• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. daya alam laut. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km 2 yang terdiri dari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. daya alam laut. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km 2 yang terdiri dari"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang terdiri atas lautan dan kaya akan sumber daya alam laut. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta lautan, dan 2,55 juta Zona Ekonomi Eksklusif. Menurut Junef, (2019) Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km yang menyebabkan Indonesia disebut sebagai negara maritim. Indonesia memiliki sumber kekayaan alam dengan hasil laut yang melimpah sehingga dikenal sebagai negara maritim terbesar di dunia. Sumber daya perikanan hasil tangkap laut menjadi salah satu potensi yang dimiliki Indonesia dalam sektor perikanan.

Sektor perikanan memiliki perananan penting dalam menunjang ekonomi nasional yaitu dapat meningkatkan devisa negara. Sektor perikanan juga tidak terlepas dengan adanya industrialisasi perikanan. Industri perikanan tangkap merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari industrialisasi kelautan dan perikanan Indonesia. Hasil perikanan tangkap Indonesia yang memiliki potensi besar adalah komoditas ikan TCT (Tuna Cakalang Tongkol). Hal ini dikarenakan produksi hasil perikanan tangkap ikan TCT (Tuna Cakalang Tongkol) terus mengalami peningkatan. Gambar 1 menjelaskan bahwa 5 komoditas hasil perikanan tangkap laut Indonesia menjadi penyumbang utama nilai ekspor perikanan Indonesia adalah

(2)

udang, TCT (Tuna Cakalang Tongkol), cumi-sotong-gurita, rajungan-kepiting dan ikan lainnya.

Gambar 1. Komoditas Perikanan Yang Menjadi Penyumbang Utama Nilai Ekspor Perikanan Indonesia Tahun 2012-2017

Sumber : BPS 2017, diolah

Pada tahun 2017, komoditas TCT (Tuna Cakalang Tongkol) menjadi komoditas yang berkontribusi dalam menyumbang nilai ekspor perikanan Indonesia setelah udang. Negara tujuan utama ekspor TCT (Tuna Cakalang Tongkol) yaitu Uni Eropa, Jepang dan Amerika Serikat. Ekspor hasil produk perikanan tangkap Indonesia dilakukan dalam bentuk olahan dan bahan baku. Nilai ekspor produk dalam bentuk olahan maupun bahan baku perikanan mempengaruhi harga jual sebuah produk. Nilai dari hasil produk olahan perikanan memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk mentah atau belum dilakukan pengolahan dikarenakan produk olahan memiliki biaya tambahan dalam proses pengolahan menjadi produk

0 500000 1000000 1500000 2000000 2500000 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Th o u san d s Axis Title

Nilai Komoditas Utama Ekspor Perikanan Indonesia

(US$)

(3)

yang memiliki nilai jual tinggi. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 yang menunjukkan perbandingan harga TCT (Tuna Cakalang Tongkol) Bukan Olahan dan Olahan serta Persentase Peningkatan Nilai (Margin) olahan dan bukan olahan tahun 2012 -2017.

Tabel 1. Harga TCT Bukan Olahan dan Olahan serta Persentase Peningkatan Nilai (Margin) Olahan dan Bukan Olahan, Tahun 2012-2017

Tahun Harga (000 USD/kg) Peningkatan Nilai (Margin) TCT Olahan dengan Bukan Olahan

Bukan Olahan Olahan

2012 2.836 4.716 166.28 2013 2.462 5.047 205.01 2014 2.080 4.572 219.77 2015 1.915 4.590 239.66 2016 2.472 4.780 193.40 2017 1.942 4.869 250.68 Sumber : BPS 2017, diolah

Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa hasil nilai yang diperoleh dari ekspor TCT olahan mencapai 250 persen lebih besar dibanding nilai ekspor TCT dalam bentuk bukan olahan (bahan baku). Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan pertambahan nilai di setiap tahunnya, dan puncaknya pada tahun 2017 dengan margin sebesar 250,68.

Industri perikanan tangkap merupakan upaya terintegrasi dari seluruh stakeholder untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan daya saing dalam

(4)

pengolahan hasil tangkap perikanan Indonesia. Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki unit pengolahan ikan skala menengah besar adalah Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur memiliki volume produksi unit pengolahan ikan skala menengah besar dengan jumlah terbesar pertama dari provinsi lainnya yaitu sebesar 339,305 ton dalam tahun tersebut, kemudian diikuti oleh provinsi Jawa Tengah sebagai terbesar kedua dengan total volume produksi unit pengolahan ikan skala menengah besar sebesar 168,860 ton dan provinsi Bali sebagai terbesar ketiga dengan total volume produksi unit pengolahan ikan skala menengah besar sebesar 112,048 ton. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Volume Produksi Unit Pengolahan Ikan Skala Menengah Besar Menurut Provinsi Tahun 2017.

