Kehalalan produk dari Restoran atau Ruma

16 

Teks penuh

(1)

Tugas Akhir “Kehalalan produk dari sebuah restoran atau rumah makan”

Profil Responden

1. Nama : Muhammad Faisal

Tempat tanggal lahir : jakarta, 11 08 1998 (16)

Pekerjaan :Pelajar

Waktu wawancara : 12 menit

Pertanyaan Jawaban

Influencing Consumer Behaviors

1. Apakah jika anda makan di suatu rumah makan melihat kehalalan produknya?

Tidak juga.

2. Apakah anda menanyakan kepada pemilik atau pelayan rumah makan bahwa produknya halal atau tidak?

Tidak pernah. Hanya makan saja.

3. Apakah anda selalu berkunjung ke rumah makan yang bertuliskan halal?

Tidak selama ini.

4. Jika iya, mengapa anda selalu

mempertimbangkan untuk makan di rumah makan yang bertuliskan halal?

-5. Apa yang anda lakukan jika di rumah makan tersebut tidak ada tulisan halal?

Biasa aja, karena tidak memperhatikan ada tulisan halalnya.

6. Jika didapatkan (contoh Hokben) ada suatu restoran pernah terkena isu bahwa produknya tidak halal, apa yang anda lakukan? Tetap makan atau tidak akan makan lagi walaupun sudah di konfirmasi jika isu tersebut salah?

Tetap makan kalau isunya udah

dicabut.

7. Seberapa penting kehalalan suatu produk dari rumah makan bagi anda?

(2)

8. Apakah anda pernah berkunjung ke rumah makan bersama teman, namun rumah makan tersebut tidak ada bertuliskan halal? Apakah anda tetap makan bersama teman atau meminta berganti rumah makan atau tidak memesan makanan apa pun di rumah makan tersebut?

Pernah. Tapi tetap makan saja sama

temen.

9. Apakah anda memiliki restoran favorit yang berlabel halal?

kfc, ayam penyet penggilingan. Mie jupe (juara pedas)

10. Seberapa sering anda mengunjungi restoran tersebut?

tidak terlalu sering. Kira kira sebulan

sekali

11. Biasanya mengunjungi restoran bersama kelurga,teman atau sendiri?

Teman.

12. Apakah anda tipe orang yang

merekomendasikan sesuatu ke orang lain seperti rumah makan enak yang berlabel halal?

Suka merekomendasikan tapi jarang jarang juga.

Cultural and Cross-Cultural Influences

1. Banyaknya muslim di Indonesia, seberapa penting restoran mencantumkan label halal di produknya?

Tidak terlalu penting, karena saya sendiri jika makan tidak terlalu memperhatikan ada label halal direstoran.

2. Apakah budaya dapat mempengaruhi konsumsi produk halal?

Tidak tahu. Kayanya pengaruh

3. Perlukah suatu restoran internasional melabelkan produknya halal di Indonesia?

Perlu dan Penting.

(3)

restorannya

Sub-Culture and Social Class

1. Apakah label halal hanya di perlukan untuk agama islam saja? Jika iya, mengapa demikian?

Iya. Karena islam memiliki hukum untuk mengkonsumsi produk halal

2. Apakah agama lain tidak memerlukan pertimbangan label halal suatu rumah makan?

Tidak . Karena hukum agama lain tidak ada konsumsi makanan halal

3. Apakah hanya dari sisi agama saja label halal di perlukan? Apakah ada pengaruh dari ras suku bangsa atau keadaan geografis yang membuat suatu produk itu halal?

Tidak tahu. Karena tidak memiliki teman yang beda suku.

4. Segmentasi konsumen seperti apa yang mengharuskan suatu restoran memiliki label halal?

Mungkin orang yang agamanya kuat, mungkin kaya habib dan sebagainya.

5. Dalam masyarakat terdapat kelas kelas sosial apakah dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih restoran dengan produk halal?

Saya tidak tahu. Ya mungkin

mempengaruhi, Karena kelas sosial tinggi lebih memiliki kemampuan untuk beli makanan mahal sehingga tidak terlalu peduli dengan halal atau tidak.

