KISI-KISI MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PAI (LISAN) Oleh: Drs. Ach. Nur Syamsudin, M.Pd.
1. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran?
a. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum, dan lain-lain (Joyce, 1992:4)
b. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktifitas belajar mengajar. (Soekamto dkk dalam Nurulwati, 2000:10)
2. Sebutkan teori-teori belajar modern yang melandasi model-model pembelajaran! jelaskan
a. Teori belajar konstruktivisme
Siswa harus menemukan sendiri dan menstransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai.
Siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, mnemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah paya dengan ide-ide.
Siswa harus membangun sendiri pengetahuan didalam benaknya dan guru dapat memberi siswa anak tangga yang membawa siswa kepemahaman yang lebih tinggi dengan catatan siswa sendiri yang harus memanjat anak tangga tersebut.
b. Teori perkembangan kognitif Piaget
Suatu proses dimana anak secara aktif membangun system makna dan pemahaman realitas melalui pengalaman dan interaksi-interaksi mereka (pengalaman fisik dan manipulasi lingkungan)
Mengalami 4 tingkat perkembangan kognitif, sensorimotor (lahir-2 th), praoperasional (2-7 th), operasi kongkrit (7-11 th), operasi formal (11th-dewasa)
Perkembangan kognitif sebagian besar tergantung kepada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungan.
c. Metode pengajaran John Dewey
Metode reflektif didalam memecahkan masalah yaitu suatu proses berpikir aktif, hati-hati yang dilandasi proses berfikir kearah kesimpulan-kesimpulan yang definitive melalui lima langkah; mengenali masalah, menyelidiki dan menganalisa kesulitannya, menghubungkan dan mengumpulkan berbagai kemungkinan, menduga dengan akibatnya, dan mencoba mempraktekkan salah satu kemungkinan pemecahan yang dipandangnya terbaik.
d. Teori pemrosesan informasi
Menjelaskan pemrosesan, penyimpanan dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak.
Pentingnya pengetahuan awal, register pengindraan, memori jangka pendek, memori jangka panjang,
e. Teori belajar bermakan David Ausubel
Belajar bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. (Dahar, 1988:137)
Faktor yang paling penting yang mempengaruhi belajar ialah apa yng telah diketahui siswa.
Membantu siswa menemukan pengetahuan baru dari suatu materi melalui konsep-konsep awal yang sudah dimiliki siswa
f. Teori penemuan Jerome Bruner
masalah serta pengetahuan yang menyertainya, menghasilkan pengetahuan yang bermakna. (Dahar, 1988:125)
g. Teori pembelajaran social Vygotsky
Siswa membentuk pengetahuan sebagai hasil dari pikiran dan kegiatan siswa sendiri melalui bahasa. Perkembangan tergantung baik pada faktor biologis menentukan fungsi-fungsi elementer memory, atensi, persepsi, dan stimulus respon, faktor sosial sangat penting untuk perkembangan konsep, penelaran logis, dan pengambilan keputusan.
Proses pembelajaran akan terjadi jika anak bekerja atau menangani tugas-tugas yang belum dipelajari, namun tugas-tugas tersebut masih berada dalam jangkauan berita ( zone of proeximal development. Siswa seharusnya diberikan tugas-tugas kompleks, sulit, dan realistic dan kemudian diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas-tugas itu.
3. Apa pengertian model pengajaran langsung (Direct Instruction)?
Model pengajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang husus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang tersetruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah-demi selangkah (Arends, 1997)
4. Sebutkan ciri-ciri model pembelajaran langsung (dalam Kardi dan Nur, 2000:3)!
a. Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian belajar. b. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran; dan
c. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil.
5. Sebutkan lima fase yang sangat penting dalam model pembelajaran langsung!
a. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa b. Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan c. Membimbing pelatihan
d. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
e. Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan
6. Sebutkan langkah-langkah model pembelajaran langsung menurut Kardi dan Nur (2000:27-43)!
a. Menyampaikan tujuan dan menyiapkan siswa b. Menyampaikan tujuan
c. Menyiapkan siswa
d. Presentasi dan demonstrasi e. Mencapai kejelasan f. Melakukan demonstrasi
g. Mencapai pemahaman dan penguasaan h. Berlatih
i. Memberikan latihan terbimbing
j. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik k. Memberikan kesempatan latihan mandiri
7. Sebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memberikan tugas mandiri!
a. Tugas rumah yang diberikan bukan merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran, tetapi merupakan kelanjutan pelatihan untuk pembelajaran berikutnya;
c. Guru perlu memberikan umpan balik tentang hasil tugas yang diberikan kepada siswa di rumah.
8. Apa tujuan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning)?
Untuk meningkatkan partisipasi siswa, menfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda dan latar belakangnya untuk mencapai tujuan bersama.
9. Sebutkan perbedaan kelompok belajar kooperatif dengan kerlompok belajar konvensional!
Kelompok belajar kooperatif Kelompok belajar konvensional Adanya saling ketergantungan positif, saling
membantu dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi promotif
Guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada kelompok
Adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi pelajaran tiap anggota kelompok, dan kelompok diberi umpan balik tentang hasil belajar para anggotanya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan
Akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering diborong oleh salah seorang anggota kelompok sedangkan anggota kelompok lainnya hanya “mendompleng” keberhasilan “pemborong”
Kelompok belajar heterogen, baik dalam kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnik, dan sebagainya sehingga dapat saling menhetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang memberikan bantuan.
Kelompok belajar biasanya homogen
Pimpinan kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk memberikan pengalaman pemimpin bagi para anggota kelompok
Pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masing-masing
Keterampilan social yang diperlukan dalam kerja gotong royong seperti kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, mempercayai orang lain, dan mengelola konflik secara langsung diajarkan
Keterampilan social sering tidak secara langsung diajarkan
Pada saat belajar kooperatif sedang berlangsung guru terus melakukan pemantauan melalui observasi dan melakukan intervensi jika terjadi masalah dalam kerja sama antar anggota kelompok
Pemantauan melalui observasi dan intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat belajar kelompok sedang berlangsung
Guru memperhatikan secara proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar
Guru sering tidak mempehatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar Penekanan tidak hanya pada penyelesaian tugas
tetapi juga hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi yang saling menghargai
Penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas
10.Sebutkan langkah-langkah pembelajaran kooperatif!
Fase Tingkah laku guru
1. Menyampaikan tujuan dan motivasi siswa Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar
2. Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demostrasi atau lewat bahan bacaan
3. Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok kooperatif
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efesien 4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar Guru membimbing kelompok kelompok belajar
5. Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
6. Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.
11. Sebutkan beberapa variasi dalam model cooperative learning!
Yaitu STAD, JIGSAW, Investigasi Kelompok (Teams Game Tournaments atau TGT), dan Pendekatan Struktural yang meliputi Think Pair Share (TPS) dan Numbered Head Together (NHT).
12. Sebutkan langkah-langkah pembelajaran cooperative tipe STAD!
Langkah-langkah:
Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin,suku, dll)
Guru menyajikan pelajaran
Guru member tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
Guru memberikan kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
Memberi evaluasi Kesimpulan
13. Sebutkan langkah-langkah pembelajaran cooperative tipe Jigsaw!
Langkah-langkah pembelajaran Jigsaw
Siswa dibagi atas beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 5-6 orang).
Materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab.
Setiap anggota kelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya. Misalnya, jika materi yang disampaikan mengenai system ekskresi. Maka seorang siswa dari satu kelompok mempelajari tentang ginjal, siswa yang lain dari kelompok satunya mempelajari tentang paru-paru, begitupun siswa lainnya mempelajari kulit, dan lainnya lagi mempelajari hati.
Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk mendiskusikannya.
Setiap anggota kelompok ahli setelah kembali ke kelompoknya bertugas mengajar teman-temannya. Pada pertemuandan diskusi kelompok asal, siswa-siswa dikenai tagihan berupa kuis individu.
14.Sebutkan langkah-langkah pembelajaran cooperative tipe investigasi kelompok!
Langkah-langkah pelaksanaan model investigasi kelompok
Memilih topic
Siswa memilih sub topic khusus di dalam suatu daerah masalah umum yang biasanya ditetapkan oleh guru. Selanjutnya siswa diorganisasikan menjadi dua sampai enam anggota tiap kelompok mkelompok menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi tugas. Komposisi kelompok hendaknya heterogen secara akademis maupun etnis.
