• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DENGAN orientasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DENGAN orientasi "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis Vol.1, No.1, Juni 2016 : 61-70 ISSN 2527 - 7502

________ ____________ ____________ ____________ ___________ ____________ ____________ ____________ _________________ ____________ ____________ ____________ ___________ ____________ ____________ ____________ _____ ____________ ____________ ____________ ___________ ____ ____________ ____________ ____________ ___________ ______ ______ ______ ______ ______ ______ ______ ______ _____ ____________ ____________ ____________ ___________ _

HUBUNGAN

ORIENTASI

KEWI RAUSAHAAN

DENGAN

PERTUMBUHAN UMKM: PERAN ASPEK PERMODALAN DAN

PEMERINTAH SEBAGAI MODERATOR

Hanuna Shafar iah* , Edison , & Rio Mattajang

Fakultas Ekonomi Univer sitas Isl am Att ahir i yah *E-mail kor espondensi : nuna665.alhumam@gmail .com impr ovement t hr ough ent r epr eneur ship-orient ed behavi or.

Penelitian ini ditujukan untuk menguji hubungan or ientasi kew ir ausahaan dengan per tumbuhan UMKM dan per an faktor per modalan dan dukungan pemer intah sebagai moder ator . Sebanyak 90 UMKM di jadi kan sampel dan hipot esis diuji menggunakan r egr esi linier ber jenj ang. Hasil analisis member ikan kesimpulan bahw a or ientasi kew ir ausahaan memiliki hubungan posit if dan signifikan dengan per tumbuhan UMKM, namun per an faktor permodalan dan dukungan pemer intahan sebagai moder ator tidak t er dukung. Implik asi temuan i ni adalah pemer intah dan lembaga keuangan sebagai dua institusi perlu meningkatkan per annya untuk mendor ong pert umbuhan UMKM dar i sisi penyediaan infor masi, akses pasar , per modalan, dan pelatihan per lu sehingga dapat dijadik an acuan sebagai penentuan st r ategi pengembangan UMKM di masa depan. Dar i sisi pemilik usaha atau UMKM it u sendir i, penelitian i ni dapat dijadikan pedoman peningkatan kiner ja bisnis melalui perilaku yang ber or ientasi kew irausahaan.

(2)

1.

Pendahuluan

Str at egisnya per an UMKM dalam per ekonomian I ndonesia menyebabkan per lunya per hatian lebih besar dalam upaya meni ngkat kan ki ner ja UMKM. Sei r ing dengan ber lakunya masyakar at ekonomi ASEAN (MEA), sektor UMKM semaki n memi li ki tantangan sekaligus peluang dimana ter bukanya pasar yang l ebih besar untuk pr oduk-pr oduk yang di hasilkan. Bhasin dan Venkatar amany (2010) dalam peneliti annya member i kan sar an per baikan pada pengembangan UMKM di Indonesi a dar i sisi (1) akses ke pasar ; (2) akses ke t eknologi ; (3) akses ke pembi ayaan;

dan (4) akses ter hadap infor masi

.

Penel itian 5 (l ima) tahun ter akhir yang memusat kan per hatian pada per kembangan UMKM umumnya memasukkan konsep kewir ausahaan sebagai pendor ong ki ner ja usaha. Meski pun demi kian, hasil t emuan empir is belum memil iki kesepakat an mengenai konsep untuk mengukur or i entasi kewir ausahaan dan member i kan hasil yang ber beda pul a dalam kaitan antar a kewi r ausahaan dengan per tumbuhan UMKM. Egger s, dkk (2013) menemukan bahw a or ient asi wir ausaha (ent r epr eneur ial or ient ati on-EO) secar a positif ber kai tan dengan per t umbuhan UKM, tapi or ientasi pelanggan (cust omer ori ent at ion-CO) menunjukkan hubungan negat if dengan per tumbuhan. Selain itu, peneliti an ter sebut menunjukkan bahwa UKM t umbuh ji ka mer eka menunjukkan EO tinggi dan CO r endah. Hasil peneli tian yang r el at ive ber beda di t emukan oleh Blackbur n, Har t, dan Wainw r ight, (2013) yang menyi mpulkan bahwa ukur an dan umur usaha mendomi nasi kiner ja per usahaan dan lebih penting dar ipada str at egi dan kar akter ist ik kewi r ausahaan pemil ik. Ndubi si dan Ift ikhar , (2012) dal am penel itiannya ber hasil membukti kan bahw a ada hubungan langsung yang signifikan antar a kewir ausahaan, inovasi dan kualit as ki ner ja. Secar a khusus, tiga dimensi kewir ausahaan yai tu, pengambi lan r isiko, pr oaktif dan otonomi ber hubungan dengan i novasi dan ki ner ja. Inovasi secar a langsung ber hubungan dengan ki ner ja dan menengahi kewir ausahaan – ki ner ja dan ukur an per usahaan bukanlah fakt or kunci dalam menjel askan kontr i busi kewir ausahaan untuk inovasi dan kiner ja UKM. Hakala (2013) dalam r isetnya membuktikan bahw a pengar uh or ientasi kewir ausahaan ter hadap ki ner ja UKM di medi asi ol eh per il aku yang ber or ient asi bel ajar .

Beber apa st udi yang dilakukan di Indonesia mengenai or ientasi kewir ausahaan ( EO) ant ar a lain oleh Meutia (2013), Effendi et al., (2013), dan Kor r y et al ., (2013). Peneliti an Meutia (2013) membukt i kan bahwa ada pengar uh yang signi fikan kompet ensi sosi al kewir ausahaan pada jar ingan bi sni s. Sement ar a i tu, or ient asi kewir ausahaan ( EO) ti dak member ikan pengar uh pada j ar i ngan bi sni s, tapi mempengar uhi keunggulan kompeti tif UKM. Selain itu, juga ditemukan bahwa ada hubungan si gnifikan antar a jar ingan bisnis UKM dan kiner ja bisnis UKM. Meski demi ki an, peneliti an ini tidak menganalisis semua sektor industr i kr eatif dan peneliti an hanya dilakukan di Pr ovinsi Jawa Bar at yang menjadi salah satu industr i kr eati f utama selai n Yogyakar ta dan Bali di Indonesia. Effendi et al, (2013) yang juga mel akukan peneliti an di Indonesia menemukan bahw a or i entasi kewi r ausahaan (EO) ti dak memili ki pengar uh pada kiner ja usaha keci l. Per an pemer intah bel um ber pengar uh untuk memper kuat hubungan ant ar a or ientasi EO dan kiner ja bisnis, namun, EO mempengar uhi kompet ensi manajer ial. Sedangkan Kor r y etl, (2013) menemukan bahw a or i entasi wir ausaha dan kebijakan pemer intah ber pengar uh ter hadap kiner j a bi sni s.

(3)

kewi r ausahaan. Oleh kar enanya, peneliti an ini ber upaya memusat kan per hatian pada model pengukur an yang lebi h dapat diter ima dalam kont eks UMKM di Indonesia.

2.

Kajian Pustaka

Mi les dan Snow (1978, dalam Acar et al., 2013) per t ama kali memper kenal kan tipologi dar i ber bagai st r ategi or i ent asi, diantaranya adal ah or i ent asi pasar (mar ket or i ent at ion), or ient asi pr oduk (pr oduct or ient at ion), or ient asi pelanggan (cust omer or ient ation), or ientasi inovasi (innovat ion orient at i on), or ientasi hubungan (r el ati onship or ient ation) , or ientasi stakeholder (st akeholder or ient at ion) dan or ientasi inter aksi (int er action orient at ion).

Or ientasi kew ir ausahaan (ent r epr eneur ial ori ent at ion) mer upakan str ategi pr oses yang mendukung or ganissi dengan basi s keputusan kewir ausahaan dan aksi” (Rauch et al., 2009:762). Konsep ini selanjutnya dibagi menj adi beber apa per il aku seper ti inovasi (i novat iveness), kemauan untuk mengambil r esi ko (wil lingness to take r isks), pr oakti f (pr oactiveness), agr esifi tas per saiangan (compet itive aggr essiveness) dan otonomi (aut onomy) (Lumpki n and Dess, 1996; dalam Bolton dan Lane, 2012:220).

