MAKALAH
PENGAJARAN APRESIASI SASTRA TENTANG
TEKNIK PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA
Disusun Oleh : Kelompok 2
Dila Afriani Diki Dwi Putra Pernando
Rahmatus Salma Yasnimar
Dosen Pembimbing : Megasari Martin, S.S, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT PADANGPANJANG
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran sastra merupakan bagian dari pembelajaran bahasa. Dimasukkannya pembelajaran sastra ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia kiranya dapat dimaklumi, karena secara umum, sastra adalah segala sesuatu yang ditulis. Pengertian semacam itu dianggap terlalu luas dan juga terlalu sempit. Dianggap terlalu luas karena, dengan demikian, semua buku termasuk sastra. Dianggap terlalu sempit dengan keberatan bahwa macam balada yang dinyanyikan dan cerita yang dibacakan, dengan demikian, tidak termasuk dalam sastra (Sumaryadi, 2008).
Pembelajaran sastra penting bagi siswa karena berhubungan erat dengan keharuan. Sastra dapat menimbulkan rasa haru, keindahan, moral, keagamaan, khidmat terhadap Tuhan, dan cinta terhadap sastra bangsanya (Broto, 1982: 67). Di samping memberikan kenikmatan dan keindahan, karya sastra juga memberikan keagungan kepada siswa pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Sastra Indonesia secara umum dapat dipakai sebagai cermin, penafsiran, pernyataan, atau kritik kehidupan bangsa.
Fungsi sastra kiranya tidak perlu diragukan lagi. Sastra dapat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap cara berpikir orang mengenai hidup, baik dan buruk, benar dan salah, dan cara hidupnya sendiri dan bangsanya (Soeharianto, 1976: 25). Pendek kata, sastra memberikan berbagai kepuasan yang sangat tinggi nilainya, yang tidak dapat diperoleh dengan cara lain sehingga sastra memberikan pengaruh yang menguntungkan kepada penikmatnya.
BAB II PEMBAHASAN
A. Teknik Pembelajaran
Mohamad (2011:7) menyatakan bahwa teknik pembelajaran adalah jalan, alat atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik ke arah tujuan yang diinginkan atau dicapai. Dengan kata lain teknik adalah cara yang digunakan dan bersifat implementatif. Menurut Trianto (2011:52) model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang dapat digunakan untuk mendesain pola-pola mengajar secara tatap muka di dalam kelas dan untuk menentukan material/perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film-film, program-program media komputer. Dapat disimpulkan bahwa teknik sama dengan model yang berarti penggunaan perangkat/alat/media untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Suatu teknik harus konsisten dengan metode dan sesuai pula dengan pendekatannya. Teknik berkaitan dengan strategi yang benar-benar terjadi di ruang kelas. Strategi yang efektif dan efisien akan tercipta bila strategi itu dapat dengan mudah diterapkan dan dapat menunjang prestasi belajar siswa.
tahu dan paham (hafal) pengetahuan sastra, tetapi tidak atau kurang mampu mengapresiasi karya. Tujuan utama pembelajaran sastra masih jauh dari terpenuhi. Kegiatan macam itu jelas kegiatan yang sangat tidak apresiatif.
Teknik induksi menghendaki lain. Siswa diberi kesempatan secara langsung bergaul intim dan berdialog dengan karya. Segala sesuatu yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa dalam pergaulan dan dialog biarlah ditemukan sendiri oleh siswa. Tentu saja, hal itu tidak terlepas sama sekali dari bimbingan guru. Yang penting guru tidak bersikap menggurui dan menyuapkan sesuatu yang tinggal telan saja. Tidaklah mungkin seseorang dapat merasakan kenikmatan sesuatu hanya dengan diberitahu orang lain tanpa melakukan kontak langsung secara intim dan berdialog akrab dengan sesuatu itu sendiri.