No Provinsi Volume Produksi

(Ton) 1 Bali 112,048 2 DKI Jakarta 110,842 3 Jawa Barat 103,531 4 Jawa Tengah 168,860 5 Jawa Timur 339,305 6 Sulawesi Selatan 120,553 7 Sulawesi Utara 116,612 8 Sumatera Utara 112,938

9 Nusa Tenggara Timur 49,904

(5)

Sumber : Satu Data Kelautan dan Perikanan, 2018 (Diolah)

Salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah perusahaan industri terbesar yaitu kota Malang dengan total 258 perusahaan industri di tahun 2013 dan mengalami peningkatan di setiap tahunnya, hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 yang menunjukkan jumlah perusahaan industri besar dan sedang di Jawa Timur.

Tabel 3. Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang di Jawa Timur Menurut Kota 2013-2015 Kota Tahun 2013 2014 2015 Kediri 38 35 36 Blitar 14 13 13 Malang 258 259 269 Probolinggo 45 45 47 Pasuruan 62 65 63 Mojokerto 61 61 63 Madiun 54 58 58 Surabaya 882 942 957 Batu 37 37 37

Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur, 2019 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa jumlah perusahaan industri terbesar adalah Kota Surabaya dengan total 957 perusahaan di tahun 2015 dan terbesar kedua adalah kota Malang sebesar 269 perusahaan pada tahun 2015. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa kota Malang memiliki potensi industri terbesar kedua setelah Surabaya.

(6)

Salah satu perusahaan yang mengembangkan industri pengolahan ikan tuna di Jawa Timur adalah CV Mina Margo Utama atau biasa dikenal dengan sebutan CV. MMU yang didirikan oleh bapak Choirul Anam berlokasi di JL. Candi Mendut Barat VI/B-9, RT 04, RW. 14, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. CV. MMU pada mulanya adalah usaha yang bergerak dalam bidang penyuplai ikan tuna segar ke pabrik yang di ekspor ke luar negeri. CV. MMU dalam memenuhi kebutuhan suplainya bekerjasama dengan Pelabuhan Sendang Biru di kota Malang. Perusahaan yang bekerjasama dengan CV.MMU adalah PT. ATI (PT. TUNA INDONESIA). CV.MMU memberanikan diri untuk membuka bisnis baru dengan melihat peluang pasar yaitu sedikitnya pengolahan ikan tuna dalam berbagai varian olahan makanan dan tingginya minat masyarakat terhadap makanan cepat saji seperti froozen food.

Tujuan dari CV MMU dalam mengembangkan bisnis pengolahan ikan tuna adalah masyarakat dapat menikmati hasil tangkap ikan laut indonesia dengan mudah, praktis dan harga ekonomis. CV MMU dapat membantu mensosialisasikan gerakan makan ikan yang telah dicanangkan oleh menteri Susi Pudjiastuti sebagai ketahanan pangan Indonesia dalam sektor perikanan.

Analisis strategi yang matang diperlukan dalam sebuah perusahaan untuk bersaing dengan para competitor dan bertahan dalam dunia industri pengolahan ikan laut. CV MMU sebagai salah satu perusahaan baru yang mengembangkan usaha dalam bidang pengolahan ikan tuna segar di kota Malang memiliki peluang yang besar karena luasnya market hasil pengolahan ikan tuna dikota Malang. CV MMU

(7)

dalam mengembangkan bisnisnya memiliki beberapa kendala. Ketersediaan bahan baku menjadi masalah utama yang dihadapi oleh CV MMU karena ketersediaan ikan tuna segar yang bersifat musiman dan CV MMU masih belum memiliki tempat untuk dapat menampung bahan baku dalam jumlah besar. Keterbatasan modal dan saluran distribusi yang kurang tepat menjadi perhatian utama dalam pengembangan bisnis pengolahan ikan. Analisis strategi sangat penting bagi perusahaan untuk mengetahui seberapa besar potensi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam melakukan persaingan. Penelitian dengan judul “STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PENGOLAHAN IKAN TUNA” di perlukan untuk mengetahui strategi yang tepat dalam pengembangan usaha pengolahan ikan tuna.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan dikaji pada penelitian ini adalah:

1. Apa saja faktor-faktor eksternal dan internal yang dihadapi oleh CV. Mina Margo Utama dalam menghadapi persaingan pasar ?

2. Bagaimana alternatif dan prioritas strategi yang paling tepat untuk diaplikasikan pada CV. Mina Margo Utama dalam mengembangkan usahanya?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian usaha pengolahan ikan tuna pada CV Mina Margo Utama adalah sebagai berikut:

(8)

1. Menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal yang dihadapi oleh CV. Mina Margo Utama dalam menghadapi persaingan pasar.