Hubungan ant ar a or ientasi kewir ausahaan dengan per tumbuhan maupun kiner ja bisnis sector usaha keci l dan menengah secar a i ntensif telah di teliti bai k di dal am maupun di luar neger i. Egger s et al., (2013:527) menyebut kan bahwa kewir ausahaan maupun or i ent asi kewir ausahaan masing-masi ng dipandang sebagai pendor ong per tumbuhan per usahaan, dan beber apa beber apa penuli s telah meneli ti dampak dar i or ientasi kewir ausahaan ter hadap kiner ja per usahaan dan telah menemukan bahwa or i ent asi kewi r ausahaan memili ki keter kait an dengan keber hasi lan per usahaan, ter ut ama dalam jangka panjang ( mi sal nya Becher er dan Maur er , 1997; Lumpki n dan Dess, 1996; Shepher d dan Wi kl und, 2005; Wi kl und, 1999, dal am Egger s et al., 2013:527) .

Sedangkan r i set-r iset ter kini mengenai hubungan antar a or i ent asi kewi rausahaan telah member ikan hasi l yang ber agam. Mi sal nya, Egger s et al ., (2013) menemukan bahwa or ient asi wir ausaha (ent r epr eneur ial or ient ati on-EO) secar a positif ber kai tan dengan per t umbuhan UKM, tapi or ientasi pelanggan (cust omer ori ent at ion-CO) menunjukkan hubungan negat if dengan per tumbuhan. Ndubisi dan Iftikhar , (2012) dalam penel itiannya ber hasil membukt i kan bahw a ada hubungan langsung yang signifikan antar a kewir ausahaan, i novasi dan kualitas kiner ja. Hakal a (2013) dalam r iset nya membukti kan bahwa pengar uh or ientasi kewi r ausahaan ter hadap kiner ja UKM di mediasi oleh per ilaku yang ber or i entasi belajar .

(4)

Tabel 1. Ti njauan Peneliti an sebelumnya maupun tidak langsung t er hadap kiner ja UKM. Ukur an per usahaan ti dak memili ki

Or ientasi kewir ausahaan ti dak ber pengar uh t er hadap kiner ja bi snis, dan per an pemer int ah ti dak memili ki efek pada hubungan or ientasi kewir ausahaan dengan kiner j a UKM 5 Hakala (2013) Or ientasi kewir ausahaan,

Or ientasi belajar , Ki ner ja

Ber dasar kan sur vei dar i usaha kecil dan menengah (UKM) di ut ar a-t imur Cina, ditemukan bahw a or ientasi kewir ausahaan ( EO) memil iki efek posi tif pada ki ner ja bisni s, dan kemampuan jar ingan (NC) dapat secar a signifi kan moder asi hubungan or ientasi kewir ausahaan dan kiner ja bi sni s. 7 Meutia (2013) Kompetensi social

wir ausaha, or i entasi wir ausaha, jar ingan dan kiner j a bi sni s

(5)

Gambar 1. Kerangka Konseptual

Hipotesis yang dikembangkan dar i ker angka pi ki r di atas adalah :

1. H1 : or ientasi kewir ausahaan ber hubungan positi f dengan per tumbujan UMKM

2. H2a-b : Faktor per modal an dan dukungan pemer i ntah mer upakan var iabel yang moder ator yang dapat meningkat kan pengar uh or ientasi kewir ausahaan ter hadap per tumbuhan UMKM.

3.

Metode Penelitian

3.1. Sampel Penelit ian

Popul asi penelit ian adalah selur uh UMKM di Kecamat an Tebet Jakar t a Selatan. Sebanyak 90 UMKM di jadi kan sampel ber dasar kan daftar yang dikeluar kan oleh Kel ur ahan pada masi ng-masing wilayah. Metode pengambi lan sampel adalah convenience yaitu sampel mudah, di mana r esponden di tentukan didasar kan pada kemudahan dan kesedi aan sampel menj adi r esponden peneliti an.