6. Apakah pekerjaan dan pendapatan dapat mempengaruhi konsumen memilih restoran yang berlabel halal? Jika iya, mengapa demikian?

Tidak terlalu. Karena makan ya makan aja nggak peduli kerja dan gajinya berapa.

2. Nama : Dita Rania

(4)

Pekerjaan : karyawan swasta

Pertanyaan Jawaban

Influencing Consumer Behaviors

13. Apakah jika anda makan di suatu rumah makan melihat kehalalan produknya?

Tidak terlalu.

14. Apakah anda menanyakan kepada pemilik atau pelayan rumah makan bahwa produknya halal atau tidak?

Tidak pernah. Karena kaalu dari produknta

kita tahu halal. Kalo prosesnya tidak tahu halal atau tidak.

15. Apakah anda selalu berkunjung ke rumah makan yang bertuliskan halal?

Tidak. tergantung lokasi makannya dimana.

16. Jika iya, mengapa anda selalu

mempertimbangkan untuk makan di rumah makan yang bertuliskan halal?

Jika pergi ke luar indonesia sepeti waktu saya ke korea baru melihat restoran yang ada tulisan halalnya. Jika masih di Indonesia tidak.

17. Apa yang anda lakukan jika di rumah makan tersebut tidak ada tulisan halal?

Tetap makan. Lihat pesanannya lagi apakah memang bisa dibilang halal atau tidak. seperti pesan ayam kan masih boleh.

18. Jika didapatkan (contoh Hokben) ada suatu restoran pernah terkena isu bahwa produknya tidak halal, apa yang anda lakukan? Tetap makan atau tidak akan makan lagi walaupun sudah di konfirmasi jika isu tersebut salah?

Tetap makan jika isunya sudah dicabut

dan dikonfirmasi jika produknya

memang halal

19. Seberapa penting kehalalan suatu produk dari rumah makan bagi anda?

Kalau di Indonesia menurut saya tidak

penting penting banget. Karena

banyak orang muslim juga di Indonesia

sehingga pengelolaan dan daging yang

digunakan juga insya allah halal.

20. Apakah anda pernah berkunjung ke rumah makan bersama teman, namun rumah makan tersebut tidak ada bertuliskan halal? Apakah anda tetap makan bersama teman atau meminta berganti rumah makan atau tidak memesan makanan apa pun di rumah

(5)

makan tersebut?

21. Apakah anda memiliki restoran favorit yang berlabel halal?

Kfc . Orgon tiga.

22. Seberapa sering anda mengunjungi restoran tersebut?

Habis gajian. Sebulan dua kali

23. Biasanya mengunjungi restoran bersama kelurga,teman atau sendiri?

Teman dan pacar.

24. Apakah anda tipe orang yang

merekomendasikan sesuatu ke orang lain seperti rumah makan enak yang berlabel halal?

Rekomendasi kalo enak. Walaupun nggak ada tulisan /label halal

Cultural and Cross-Cultural Influences

5. Banyaknya muslim di Indonesia, seberapa penting restoran mencantumkan label halal di produknya?

Tidak terlalu penting. Kecuali kita pergi ke negara lain. Kalo orang indonesia yang buat kita tahu produknya halal.

6. Apakah budaya dapat mempengaruhi konsumsi produk halal?

Sepertinya pengaruh. Tapi budaya yang agamanya islam setahu saya yang bisa pengaruh makanan halal.

7. Perlukah suatu restoran internasional melabelkan produknya halal di Indonesia?

Sangat perlu.

8. Jika perlu, mengapa hal demikian? Karena mayoritas penduduk Indonesia muslim jadi perlu buat cantumin label. Agar tidak salah makan.

Sub-Culture and Social Class

7. Apakah label halal hanya di perlukan untuk agama islam saja? Jika iya, mengapa demikian?

Iya, karena yang memiliki dasar hukum untuk mengkonsumsi produk halal.

8. Apakah agama lain tidak memerlukan pertimbangan label halal suatu rumah makan?

Tidak kayanya. Beda aturannya mereka kan nggak ada hukumnya.

(6)

label halal di perlukan? Apakah ada pengaruh dari ras suku bangsa atau keadaan geografis yang membuat suatu produk itu halal?

beda. tapi syariat agama dimana mana kan sama. sehingga saya kira ras tidak pengaruh produk halal. Karena jika orang islam pasti tahu produk harus halal walaupun rasnya beda.

10. Segmentasi konsumen seperti apa yang mengharuskan suatu restoran memiliki label halal?

Orang yang benar benar paham agama, ilmu agamanya kuat.

11. Dalam masyarakat terdapat kelas kelas sosial apakah dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih restoran dengan produk halal?

Tergantung. Jika kelas sosial tinggi dan orangnya agamis maka lebih memilih untuk restoran dengan produk halal.

12. Apakah pekerjaan dan pendapatan dapat mempengaruhi konsumen memilih restoran yang berlabel halal? Jika iya, mengapa demikian?

Tidak pengaruh. Kembali lagi ke ilmu agamanya. Mau pekerjaan apa dan pendatannya berapa jika ilmu agamanya tidak terlalu dalam. Makan di restoran halal atau tidak, tidak terlalu pengaruh

3. Nama : Zeni Zulfikar

Tempat tanggal lahir : Jakarta 4 juli 1991 (24)

Pekerjaan : Karyawan

(7)

Influencing Consumer Behaviors

25. Apakah jika anda makan di suatu rumah makan melihat kehalalan produknya?

Iya.

26. Apakah anda menanyakan kepada pemilik atau pelayan rumah makan bahwa produknya halal atau tidak?

jika tidak ada label halal. Langsung balik dan tidak jadi makan.

27. Apakah anda selalu berkunjung ke rumah makan yang bertuliskan halal?

Iya.

28. Jika iya, mengapa anda selalu

mempertimbangkan untuk makan di rumah makan yang bertuliskan halal?

Tuntutan agama.

29. Apa yang anda lakukan jika di rumah makan tersebut tidak ada tulisan halal?

Balik lagi ke rumah kemudian cari restoran yang bertuliskan halal.

30. Jika didapatkan (contoh Hokben) ada suatu restoran pernah terkena isu bahwa produknya tidak halal, apa yang anda lakukan? Tetap makan atau tidak akan makan lagi walaupun sudah di konfirmasi jika isu tersebut salah?

Tidak . tetap tidak akan balik ke restoran tersebut.

31. Seberapa penting kehalalan suatu produk dari rumah makan bagi anda?

penting. Karena agama saya yang

mengajarkan untuk mengkonsumsi produk yang halal.

32. Apakah anda pernah berkunjung ke rumah makan bersama teman, namun rumah makan tersebut tidak ada bertuliskan halal? Apakah anda tetap makan bersama teman atau meminta berganti rumah makan atau tidak memesan makanan apa pun di rumah makan tersebut?

Tidak melanjutkan makan dengan teman. Balik ke rumah.

33. Apakah anda memiliki restoran favorit yang berlabel halal?

(8)

34. Seberapa sering anda mengunjungi restoran tersebut?

Sebulan minimal tiga kali.

35. Biasanya mengunjungi restoran bersama kelurga,teman atau sendiri?

Pacar.

36. Apakah anda tipe orang yang

merekomendasikan sesuatu ke orang lain seperti rumah makan enak yang berlabel halal?

suka merekomendasikan ke temen yang restorannya halal misalnmya mie ayam rizky.

Cultural and Cross-Cultural Influences

9. Banyaknya muslim di Indonesia, seberapa penting restoran mencantumkan label halal di produknya?

Penting . Restorannya layak untuk dimakan khusus muslim

10. Apakah budaya dapat mempengaruhi konsumsi produk halal?

Pengaruh

11. Perlukah suatu restoran internasional melabelkan produknya halal di Indonesia?

Perlu sekali.

12. Jika perlu, mengapa hal demikian? Untuk menarik pembeli dan lebih dipercaya jika produk makanannya halal.

Sub-Culture and Social Class

13. Apakah label halal hanya di perlukan untuk agama islam saja? Jika iya, mengapa demikian?

Agama islam saja. Karena tidak ada aturan untuk agama lain yang saya tahu.

14. Apakah agama lain tidak memerlukan pertimbangan label halal suatu rumah makan?

Tidak karena mereka juga setahu saya tidak ada hukum untuk makan makanan halal.

15. Apakah hanya dari sisi agama saja label halal di perlukan? Apakah ada pengaruh dari ras suku bangsa atau

(9)

keadaan geografis yang membuat suatu produk itu halal?

produk halal.

16. Segmentasi konsumen seperti apa yang mengharuskan suatu restoran memiliki label halal?

Orang yang meiliki ilmu agama yang kuat dan tahu bahwa diwajibkan untuk makan di tempat makan halal.

17. Dalam masyarakat terdapat kelas kelas sosial apakah dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih restoran dengan produk halal?

Mempertimbangkan mungkin untuk Kelas sosial menengah sampai kebawah

18. Apakah pekerjaan dan pendapatan dapat mempengaruhi konsumen memilih restoran yang berlabel halal? Jika iya, mengapa demikian?

pengaruh. Jika pekerjaan dengan

pendapatannya tinggi makan dimana saja sehingga tidak terlalu mempertimbangkan untuk makan di restoran label halal.

4. Nama : Andiriani Yuliasningrum

Tempat tanggal lahir : Bogor, 9 Juli 1994

Pekerjaan : Mahasiswa

Pertanyaan Jawaban

Influencing Consumer Behaviors

37. Apakah jika anda makan di suatu rumah makan melihat kehalalan

(10)

produknya? liat halalnya atau tidak. Tapi kalau di Indonesia tidak karena orang indonesia kebanyakan orang muslim.

38. Apakah anda menanyakan kepada pemilik atau pelayan rumah makan bahwa produknya halal atau tidak?

Jika ke luar negeri pasti tanya.

Di indonesia jarang untuk tanya halal. Paling tanya untuk makanan korea halal atau tidak.

39. Apakah anda selalu berkunjung ke rumah makan yang bertuliskan halal?

Tidak juga. Lihat restorannya dulu seperti apa.

40. Jika iya, mengapa anda selalu

mempertimbangkan untuk makan di rumah makan yang bertuliskan halal?

-41. Apa yang anda lakukan jika di rumah makan tersebut tidak ada tulisan halal?

Tetap makan karena Tidak terlalu memperhatikan juga.

42. Jika didapatkan (contoh Hokben) ada suatu restoran pernah terkena isu bahwa produknya tidak halal, apa yang anda lakukan? Tetap makan atau tidak akan makan lagi walaupun sudah di konfirmasi jika isu tersebut salah?

Tetap makan disana sampai isu dari

penggunaan produk halalnya di

konfirmasi dari restoran tersebut.

43. Seberapa penting kehalalan suatu produk dari rumah makan bagi anda?

Cukup penting, untuk restoran

mencantumkan tulisan label halal. Tapi tidak semua harus mencantumkan label halal.

Di Indonesia untuk mencapat label halal kan agak sulit sehingga rumah makan yang kecil kecil tidak perlu mencantumkan label halal. Seperti warteg, tidak mungkin juga semua warteg ada label halal dari mui, terlalu berbiaya untuk warung makan kecil seperti itu.

44. Apakah anda pernah berkunjung ke rumah makan bersama teman, namun

(11)

rumah makan tersebut tidak ada bertuliskan halal? Apakah anda tetap makan bersama teman atau meminta berganti rumah makan atau tidak memesan makanan apa pun di rumah makan tersebut?

45. Apakah anda memiliki restoran favorit yang berlabel halal?

Pizza hut

46. Seberapa sering anda mengunjungi restoran tersebut?

Sebulan sekali kira kira.

47. Biasanya mengunjungi restoran bersama kelurga,teman atau sendiri?

Teman, keluarga.

48. Apakah anda tipe orang yang

merekomendasikan sesuatu ke orang lain seperti rumah makan enak yang berlabel halal?

Tidak juga. Jarang merekomendasikan karena jarang makan diluar.

Cultural and Cross-Cultural Influences

13. Banyaknya muslim di Indonesia, seberapa penting restoran mencantumkan label halal di produknya?

Penting . Balik lagi ke jenis restorannya itu. Kalo misalnya makanannya tradisional kaya ayam penyet tidak terlalu penting tapi kalo restorannya baru dan belum ada di indonesia mungkin perlu mencantumkan label halal. Karena untuk kepercayaan konsumen makan di restoran tersebut.

14. Apakah budaya dapat mempengaruhi konsumsi produk halal?

Tidak juga. Karena makan halal bukan dari budaya tapi hukum agama islam.

15. Perlukah suatu restoran internasional melabelkan produknya halal di Indonesia?

Sangat perlu.

16. Jika perlu, mengapa hal demikian? Selain untuk konsumen percaya bahwa produk dari restoran tersebut halal, sebagai rasa hormat kepada mayoritas agama di Islam di Indonesia.

(12)

19. Apakah label halal hanya di perlukan untuk agama islam saja? Jika iya, mengapa demikian?

Ya memang untuk orang islam. Karena sudah ada hukum agamanya.

20. Apakah agama lain tidak memerlukan pertimbangan label halal suatu rumah makan?

Tidak. karena mereka juga tidak ada hukumnya.

21. Apakah hanya dari sisi agama saja label halal di perlukan? Apakah ada pengaruh dari ras suku bangsa atau keadaan geografis yang membuat suatu produk itu halal?

Ya dari agama saja. Karena mau ras suku bangsanya seperti apa jika tahu bahwa agama islam mengharuskan makan produk halal ya pasti harus makan tidak peduli ras bangsa dan sukunya seperti apa.

22. Segmentasi konsumen seperti apa yang mengharuskan suatu restoran memiliki label halal?

Saya kira orang yang memiliki agama kuat

23. Dalam masyarakat terdapat kelas kelas sosial apakah dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih restoran dengan produk halal?

Tidak pengaruh. Tergantung dari orangnya. Kelas sosial tinggi tapi agamanya kuat tetap mempertimbangkan makan di restoran halal.

24. Apakah pekerjaan dan pendapatan dapat mempengaruhi konsumen memilih restoran yang berlabel halal? Jika iya, mengapa demikian?

Tidak juga. Semua berakar dari ilmu agama dari orangnya itu sendiri, dan juga

tergantung dari lokasi restoran. Makin dekat dengan mayortas islam, berarti halal jika tidak perlu dipertanyakan.

5. Nama : M. Saiful

Tempat tanggal lahir : Jakarta, 10 10 1993

Pekerjaan : Karyawan

Pertanyaan Jawaban

Influencing Consumer Behaviors

49. Apakah jika anda makan di suatu rumah makan melihat kehalalan produknya?

(13)

50. Apakah anda menanyakan kepada pemilik atau pelayan rumah makan bahwa produknya halal atau tidak?

Sejauh ini tidak.

51. Apakah anda selalu berkunjung ke rumah makan yang bertuliskan halal?

Tidak juga.

52. Jika iya, mengapa anda selalu

mempertimbangkan untuk makan di rumah makan yang bertuliskan halal?

-53. Apa yang anda lakukan jika di rumah makan tersebut tidak ada tulisan halal?

Ya tetap makan, karena tidak terlalu

memeperhatikan apakah ada label

halal atau tidak di restorannya.

54. Jika didapatkan (contoh Hokben) ada

suatu restoran pernah terkena isu bahwa produknya tidak halal, apa yang anda lakukan? Tetap makan atau tidak akan makan lagi walaupun sudah di konfirmasi jika isu tersebut salah?

Tetap makan sampai isu dari produk

nggak halalnya dicabut.

55. Seberapa penting kehalalan suatu produk dari rumah makan bagi anda?

Penting. Untuk konsumen lebih

percaya lagi ke restorannya.

56. Apakah anda pernah berkunjung ke

rumah makan bersama teman, namun rumah makan tersebut tidak ada bertuliskan halal? Apakah anda tetap makan bersama teman atau meminta berganti rumah makan atau tidak memesan makanan apa pun di rumah makan tersebut?

Tetap makan saja. Tidak terlalu

terpengaruh apakah ada label halal

atau tidak.

57. Apakah anda memiliki restoran favorit yang berlabel halal?

Solaria dan hokben

58. Seberapa sering anda mengunjungi restoran tersebut?

Habis gajian, sebulan sekali.t

59. Biasanya mengunjungi restoran bersama kelurga,teman atau sendiri?

Teman.

60. Apakah anda tipe orang yang

merekomendasikan sesuatu ke orang

(14)

lain seperti rumah makan enak yang berlabel halal?

Cultural and Cross-Cultural Influences

17. Banyaknya muslim di Indonesia, seberapa penting restoran mencantumkan label halal di produknya?

Penting . Karena walaupun Indonesia mayoritas islam. Tetap harus

mencamtumkan label halal agar pengunjung lebih percaya dan nyaman makan di

restoran tersebut.

18. Apakah budaya dapat mempengaruhi konsumsi produk halal?

Tidak juga. Semua dari hukum agama.

19. Perlukah suatu restoran internasional melabelkan produknya halal di Indonesia?

Perlu sekali.

20. Jika perlu, mengapa hal demikian? Mayoritas masyarakat indonesia islam. Jadi harus malabelkan halal

Sub-Culture and Social Class

25. Apakah label halal hanya di perlukan untuk agama islam saja? Jika iya, mengapa demikian?

Ya, setahu saya memang islam yang memiliki hukum untuk mengkonsumsi makanana halal.

26. Apakah agama lain tidak memerlukan pertimbangan label halal suatu rumah makan?

Tidak. karema mereka memang tidak ada hukum agamanya yang mewajibkan makan makanan halal.

27. Apakah hanya dari sisi agama saja label halal di perlukan? Apakah ada pengaruh dari ras suku bangsa atau keadaan geografis yang membuat suatu produk itu halal?

Tidak ada. Karena balik lagi dari

keyakinan agama orang tersebut. jika tahu di islam tidak boleh makan daging babi ya memang tidak boleh dimakan walaupun ras suku bangsanya apa.

28. Segmentasi konsumen seperti apa yang mengharuskan suatu restoran memiliki label halal?

Kayanya orang yang memiliki ilmu agama yang kuat

29. Dalam masyarakat terdapat kelas kelas sosial apakah dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih

(15)

restoran dengan produk halal?

30. Apakah pekerjaan dan pendapatan dapat mempengaruhi konsumen memilih restoran yang berlabel halal? Jika iya, mengapa demikian?

Tidak terlalu pengaruh

1.

Hasil Observasi:

Motivation

Konsumen Indonesia pergi kesuatu restoran atau rumah makan

berlabel halal semata mata untuk meyakinkan mereka bahwa

restoran atau rumah makan tersebut dapat dipercaya

menyajikan prdouk halal yang bisa dipertanggung jawabkan.

Dengan adanya label halal konsumen tidak merasa ragu bahwa

makanan dan minuman yang dikonsumsi telah diproses

dengan ketentuan yang berlaku secara islam.

(16)

semua restoran menyediakan produk (makanan dan minuman)

halal. Padahal tidak semua restoran di Indonesia menyediakan

produk yang halal. Karena di Indonesia juga tidak ada

peraturan yang mewajibkan setiap restoran menyediakan

makanan yang halal dan tidak juga ada keharusan

memeriksakan kehalalan makanan di restoran yang

bersangkutan. Sehingga sebagai konsumen kita harus waspada

dan teliti karena jika si restoran tersebut tidak memiliki

sertifikat halal.

Attitude

Walaupun orang beragama muslim di Indonesia namun dalam

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : Kehalalan Produk makan di restoran