnya sangat diperhatikan. Selain itu rokok Cangkir Kopi juga diklaim sebagai rokok yang berbeda dibanding rokok yang lainnya dimana sesuai dengan slogannya, yaitu “Bukan Plesetan”. Dari slogan tersebut Rokok merek Cangkir Kopi berusaha memunculkan image bahwa rokok ini berbeda dengan rokok yang lainnya yang ada di pasaran dalam hal kemasan dan cita rasa.
Gambar 2.1. Proses Produksi Sumber : Intern Perusahaan
PENGOLAHAN
PENCAMPURAN
LINTING
GUNTING
PENGEPAKAN
Rokok Cangkir Kopi terdiri dari 2 kemasan, yaitu:
• Kemasan 1 pak isi 10 batang dengan harga di pasaran Rp.1600,- dan
• Kemasan 1 pak isi 12 batang dengan harga di pasaran Rp.1900,-.
Rokok Cangkir Kopi dapat dibeli dalam bentuk:
• Pak > 1 (satu) pak berisi 10 sampai dengan 12 batang rokok
• Slop > 1 slop berisi 10 pak rokok
• Bal > 1 bal berisi 20 slop rokok
• Karton > 1 karton berisi 4 bal rokok
Gambar 2.2. Rokok Cangkir Kopi isi 12
Gambar 2.3 Rokok Cangkir Kopi dalam Bentuk Slop
2.1.3 Stuktur Organisasi Perusahaan
Gambar 2.4 Skema Struktur Organisasi Perusahaan
1. Direktur Utama
Ada beberapa point dalam job description seorang Direktur Utama dalam struktur organisasi PR. Cangkir Kopi, yaitu :
• Mengawasi, mengontrol, dan mengatur kelangsungan operasional, produksi dan keuangan PR. Cangkir Kopi secara keseluruhan
• Decision maker paling akhir untuk sebuah keputusan
• Perencanaan tahunan yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan, seperti merencanakan kegiatan promosi dan advertising, peningkatan kualitas produk, mengadakan pembaharuan produk, membuat design untuk produk lama dan produk yang baru.
• Mengatur dan merencanakan keuangan dalam perusahaan
• Mengurus keluar masuk pekerja yang direkrut 2. Bagian Produksi
Ada beberapa point penting dalam job description bagian produksi dalam struktur oerganisasi PR. Cangkir Kopi, yaitu :
• Mengatur, mengawasi, dan mengontrol setiap kegiatan produksi PR.
Cangkir Kopi
• Memberikan pelatihan kepada pekerja pabrik yang baru masuk, dalam hal ini adalah buruh pabrik
Direktur Utama
Bagian Produksi
Bagian Keuangan
Bagian Customer Service
Sales
• Mengurus dan menjaga peralatan dan perlengkapan sebelum dan sesudah melakukan proses produksi
• Memberikan laporan kepada Direktur Utama mengenai proses produksi.
3. Bagian Keuangan
Ada beberapa point penting dalam job description bagian keuangan dalam struktur oerganisasi PR. Cangkir Kopi, yaitu:
• Memberikan laporan keuangan kepada Direktur Utama
• Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran dalam perusahaan 4. Bagian Customer Service
Ada beberapa point penting dalam job description bagian customer service dalam struktur oerganisasi PR. Cangkir Kopi, yaitu :
• Melayani permintaan barang dari pembeli dan distributor
• Mengatur dan mengawasi kegiatan sales
• Melayani kritik dan saran dari konsumen
2.2 Misi, Visi, dan Tujuan
2.2.1 Visi Perusahaan
Bapak Eddy selaku pemilik dan direktur perusahaan mengharapkan bahwa di masa yang akan datang, Rokok Cangkir Kopi diharapkan dapat lebih dikenal secara luas di masyarakat seluruh pulau Jawa dan luar pulau Jawa sebagai rokok yang laku di pasaran dan dikenal sebagai rokok yang mampu memenuhi keinginan konsumen, yaitu rokok yang bercita rasa khas dengan harga yang murah.
