• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KEABSAHAN AKTA WASIAT OLEH NOTARIS SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III KEABSAHAN AKTA WASIAT OLEH NOTARIS SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hingga saat ini akta notaris terhadap pemberlakuan cyber notary hanya dianggap sebagai akta di bawah tangan yang disamakan dengan dokumen, surat, Undang-Undang Nomor 2

Akibat hukum terhadap akta wasiat yang dibuat oleh Notaris atas kelalaiannya yaitu akta tersebut mempunyai kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah tangan, dimana dari

Upaya Notaris terhadap sanksi perdata untuk akta Notaris yang mempunyai kekuatan pembuktian sebagai akta dibawah tangan dan akta Notaris yang batal demi hukum adalah Notaris harus

lainnya yang menjadi dasar kewenangan pembuatan akta yang dikeluarkan dalam bentuk originali atau surat kuasa di bawah tangan wajibdilekatkan pada Minuta Akta.(2) Surat kuasa

Ditegaskan dalam ketentuan Pasal 84 Undang-Undang Jabatan Notaris bahwa tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Notaris terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16

1. Isi Pasal-pasal tertentu yang menegaskan secara langsung jika notaris melakukan pelanggaran, maka akta yang bersangkutan akan mempunyai kekuatan pembuktian

Akta dibawah tangan memiliki nilai pembuktian yang sempurna sepanjang para pihak mengakuinya.Apabila para pihak melanggar ketentuan tertentu seperti yang tercantum

Akta dibawah tangan yang dilegalisasi Notaris mempunyai kekuatan pembuktian yang tidak sama dengan akta otentik, karena tanda tangan yang terdapat dalam akta