Siswa dan guru merencanakan procedure pembelajaran, tugas dan tujuan khusus yang konsisten dengan subtopic yang telah di pilih pada tahap pertama.
Implementasi
Siswa menerapkan rencana yang telah mereka kembangkan di tahap kedua. Kegiatan pembelajaran hendaknya melibatkan ragam aktivitas dan keterampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa kepada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik di dalam atau di luar sekolah. Guru secara ketat mengikuti kemajuan tiap kelompok dan menawarkan bantuan dila diperlukan.
Analisis dan sintesis
Siswa menganalisis dan mensintetis informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan merencanakan bagaimana informasi tersebut diringkas dan disajikan dengan cara yang menarik sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada seluruh kelas.
Presentasi hasil final
Beberapa atau semua kelompok menyajikan hasil penyelidikannya dengan cara menarik kepada seluruh kelas, dengan tujuan agar siswa lain saling terlibat satu sama lain dalam pekerjaan mereka dan memperoleh persepektif luas pada topic itu. Presentasikan dikoordinasikan oleh guru.
Evaluasi
Dalam hal kelompok-kelompok menangani aspek yang berbeda dari topic yang sama, siswa dan guru mengevaluasi tiap kontribusi kelompok terhadap kerja kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi yang dilakukan dapat berupa penilaian individual atau kelompok.
15. Sebutkan langkah-langkah pembelajaran cooperative tipe Think Pair Share (TPS)!
Langkah-langkah Think Pair Share (TPS)
Berfikir (thinking)
Guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berpikir sendiri jawaban atau masalah. Siswa membutuhkan penjelasan bahwa berbicara atau mengerjakan bukan bagian berpikir.
Berpasangan (Pairing)
Selanjutnya guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskudikan apa yang telah mereka peroleh. Interaksi selama waktu yang disediakan dapat menyatukan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan atau menyatukan gagasan apabila suatu masalah khusus yang diidentifikasi. Secara normal guru member waktu tidak lebih dari 4 atau 5 menit untuk berpasangan
Berbagi ( sharing )
Pada langkah akhir, guru meminta pasangan – pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapat kesempatan untuk melaporkan Arends, ( 1997 ) disadur Tjokrodihardjo, (2003 )
16. Sebutkan langkah-langkah pembelajaran cooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)!
Penomoran
Dalam fase ini guru membagi siswa kedalam kelompok 3-5 orang dan setiap anggotakelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.
Guru mengajukan sebuah pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat berfariasi. Pertanyaan dapat amat spesifik dan dalam bentuk kalimat Tanya. Misalnya, “Berapakah jumlah gigi orang dewasa?” atau berbentuk arahan, misalnya, “pastikan setiap orang mengetahui 5 buah ibu kota provinsi yang terletak dipulau sumatera.
Berfikir bersama
Siswa menyatukan pendapat terhadap jawaban pertanyaan itu dan menyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban tim.
Menjawab
Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tanganya dan mencoba menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.
17. Apa pengertian pengajaran berdasarkan masalah (Problem Basic Instruction)?
a. Interaksi antara stimulus dengan respon, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan (John Dewey dalam sujana 2001:19)
b. Merupakan suatu pendekatan pembelajaran dimana siswa mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berfikir tingkat lebih tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri.
18. Sebutkan ciri-ciri khusus atau karakteristik pengajaran berdasarkan masalah!
1) Mengajukan pertanyaan pertanyaan atau masalah 2) Berfokus pada keterkaitan antar disiplin
3) Penyelidikan autentik
4) Menghasilkan produk dan memamerkannya 5) Kolaborasi
19. Sebutkan lima langkah utama pengajaran berdasarkan masalah!
1) Orientasi siswa pada masalah 2) Mengorganisasi siswa untuk belajar
3) Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok 4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
20. Apa yang dimaksud strategi-strategi belajar (Learning Strategies)?
a. Strategi-strategi belajar adalah operator-operator kognitif meliputi dan terdiri atas proses-proses yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas atau belajar (Michael Pressley dalam Nur. 2000.27)
b. Strategi-strategi belajar adalah strategi-strategi kognitif yaitu suatu strategi belajar yang mengacu pada perilaku dan proses-proses berfikir siswa yang digunakan pada saat menyelesaikan tugas-tugas belajar.
21. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran mandiri (Self Regulated Learnir)?
Pembelajar yang dapat melakukan hal penting dan memiliki karakteristik, antara lain:
1) Mendiagnosis secara tepat suatu situasi pembelajaran tertentu
4) Mampu tetap tekun dalam tugas sehingga tugas itu terselesaikan dan 5) Belajar secara efektif dan memiliki motivasi abadi untuk belajar
22. Sebutkan beberapa langkah mengajarkan strategi-strategi belajar!
1) Memberitahu siswa bahwa mereka akan diajarkan suatu strategi belajar, agar perhatian siswa terfokus 2) Menunjukkan hubungan positif penggunaan strategi belajar terhadap prestasi belajar dan
memberitahukan perlunya kerja pikiran ekstra untuk membuahkan prestasi yang tinggi 3) Menjelaskan dan memperagakan strategi yang diajarkan
4) Menjelaskan kapan dan mengapa suatu strategi belajar digunakan 5) Memberikan pekuatan kepada siswa yang memakai strategi belajar 6) Memberikan praktek yang beragam dalam pemakaian strategi belajar
7) Memberikan umpan balik saat menguji materi dengan strategi belajar tertentu dan
8) Mengevaluasi penggunaan strategi belajar, dan mendorong siswa untuk melakukan evaluasi mandiri.
23. Sebutkan variasi strategi-strategi belajar!
1) Strategi mengulang (rebearsal sytrategies) 2) Strategi elaborasi (elaboration strategies) 3) Strategi organisasi (organization strategies) 4) Strategi metakognitif (metacognitive strategies)
24. Apa yang dimaksud dengan pendekatan pengajaran terbalik (reciprocal teaching)?
Pendekatan konstruktivis yang berdasarkan pada prinsip-prinsip pembuatan/pengajuan pertanyaan ( Nur dan Wikandari, 2000:16).
25. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning)?
a. Pembelajaran terjadi dalam hubungan yang erat dengan pengalaman sesungguhnya (Blanchard, 2001). b. Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia
nyata siswa dan mendorong siswa melihat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yakni: konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), inkuiri (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penelitian autentik (authentic assessment).
26. a. Apa yang dimaksud dengan penilaian sebenarnya (Authentic Assesment)?
b. Sebutkan karakteristiknya!
a) pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa baik penilaian selama proses maupun sesudah pembelajaran (pengetahuan dan keterampilan/performance), penilaian terhadap setiap aktivitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobyektif-obyektifnya dari setiap aspek dengan berbagai cara. penilai tidak hanya guru tetapi bisa juga teman atau orang lain. b) karakteristiknya :
(1) Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung; (2) Bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif;
(3) Yang diukur keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta; (4) Berkesinambungan;
(5) Terintegrasi; dan
(6) Dapat digunakan sebagai feed back.
a. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
b. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topic c. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya
d. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok) e. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran
f. Lakukan refleksi di akhir pertemuan
g. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.
28. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran model diskusi kelas?
Suatu situasi dimana guru dengan siswa atau siswa dengan siswa yang lain saling bertukar pendapat secara lisan, saling berbagi pendapat dan gagasan.
29. Sebutkan langkah-langkah guna menyelenggarakan diskusi?
Tahapan Kegiatan guru
1. Menyampaikan tujuan dan mengatur setting Guru menyampaikan tujuan pembelajaran khusus dan menyiapkan siswa untuk berpartisipasi
2. Mengarahkan diskusi Guru mengarahkan focus diskusi dengan menguraikan aturan-aturan dasar, mengajukan pertanyaan-pertanyaan awal, menyajikan situasi yang tidak dapat segera dijelaskan, atau menyampaikan isu diskusi 3. Menyelenggarakan diskusi Guru memonitor antar aksi, mengajukan pertanyaan,
mendengarkan gagasan siswa, menanggapi gagasan, melaksanakan aturan dasar, membuat catatan diskusi, menyampaikan gagasan sendiri
Guru menyuruh para siswa untuk memeriksa proses diskusi dan berpikir siswa
30. Sebutkan keuntungan dan kelemahan diskusi!
Keuntungan Model Diskusi Kelemahan Model Diskusi
Diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam KBM
Suatu diskusi dapat diramalkan sebelumnya mengenai bagaimana hasilnya sebab tergantung kepada kepemimpinan dan partisipasi anggota-anggotanya.
Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan pelajarannya masing-masing.
Suatu diskusi memerlukan keterampilan-keterampilan tertentu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
Diskusi dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara berfikir dan sikap ilmiah.
Jalannya diskusi dapat dikuasai (didominasi) oleh beberapa siswa yang “menonjol”.
Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam diskusi diharapkan para siswa akan dapat memperoleh kepercayaan akan (kemampuan) diri sendiri.
Tidak semua topic dapat dijadikan pokok diskusi, tetapi hanya hal-hal yang bersifat problematic saja yang dapat didiskusikan.
Diskusi dapat menunjang usaha-usaha pengembangan sikap social dan sikap demokratis para siswa.
Diskusi yang mendalam memerlukan waktu yang banyak.
31. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran inkuiri?
Suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistimatis, kritis, logis, dan analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
32. Sebutkan langkah-langkah pembelajaran inkuiri menurut Eggen dan Kauchak (1996)!
Fase Perilaku Guru
1. Menyajikan pertanyaan atau masalah Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan masalah di tuliskan di papan tulis. Guru membagi siswa dalam kelompok.
2. Membuat hipotesis Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan dengan permasalahan dan memprioritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan.
3. Merancang percobaan Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan. 4. Melakukan percobaan untuk memperoleh
informasi
Guru membimbing siswa untuk mendapatkan informasi melalui percobaan.
5. Mengumpulkan dan menganalisis data Guru member kesempatan pada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.
6. Membuat kesimpulan Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.
33. Sebutkan langkah-langkah pemodelan pembelajaran dengan penerapan strategi belajar PQ4R!
Langkah-langkah
Tingkah Laku Guru Aktivitas Siswa
Langkah 1
Preview (peninjauan)
a. Memberikan bahan bacaan kepada siswa untuk dibaca.
b. Menginformasikan kepada siswa bagaimana menemukan ide poko/tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. membuat pertanyaan dari ide pokok yang ditemukan dengan menggunakan kata-kata apa, mengapa, siapa, dan bagaimana.
a. Memperhatikan penjelasan guru.
b. Menjawab pertanyaan yang telah dibuatnya.
Langkah 3
Read (membaca)
Memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan menanggapi/menjawab pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.
Membaca secara aktif sambil
yang ada pada bahan bacaan. Bukan hanya sekedar menghafal danmengingat materi pelajaran tapi mencoba memecahkan masalah dari informasi yang diberikan oleh guru dengan pengetahuan yang telah diketahui melalui bahan bacaan. Langkah 5
Recite (menceriterakan)
Meminta siswa membuat inti sari dari seluruh
yang telah dibuat sebelumnya
a. Menugaskan siswa membaca intisari yang dibuatnya dari rincian ide pokok yang ada dalam benaknya
b. Meminta siswa membaca kembali bahan bacaan, jika masih belum yakin dengan jawabannya.
a. Membaca intisari yang telah dibuatnya
b. Membaca kembali bahan bacaan siswa jika masih belum yakin akan jawaban yang telah dibuatnya.
34. Sebutkan langkah-langkah penerapan pembelajaran strategi PQ4R!
No. Aktivitas Guru Aktivitas
I PENDAHULUAN
A. Menyampaikan tujuan
pembelajaran
B. Mengaitkan pelajaran yang akan dipelajari dengan pengetahuan awal siswa
C. Memotivasi siswa
A. Dalam pelaksaan KBM guru menginformasikan tujuan pembelajaran secara lisan, dan menuliskan TKP yang akan dicapai
B. Guru mengingatkan kembali materi-materi sebelumnya yang relevan dengan materi yang akan disampaikan
C. Guru memotivasi siswa dengan memperlihatkan fenomena tervisualisasi. Misalnya, dalam mempelajari ekosistem guru memperlihatkan sebuah akuarium mini ekosistem (melalui charta) dan menanyakan kepada siswa komponen-komponen apa saja yang terdapat pada gambar tersebut.
II KEGIATAN INTI
A. Mempresentasikan materi
B. Pemodelan strategi belajar metode PQ4R
C. Pemberian latihan terbimbing D. Umpan balik
E. Pemberian latihan mandiri
A. Sebelum pelaksanaan pengajaran strategi belajar, guru mempresentasikan sedikit gambaran umum dari materi yang akan dipelajari
B. Guru memodelkan keterampilan strategi belajar metode PQ4R langkah perlangkah pada tiap-tiap tahapnya, dengan memakai sedikit materi dari bacaan C. Siswa dibawah bimbingan guru, melakukan
keterampilan strategi belajar PQ4R, dan mengerjakan Kertas Kerja Siswa
D. Pada tahap umpan balik, guru memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mereka jawab. Guru menunjuk beberapa siswa
E. Guru memberikan latihan mandiri kepada siswa untuk membaca kelanjutan dari isi bacaan pada buku siswa dengan memakai keterampilan strategi belajar metode PQ4R
c. Tetap mempertahankan motivasi siswa
d. Guru hendaknya memakai kata-kata yang mudah dipahami siswa
e. Guru hendaknya membimbing siswa satu persatu pada saat melakukan pelatihan.
35. Sebutkan empat hal penting menurut Arends (dalam Nur,2000:9) yang dilakukan siswa agar dapat belajar mandiri, yaitu:
1) Secara cermat mediagnonis suatu situasi pembelajaran tertentu.
3) Memonitor keefektifan strastegi tersebut.
4) Cukup termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar tersebut sampai masalah tersebut terselesaikan.
36. Apa yang dimaksud peta konsep?
Adalah Ilustrasi grafis kongkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan kekonsep-konsep lain pada kategori yang sama (Martin, 1994).
37. Sebutkan langkah-langkah dalam membuat peta konsep!
1) Mengidentifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkup sejumlah konsep. Contoh ekosistem.
2) Mengidentifikasi ide-ide atau konsep-konsep sekunder yang menunjang ide utama. Contoh individu, populasi, komunitas.
3) Tempatkan ide-ide utama ditengah atau dipuncak peta tersebut.
4) Kelompokkan ide sekunder disekeliling ide utama yang secara visual menunjukkan hubungan ide-ide tersebut dengan ide-ide utama.
38.Sebutkan prinsi-prinsip quantum teaching!
1) Segalanya berbicara 2) Segalanya bertujuan
3) Pengalaman sebelum pemberian nama 4) Akui setiap usaha
5) Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan
39. Sebutkan kerangngka rancangan belajar quantum teaching !
1) Tumbuhkan
Tumbuhkan minat dengan memuaskan “Apakah Manfaatnya BAgiKu” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan pelajar.
2) Alami
Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar.
3) Namai
Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebuah “masukan”
4) Demonstrasikan
Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk “menunjukkan bahwa mereka tahu”
5) Ulangi
Tunjukkan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan, “Aku tahu bahwa aku memang tahu ini”
6) Rayakan
Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan.
1) Integritas (bersikaplah jujur, tulus, dan menyeluruh. Selaraskan nilai-nilai dengan perilaku anda)
2) Kegagalan awal kesuksesan (pahamilah bahwa kegagalan hanyalah memberikan informasi yang anda butuhkan untuk sukses. Kegagalan itu tak ada, yang ada hanya hasil dan umpan balik. Semuanya dapat bermanfaat jika anda tahu cara menemukan hikmahnya.)
3) Bicaralah dengan niat baik (berbicaralah dengan pengertian positif, dan bertanggungjawablah untuk komunikasi yang jujur dan lurus. Hindari gossip dan komunikasi berbahaya)
4) Hidup di saat ini (pusatkan perhatian anda pada saat sekarang ini, dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kerjakan setiap tugas sebaik mungkin)
5) Komitmen (penuhi janji dan kewajiban anda; laksanakan visi anda. Lakukan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan anda)
6) Tanggung jawab (bertanggungjawablah atas tindakan anda)
7) Sikap luwes dan fleksibel (bersikaplah terbuka terhadap perubahan atau pendekatan baru yang dapat membantu anda memperoleh hasil yang diinginkan)
8) Keseimbangan (jaga keselarasan pikiran, tubuh, dan jiwa anda. Sisihkan waktu untuk membangun dan memelihara tiga bidang ini)
41. Bagaimana meningkatkan kecerdasan berganda pada quantum teaching?
Yaitu dengan bertemu dua kawan SLIM-N-BIL
1) Spasial visual (berpikir dalam citra dan gambar) 2) Linguistic verbal (berfikir dalam kata-kata)
3) Interpersonal (berpikir lewat komunikasi dengan orang lain) 4) Musical ritmik (berpikir dalam irama dan melodi)
5) Naturalis (berfikir dalam acuan alam)
6) Badan kinestetik (berfikir melalui sensasi dan gerakan fisik) 7) Intrapersonal (berfikir secara reflektif)
8) Logis matematis (berfikir dengan penalaran)
42. Sebutkan elemen-elemen penting yang dikembangkan Active Learning! jelaskan
1). Membuat peserta didik aktif sejak dini
a. Strategi membangun tim (Team building) : membantu siswa-siswa menjadi lebih terbiasa satu sama lain atau menciptakan suatu semangat kerja sama dan saling ketergantungan.
b. Strategi penilaian secara cepat (On- The- Spot assessment) : mempelajari tentang perilaku-perilakusiswa-siswa, pengetahuan, dan pengalaman siswa-siswa.
c. Strategi melibatkan peserta didik dalam pengajaran (Immediate learning involvement) : menciptakan minat awal dalam pokok bahasan.
2). Membantu peserta didik memperoleh pengetahuan ,keterampilan dan sikap secara aktif
a. Strategi Full class learning (belajar sepenuhnya di dalam kelas): petunjuk dari pengajar yang merangsang seluruh kelas.
b. Strategi Class discussion (diskusi kelas) : dialog dan debat mengenai pokok-pokok bahasan utama. c. Strategi Peer teaching (belajar dengan sebaya) : petunjuk diberikan oleh peserta didik.
d. Strategi Independent learning (belajar mandiri) : aktivitas-aktivitas belajar dilakukan secara individual.
e. Strategi Affective learning (belajar afektif) : aktifitas-aktifitas yang membantu peserta didik untuk menguji perasaan-perasaan, nilai-nilai dan perilaku mereka.
f. Strategi Question Prompting (cepatnya pertanyaan) : siswa meminta klasifikasi/penjelasan.
g. Strategi Collaborative learning (belajar dengan bekerja sama) : tugas-tugas dikerjakan dengan kerja sama dalam kelompok-kelompok kecil peserta didik.
h. Strategi Skill development (pengembangan keterampilan) : mempelajari dan mempraktikkan keterampilan-keterampilan, baik teknis maupun non teknis.
3). Belajar agar tidak lupa
b. Strategi penilaian diri (Self-assessment) : mengevaluasi perubahan-perubahan dalam hal pengetahuan, keterampilan-keterampilan, atau perilaku-perilaku.
c. Strategi merancang masa depan (Future planning): menentukan bagaimana siswa akan meneruskan kegiatan belajarnya setelah kelas selesai.
d. Strategi pengungkapan sentiment-sentimen akhir (Expression of final sentiments):
mengomunikasikan pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan perhatian-perhatian siswa-siswa yang mereka miliki pada akhir kelas.
43. Pelajarilah UU No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU Guru & Dosen No.14 Tahun 2005, dan PP No.19 SNP 2005.
44. Pelajarilah Panduan Pengembangan KTSP dari BSNP, Permendiknas No. 16 Tahun 2007 Standar Kualifikasi Akademik & Kompetensi Guru, Permendiknas No.20 Tahun 2007 Standar Penilaian Pendidikan, 101Strategi Pembelajaran Aktif dan Aplikasi 34 Model Pembelajaran Inovatif
45. Bacalah dengan nama Tuhan-Mu serta penuh ikhlas agar berisi keberkhahan dan kemanfatan di masa akan datang, amin!!!