PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Mahasiswa adalah sebutan bagi manusia yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Hal ini menandakan bahwa mahasiswa terdiri dari orang-orang yang sudah memasuki fase ahir dari jenjang pendidikan yang dapat diikuti oleh seseorang, selain hal tersebut dalam perkembangan seseorang seorang mahasiswa biasanya sudah memasuki masa dewasa ahir yaitu berkisar pada usia 16-20 tahun. Mahasiswa yang berjenis kelamin wanita (mahasiswi) cenderung lebih memperhatikan kecantikan tubuhnya terutama bagian wajahnya, dibandingkan dengan mahasiswa yang berjenis kelamin pria yang kebanyakan tidak memperhatikanya sebagaimana yang dilakukan oleh lawan jenisnya, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya ialah agar mahasiswi lebih percaya diri di depan halayak ramai dan agar mahasiswi itu sendiripun merasa bahwa dirinya sedap dipandang mata.
Produk kecantikan adalah salah satu solusi bagi perempuan yang menginginkan wajah terlihat cantik dalam waktu yang relatif singkat, dengan membeli sebuah prodak kecantikan dengan manfaat tertentu wajah dari seorang wanita dapat menjadi lebih putih, terlihat lebih muda, terlihat lebih segar ataupun lebih lembut. Pemaparan tadi adalah manfaat yang akan dirasakan oleh seorang wanita dengan membeli suatu produk kecantikan, ada yang dengan satu prodak dapat mendapatkan lebih dari satu manfaat dan adapula yang dengan satu produk maka satu manfaat yang dapat diperoleh. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, produk kecantikan semakin banyak beredar di masyarakat bukan hanya produk lokal seperti mustika ratu namun sekarang pun produk luar pun sudah mulai merambah pangsa pasar kosmetik dalam negeri, sebut saja merek Pond’s yang kemudian merek inilah yang akan dijadikan sebagai objek penelitian pemasaran kali ini.
bervariasi. Pond’s institute saat ini telah menjelma menjadi sebuah produsen kosmetik yang besar dan melanglang buana di ranah internasional. Indonesia pun tidak luput menjadi salah satu pangsa pasar yang menjanjikan bagi Pond’s terlebih karena jumlah penduduknya yang banyak, konsumtif dan mudah tertarik terhadap produk-produk baru.
Mahasisiwi yang tinggal di pondok pesantren Al-Ihsan Cibiru Hilir ,Bandung atau yang biasa disebut santriah pun tidak luput untuk ikut menggunakan produk kecantikan merek ini, walaupun terkadang nama santriah lebih diidentikan dengan merk kosmetik lain yaitu Wardah. Kata wardah berasal dari bahasa arab dan santri pun sering berkutat dengan bahasa tersebut, selain itu wardah pun sering mengiklankan produknya dengan menggunakan model berhijab yang sama dengan fashion style dari seorang santriah namun, pada kenyataanya tidaklah seperti itu, memilih produk kosmetik adalah sebuah perkara yang gampang-gampang sulit dikarenakan dalam menggunakan produk kecantikan seorang wanita mesti memiliki kecocokan dengan produk tersebut, hal ini mengindikasikan bahwa baik santriah ataupun bukan yang terpenting ialah kecocokan dari produk tersebut terhadap kulit dari pengguna.
Santriah yang identik dengan budaya sederhana dan natural jika tinggal di wilayah perkotaan seperti bandung akan lebih beradaptasi dengan lingkungan perkotaan yang menuntut untuk lebih dapat tampil fashionable serta memoles kulitnya agar tampak lebih cantik dan indah dipandang, karena itulah menjadi santriah pun harus tetaplah menjaga kecantikanya agar dapat menjadi wanita yang Qurota A’yun atau sedap dipandang mata .
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diambil beberapaa hal sebagai berikut :
1. Produk kosmetik adalah salah satu alat yang dapat meningkatkan kecantikan wanita.
3. Mahasisiwi memiliki perhatian yang cukup tinggi terhadap kecantikan wajah
Sehingga berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah faktor-faktor seperti harga, tingkat kecocokan, variasi produk ,prestise dan promosi secara simultan memengaruhi konsumen dalam membeli produk kecantikan Pond’s ?
2. Dari faktor-faktor tersebut, faktor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian produk kecantikan Pond’s?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi konsumen dalam membeli produk kecantikan Pond’s.
2. Untuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam memberikan pengaruh terhadap pembelian produk kecantikan Pond’s.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi di bidang pemasaran untuk mengembangkan usaha bisnis mereka.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori
1. Pengertian Pemasaran
Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam benyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi pesrusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bias juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnyaa individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produks yang bernilai dengan pihak lain”.
Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial”.
Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai. Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar secara tepat dan akurat.
2. Prilaku Konsumen
Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut”.
Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
Dari dua jenis definissi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.
3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen
Menurut Kotler ( 2002 : 183 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku pembelian konsumen yaitu :
a. Faktor Kebudayaan
yang merupakan karakter paling penting dari suatu sosial yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas sosial merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.
b. Faktor Sosial
Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.
c. Faktor Pribadi
minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.
d. Faktor Psikologis
Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.
4. Faktor Pribadi
Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang , jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuasakan kebutuhan dan hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau Quesioner atas riset atas proses keputusan pembelian yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk, konsumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :
Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar, haus, saat mencapai titik tertentu dapat menjadi sebuah dorongan. Kebutuhan juga dapat ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat menidentifikasi rangsangan yang paling sering membengkitkan minat akan suatu jenis produk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.
b. Pencarian Informasi
Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka pilihan produk dan merk harus diidentifikasi untuk memenuhi kebutuhanya. Dalam mencari berbagai alternative pilihan untuk memuaskan kebutuhan, seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, berapa banyak informasi dari masa alalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki oleh konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Sewcara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar.
c. Evaluasi Alternatif
sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuasakan kebutuhan.
d. Keputusan Pembelian
Setelah mencari dan mengvaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan, konsumen pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.
e. Prilaku Pasca Pembelian
Saat membeli suatu produk,bagi seorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan tertentu. Perasaan konsumen setelah malakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakan oleh konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut. Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli,kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternatif yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan. B. Kerangka Berpikir
pemasaran untuk meyakinkan kembali konsumen agar kembali membeli produk yang ditawarkan.
Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi suatu produk, seringkali konsumen memberikan sebuah tanggapan serta komentar mengenai suatu produk. Pond’s sebagai sebuah brand terkenal di Indonesia pun tidak luput mendapat tanggapan dari para konsumenya. Beberapa wanita mengatakan bahwa Pond’s adalah salah sau brand yang bagus dan memiliki tingkat kecocokan yang tinggi dengan berbagai jenis kulit.Beberapa lainya ada yang mengatakan Pond’s adalah merk kelas tinggi yang berharga mahal dan lebih cocok bagi wanita yang sudah “berumur”. Semua tanggapan itu bisa berarti benar dan bisa juga salah semua hal tersebut adalah hal yang bersifat relatif sebagaimana telah sedikit disinggung dalam paragraf sebelumnya. Namun dengan dua statemen diatas dapat disimpulkan bahwa memang terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen secara langsung dalam membeli sebuah produk. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen akan berbeda sesuai dengan produk yang dipasarkan. Faktor yang memengaruhi pembelian kosmetik dengan semen sudah barang tentu berbeda namun, ada pula faktor yang memang menjadi sebuah faktor universal yang berlaku untuk seluruh produk, contoh real nya adalah harga.
C. Penelitian sebelumnya.
Penelitian sebelumnya yang berkaitan adalah Agus Fitriadi (2003) yang meneliti tentang Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Keputusan dalam Pembelian Pada UD MIkrocom di Banjarmasin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas seperti harga, kahandalan system, vga card, tampilan layar,kelengkapan multi media, pelayanan purna jual berpengaruh secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian computer pada UD Mikrocom.Persamaan penelitian ini dengan penelitain penulis adalah sama-sama menganalisis tentang prilaku konsumen, sedangkan perbedaannya adalah pada objek penelitiannya.
D. Hipotesis Penelitian
a. Hipotesis I
Ha : Duduga faktor-faktor seperti harga, tingkat kecocokan, variasi ,prestise dan promosi secara simultan memengaruhi Santriah Al-Ihsan Cibiru Hilir Bandung dalam membeli produk kecantikan Pond’s
b. Hipotesis II
Ho : Diduga faktor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian produk kecantikan Pond’s pada Santriah Al-Ihsan Cibiru Hilir Bandung
BAB III
METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah Pondok Pesantren Al-Ihsan Cibiru Hilir Bandung dengan alamat : jalan Cibiru Hilir no.23 RT.01 RW.02 Kec.Cileunyi Kota Bandung. No telepon : 022-7807641 Kode Pos : 40626.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian
Populasi dalam penlitian ini adalah seluruh Santriah Al-Ihsan Cibiru Hilir yang membeli serta menggunakan produk kecantikan Pond’s.
2. Sampel Penelitian
Karena jumlah populasi yang terlalu besar yaitu lebih dari 100 dan keterbatasan dan, waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah sampel yang akan diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam populasi tersebut. Dimana manurut Arikunto ( 2002 : 112 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guildford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang lebih akurat.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini berupa :
a. Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, sepertu literature-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
b. Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan ( scoring ).
Sumber data dalam penelitian ini berupa :
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui wawancara dan kuesioner di lapangan.
b. Data Sekunder, yaitu data yng diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Biasanya sudah dalam bentuk publikasi saperti data yang diperoleh dari situasi-situasi internet dan data lainnya yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti.
D. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah :
a. Interview, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan responden dengan bantuan daftar pertanyaan untuk mengumpulkan data primer.
b. Kuesioner, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis pada responden untuk menjawab.
E. Variabel penelitian
Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Variabel terikat (Y) : Perilaku santriah dalam pembelian produk kecantikan Pond’s di Pondok Pesantren Al-Ihsan Cibiru Hilir
b. Variabel bebas (X) : Harga, tingkat kecocokan, variasi produk ,prestise dan promosi
Untuk mengetahui hasil tanggapan responden terhadap variabel-veriabel penelitian maka digunakan data interval dengan skala 0-10. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran dan interpretasi data, maka data interval dibagi menjadi 5 (lima) skor interval sebagai berikut :
0 ≤ 2 Skor 1
4,1 ≤ 6 Skor 3
6,1 ≤ 8 Skor 4
8,1 ≤ 10 Skor 5
F. Definisi Operasional Variabel 1. Harga (X1)
Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga-harga produk kecantikan Pond’s yang ditetapkan dibandingkan dengan harga produk pesaingnya yang sejenis.
(X1.1)Perbandingan dengan harga pesaing
Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga Produk kecantikan Pond’s dengan produk kecantikan lain yang sejenis seperti Wardah, Mustika Ratu dan lain-lain. Diukur dalam rupiah.
(X1.2)Harga yang ditetapkan
Tanggpan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari produk yang dbeli konsumen. Diukur dalam rupiah.
2. Tingkat Kecocokan(X2)
Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel kecocokan dari produk kecantikan Pond’s terhadap kulit mereka.
3. Variasi Produk(X3)
Macam-macam produk dalam berbagai fungsi dan jenis yang diproduksi oleh Pond’s , dapat dinilai dengan :
(X3.1)Pengetahuan konsumen mengenai produk yang beredar
Konsumen akan diminta untuk memaparkan pengetahuanya mengenai produk Pond’s yang beredar di pasaran.
(X3.2)Intensitas penambahan variasi produk baru
Mengukur intensitas kemunculan produk baru yang dikeluarkan oleh Pond’s
Nilai kebanggaan yang dirasakan seseorang akibat penggunaan suatu produk. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.
5. Promosi (X5)
Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti akivitas untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk konsumennya untuk membeli produk kecantikan Pond’s.
(X5.1)Tanggapan konsumen terhadap iklan produk kecantikan Pond’s yang disampaikan oleh pemasar
Dapat diukur dari frekuensi, luas jangkauan, serta ukuran. (X5.2)Hadiah
Respon konsumen terhadap sikap simpatik pamasar pada saat membeli produk kecantikan Pond’s. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.
G. Uji Validasi dan Rehabilitasi Instrumen Penelitian
Uji validasi dan rehabilitasi yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan agar data yang diperoleh dengan cara penyetaraan quisioner valid dan reliable.
Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diingikan dan mempu mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya instrument menunjukkan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud ( Suharsimi Arikunto, 145 : 2002 ).
Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validasi item, yaitu menguji terhadap kualitas item-itemnya. Yaitu dengan menghitung korelasi antara setiap item dengan skor total sebagai kriteria validilitasnya.
H. Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistic dengan menggunakan program SPSS,dimana rumus statistic yang digunakan adalah Linier Multiple Regression (regresi linier berganda), dimana fungsinya adalah :
Y = a + b1 . X1 + b2 .X2 + b3 . X3 + b4 . X4 + b5 . X5 + b6 . X6 + e
Fungsi tersebut menerangkan hubungan antara dua variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), dimana :
Y : Prilaku konsumen
A : Konstanta
b1 s/d b7 : Koofesien Regresi
X1 : Harga
X2 : Selera
X3 : Kualitas
X4 : Harga Jual Kembali
X5 : Prestise
X6 : Promosi
e : Faktor ganguan
I. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinieritas
multikolonieritas. Untuk mengetahui ada tidaknya multi kolonieritas antar variabel, dapat dilihat dari Variabel Inflation (VIF) dari masing-masing variabel bebas terdapat variabel terikat. Jika nilai VIF kurang dari sepuluh dapat dinyatakan tidak terjadi multikolonieritas ( Gujarati, 1995).
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan kepengamatan yang lain. Jika varian dari residual dari suatu pengamatan kepengamatan yang kain tetap, maka disebut omoskedastisitas. Dan jika varian berbeda disebut heteroskedasitas ( Santoso, Singgih, 2002 :208 ). Untuk mengetahui ada tidaknya gejala heterosskedatisitas dalam penelitian ini menggunakan metode Sperman Rank Correlation. Apabila hasil pengujian menunjukkan lebih dari α = 5% maka tidak ada heteroskedasitas.
c. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakan dalam persamaan regrasi mengandung korelasi serial atau tidak diantara variabel penggangu. Menurut Singgih Santoso ( 2002 : 219 ) untuk mengetahui adanya autokorelasi digunakan uji Durbin – Watson mendekati angka 2 berarti tidak ada autokorelasi.
d. Uji Normalitas
DAFTAR PUSTAKA
Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran (terjemahan). Edisi 7,jilid 1.Erlangga. Jakarta.
Lamb,Hair,Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan).Edisi Bahasa Indonesia,Jilid Pertama.Salemba empat.Jakarta.
Kotler, Philip.2002.Manajemen Pemasaran (terjemahan).Edisi Millenium, jilid 1.PT. Prenhallindo. Jakarta.