2. Merumuskan alternatif strategi bisnis yang tepat untuk diaplikasikan oleh CV. Mina Margo Utama dalam mengembangkan usahanya.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian usaha pengolahan ikan tuna pada CV Mina Margo Utama adalah sebagai berikut:

1. Bagi pihak manajemen CV. Mina Margo Utama, diharapkan dapat menjadi masukan dalam menentukan alternatif strategi dan prioritas strategi yang tepat bagi perkembangan perusahaan.

2. Bagi para pembaca, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan dan bahan pertimbangan untuk melaksanakan penelitian selanjutnya. 3. Bagi peneliti, diharapkan penelitian ini dapat menjadi suatu pelajaran untuk

menambah pengalaman dan wawasan di lapangan, serta pengetahuan lebih lanjut mengenai indutri pengolahan ikan tuna.

1.5 Definisi Operasional

Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Strategi pemasaran yaitu suatu tindakan manajerial yang di lakukan untuk mengembangkan potensi perusahaan dalam mengeksploitasi peluang bisnis yang ada guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

(9)

2. Analisis SWOT (strengths – weakness – opportunities – threats ) adalah analisis yang mengidentifikasi berbagai faktor, baik faktor internal dan faktor eksternal secara sistematis untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat bagi suatu usaha.

3. Kelemahan adalah faktor negatif yang berasal dari lingkungan internal perusahaan yang dapat menghambat laju perkembangan usaha.

4. Kekuatan adalah factor positif yang berasal dari lungkungan eksternal perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kinerja yang baik dalam suatu aktivitas bisnis.

5. Ancaman adalah salah satu usaha untuk mengetahui ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam pengembangan usaha.

6. Peluang adalah suatu kesempatan yang dimiliki oleh perusahaan untuk dapat mencapai keuntungan lebih dengan cara memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan.

7. Perencanaan strategi pemasaran adalah suatu proses yang dilaksanakan untuk mengembangkan dan mempertahankan kecocokan strategis dari perusahaan dengan memperhatikan tujuan dan kemampuan perusahaan serta peluang pemasaran yang dapat berubah-ubah.

8. Matriks IFE adalah matriks evaluasi faktor internal yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan

9. Matriks EFE adalah matriks evaluasi faktor eksternal yang digunakan untuk mengevaluasi peluang dan ancaman yang dihadapi suatu perusahaan.

(10)

10. Matriks IE adalah matriks yang digunakan untuk mencocokan hasil dari analisis matriks IFE dan EFE guna memperoleh strategi bisnis yang tepat ditingkat korporat.

11. Teknik Delphi adalah metode yang digunakan dan diterima untuk mengumpulkan data dari responden dalam domain penelitian.

12. QSPM adalah alat yang memungkinkan penyusun strategi untuk mengevaluasi alternative strategi secara obyektif, berdasarkan faktor keberhasilan kunci internal dan eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya.

Gambar

Gambar  1.  Komoditas  Perikanan  Yang  Menjadi  Penyumbang  Utama  Nilai  Ekspor  Perikanan Indonesia Tahun 2012-2017
Tabel  1.  Harga  TCT  Bukan  Olahan  dan  Olahan  serta  Persentase  Peningkatan  Nilai  (Margin) Olahan dan Bukan Olahan, Tahun 2012-2017
Tabel  2.  Volume  Produksi  Unit  Pengolahan  Ikan  Skala  Menengah  Besar  Menurut   Provinsi Tahun 2017
Tabel 3. Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang di Jawa Timur Menurut Kota  2013-2015  Kota  Tahun  2013  2014  2015  Kediri  38  35  36  Blitar  14  13  13  Malang  258  259  269  Probolinggo  45  45  47  Pasuruan  62  65  63  Mojokerto  61  61  63

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu penulisan ini juga dimaksudkan supaya pembaca bisa memahami bagaimanakah faktor yang melatarbelakangi dan juga dampak psikologis anak SD yang menonton

Sebagai contoh, misal model antrian yang digunakan adalah (M/D/10): (FIFO/20/∞), berarti bahwa kedatangan berdistribusi Poisson, waktu servis berdistribusi

[r]

Muliawan (2014, hlm. 130) menjelaskan tentang metode penelitian yaitu: Metode penelitian adalah cara, jalan, atau teknik yang digunakan peneliti untuk melakukan

Selanjutnya pada tanggal 1 November Pusertif PLN akan melakukan beberapa hal seperti pengujian interlock pompa lubrikasi, turbin dan generator (vibrasi,

BAB IV PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MASYARAKAT AKIBAT GANGGUAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK DARI MENARA TELEKOMUNIKASI MENURUT UNDANG-UNDANG Bab ini berisikan akibat hukum

Berdasarkan latar belakang tersebut, diketahui bahwa pola makan vegetarian lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat dan jus buah-buahan yang bersifat asam

Hasil Reklasifikasi Berbagai Layer Sebagai Input Perhitungan Raster Jarak maksimum dari pantai Pulau Sumatera yang dipertimbangkan adalah 100 kilometer dan dibagi dalam