TUGAS TOPIK 1. PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK
1. Setiap individu tentu saja pernah mengenyam pendidikan formal. Ceritakan pengalaman menarik Anda, ketika Anda menjadi seorang peserta didik yang berusaha memahami penjelasan dari guru Anda. (Cerita diharapkan memuat gambaran kondisi pada saat itu, upaya apa yang Anda lakukan untuk dapat memahami penjelasan guru, dan apa saja yang dilakukan oleh guru Anda pada saat itu untuk membantu Anda memahami pelajaran tersebut).
Saat saya SMP pada pelajaran matematika, materi tentang bangun ruang kubus guru hanya menjelaskan lewat gambar pada buku sehingga kesulitan untuk memahami materi tentang menentukan diagonal ruang kubus. Upaya yang saya lakukan yaitu saya meminta guru untuk menjelaskan lagi sementara saya lebih memperhatikan lagi. Upaya yang dilakukan guru saat itu yaitu menggunakan alat peraga kubus sehingga saya lebih memahaminya.
2. Saat pembelajaran berlangsung, seorang guru menyadari bahwa peserta didik di dalam kelas terlihat kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Saat itu, guru berinisiatif untuk memberikan hadiah kepada peserta didik yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru. Setelah satu bulan, guru itu tidak lagi memberikan hadiah kepada peserta didik ketika berhasil menjawab pertanyaan guru.
Akan tetapi peserta didik tetap bersemangat menjawab setiap pertanyaan karena berharap akan mendapatkan hadiah dari guru ketika berhasil menjawab dengan benar.
Setelah menyadari tidak ada hadiah lagi yang diberikan guru, para peserta didik kembali lagi kurang bersemangat saat belajar. Menurut Anda, apa yang menyebabkan para peserta didik tersebut menampilkan perilaku seperti di awal pembelajaran (kurang bersemangat saat belajar)? Jika Anda menjadi guru, apa yang akan Anda lakukan agar 3 semangat belajar peserta didik dapat bertahan walaupun tidak mendapatkan hadiah?
Menurut saya, yang menyebabkan peserta didik tidak lagi bersemangat saat tidak diberi hadiah karena motivasi peserta didik belajar adalah untuk mendapatkan hadiah. Jika saya menjadi guru, saya akan mendorong peserta didik agar dapat memotivasi diri sendiri untuk belajar dengan bersemangat dan mengganti hadiah dengan lebih mengapresiakan lewat memberi pujian, memberikan tepuk tangan dan membuat variasi dalam pembelajaran seperti membuat game dalam pembelajaran, menggunakan media pembelajaran sehingga anak-anak menjadi lebih semangat.
3. Dalam kegiatan pertemuan tatap muka terbatas, pihak sekolah menempelkan poster perilaku hidup bersih dan sehat di setiap sudut sekolah, untuk membuat peserta didik menyadari pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat ketika berada di sekolah.
Selain itu, guru juga secara berkala mengingatkan dan memberikan contoh bagaimana menerapkan perilaku hidup bersih kepada peserta didiknya. Karena terbiasa melihat
poster dan perilaku guru di sekolah, para peserta didik selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat saast berada di sekolah. Menurut Anda, apa yang menyebabkan para peserta didik tersebut mampu menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat tanpa perlu diingatkan?
Menurut saya hal yang menyebabkan para peserta didik mampu menerapkan pola perilaku bersih bukan hanya karena melihat pajangan (poster) atau disuruh tetapi guru meberikan contoh langsung (aksi nyata) bagaimana pola hidup bersih sehingga siswa terlatih dan terbiasa melakukan pola hidup bersih tanpa perlu diingatkan.
4. Coba ingat-ingat pengalaman Anda ketika sekolah (SD/SMP/SMA), guru apa saja yang dapat membuat Anda tertarik mengikuti pembelajaran dan sebaliknya?
Ceritakan sebuah pengalaman menarik Anda berkaitan dengan cara Anda membangkitkan motivasi pada diri Anda ketika menjadi seorang pelajar!
Pengalaman menyenangkan
Saat pelajaran matematika di SMP, guru matematika membuat pelajran matematika, karena guru saya membuat pelajaran yang menyenangkan, seperti memberikan rumus dengan dengan bahasa yang mudah atau dengan pemisalan yang gampang diingat.
Contoh pada rumus luas segitiga l=a . t
2 dibaca menjadi Anak Timor dibagi 2.
Guru selalu menjelaskan perlahan dan tidak marah-marah, selalu tersenyum, sehingga saya tertarik mengikuti pembelajaran yang berlansung.
Pengalaman buruk
Saat SMA di pelajaran Sejarah, guru sejarah saya membuat saya tidak tertarik mengikuti pelajaran karena saat pelajaran berlangsung guru lebih banyak bercerita tentang kelebihan keluarganya sehingga ini membuat saya bosan dan tidak tertarik mengikuti pelajaran.
Motivasi
Saya membangkitkan motivasi saya dengan rajin berdoa, berpikir positif dengan menganggap setiap persoalan dengan game yang apabila kita berhasil menyelesaikannya atau melewatinya saya akan merasa senang dan dapat meningkatkan kemampuan diri saya.