Penamaan induksi untuk teknik ini sesungguhnya meminjam istilah dari bidang logika. Seperti diketahui, terdapat dua cara penarikan kesimpulan, yaitu logika induktif dan logika deduktif. Logika induktif – yang dipakai di sini— erat hubungannya dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Sebagai suatu proses tertentu, induksi berupaya menyimpulkan pengetahuan yang ’umum’ atau universal dari pengetahuan yang ’khusus’ atau partikular. Induksi merupakan cara berpikir dengan jalan menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual.
Implikasinya dalam pembelajaran sastra, seperti sudah dikemukakan terdahulu, guru bertindak membimbing dan mengarahkan siswanya agar berhasil menemukan sendiri hal-hal khusus, ciri-ciri khusus, dan seterusnya, untuk kemudian dibimbing ke arah penarikan kesimpulan yang bersifat umum tentang karya sastra itu.
Akhirnya, disajikan contoh-contoh pantun. Langkah tersebut masih ditambah lagi dengan model penyajian dikte oleh guru. Langkah tersebut sangat tidak apresiatif, sehingga hasilnya pun berupa pengetahuan hafalan belaka.
Dengan teknik induksi yang merupakan pembalikan langkah-langkah tersebut di atas, siswa diberi kesempatan langsung berhadapan, berdialog, dan menikmati karya puisi lama itu. Dengan bimbingan guru siswa diajak mampu menemukan letak-letak keindahannya, ciri-ciri bentuknya, yang akhirnya sampai pada penyimpulan bahwa karya puisi itu adalah pantun.
Yang juga perlu diingat bahwa pembicaraan atau pembahasan tidak boleh hanya terbatas pada unsur bentuknya saja. Yang lebih penting justru pembahasan terhadap unsur isinya. Pembicaraan dapat saja berkisar pada pokok masalah yang diungkapkan, pendapat pengarang atau penyair tentang pokok masalah tersebut, perasaan, nada bicara, amanat yang terkandung, peristiwa yang dibayangkan terjadi di belakang karya, dan seterusnya.
B. Teknik Pembelajaran Sastra 1. Awali cerita
Tujuan:
Siswa dapat membuat sebuah awalan (paragraf pertama) cerita yang sudah ada dengan benar dan runtut berdasarkan isi cerita yang sudah ada. Siswa membuat awalan cerita yang telah dikosongkan sehingga dapat terangkai dengan cerita yang sudah ada. Siswa diberi lembar cerita yang awalannya telah dipotong satu paragraf. Secara individu siswa mengisi awalan dari sebuah cerita tersebut.
Alat yang diperlukan:
Cara menerapkan:
Caranya yaitu (1) guru memberikan penjelasan singkat vtentang kegiatan hari itu, (2) guru memberikan lembar cerita yang paragraf pertamanya sudah dibuang kepada masing-masing siswa (kelompok), (3) siswa mengidentifikasi lembar cerita yang diterimanya, (4) siswa membuat suatu paragraf untuk paragraf pertama atau awalan cerrita yang sudah ada isi ceritanya, (5) siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, (6) siswa yang lain memberikan tanggapan dari hasil presentasi temannya, (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
2. Akhiri cerita Tujuan:
Siswa dapat mengakhiri cerita dengan benar dan runtut berdasarkan isi cerita yang sudah ada. Siswa mengakhiri sebuah cerita yang endingnya tidak ada atau telah dipotong dengan bahasa sendiri, siswa mengakhiri cerita. Siswa diberi lembar cerita yang akhir atau ending dari cerita yang telah di potong satu atau dua paragraf . secara individu siswa menulis akirbcerita tersebut
Alat yang diperlukan:
Fotocopy lembar cerita yang ending ceritanya dihilangkan, alat tulis menulis . kegiatan dapat dilakukan secara perorangan.
