• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB lll METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB lll METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB lll

METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di lapangan persijam kota jambi pada tahun 2022, penelitian ini direncana akan dilaksanakan setelah selesai melakukan seminar proposal.

3.2 Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dalam penelitian ini terdapat satu kelompok eksperimen yang sengaja di beri perlakuan (Arikunto,2006:150).

Adapun rancangan penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest- postest yaitu satu kelompok yang diberikan perlakuan, tetapi sebelum perlakuan diberikan terlebih dahulu dilakukan tes awal (pretest),dan kemudian diakhiri perlakuan dilakukan lagi tes akhir (postest), seperti bagian dibawah ini:

3.1 Tabel Rancangan Penelitian Keterangan:

T1 : Pretest (tes awal) X : treatment (perlakuan) T2 : postest (tes akhir)

T2 X

T1

(2)

2 3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2006: 55) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untukdipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Sesuai dengan permasalahan yang ingin diteliti, maka dalam penelitian ini yang akan dijadikan populasi adalah para pemainSSB Kota Jambi berjumlah 15 orang.

3.3.2 Sampel

Sugiyono (2014:118) mengatakan bahwa “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik dimiliki oleh populasi tersebut”. Dalam penelitian ini sampelnya adalah para pemain SSB Kota Jambi U12-13.

Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling, dimana untuk menentukan jumlah sampel berdasarkan jumlah populasi pemain yang

berumur 12-13 tahun dari pemain SSB Kota Jambi yang berjumlah 15 orang.

3.4 Variabel Penelitian

Menurut wiratna (2014:86) menyatakan “variabel penelitian adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang diterapkan oleh penelitian untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, dan kemudian ditarik kesimpulannya”.

Dari keterangan di atas maka variabel yang diterapkan adalah:

1. Variabel bebas atau (X) Yaitu variasi latihan long pass 2. Variabel terikat atau (Y) Yaitu keterampilan long pass

(3)

3 3.5 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik,dalam arti lebih cermat,lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah (Arikunto:2006). Instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data keterampilan long passing. Adapun alat yang digunakan sebagai berikut:

NO Nama Alat Jumlah

1 Bola 3

2 Pluit 1

3 Cone 12

4 Alat Tulis (Buku Atau Pena )

3

5 Kamera 1

Tabel 3.2 Nama Alat-Alat Penelitian 3.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes keterampilan long passing. Tes yang dilakukan adalah long pasing menurut (danny mielke,2007:26) tes guna meningkatkan long passing yaitu mengukur apakah ada kemampuan keterampilan long passing dengan melalukan observasi atau penelitian pada saat peserta melakukan teknik long passing. Metode pengambilan data diawali dengan tes awal long passing.setelah itu dilakukan tindakan dengan memberikan latihan variasi

(4)

4

Tabel 3.3 lembar obsevasi Lembar observasi keterampilan long passing

Gambar Indikator Deskriptor Skor

Posisi kaki tumpu

1. kaki tumpu diletakkan di samping belakang bola 20-30 cm dan arah kaki tumpu membuat sudut 40

derajat dengan garis lurus arah bola.

2. lutut kaki tumpu

Sedikit ditekuk dan pada Waktu menendang lutut

diluruskan.

3. letak kaki tumpu sejajar dengan arah sasaran dan deket dengan

bola.

1

1

1

Kaki ayun 1. kaki ayun membentuk Sudut 90 derajat Dengan kaki tumpu.

2. kaki ayun ditarik Kebelakang dan Ditekukkan kemudian Kaki ayun di ayunkan Kedepan.

3. diayunkan ke arah

1

1

1

(5)

5

Keterangan :Skor 1 jika hanya 1 diskriptor yang muncul.

Perkenaan Bola

Punggung kaki.

1. perkenaan bola tepat Mengenai punggung Kaki.

2. bola melambung saat Ditendang.

3. kaki yang menendang Tepat mengenai

Dibawah tengah-tengah Bola.

1

1

1

Sikap badan

1. posisi badan

Dibelakang bola sedikit Tegak.

2. badan sedikit serong

Sekitar 40 cm dari garis lurus bola.

3. melakukan gerakan Lanjutan berlari kedepan.

1

1

1

Pandangan mata

1. tester melihat sasaran.

2. saat perkenaan bola Mata melihat bola dan Meneruskan pandangan Pada sasaran.

3. melakukan gerakan Lanjutan berlari Kedepan.

1 1

1

(6)

6

Tabel 3.3 Norma keterampilan Long Passing No Kelas interval hasil belajar

long passing

Kriteria

1 13-15 Sangat baik

2 10-12 Baik

3 7-9 Cukup

4 4-6 Kurang

5 0-3 Sangat kurang

3.6.1 Uji Validitas Instrumen

Berkaitan dengan pengujian validitas instrumen, menurut Ridwan, (2009:97) menjelaskan bahwa yang dimaksud validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. Jika instrument dikatakan valid berarti instrument dapat digunakan untuk mendapatkan data itu valid sehingga valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas dilakukan dengan cara validitas konstruksi melalui pembuatan kisi-kisi instrumen berdasarkan indikator-indikator yang diukur.

Peneliti menghitung validitas perbutir angket dengan menggunakan rumus Korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson dalam Arikunto (2010: 146) sebagai berikut:

  

   

 

N N

N

y x xy

y y

x2 x 2 2 2

Keterangan:

rxy : koefisien korelasi antara x dan y rxy N : Jumlah Subyek rxy =

(7)

7

X : Skor item Y : Skor total

∑X : Jumlah skor items ∑Y : Jumlah skor total

∑X2 : Jumlah kuadrat skor item ∑Y2 :Jumlah kuadrat skortotal ( Arikunto, 2010 : 146 )

Untuk mengetahui apakah angket yang digunakan valid atau tidak, maka rᵪᵧ yang telah diperoleh (rhitung) dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan taraf signifikan α 0,05.

Apabila rhitung> r tabel maka dikatakan valid dan apabila rhitung< r tabel maka dikatakan tidak valid.

3.6.2 Uji Realibilitas Instrumen

Reliabilitas adalah sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2010: 154 ). Pada penelitian ini untuk mencari reliabilitas instrumen menggunakan rumus alpha α, karena instrumen dalam penelitian ini berbentuk observasi yang skornya merupakan rentangan antara 1-0 dan uji validitas menggunakan item total, dimana untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya 1 dan 0, misalnya angket atau soal bentuk uraian maka menggunakan rumus alpha α:

Rumus :

α =



 

 

2

2

1 1 at ab k

k

Keterangan :

r₁₁ = Relibilitas instrumen k = jumlah item

Ʃαb² = Jumlah varians total

Ʃαt² = jumlah varians skor-skor tiap item

(8)

8

Dengan pedoman interprestasi derajat reliabilitas sebagai berikut:

0,81 – 1,00 = Sangat tinggi 0,61 – 0,80 = Tinggi 0,41 – 0,60 = cukup tinggi 0,21 – 0.40 = rendah

0,10 – 0,20 = Sangat rendah

Selanjutnya koefisien dikonsultasikan dengan nilai r tabel pada taraf signifikan α 0,05.

Apabila rhitung> rtabel, maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.

3.7 Teknik Analisis Data

Adapun uji Hipotesis yang dipergunakan adalah uji-t. Untuk menggunakan uji-t, terlebih dahulu populasi harus berdistribusi normal dan homogen maka tidak bisa dilakukan uji-t.

3.7.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk melihat apakah databerdistribusi normal atau tidak, di gunakan uji liliefors sebagai berikut :

a.Mencari skor baku dengan rumus

S X ZiXi

Keterangan : Zi = Skor baku X1 = Skor hasil

X = Rata-rata hasil

b. Untuk tiap bilangan baku ini, dan menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung peluang dengan rumus : = P(Z<Zi)

(9)

9

c. Menghitung proporsi Z1, Z2, ... Zn yang lebih kecil atau sama dengan Zi. Jika proporsi ini dinyatakan S (Zi), maka,

n

Z Z Z banyaknyaZ Z

S i  , ... ni

)

( 1 2

Keterangan : n = Jumlah siswa

d. Menghitung selisih F(Zi) – S (Zi) kemudian tentukan harga mutlaknya e. Ambil harga yang paling besar, sebutlah namanya L0

f. Membandingkan L0 dengan harga kritis L dalam tabel dengan α = 0,05

Jika L0< L berarti skor kemampuan keterampilan long pass berdistribusi normal dan sebaliknya Jika L0 > L berarti skor kemampuan keterampilan long pass tidak berdistribusi normal.

3.7.2 Uji Homogenitas Varians

Uji ini digunakan untuk melihat apakah kelompok mempunyai varians yang homogeny atau tidak. Menurut Sudjana, (2005:239) dijelakan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

𝐹 =

𝑆12

𝑆22

`

Keterangan:

𝑆12: Varians terbesar dari keterampilan long pass 𝑆22: Varians terkecil dari latihan variasi long pass

(10)

10 3.7.3 Uji Hipotesis

Menurut Arikunto (2006:306) Untuk menguji hipotesis digunakan uji statistik. Kesamaan dua rata-rata yang bertujuan untuk menentukan apakah hasil yang diperoleh dari latihan yang menggunakan pre-test dan post-test one group design, maka uji hipotesis yang digunakan uji t, pada taraf kepercayaan 95% atau α = 0,05 dengan menggunakan rumus :

Md

) 1 (

2

n n

x

d

Keterangan :

Md = Mean dari perbedaan pre tes dengan pos tes, (post test — pre test) Xd = Deviasi masing-masing subjek (d — Md)

∑X2d = Jumlah kuadrat deviasi N = Subjek pada sampel B = Ditentukan dengan N — 1

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif, artinya penelitian yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya hubungan

Populasi penelitian ini merupakan seluruh manajer perusahaan manufaktur skala besar dan sedang di kota Semarang yang berjumlah 278 perusahaan sedangkan yang

Ordinal.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja pemanen AFD.I PT Adimulia Agorolestari dengan jumlah 34 orang. Karena sedikitnya jumlah populasi, maka

Berangkat dari pendapat diatas, adapun yang dijadikan populasi sample dalam penelitian ini adalah santri jilid III yang berjumlah 26 santri. Alasan

Kemudian populasi target penelitian ini adalah seluruh lansia yang tinggal di Griya Lansia Santo Yosef Surabaya yang mengalami gangguan tidur yaitu berjumlah 60

BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1 Populasi Target Penderita talasemia beta mayor di Kabupaten Majalengka yang berjumlah 140 orang

Kerangka Kerja Populasi: rata-rata pasien post operasi laparatomi dalam 1 bulan yang berjumlah 34 orang Sampling: Purposive Sampling Sampel: 28 responden Mengobsevasi pelaksanaan

3.2 Kerangka Operasional POPULASI Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif yang ada di wilayah puskesmas kendalsari yang berjumlah 62 orang