2.2.2 Misi Perusahaan
Saat ini rokok Cangkir Kopi sedang mempersiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksinya dan memperluas jalur distribusi, serta . Harapannya agar produknya dapat dibeli dan tersebar secara merata di seluruh wilayah pulau Jawa dan luar pulau.
2.2.3 Tujuan Perusahaan
Meningkatkan penjualan dan memperoleh keuntungan yang maksimal.
2.3 Analisa Nama Merek
2.3.1 Sejarah Merek
Nama Cangkir Kopi dipilih tanpa melalui pertimbangan yang rumit dimana merek ini dipilih hanya berdasarkan spontanitas dari pemilik perusahaan.
Dimana pada awalnya hanya berdasarkan kegemaran pemilik minum secangkir kopi sembil merokok, maka akhirnya dipilihlah nama Cangkir Kopi.
2.3.2 Arti Nama Merek
Nama Cangkir Kopi dipilih berdasarkan keseharian Pak Eddy sangat suka minum kopi sembil merokok di warung-warung kopi Bojonegoro bersama teman- temannya. Kemudian bapak Eddy terinspirasi oleh kejadian tersebut dan membuat pabrik rokok, dan Cangkir Kopi dipilih sebagai nama perusahaan dan sekaligus merek produk andalannya. Padahal penggunaan kata Kopi dan Cangkir ini tidak ada hubungannya dengan rokok.
Berdasarkan keterangan pemiliknya kata Cangkir Kopi dipilih berdasarkan pemikiran bahwa hampir semua orang yang merokok pasti suka minum kopi. Dan
“teman” yang paling cocok dan nikmat untuk minum kopi adalah merokok.
Pemilihan kata Cangkir Kopi ini juga didasarkan bahwa kata ini adalah kata yang sangat akrap ditelinga semua orang dan mudah dalam pelafalannya.
Jadi secara keseluruhan, pemilik berharap setiap orang yang minum kopi atau melihat cangkir akan selalu teringat akan rokok tersebut, Rokok Cangkir Kopi.
Menurut penulis, pemilihan nama produk rokok tersebut cukup baik,
kerena mengingat segmennya adalah kalangan bawah yang susah mengingat nama
produk yang rumit. Lagi pula secara umum kalangan bawah adalah kalangan yang
paling sering duduk-duduk atau ngopi di warung-warung atau di pingggir jalan
untuk sekedar santai dan bersenda gurau. Maka, dengan nama Cangkir Kopi akan
memudahkan produsen untuk mengkomunikasikan mereknya kepada masyarakat.
2.4 Strategi Merek Perusahaan
2.4.1 Strategi Manajemen Merek 2.4.1.1 Organisasi Perusahaan
Dalam segi perusahaan, pemilik sebagai direktur secara tidak langsung merangkap sebagai manajer rokok Cangkir Kopi, dimana dalam perusahaan ini tidak terdapat pembagian tugas yang jelas di antara bagian-bagiannya. Metode ini kurang efektif karena pemilik sebagai direktur akan sangat disibukkan dengan berbagai macam persoalan yang terjadi di dalam dan luar perusahaan, seperti bagian pemasaran dan pelayanan konsumen, meramu saos rokok, sampai dengan mencoba rokok semuanya dilakukan sendiri oleh bapak Eddy selaku direktur.
Ditambah lagi dengan cara pengambilan keputusan tungggal oleh Bapak Eddy sendiri. Hal inilah yang menyebabkan produktifitas perusahaan tidak optimal.
Menurut penulis, meeting pelu dilakukan karena melalui meeting pemimpin dapat memonitor kerja karyawannya dan seluruh pekerjanya ( pekerja pabrik/buruh linting). Meeting ini bisa dilakukan setiap hari ataupun sebulan sekali. Selain itu pemilik perusahaan (owner) harus menjalin hubungan yang baik dengan karyawan dan pekerja pabrik. Hal ini dimaksudkan agar karyawan tidak hanya tahu tentang visi dan misi perusahaan secara garis besar saja tetapi karyawan dan pekerja pabrik mengerti lebih dalam tentang begitu pentingnya ikatan emosional didalam perusahaan tersebut sehingga ada loyalitas yang baik antara karyawan dengan pemilik perusahaan (owner).
2.4.1.2 Pelayanan Konsumen
PR. Cangkir Kopi selaku produsan selalu bersedia untuk melayani keluhan-keluhan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Yang dimaksud menerima keluhan secara langsung di sini adalah perusahaan mau menerima kritik dan saran yang di sampaikan konsuman secara langsung dengan datang ke kantor perusahaan. Sadangkan yang dimaksud dengan menerima keluhan secara tidak langsung adalah dengan melalui telepon ataupu surat.
Perusahaan akan menampung semua kaluhan berupa kritik dan saran yang
disampaikan oleh konsumen, dan kemudian berusaha sebaik mungkin untuk
memperbaiki dan meningkatkan kualitas produknya. Metode ini kurang efektif
dan efisien, kerena bila suatu saat produk rokok Cangkir Kopi sudah mulai dikenal secara luas, hal ini akan menyulitkan pihak produsen apabila setiap kali ada komplian, konsumen datang secara langsung ke kantor. Dalam hal ini, penulis mengusulkan agar PR. Cangkir Kopi membuka layanan telepon Hotline yang terhubung secara langsung kabagian pelayanan konsumen. Layanan telepon Hotline ini juga berfungsi sebagai layanan pemesanan dari distributor-distributor yang ingin memesan barang. Pelayanan lewat telepon ini juga didukung oleh adanya armada berupa mobil box dan sepeda motor yang selalu siap beroperasi memenuhi kebutuhan konsumen. Selain itu layanan lewat mailbox juga sangat berguna.
2.4.1.3 Anggaran
PR. Cangkir Kopi sendiri tiap tahunnya mempunyai anggaran tetap untuk mengiklankan produk mereka. Anggaran tersebut kira-kira sebesar Rp.100.000.000,- sampai dengan Rp. 150.000.000,-. Saat ini anggaran perusahaan untuk iklan dipakai untuk pembuatan dan pemasangan spanduk dan umbul-umbul di daerah-daerah yang sudah ada distributornya, seperti di sepanjang jalan raya kapas bojonegoro dan lain-lainnya. Selain itu perusahaan juga membagikan sample rokok dan kaos yang bertuliskan merek rokok Cangkir Kopi kepada para distributor dan sales-salesnya. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih mengenal rokok merek Cangkir Kopi. Menurut penulis, metode diatas kurang mengena sasaran pasar. Dalam hal ini penulis mengusulkan agar pihak produsen menambah anggaran mereka untuk beriklan di media elektronik, yaitu radio.
Karena dengan melalui promosi-promosi lewat media-media ini pasti akan sangat
membantu meningkatkan brand awareness konsumen terhadap merek rokok
Cangkir Kopi di waktu yang akan datang.
2.4.1.4 Kebijakan (Policy)
Saat ini perusahaan sudah menerapkan beberapa kebijakan dalam menjalankan perusahaannya, kebijakan tersebut adalah:
• Kebijakan internal perusahaan:
Memberikan bonus kepada sales yang bisa menjualkan produk sesuai dengan target perusahaan, memberikan uang lembur bagi pekerja (buruh rokok), perusahaan menjamin kesehatan para pekerjanya dengan menyediakan 1 (gelas) susu kepada setiap pekerja pabrik supaya pekerjanya tidak keracunan selama bekerja, adanya peraturan dan tata-tertib bagi karyawan dan pekerja.
• Kebijakan eksternal perusahaan:
Membagikan baju berupa kaos yang bertuliskan dan berlogo Cangkir Kopi kepada distributor.
Menurut penulis, kebijakan yang dilakukan oleh PR. Cangkir Kopi sudah cukup baik. Walaupun ada beberapa hal yang dilupakan oleh perusahaan. Sangat baik jika perusahaan lebih memperhatikan kebijakan dalam perusahaan, dimana karyawan dan pekerja pabrik diwajibkan untuk memakai seragam yang sama. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan suasana kerja yang baik dan secara tidak langsung karyawan dan pekerja juga ikut berpartisipasi dalam mempromosikan merek Cangkir Kopi melalui seragam yang mereka pakai. Dan penulis mengusulkan agar perusahaan juga memperhatikan kelayakan seragam yang dipakai oleh karyawannya, dengan cara perusahaan membagikan minimal 3 jenis seragam per tahunnya untuk tiap karyawan dan pekerja pabrik agar tidak terlihat kusam. Hal lainnya adalah pembagian rokok merek cangkir kopi kepada karyawan yang merokok setiap harinya sebanyak 1 bungkus rokok per orang dan membagikan hadiah kepada keryawan dan pekerja pabrik pada waktu hari raya.
2.4.1.5 Kontinuitas
Sampai saat ini, perusahaan tetap fokus dalam mengembangkan rokok
Cangkir kopi sacara berkesinambungan, yaitu dengan tetap menjaga mutu /
kualitas produk dan terus melakukan inovasi. Merek Cangkir Kopi merupakan
merek andalan PR. Cangkir Kopi yang diklaim oleh pihak produsen sebagai rokok
yang murah dan berkualitas baik, sehingga harga dan mutu tetap terjamin.
Menurut penilis, PR. Cangkir Kopi sudah cukup baik dalam usahanya untuk mengembangkan merek ini. Bukti inovasi yang sudah dilakukan perusahaan adalah dengan memproduksi merek lain dangan differensiasi yang lain pula.
Sampai saat ini PR. Cangkir Kopi sudah memproduksi 3 (tiga) merek lain selain merek Cangkir Kopi. Ke-empat merek tersebut dikelola sacara langsung oleh pemilik.
2.4.1.6 Edukasi Merek
Didalam menjalankan edukasi merek, PR. Cangkir Kopi sampai sekarang kurang konsisten dalam mengkomunikasikan keunggulan produk mereka, hal ini terlihat dari spanduk, umbul-umbul, poster serta stikerbox di setiap armadanya, dimana penggunaan warna yang tidak sama dengan warna produk. Tatapi, beberapa hal sudah cukup baik karena perusahaan ini terus gencar mengkomunikasikan produk mereka kepada masyarakat dengan:
1. Melakukan advertising
• Melalui pemasangan spanduk di jalan kapas dan jalan diponegoro kabupaten Bojonegoro, propinsi Jawa timur; jalan Gajah Mada, jalan Pemuda kabupaten Tuban, propinsi Jawa timur
• Melalui pemasangan umbul-umbul di jalan kapas dan kabupaten Bojonegoro, propinsi Jawa timur; jalan Gajah Mada, kabupaten Tuban, propinsi Jawa timur
• Poster
Dipasang di tiang-tiang listrik pada jalan kapas kabupaten Bojonegoro, propinsi Jawa timur.
• Stikerbox
Dipasang di setiap armada beroda empat berupa 4 (empat) buah mobil box.
2. Promosi
Melalakukan kegiatan promosi, seperti : menjadi sponsor event-event berupa festival music dan lomba mancing dalam skala kecil.
PR. Cangkir Kopi tidak sama dengan produk lainnya yang sejenis kerena
bukan merupakan tiruan dari produk lain yang sudah sangat dikenal
masyarakat. Menurut penulis, edukasi merek Cangkir Kopi kurang baik karena perlu diperluas lagi dengan penambahan pemasangan iklan-iklan di billboard, dan radio serta pembagian sample rokok dan pembagian kaos. Hal ini berfungsi sebagai rangsangan buat konsumen untuk lebih mengenal produk Cangkir Kopi, dimana saat ini perusahaan rokok sudah sangat banyak dan menjamur, hal ini menyebabkan persaingan yang sangat ketat di bidang ini.
