PENGARUH KETEPATAN SELEKSI FIKSI DI BAGIAN LAYANAN
ANAK TERHADAP MINAT KUNJUNG PEMUSTAKA
DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KOTA ADMINISTRASI
JAKARTA UTARA
Skripsi
Diajukan Untuk Melengkapi
Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan
Oleh:
FADHILAH MULIANI
NIM. A2D009076
PROGRAM STUDI S1 ILMU PERPUSTAKAAN
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Motto
1. Anda dapat mengubah siapa Anda, dengan mengubah apa yang masuk
dalam Ziglar)
2. Buku adalah jendela dunia. Mulailah membaca mulai dari buku yang Anda
sukai.
Persembahan 1. Mama dan Ayah
2. Adik-adikku
3. Sahabatku Angkatan 2009.
4. Universitas Diponegoro.almamaterku
Skripsi ini telah disetujui oleh Dosen Pembimbing untuk diajukan ke sidang
Panitia Ujian Skripsi pada:
Hari :
Tanggal :
Disetujui oleh,
Dosen Pembimbing
Dra. Tri Wahyu Hari Murtiningsih, M.Si.
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi ini telah diuji oleh Panitia Ujian Skripsi pada
tanggal 28 Oktober 2013
Ketua Penguji,
Endang Fatmawati, M.Si., M.A.
NIP. 132314562
Anggota I,
Bahrul Ulumi, S.S., M.Hum
NIP. 197007231999031001
Anggota II,
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Pengaruh Ketepatan Seleksi Fiksi di Bagian Layanan Anak Terhadap Minat
Kunjung Pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta
Utara” dengan baik.
Dalam menyusun skripsi ini, penulis telah mendapatkan bantuan,
pengarahan, dorongan, dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D selaku Rektor Universitas Diponegoro.
2. Dr. Agus Maladi Irianto, M.A. selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro.
3. Dra. Sri Ati, M.Si. selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.
4. Drs. Slamet Subekti selaku dosen wali yang telah membimbing penulis dari
awal sampai akhir dalam belajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Diponegoro.
5. Dra. Tri Wahyu Hari Murtiningsih, M.Si. selaku dosen pembimbing yang
telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, masukan, arahan,
dan motivasi demi terwujudnya skripsi ini.
6. Endang Fatmawati, M.Si, M.A. dan Bahrul Ulumi, S.S., M.Hum. selaku
7. Seluruh dosen dan staf jurusan Ilmu Perpustakaan.
8. Drs. Fadlan Zuhran selaku Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara yang telah mengizinkan penulis untuk
mengadakan penelitian di bagian layanan anak Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
9. Staf di bagian layanan anak yang telah banyak membantu penulis dalam
penelitian ini.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada orang-orang terdekat penulis
yang telah memberikan dukungan baik moral maupun material selama menjalani
kuliah di jurusan ilmu perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya UNDIP, terutama
untuk:
1. Mama dan Ayahku yang senantiasa berdoa, memberi dorongan dan
semangat tanpa henti agar dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
2. Adik-adikku yang selalu memberikan doa dan dukungan.
3. Teman-teman kos yang telah banyak memberikan bantuan, tenaga, dan
pikirannya
4. Teman-teman jurusan Ilmu Perpustakaan angkatan 2009, terutama kelas B
Reguler 1 yang telah bekerja sama dan memberikan bantuan dalam belajar
selama ini
5. Teman-teman satu bimbingan yang telah menemani dan meluangkan waktu
bersama-sama dalam proses konsultasi dengan pembimbing.
6. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Semarang, Oktober 2013
ABSTRAK
Skripsi ini mengenai “Pengaruh Ketepatan Seleksi Fiksi di Bagian Layanan Anak Terhadap Minat Kunjung Pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ketepatan seleksi fiksi di bagian layanan anak terhadap minat kunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 30 orang responden mulai dari kelas III-IX.. Data dalam penelitian ini diperolaeh dari hasil observasi, kuesioner, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dengan korelasi
Product Moment,uji reliabilitas, dan uji regresi.
Hasil analisis regresi diperoleh persamaan Y = -2,662 + 0,481X artinya ketepatan seleksi koleksi fiksi berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung pemustaka. Hipotesis yang diperolah setelah menguji variabel ketepatan seleksi koleksi fiksi di layanan anak dengan minat kunjung pemustaka melalui koefisien regresinya, yaitu H1 diterima dan H0 ditolak, yang berarti ada pengaruh antara
ketepatan seleksi fiksi di bagian layanan anak dengan minat kunjung pemustaka.di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
HALAMAN JUDUL ... i
PERNYATAAN ... ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iv
HALAMAN PENGESAHAN ... v
PRAKATA ... vi
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR TABEL ... . xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xviii
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 3
1.3. Tujuan yang Hendak Dicapai ... 3
1.4. Manfaat Penelitian ... 4
1.5. Tempat dan Waktu Penelitian ... 5
1.6. Hipotesis... 5
1.7. Kerangka Pikir ... 5
BAB II TINJAUAN LITERATUR
2.1. Perpustakaan Umum ... 7
2.2. Pemustaka ... 9
2.3. Layanan Anak ... 10
2.4. Koleksi Fiksi ... 12
2.5. Seleksi Koleksi ... 14
2.6. Minat Kunjung ... 16
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain dan Jenis Penelitian ... 17
3.2. Populasi dan Sampel ... 18
3.3. Jenis dan Sumber Data ... 18
3.3.1. Data Primer ... 19
3.3.2. Data Sekunder ... 19
3.4. Skala Data ... 19
3.5. Variabel dan Indikator Penelitian ... 20
3.6. Teknik Pengumpulan Data ... 21
3.6.1. Observasi/Pengamatan ... 21
3.6.2. Kuesioner (Angket) ... 21
3.6.3. Wawancara ... 22
3.7. Teknik Pengolahan Data ... 22
3.7.1. Editing ... 22
3.7.2. Coding ... 23
4.1. Sejarah Singkat ... 26
4.2. Tugas Pokok dan Fungsi ... 27
4.2.1. Tugas Pokok ... 27
4.2.2. Fungsi ... 27
4.3. Visi dan Misi ... 28
4.3.1. Visi ... 28
4.3.2. Misi ... 28
4.4. Jenis Layanan ... 29
4.5. Koleksi Perpustakaan ... 30
4.6. Sarana dan Prasarana ... 30
4.7. Anggota Perpustakaan... 31
4.8. Struktur Organisasi ... 32
4.9. Kepegawaian ... 33
BAB V HASIL PENELITIAN 5.1. Identitas Responden ... 35
5.1.1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 36
5.1.2. Responden Berdasarkan Kelas ... 36
5.2. Analisis Deskriptif ... 37
5.2.1. Variabel Ketepatan Seleksi Fiksi di Layanan Anak ... 37
5.3. Uji Validitas ... 56
5.4. Uji Reabilitas ... 58
5.5. Simpulan Hasil Penelitian ... 59
5.5. Analisis Regresi Linear Sederhana ... 63
5.6. Uji Hipotesis ... 65
5.7. Kendala ... 66
BAB VI PENUTUP 6.1. Simpulan ... 67
6.2. Saran... 68
DAFTAR PUSTAKA ... 71
Halaman
Gambar 1: Diagram Anggota Perpustakaan ... 31
Gambar 2: Struktur Organisasi ... 32
Gambar 3: Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 36
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1. Daftar jumlah pegawai per golongan dan per jabatan Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara ... 33
Tabel 4.2. Daftar jumlah pegawai menurut pendidikan Kantor Perpustakaan
dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara ... 34
Tabel 5.1. Koleksi fiksi termasuk bacaan kesukaan ... 37
Tabel 5.2. Apakah jenis koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan
dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara beragam dalam hal
subjek dan judul ... 38
Tabel 5.3. Apakah jumlah koleksi fiksi berseri di layanan anak
KantorPerpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
sudah lengkap ... 39
Tabel 5.4. Apakah merasa puas dengan kualitas fisik koleksi fiksi yang ada
di layanan anak KantorPerpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara ... 40
Tabel 5.5. Apakah merasa puas dengan kualitas koleksi fiksi di layanan anak
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara .. 41
Tabel 5.6. Apakah koleksi fiksi yang terdapat di layanan anakKantor
informasi Anda ... 43
Tabel 5.8. Apakah Anda dengan mudah dapat menemukan koleksi fiksi yang
Anda inginkan di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip
Kota Administrasi Jakarta Utara ... 44
Tabel 5.9. Apakah Anda sering bertanya kepada pustakawan ketika mencari
koleksi yang Anda butuhkan di layaanan anak Kantor Perpustakaan
dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara ... 45
Tabel 5.10. Koleksi fiksi yang tersedia di layanan anak Kantor Perpustakaan
dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara dapat meningkatkan
pengetahuan Anda ... 47
Tabel 5.11. Membaca koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara dapat memberikan
kesenangan ... 48
Tabel 5.12. Adanya koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara Anda menjadi gemar
membaca ... 49
Tabel 5.13. Seberapa sering ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara ... 50
Tabel 5.14. Anda ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta
Tabel 5.15. Anda sering ke layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara ... 52
Tabel 5.16. Anda selalu berkunjung ke layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara sepulang sekolah ... 53
Tabel 5.17. Anda selalu menghabiskan waktu libur sekolah Anda (Sabtu dan Minggu) untuk membaca buku di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara ... 54
Tabel 5.18. Keberadaan koleksi fiksi di layanan anak membuat Anda selalu berkunjung ke layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara ... 55
Tabel 5.19. Hasil Uji Validitas variabel ketepatan seleksi fiksi ... 56
Tabel 5.20. Hasil Uji Validitas Variabel minat kunjung pemustaka... 57
Tabel 5.21. Hasil uji reliabilitas variabel ... 58
Tabel 5.22. Skor Variabel Ketepatan Seleksi Fiksi... 60
Tabel 5.23. Kesimpulan Hasil Penelitian Variabel Ketepatan Seleksi Fiksi ... 60
Tabel 5.24 Skor Variabel Minat Kunjung Pemustaka ... 62
Lampiran A Kuesioner ... 74
Lampiran B Tabel olah data ... 79
Lampiran C Tabel t dan r product moment dengan signifikasi 5% ... 80
Lampiran D Tabel frekuensi ... 81
Lampiran E Hasil uji validitas ... 85
Lampiran F Hasil uji reliabilitas ... 87
Lampiran G Hasil uji regresi ... 90
Lampiran H Dokumentasi penelitian ... 93
Lampiran I Matrik pembimbingan dan konsultasi penulisan skripsi ... 94
Lampiran J Surat izin penelitian ... 97
Lampiran K Surat keterangan penelitian... 99
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Perpustakaan merupakan pusat informasi dan sumber ilmu
pengetahuan untuk keperluan penelitian maupun rekreasi dengan tujuan
utama untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pemustakanya. Fungsi
perpustakaan dalam UU No. 43 Tahun 2007 pasal 3 tentang Perpustakaan
yang menyebutkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana
pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk
meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Perpustakaan umum
membantu pemustakanya, terutama orang-orang muda dan anak-anak,
menjadi ‘melek’ informasi dan mengembangkan kebiasaan membaca
dengan menyediakan berbagai macam buku-buku yang sarat akan
informasi.
Pemustaka yang umumnya adalah masyarakat sekitar menjadikan
perpustakaan umum sebagai salah satu sumber informasi untuk
mengembangkan pengetahuan mereka. Mereka datang dengan berbagai
informasi yang bebeda-beda. Misalnya, ada pemustaka yang datang ke
perpustakaan untuk keperluan tugas atau penelitian. Ada pula pemustaka
yang datang dengan tujuan refreshing dengan membaca buku bacaan
ringan berupa buku-buku fiksi. Buku-buku fiksi merupakan buku yang
paling banyak dibaca ataupun dipinjam oleh para pemustaka, salah satunya
di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara. Baik
di layanan remaja dan dewasa; maupun di layanan anak buku yang
dominan dibaca adalah buku fiksi seperti novel dan komik.
Menurut Suwarno (2007), “seseorang akan tertarik tentang sesuatu
apabila tahu bahwa sesuatu itu berguna, menyenangkan bagi dirinya,
sehingga akan termotivasi untuk mengetahui lebih dalam dan serius”.
Membaca buku fiksi seperti komik atau pun buku cerita dapat memberikan
hiburan, melepaskan pikiran dari kepenatan. Selain itu, buku tersebut
terkadang memberikan gambaran yang terang, dan realistis tentang watak
manusia, tentang keadaan pada suatu masa atau tempat. Fiksi juga dapat
membantu kita menyelami jiwa kita sendiri dan menelaah jiwa dan tingkah
laku orang lain.
Berdasarkan pendapat di atas, agar anak-anak tertarik dan menjadi
lebih sering memanfaatkan layanan anak di Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara, maka perpustakaan sebaiknya
menyediakan koleksi tersebut di layanan anak. Koleksi fiksi yang
disediakan biasanya disesuaikan dengan permintaan pemustaka dan
3
kebutuhan dan tingkat pendidikan pemustaka, dengan harapan dapat
meningkatkan minat baca yang kemudian akan mempengaruhi pada minat
kunjungan ke perpustakaan.
Berdasarkan pertimbangan, maka peneliti berkeinginan melakukan
kajian yang lebih mendalam tentang “Pengaruh Ketepatan Seleksi Fiksi di Bagian Layanan Anak Terhadap Minat Kunjung Pemustaka di
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara”
1.2.
Rumusan dan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka
rumusan masalah yang akan dibahas adalah “Seberapa besar pengaruh
ketepatan seleksi koleksi di bagian layanan anak mempengaruhi minat
kunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara.
1.3.
Tujuan yang Hendak Dicapai
Mengacu kepada permasalahan penelitian tersebut, tujuan yang hendak
dicapai melalui penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar
kunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara.
1.4.
Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat bagi peneliti.
Menambah pengetahuan peneliti mengenai koleksi fiksi yang ada di
layanan anak di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara.
2. Manfaat bagi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara.
Sebagai bahan masukan bagi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara dalam hal seleksi koleksi di layanan anak.
3. Manfaat bagi ilmu perpustakaan
Memberikan suatu sumbangsih literature keilmuan di bidang seleksi
koleksi.
4. Manfaat bagi pemustaka
Memberikan informasi yang berguna yang berhubungan dengan
koleksi bagi pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
5
1.5.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara yang terletak di Jalan Logistik No. 2, Jakarta Utara. Kegiatan penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dari tanggal 20
Juni sampai 7 September 2013
1.6.
Hipotesis
Hipotesis adalah asumsi atau dugaan awal atas pertanyaan penelitian.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H1: Ketepatan seleksi koleksi di bagian layanan anak berpengaruh
terhadap minat kunjung pemustaka
H0: Ketepatan seleksi koleksi di bagian layanan anak tidak berpengaruh
terhadap minat kunjung pemustaka.
1.7.
Kerangka Pikir
(Sumber: Data primer peneliti) Seleksi Fiksi di
bagian layanan anak
Seleksi koleksi buku-buku fiksi menjadi sorotan utama dalam penelitian
karena koleksi ini yang paling diminati dan yang paling sering dibaca ataupun
dipinjam oleh pemustaka. Seleksi koleksi fiksi disesuaikan dengan peraturan
seleksi koleksi yang sudah ditetapkan oleh perpustakaan. Hasil dari seleksi
fiksi tersebut yang nantinya diharapkan akan sesuai dengan kebutuhan
anak-anak usia SD-SMP dan akan meningkatkan minat kunjung pemustaka di
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
1.8.
Batasan Istilah
Untuk mempermudah pemahaman istilah – istilah yang digunakan dalam
penulisan ini, maka akan dijelaskan beberapa pengertian dari istilah – istilah
sebagai berikut :
- Pemustaka: anak-anak kelas III SD sampai SMP yang memanfaatkan
koleksi fiksi di layanan anak di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara.
- Koleksi: semua buku dan barang tercetak maupun non-cetak yang
disediakan oleh perpustakaan untuk dapat dipergunakan oleh siapapun
sebagai anggota perpustakaan.
- Ketepatan seleksi: ketepatan pemilihan buku yang paling memenuhi syarat
untuk ditempatkan di layanan anak dan sesuai dengan kebutuhan
BAB II
TINJAUAN LITERATUR
2.1.
Perpustakaan Umum
Secara umum pengertian perpustakaan menurut Sulistyo-Basuki (1991)
adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri
yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang
biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan
pembaca, bukan untuk dijual.
Ada berbagai macam jenis perpustakaan, salah satunya adalah
perpustakaan umum. Perpustakaan umum menurut Sulistyo-Basuki (1991)
adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan
melayani umum. Ciri perpustakaan umum adalah sebagai berikut:
a. Terbuka untuk umum artinya terbuka bagi siapa saja tanpa memandang
perbedaan jenis kelamin, agama, kepercayaan, ras, usia, pandangan
politik, dan pekerjaan.
b. Dibiayai oleh dana umum. Dana umum ialah dana yang berasal dari
masyarakat. Biasanya dikumpulkan melalui pajak dan dikelola oleh
pemerintah. Dana ini kemudian digunakan untuk mengelola
perpustakaan umum. Karena dana berasal dari umum maka
pada hakekatnya bersifat cuma-cuma. Jasa yang diberikan mencakup
jasa referal artinya jasa memberikan informasi, peminjaman, konsultasi
studi sedangkan keanggotaan bersifat cuma-cuma artinya tidak perlu
membayar. Pada beberapa perpustakaan umum di Indonesia masih ada
yang memungut biaya untuk menjadi anggota, namun hal ini
semata-mata karena alasan administrasi belaka, bukanlah prinsip utama.
Perpustakaan umum memegang peranan penting dalam usaha
pembinaan kecerdasan bangsa, sehingga pada tahun 1972 UNESCO
mengeluarkan Manifesto Perpustakaan Umum. Dalam Manifsto tersebut
dinyatakan bahwa perpustakaan umum mempunyai empat tujuan utama,
yaitu (Sulistyo-Basuki dalam Rahayunignsih, 2007:5):
a. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka
yang dapat membantu meningkatkan mereka ke arah kehidupan yang
lebih baik.
b. Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat, dan murah bagi
masyarakat, terutama informasi mengenai topik yang berguna bagi
mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.
c. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang
dimiliki-nya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masayarakat
sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan
bantuan bahan pustaka. Fungsi ini disebut fungsi pendidikan
9
d. Bertindak selaku agen kultural, artinya perpustakaan umum merupakan
pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya.
Perpustakaan umum bertugas menumbuhkan apresiasi budaya
masyarakat sekitarnyadengan cara menyelenggarakan pameran budaya,
ceramah, pemutaran film, dan penyediaan informasi yang dapat
meningkatkan keikutsertaan, kegemaran dan apresiasi masyarakat
terhadap segala bentuk seni budaya.
2.2.
Pemustaka
Menurut Undang-undang No.43 tahun 2007 tentang Perpustakaan pada
pasal 1 ayat 9 dinyatakan bahwa “pemustaka adalah pengguna
perpustakaan, yaitu peseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau
lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan”.
Sedangkan menurut Suwarno (2009:80), pemustaka adalah pengguna
fasislitas yang disediakan perpustakaan baik koleksi maupun buku (bahan
pustaka maupun fasilitas lainnya). Ada berbagai jenis pemustaka seperti
mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat bergantung pada jenis
perpustakaan yang ada.
Seperti yang sudah dijelaskan di sub bab sebelumnya bahwa
perpustakaan umum adalah perpustakaan yang terbuka untuk umum
artinya terbuka bagi siapa saja tanpa memandang perbedaan jenis kelamin,
dari itu, pemustaka yang berkunjung di perpustakaan umum adalah semua
masyarakat umum.
2.3.
Layanan Anak
Layanan perpustakaan merupakan salah satu kegiatan utama di setiap
perpustakaan. Layanan merupakan kegiatan yang langsung berhubungan
dengan masyarakat pengguna dan merupakan barometer keberhasilan
penyelenggaraan perpustakaan. Seluruh kegiatan perpustakaan akan
diarahkan dan terfokus kepada bagaimana memberikan layanan yang baik
dan dikehendaki masyarakat pengguna (Sutarno, 2006: 90).
Menurut Rahayuningsih (2007: 87-93) terdapat berbagai jenis layanan
pengguna antara lain:
1. Layanan locker
2. Layanan sirkulasi
3. Layanan referensi
4. Layanan penelusuran informasi
5. Layanan informasi koleksi terbaru
6. Layanan koleksi
7. Layanan ruang baca
11
9. Layanan workstation dan multimedia
10. Layanan lain-lain
Anwar (dalam Yusuf, 2003: 175) mengungkapkan tujuan utama dari
layanan anak-anak yaitu:
1. Menyediakan koleksi berbagai bentuk bahan pustaka, serta penyajian
menarik perhatian anak dan mudah digunakan.
2. Memberikan bimbingan kepada anak-anak dalam memilih buku dan
bahan pustaka lainya yang sesuai dengan usianya.
3. Membina, mengembangkan, dan memelihara kesenangan membaca
(sebagai hobi) dan mendidik anak belajar mandiri.
4. Mempergunakan sumber yang ada di perpustakaan untuk menunjang
belajar seumur hidup.
5. Membantu anak untuk mengembangkan kecakapannya dan menambah
pengetahuan sosialnya.
6. Berfungsi sebagai suatu kegiataan sosial dalam masyarakat untuk
menyejahterakan anak-anak..
Koleksi anak-anak agak berbeda dengan koleksi orang dewasa.
Memilih buku bacaan untuk anak-anak bukanlah tugas yang mudah.
Kriteria bacaan anak-anak harus sesuai dengan usia dan tingkat
2.4. Koleksi Fiksi
Menurut Undang-undang No.43 tahun 2007 tentang perpustakaan pada
pasal 1 ayat 2 dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan koleksi
perpustakaan adalah “semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya
cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai
pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan. Koleksi perpustakaan
tidak berdayaguna tanpa adanya pengguna dan pengelola”.
Salah satu unsur utama perpustakaan adalah tersedianya koleksi.
Menurut Rahayuningsih (2007: 13) koleksi tercetak meliputi buku,
majalah, jurnal, tabloid serta surat kabar. Sedangkan koleksi noncetak
meliputi mikrofilm, mikrofis, audio tape, piringan hitam, pita magnetik,
video tape, slide, kaset, CD, DVD dan lain-lain.
Koleksi atau bahan pustaka ditinjau dari isinya dapat dibagi menjadi
dua kelompok besar (Bafadal, 2009: 27):
a. Bahan-bahan pustaka yang isinya fiksi, atau disebut buku-buku fiksi,
seperti buku cerita anak-anak, cerpen, novel.
b. Bahan-bahan pustaka yang isinya non-fiksi, atau disebut buku-buku
non fiksi, seperti buku referensi, kamus, biografi, ensiklopedia,
majalah, dan surat kabar.
Istilah fiksi merupaka karya naratif yang isinya tidak menyaran pada
13
nyata sehingga kebenarannya pun dapat dibuktikan dengan data empiris.
Yang membedakan karya fiksi dengan karya nonfiksi yaitu tokoh,
peristiwa, dan tempat yang disebut-sebut dalam karya fiksi bersifat
imajinatif sedangkan pada karya nonfiksi bersifat faktual (Abrams,
1981:61)
Contoh koleksi fiksi (non-ilmiah) yang akan dibahas dalam penelitian
ini yaitu :
a. Komik
Menurut Will Eisner dalam Suwarno (2011: 70) di dalam bukunya
Graphic Storytelling mengartikan komik sebagai tatanan gambar dan
balon kata yang berurutan.
Menurut Scott McCloud dalam Suwarno (2011: 70) di dalam
bukunya yang berjudul Understanding Comics, komik didefinisikan
sebagai gambar yang menyampaikan informasi atau menghasilkan
respons estetik pada yang melihatnya.
b. Cergam
Arswendo Atmowiloto dalam Suwarno (2011: 70) mengungkapkan
bahwa cergam atau cerita bergambar sama dengan komik, hanya saja
dalam bentuk cergam ini disajikan gambar yang dinarasikan, kisah
ilustrasi, pikto-fiksi, dan lain-lain.
Cergam dibuat dengan pendekatan seni dan keinginan
berpikir keras memaknai tulisan. Cergam ini dapat menjadi media
pembelajaran yang efektif bagi anak-anak yang secara psikologis
menyukai gambar.
2.5.
Seleksi Koleksi
Soedibyo (1998 : 301), menyatakan bahwa book selection adalah
seleksi pemilihan atas buku-buku yang diambil serta diyakini akan
berguna dan tempat bagi perpustakaan dimana kita bertugas
Perpustakaan memiliki pertimbangan tersendiri dalam proses seleksi
koleksi agar nanti buku-buku yang terpilih berkualitas dan sesuai dengan
kebutuhan sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka.
Menurut Sulistyo-Basuki (1991: 431), pemilihan buku disesuaikan
oleh beberapa faktor seperti:
a. Buku
Tahun tentang keadaan buku di pasaran (seberapa jauh buku yang
tersedia di pasaran, bagaimana proyeksi mendatang , dan sebagainya)
b. Pemakai
Pustakawan harus memahami pemakai dan pandai menduga
kemungkinan permintaan pemakai dalam berbagai bidang pengetahuan.
c. Sumber daya
Pustakawan mengetahui sumber daya yang ada, termasuk dana dan
15
dapat dipinjam dari perpustakaan lain. Namun yang penting adalah
dana.
Soedibyo (1998: 293) mengemukakan tujuh prinsip book selection
sebagai berikut:
1. Select the right books for the library readers.
Pilihlah buku yang tepat untuk pembaca perpustakaan
2. Demand is a governing factor in selection.
Permintaan adalah faktor utama dalam seleksi bahan-bahan
3. Select books which tend towards the eurichment and development or
life.
Pilihlah buku-buku yang benar-benar dapat mengembangkan dan
memperkaya kehidupan masyarakat yang kita layani
4. Every library collection should be built up according to a divinite plan
on a board general foundation.
Setiap koleksi perpustakaan seharusnya dibina menurut suatu rencana
yang tertentu atas dasar fundasi umum yang luas
5. The collection is inclusive and contains whatener materials contribute
to the purpose of the library.
Koleksi perpustakaan itu sendiri adalah inklusif dan berisi segala
bahan yang dapat memberikan sumbangan kepada tujuan perpustakaan
itu
6. Quality of materials must be related on the other two basic standars of
Kualitas barang-barang haruslah dihubungkan/ada sangkut pautnya
dua standar pokok lainnya dari penyeleksian tujuan dan kebutuhan.
7. Know the community.
Kenalilah masyarakat yang akan dilayani
2.6.
Minat Kunjung
Menurut Sutarno (2006: 27), minat seseorang terhadap sesuatu adalah
kecenderungan hati yang tinggi, gairah atau keinginan seseorang tersebut
terhadap sesuatu.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengguna berkunjung di
perpustakaan, yaitu:
1. Rasa nyaman,
2. Keadaan lingkungan fisik yang memadai,
3. Keadaan lingkungan sosial,
4. Layanan terakses sosial kondusif, dan
5. Layanan terakses secara online (Dahlan, 2006:1)
Dalam menilai suatu tingakat kunjung diperlukan adanya indikator
tingkat kunjung.Yang dijadikan sebagai indikator tingkat kunjung adalah:
1. Adanya ketertarikan terhadap perpustakaan
2. Intensitas kunjungan
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.
Desain dan Jenis Penelitian
Untuk lebih mengetahui seberapa besar pengaruh dari ketepatan
seleksi fiksi di layanan anak terhadap minat kunjung pemustaka di Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara maka peneliti
memilih menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Menurut Arikunto (2006: 239), penelitian deskriptif merupakan
penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai
status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya
pada saat penelitian dilakukan.
Desain dan jenis penelitian ini dipilih karena lebih sesuai dengan judul
penelitian ini yang membahas mengenai ketepatan seleksi fiksi. Dengan
menggunakan jenis penelitian deskriptif maka akan dapat memberikan
penjelasan terhadap hasil yang diperoleh dalam penelitian secara lebih
3.2.
Populasi dan Sampel
Menurut Sulistyo-Basuki (2006: 182) populasi adalah keseluruhan
objek yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung
yang datang di ruang layanan anak di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara. Jumlah pengunjung paling banyak di layanan
anak sekitar 30 orang per hari. Dikarenakan jumlah subjek yang kurang
dari 100 orang, maka seluruh subjek diambil sebagai sampel. Sehingga
penelitian ini termasuk penelitian populasi.
Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling insidental.
Sampling insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan
kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu
dengan peneliti di layanan anak dapat digunakan sebagai sampel, bila
dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Alasan peneliti memilih teknik pengambilan sampel tersebut karena
jumlah pemustaka di layanan anak yang relatif sedikit dengan jenjang usia
dan pendidikan yang berbeda-beda.
3.3.
Jenis dan Sumber Data
Data adalah fakta empiris yang dikumpulkan oleh peneliti untuk
kepentingan memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian.
Dalam penelitian ini menggunakan jenis data berdasarkan sumbernya,
19
3.3.1.Data primer
Menurut Subagyo (1997:87) data primer adalah data yang diperoleh
secara langsung dari masyarakat, baik yang dilakukan melalui wawancara,
observasi dan alat lainnya. Data primer dalam penelitian ini diperoleh
melalui observasi dan kuesioner yang dibagikan kepada setiap pengunjung
di layanan anak di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara.
3.3.2.Data sekunder
Subagyo (1997: 88) data sekunder adalah data yang dperoleh dari atau
berasal dari bahan kepustakaan dan digunakan untuk melengkapi data
primer. Data sekunder tersebut bersumber dari buku-buku literatur,
teori-teori, hasil-hasil penelitian, hasil-hasil karya ilmiah sarjana (skripsi, tesis,
disertasi), dan sumber data elektronik berupa jurnal-jurnal dari internet
yang dapat menunjang kegiatan penelitian.
Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui buku-buku yang
berkaitan dengan pengembangan koleksi, koleksi di layanan anak, minat
kunjung pemustaka dan skripsi milik orang lain/sebelumnya yang sejenis
dengan penelitian ini.
3.4.
Skala Data
Skala yang dipakai dalam penelitian ini adalah skala interval
dengan menggunakan berbagai analisis yaitu uji validitas, uji regresi dan
lain sebagainya.
Skala pengukuran sikap yang digunakan dalam penelitian ini
adalah skala Likert. Alasannya karena skala Likert dapat digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang
tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah
ditetapkan oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel
penelitian.
3.5.
Variabel dan Indikator Penelitian
Menurut Arikunto (2002: 96) Variabel adalah objek penelitian, atau
apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.
Dalam penelitian ini variabel-variabel tersebut adalah:
1. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini X adalah ketepatan seleksi
fiksi di bagian layanan anak dengan indikator:
- Relevansi dengan kebutuhan informasi
- Kemutakhiran
- Kualitas koleksi
- Kebutuhan pemustaka
2. Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini Y adalah minat kunjung
pemustaka dengan indikator:
21
- Intensitas kunjungan
- Perilaku pemustaka
3.6.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data adalah
observasi /pengamatan, kuesioner (angket), dan wawancara.
Ketiga teknik pengumpulan data tersebut dijelaskan sebagai berikut:
3.6.1. Observasi/pengamatan
Observasi/pengamatan yang dimaksud adalah participant
observation (observasi berperan serta). Dalam obeservasi ini, peneliti
terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang
digunakan sebagai sumber data penelitian (Sugiyono, 2009: 145). Peneliti
akan mengamati kegiatan pemustaka selama di perpustakaan dan untuk
mendapatkan informasi mengenai buku yang paling sering dibaca oleh
pemustaka.
3.6.2. Kuesioner (angket)
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya (Sugiyono, 2009: 142).
Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Sehingga
jawaban dan jumlah soalnya sudah ditentukan. Kuesioner dirancang
skor yang digunakan dalam menilai setiap item kuesioner adalah 1 sampai
dengan 4, dengan rincian:
a. Jawaban A dengan skor 4
b. Jawaban B dengan skor 3
c. Jawaban C dengan skor 2
d. Jawaban D dengan skor 1
3.6.3. Wawancara
Penggunaan wawancara dalam penelitian ini adalah untuk cross-check
data hasil kuesioner dan untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan
pengadaan koleksi fiksi dan tingkat kunjung pemustaka. Narasumbernya
adalah pemustaka di bagian layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip
Kota Administrasi Jakarta Utara.
3.7.
Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data hasil penelitian dilakukan dengan:
3.7.1. Editing
Yaitu dengan meneliti hasil atau data yang terkumpul dari kuesioner
agar bisa diketahui apakah data tersebut sudah baik. Kegiatan yang akan
dilakukan yaitu memeriksa identitas pengisi kuesioner, kelengkapan
23
3.7.2. Coding
Yaitu menyederhanakan data dengan memberikan simbol angka pada
masing-masing kategori jawaban dari seluruh responden.
3.7.3. Tabulasi
Yaitu dengan menguraikan satu per satu data yang ada. Dan
menyajikan data dalam bentuk table agar lebih mudah untuk dianalisis.
3.8.
Teknik Analisis Data
3.8.1. Uji Instrumen
3.8.1.1. Uji Validitas
Uji validitas dimaksudkan untuk menguji ketepatan item-item
dalam kuesioner, apakah item-item yang ada mampu menggambarkan
dan menjelaskan variabel yang diteliti. Jika hasil dari pengolahan
dengan komputer nilai signifikan kurang dari 5% item tersebut
dinyatakan valid/sahih tetapi jika lebih besar dari 5%, maka item
tersebut gugur (Sutrisno Hadi, 2003: 37).
Hal ini dilakukan untuk mengetahui pertanyaan mana yang valid
dan mana yang tidak valid dengan mengkonsultasikan data tersebut
dengan tingkat rtabel (rkritis). Bila rhitung lebih besar dari rtabel maka butir
tersebut valid, dan sebaliknya. Dalam penelitian ini untuk menguji
validitas digunakan korelasi Product Moment dengan bantuan program
Analisis korelasi dilakukan untuk mencari hubungan antara
variabel (X) yaitu ketepatan seleksi fiksi di bagian layanan anak
dengan variabel (Y) yaitu minat kunjung pemustaka di Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
3.8.1.2. Uji Reliabilitas
Menurut Hasan (2006: 15) reliabilitas artinya memiliki sifat dapat
dipercaya, yaitu apabila alat ukur yang digunakan berkali-kali oleh
peneliti yang sama atau oleh peneliti yang lain tetap memberikan hasil
yang sama. Untuk mengetahui alat ukur yang dipakai reliable dengan
menggunakan teknik Cronbach’s alpha dengan bantuan program SPSS
16. Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel dengan
menggunakan teknik ini, bila koefisien reliabilitas (r11) > 0,6.
3.8.2. Uji Regresi variabel independen
Uji Regresi variabel independen yaitu ketepatan seleksi fiksi di layanan
anak (X), terhadap variabel dependen yaitu minat kunjung pemustaka (Y).
Adapun pengujian dapat dilakukan dengan rumus:
25
Keterangan:
Y = variabel dependen (variabel terikat) minat kunjung pemustaka
X = variabel independen (variabel bebas) ketepatan seleksi fiksi di layanan
anak
a = konstanta regresi
b = intersep atau kemiringan garis regresi
(Hartono, 2008: 94)
ARSIP KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA
4.1.
Sejarah Singkat
Perpustakaan Umum Kotamadya Jakarta Utara didirikan oleh
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 1989 dengan tujuan untuk
membantu masyarakat meningkatkan ketrampilan mengembangkan serta
mengoptimalkan dirinya sehingga menjadi manusia yang cerdas dan
mandiri yang diperoleh melalui bahan pustaka. Maka dari itu oleh
pemerintah provinsi, perpustakaan umum tidak hanya didirikan di provinsi
saja, akan tetapi juga disetiap kotamadya, diantaranya Perpustakaan
Umum Kotamadya Jakarta Utara.
Berdasaarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 153 tahun
2009, perpustakaan digabung dengan arsip menjadi lembaga baru bernama
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
Kantor Perpustakaan dan Arsip adalah salah satu institusi pemerintah
yang mempunyai tugas pokok dan fungsi melayani masyarakat di bidang
perpustakaan dan arsip. Sesuai dengan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta
27
Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta, Tugas Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara ikut serta
menangani program mencerdaskan kehidupan bangsa, yakni sebagai
wahana belajar sepanjang hayat, mengembangkan potensi masyarakat agar
menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri. Dalam hal tersebut Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara harus dapat menjalankan tugas pokoknya yakni
“Melayani masyarakat umum dan kedinasan di bidang layanan informasi,
pengendalian, pengembangan serta pembinaan terhadap semua jenis
perpustakaan dan kearsipan di lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta”.
4.2.
Tugas Pokok dan Fungsi
4.2.1. Tugas Pokok
1. Menyelenggarakan urusan Perpustakaan
2. Menyelenggarakan urusan kearsipan dalam lingkup Kota Administrasi.
4.2.2. Fungsi
1. Pelaksanaan sistem informasi perpustakaan dan kearsipan.
2. Penyeleksian dan pelaksanaan deposit perpustakaan
3. Pelaksanaan pelestarian, perawatan, serta penyimpanan bahan
4. Pelaksanaan asistensi dalam rangka penilaian, pemindahan dan
penyusunan arsip.
5. Pelaksanaan pengolahan bahanperpustakaan.
6. Pengelolaan kepegawaian, keuangan dan barang.
7. Penyediaan, penatausahaan, penggunaan, pemeliharaan dan perawatan
prasarana dan sarana kerja.
8. Penyiapan bahan laporan badan yang terkait dengan tugas dan fungsi
KPAK.
9. Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi
KPA Kota Administrasi
4.3.
Visi dan Misi
4.3.1. Visi
Mewujudkan Layanan Prima di bidang Perpustakaan dan Kearsipan.
4.3.2. Misi
1. Mewujudkan tata kelola penyelenggaraan perpustakaan dan arsip yang
baik dengan menerapkan kaidah-kaidah ”Good Governance”.
2. Mengembangkan sarana dan prasarana perpustakaan dan arsip bertaraf
nasional dan/ atau internasional.
3. Meningkatkan peran dan fungsi perpustakaan dan arsip dalam
29
4.4.
Jenis Layanan
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kotamadya Jakarta Utara atau yang
dikenal sebagai Perpustakaan Umum Jakarta Utara, berlokasi di Jalan
Logistik No. 2, Jakarta Utara. Gedung yang memiliki 4 (empat) lantai ini,
memiliki ruang baca yang nyaman dan luas untuk anak-anak dan juga
remaja/dewasa. Lantai I terdapat Aula yang cukup luas, sering juga
dipergunakan untuk acara-acara seperti pelatihan kearsipan/perpustakaan,
lomba-lomba ataupun rapat.
Lantai II terdapat ruang khusus computer yang dapat digunakan
oleh anggota (masih dalam proses). Di lantai II juga terdapat layanan anak
atau biasa disebut dengan ruang baca anak. Ruang baca ini dikhususkan
untuk anak sampai dengan kelas VI Sekolah Dasar, namun
anak-anak diatas usia Sekolah Dasar juga boleh memasuki ruang baca ini. Di
dalam ruang baca anak terdapat berbagai macam koleksi nonfiksi dan
koleksi fiksi. Adapun koleksi nonfiksi yang tersedia antara lain buku-buku
paket untuk SD, buku untuk latihan berhitung, buku soal-soal latihan
sekolah, dll. Sedangkan koleksi fiksi yang tersedia yaitu buku dongeng
anak-anak, buku komik, novel, dll. Selain buku-buku, di layanan anak ini
juga tersedia beberapa permainan anak, papan tulis, dan panggung kecil
Lantai III terdapat ruang baca khusus untuk remaja dan dewasa,
dalam ruang ini juga tersedia meja untuk berdiskusi. Di lantai juga
referensi yaitu ruang informasi yang pada umumnya di butuhkan oleh
mahasiswa yang hendak membuat tugas akhir. Buku-buku dalam ruang
informasi ini tidak dapat dipinjam. Lantai IV adalah ruang bagi Kepala
Kantor dan karyawan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara.
4.5.
Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan jenisnya, koleksi bahan perpustakaan terdiri atas:
1. Koleksi nonfiksi, sebanyak 17.153 judul
2. Koleksi fiksi, sebanyak 542 judul
3. Koleksi reverens, sebanyak 1.267 judul
4.6.
Sarana dan Prasarana
Untuk menambah kepuasan pemustaka, maka Kantor dan karyawan
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan
pemustaka saat berkunjung ke perpustakaan. Adapun sarana dan prasarana
yang tersedia adalah sebagai berikut:
• Peralatan perpustakaan modern (RFID, CCTV, jaringan LAN, dan
Indikator
Detector
Kompute
WIFI
nggota Pe
otal jumlah
alah sebany
r untuk pela
erpustaka
keseluruha
yak 11.896 o
nya sebagai
n yang terd
Jumlah pengunjung per bulan : 1.804 orang (2011)
Jumlah peminjam per bulan : 415 orang (2011)
Jumlah anggota perpustakaan keliling : 115 orang (2011)
4.8.
Struktur Organisasi
Gambar 2: Struktur Organisasi Kepala Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
Drs. FADLAN ZUHRAN, MM.
Plh. Kasubag TU
Hj. SARYATI, SE.
Fungsional
MARTONO TAUFIK R. SRI HARTATI Kasubid Layanan
HASTUTI FLORENTINA, S.Sos
Kasubid Pengembangan
ANI NURYANTI, S.Sos
Kasubid Pembinaan
33
4.9.
Kepegawaian
Jumlah pegawai pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara keadaan per bulan Mei 2013 sebanyak 27
orang. Kondisi kepegawaian berdasarkan golongan dan kepangkatan serta
pendidikan adalah sebagai berikut :
Tabel 4.1.
Daftar Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
Per Mei 2013
GOLONGAN/RUANG
ESELON NON ESELON
JUMLAH
JUMLAH GOLONGAN
IV 1
Golongan III/d 2 2 5
Golongan III/c 1 1 2
Golongan III/b 4 4
Golongan III/a 3 3
JUMLAH GOLONGAN
III 14
Golongan II/d
Golongan II/c 2 2
Golongan II/b
Golongan II/a 8 8
JUMLAH GOLONGAN
II 10
Golongan I/d
Golongan I/b
Golongan I/a 2 2
JUMLAH GOLONGAN
I 3
TOTAL 1 3 3 20 27
Tabel 4.2.
Daftar Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara Per Mei 2013
GOLONGAN
PENDIDIKAN JUMLAH
BAB V
HASIL PENELITIAN
5.1. Identitas Responden
Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3-6 SD dan siswa
SMP yang berada di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara. Identitas responden dalam penelitian ini dapat
diketahui melalu nama, jenis kelamin dan kelas. Nama tidak dapat
dikelompokkan karena setiap responden berbeda, sedangkan identitas
responden berdasarakan jenis kelamin dan kelas dapat dijelaskan sebagai
berikut:
5.1.1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Responden berdasarkan jenis kelamin dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu laki-laki dan perempuan. Perbandingan jumlah responden menurut
jenis kelamin dapat dilihat pada ambar berikut ini:
Gambar 3: Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
33%
67%
JENIS KELAMIN
Laki‐laki
Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui bahwa jumlah responden
laki-laki adalah 66,7% atau 20 responden, sedangkan jumlah responden
perempuan adalah 33%% atau 10 responden.
5.1.2. Responden Berdasarkan Kelas
Responden berdasarkan kelas yang diambil secara acak mulai dari kelas
III-VI SD dan SMP yang keseluruhannya berjumlah 30 responden, dapat
dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar 4: Responden Berdasarkan Kelas
5.2.
Analisis Deskriptif
5.2.1. Variabel Ketepatan Seleksi Fiksi di Layanan Anak
Berikut ini akan dijelaskan mengenai tanggapan siswa atas kuesioner yang
diberikan penulis untuk menilai variabel ketepatan seleksi koleksi fiksi di
layanan anak melalui beberapa pertanyaan yang dimuat dalam tabel di bawah
ini:
43%
20% 7%
27% 3%
KELAS
III
IV
V
VI
37
Tabel 5.1.
Koleksi fiksi termasuk bacaan kesukaan
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
6
Sangat setuju
Setuju
Kurang setuju
Tidak setuju
23
7
0
0
76,7
23,3
0
0
Total 30 100
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil pernyataan bahwa apakah
koleksi fiksi termasuk bacaan kesukaan yaitu 23 siswa (76,7%) menyatakan
sangat sering dan 7 siswa menyatakan sering (23,3%). Sehingga dapat
diartikan bahwa koleksi fiksi termasuk bacaan yang disukai oleh para siswa.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) yang menjawab sangat setuju mengemukakan alasan bahwa ia sangat
menyukai dan sering membaca buku cerita bergambar. Buku cerita bergambar
Tabel 5.2.
Apakah jenis koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan
dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara beragam dalam hal subjek dan judul
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
7
Sangat beragam
Beragam
Kurang beragam
Tidak beragam
21
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh jawaban atas pertanyaan apakah jenis
koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara beragam dalam hal subyek dan judul yaitu 21
siswa (70%) menyatakan sangat beragam dan 9 siswa menyatakan beragam
(30%). Sehingga dapat diartikan bahwa koleksi fiksi di layanan anak Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara sudah beragam
dalam hal subjek dan judul.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) siswa yang menjawab beragam memberikan alasan bahwa menurutnya
koleksi fiksi yang ada di layanan anak sudah cukup banyak untuk dibaca.
Judul koleksi fiksi yang ada juga bermacam-macam.
39
Tabel 5.3.
Apakah jumlah koleksi fiksi berseri di layanan anak Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara sudah lengkap
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
8
Sangat lengkap
Lengkap
Kurang lengkap
Tidak lengkap
18
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh jawaban atas pertanyaan apakah
jumlah koleksi fiksi berseri di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip
Kota Administrasi Jakarta Utara sudah lengkap yaitu 18 siswa (60%)
menyatakan sangat lengkap, 11 siswa (36,7%) menyatakan lengkap, dan 1
siswa (30%) menyatakan kurang lengkap. Sehingga dapat diartikan bahwa
jumlah koleksi fiksi berseri di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip
Kota Administrasi Jakarta Utara sudah lengkap.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) satu siswa yang menjawab kurang lengkap memberikan alasan bahwa
menurutnya koleksi fiksi berseri dalam hal ini adalah komik yang ada di
layanan anak masih kurang lengkap serinya. Masih ada beberapa volume yang
Tabel 5.4
Apakah merasa puas dengan kualitas fisik koleksi fiksi yang ada di
layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
9
Sangat puas
Puas
Kurang puas
Tidak puas
20
10
0
0
66,7
33,3
0
0
Total 30 100
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh jawaban atas pertanyaan apakah
merasa puas dengan kualitas fisik koleksi fiksi yang ada di layanan anak
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara yaitu 20
siswa (66,7%) menyatakan sangat puas dan 10 siswa (33,3%) menyatakan
puas. Sehingga dapat diartikan bahwa sebagian besar siswa sudah merasa puas
dengan kualitas fisik koleksi fiksi yang ada di layanan anak Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) siswa yang menjawab puas memberikan alasan bahwa koleksi fiksi
41
buku yang lusuh karena sering dibaca, namun sebagaian besar buku fiksi yang
ada masih dalam kondisi baik.
Tabel 5.5.
Apakah merasa puas dengan kualitas isi koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
10
Sangat puas
Puas
Kurang puas
Tidak puas
22
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh jawaban atas pertanyaan apakah
merasa puas dengan kualitas isi koleksi fiksi di layanan anak Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara yaitu 22 siswa
(73,3%) menyatakan sangat puas dan 8 siswa (26,4%) menyatakan puas.
Sehingga dapat diartikan bahwa sebagian besar siswa sudah merasa puas
dengan kualitas isi koleksi fiksi yang ada di layanan anak Kantor Perpustakaan
dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
buku fiksi (buku cerita anak) yang pernah ia baca di layanan anak memiliki
kualitas isi yang baik. Ia merasa senang membaca sejumlah buku fiksi yang
ada di layanan anak tersebut.
Tabel 5.6.
Apakah koleksi fiksi yang terdapat di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara selalu
up to date
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
11
Sangat up to date
Up to date
Kurang up to date
Tidak up to date
18
12
0
0
60
40
0
0
Total 30 100
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh jawaban atas pertanyaan apakah
koleksi fiksi yang terdapat di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip
Kota Administrasi Jakarta Utara selalu up to date yaitu 18 siswa (60%)
menyatakan sangat up to date dan 12 siswa (40%) menyatakan up to date.
Sehingga dapat diartikan bahwa sebagian besar siswa merasa bahwa koleksi
fiksi yang ada di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
43
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) siswa yang menjawab sangat puas memberikan alasan bahwa buku
komik yang sering ia baca selalu up to date. Selalu ada seri terbarunya.
Tabel 5.7.
Apakah koleksi fiksi yang ada di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara memenuhi kebutuhan
informasi Anda
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
12
Sangat memenuhi
Memenuhi
Kurang memenuhi
Tidak memenuhi
20
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh jawaban atas pertanyaan apakah
koleksi fiksi yang ada di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara memenuhi kebutuhan informasi anda yaitu 20
siswa (66,7%) menyatakan sangat memenuhi, 9 siswa (30%), dan 1 siswa
(3,3%) menyatakan kurang memenuhi. Sehingga dapat diartikan bahwa
kebutuhan informasi sebagian besar siswa sudah terpenuhi dengan koleksi
fiksi yang ada di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) siswa yang menjawab sangat memenuhi memberikan alasan bahwa
buku fiksi yang pernah ia baca di layanan anak sudah memberikan informasi
karena sebelumnya ia pernah menggunakan buku fiksi yang ada di layanan
anak sebagai bahan untuk mengerjakan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Tabel 5.8.
Apakah Anda dengan mudah dapat menemukan koleksi fiksi yang
Anda inginkan di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
13
Sangat mudah
Mudah
Kurang mudah
Tidak mudah
20
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh jawaban atas pertanyaan apakah Anda
dengan mudah dapat menemukan koleksi fiksi yang Anda inginkan di layanan
anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara yaitu 20
siswa (66,7%) menyatakan sangat mudah, 7 siswa (23,3%) menyatakan
mudah, dan 3 siswa (10%) menyatakan kurang mudah. Sehingga dapat
45
inginkan yang ada di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara mudah untuk ditemukan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) siswa yang menjawab kurang mudah memberikan alasan bahwa buku
fiksi yang ada di layanan anak tidak tertata dengan rapi, sehingga sulit untuk
menemukan buku yang diinginkan.
Tabel 5.9.
Apakah Anda sering bertanya kepada pustakawan ketika mencari
koleksi yang Anda butuhkan di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
14
Sangat sering
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
12
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh jawaban atas pertanyaan apakah Anda
sering bertanya kepada pustakawan ketika mencari koleksi yang Anda
butuhkan di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi
Jakarta Utara yaitu 12 siswa (40%) menyatakan sangat sering, 4 siswa (13,3%)
(26,7%) menyatakan tidak pernah. Sehingga dapat diartikan bahwa sebagian
besar siswa (40%) pernah bertanya kepada pustakawan untuk mendapatkan
koleksi fiksi yang mereka inginkan di layanan anak Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) siswa yang menjawab sangat sering memberikan alasan bahwa sulit
untuk menemukan buku fiksi yang diinginkan karena buku fiksi yang ada di
layanan anak tidak tertata dengan rapi. Saat itu siswa tersebut ingin mencari
buku cerita yang berhubungan dengan kisah putri di negeri dongeng. Buku
tersebut sulit ditemukan maka ia meminta bantuan pustakawan untuk
mencarikan buku yang ia inginkan. Sedangkan siswa yang menjawab tidak
pernah memberikan alasan bahwa ia merasa bisa menemukan sendiri buku
yang diinginkan tanpa harus meminta bantuan pustakawan.
Tabel 5.10.
Koleksi fiksi yang tersedia di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara dapat meningkatkan
pengetahuan Anda
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
15
Sangat setuju
Setuju
Kurang setuju
Tidak setuju
47
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil pernyataan bahwa koleksi fiksi
yang tersedia di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara dapat meningkatkan pengetahuan Anda yaitu 19
siswa (63,3%) menyatakan sangat setuju dan 11 siswa (36,7%) menyatakan
setuju. Sehingga dapat diartikan bahwa siswa merasa koleksi fiksi yang ada di
layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
menambah pengetahuan mereka.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Rabu, 4 September 2013)
siswa yang menjawab sangat setuju memberikan alasan bahwa saat dia
mambaca komik hal yang dicari adalah kesenangan, namun tanpa disadari
juga memberikan informasi mengenai budaya Jepang yang diceritakan dalam
komik tersebut yang dapat meningkatkan pengetahuannya.
Tabel 5.11.
Membaca koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara dapat memberikan kesenangan
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
16
Sangat setuju
Setuju
Kurang setuju
Tidak setuju
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil pernyataan bahwa
membaca koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip
Kota Administrasi Jakarta Utara dapat memberikan kesenangan yaitu
25 siswa (83,3%) menyatakan sangat setuju dan 5 siswa (16,7%)
menyatakan setuju. Sehingga dapat diartikan bahwa siswa merasa
senang saat membaca koleksi fiksi yang ada di layanan anak Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Rabu, 4
September 2013) siswa yang menjawab sangat setuju saat ditanya, ia
menjawab ”Aku suka banget ka sama buku cerita yang ada di sini.
Gambarnya bagus, terus ceritanya juga bagus dan lucu-lucu. Jadinya
bikin seneng deh”.
Tabel 5.12.
Adanya koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara Anda menjadi gemar membaca
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
17
Sangat setuju
Setuju
Kurang setuju
Tidak setuju
49
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil pernyataan bahwa adanya
koleksi fiksi di layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara Anda menjadi gemar membaca yaitu 24 siswa
(80%) menyatakan sangat setuju dan 6 siswa (20%) menyatakan setuju.
Sehingga dapat diartikan bahwa siswa menjadi gemar membaca setelah
membaca koleksi fiksi yang ada di layanan anak Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Rabu, 4 September 2013)
siswa yang menjawab sangat setuju saat ditanya, ia menjawab ”Buku cerita
yang ada di sini bagus-bagus ka. Aku jadi seneng baca. Hampir tiap hari aku
ke sini buat baca buku ini ”.
5.2.2. Variabel minat kunjung pemustaka
Hasil tanggapan responden atas kuesioner yang diberikan untuk menilai
variabel minat kunjung pemustaka melalui beberapa pertanyaan yang dimuat
dalam tabel di bawah ini:
Tabel 5.13.
Seberapa sering ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
1
Sangat sering
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
6
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil pernyataan bahwa siswa sering
berkunjung ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta
Utara yaitu 6 siswa (20%) menyatakan sangat sering, 7 siswa menyatakan
sering (23,3%), dan 17 siswa (56,7%) menyatakan kadang-kadang. Sehingga
dapat diartikan bahwa mereka hanya kadang-kadang berkunjung ke Kantor
Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) siswa yang menjawab kadang-kadang ke Kantor Perpustakaan dan
Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara memberikan alasan di perpustakaan
lebih nyaman untuk bermain dan membaca buku, sehingga mereka kerap kali
datang ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara
51
Tabel 5.14.
Anda ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta
Utara atas inisiatif sendiri
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
2
Sangat setuju
Setuju
Kurang setuju
Tidak setuju
23
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil pernyataan bahwa berkunjung
ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Utara atas
inisiatif sendiri yaitu 23 siswa (76,7%) menyatakan sangat setuju dan 17 siswa
(23,3%) menyatakan setuju. Sehingga dapat diartikan bahwa mereka
berkunjung ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta
Utara atas inisiatif sendiri.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) siswa yang menjawab sangat setuju (76,7%) memberikan alasan mereka
merasa senang saat berkunjung ke perpustakaan, sehingga mereka merasa
tidak dipakasa untuk datang ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Tabel 5.15.
Anda sering ke layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip
Kota Administrasi Jakarta Utara
No. Soal Kategori jawaban Frekuensi Prosentase (%)
3
Sangat sering
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah
4
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil pernyataan bahwa Anda sering
berkunjung ke layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota
Administrasi Jakarta Utara yaitu 4 siswa (13,3%) menyatakan sangat sering, 9
siswa menyatakan sering (30%), dan 17 siswa (56,7) menyatakan
kadang-kadang. Sehingga dapat diartikan bahwa mereka kadang-kadang berkunjung
ke layanan anak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta
Utara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden (Selasa, 3 September
2013) siswa yang menjawab kadang-kadang (56,7%) memberikan alasan
mereka lebih senang berada di layanan remaja/dewasa dibanding dengan
layanan anak di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta