• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODE PENELITIAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

22 BAB 3

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Desain, danLokasi

3.1.1 JenisPenelitian

Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian eksperimen semu (quasi research). Penelitian eksperimen semu menurut Wina Sanjaya (2013: 100) yaitu penelitian yang kelompoknya tidak dilakukan secara random atau secara acak. Eksperimen semu (quasi research) merupakan pengembangan dari eksperimen murni (true research) yang sulit untuk dilaksanakan (Sugiyono, 2009: 114). Syaiffudin Azwar (2011: 11) menyatakan bahwa eksperimen semu dilaksanakan dan didesain semirip mungkin dengan eksperimen murni akan tetapi tidak semua variabel dapapt dikontrol.

3.1.2 Desain Penelitian

Penelitian eksperimen semu menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Penggunaan desain penelitian eksperimen semu pada kelompok eksperimen dan kelompok kontro; tidak dipilih secara random namun secara acak (Sugiyono, 2009: 116). Pada kelompok eksperimen 1 pada penelitian ini menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan sedangkan pada kelompok eksperimen 2 sebagai kelompok untuk menerapkan model pembelajaran NHT. Dalam penelitian ini kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol mendapatkan pelajaran yang sama pada mata pelajaran Tematik yaitu Tema Peduli terhadap mahkluk hidup sub tema Hewan dan Tumbuhan di lingkunganku, namun menggunakan penerapan model yang berbeda. Berikut gambar desain penelitian Nonequivalent Control Group Design yang ditampilkan dalam tabel 3.1 di bawah ini.

(2)

23 Tabel 3.1

Nonequivalent Control Group Design

Group Pretest Tindakan Posttest

KelompokEksperimen 1

X1.2 X1.1 Y1

Kelompok Eksperimen 2

X2.2 X2.1 Y2

Keterangan :

X1.2 : Pemberian pretest kelompok eksperimen 1 model pembelajaranJigsaw.

X1.1 : Tindakan/perlakuan kelas eksperimen 1 menggunakan model

pembelajaran Jigsaw.

Y1 : Posttest kelas ekperimen 1 menggunakan model pembelajaran Jigsaw.

X2.2 : Pemberian pretest kelompok ekperimen 2 menggunakan model

pembelajarn NHT .

X2.1 : Tindakan kelas eksperimen 2 menggunakan model pembelajaran NHT

Y2 : Pemberian posttest kelas eksperimen 2 menggunakan model

pembelajaran NHT

Desain dalam penelitian ini baik di kelompok eksperimen 1 ataupun di kelompok eksperimen 2sama-sama diberikan pretest dan posttest namun menggunakan suatu tindakan yang berbeda. Pada kelompok eksperimen 1 menggunakan tindakan model pembelajaran Jigsaw dan pada kelompok eksperimen 2 menggunakan tindakan model pembelajarn NHT. Pemberian pretest pada masing-masing kelompok eksperimen bertujuan untuk mengetahui keadaan awal apakah ada perbedaan antara kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2. Sedangkan postest diberikan setelah diberikan tindakan. Pada Y1posttest kelompok 1 diberikan setelah mengikuti

(3)

24 pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Jigsaw. Pada Y2posttest

kelompok eksperimen 2 diberikan setelah mengikuti pembelajaran dengan penerpan model pembelajaran NHT.

3.1.3 Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Gugus Dahlia yang terletak di Kecamatan Suruh, Kab. Semarang pada siswa kelas 4 untuk dijadikan penelitian. Dalam satu gugus terdapat beberapa Sekolah Dasar, sekolah yang dipilih mewakili satu gugus yaitu SD Negeri Dadapayam 01 sebagai SD inti, SD Negeri Dadapayam 02 sebagai SD imbas, SD Dadapayam 03 sebagai SD jauhdariimbas, dan SD Negeri Cukilan 01 sebagai SD jauh dari imbas. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan November 2019. Karakteristik wilayan Sekolah Dasar yang ada di Gugus Dahlia ialah terletak di pinggir kota. Letak sekolah berada dekat dengan jalan raya utama, sehingga mudah dijangkau oleh siswa dan sebagian besar siswa berasal dari daerah setempat.

3.2 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 3.3.1 Populasi

Sugiyono (2013: 61) menyatakan bahwa populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki kualitas atau karakteristik tertentu dan ditetapkan oleh penelitiu ntuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.

Tabel 3.2

Daftar Jumlah Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Gugus Dahlia Kec. SuruhKab. Semarang

No.

Nama Sekolah Status JumlahSiswa

1. SDN Dadapayam 02

SD Inti 25 Siswa

2. SDN Dadapayam 01

(4)

25 3. SDN Dadapayam 03

SD Jauh dari Imbas 27Siswa 4. SDN Cukilan 01

SD Jauh Dari Imbas 20 Siswa

JumlahKeseluruhanSiswa 94Siswa

Berdasarkan tabel 3.2 dapat diketahui bahwa populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 SD Gugus Dahlia Kec. Suruh Kab. Semarang dengan jumlah keseluruhan siswa yaitu 94 siswa

3.3.2 Sampel

Sampel merupakan bagian dari karakteristik dan jumlah yang dimiliki oleh suatu populasi (Sugiyono, 2013: 62). Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 SDDadapayam 01 yang mewakili sebagai SD imbas dengan jumlah siswa 22 anak sebagai kelompok eksperimen 1, SDN Cukilan 01 yang mewakili sebagai SD jauh dari imbas dengan jumlah siswa 20 anak, SDN Dadapayam 02 yang mewakili SD inti dengan jumlah siswa 25 anakdan SDN Dadapayam 03 yang mewakili SD jauhdariimbasdenganjumlahsiswa 27 anak. Secara ringkas sampel penelitian ini akan disajikan pada tabel 3.3 berikut.

Tabel 3.3

Daftar Subjek Penelitian No. NamaSekolah Setatus

JumlahSiswaKelompokEksperimen Eksperimen 1 Eksperimen 2

1.

SDN Dadapayam

02 SD Inti 13 Siswa 12 Siswa

2.

SDN Dadapayam

01 SD Imbas 11 Siswa 11 Siswa

3.

SDN Dadapayam 03

SD Jauh Dari

(5)

26 4. SDN Cukilan 01

SD Jauh Dari

Imbas 10 Siswa 10 Siswa

JumlahKeseluruhanSiswa 48 Siswa 46 Siswa

3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel berfungsi untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam sebuah penelitian. Terdapat berbagai teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Clustrer Sampling. Menurut Sugiyono (2013: 120) Cluster Sampling merupakan teknik teknik untuk menentukan sampel apabila obyek yang akan dijadikan data penelitian sangatlah luas. Alasan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling ini yaitu keterbatasan dana, waktu, ketelitian dan juga keterbatasan pengambilan sampel secara random. Sampel pada penelitian ini adalah SDN Dadapayam 02 sebagai SD Inti, SDN Dadapayam01 sebagai SD Imbas, SDN Dadapayam 03 sebagai SD jauhdariimbas , dan SDNCukilan 01 sebagai SD jauh dari imbas. 3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah model pembelajaran NHT danjigsaw yaitu pembelajaran tematik dengan Subtema Keberagaman Mahkluk Hidup Di Lingkunganku. langkah-langkah1) membentuk kelompok yang beranggota 4 siswa, 2) menerima nomor di kepala, 3) menyimak permasalahan tentang Keberagaman mahkluk hidup, 4) mengidentifikasi permasalahan mahkluk hidup, 5) mengklasifikasi kegiatan berkaitan dengan mahkluk hidup6) menyimakinformasitentang keberagaman mahkluk hidup, 7) menyelesaikan masalah tentang keberagaman mahkluk hidup, 8) menyampaikan laporan keberagaman mahkluk hidup, 9) memberikan tanggapan tentang keberagaman mahkluk hidup, 10) membuat kesimpulan tentang keragaman mahkluk hidup, dan 11) mengerjakan tes tertulis.

(6)

27 3.5 Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

3.5.1 TehnikPengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan, memperoleh, atau mendapatkan data-data dalam suatu penelitian. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini sebagai berikut:

1. Tes

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini ialah tes formatif. Hasil belajar berupa tes pilihan ganda yang terdiri dari pretest dan posttest. Tes yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dalam ranah kognitif pada Tematik Tema Peduli Terhadap Mahkluk Hidup Subtema Keberagaman Mahkluk Hidup Di Lingkunganku pembelajaran 3 semester 1. Sebelum membuat instrumen untuk pengambilan data, maka sebelumnya dibuat kisi-kisi instrumen terlebih dahulu.

2. Observasi

Observasi yang dilakukan adalah mengamati aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan aktivitas guru dalam menjalankan peras sebagai seorang fasilitator saat melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan NHT.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data berupa arsip seperti foto, dokumen, dan file. Kegiatan dokumentasi dilakukan sebagai bukti bahwa penelitian telah dilaksanakan. Dokumentasi pada penelitian ini berupa foto pelaksanaan, RPP, lampiran-lampiran terkait dengan penelitian. 3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data

Terdapat dua jenis instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini, yaitu:

(7)

28 1. Tes

Pada teknik pengumpulan data berupa tes, instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar soal pretest dan posttest berupa tes pilihan ganda. Instrumen yang digunakan untuk penelitian haruslah diuji terlebih dahulu. Instrumen yang telah diuji akan digunakan sebagai soal pretest dan posttest. Kisi-kisi instrumen dibuat berdasarkan kompetensi dasar yang telah dipilih pada Tema Peduli Terhadap Mahkluk Hidup Subtema Keberagaman Mahkluk Hidup Di Lingkunganku pembelajaran 1 sebanyak 25 soal pilihan ganda. Berikut akan disajikan tabel kisi-kisi instrumen penelitian pada tabel 3.4

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Tes Kompetensi Dasar Indikator Butir Soal Bahasa Indonesia 3.3Menggali informasi dari seorang tokoh melalui wawancara menggunakan daftar pertanyaan. 4.3Melaporkan hasil wawancaramengg unakan kosakata bakudan kalimat 3.3.1Membuatdaftarpertanyaanuntukpersiapa nwawancara

4.3.1 Membuat pertanyaan tertulis menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif untuk persiapan wawancara

(8)

29 efektif dalambentuk teks tulis. IPS 3.1 Mengidentifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatansumb er daya alam untukkesejahteraa n masyarakatdari tingkat kota/kabupatensa mpai tingkat provinsi. 4.1 Menyajikan hasil identifikasikarakte ristik ruang danpemanfaatan sumber dayaalam untuk kesejahteraanmasy arakat dari tingkat kota/kabupaten sampai

tingkatprovinsi.

3.1.1 Mengidentifikasi karakteristik dataran tinggi, dataran rendah,

danpantaisertapemanfaatansumberdayaalamn yabagikesejahteraanmasyarakat.

4.1.1 menyebutkan pemanfaatan sumber daya alam bagi kesejahteraan masyarakat.

(9)

30 IPA 3.8 Menjelaskan pentingnya upaya keseimbangan dan pelestarian sumber daya alamdi lingkungannya. 4.8 Melakukan kegiatan upayapelestarian sumber dayaalam bersama orang-orang dilingkungannya. 3.8.1 Mengidentifikasi masalah-masalah keseimbangan lingkungan

4.8.1 Menyebutkan upaya pelestarian sumber daya alam

16-25

Pembuatan instrument validitas soal dibuat sebanyak 50 butir soal. Pengujian isntrumen akan dilakukan dengan jumlah responden 25 siswa. Untuk menguji kelayakan soal akan digunakan Software IBM SPSS Statistics 26.

2. Observasi

Observasi merupakan kegiatan pengamatan yang digunakan untuk mengumpulkan data, untuk menjamin langkah-langkah dalam model pembelajaran terlaksana secara sistematis. Untuk itu dibuat kisi-kisi lembar observasi sistematika langkah-langkah model pembelajaran yang terdiri atas kegiatan guru dan kegiatan siswa.

(10)

31 Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam Menerapkan Model

Pembelajaran Jigsaw No.

Kegiatan Guru No Item

1. pretest

1 2. Guru membagi siswa secara heterogen dengan

cara berhitung 2

3. Guru membagikan materi kepada kelompok

3 4. Guru mengarahkan siswa untuk membagi

materi menjadi beberapa subbab 4

5. Guru membimbing siswa mempelajari subbab

yang didapat 5

6. Guru mengarahkan siswa berkumpul dengan

tim ahli untuk memperdalam topik. 6

7. Guru mengarahkan siswa untuk kembali ke tim asal untuk membagikan informasi yang didapatkan selama dipelajari di tim ahli

7

8. Guru bersama siswa membahas hasil diskusi

8 9. Posttest

Guru memberikan kuis individu 9

10. Guru bersama siswa membahas kuis

10

Pada tabel 3.5 di atas disajikan tentang kisi-kisi terlaksananya langkah-langkah model pembelajaran Jigsaw pada kegiatan guru. Selanjutnya untuk kisi-kisi terlaksananya langkah-langkah model pembelajaran Jigsaw pada kegiatan siswa pada tabel 3.6 berikut ini.

(11)

32 Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan Siswa dalam Menerapkan Model

Pembelajaran Jigsaw No.

Kegiatan Siswa No Item

1. pretest

1 2. Siswamembentuk kelompok secara

acak/heterogen dengan cara berhitung 2 3. Siswamenadapatkan materi yang telah dibagi

menjadi beberapa subbab 3

4. Siswamembagi subbab-subbab kepada teman

dalam satu kelompok 4

5. Siswamempelajarari subbab yang didapatkan

5 6. Siswaberkumpul dengan tim ahli untuk

membahas tentang subbab yang didapatkan 6 7. Siswakembali ke tim asal untuk membahas apa

yang telah di tim ahli kepada teman-teman di tim asal

7

8. Siswamembahas hasil diskusi kelompok

8 9. posttest

Siswamengerjakan kuis secara individu 9 10. Siswabersama guru membahas kuis

10

Pada tabel 3.6 telah disajikan tentang kisi-kisi keterlaksanaan langkah-langkah model pembelajaran Jigsaw pada kegiatan siswa. berikut kisi-kisi keterlaksanaan model pembelajaran NHT pada kegiatan guru dan kegiatan siswa.

(12)

33 Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam Menerapkan Model

Pembelajaran NHT No.

Kegiatan Guru No Item

1. pretest

1 2. Guru melakukan apersepsi

sebelumpembelajaran di mulai 2

3. Guru menjelaskan tujuan pembelanjaran

3 4. Guru menjelaskan tentang model pembelajaran

NHT 4

5. Guru membagi kelompok dengan cara

berhitung 5

6. Guru membagi tugas kepada masing-masing

kelompok untuk mencari informasi 6

7. Guru membimbing pelaksanaan kegiaran

pembelajaran 7

8. Guru membantu siswa membuat kesimpulan

dan materi yang telah di diskusikan 8 9. posttest

Siswamengerjakan kuis secara individu 9

Kegiatan pembelajaran menggunakan model NHT dilakukan dalam awal pembelajaran guru harus memberikan apersepsi kepada siswa, selanjutnya guru menjelaskan tujuan pembelajaran, lalu menjelaskan tentang model pembelajaran NHT setelah itu guru membentuk siswa berkelompok, selanjtunya guru membagi tugas kepada masing-masing kelompok untuk memperdalam materi yang mereka dapatkan. Guru harus membimbing berjalannya pelaksanaan kegiatan pembelajaran, lalu guru

(13)

34 membimbing siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah didiskusikan dan tahap terakhir guru memberikan posttest.

Berikut pada tabel 3.7 akan disajikan kisi-kisi keterlaksanaan model pembelajaran NHTpada kegiatan siswa.

Tabel 3.8

Kisi-Kisi Observasi Kegiatan Siswa dengan Model Pembelajaran NHT No.

Kegiatan Guru No Item

1. Pretest

1 2. Siswamemperhatikan guru

2 3. Siswamenyimak tujuan pembelajaran

3 4. Siswamenyimak penjelasan guru tentang

pembelajaran NHT 4

5. Siswamembentuk kelompok

5 6. Siswamempelajari materi dan mencari informasi

terkait 6

7. Siswamelakukan kegiatan pembelajaran model

NHT 7

8. Siswabersama guru membuat kesimpulan materi

8 9. Posttest

9

Proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran NHT menuntut siswa untuk menggali pengetahuan mereka sendiri. Model

pembelajaran NHT diawali dengan pretest,

lalusiswamemusatkanperhatiankepada guru supaya siswa focus dalam pembelajaran, menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru, menyimak penjelasan tentang model pembelajaran NHT mulai dari

(14)

aturan-35 aturan dan juga bagaimana proses berjalannya pembelajaran. Selanjutnya siswa membentuk kelompok untu kmembahas materi yang akan dibagikan oleh guru. Proses kegiatan pembelajaran dengan teman, lalu siswa bersama guru bersama-sama membuat kesimpulan pembelajaran yang telah didiskusikan dan yang terakhi rsiswa mengerjakan pretest

3.6UjiCobaValiditas, Reliabilitas, DayaPembeda, danTingkat KesukaranValiditas

Menurut Sudjana (2010: 12) menyatakan bahwa validitas berkenaan dengan ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga menilai apa yang seharusnya benar-benar dinilai. Untuk menganalisis uji validitas soal tes digunakan aplikasi SPSS. Hasil pengujian menggunakan SPSS akan disajikan dalam laporan.

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan bantuan Software IBM SPSS Statistics26. Indeks validitas menurut Arikunto dalam Wardani Naniek Sulistya (2010:35) dibedakan menjadi sangat tinggi, tinggi, cukup dan sangat rendah. Penjelasan lebih rinci dapat disajikan pada tabel 3.4 sebagai berikut.

Tabel 3.4

Kriteria Indeks Validitas

No Indeks Kriteria 1 0,81 – 1,00 Sangat Tinggi 2 0,61 – 0,80 Tinggi 3 0,41 – 0,60 Cukup 4 0,21 – 0,40 Rendah 5 0,00 – 0,20 Sangat rendah

(15)

36 3.6.1 Reliabilitas

Reliabilitas tes adalah kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil pengukuran yang konstan atau ajeg. Tujuan utama menghitung reliabilitas skor tes adalah untuk mengetahui tingkat ketepatan dan keajegan skor tes (Wardani Naniek Sulistya, dkk : 2012: 344). Uji reliabilitas penelitian menggunakan alpha dengan bantuan SPSS 20.0. Pedoman koefisisen reliabilitas menurut Wardani Naniek Sulistya, dkk (2012: 334) disajikan melalui tabel 3.6 sebagai berikut.

Tabel 3.6

Kriteria Indeks Reliabilitas

Indeks Kriteria 0,81 – 1,00 Sangat Reliabel 0,61 – 0,80 Reliabel 0,41 – 0,60 Cukup Reliabel 0,21 – 0,40 Agak Reliabel ˂0,20 Kurang Reliabel Sumber: WardaniNaniekSulistya (2012:92)

Instrumen butir soal baik pretest maupun posttest yang diuji cobakan, juga dianalisis untuk menguji tingkat reliabilitas butir soal. Distribusi reliabilitas instrumen butir soal pretest dan posttest disajikan melalui tabel 3.7 sebagai berikut.

Tabel 3.7

Distribusi Reliabilitas Instrumen Butir Soal Tes

Butir Soal Tes Jumlah Butir Soal Cronbhach’s Alpha Kriteria Reliabilitas Prettest

Posttest

Sumber :HasilOlahan dari SPSS 3.6.2 Daya Pembeda

(16)

37 Menurut Zainal Afiri (2014: 133) daya pembeda merupakan kemampuan ssuatu soal untuk membedakan antara siswa yang menguasai materi dengan siswa yang kurang menguasai materi.

3.6.3 Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran merupakan tingkatan suatu butir soal dimana siswa mampu dengan mudah menjawab soal tersebut atau siswa sangat sulit untuk memecahkan soal. Semakin rendah jawaban benar pada butir soal maka soal tersebut memiliki tingkat kesukaran. Untuk mengukur tingkat kesukaran dalam penelitian ini menggunakan Software IBM SPSS Statistics26.

3.7 Prosedur Pemberian Perlakuan

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar dalam suatu penelitian. Tidak semua variabel dalam suatu penelitian dapat dikontrol, maka untuk mengontrol variable-variable tersebut baik variabel internal ataupun variabel eksternal yang dapat mempengaruhi hasil dari perlakuan model pembelajaran. hasil eksperimen dikatakan valid apabila hasil yang diperoleh karena variabel yang dimanipulasi. Terdapat dua kondisi yang dapat mempengaruhi kevalidan hasil suatu peneletian yaitu validasi internal dan validasi eksternal. Validasi internal mengacu pada suatu kondisi bahwa hasil yang diperoleh dapat digeneralisasikan dan dapat diterapkan dalam baik kelompok maupun di luar setting penelitian, veliditas internal mengacu pada kondisi bahwa perbedaan yang diamati padavariabel bebasa yang merupakan hasil langsun dari variabel bebas yang dimanipulasi. Perlu adanya upaya untuk mengontrol variabel eksternal dan variabel internal yang tidak dapat dikontrol sepenuhnya oleh peneliti melalui upaya pemberian kovarian dalam penelitian. Menurut Gay seperti dikutip dalam Ezemir (2012: 71) fungsi kovarian dalam suatu penelitian adalah upaya penyamaan skor posttest untuk perbedaan pretest awal sebagai randomiasi. Kovarian yang digunakan pada penelitian ini adalah pemberian pretest sebelum pemberian perlakuan.

(17)

38 Sekolah yang menjadi sampel penelitian dibagi ke dalam dua kelompok eksperimen yaitu eksperimen 1 dan ekperimen 2 yang akan mendapatkan masing-masing model pembelajaran yaitu model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran NHT. Pemberi perlakuan dilaksanakan secara kolaboratif bersama guru kelas untuk mengamati berjalannya langakah-langkah model pembelajaran berjalan secara sistematis. Kelompok kelas eksperimen 1 akan diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan NHT yaitu kelas 4 SDN Dadapayam 02 , kelas 4 SDNDadapayam 01.

3.7.1 PerlakuanKelompokEksperimen 1

Kelompok eksperimen 1 diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Jigsaw. Berikut adalah langkah-langkah perlakuan yang dilakukan: a.) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan cara berhitung. b) Guru memberikan materi kepada setiap kelompok. c) Guru menginstruksikan kepada seluruh siswa untuk membagi materi yang telah dibagikan menjadi beberapa subbab. d) Guru menginstruksikan siswa untuk mempelajari subbab yang telah didapatkan kepada masing-masing siswa. e) Guru membimbing siswa untuk mempelajari materi yang telah didapatkan. f) guru membimbing siswa untuk berkumpul bersama tim ahli (kepada siswa yang memiliki subbab yang sama). g) guru menginstruksikan siswa untuk benar-benar memperdalam materi dan juga bertukar informasi saat di tim ahli h) guru membimbing siswa untuk kembali ke tim asal untuk membagikan hasil diskusi dan bertukar informasi di kelompok asal. i) guru membahas hasil diskusi kelompok. f) Guru memberikan kuis individu.

3.7.2 Perlakuan Kelompok Eksperimen 2

Kelompok eksperimen 2 diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran NHT Berikut adalh langkah-langkah perlakuan yang dilakukan: a) Guru melakukan apresepsi saat sebelum pembelajaran dimulai. b) Guru menjelaskan pelaksanaan model pembelajaran NHT. c) Guru

(18)

39 menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan pada hari itu. d) Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk menumbuhkan minat siswa pada pembelajaran. e) Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok. f) Guru memberikan pertanyaan. g)Setiap siswa di kelompok maupun yang nomornya dipanggil mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan dari hasil diskusi. . h) Menerima tanggapan dari kelompok lain. I) guru mrnarik kesimpulan.

3.8 Tehnik Analisis Data Deskriptif dan Statistik 3.8.1 Tehnik Analisis Data Deskriptif

Teknikanalisis data deskriptif terdiri aras teknik analisis data deskriptif dan distribusi frekuensi. Teknik analisis data distribusi digunakan untuk mengetahui nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata dan standar deviasi pada penghitungan suatu penelitian. Penghitungan data distribusi dapat dilakukan menggunakan Software IBM SPSS Statistics26. Distribusi frekuensi merupakan presentase frekuensi jumlah data pada kelas interval. Penghitungan data distribusi dapatdilakuakn menggunakan Software IBM SPSS Statistics26.

3.8.2 TehnikAnalisis Data Statistik

Teknikanalisis data terdiri atas Uji Persyaratan dan Uji Hipotesis. Uji prasyarat terdiri atas uji normalitas untuk menentukan data yang berdistribusi tidak normal, uji homogenitas untuk mengetahui tingkat kesetaraan subjek yang akan diteliti. Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas dapat dilaksanakan uji ancova sebagai acuan untuk menguji sebuah hipotesis. Uji Ancova dapat dilaksanakan apabila uji prasyarat sudah dilakukan dan terpenuhi.

(19)

40 Uji normalitas berfungsi untuk mengetahui apada data yang kita punya normal atau tidak, apabila data tidak berdistribusi normal maka digunakan statistik nonparametrik. Suatu data dapat dikatakan normal apabila nilai signifikansi/probabilitas > 0,05. Uji normalitas data dapat dilakukan menggunakan Software IBM SPSS Statistics26.

b. Uji Homogenitas

Uji Homogenitas varian bertujuan untuk mengetahui apakah varian kedua kelompok homogen atau tidak. Suatu data dapat dikatakan homogen apabila nilai signifikansi/probabilitas > 0,05. Analisis uji homogenitas varian bisa dilakukan menggunakan Software IBM SPSS Statistics26.

c. Uji Homogenitas Koefisien Regresi Linier

Uji homogenitas regresi linier data bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas dan variabel terikat homogen atau tidak. Variabel bebas dan variabel terikat dapat dinyatakan homogen apabila nilai Beta > 0,60. Analisis uji homogenitas regresi linier dapat dilakukan menggunakan software SPSS 20.0

d. Analisis Kovarian (Ancova)

Ancova merupakan penggabungan uji komparatif dan korelasional. Ancova bertujuan untuk membandingkan variabel terikat yang ditinjau dari variabel bebas dan juga menghubungkan antara variabel terikat dengan variabel bebas yang lainnya. Variabel bebas yang lainnya ini dipakai untuk memprediksi. Penggunaan ancova maka peranan variabel bebas terhadap variabel terikat dapat dilakukan secara bersamaan. Dalalm penelitian eksperimen juga dilakukan uji keefektivan terhadap perlakuan yang diberikan. Perlakuan dikatakan efektif apabila terdapat perubahan skor antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Acuan analisis kovarian adalah jika nilai signifikansi <

(20)

41 0,05. Analisis uji ancova bisa dilakukan menggunakan Software IBM SPSS Statistics26.

3.9 Uji Hipotesis Statistik dan Uji Hipotesis Penelitian 3.9.1 Uji Hipotesis Statistik

Dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

1. H0 : 𝜇1 = 𝜇2 artinya, tidak ada perberdaan hasil belajar Tematik

yang signifikan pada siswa kelas 4 antara yang memperoleh perlakuan model pembelajaran Jigsaw dan perlakuan model pembelajaran NHT di Gugus Dahlia, kec. SuruhKab. Semarang.

2. Ha : 𝜇1 ≠ 𝜇2 artinya, ada perbedaan hasil belajar Tematik yang

signifikan pada siswa kelas 4 antara yang memperoleh perlakuan model pembelajaran Jigsaw dan perlakuan model pembelajaran NHT di Gugus DahliKec. SuruhKab. Semarang.

3.9.2 UjiHipotesisPenelitian

Uji hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Jika nilai signifikansi pada ancova > 0,05, maka H0 diterima dan Ha

ditolak. Ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran NHT.

2. Jika nilai signifikansi pada ancova < 0,05, maka Ha diterima dan H0

ditolak. Ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran NHT

Gambar

Tabel 3.4   Kisi-Kisi Instrumen Tes  Kompetensi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data perbedaan skor tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditemukan bahwa model

1) Data dari hasil pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen yang berkenaan dengan kemampuan awal peserta didik dalam memahami jam. 2) Data dari hasil posttest kelas

pretest dan posttest di kelas X. 5) Memberikan pretest berupa soal yang telah valid pada siswa kelas X sebelum pembelajaran menggunakan e-book untuk mengetahui kemampuan

dari pretest dan posttest kelompok eksperimen yaitu (2- tailed) 0,04&lt; 0,05dimana ada perbedaan skor yang signifikan pada pretest dan posttest kelompok eksperimen,

posttest. 1) Pretest atau tes awal dilakukan pada awal penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal pemahaman siswa pada kelas yang menerapkan.. model pembelajaran

Analisis hasil posttest menggunakan tahapan yang sama dengan analisis hasil pretest, yaitu reduksi data atau pemilahan data hasil posttest, penyajian data hasil

Data dalam penelitian ini meliputi data skor tes awal (pretest) dan data skor tes akhir (posttest) pada kelas eksperimen dan kontrol untuk melihat perbedaan

Serupa dengan minat beli yang menunjukan adanya perbedaan rata-rata skor pada pretest dan posttest ini, dimana persepsi responden mengenai kemasan botol plastik Coca- Cola menjadi