Gambar 2.5 Spanduk Cangkir Kopi
Gambar 2.6 Poster Rokok Cangkir Kopi
2.4.2 Strategi Positioning Merek
PR. Cangkir Kopi memposisikan produk andalannya rokok merek Cangkir Kopi dengan menggunakan strategi positioning berdasarkan harga murah, tetapi tidak menghilangkan unsur kualitas yang baik. Dari awal hingga sekarang rokok merek Cangkir Kopi selalu memperhatikan tentang kualitas, hal ini dapat dilihat dari penggunaan bahan baku yang bermutu, seperti bermacam-macam jenis tembakau dan juga cengkeh yang berkualitas. Semuanya diproses oleh ahlinya agar dapat diterima dan memenuhi keinginan konsumen.
2.4.3 Struktur Merek (Brand Architecture)
PR. Cangkir Kopi memiliki 4 (empat) merek yang diproduksi oleh perusahaan, yaitu:
1) Rokok merek Cangkir Kopi 2) Rokok merek Fantasi 3) Rokok merek Inter Special 4) Rokok merek Amanah
Perusahaaan ini menggunakan system multi-platform brands dalam struktur merek mereka, karena masing-masing brand ini memiliki segmen yang berbeda dan tidak saling terkait, maka penanganan, pengolahan, dan pemasarannya juga berbeda
Gambar 2.7 Skema multi-paltform brands
Keterangan skema :
Rokok Cangkir Kopi yang merupakan rokok kretek sebagai produk utama sekaligus menjadi produk andalan yang diproduksi oleh PR.Cangkir Kopi, setelah rokok Cangkir Kopi berkembang secara signifikan perusahaan memproduksi rokok Fantasi dan rokok Inter Special yang merupakan rokok kretek filter dengan harga dan kualitas yang sama. Setelah itu PR.Cangkir Kopi kembali memproduksi rokok kretek dengan harga yang lebih tinggi dan diberi merek
Cangkir Kopi Fantasi Inter special Amanah
Amanah. Perusahaan berharap merek ini mampu menarik konsumen segmen menengah.
Gambar 2.8 Rokok yang diproduksi PR.Cangkir Kopi
2.4.4 Kepribadian Merek (Brand Personality) a. Nama Merek : Rokok Cangkir Kopi
CANGKIR KOPI
Gambar 2.9 Merek Cangkir Kopi
b. Logo
Gambar Cangkir Kopi, dipilih karena menggambarkan kebiasaan sebagian besar orang Indonesia yang merokok sambil minum secangkir kopi.
Gambar 2.10 Logo Rokok Cangkir Kopi
c. Slogan
Rokok Cangkir Kopi mempunya slogan yang berbunyi “Bukan Plesetan”.
Yang dimaksud slogan ini adalah bahwa rokok Cangkir Kopi berani tampil beda dan tidak meniru rokok-rokok yang sudah ada di pasaran sebelumnya.
Menurut penulis dangan adanya slogan ini sangat membantu konsumen di dalam mengingat produk maupun merek produk Cangkir Kopi, apalagi saat ini merek rokok yang beredar di pasaran sangatlah banyak. Dengan pemilihan slogan yang menarik tentunya akan sengat membantu merek untuk lebih dikenal konsumen.
d. Style
Bentuk logo P.R Cangkir Kopi mulai tahun 2003 sampai sekarang belum
pernah mengalami perubahan. Menurut penulis bentuk logo rokok Cangkir
Kopi ini sudah cukup menarik, dengan pemilihan warna yang menarik dan
mencerminkan keinginan pemilik, yaitu merah karena mewakili keberanian
dari pemilik untuk membuat sesuatu yang berbeda dan warna hitam sebagai
cerminan dari unsur kenikmatan dari kopi, dalam hal ini melambangkan
bahwa rokok merek Cangkir Kopi nikmat. Kemudian secara keseluruhan logo
mencerminkan keinginan dari pemilik (owner), yaitu rokok sebagai teman
minum kopi.
e. Character
Karakter produk memperlihatkan keberanian, kesederhanaan, dan kenikmatan.
Dalam pemilihan warna cukup kuat, tetapi pemilik memilih warna dominan kuning dan merah tidak berdasarkan alasan dan maksud tertentu. Menurut penulis, warna yang sudah gunakan sudah cukup baik karena warna merah melambangkan perusahan berani tampil beda dan berani melakukan inovasi- inovasi untuk mengalahkan pesaingnya, sedangkan warna kuning memberi kesan bersahabat, semangat, kegembiraan, dan kenikmatan sehingga mempu menarik konsumen untuk mencoba. Oleh karena itu, pamilihan warna untuk suatu produk harus mencerminkan karakter yang ingin dibentuk oleh pemilik perusahaan.
f. Packaging
Bentuk kemasan rokok Cangkir Kopi sudah cukup memuaskan, karena kebanyakan kemasan rokok kretek menggunakan kemasan soft pack. Warna yang dipilih masih terlihat buram terutama pada warna kuning. Dalam hal ini penulis mengusulkan untuk merancang ulang struktur kemasan dan warnanya, agar terlihat lebih menarik dan memiliki karakter yang kuat.
g. Advertising
Rokok merek Cangkir Kopi mengiklankan produknya dengan memasang spanduk, stiker, dan umbul-umbul di sepanjang jalan yang menurut perusahaan merupakan tempat-tempat yang strategis. Menurut penulis, perusahaan harus segera melakukan peningkatan dan pembaharuan kegiatan advertising agar brand awareness nya meningkat.
h. Promotional Material
Rokok merek Cangkir Kopi mempromosikan produknya dengan mamasang spanduk, stiker, dan umbul-umbul di tempat berlangsungnya event-event yang dulunya tidak ada. Perusahaan juga memberikan promotional material secara cuma-cuma kepada konsumen dan distributor berupa stiker dan baju kaos bertuliskan dan berlogokan Cangkir Kopi.
• Promotions : PR. Cangkir Kopi melakukan kegiatan promosi dengan
mensponsori event-event berupa festival musik dan lomba mancing dalam
skala kecil. Menurut pemilik, walaupun kegiatan ini berskala kecil
tetapi, melalui kegiatan ini brand awareness konsumen terhadap produk Cangkir Kopi meningkat. Dan diharapkan kelak merek rokok Cangkir Kopi bisa menjadi top of mind dibenak konsumen. Menurut penulis, hal yang dilakukan oleh perusahaan sudah baik tetapi tetap harus dilakukan secara tarus menerus mengingat merek ini adalah merek yang baru berdiri dan tentunya harus mengena pada target yang dituju.
• Publicity : Tidak ada
Kesimpulan :
Produk ini secara keseluruhan menggambarkan keberanian dan kenikmatan dalam kesederhanaan yang dapat dilihat dari penggunaan nama merek, logo, warna, maupun bentuk kemasan (packaging). Dengan dilakukannya kegiatan promosi dan iklan yang terus-menerus akan meningkatkan brand awareness dari konsumen, dan tentunya tetap harus sesuai dengan segmen yang dituju.
2.4.5 Strategi Komunikasi Merek
Dari segi internal, setiap karyawan baru yang akan masuk selalu diberikan pelatihan dulu selama 1 bulan untuk karyawan dan 2 minggu untuk pekerja pabrik. Pelatihan dibuat dengan tujuan, yaitu agar perusahaan dapat melihat potensi, kemampuan, dan karakter dari karyawan dan pekerja pabrik yang baru masuk. Selain itu pelatihan ini juga membantu karyawan dan pekerja pabrik yang baru untuk lebih mengenal dan mengerti tentang produk-produk yang diproduksi perusahaan dan bisa menyesuaikan diri terhadap lingkungan kerjanya yang baru.
Menurut penulis nilai-nilai perusahaan juga sebaiknya ditanamkan dalam benak karyawan agar nilai-nilai tersebut dapat diserap oleh karyawan dan dijadikan pedoman kerja karyawan serta sekaligus menjadi cerminan dari perusahaan tempat dia bekerja. Hal ini akan memberikan respon yang positif di mata konsumen, serta meningkatkan brand awareness konsumen terhadap brand.
Secara eksternal. sampai saat ini perusahaan masih kurang
mengkomunikasikan merek-merek yang diproduksi kepada konsumen dan
masyarakat. Strategi pengkomunikasian merek kepada eksternal berupa
pemasangan umbul-umbul, spanduk, stiker, di jalan-jalan kemudian pembagian kaos dan stiker kepada distributor dan warung-warung kopi yang menjual rokok merek Cangkir Kopi, tetapi belum terlaksanakan dengan baik.
2.4.6 Audit Visual Merek
Dari segi warna, rokok merek Cangkir Kopi cukup konsisten dengan pemilihan warnanya, warna kuning sebagai warna dasar dan warna pada logo CK , yang mana warna orange memberi kesan bersahabat, kegembiraan, dan warna ini merupakan warna yang mampu mengundang ketertarikan dan minat dari konsumen. Warna merah sebagai warna tambahan dan sekaligus warna tulisan Cangkir Kopi, merupakan warna symbol keberanian dan semangat yang kuat dimana rokok ini barani tampil beda dan terus berusaha untuk maju. Untuk penulisan Logo dan tagline, Cangkir Kopi sudah konsisten dalam mempertahankan bentuknya, walaupun selama 3 tahun ini ada beberapa perubahan tetapi tetap konsisten pada bentuk awal. Untuk bentuk typography, tulisan 12 SIGARET KRETEK menggunakan bentuk tulisan Anal 15 pt, tulisan CANGKIR KOPI, menggunakan bentuk tulisan Basherville-Bold 16 pt, sedangkan tulisan CK, menggunakan bentuk tulisan Monotype Corsiva 92,32 pt.
Jadi, dilihat dari segi audit visual merek Cangkir kopi cukup konsisten, sehingga midah dikenali walaupun hanya berupa logo, warna, dan tulisannya.
2.5 Analisa SWOT
Strength (kekuatan)
• Harga yang relative murah.
Harga rokok Cangkir Kopi saat ini dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp.
1.600,- untuk isi 10 batang rokok dan Rp. 1.900,- untuk isi 12 batang rokok, harga ini lebih murah dibanding harga rokok lain di pasaran
• Menggunakan tembakau dan cengkeh pilihan sebagai bahan bakunya, hal ini
dapat dilihat dari banyak macam tembakau yang digunakan, sepeti tembakau
dari Bojonegoro, Weleri, Temanggung, Kasturi, Madura, Lombok, Karang
jati, Ploso-Jombang, Bringin, Pyton, Bondowoso
• Saat ini pemasarannya sudah menjangkau luar pulau, seperti Flores meliputi Ruteng, Ende, Maumere, dan Labuhan Bajo; Sulawesi meliputi Makasar dan Manado; dan Kalimantan meliputi Samarinda dan Balikpapan
• Saat ini rokok Cangkir Kopi sudah memiliki pelanggan setia (Loyal) / tetap dikalangan bawah, misalnya tukang becak, pedagang keliling, sopir angkutan , dan buruh bangunan.
• Dalam pembuatan rokok Cangkir Kopi selalu memperhatikan komposisi yang selalu sama sehingga cipta rasanya selalu terjaga, dibandingkan rokok-rokok kecil lain yang kadang kala komposisinya berubah sehingga cipta rasa rokokpun berubah-ubah pula
Weakness (Kelemahan)
• Kurangnya promosi dan iklan di media masa, dimana saat ini hanya menggunakan umbul-umbul, spanduk, dan pamphlet di tempat-tempat tertentu saja.
• Tidak meratanya jalur distribusi produk. Produk ini hanya dipasarkan di sebagian Jawa timur, sebagian Jawa tengah, sebagian Flores meliputi Ruteng, Ende, Maumere, dan Labuhan Bajo; sebagian Sulawesi meliputi Makasar dan Manado; dan sebagian Kalimantan meliputi Samarinda dan Balikpapan
• Kurang tenaga kerja yang professional, sehingga produksi menjadi terhambat.
Hal ini menyebabkan pemasokan rokok Cangkir Kopi di pasaran tidak lancar.
Jika memiliki tenaga professional yang cukup banyak maka produksi akan cepat.
• Semua ditangani sendiri oleh direktur yang adalah pak Eddy sendiri sehingga roko Cangkir Kopi susah untuk besar. Pekerjaan pemasaran sluruhnya, sebagian pekerjaan keuangan, sebagian pekerjaan produksi, semuanya dilakukan sendiri oleh pak Eddy.
Opportunity (Kesempatan)
• Sebesar 65% penduduk Indonesia adalah perokok dan sebesar 35%-37%
adalah perokok SKT (Sigaret Kretek Tangan).
• Indonesia memiliki tanah yang subur sehingga hasil buminya bagus dan berkualitas, begitu juga hasil bumi berupa tembakau dan cengkeh yang merupakan bahan baku dari industri rokok
• Peraturan Pemerintah yang tidak terlalu ketat dalam memberi izin usaha
• Belum adanya peraturan pemerintah yang melarang masyarakatnya untuk merokok di depan umum / di sembarang tempat.
Threat
• Persepsi masyarakat yang negative terhadap produk rokok murah. Masyarakat sering kali menganggap rokok murah adalah murahan dalam arti bahwa rokok itu adalah rokok yang tidak enak dan tidak mempunyai cita rasa yang nikmat.
• Banyaknya pesaing yang bergerak di segmen ini. Sampai saat ini sudah ada ratusan pabrik rokok yang berdiri di Indonesia baik itu pabrik rokok kecil, sedang, maupun besar.
• Merokok dapat merusak kesahatan. Sessuai standar kesehatan, merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.
• Bea Cukai untuk rokok yang tinggi
• Larangan untuk merokok di tempat umum. Peraturan ini mulai diberlakukan di
Jakarta tetapi dalam pelaksanaannya belum maksimal.
Analisa SWOT
Tabel 2.1 Analisa SWOT
STRENGTH WEAKNESS 1.Harga yang relative murah
2.Kualitas yang baik, kerena menggunakan bahan baku pilihan
3.Pemasaran menjangkau luar pulau
4. Memiliki pelanggan tetap 5.Memiliki komposisi yang sama disetiap produksinya
1.Kurang promosi dan iklan
2.Tidak meratanya jalur distribusi
3.Kurang tenaga kerja yang professional
4.Struktur organisasi yang konvensional
OPPORTUNITY S-O W-O
1.Banyak penduduk Indonesia yang merokok
2.Indonesia memiliki tanah yang subut, sehingga dapat
menghasilkan tembakau dan cengkeh yang berkualitas 3.Mudahnya mendapat izin membuat pabrik rokok
4.Belum adanya peraturan tegas pemerintah tentang larangan merokok di tempat umum
1.Meningkatkan kapasitas produksi
(S1, S2, S3, O1, O2) 2.Menambah
jalur pendistribusian produk (S1,S2,S3,S5,O1,O3,O4)
1.Meningkatkan promosi dan advertising
(W1, O1)
2.Menambah jalur pendistribusi produk (W1,W2, O1) 3.Pemerataan jalur Distribusi yang sudah ada (W2,O1,O4)
THREAT S-T W-T 1.Persepsi negative masyarakat
terhadap produk rokok murah 2.Banyak pesaing
3.Bea Cukai yang sangat tinggi 4.Merokok dapat merusak kesahatan
5.Larangan merokok di tempat umum
1.Me re-positioning ulang brand cangkir kopi di masyarakat
(S2, T1)
2.Mengadakan event-event yang diadalakan untuk menarik konsumen secara langsung (S3, S4, T2) 3.Mensponsori kegiatan- kegiatan yang behubungan dengan kesehatan dan sosial (T4, T5)
1.Mempublikasikan kaunggulan rokok cangkir kopi disbandingkan rokok sejenis yang lain
(W1, T1, T2,)
2.Restrukturing system organisasi perusahaan (W4,T1,T2)