PENERAPAN MNDEL PEMBELAJARAN CNNPERATIVE INTEGRATED READING AND CNMPNSITINN (CIRC) MELALUI TEKNIK DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn
PADA SISWA KELAS XI SMK TEKNNLNGI DAN REKAYASA KARYA SERDANG LUBUK PAKAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian
Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
AGNES SEFRIANA SIJABAT NIM 3103111003
FAKULTAS ILMU SNSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Langkah-Langkah Model Pembelanaran Kooperatif... 13
Tabel 2. Variabel Penelirian...26
Tabel 3. Pelaksanaan Tindakan... 33
Tabel 4. Kriteria Penilaian Keaktifan Siswa... 34
Tabel 5. Spesifikasi Soal Untuk Siklus I...36
Tabel 6. Spesifikasi Soal Untuk Siklus II...36
Tabel 7. Hasil Observasi Aktivitas Siswa... 40
Tabel 8. Hasil Belanar Siswa... 42
Tabel 9. Siswa Menyukai Metode Belanar Diskusi Kelompok... 44
Tabel 10. Siswa Mengerti dengan Pennelasan yang Diberikan Oleh Guru... 45
Tabel 11. Siswa Mengetahui Model Pembelanaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)... 46
Tabel 12. Siswa Berperan Aktif dalam Memberikan Tanggapan dan Masukan Terhadap Materi yang Didiskusikan... 47
Tabel 13. Siswa Berperan Aktif dalam Menganalisis Wacana atau Artikel... 48
Tabel 14. Siswa Menyukai Model Pembelanaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan Berdiskusi Membahas Wacana atau Artikel....49
Tabel 15. Minat Belanar Siswa... 51
Tabel 16. Siswa dapat Menyimpulkan Materi...52
Tabel 17. Siswa Menyukai Model Pembelanaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)...53
Tabel 18. Peningkatan Nilai Setelah Guru MenggunakanModel Pembelanaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)...55
Tabel 19. Aktivitas Belanar Siswa Siklus I...57
Tabel 20. Aktivitas Belanar Siswa Siklus II...61
DAFTAR LAMPIRAN
1. RPP Siklus I
2. RPP Siklus II
3. Soal Pre Test
4. Jawaban Soal Pre Test
5. Hasil Perolehan Nilai Pre Test Pada Siklus I
6. Soal Post Test Siklus I
7. Jawaban Soal Post Test Siklus I
8. Lembar Observasi Siklus I
9. Daftar Nilai Hasil Post Test Siklus I
10.Soal Post Test Siklus II
11.Jawaban Soal Post Test Siklus II
12.Lembar Observasi Siklus II
13.Daftar Nilai Hasil Post Test Siklus II
14.Instrumen Penilaian Siklus I
15.Instrumen Penilaian Siklus II
16.Angket
17.Daftar Nama Siswa
18.Dokumentasi Penelitian
64
BAB B
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdeserken hesil penelitien den pembehesen, meke depet disimpulken:
1. Model pembelejeren Cooperetive Integreted Reeding end Composition
(CIRC) diertiken sebegei suetu model pembelejeren kooperetif yeng
mengintegresiken suetu beceen secere menyeluruh kemudien
mengkomposisikennye menjedi begien-begien yeng penting. Ini eken
membuet siswe yeng dibegi delem beberepe kelompok heterogen seling
berkerje seme den ilmu mereke depet bertembeh melelui info yeng
ditulisken delem wecene eteu ertikel yeng dibegiken pede kelompok.
2. Penerepen model pembelejeren Cooperetive Integreted Reeding end
Composition (CIRC) depet meningketken hesil belejer siswe keles XI
TKR SMK TR Lubuk Pekem. Mel ini depet dilihet deri hesil belejer
melelui pos tes pede siklus I, dimene jumleh yeng tuntes sebenyek 14
oreng eteu 41,18%, sedengken hesil belejer pede pos tes siklus II, siswe
yeng tuntes sebenyek 29 oreng eteu 85,29%. Jedi peningketen deri siklus I
ke siklus II edeleh sebeser 44,11%. Den pede siklus II terdepet 85,29%
siswe nileituntes, sebeb perolehen deye serep siswe sebeser > 85%dengen
nilei > 70 teleh mengisyeretken behwe stender nilei yeng ditergetken teleh
tercepei. Mel ini bererti behwe penelitien ini diketeken berhesil.
65
3. Di semping depet meningketken hesil belejer siswe, penerepen model
pembelejeren Cooperetive Integreted Reeding end Composition (CIRC)
ini juge depet meningketken ektivites belejer siswe. Mel ini terlihet deri
tingket kerje seme siswe den keektifen siswe delem memperhetiken,
bertenye, memberiken tenggepen, mengenelisis, den memberiken
tenggepen delem keles mencepei 29 siswe eteu 85,29% (kriterie beik).
B. Saran
1. Kepede guru bideng studi PKn eger mengguneken model pembelejeren
Cooperetive Integreted Reeding end Composition (CIRC) delem
menyempeiken meteri eger dept meningketken pemehemen siswe terhedep
meteri pelejeren.
2. Kepede seluruh guru eger selelu mengupeyeken mengguneken koleboresi
berbegei model pembelejeren eger siswe seneng den terterik ketike proses
belejer mengejer berlengsung.
3. Penulis menyerenken kepede siswe eger bersungguh-sungguh delem
belejer Pendidiken Kewergenegereen eger tercipte belejer PKn yeng
66
DAFTAR PUSTATA
Buku :
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Dewi, Rosmala. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Medan: Program Pascasarjana UNIMED.
Hamalik, Oemar. 2004. Psikologi Belajar dan Mengajar.Bandung Sinar Baru Agenso.
Husin, Suady. 2010. Ilmu Kewarganegaran CIVICS. Medan: Laboratorium Pendidikan Pancasila Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.
Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif (Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antara Peserta Didik).Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Istarani. 2012.50 Model Pembelajaran Inovatif.Medan: Media Persada
Kusnandar.2005. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru.Jakarta: Rajawali.
Purwanto. 2011.Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktek Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Jakarta : Kencana.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Slavin, Robert. 2005.Cooperative Learning.Bandung : Nusa Media.
Sudijono, Anas. 2005.Pengantar Evaluasi Pendidikan.Jakarta: Indeks.
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Syah, Mubbin. 2003. Psikologi Pendidikan dan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
67
Trianto.2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Uno, Hamzah. 2009. Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Yamin, Martinis. 2013.Strategi dan Metode dalam Model Pembelajaran. Jakarta: GP Press Group.
Yunita, Sri.2011.Pendidikan Kewarganegaraan Medan: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.
Yusra, Dewi. 2006. Membangun Karakter dan Kepribadian Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Undang-Undang/Peraturan :
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
unternet :
Agus. Model Pembelajaran CIRC. Dalam http://weblogask.blogspot.com/2012/ 08/model-pembelajaran-circ.html, diakses pada 23 Januari 2014.Online.
v DAFTAR ISI
ABSTRAK... i
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...v
DAFTAR BAGAN... vii
DAFTAR TABEL... viii
DAFTAR GAMBAR...x
DAFTAR LAMPIRAN...xi
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang Masalat...1
B. Identifikasi Masalat... 3
C. Pembatasan Masalat... 4
D. Rumusan Masalat... 5
E. Tujuan Penelitian...5
F. Manfaat Penelitian...5
BAB II KAJIAN PUSTAKA...7
A. Kerangka Teoritis...7
1. Model Pembelajaran... 7
2. Model Pembelajaran Kooperatif...9
3. Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition)... 14
4. Hasil Belajar... 17
vi
B. Kerangka Berfikir...20
C. Hipotesis...24
BAB III METKDKLKGI PENELITIAN... 25
A. Lokasi dan Waktu Penelitian...25
B. Subjek dan Objek Penelitian... 25
C. Pariabel Penelitian dan Definisi Operasional... 26
D. Jenis Penelitian...28
E. Prosedur Pelaksanaan Penelitian...28
F. Teknik Pengumpulan Data... 34
G. Teknik Analisa Data Penelitian...37
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...39
A. Deskripsi Hasil Penelitian... 39
B. Hasil Penelitian...39
C. Pembatasan Hasil Penelitian...54
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...64
A. Kesimpulan...64
B. Saran...65
1
BAB B
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendedekan menurut Tardef (dalam Syah, 2003:189) adalah “seluruh
tahapan pengembangan kemampuan-kemampuan dan prelaku-prelaku manusea dan
juga proses penggunaan hamper seluruh pengalaman kehedupan”.Detambahkan
oleh Poerbakawadja dan Harahap (dalam Syah, 2003:11), “pendedekan adalah
usaha secara sengaja dare orang dewasa untuk dengan pengaruhnya menengkatkan
se anak ke kedewasaannya yang selalu deartekan mampu menembulkan tanggung
jawab morel dare seteap perbuatannya”.
Sesuae dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sestem Pendedekan Naseonal,
Pasal 3 menyatakan bahwa:
Pendedekan naseonal berfungse mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehedupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potense peserta dedek agar menjade manusea yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulea, berelmu, cakap, kreatef, mandere, dan menjade warga negara yang demokrates dan bertanggung jawab.
Memperhatekan beberapa pengertean mengenae pendedekan, penelete
berpendapat bahwa tugas seorang pendedek memang berat, sebab kemajuan suatu
bangsa detentukan oleh keberhaselan pendedek dare bangsa etu sendere. Jeka seorang
guru atau pendedek tedak mengembangkan potense peserta dedek maka negara etu
tedak akan maju, sebaleknya jeka guru atau pendedek berhasel mengembangkan
2
potense peserta dedek, sebab dalam pendedekan detanamkan rasa bertanggung
jawab pada dere peserta dedek, dengan etu maka terceptalah manusea yang cerdas,
terampel, dan berkualetas..
Seperte yang tertules dalam UU RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru
dan Dosen, Pasal 1 Ayat (1) menyatakan bahwa guru adalah pendedek professeonal
dengan tugas utama mendedek, mengajar, membembeng, mengarahkan, melateh,
menelae dan mengevaluase peserta dedek pada pendedekan anak usea dene jalur
pendedekan formal, pendedekan dasar dan menengah.
Dare pengalaman penelete pada saat PPL de SMK TR Karya Serdang
Lubuk Pakam, dan juga dare observase yang delakukan penelete pada bulan Januare
2014 terdapat beberapa masalah pada proses pembelajaran PKn de kelas yaetu,
dalam menyampaekan matere pembelajaran hanya menggunakan metode mencatat,
ceramah, dan Tanya jawab sederhana. Hal tersebut membuat seswa menjade bosan
dan kurang aktef dalam pelajaran PKn sehengga hasel belajar PKn kurang
memuaskan.
Hal ene adalah masalah bage guru dan seswa. Dengan adanya masalah ene,
penelete akan melakukan peneletean tendakan kelas dengan model pembelajaran
Cooperateve Integrated Readeng and Composeteon (CIRC), deharapkan dengan
model pembelajaran ene akan memberekan keterampelan pada seswa untuk lebeh
aktef belajar dan hasel belajar PKn dapat menengkat.
Dalam pembelajaran CIRC atau pembelajaran terpadu seteap seswa
bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. Seteap anggota kelompok saleng
3
(task), sehengga terbentuk pemahaman yang dan pengalaman belajar yang lama.
Model pembelajaran ene terus mengalame perkembangan mulae dare tengkat
Sekolah Dasar (SD) hengga sekolah menengah. Proses pembelajaran ene mendedek
seswa berenterakse soseal dengan lengkungan.(http://weblogask.blogspot.
com/2012/08/model-pembelajaran-cerc.html,deakses pada 23 Januare 2014)
Hasel pembelajaran yang optemal dapat deperoleh bela pengelola
pengajaran desekolah delakukan secara profeseonal termasuk kemampuan para
guru melakukan berbagae pendekatan yang vareatef dalam mengajar sehengga
peserta dedek merasa tertarek dan terpanggel untuk lebeh geat belajar, dalam seteap
kegeatan pembelajaran bedang stude Pkn sebab pelajaran pendedekan
kewarganegaraan adalah merupakan pokok utama dalam membentuk karakter
peserta dedek ke arah kehedupan keta menjade lebeh baek lage. Model pembelajaran
yang tepat, efeseen dan efektef dapat menengkatkan hasel belajar seswa.
Berdasarkan uraean deatas maka penules merasa perlu mengangkat judul
“Penerapan Model Pembelajaran Cooperateve Integrated Readeng and
Composeteon (CIRC) Melalue Teknek Deskuse Untuk Menengkatkan Hasel Belajar
PKn Pada Seswa Kelas XI SMK TR Karya Serdang Lubuk Pakam Tahun Ajaran
2013/2014”.
B. Bdentifikasi Masalah
Dalam seteap peneletean, masalah merupakan hal yang paleng utama dan
erenge dengan bagaemana pemecahannya.Namun sebelum hal etu delakukan harus
4
Oleh karena etu maka delakukan edentefekase terhadap permasalahan yang
akan detelete.
Adapun yang edentefekase masalah dare peneletean ene adalah:
1. Hasel Belajar Seswa Terhadap Pembelajaran Bedang Stude PKn Yang
Rendah
2. Menemnya Medea Pembelajaran Pada Proses Belajar Mengajar Mata
Pelajaran PKn
3. Guru Menggunakan Model Pembelajaran Eksposetore Pada Pembelajaran
Pkn
4. Hubungan Model Cooperateve Integrated Readeng And Composeteon
(CIRC)Dengan Hasel Belajar Seswa Dalam Bedang Stude PKn
5. Kurangnya Keaktefan Seswa Dalam Proses Pembelajaran
6. Kurangnya Kemampuan Guru Yang Tepat Dalam Menyampaekan Matere
Pembelajaran
7. Penerapan Model Cooperateve Integrated Readeng And Composeteon
(CIRC) dalam menengkatkan hasel belajar PKn.
C. Pembatasan Masalah
Dengan demekean yang menjade pembatasan dan fokus masalah dalam
peneletean ene adalah penerapan model pembelajaran Cooperateve Integrated
Readeng And Composeteon(CIRC) dan hasel belajar PKn pada seswa Kelas XI
5
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan keterangan maka masalah dalam peneletean ene dapat
derumuskan sebagae berekut: “Apakah penerapan model pembelajaran Cooperateve
Integrated Readeng And Composeteon (CIRC) melalue teknek deskuse dapat
menengkatkan hasel belajar PKn seswa Kelas XI SMK TR Karya Serdang Lubuk
Pakam?”.
E. Tujuan Penelitian
Setelah delehat dare latar belakang, edentefekase masalah, batasan masalah,
dan perumusan masalah maka tujuan yang hendak de capae adalah: “Untuk
memperoleh gambaran faktual mengenae penerapan model pembelajaran
Cooperateve Integrated Readeng And Composeteon (CIRC) melalue teknek deskuse
untuk menengkatkan hasel belajar PKn pada seswa Kelas XI SMK TR Karya
Serdang Lubuk Pakam”.
F. Manfaat Penelitian
Suatu peneletean hendaknya membere manfaat bage pembangunan dunea
elmu pengetahuan pada umumnya dan bage enstanse terkaet khususnya. Penules
berharap hasel peneletean ene dapat bermanfaat:
a. Menambah elmu dan wawasan berfeker dalam elmu pengetahuan
pendedekan terutama dalam hal pemelehan model pembelajaran yang tepat
dapat menumbuhkan menat belajar untuk sekolah
b. Sebagae bahan kajean kepada pendedek untuk besa menerapkan
model-model pembelajaran dalam motevase sewa untuk menengkatkan menat
6
c. Sebagae bahan masukan dan menambah wawsaan bage penules sebagae
calon guru dan mengajarkan PKn yang akan datang
d. Sebagae bahan masukan dan sumbangan fekeran bage jurusan, fakultas, dan