3.2.Pengukur an

Per tumbuhan UMKM diukur dengan t iga indikator meliput i per t umbuhan penjual an, pr ofit abil tas dan tenaga ker ja UMKM dalam per i ode waktu dua tahun ter akhir . Skala 3 titi k di gunakan yai tu (1) tidak ada peni ngkat an; (2) konstan; dan (3) ada peni ngkatan. Or i entasi kewir ausahaan di ukur ber dasar kan tiga indi kat or meli puti inovatif, pr o-akti f dan ber ani mengambil r isi ko (Chi a Chang et al., 2007). Masing-masi ng indikat or dikembangkan menjadi tiga it em per nyataan dengan menggunakan skala Li ker t 5 Poin (Sangat Tidak Setuj u s/ d Sangat Set uju). Per an pemer intah di maksudkan pr ogr am dan kebi jakan yang dir asakan oleh UMKM dal am bentuk per modalan, akses pasar , dan pelatihan yang dir asakan ol eh pemilik UMKM. Faktor per modalan ter dir i dar i empat pi lihan yai tu bank, koper asi, keluar ga dan modal sendi r i.

Setelah mengumpulkan dat a, di lakukan penguji an validit as dan r eliabili tas instr ument. Per t ama, dil akukan pengujian vali di tas str uktur menggunakan anali sis faktor dengan pendekat an anali si s komponen ut ama atau pr i ncipal component anal ysis ( PCA). Anali si s tahap per t ama di lakukan yang kemudi an mengelimi nasi 4 i tem yang memiliki koefisien bobot faktor < 0.50. Set el ah di lakukan per baikan diper oleh nil ai Kaiser -Meyer Ol kin (KMO) yang sudah memenuhi syar at yaitu sebesar 0.652 (> 0.50) dan sig 0.000 (si g < 0.05). Kemudian, dilakukan identifikasi komponen-komponen dar i faktor yang memili ki ni lai eigen l ebi h besar dar i satu. Hasil analisi s memper lihat kan nilai total var i ance explained sebesar 60.976 atau li ma it em yang di gunakan mampu menj elaskan konstr ak sebesar 60.97%.

Orientasi Kewirausahaan

Inovatif Proaktif

Pengambilan Risiko

Pertumbuhan UMKM

Penjualan Profitabilitas Tenaga Kerja

Faktor Permodalan Dukungan pemerintah

H1

(6)

Tahap selanjut nya adal ah melakukan uji validitas i tem dengan memper hati kan ni lai koefisien bobot faktor dar i hasi l r otasi. Hasil anali si s menunjukkan bahwa li ma it em yang di gunakan selur uhnya valid dan di kelompokkan menjadi dua faktor yai tu pengambilan r i si ko (r isk1 dan r isk2) dan inovatif pr oaktif (ino1, pr o1 dan pr o2). Tahap sel anjutnya adalah penguji an konsistensi inter nal menggunakan koefisi en Cr onbach Alpha (CA). Ber dasar ka hasil analisi s diper oleh ni lai CA sebesar 0.778 dan sudah memenuhi konsistensi inter nal yang bai k.

Tabel 2. Hasil Uji Validitas Str uktur

I tem Komponen KMO Tot al Var i ance

Cr onbach Alpha

1 2

r isk1 .163 .793 0.652 60.976 0.778

r isk2 .031 .848

ino1 .657 .319

pr o1 .707 .141

pr o2 .781 -.097 Sumber : di ol ah

3.3. Tekni k Anal isis

Analisis data dalam peneliti an i ni menggunakan pendekatan deskr iptif dan infer ensional . Statist ik deskr iptif digunakan untuk member i kan gambar an mengenai tingkat per tumbuhan, or ient asi kewi r ausahaan, peran at au dukungan pemer intah dan per bankan melalui fr ekuensi jawaban dan per sent asi . Anali sis infr er ensi al dal am peneliti an ini menggunakan r egr esi hier ar ki unt uk menguji pengar uh or ient asi kewi r ausahaan ter hadap per tumbuhan UMKM dengan menempat kan dukungan pemer intah dan per bankan sebagai pemoder asi . Persamaan r egr esi yang dianali sis ter di r i dar i 3 per samaan yaitu :

