• Tidak ada hasil yang ditemukan

pembelajaran ips dengan pendekatan saintifik di smp negeri 1 sukoharjo.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "pembelajaran ips dengan pendekatan saintifik di smp negeri 1 sukoharjo."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

i

PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

DI SMP NEGERI 1 SUKOHARJO

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister Program Studi Pendidikan Sejarah

OLEH

MARIA SONTI SARAGIH

NIM S861408029

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)
(3)
(4)
(5)

v

MOTTO

Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

(Amsal 1:7)

Jangan tanyakan apa yang dapat diberikan negaramu kepadamu, Tetapi tanyakanlah apa yang dapat kamu berikan kepada negaramu

(John F. Kennedy)

“Jadilah ilmu padi”

(6)

PERSEMBAHAN

Dari relung hatiku yang terdalam………

Kupanjatkan syukur atas rahmat-Mu ya Tuhan

Yang telah memberikanku kebijaksanaan

karya kecil ku kupersembahkan untuk ayah, ibu, abang, kakak, dan adik-adikku tercinta serta seluruh keluarga besar dan teman-teman seperjuangan

(7)

vii

Kata Pengantar

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat bimbingan-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan tesis dengan ini judul “Pembelajaran IPS dengan Pendekatan Saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo” sebagai bagian dalam menyelesaikan pendidikan pada program pascasarjana pendidikan sejarah. Dalam penyusunan tesis ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan berbagai pihak, pada kesempatan ini secara khusus penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS Rektor Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan izin penyusunan tesis ini.

2. Bapak Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh pendidikan Program Magister Pendidikan Sejarah.

3. Bapak Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd Direktur Pascasarjana Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh pendidikan Program Magister Pendidikan Sejarah.

4. Ibu Prof. Dr. Sariyatun M.Pd, M.Hum ketua program studi pendidikan sejarah Program pascasarjana Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan motivasi dan bimbingan dalam penyusunan tesis ini. 5. Bapak Prof. Dr. Warto, M. Hum pembimbing pertama yang selalu

meluangkan waktu dalam membimbing, memberikan nasehat, saran, dan dukungan kepada penulis selama penyusunan tesis ini.

(8)

7. Ibu Dra Indah Dewi Murni, M.Pd kepala sekolah SMP Negeri 1 Sukoharjo yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

8. Ayahanda, Ibunda serta keluarga yang selalu mendukung penulis dalam doa, motivasi dan dukungan serta abang, kakak dan adik-adikku (Anton Saragih S.E, Melda Zhaya Saragih M.Pd, Wiono Saragih S.Pd dan Daniel Saragih.

9. Teman-teman Se-Almamater Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2014 secara khusus kaka Taty,kaka Angel, kaka Rosediana, mbak Tuta dan teman-teman yang tidak bisa disebutkan satu persatu terima kasih atas motivasi, dukungan, semangat, serta kerjasamanya.

Dalam penulisan tesis ini penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan segenap kerendahan hati penulis mengharap saran dan kritik yang bersifat membangun dari berbagai pihak untuk menyempurnakan tesis yang sederhana ini. Akhir kata penulis mohon maaf jika ada kesalahan dan kekhilafan.

Surakarta, Februari 2016

(9)

ix

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR ... 11

A. Kajian Pustaka ... 11

1. Pembelajaran IPS ... 11

2. Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013 ... 19

3. Teori Konstruktivisme dalam pembelajaran IPS ... 25

B. Penelitian Yang Relevan ... 27

C. Kerangka Berpikir ... 44

BAB III METODE PENELITIAN ... 47

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 47

B. Bentuk dan Strategi Penelitian ... 47

C. Data dan Sumber Data ... 49

D. Teknik Pengumpulan Data ... 51

E. Teknik Cuplikan ... 54

F. Validasi Data ... 55

(10)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 61

A. Deskripsi lokasi penelitian ... 61

B. Sajian data ... 69

1. Perencanaan Pembelajaran IPS Dengan Pendekatan Saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo ... 69

2. Pelaksanaan Pembelajaran IPS Dengan Pendekatan Saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo ... 76

3. Evaluasi Pembelajaran IPS Dengan Pendekatan Saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo ... 86

4. Kendala Pembelajaran IPS Dengan Pendekatan Saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo ... 92

C. Pokok-Pokok Temuan Penelitian ... 97

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 104

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ... 134

A. Kesimpulan ... 134

B. Implikasi ... 137

C. Saran ... 138

DAFTAR PUSTAKA ... 140

(11)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Tabel 2.3 : Keterampilan Dalam Pembelajan IPS Dengan Saintifik... 24

2. Tabel 4.1 : Pendidikan Guru di SMP Negeri 1 Sukoharjo ... 64

3. Tabel 4.2 : Struktur Kepemimpinan SMP Negeri 1 Sukoharjo... 65

4. Tabel 4.3 : Prestasi Guru SMP Negeri 1 Sukoharjo ... 65

5. Tabel 4.4 : Jumlah Siswa/I SMP Negeri 1 Sukoharjo ... 67

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Gambar 2.1 : Kerangka Berpikir Penelitian Pembelajaran IPS

Dengan Pendekatan Saintifik ... 46

2. Gambar 3.2 : Skema Triangulasi Sumber/Data ... 56

4. Gambar 3.3 : Skema Triangulasi Metode ... 57

(13)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

Lampiran 1 : Acuan Penelitian ... 146

Lampiran 2 : Daftar Informan ... 147

Lampiran 3 : Pedoman Wawancara ... 148

Lampiran 4 : Catatan Lapangan ... 151

Lampiran 5 : Panduan Observasi ... 177

Lampiran 6 : Perangkat Pembelajaran (Silabus dan RPP) ... 182

Lampiran 7 : Daftar Nilai ... 202

Lampiran 8 : Dokumentasi Penelitian ... 209

(14)

ABSTRAK

Maria Sonti Saragih.NIM:S861408029. 2014. Pembelajaran IPS Dengan

Pendekatan Saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo.TESIS Pembimbing I: Prof.

Dr. Warto, M.Hum. Pembimbing II: Prof. Dr. Hermanu Joebagio, M.Pd: Program Studi Pendidikan Sejarah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo; (2) mendeskripsikan proses pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo; (3) mendeskripsikan penilaian atau evaluasi pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo; (4) mendeskripsikan kendala atau hambatan pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik di SMP Negeri 1 Sukoharjo.

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukoharjo. Bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus tunggal terpancang. Sumber data terdiri dari informan, tempat dan peristiwa, arsip. Teknik penggumpulan data dilakukan melalui: wawancara mendalam, observasi, studi dokumen/arsip, teknik cuplikan (sampling). Validasi data dilakukan melalui trianggulasi, yaitu trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan yakni reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan/verifikasi.

Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) dalam membuat perencanaan pembelajaran, guru telah menyusun RPP dengan pendekatan saintifik yang dilaksanakan secara mandiri oleh guru melalui koordinasi MGMP; (2) proses pelaksanaan pembelajaran IPS dilaksanakan dengan pendekatan saintifik melalui observasi, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan menarik kesimpulan yang didukung oleh tiga teori belajar yaitu teori belajar Brunner, teori belajar Piaget dan teori belajar Vygotsky. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Hal tersebut dikarenakan model pembelajaran PBL merupakan model pembelajaran yang relevan dengan pendekatan saintifik, dan mendapat tanggapan positif dari guru dan peserta didik, sehingga berdampak positif terhadap pembelajaran yang bersifat student center; (3) teknik penilaian pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik yaitu tes dan non tes yang meliputi aspek kognitif yang dinilai melalui tes, aspek afektif dan psikomotorik dinilai melalui observasi yang dikaitkan dengan sistem penilaian saintifik yang meliputi penilain KI-1 (spiritual) dan KI-2 (sosial) yang dinilai melalui observasi, KI-3 (pengetahuan) dan KI-4 (keterampilan) yang dinilai melalui pengamatan dan tes: (4) kendala yang dihadapi dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik adalah minimnya sumber belajar, minimnya pemahaman guru tentang pembelajaran IPS dengan pendekatan saintifik, ketidaksesuaian antara silabus dengan buku siswa.

(15)

xv

ABSTRACT

Maria Sonti Saragih.S861408029. 2014. Learning Social Studies by Scientific

Approach in Junior High School Country 1 Sukoharjo. THESIS: Counsellor I: Prof. Dr. Warto, M.Hum, Counsellor II: Prof. Dr. Hermanu Joebagio, M.Pd. History Education Program, Postgraduate Program of Sebelas Maret University Surakarta.

This research aims to (1) describe the learning plan learning social studies by scientific in junior high school country 1 Sukoharjo; (2) describe the process of learning social studies by scientific in junior high school country 1 Sukoharjo; (3) describe the assessment of learning social studies by scientific in junior high school country 1 Sukoharjo; (4) describe the obstacle in process learning social studies by scientific in junior high school country 1 Sukoharjo.

This research is done in junior high school country 1 Sukoharjo. Research type is descriptive qualitative research with case study one and only research strategy rooted. The data source consists of informants, places and events, documents and archives. Technique of data used in – depth interviewing, observation, and archival documents or content. The validity of data used data triangulation, source triangulation and method of triangulation. Technique data analysis technique used interactive analysis in three phases, data reduction, data display and continuously with drawing conclusion (Verification).

The result of this research showed (1) in lesson teaching plan, teacher made learing by scientific approach include observing, questioning, experimenting, associating, experimenting device independently to pass the liberation subject teacher’s; (2) the process of learning social studies by scientific include observing, questioning, experimenting, associating, experimenting and to support by three learning theory is learning theory Brunner, learning theory Piaget and learning theory Vygotsky. Learning model Problem Based Learning (PBL) is learning model relation with scientific approach, make use of is Problem Based Learning (PBL) and get positive influence from teacher and student’s, so that to impact positive towards learning student center; (3) technique the assessment learning social studies by scientific is test and non test, aspect cognitive value with tes, aspect affective and aspect psychomotor value with observation and relation with scientific approach KI-1 assessment (religius) value to overload is observation, KI-2 assessment (social) value to overload is observation, KI-3 (cognitive) value to overload is test and KI-4 (skill) value to overload is test and observation. Technique of assessment test and non test; (4) the efforts to overcome obstacles skill value to overload is observation and test to perform, the teacher cannot maximal together and comprehension minim teacher in scientific approach, cannot to fit between syllabi with student book.

Keywords: Learning Social Studies, Scientific Approach, Junior High School

(16)

Referensi

Dokumen terkait

Setelah Perubahan Kedua pada 2000, keseluruhan materi ketentuan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, yang apabila digabung dengan berbagai

Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara etika bisnis Islam terhadap

Artikel terakhir yang dibawakan oleh Noer Endah Pracoyo., dkk berjudul “Daya Lindung Antibodi Anti Difteri Pada Anak Usia 1-14 Tahun (Hasil Analisis Lanjut Riskesdas 2007)”

(2) Dalam hal kegiatan salvage membutuhkan kecepatan bertindak yang disebabkan kecelakaan kapal yang dapat menggangu keselamatan pelayaran dan operasional pelabuhan,

Meskipun secara de facto JFC tidak me- nyebut apa yang dilakukan sebagai kurasi fashion , sudah barang tentu hal ini bukan persoalan krusial untuk diperdebatkan, karena inti

Mengajarkan bahwa dua Negara dapat menghasilkan dua jenis barang (atau lebih) yang sama namun setiap Negara mengajarkan proses produksi jenis-jenis barang tersebut dengan kinerja

Penanggulangan kejahatan pada dasarnya merupakan upaya yang dilakukan oleh pihak berwajib dalam meningkatkan keamanan, kenyamanan dalam masyarakat, seperti yang

(7) Pegawai yang melaksanakan tugas di luar kantor pada hari dan jam kerja dan tidak mendapat surat tugas melakukan perjalanan dinas dalam/luar kota yang karena satu dan