Cara menerapkannya:
3. Ganti Tokoh Tujuan:
Siswa dapat mengingat dan lebih mengenal nama seseorang berdasarkan pengetahuan siswa baik karakter maupun sifatnya yang cocok dalam cerita tersebut. Siswa mengganti nama tokoh yang terdapat dalam cerpen dengan nama-nama yang pernah mereka kenal dikelas, dirumah, atau dilingkungannya. Siswa diberi lembar cerita yang nama-nama tokoh pada setiap isi crita tersebut telah dihapus. Secara individual siswa disuruh memberi nama tokoh cerita tersebut berdasarkan karakteristik dan sifat yang pernah mereka kenal.
Alat yang diperlukan:
Fotokopi lembar cerita yang nama-nama tokoh telah dihapus. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan
Cara menerapkan :
Caranya yaitu: (1) Guru memberikaan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) guru membagikan lembaran cerita yang nama-nama tokohnya sudah dikosongi kepada masing-masing siswa (kelompok), (3) siswa mengidentifikasi lembar cerita yang diterimanya, (4) siswa memberi nama pada lembar cerita yang nama tokohnya tidak ada, (5) siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya didepan kelas, mengapa nama tersebut muncul atau diberikan, (6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
4. Ganti Setting Tujuan:
Siswa dapat mengingat dan lebih mengenal nama-nama daerah berdasarkan pengetahuan siswa terutama karakteristik tempat yang cocok dalam cerita tersebut.
dikisahkan berdasarkan karakteristik tempat yang pernah mereka kenali.
Alat yang diperlukan:
Fotokopi lembar cerita yang nama-nama lokasi/ setting yang muncul telah dihapus. kegiatan dapat dilakukan secara perorangan
Cara menerapkan :
Caranya yaitu: (1) Guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) guru membagikan lembar cerita yang setting/tempatnya sudah dikosongi kepada masing-masing siswa(kelompok), (3) siswa mengidentifikasi lembar cerita yang diterimanya, (4) siswa memberi nama pada lembar cerita yang nama tempatnya tidak ada, (5) siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya didepan kelas, mengapa nama tersebut muncul atau diberikan, (6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
5. Urutan Plot Tujuan:
Siswa dapat mengurutkan sebuah cerita dengan benar, urut dan runtut berdasarkan potongan-potongan plot yang ada. Siswa mengurutkan plot sebuah cerita dengan satu kalimat satu plot. Siswa diberi amplop yang berisi potongan-potongan plot berupa satu kalimat. Siswa disuruh mengurutkan plot tersebut sehingga menjadi sebuah kalimat cerita yang urut dan runtut.
Alat yang diperlukan:
Potongan-potongan plot dalam satu kalimat, lembar kertas kosong, lem kertas, amplop. kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok
Cara menerapkan:
mendiskusikan dan mengurutkan plot tersebut, (5) siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya didepan kelas, (6) siswa (kelompok) lain memberikan tanggapan atas presentasi temannya, (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
6. Diagram/Skema Tokoh Tujuan:
Siswa dapat membuat sebuah skema tokoh dengan benar dan lengkap berdasarkan cerita yang dibacanya. Siswa membuat skema tokoh sebuah cerita atau mendiagramkan tokoh berdasarkan asal usul, watak, kelahiran, dan sebagainya. Siswa diberi lembar fotokopi cerita, dalam waktu yang telah ditentukan siswa disuruh membaca dan menganalisis. Setelah selesai siswa disuruh membuat skema tokoh, berdasarkan asal-usul, watak, kelahiran dan sebagainya.
Alat yang diperlukan:
Lembaran fotokopi cerita kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok
Cara menerapkan :
Caranya yaitu: (1) Guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) guru membagikan lembar fotokopi cerita kepada masing-masing siswa (kelompok), (3) siswa membaca dan mengidentifikasi cerita yang diterimanya, (4) siswa mendiskusikan dan membuat skema tokoh tersebut, (5) siswa mempresentasikan hasil pekerjannya didepan kelas, (6) siswa (kelompok) lain memberikan tanggapan atas presentasi temannya, (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
7. Tabel Kesan Tokoh Tujuan:
diberi lembaran fotocopy cerita dalam waktu yang telah ditentukan, siswa disuruh membaca dan menganalisis, setelah itu siswa disuruh membuat sebuah tabel yang isinya mengenai kesan dari tokoh tersebut. Alat yang diperlukan:
Lembar fotocopy cerita, lembar kertas kosong.
Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) guru memeberikan lembar fotocopy cerita kepada masing-masing siswa, (3) siswa membaca dan mengidentifikasi cerita yang diterimanya, (4) siswa mendiskusikan dan membuat tabel kesan tokoh tersebut, (5) siswa mempersentasekan hasil pekerjaan di depan kelas, (6) siswa lain memberikan tanggapan atas presentasi temannya, (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
8. Bursa Gaya Bahasa Tujuan:
Siswa dapat mengidentifikasi sebuah cerita dengan cepat dan benar berdasarkan gaya bahasa yang dipakai dalam cerita tersebut, siswa mengambil potongan cerita dengan gaya bahasa yang sudah disediakan secara acak kemuadian mengsrtikan dang mngelompokkannya. Siswa disuruh mengambil potongan bhasa dalam toples, untuk jumlah pengambilannya terserah kemampuan siswa minimal 5 potongan. Dalam waktu singkat siswa menyebutkan masing-masing gaya bahasa yang dipakai dalam potongan kalimat tersebut dan mengelompokkannya, contoh cerita A menggunakan gaya bahasa hiperbola, cerita B memekai gaya bahasa personifikasi dan lain-lain. Siswa yang paling banyak dan benar arti gaya bahasanya diberi penghargaan.
Alat yang diperlukan :
Potongan kalimat gaya bahasa, toples plastik
Cara menerapkannya:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) siswa mengambil potongan cerita, (3) siswa membaca dan mengidentifikasi cerita yang diambilnya, (4) siswa mendiskusikan dan mengartikan gaya bahasa dalam cetrita tersebut, (5) siswa mengelompokkan potongan gaya yang sama,(6) siswa mempresentasikan hasil pekerjaanya di depan kelas, (7) siswa lain memberikan tanggapan atas presentasi temannya, (8) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
9. Putar Peribahasa Tujuan:
Siswa dapat memaknai berbagai macam peribahasa secara cepat dan bebnar. Siswa dibentuk kelompok masing-masing 2 orang. Masing-masing kelompok diberi lembar manila selebar folio yang dilipat, di dalam lipatan tersebut berisi peribahasa, sambil mebuka lipatan siswa mengucapkan arti peribahasa tersebut tanpa menyebutkan peribahasanya. sambil mengucapkan siswa yang satu mencatanya baik peribahsa maupun artinya. Setelah selesai siswa memutar kartu pribahasa ke kelompok lain, kelompok yang lain melakukan hal yang sama, sesuai dengan kartu yang diterimanya.
Alat yang diperlukan:
Lembar manila selebar folio dilipat, sepidol, buku kerja siswa. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Cara menerapakannya:
mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, (8) siswa lain memberikan tanggapan atas presentasi temannya, (9) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
10. Ubah Tema ke dalam Gerakan Tujuan:
Siswa dapat membuat sebuah gerakan tanpa harus bersuara dengan cepat dan benar sesuai tema cerita yang ada. Siswa mendengarkan cerita singkat, sambil menyimak siswa mengingat-ingat tema dari cerita tersebut. Setelah menemukan tema bacaan kemudian siswa memindahkan tema tersebut ke dalam gerakan. Umpanya, sebuah cerita bertema kesedihan maka siswa melakukan gerakan yang melambangkan kesedihan dengan meletakkan tangan di dada. Sedang siswa yang lain menebak tema cerita apa yang digambarkan dalam gerakan tersebut.
Alat yang diperlukan:
Lembaran cerita-cerita singkat yang berbeda tema.
Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) siswa mengidentifikasi lembar cerita , (3) siswa membuat sebuah gerakan (4), siswa mempresentasikan hasil gerakannya di depan kelas, (5) siswa lain mengartikan geraka tersebut kedalam sebuah tulisan, jika belum jelas gerakan minta diulang, (6) setelah selesai semua, kelompok saling menilai hasil pekerjaan temannya, (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
11. Ubah ke dalam gambar Tujuan:
cerita setelah membaca siswa disuruh mengubah cerita ke dalam beberapa gambar menurut selera siswa secara urut.
Alat yang diperlukan:
Lembaran cerita-cerita singkat yang berbeda tema, lembar folio kosong. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu. (2) guru membagikan lembar cerita singkat ke masing-masing siswa. (3) siswa mengidentifikasi lembar cerita. (4) siswa membuat beberapa gambar yang sesuai dengan cerita secara urut. (5) siswa mempresentasikan hasil di depan kelas. (6) kelompok lain memberikan komentar tentang hasil pekerjaan temannya. (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
12. Menulis cerita singkat Tujuan:
Siswa dapat membuat sebuah cerita dengan cepat berdasarkan gagasan yang ada dalam pikiran mereka. Siswa disuruh melamun atau membayangkan sebuah peristiwa atau kegiatan sehari-hari. Lalu siswa tersebut menuliskan cerita singkat berdasarkan yang mereka lamunkan.
Alat yang diperlukan:
Lembar folio kosong. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
kelas. (5) kelompok lain memberi komentar tentang hasil pekerjaan temannya. (6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
13. Bursa Judul Cerita Tujuan:
Siswa dapat memahami dengan cepat isi sebuah cerita berdasarkan judul yang dibaca. Siswa menebak isi bacaan dari judul-judul cerita yang disodorkan oleh guru.
Alat yang diperlukan:
Macam-macam buku cerita. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kagiatan hari itu. (2) guru memberikan waktu 5-10 menit untuk siswa membaca bermacam-macam buku cerita secara bergantian. (3) siswa menganalisis isi buku cerita. (4) guru menarik kembali buku cerita. (5) guru bertanya kepada siswa apa isidari buku cerita yang judulnya dibacakan. (6) siswa yang mengerti menjawab dengan mengangkat tangan. (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu, siswa yang berhasil menjawab dengan benar diberi penghargaan. Sebaiknya kegiatan dilaksanakan berulang-ulang.
14. Komentari cerita Tujuan:
Siswa dapat mengembangkan wawasan berfikir dalam memahami isi sebuah cerita lewat komentar cerita. Siswa mengomentari cerita di kolom kiri setiap paragrafnya atau setiap plotnya.
Alat yang diperlukan:
Cara menerapkannya:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu. (2) guru membentuk kelompok dan membagikan lembar foto copy cerita serta lembar folio kosong. (3) siswa menganalisis dan mendiskusikan antara anggota kelompoknya. (4) siswa menuliskan komentar tentang isi cerita disisi kiri atau kanan bacaan. (5) siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya. (6) siswa yang lain memberikan tanggapan. (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
15. Baca puisi serempak Tujuan:
Siswa dapat membaca puisi dengan benar tentang lafal, intonasi dan gerakkan sesuai temanya secara serentak. Siswa diberi lembar foto copy puisi, lalu siswa membaca puisi tersebut secara bersama-sama atau secara bergantian tiap bait dengan teman sekelas atau sekelompoknya.
Alat yang diperlukan:
Lembar foto copy puisi. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
16. Baca puisi individu Tujuan:
Siswa dapat mengapresiasi puisi de ngan ekspresi lisannya. Siswa membaca puisi secara perseorangan dengan gaya bebas berdasarkan imajinasinya.
Alat yang diperlukan:
Lembar foto copy puisi yang beraneka ragam. Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu. (2) siswa membaca puisi secara perseorangan di depan kelas. (3) siswa memberikan komentar tentang isi puisi itu. (4) siswa lain memberikan penilaian tentang penampilan temannya. (5) guru merefleksikan tentang hasil pelajaran hari itu.
17. Melagukan puisi Tujuan:
Siswa dapat dengan cepat membuat sebuah lagu berdasarkan puisi yang disenanginya. Siswa biasanya senang dengan lagu-lagu, agar lebih variatif lagu tersebut baiknya diganti dengan bait puisi. Setelah itu siswa melagukan puisi yang disenanginya dengan nada lagu yang dipilihnya kemudian menyanyikan di depan kelas.
Alat yang diperlukan:
Lembar foto copy puisi. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
18. Memerankan puisi Tujuan:
Siswa dapat memerankan isi puisi dengan benar berdasarkan imajinasi mereka. Siswa disuruh membaca puisi, sambil membaca siswa disuruh memerankan puisi tersebut sesuai dengan daya imajinasinya. Setelah dapat memahami dan menyusun peran siswa menampilkannya di depan kelas.
Alat yang diperlukan:
Lembar foto copy puisi. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu. (2) siswa membentuk kelompok. (3) siswa mengidentifikasi puisi yang dipilihnya ke dalam peran-peran yang akan ditampilkannya. (4) siswa berlatih bermain peran dalam kelompoknya. (5) siswa secara berkelompok menampilkan peran yang akan dimainkan di depan kelas. (6) siswa lain memberikan penilaian tentang penampilan temannya. (7) guru8 merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
19. Menarasikan puisi Tujuan:
Siswa dapat mengubah bermacam-macam puisi menjadi sebuah cerita narasi dengan ceoat dan benar. Siswa mengubah puisi ke dalam cerita narasi.
Alat yang diperlukan:
Lembar foto copy puisi dan lembar folio kosong. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
cerita/narasi secara perorangan. (4) siswa melaporkan hasilnya di depan kelompoknya. (5) siswa lain di kelompoknya memberikan penilaian tentang temannya. (6) guru merefleksikan hasil pembelajran hari itu.
20. Mengganti puisi Tujuan:
Siswa dapat membuat variasi puisi berdasarkan imajinasi yang dimiliki dengan benar. Siswa mengganti puisi dengan kata-katanya sendiri yang diganti tentunya tidak semua persajakannya tetapi beberapa kata yang dipandangnya pantas untuk diubah. Siswa wajib mengubahnya meskipun puisi nitu sudah dipandang baik.
Alat yang diperlukan:
Lembar foto copy puisi, lembar folio kosong. Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu. (2) guru membagikan lembar foto copy puisi dan folio kosong. (3) siswa mengganti sebagian persajakkan puisi dengan kata-katanya sendiri. (4) siswa membacakan hasil pekerjaannya di depan kelompok. (5) siswa lain memberikan komentar tentang penampilan temannya. (6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
21.Menulis Puisi Berdasarkan Objek Lansung Tujuan:
Alat yang diperlukan:
Lembar foto folio kosong atau buku kerja, bermacam-macam objek sesuai tema. Kegiatan dilakukan secara perorangan.
Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) guru mengajak siswa untuk jalan-jalan keluar kelas dan melihat-lihat lingkungan sekitar, (3) guru memberikan tugas siswa untuk membuat puisi berdasarkan objek yangdilihatnya dengan tema yang dipilihnya, (4) siswa mengidentifikasi objek dan menuangkan imajainasinya ke dalam puisi berdsarkan pengamatan terhadap objek, (5) guru dan siswa kembali ke kelas, siswa membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas, (6) siswa lain memberikan tanggapan tentang penampilan temannya, (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
22.Menulis Puisi Berdasarkan Lamunan Tujuan:
Siswa dapat menulis puisi dengan cepat dan benar berdasarkan lamunan atau imajinasinya. Siswa diajak untuk melamunkan sesuatu kemudian menuliskan kedalam puisi.
Alat yang diperlukan:
Lembar folio kosong atau buku kerja. Kegiatan dilakukan secara perorangan.
Cara menerapkan:
23.Menulis Puisi Berdasarkan Gambar Tujuan:
Siswa dapat membuat puisi dengan cepat dan benar berdasarkan gambar yang dilihatnya. Siswa melihat gambit yang diberikan oleh guru. Dari melihat itu, siswa menulis puisi.
Alat yang digunakan:
Bermacam-macam gambar poster. Kegiatan dilakukan secara perorangan.
Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) siswa menerima gambar dari guru, (3) siswa mengidentifikasikan gambar tersebut, (4) siswa menulis puisi berdasarkan hasil identifikasi yang dibuatnya, (5) siswa lain memberikan komentar terhadap isi puisi itu, (6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
24.Menulis Puisi Berdasarkan Cerita Tujuan:
Siswa dapat membuat puisi dengan cepat berdasarkan cerita yang dibacanya. Siswa membaca cerita dalam waktuyang telh ditentukan, setelah itu siswa disuruh puisi atas dasar cerita yang mereka baca. Alat yang diperlukan:
Bermacam-macam buku cerita dan lembar folio kosong. Kegiatan dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
25.Meneruskan Puisi Tujuan:
Siswa dapat meneruskan sebuah puisi dengan benar dan runtun sesuai temanya. Siswa diberi lembar puisi yang belum selesai penulisannya. Siswa meneruskan puisi yang belum selesai tersebut hingga menjadi puisi yang utuh.
Alat yang diperlukan:
Lembar fotocopy puisi yang bebrapa baitnya belum selesai. Kegiatan dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru membeika penjelasa tentang kegiatan hari itu, (2) guru memberikan lembar fotocopy yang belum selesai, (3) siswa meneruskan puisi tersebut sehingga menjadi puisi yang utuh, (4) siswa membaca hasil kerjanya di depan kelas, (5) siswa lain memberikan komentar tentang isi puisi tersebut, (6) siswa yang lain memberika penilaian dari hasil tampilan temannya, (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.
26. Mengawali Puisi Tujuan:
Siswa dapat membuat bait pertama puisi yang belum ada awalannya denah cepat, benar dan runtu sesuai isi. Siswa diberi lembar fotocopy puisi yang bait pertamanya belum ada. Siswa menuliskan awalan puisi yang sebelumnya masih kosong. Dihapakan siswa dapat menyambung gaagsan dengan gagasan yang sudah ditulis dalam puisi itu.
Alat yang diperlukan:
Lembar fotocopypuisi yang belum ada awalannya. Kegiatan dilakukan secara perorangan maupun kelompok.
Cara menerapkan:
mendiskusikan dan meneruskan puisi sesuai dengan gagasannya, (5) siswa membaca puisi di depan kelas, (6) siswa meberika komentar tentang isi puisi, (7) guru merefleksikan hasil kegiatan hari itu.
27.Baca Puisi Berpasangan Tujuan:
Siswa dapat mebaca puisi secara berpasangan dengan benar tentang lafal intonasi dan gerakan sesuai temanya. Siswa dibagi menjadi bepasang-pasangan, secara berpasangan siswa membaca puisi sesuai dengan interpretasi yang mereka miliki.
Alat yang diperlukan:
Lembar fotocopy puisi. Kegaiatan dilakukan secara kelompok. Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) guru membentuk kelompok, (3) siswa dengan pasangannya mengidentifikasi puisi yang telah dipilihnya, (4) siswa membaca puisi secara bersama-sama atau begantian tiap bait, (5) siswa memberikan komentar tentang isi puisi, (6) guru merefleksikan hasil kegiatan hari itu.
28.Memerankan Tokoh Tujuan:
Siswa dapat menampilkan berbagai macam karakter tokoh cerita dengan cepat. Siswa memerankan tokoh sebuah cerita.
Alat yang digunakan:
Buku cerita bermcam-macam judul. Kegaiatan dilakukan secara kelompok
Cara menerapkan:
dalam secara tunggal di depan kelas, (6) siswa memberikan komentar tentang penampilan temannya, (7) siswa merefleksikan hasil belajarnya, (8) guru merefleksikan hasil kegiatan hari itu.
29.Membuat Naskah Drama Tujuan:
Siswa dapat membuat naskah drama dengan cepat dan runtut. Siswa membuat naskah pendek berdasarkan situasi yang mereka kenali. Situasi dapat disesuaikan dengan kondisi siswa contohnya di rumah, sekolah atau tempat biasa mereka bermain.
Alat yang diperlukan:
Lembar folio kosong. Kegaiatan dilakukan secara kelompok maupun perorangan.
Cara menerapkan:
Caranya yaitu: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) guru membentuk kelompok (3) siswa mendiskusikan naskah drama dan membagi tugas, (4) kelompok melaporka hasil kerjaannya di depan kelas, (5) siswa memberikan komentar tentang penampilan temannya, (6) guru merefleksikan hasil kegiatan hari itu.
30.Bermain Drama Tujuan:
Siswa dapat mengekspresikan diri dan mengeksploitasi kempuannya ke dalam sebuah drama. Siswa dibagi kedam beberapa kelompok kecil. Setiap siswa diberi kebebasan mementaskan sebuah drama. Alat yang diperlukan:
Naskah drama. Kegaiatan dilakukan secara kelompok Cara menerapkan:
berlatih dan mendiskusikan format pementasan, (5) siswa mementaskan drama di depan kelas, (6) siswa memberikan komentar tentang penampilan temannya, (7) guru merefleksikan hasil kegiatan hari itu.
C. Contoh Penggunaan Teknik dalam Pembelajaran Contoh:
Dalam kurikulum 2006 Bahasa Indonesia Halaman 49.
Menulis
Sekolah : SMP N 1 Padangpanjang Kelas : VII (Tujuh)
Semester : 2 (Dua)
SK: 16. Mengungkapkan keindahan alam dan
pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi. KD : 16.2 menulis kreatif puisi berkenaan dengan
peristiwa yang pernah dialami.
Alat yang diperlukan:
Lembar folio kosong atau buku kerja. Kegiatan dilakukan secara perorangan.
Cara menerapkan:
BAB III P E N U T U P
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Puji sukur kami ucapkan kepada allah SWT karena atas rahmatNya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang membahas tentang Teknik Pembelajaran Apresiasi Sastra. Shalawat dan salam senantiasa kami limpahkan kepada nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam hidup ini. Semoga kita senantiasa menjalani hidup dengan pencerahan allahi dan ajaran Rasulullah SAW.
Makalah ini merupakan usaha untuk memberikan kemudahan bagi kami mahasiswa dalam proses perkuliahan Pengajaran Apresiasi Sastra. Semoga dalam makalah ini dapat lebih membantu mahasiswa dalam memahami materi dan pelaksanaan pembelajaran.
Ucapan terima kasih tidak lupa pula kami ucapkan kepada Ibu Megasari Martin, S.S, M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah melakukan dan memberi bimbingan baik secara lansung maupun tidak lansung dalam penyelesaian makalah ini. Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari bahwa kami masih banyak memiliki kekurangan. Oleh sebab itu berharap adanya kritik dan saran untuk perbaikan pembuatan makalah selanjutnya. Terimakasih.
Padang Panjang, Maret 2015
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i DAFTAR ISI ...ii BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...1 B. Tujuan...1 BAB II PEMBAHASAN
A. Teknik Pembelajaran...3 B. Teknik Pembelajaran Sastra...5 C. Contoh...7 BAB III PENUTUP