• Tidak ada hasil yang ditemukan

OUTLINE SKRIPSI PENGARUH GOOD CORPORATE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "OUTLINE SKRIPSI PENGARUH GOOD CORPORATE"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI CORPORATE GOVERNANCE

PERCEPTION INDEX 1. LATAR BELAKANG

Krisis yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 menuai banyak dampak buruk, salah satunya adalah banyaknya perusahaan yang berjatuhan karena tidak mampu bertahan, Corporate governance yang buruk disinyalir sebagai salah satu sebab terjadinya krisis ekonomi politik Indonesia yang dimulai tahun 1997 yang efeknya masih terasa hingga saat ini. Menyadari situasi dan kondisi demikian, pemerintah melalui Kementerian Negara BUMN mulai memperkenalkan konsep Good Corporate Governance ini di lingkungan BUMN, Melalui Surat Keputusan Menteri BUMN No. Kep-117/M-MBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara, menekankan kewajiban bagi BUMN untuk menerapkan Good Corporate Governance secara konsisten dan atau menjadikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance sebagai landasan operasionalnya, yang pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya, dan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika. Komitmen GCG juga diberlakukan pada sektor swasta non-BUMN. Pada tahun 2000, Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) memberlakukan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor Kep-315/BEJ/062000 perihal Peraturan Pencatatan Efek Nomor I-A yang antara lain mengatur tentang kewajiban mempunyai Komisaris Independen, Komite Audit, memberikan peran aktif Sekretaris Perusahaan di dalam memenuhi kewajiban keterbukaan informasi serta mewajibkan perusahaan tercatat untuk menyampaikan informasi yang material dan relevan.

Analisis kinerja keuangan yang diukur dari rasio profitabiltas bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, baik dalam hubungannya dengan penjualan, assets, maupun modal sendiri. Jadi hasil profitabilitas dapat dijadikan sebagai tolak ukur ataupun gambaran tentang efektivitas kinerja manajemen ditinjau dari keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan hasil penjualan dan investasi perusahaan. Rasio merupakan salah satu metode untuk menilai kondisi keuangan perusahaan berdasarkan perhitungan-perhitungan rasio atas dasar analisis kuantitatif, yang menunjukkan hubungan antara satu unsur dengan unsur yang lainnya dalam laporan rugi-laba dan neraca. Di samping itu juga, dipergunakan rasio-rasio finansial perusahaan yang memungkinkan untuk membandingkan rasio suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis atau dengan rasio rata-rata industri. Rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

(2)

stakeholder sehingga mereka akan yakin memperoleh imbal hasil atas investasinya dengan benar. Corporate governance juga membantu menciptakan iklim kondusif demi terciptanya pertumbuhan yang efisien dan berkesinambungan di sektor korporasi. Berdasarkan hal yang telah diuraikan diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX”.

2. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dimuka, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Apakah Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh terhadap profitablitas perusahaan yang terdaftar di Corporate Governance Perception Index

2. Apakah Komposisi Dewan Komisaris Independen berpengaruh terhadap profitablitas perusahaan yang terdaftar di Corporate Governance Perception Index

3. Apakah Ukuran Komite Audit berpengaruh terhadap profitablitas perusahaan yang terdaftar di Corporate Governance Perception Index

4. Apakah Ukuran Dewan Direksi berpengaruh terhadap profitablitas perusahaan yang terdaftar di Corporate Governance Perception Index

5. Apakah Pelaksanaan Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap profitablitas perusahaan yang terdaftar di Corporate Governance Perception Index

3. TEORI-TEORI YANG RELEVAN

Asas Good Corporate Governance

FCGI (2003) menyatakan bahwa setiap perusahaan harus memastikan bahwa asas GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran perusahaan. Asas GCG yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kesetaraan dan kewajaran diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan dengan tetap memperhatikan pemangku kepentingan. Berikut ini adalah penjelasan masingmasing asas GCG yang dikemukakan oleh FCGI (2003).

1. Transparansi (Transparency)

Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis, perusahaan harus menyediakan informasi yang material dan relevan yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Perusahaan harus berinisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal penting bagi pengambilan keputusan oleh pemangku kepentingan.

2. Akuntabilitas (Accountability)

Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan.

(3)

Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.

4. Independensi (Independency)

Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG, perusahaan harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.

5. Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness )

Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kesetaraan dan kewajaran.

4. KERANGKA PENELITIAN

5. HIPOTESIS

H1 : Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh positif terhadap Net Profit Margin

H2 : Komposisi Dewan Komisaris Independen berpengaruh positif terhadap Net Profit Margin UKURAN DEWAN

KOMISARIS (X1)

UKURAN KOMITE AUDIT (X3)

UKURAN DEWAN DIREKSI (X4)

KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN

(X2)

PROFITABILITAS PERUSAHAAN

-NET PROFIT MARGIN (Y1) - RETURN ON ASSET (Y2)

(4)

H3 : Ukuran Komite Audit berpengaruh positif terhadap Net Profit Margin H4 : Ukuran Dewan Direksi berpengaruh positif terhadap Net Profit Margin

H5 : Pelaksanaan Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif terhadap Net Profit Margin

H6 : Variabel Good Corporate Governance secara bersama-sama berpengaruh terhadap Net Profit Margin

H7 : Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh positif terhadap Return On Assets

H8 : Komposisi Dewan Komisaris Independen berpengaruh positif terhadap Return On Assets H9 : Ukuran Komite Audit berpengaruh positif terhadap Return On Assets

H10 : Ukuran Dewan Direksi berpengaruh positif terhadap Return On Assets

H11 : Pelaksanaan Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif terhadap Return On Assets

H12 : Variabel Good Corporate Governance secara bersama-sama berpengaruh terhadap Net Profit Margin

6. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Data dan Sumber Data

Peneliti menggunakan data sekunder dalam penelitian ini. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Data yang diperoleh meliputi laporan CGPI dan laporan keuangan perusahaan yang memenuhi kriteria sampel penelitian. Data penelitian bersifat pooling yaitu gabungan dari data time series dan data cross sectional selama periode pengamatan tahun 2012–2014 untuk beberapa perusahaan yang terpilih menjadi sampel penelitian. Data penelitian berupa :

1. data nama perusahaan yang termasuk dalam pemeringkatan CGPI yang dilakukan oleh IICG selama tahun 2012–2014, dan

2. data perusahaan berupa data besarnya nilai ROA, NPM, dan EPS dari masing-masing perusahaan selama 2012-2014.

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di CGPI dari tahun 2012 – 2014. Dari populasi yang ada akan diambil sejumlah tertentu sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang digunakan oleh peneliti adalah: 1. terdaftar dalam pemeringkatan CGPI dari tahun 2012 – 2014,

2. merupakan perusahaan yang telah go public dari tahun 2012 – 2014, dan 3. menerbitkan laporan keuangan lengkap dari tahun 2012 – 2014.

7. RANCANGAN PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kausal. Penelitian Kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan yang dibentuk adalah hubungan sebab akibat. Dalam penelitian ini akan dilihat pengaruh dari penerapan GCG terhadap ROA, dan NPM perusahaan.

8. VARIABEL

(5)

Y2 : Return On Assets

X1 : Ukuran Dewan Komisaris

X2 : Komposisi Dewan Komisaris Independen X3 : Ukuran Komite Audit

X4 : Ukuran Dewan Direksi

X5 : Pelaksanaan Corporate Social Responsibility

9. PENGUMPULAN DATA Observasi

Yaitu pengumpulan data dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung pada laporan keuangan perusahaan dan melakukan pencatatan secara cermat dan sistematik. Dokumentasi

Melihat catatan mengenai data-data yang ada hubungannya dengan penelitian.

10.ANALISA DATA

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik dan menggunakan bantuan program SPSS 22 (Statistic Product & Services Solution), namun terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik sebelum melakukan pengujian hipotesis.

Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, skewness (kemencengan distribusi). Dalam penelitian ini penulis menjabarkan statistik deskriptif berupa mean, maksimum, minimum, dan standar deviasi.

Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Referensi

Dokumen terkait

Bagian morfologi tubuh manusia yang lain, misalnya tulang, relatif lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan (Hill & Orth, 1998). Gigi dapat digunakan sebagai salah satu

When you click OK, the image appears in the Summary pane, and you can dis- play it while your music is playing by pressing ⌘ +G or clicking the Show or Hide Song Artwork button at

Sistem yang dibuat adalah sistem pendukung pengambilan keputusan untuk mendiagnosis diabetes melitus dengan menggunakan metode certainty factor dimana sistem ini akan

(4) Tim Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2), memiliki tugas melakukan penilaian kinerja dengan cara melakukan evaluasi hasil kerja, capaian kinerja

Hasil penelitian siklus II tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran melalui model kooperatif tipe Jigsaw berbasis media visual perlu untuk dilanjutkan ke siklus III

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendugaan umur simpan tepung premiks ubijalar yang diformulasikan dengan guar gum 3% adalah 29,2 minggu pada suhu penyimpanan 32  C dalam

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pengaruh

Hasil penelitian ini adalah bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema energi bermanfaat dalam kehidupan untuk siswa kelas IV sekolah dasar yang memiliki kualitas