Model 1 : Growth = β0 + K1-2

Model 2 : Growth = β0 + K1-2 + β1EO + β2CAP + β3 GOV

Model 3 : Growth = β0 + K1-3 + β4 EO + β5 CAP + β6 GOV + β7 (EO*CAP) + β8 (EO*GOV)

dimana,

Gr ow th = per tumbuhan UMKM

K1-2 = var i abel kontr ol (jenis usaha dan l ama usaha) EO = or ientasi kewir ausahaan

CAP = bantuan per modalan dar i lembaga keuangan GOV = bantuan pemer i ntah

EO*CAP = var iabel inter aksi 1 EO*GOV = var iabel inter aksi 2

4.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

(7)

Tabel 3. Koefisien Det er mi nasi

Model R R Squar e

Adjust ed R Squar e

Std. Er r or of the Estimat e

1 .276a .076 .055 1.54798

2 .557b .310 .269 1.36156

3 .570c .325 .267 1.36279

Hasil di atas menunjukkan bahw a ter jadi peningkat an dar i model 1 ke model 2 yait u dar i adjusted R Squar e 0.055 menjadi 0.269. Model ketiga di bandingkan dengan model ke 2 mengalami penur unan yaitu dar i 0.269 menjadi 0.267.

Tabel 4. Uji ANOVA

Model

Sum of

Squar es df Mean Squar e F Sig.

1 Regr ession 17.127 2 8.563 3.574 .032a

Residual 208.473 87 2.396

Total 225.600 89

2 Regr ession 69.876 5 13.975 7.538 .000b

Residual 155.724 84 1.854

Total 225.600 89

3 Regr ession 73.309 7 10.473 5.639 .000c

Residual 152.291 82 1.857

Total 225.600 89

Pada model pert ama (hanya menempatkan jenis usaha dan lamanya usaha) ter lihat bahw a model signifik an (sig 0.032 < 0.05). Sedangkan pada model kedua, dengan menambahkan EO, CAP dan GOV model juga signi fikan (sig 0.000 < 0.05). Begitu pula dengan model 3 (dengan menambahk an dua var iabel inter aksi member ikan hasil bahw a model tetap signifik an (sig 0.000 < 0.05).

Pengujian hipotesis dapat dili hat pada Model 3 (Tabel 5). Ber dasar kan nilai t hitung diketahui bahw a var iabel EO sebagai pada efek utama signifikan yaitu EO dan CAP. Dengan demikian dapat dinyatakan bahw a Hipotesis 1 yang menyatakan bahw a EO ber pengaruh signifikan ter hadap per t umbuhan UMKM dapat diter ima. Faktor per modal an melalui lembaga keuangan juga ter bukti si gnifikan (t hitung 2.150) , sedangkan per an pemer int ah (GOV) ter bukti tidak signifikan (t hitung 1.121).

(8)

Tabel 5. Evaluasi Model Parsial

Model 1 Model 2 Model 3

β t β t β t

Control Var

Jeni s Usaha .233 2.231 .117 1.237 .106 1.105 Lama Usaha .115 1.102 -.001 -.010 .005 .053

Main Effect

EO (H1) .368 3.337 .282 2.202

CAP .274 2.746 .230 2.150

GOV .086 .906 .109 1.121

one-way interactions

EO*CAP (H2a) .162 1.305

EO*GOV (H2b) -.053 -.547

Sumber : diolah

5.

Keter batasan dan Agenda Penelitian Mendatang

Peneliti an ini memiliki keter batasan ber i kut. Per tama, peneliti an ini hanya menggunakan dat a

cr oss-sect ional, dan dengan demi ki an ti dak dapat menar ik kesimpulan yang kuat mengenai efek atau hubungan kausal antar var iabel . Desai n longitudinal akan mampu member ikan w awasan yang lebih besar ke dalam masalah ini.

Kedua, fokus penelit ian i ni pada wilayah yang ter batas sehingga temuan mungkin belum dapat digener alisasi. Keti ga, efek moder asi pada faktor per modalan dan bant uan pemer intah pada sektor UMKM tidak ber hasil dibuktikan. Ri set l anjutan disar ankan untuk melakukan pengujian ul ang, t er ut ama dengan mengambil sampel seimbang antar a UMKM yang memper oleh bant uan per modalan dar i per bankan/ lembaga keuangan for mal dengan bantuan modal dar i sumber infor mal .

6.

Kesimpulan

Ber dasar kan hasil peneliti an dapat di simpulkan, per tama, or ientasi kewir ausahaan ter bukti ber pengar uh signifi kan ter hadap per tumbuhan UMKM. Dengan demi kian semakin tinggi or ient asi kewi r ausahaan maka semaki n t inggi pula per tumbuhan UMKM dar i sisi penjualan, per kembangan usaha, dan laba. Peneliti an ini mendukung beber apa peneli tian sebelumnya Meutia (2013) dan Kor r y et al., (2013) yang menemukan efek positif ori entasi kewi r ausahaan ter hadap per tumbuhan UKM.

Kesimpulan kedua, faktor per modalan dan dukungan pemer i ntah tidak ter bukti sebagai moder ator , namun faktor per modalan ter bukti si gnifikan jika ditempat kan sebagai var iabel independen. Hal ini mengindi kasi kan bahw a faktor per modalan secar a l angsung dapat mempengar uhi per tumbuhan UMKM dan bukan sebagai pemoder at or . Hasil peneliti an i ni mendukung t emuan Effendi et al, (2013) yang menyimpulkan bahw a per an pemer intah belum ber pengar uh untuk memper kuat hubungan antar a or ientasi EO dan kiner ja bisnis.

(9)

peneliti an i ni dapat dijadikan pedoman peni ngkatan kiner ja bisnis melalui per ilaku yang ber or ientasi kewir ausahaan.

Daftar Pustaka

Acar , A.Z., Zehir , C., Ozgenel., N., & Ozsahi n, M. (2013). :The effects of customer and entr epr eneurial or ientati ons on i ndividual ser vice per for mance i n banking sect or ”, Pr ocedi a - Social and Behavi or al Sci ences 99 ( 2013 ) 526 – 535

Bhasin, B.B., Venkatar amany, S. (2010), "Global ization Of Entr epr eneur shi p: Poli cy Consi der ations For SME Development In I ndonesia". The Int er nat i onal Busi ness & Economics Resear ch Jour nal, 9.4 (Apr 2010), pp. 95-103

Bl ackbur n, R.A., Har t, M., & Wainw r ight, T. (2013) "Small business per for mance: business, str ategy and owner -manager char acter isti cs", Jour nal of Small Business and Enter pr ise Development, Vol. 20 Iss: 1, pp.8 – 27

Bolton, L.D., & Lane, M.D. (2012), "Individual entr epr eneur ial or ient ation: devel opment of a measur ement inst r ument", Educat i on + Tr aining, Vol. 54 Iss: 2/ 3, pp.219 – 233

Effendi, S., Hadiwi djojo, D., Soli mun., & Noer mijati . (2013), “The Effect Of Entr epr eneur ship Or i entation On The Smal l Business Per for mance With Gover nment Role As The Moder ator Var iabl e And Manager i al Competence As The Mediating Var i able On The Small Business of Appar el Industr y In Cipul ir Mar ket, South Jakar t a”. IOSR Jour nal of Business and Management (IOSR-JBM). Volume 8, I ssue 1 (Jan. - Feb. 2013), pp. 49-55

Egger s, F., Kr aus, S., Hughes., Lar away, S., & Snycer ski , (2013), “Implicati ons of customer and entr epr eneur ial or ientations for SME gr owth”. Management Deci sion, 51.3 (2013), pp. 524-546.

Gür büz, G. & Aykol , S. (2009) "Ent r epr eneur ial management, ent r epr eneur ial or i entati on and Tur kish small fir m gr owth", Management Resear ch News, Vol. 32 Iss: 4, pp.321 – 336

Hakal a, H., & Kohtamäki , M. (2011) "Configur ati ons of entr epr eneur ial- customer - and t echnology or ientati on: Differ ences in l ear ning and per for mance of softwar e companies", Inter national Jour nal of Entr epr eneur i al Behaviour & Resear ch, Vol. 17 Iss: 1, pp.64 – 81

Kor r y, I.N.S., Tr oena, E.F., Hadiwidjojo, D., & Noer mi jati., (2013). “The Role of Ent r epr eneur ial Or i entation i n Medi at ing the Effect of Or ganizational Cul tur e and Gover nment Pol icy towar d Busi ness Per formance (Case Study: Koper asi Uni t Desa in Bali Pr ovi nce). Inter national Jour nal of Busi ness and Commer ce, Vol. 2, No.12: Aug 2013. pp.29-42

Meuti a (2013). "Ent r epr eneur ial Social Compet ence and Ent r epr eneur ial Or ientation t o Buil d SME’s Business Networ k and Business Per for mance," Int er nat ional Jour nal of Soci al Science and Humanit y vol . 3, no. 4, pp. 381-385, pp.2013.

Miles, R.E. and Snow, C.C. (1978), Or gani zati onal Str ategy, Str uctur e and Pr ocess. McGr aw-Hill, New Yor k, NY, dikutip dar i Acar , A.Z., Zehir , C., Ozgenel., N., & Ozsahin, M. (2013). :The effects of cust omer and entr epr eneur ial or ientations on indi vi dual ser vice per for mance in banking sector ”, Pr ocedia - Soci al and Behavior al Sciences 99 ( 2013 ), pp. 526 – 535

Ndubisi, N.O., & Iftikhar , K. (2012) "Relati onshi p bet w een ent r epr eneur ship, i nnovati on and per for mance: Compar ing small and medium-size enter pr i ses", Jour nal of Resear ch in Mar keti ng and Entr epreneur ship, Vol. 14 Iss: 2, pp.214 – 236

Par k, Y.J., & Kim, S. W. (2010). An empi r ical model t o assess the i nfl uence of t he gover nment's r esear ch and development pr ogr am on Kor ean small and medi um enter pr ise (SME) per for mance. Asi an Jour nal on Quality11.3 (2010) : 288-302.

(10)

Jalali, M. J., & Ramayah, T. (2014) "Entr epr eneur i al or i entati on and per for mance: the i nter action effect of customer capital", Wor ld Jour nal of Entr epr eneur ship, Management and Sustainable Development, Vol. 10 Iss: 1, pp.48 – 68

Gambar

Tabel 1. Tinjauan Penelitian sebelumnya
Gambar 1. Kerangka Konseptual
Tabel 2. Hasil Uji Validitas Struktur
Tabel 3. Koefisien Determinasi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh permodalan terhadap hubungan antara jiwa kewirausahaan dengan efektivitas mengelola usaha, 2) Pengaruh permodalan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada member senam zumba di sanggar senam Nirmala, DF Fitness and Aerobic dan sanggar senam Noni Kusuma, dapat ditarik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh permodalan terhadap hubungan antara jiwa kewirausahaan dengan efektivitas mengelola usaha, 2) Pengaruh permodalan

Mereka yang memiliki jiwa berusaha, kultur lingkungan di masing- masing tempat, pendidikan dan permodalan adalah orang-orang yang mampu mengelola usaha, sehingga mereka dapat

Tanah yang ber asal dar i per tanaman lada yang mempunyai intensitas penyakit kategor i r ingan, per lakuan lengas tanah yang ter genang member ikan per sentase potongan daun

mempunyai sikap yang sangat posit if t erhadap pasien penyakit jiw a adalah 16 orang dengan. rent ang skor 153 -

Hasil penelitian memperlihatkan performa per- tumbuhan benih ikan lele (pertumbuhan rata-rata panjang dan bobot, laju pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan

Hasil penelitian memperlihatkan performa per- tumbuhan benih ikan lele (pertumbuhan rata-rata panjang dan bobot, laju pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan