• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis MANAJEMEN STRATEGI pada (6)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "analisis MANAJEMEN STRATEGI pada (6)"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP MANAJEMEN STRATEGI

Tugas Individu

Diajukan untuk Melengkapi Tugas Akhir

Mata Kuliah Manajemen Strategi

Semester V

Disusun oleh :

N U R D I N

2012052621

FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan atas berkat rahmat Nya

penulis dapat menyelesaikan tugas mandiri yang berbentuk makalah ini sesuai

dengan waktu yang direncanakan.

Penyusunan makalah ini merupakan tugas individu pada mata kuliah

Manajemen Strategi, Fakultas Ekonomi Program Studi Manajamen Universitas

Pamulang.

Dalam makalah ini penulis mengangkat judul KONSEP MANAJEMEN

STRATEGIK.

Dalam penulisan makalah ini, tentunya banyak pihak yang telah

memberikan bantuan baik moril maupun materil. Oleh karena itu penulis ingin

menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

 Drs. Sutrisno, MM. selaku dosen mata kuliah Manajemen Strategi.

 Istri tercinta yang selalu memberikan semangat dan dukungannya.

Dalam penyusunan makalah ini penulis merasa masih banyak

kekurangan-kekurangan baik dalam teknik penulisan maupun materi, maka saran

dan kritik yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi

penyempurnaan selanjutnya.

Pamulang, Januari 2015

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……….. i

KATA PENGANTAR ………... ii

DAFTAR ISI ……….. iii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan………. 1

B. Permasalahan ………. 3

C. Tujuan dan Kegunaan …...………. 3

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Manajemen Strategi……….. 4

B. Tujuan Manajemen Strategi………. 6

C. Proses Manajemen Strategi………. 12

D. Perkembangan Konsep Manajemen Strategi……… 14

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ……… 19

B. Saran ………. 21

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Masalah

Sejarah kebangkitan Industri modern dimulai pada tahun 1820-30

atau yang sering disebut dengan Revolusi Industri. Kebangkitan itu

mengakibatkan berkembangnya penemuan-penemuan baru pada bidang

teknologi, seperti pembangunan konstruksi jalan raya, subway, proses

produksi, sampai penggunaan komputer dan robot-robot pada bidang

manufaktur. Dampak lebih lanjut dari perkembangan teknologi itu adalah

perkembangan organisasi dan kegiatan bisnis pada tahun 1990-an. Dengan

sebelum 1990-an persaingan merupakan kegiatan pembuatan produk

sebanyak-banyaknya atau lebih dikenal dengan periode produksi masal,

strategi kegiatan produksi lebih ditunjukan kearah internal perusahaan yang

bertujuan untuk memperoleh efisiesnsi produksi. Baik preferensi manajerial,

perilaku, maupun persepsi semuanya berorientasi pada mental prorudksi.

Dari aspek politik, strategi bisnis seperti ini memerlukan proteksi secara ketat

terhadap serangan dari luar, selain itu agar perusahaan dapat bersaing

dengan kompetitornya dan tetap exsis, maka perusahaan memerlukan

manajemen strategi. Dimana perusahaan perlu perencanaan, pengarahan,

pengorganisasian dan pengendalian berbagai keputusan dan tindakan

strategis perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitifnya.1

Manajemen merupakan proses

mengkoordinir kegiatan pekerjaan secara efisien dan efektif dengan dan

(5)

melalui orang lain. Proses disini menggambarkan fungsi-fungsi yang sedang

(6)

2

yang dilakukan oleh manajer, yaitu mulai dari fungsi merencanakan,

mengorganisisr, memimpin, hingga fungsi mengendalikan. Sedangkan

efisiensi (tepat guna) menggambarkan tingkat kemubajiran sumber daya

yang rendah, yaitu perolehan output atau hasil yang maksimal dengan

penggunaan input yang seminimal mungkin, mengingat terbatasnya sumber

daya, seperti sumber daya manusia, sumber daya financial maupun sumber

daya asset lainnya.

Efektivitas (tepat sasaran) mencerminkan pencapaian sasaran,

yaitu melakukan segala sesuatu dengan benar, yang membantu organisasi

mencapai sasarannya. Jadi, jika efisiensi mengacu pada penggunaan sarana

(sumber daya) untuk menyelesaiakan susuatu, maka efektivitas mengacu

pada hasil akhir, yaitu pencapaian sasaran organisasi.2

Menurut chandler dalam Freddy Rangkuti (2014:3), Strategi

merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan

tujuan janka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber

daya.

Manajemen strategi merupakan serangkaian keputusan dan

tindakan manjerial yang dihasilkan dari proses formulasi dan implementasi

rencana dengan tujuan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Dengan kata

lain manajemen strategi merupakan proses perencanaan, pengarahan,

pengorganisasian dan pengendalian berbagai keputusan dan tindakan

strategis perusahaan dengan tujuan untuk mencapai keunggulan kompetitif

(Freddy Rangkuti (2014:64)

(7)

3

Berdasarkan uraian permasalahan-permasalahan di atas, serta

mengingat pentingnya manajemen strategi dalam pengelolaaan suatu

perusahaan, maka penulis mengangkat judul “KONSEP MANAJEMEN

STRATEGIK”.

B. Permasalahan

a. Kenapa manajemen strategi perlu dilakukan didalam perusahaan?

b. Apa tujuan dilakukannya manajemen stratergi?

c. Bagaimana proses manajemen strategi dilakukan?

C. Tujuan dan Kegunaan

a. Tujuan

a) Untuk mengetahui alasan dilakukannya manajemen strategi dalam

perusahaan;

b) Untuk mengetahui tujuan dilakukannya manajemen strategi

c) Untuk mengetahui proses manajemen strategi

b. Kegunaan

a) Dapat mengetahui alasan dan pentingnya dilakukan manajemen

strategi

b) Dapat menambah dan mengembangkan pengetahuan dan wawasan

(8)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Strategik

Menurut Ismail Solihin (2012:64) pengertian manajemen strategi

bila dikaitkan dengan terminology manajemen, maka manajemen strategi

didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengarahan (directing),

pengorganisasian dan pengendalian berbagai keputusan dan tindakan

stratergis perusahaan dengan tujuan untuk mencapai keunggulan

kempetitif.

Dalam hal ini strategi dipahami bukan hanya sebagai berbagai

cara untuk mencapai tujuan, melainkan mencakup penentuan berbagai

tujuan itu sendiri.

Strategi dipahami pula sebagai sebuah pola yang mencakup didalamnya

baik strategi yang direncakanak dan maupun strategi yang pada awalnya

tidak dimaksudkan oleh perusahaan, tetapi menjadi strategi yang

dipertimgangkan bahkan dipilih oleh perusahaan untuk

dimplementasikan.

Kasus Nokia merupakan salah satu kasus yang menarik, dimana

perusahaan mengubah bisnis utama perusahaan yang semula bergerak

dalam industri kertas menjadi perusahaan yang bergerak dalam bisnis

komunikasi. Perubahan cakupan usahan ini tentu saja akan diikuti

dengan perubahan misi dan tujuan perusahaan, yang mana perubahan

misi dan tujuan perusahaan ini merupakan bagian integral dari strategi

yang dilakukan oleh Nokia untuk memperoleh keunggulan kompetitif

(9)

5

secara berkelanjutan yang tidak akan diperoleh bila perusahaan ini tetap

bergerak pada industri kertas.

Perubahan orientasi usaha Nokia tidak terlepas dari adanya

peluang baru akibatr adanya perkembangan teknologi digital dan

teknologi komunikasi nirkabel (wireless). Munculnya peluang tersebut

telah mengubah strategi Nokia dan memunculkan pilihan strategi baru

untuk bergerak pada industry telekomunikasi.

Manajemen strategi berkenaan dengan pengelolaan berbagai

keputusan stragegis, yakni berbagai keputusan manajerial yang akan

mempengaruhi keberadaan perusahaan dalam jangka panjang.

Keputusan strategis dapat diambil oleh manajemen puncak pada

tingkat korporasi maupun pada tingkat unit bisnis (divisi). Keputusan

strategis pada tingkat korporasi bagi perusahaan yang memiliki beberapa

unit usaha, akan diterjemahkan ke dalam berbagai keputusan strategis

pada tingkat unit usaha. Sebagai contoh keputusan Coca-Cola untuk

mendefiniskan ulang usahanya pada tingkat korporasi dilakukan melalui

akusisi perusahaan Dasani (air mineral) dan akuisisi Minute Mai

(minuman sari buah).

Keputusan strategis tidak akan memiliki arti apapun seandainya

keputusan strategis tersebut tidak diterjemahkan kedalam tindakan

strategis.

Tindakan strategis meupakan implementasi dari berbagai keputusan

strategis yang telah ditetapkan perusahaan. Tindakan strategis sendiri

dapat didefinisikan sebagai berbagai tindakan majajerial yang akan

(10)

6

B. Tujuan Manajemen Strategik

Strategi yang dikembangkan perusahaan melalui proses

manajemen strategi bertujuan untuk menciptakan keunggulan kompetitif

bagi perusahaan. Beberapa indikator yang dapat dijadikan acuan untuk

menilai keunggulan kompetitif perusahaan antara lain mencakup

indikator-indikator kinerja akuntansi dan kinerja ekonomi (Barney dan

Hastery,2008, dalam Ismail Solihin,2012).

Melalui analisis terhadap laporan keuangan sebuah perusahaan, maka

akan diperoleh informasi mengenai kinerja akuntansi sebuah perusahaan

baik dilihat dari sisi profitabilitas maupun rasio-rasio keuangan. Dengan

membandingkan kinerja akuntansi sebuah perusahaan dengan

perusahaan-perusahaan lainnya dalam satu industri, maka akan dapat

diperoleh gambaran mengenai kinerja perusahaan dibandingkan dengan

pesaing, yakni apakah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif

ataukah tidak.

Untuk menilai apakan kinerja keuangan suatu perusahaan baik

atau tidak, manajer puncak suatu perusahaan biasanya akan melirik pada

lima ukuran utama kinerja keuangan perusahaan, yaitu profitable ratio,

liquidity ratio, leverage ratio, activity ratio dan market ratio. Rasio-rasio

tersebut dihitung dengan mengunakan bahan-bahan perhitungan yang

ada pada laporan keuangan perusahaan yakni neraca dan laporan

(11)

PROFITABILITY RATIO termasuk kedalam alat ukur profitabilitas

perusahaan antara lain adalah return on investment (ROI) yang

dirumuskan sebagai berikut :

Return on investment =

net profit

total asset

Rasio ini mengukur seberapa baik manajer perusahaan

menggunakan sumber daya perusahaan untuk menghasilkan laba.

LIQUIDITY RATIO Rasio likuiditas menunjukan sejau mana perusahaan

memiliki asset/aktiva lancer yang dapat digunakan untuk menutupi

kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo. Termasuk dedalam

rasio ini antara lain current ratio dan quick ratio.

Current ratio =

current assets

current liabilities

Rasio ini mengukur sejauh mana perusahaan emiliki asset lancer

yang dapat digunakan untuk menutupi utang jangka pendek yang segera

jatuh tempo.

Quick ratio =

(

current assets

inventory

)

current liabilities

Rasio ini menunjukan sejau mana perusahaan dapat membayar

kewajiban jangka pendeknya yang jatuh tempo dengan menggunakan

asset lancar tanpa harus menjual persediaan sebagai salah satu bagian

asset lancar.

LEVERAGE RATIO Rasio ini mengukur berapa besar utang yang

digunakan oleh perusahaan untuk mendanai total asset. SEmakin besar

(12)

dihadapi perusahaan dalam memenuhi kewajiban kotraktual dengan para

kreditor. Tetapi disisi lain, penggnaan utang juga dapat memperbesar

tingkat penembalian yang diperoleh perusahaan dibandingkan bila

seluruh asset perusahaan didanai degan modal sendiri. Dengan demikian

dalam leverage ratio mengandug resiko sekaligus kemungkinan

peningkatan pengembalian yang akan diperoleh perusahaan melalui

penggunaan utang (gitman, 2006:62 dalam Ismail Solihin 2012:68)

Beberapa rasio yang termasuk kedalam kelompok leverage ratio

antara lain debt ratio dan times interest earned ratio.

Debt ratio =

total liabilities

total asset

Ratio ini mengukur proporsi total asset yang didanai oleh utang,

dimana semakin besasr rasionya maka semakin besar pula proporsi dana

pihak lain yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasikan laba.

Time interest earned ratio =

earning before interest and taxes

interest

Rasio ini mengukurkemampuan perusahaan untuk membayar

kewajiban bunga yang timbul akibat utang sepanjang jangka waktu

pinjaman. Semakin besar nilai rasionya, maka semakin baik kemampuan

perusahaan untuk memenuhi kewajiban kontraktualnya dalam bentuk

pembayaran bunga secara berkala.

ACTIVITY RATIO Rasio ini mengukurberapa cepat berbagai akun yang

ada dalam neraca terutama yang berbentuk akun lamcar dapat berubah

menjadi perjualan atau kas. Berbagai akun lancar yang dimaksud

(13)

Ismail Solihin, 2012). Beberapa contoh rasio keuangan yang termasuk

kedalam activity ratio antara lain : Inventory turnover dan average

collection period.

Inventory turnover =

cost of goods sold

inventory

Rasio ini mengukur tingkat efisiensi yang dilakukan oleh manajer

dalam mengubah persediaan menjadi penjualan. Semakin tinggi rasio ini

maka semakin sering persediaan perusahaan berubah menjadi penjualan

dan semakin kecil rasio ini maka hal itu berarti semakin lama persediaan

perusahaan berada dalam bentuk persediaan sebelum dapat terjual.

Average collection period =

account recervable

average sales per day

Rasio ini mengukur berapa lama waktu yang diperlukan oleh

perusahaan untuk dapat menagih piutang dari para debitor yang

memberli secara kredit. Bila rasio average collection period masih berada

dibawah jangka waktu kredit yang diberkkan perusahaan, maka

perusahaan dapt dikatakan efektifdalam melakukan manajemen piutang.

Tetapi bila rasio average collection period lebih lama dibandingkan jangk

waktu ktedit yang diberikan, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan

tidak efektif dalam mengelola manajemen pituangnya.

MARKET RATIO Rasio ini dihitung dengan menghubungkan nailai pasar

perusahaan yang tercermin dari harga jual saham perusahaan dipasar sat

ini dengan nilai-nilai akuntansi tertentu. Rasio ini akan memberikan

gambaran mengenai seberapa baik investor di pasar modal menilai

(14)

digunakan untuk kategori market ratio antara lain price earnig ratio (P/E

ratio) dan Market/Book ratio (M/B ratio)

(P/E ratio) =

Market price per share of common stock

earning per share

Rasio ini mengukur jumlah uang yang bersedia dibayarkan oleh

investor untuk setiap rupiah penadapatan perusahaan, maka hal tersebut

menujukkanbahwa investor berani membayar setiap rupiah laba (earning)

perushaan dengan jumlah uang yang lebih besar.

(M/B Ratio) =

Market price per share of common stock

Book value per share of common stock

Rasio ini mengukur sejauh mana investor menilai kinerja

perusahaan dengan melihat hubungan antara nilai pasar saham

perusahaan dengan nilai bukunya. Senakin tinggi rasio M/B maka hal

tersebut menunjukan bahwa investor memiliki kepercayaan terhadap

perusahaan yang tercermin dari kesediaan mereka membayar saham

perusahaan lebih tinggi dibanding nilai bukunya.

RAsio-rasion keuangan tersebut akan memiliki rti apabila rasio

keuangan suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain yang

bergerak dalam inrustri yang sama. Sebagai contoh bila perusahaan

memperoleh ROU lebih besar dibandingkan dengan ROI yang diperoleh

rata-rata perushaan lainnya dalam satu indstri, maka dapat dikatakan

bahwa perushaan memiliki superior return.

Indikator lainnya yang digunakan untuk mengukur keuangan

kompetitif perusahaan diperoleh melalui analisi kinerja ekonomi yang

didalamnya mencakup biaya modal. Perusahaan memilikia dua sumber

(15)

pinjaman. Modal yang berasal dari para pemberi pinjaman akan

menimbulkan biaya utang, sedangkan modal yang berasal dari para

penanam modal akan menimbulkan biaya ekutias. Secara

bersama-sama, komponen biaya modal tersebut akan membentuk apa yang

disebut sebagai biaya modal rata-rata tertimbang. Perusahaan dikatakan

memiliki keunggulan kompetitip bila perusahaan memperoleh tingkat

pengembalian investasi yang lebih besar dari biaya modalnya dibanding

dengan perusahaan lain dalam satu industri. Perusahaan yang

memperoleh tingkat pengembalian lebih besar dari biaya modalnya akan

lebih mudah untuk memperoleh tambahan modal karena baik para

penanam modal maupun para pemberi pinjaman akan berebut untuk

menambah dana bagi perusahaan seperti itu.

Karena modal merupakan sumber daya ekonomi yang terbatas,

maka perusahaan harus berupaya untuk dapat memaksimalkan nilai

kekayaan para pemegang saham dengan menjalankan bisnis pada

bidang usaha yang menghasilkan tingkat pengembalian yang menarik.

Hal ini diwujudkan baik pada tataran strategi korporat, yakni dengan

melakukan diversifikasi pada berbagai usaha yang akan dapat

memaksimalkan nilai perusahaan, maupun pada tataran strategi unit

bisnis, yaitu dengan menetapkan besaran economic value added (EVA)

yang harus diperoleh oleh suatu unit bisnis agar unit bisnis tersebut

memberi kontribusi bagi pencapaian maksimalisasi nilai perusahaan pada

(16)

C. Proses Manajemen Strategik

Manajemen strategi merupakan sebuah proses untuk

menghasilkan berbagai keputusan dan tindakan stragetis yang akan

menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Pada saat melakukan

kegiatan manajemen strategi, para manajer perusahaan akan mengolah

input yang diperoleh melalui evaluasi terhadap misi, tujuan, dan strategi

yang dimiliki perusahaan saat ini serta analisis terhadap lingkungan

internal (melalui analisis ini perusahaan akan dapat mengidentifikasi

kekuatan dan kelemahan sumber daya perusahaan) dan analisis

lingkungan eksternal perusahaan (melalui analisis ini, perusahaan dapat

mengidentifikasi sejumlah peluang dan ancaman). Melalui pengolahan

input tersebut, perusahaan akan dapat merumuskan misi dan tujuan.

Selanjutnya perusahaan dapat memilih alternatif strategi yang dianggap

paling baik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen

strategi juga berkaitan dengan proses implementasi dan pengendalian

strategi yang dibuat pada level korporasi, level bisnis dan level fungsional.

Pearce dan Robinson (2005:3) dalam Ismail Solihin (2012:71)

memberikan pejelasan lebih lengkap mengenai berbagai tugas penting

yang harus dilakukan manajemen puncak perusahaan sebagai pihak

yang memiliki inisiatif untuk melakukan proses manajemen strategi.

Menurut mereka, terdapat Sembilan tugas penting dalam menerapkan

proses manajemen strategi, yaitu :

1. Menyusun misi perusahaan, termasuk didalamnya penyataan

mengenai maksud pendirian perusahaan, filosofi perusahaan dan

(17)

2. Melakukan analisis untuk mengetahui kondisi internal dan

kemampuan perusahaan.

3. Melakukan penilaian terhadap lingkungan eksternal peusahaan yang

mencakup didalamnya penilaian terhadap situasi persaingan dan

konteks usaha secara umum uang akan mempengaruhi efektivitas

perusahaan dalam mencapai tujuan.

4. Melakukan analisis terhadap alternatif pilihan strategi perusahaan

dengan membandingkan kesesuaian antara sumber daya yang

dimiliki perusahaan dengan lingkungan yang dihadapi perusahaan.

5. Melakukan identifikasi terhadap alternatif pilihan strategi yang

diinginkan melalui evaluasi msing-masing pilihan strategi disesuaikan

dengan misi dan tujuan perusahaan.

6. Memilih sekumpulan tujuan jangka panjang berikut strategi utama

yang paling memungkinkan untuk mencapai tujuan perusahaan.

7. Membuat tujuan tahunan dan strategi jangka pendek yang

mendukung pencapaian tujuan jangka panjang dan strategi utama.

8. Melakukan implementasi strategi terpilih melalui anggaran alokasi

sumber daya yang dibutuhkan, dimana dalam alokasi sumber daya ini

terdapat penekanan pentingya keselarasan antara tugas, manusia,

struktur organisasi, dan teknologi yang digunakan serta system

imbalan yang diterapkan.

9. Melakukan evaluasi terhadap keberhasilan penerapan strategi

sebagai input yang akan digunakan dalam pembuatan keputusan

(18)

D. Perkembangan Konsep Manajemen Strategi

Whelen dan Hunger (2004:3-4) dalam Ismail solihin (2012:72)

menjelaskan perkembangan konsep manajemen strategi melalui empat

tahap, yaitu sebagai berikut :

1. Perencanaan Keuangan Dasar

Pada tahap ini manajer mulai membuat perencanaan yang

serius terutama pada saat mereka diminta mengajukan anggaran

untuk tahun berikutnya. Proyeksi-proyeksi diusulkan tanpa didukung

dengan analisis yang memadai dan sebagian informasi yang

digunakan untuk analisis berasal dari dalam perusahaan.

Rencana operasi yang sangat sederhana ini hanya merupakan

bentuk manajemen strategi yang semu meski untuk

mempersiap-kannya sangat menghabiskan waktu. Aktivitas normal perusahaan

biasanya tertunda untuk beberapa minggu sewaktu para manajer

memeras ide untuk mengusulkan anggaran baru tersebut. Jangka

waktu untuk perencanaan ini biasanya berlaku satu tahun.

2. Perencanaan Berbasis Peramalan

Karena pembuatan anggaran tahunan dianggap kurang

berguna dalam menstimulasi perencanaan jangka panjang, maka

para manajer selanjutnya berupaya untuk mengajukan rencana lima

tahun. Selain menggunakan informasi internal untuk membuat

perencanaan jangka panjang, para manajerpun berupaya untuk

mengumpulkan berbagai informasi dari lingkungan perusahaan.

(19)

membuat ekstrapolasi terhadap trend yang ada saat ini terhadap

jangka waktu lima tahun mendatang.

Tahap ini juga sangat menyita waktu, seringkali penyusunan

rencana ini menguras aktivitas manajer selama satu bulan penuh

untuk memastikan bahwa anggaran yang diajukan cocok antara yang

satu dengan yang lainnya. Proses pembuatan rencana yang dibuat

akan melibatkan dana dalam jumlah yang besar. Rapat yang

masing-masing pihak berusaha mencari pembenaran terhadap

asumsi-asumsi yang mereka buat. Jangka waktu untuk perencanaan ini

biasanya berlaku untuk tiga sampai lima tahun.

3. Perencanaan Strategis

Frustasi dengan situasi konflik politik didalam perusahaan,

sementara pada saat yang sama diperoleh suatu kenyataan bahwa

rencana lima tahunan yang dibuat tidak berjalan efektif, maka

manajemen puncak kemudian mengambil kendali terhadap proses

perencanan dengan mmulai kegiatan perencanan strategis. Melalui

kegiatan ini perusahaan berusaha untuk menigkatkan kemampuannya

dalam memberikan tanggapan terhadap perubahan pasar dan

persaingan dengan melakukan proses berpikir secara strategis.

Kegiatan perencanaan diambil alih dari manajer yang memiliki level

rendah dan mengkonsentrasikan pembuatan rencan strategis kepada

para staf perencana. Perusahaan sering juga menggunakan tenaga

konsultan yang memberikan berbagai teknik baru dan inovatif yang

akan digunakan oleh para staf perencan untuk mengumpulkan

(20)

datang. Selain konsultan, perusahaan juga banyak mamanfaatkan

jasa mantan ahli strategi militer untuk membetuk unit intelejen

persaingan.

Konsep perencanaan strategis didasari oleh pemikiran

bagaimana perusahaan membuat perencanaan jangka panjang

dengan memperkirakan perubahan-perubahan yang akan terjadi

dalam lingkungan perusahaan selama beberapa tahun mendatang.

Setelah perusahaan berhasil meramalkan perubahan-perubahan

tersebut, selanjutnya perusahaan akan menyesuaikan sumber daya

internal yang harus dimiliki untuk memanfaatkan peluang usaha yang

ada di lingkungan eksternal serta mengantisipasi berbagai ancaman

yang akan dihadapi perusahaan dalam jangka panjang.

Sebagai sebuah model perencanaan, perenanaan strategis

mengalami masa pasang surut. Model ini pernah sangat popular pada

tahun 70-an dan mulai banyak ditinggalkan pada akhir tahun 80-an

setelah terbukti banyak perusahaan besar tidak dapat menigkatkan

kinerja secara signifikan dengan menggunakan model perencanaan

ini. Selain itu model perencanaan strategis untuk sementara waktu

kalah bersaing dengan model Porter maupun model Hamel dan

Prahalad atau model perencanaan lainnya yang mampu memberikan

jawaban atas perencanaan perusahaan jangka penjang untuk meraih

keunggulan kompetitif yang tercermin dari peningkatan posisi

(21)

4. Manajemen Strategi

Menyadari bahwa rencana strategis terbaikpun tidak akan

berguna tanpa adanya input dan komitmen dri manajer pada level

yang lebih rendah, maka manajer puncak pada tahap selanjutnya

membentuk kelompok perencana yang terdiri dari para manajer dan

karyawan kunci pada berbagai jenjang manajemen yang berasal dari

berbagai departemen dan kelompok kerja. Mereka mengembangkan

dan mengintegrasikan serangkaian rencana strategis dengan tujuan

mencapai tujuan utam perusahaan.

Konsep manajemen strategi memperoleh momentum

keber-hasilan sebagai model pengembangan strategi perusahaan pada era

90-an dimana banyak perusahaan berskala besar merasakan manfaat

dari penerapan manajemen strategi. Hal ini antara lain disebabkan

karena konsep manajemen strategi telah mengalami penyermpurnaan

dibanding konsep pendahulunya.

Perencanaan strategis mengalami perbaikan, konsep

manajemen strategi menekankan pada skenario masa depan yang

paling mungkin untuk dicapai dengan disertai strategi kontinjensi

untuk setiap skenario. Dalam hal ini rencana strategis lima tahunan

telah diganti dengan pemikiran strategis pada segenap jenjang

organisasi, dimana proses berpikir secara strategis ini dilakukan

sepanjang tahun. Sementara dalam konsep perencanaan strategis,

manajemen puncak lebih menekankan usahanya pada peramalan

(22)

peramalan tersebut dimana peramalan yang dimaksud memiliki

horizon waktu jangka panjang.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan manjemen strategi

melibatkan manajer-manajer dari level yang lebih rendah dan

personel kunci dalam pengembangan rencana strategis. Hal ini

bertujuan agar rencana strategi yang dibuat mendapatkan komitmen

secara luar dari sumber daya manusia perusahaan. Dengan demikian

kendati manajemen puncak masih merupakan pihak yang mengambil

inisiatif bagi pembuatan rencana strategis, tetapi strategi yang

diusulkan dapat datang dari bagian manapun dalam organisasi

perusahaan. Hal ini berbeda dengan penerapan konsep perencanan

strategis, yang mana pembuatan rencana strategis hanya dilakukan

oleh manajemen puncak perusahaan, sehingga strategi yang muncul

juga didominasi oleh strategi yang berasal dari manajemen puncak.

Dalam manajemen strategi terjadi penyebaran informasi

strategis secara lebih luas kepada para manajer dan personel kunci

dari berbagai level manajerial yang terlibat dalam pembuatan rencana

strategis. Hal ini berbeda dengan kegiatan perencanaan strategis,

dimana informasi strategis hanya dimiliki oleh pimpinan puncak

(23)

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Seperti yang sudah dipaparkan diatas, bahwa manajemen strategi

merupakan suatu komponen yang sangat vital, yakni suatu alat yang sangat

dibutuhkan dalam rangka penyusunan perencanaan dan strategi perusahaan

dalam mencapai tujuannya.

Secara garis besar manajemen strategi bertujuan untuk menyusun

strategi perusahaan guna menciptakan keunggulan kompetitif bagi

perusahaan. Terdapat dua indicator untuk menilai keunggulan komptetitf

perusahaan antara lain menckup indicator kinerja akuntansi dan kinerja

ekonomi.

Indikator kinerja akuntansi merupakan suatu langkah untuk menilai

apakah kinerja keuangan suatu perusahaan baik atau tidak, dengan

menggunakan parameter kinerja keuangan perusahaan yaitu meliputi :

profitability ratio, liquidity ratio, leverage ratio, actibity ratio dan market ratio.

Indikator kinerja ekonomi digunakan untuk mengukur keunggulan

kompetitif perusahaan diperoleh melalui analisis kinerja ekonomi yang

didalamnya mencakup biaya modal.

Manajemen strategi merupakan sebuah proses untuk menghasilkan

berbgai keputusan dan tindakan strategis yang akan menunjang percapaian

tujuan perusahaan.

Terdapat Sembilan tugas penting dalam menerapkan proses manajemen

strategi, yaitu :

(24)

20

1. Menyusun misi perusahaan, termasuk didalamnya penyataan mengenai

maksud pendirian perusahaan, filosofi perusahaan dan tujuan

perusahaan.

2. Melakukan analisis untuk mengetahui kondisi internal dan kemampuan

perusahaan.

3. Melakukan penilaian terhadap lingkungan eksternal peusahaan yang

mencakup didalamnya penilaian terhadap situasi persaingan dan konteks

usaha secara umum uang akan mempengaruhi efektivitas perusahaan

dalam mencapai tujuan.

4. Melakukan analisis terhadap alternatif pilihan strategi perusahaan dengan

membandingkan kesesuaian antara sumber daya yang dimiliki

perusahaan dengan lingkungan yang dihadapi perusahaan.

5. Melakukan identifikasi terhadap alternatif pilihan strategi yang diinginkan

melalui evaluasi msing-masing pilihan strategi disesuaikan dengan misi

dan tujuan perusahaan.

6. Memilih sekumpulan tujuan jangka panjang berikut strategi utama yang

paling memungkinkan untuk mencapai tujuan perusahaan.

7. Membuat tujuan tahunan dan strategi jangka pendek yang mendukung

pencapaian tujuan jangka panjang dan strategi utama.

8. Melakukan implementasi strategi terpilih melalui anggaran alokasi sumber

daya yang dibutuhkan, dimana dalam alokasi sumber daya ini terdapat

penekanan pentingya keselarasan antara tugas, manusia, struktur

organisasi, dan teknologi yang digunakan serta system imbalan yang

diterapkan.

9. Melakukan evaluasi terhadap keberhasilan penerapan strategi sebagai

input yang akan digunakan dalam pembuatan keputusan dimasa

(25)

Menurut Whelen dan Hunger (2004:34) dalam Ismail Solihin

(2012:72-74) perkembangan konsep manajemen strategi melalui empat

tahap, yaitu sebagai berikut : 1. Perencanaan keuangan dasar 2. Perencanaan berbasis peramalan 3. Perencanan strategi

4. Manajemen strategi

B. Saran

Demikian materi yang kami paparkan,tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. kami banyak berharap, para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Hery.2013.Cara Cepat dan Mudah Memahami Pengantar

Manajemen.Yogyakarta:Gava Media;

RAngkuti, Freddy.2014.Analisis SWOT.Jakarta.PT Gramedia PustakaUtama;

Solihin, Ismail.2012.Manajemen Strategik.Jakarta:Erlangga.

Referensi

Dokumen terkait

 Perencanaan Strategis : perencanaan yang berhubungan dengan keputusan dalam pengalokasian sumber daya, prioritas perusahaan, dan langkah yang dilakukan untuk

Pemasaran merupakan alat yang dapat dipergunakan perusahaan dalam.. mencapai tujuan pemasarannya melalui strategi pasar sasaran,

Pertumbuhan terkonsentrasi adalah strategi perusahaan yang mengarahkan sumber dayanya untuk mencapai pertumbuhan yang menguntungkan hanya pada satu produk,

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan perusahaan, baik dalam tujuan-tujuan jangka panjang maupun tujuan-tujuan jangka pendek. Oleh sebab

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan suatu proses perencanaan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk mencapai tujuan jangka

Kesimpulan yang bisa dicapai melalui tulisan ini adalah strategi sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan perusahaan tidak hanya penting bagi perusahaan

Pengorganisasian atau singkronisasi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya fisik, dan sumber daya modal dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.. 

Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan kumpulan alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan