• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN SKRIPSI PEMBUATAN MESIN PNEUMATIC CONVEYING UNTUK BIJI JAGUNG KAPASITAS 200 KG/JAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN SKRIPSI PEMBUATAN MESIN PNEUMATIC CONVEYING UNTUK BIJI JAGUNG KAPASITAS 200 KG/JAM"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN SKRIPSI

PEMBUATAN MESIN PNEUMATIC CONVEYING

UNTUK BIJI JAGUNG KAPASITAS 200 KG/JAM

HADI SUKARNO

201654095

DOSEN PEMBIMBING

Ir. Masruki Kabib, M.T.

Dr. Akhmad Zidni Hudaya, S.T., M.Eng.

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MURIA KUDUS

2021

(2)
(3)
(4)

iv

(5)

v

PEMBUATAN MESIN PNEUMATIC CONVEYING UNTUK BIJI JAGUNG KAPASITAS 200 KG/JAM

Nama mahasiswa : Hadi Sukarno NIM : 201654095

Pembimbing : 1. Ir. Masruki Kabib, MT.

2. Dr. Akhmad Zidni Hudaya, ST,M.Eng

RINGKASAN

Pada proses pengangkutan biji jagung sebagai bahan pangan pokok masih menggunakan operasi manual yaitu diangkut secara manual yang mungkin kurang bersih dan berdebu sehingga menurunkan kualitas biji jagung itu sendiri. Jika mengandalkan tenaga kerja, efisiensi waktu akan berkurang, dan ketika tenaga kerja membutuhkan lebih banyak tenaga, tenaga kerja cenderung berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat pneumatic conveying untuk biji jagung yang dapat memindahkan biji jagung dari hopper input ke hopper output dengan kapasitas 200kg / jam. Tentunya karena efisiensi, efektifitas dan kebersihannya, mesin ini sangat dibutuhkan dalam industri.

Metode yang digunakan untuk pembuatan pneumatic conveying untuk biji jagung diawali dengan desain manufaktur, pembuatan dan pengujian penggunaan mesin. Tahapan pembuatan mesin meliputi: gambar kerja, pemotongan bahan sesuai gambar, pengelasan, perakitan, finishing, dan pengujian pekerjaan mesin untuk mengetahui hasil pembuatan mesin.

Hasil yang didapat dari pembuatan pneumatic conveyor ini untuk biji jagung mampu memnindahkan biji jagung dengan kecepatan 200 kg / jam. Struktur mesin ini terdiri dari kompresor, rangka, hopper input, hopper output,

body rotary valve, rotor, tutup body rotary valve, ventury, nozzle, pipa akrilik,

sambungan pipa, flange sambungan pipa, dan katup keluaran, murah dan mudah dioperasikan. Hasil dari penelitian ini adalah pneumatic conveying yang digunakan untuk biji jagung mampu memindahkan dengan kecepatan 205,92kg/ jam.

(6)

vi

MANUFACTURE OF PNEUMATIC CONVEYING MACHINE FOR CORN GRAIN, CAPACITY 200 KG/HOUR

Student Name : Hadi Sukarno

Student Identity Number : 201654095

Supervisor : 1. Ir. Masruki Kabib, MT.

2. Dr. Akhmad Zidni Hudaya, ST,M.Eng.

ABSTRACT

In the process of transporting corn kernels as staple food, they still use manual operations, which are transported manually which may not be clean and dusty, thus reducing the quality of the corn kernels. If you rely on labor, time efficiency will decrease, and when labor requires more labor, labor tends to decrease. The purpose of this research is to make a pneumatic conveyor for corn kernels that can move corn kernels from the input hopper to the output hopper with a capacity of 200kg / hour. Of course, because of its efficiency, effectiveness and cleanliness, this machine is needed in industry.

The method used to manufacture a pneumatic conveyor for corn kernels begins with the process of manufacturing design, manufacturing and testing of machine use. The stages of making a machine include the following tasks: working drawings, cutting materials according to drawings, welding, assembling, finishing, and testing machine work to determine the results of making machines.

The results obtained from the manufacture of this pneumatic conveyor for corn kernels are able to move corn kernels at a speed of 200 kg / hour. The structure of this machine consists of a compressor, frame, input hopper, output hopper, rotary valve body, rotor, rotary valve body cover, ventilation, nozzle, acrylic distribution pipe, pipe joint, pipe joint flange and inexpensive output valve. Easy to operate. The result of this research is that the pneumatic conveyor used for corn kernels is capable of moving at a speed of 205,92kg / hour.

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah menyertakan rahmat, taufiq dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir atau skripsi dan dapat menyelesaikan judul “Membuat Konveyor Pneumatik 200 Kg Biji Jagung/Jam”. Tujuan penyusunan laporan tugas akhir ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa S1 jurusan teknik mesin di Universitas Muria Kudus untuk memperoleh gelar Sarjana.

Pelaksanaan penyusunan proyek terakhir ini juga sangat berterima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan bantuannya dari awal hingga terselesaikannya proyek ini Untuk itu, dalam hal ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah untuk menyelesaikan tugas akhir ini.

2. Orang tua dan saudara saya telah berdoa, memberi semangat dan memberi motivasi.

3. Bapak Mohamad Dahlan, ST., MT. Selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus.

4. Bapak Rianto Wibowo, ST., M.Eng. selaku Kaprogdi Teknik Mesin S1 Universitas Muria Kudus.

5. Bapak Ir. Masruki Kabib, MT. selaku Pembimbing I Tugas Akhir. 6. Bapak Dr. Akhmad Zidni Hudaya, ST., M.Eng. selaku Pembimbing II

Tugas Akhir.

7. Kelompok tugas saya yang terakhir adalah teman sekelas teknik mesin dan generasi yang berbeda, mereka telah memberikan banyak bantuan.

Kudus,

(8)

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

RINGKASAN ... v

ABSTRACT ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Perumusan Masalah ... 3 1.3. Batasan Masalah ... 3 1.4. Tujuan ... 3 1.5. Manfaat ... 3 BAB II ... 5

2.1. Mesin Pemindah Bahan (Material Conveying Equipment) ... 5

2.2. Sistem Pneumatic Conveying ... 5

2.3. Biji Jagung ... 7

2.4. Metode Pneumatic Conveying... 7

2.5. Dasar Proses Perancangan Manufaktur ... 9

2.6. Identifikasi alat yang digunakan ... 10

BAB III ... 23 3.1. Flowchart Pembuatan ... 23 3.2. Desain Mesin ... 25 3.3. Desain Manufaktur ... 35 3.4. Proses Assembly ... 40 3.5. Proses Finishing ... 41

3.6. Rancangan Urutan Proses Pengerjaan Mesin Penumatic Conveying ... 41

3.7. Pembuatan Rangka ... 42

3.8. Pembuatan hopper input ... 58

3.9. Pembuatan hopper output ... 74

(9)

ix

3.11. Pembuatan Tutup Body Rotary Valve ... 116

3.12. Pembuatan Rotor... 129

3.13. Pembuatan Ventury ... 148

3.14. Pembuatan Nozzle Ventury ... 166

3.15. Pembuatan Sambungan Pipa horisontal ... 183

3.16. Pembuatan Sambungan Pipa Miring... 199

3.17. Pembuatan Flange Sambungan Pipa ... 202

3.18. Pembuatan Penyangga Sambungan Pipa ... 212

3.18.5. Biaya pembuatan penyangga sambungan pipa ... 223

3.19. Pembuatan Katup keluaran ... 223

BAB IV ... 234

4.1. Hasil Pembuatan Rangka ... 234

4.2. Hasil Pembuatan Hopper Input ... 236

4.3. Hasil Pembuatan Hopper Output ... 238

4.4. Hasil Pembuatan Body Rotary Valve ... 239

4.5. Hasil Pembuatan Tutup body rotary valve ... 242

4.6. Hasil Pembuatan Rotor ... 243

4.7. Hasil Pembuatan ventury ... 245

4.8. Hasil Pembuatan Nozzle ... 247

4.9. Hasil Pembuatan Sambungan Pipa Horisontal ... 248

4.10. Hasil Pembuatan Sambungan Pipa Miring ... 249

4.11. Hasil Pembuatan Flange Sambungan Pipa ... 250

4.12. Hasil Pembuatan Penyangga Sambungan Pipa ... 251

4.13. Hasil Pembuatan Katup keluaran ... 253

4.14. Assembly mesin pneumatic conveying ... 255

4.15. Proses finishing ... 258

4.16. Biaya Pembuatan ... 260

4.17. Hasil pengujian mesin pneumatic conveying ... 262

BAB V ... 265 5.1. Kesimpulan ... 265 5.2. Saran ... 265 DAFTAR PUSTAKA ... 266 LAMPIRAN ... 268 BIODATA PENULIS ... 291

(10)

x

DAFTAR

GAMBAR

Gambar 2. 1. penampang bujur biji jagung (anonymous, 2011) ... 7

Gambar 2. 2. Gambar Pneumatic conveying tipe dilute phase ... 8

Gambar 2. 3. Gambar pneumatic conveying tipe dense phase ... 9

Gambar 2. 4. Mistar Baja (Daryanto, 2007)... 11

Gambar 2. 5. Mistar gulung (Sumantri, 1989) ... 12

Gambar 2. 6.Penggaris Siku ... 12

Gambar 2. 7.Penggaris siku ( Sumantri, 1989 : 17 ) ... 12

Gambar 2. 8. Jangka sorong (Sumantri, 1989)... 13

Gambar 2. 9.Penitik (Sumantri, 1989) ... 13

Gambar 2. 10.Penggores. (Sumatri, 1989) ... 14

Gambar 2. 11.gerinda tangan (widarto, 2008) ... 14

Gambar 2. 12.Gerinda Potong ... 15

Gambar 2. 13.Mesin bor (Daryanto, 2007) ... 15

Gambar 2. 14.Jenis mata bor (Daryanto, 2007) ... 16

Gambar 2. 15.mesin bubut (Rochim, 1993) ... 17

Gambar 2. 16.Mesin Las Listrik (Hidayat, 2013) ... 18

Gambar 2. 17.Jenis sambungan las (Daryanto, 2007) ... 19

Gambar 2. 18. Klasifikasi elektroda ... 20

Gambar 2. 19.Mesin las listrik AC. Harsono, 2000) ... 21

Gambar 3. 1.Diagram Alir Metodologi Penelitian ... 23

Gambar 3.2.1. Mesin Pneumatic Conveying Untuk Biji Jagung ... 25

Gambar 3.2.2.Mesin Pneumatic Conveying Untuk Biji Jagung ... 26

Gambar 3.2.3.Dimensi mesin pneumatic conveying ... 26

Gambar 3.2.4.Desain dan dimensi kompresor ... 28

Gambar 3.2. 5.Desain dan dimensi Hopper Input ... 28

Gambar 3.2.6.Desain dan Dimensi Rangka mesin Pneumatic Conveying ... 29

Gambar 3.2.7.Desain dan Dimensi Pipa akrilik ... 29

Gambar 3.2.8.Desain dan Dimensi Hopper Output ... 29

Gambar 3.2. 9.Desain dan Dimensi Sambungan pipa akrilik ... 30

(11)

xi

Gambar 3.2. 11.Desain dan dimensi Body Rotary valve ... 31

Gambar 3.2. 12.Desain dan Dimensi Rotor ... 31

Gambar 3.2. 13.Desain dan dimensi Tutup Body Rotary valve ... 31

Gambar 3.2. 14.Desain dan dimensi ventury ... 31

Gambar 3.2. 15.Desain dan dimensi Nozzle ... 32

Gambar 3.2. 16.Desain dan dimensi Pully pada Rotary valve ... 32

Gambar 3.2. 17.Desain dan Dimensi Sabuk V ... 32

Gambar 3.2. 18.Desain dan dimensi Sambungan pipa dari nylon ... 32

Gambar 3.2. 19.Desain dan dimensi flange sambungan pipa ... 33

Gambar 3.2. 20.Desain dan dimensi penyangga sambungan pipa ... 33

Gambar 3.2. 21.Desain dan dimensi Katup keluaran ... 33

Gambar 3.2. 22.Desain dan dimensi Regulator pressure gauge ... 34

Gambar 3.2. 23.Desain dan dimensi Selang kompresor ... 34

Gambar 4.1. 1.Rangka ... 234

Gambar 4.1. 2.Hasil pembuatan rangka ... 236

Gambar 4.1. 3. hopper input ... 236

Gambar 4.1. 4.Hasil pembuatan hopper input ... 237

Gambar 4.1. 5. hopper output ... 238

Gambar 4.1. 6.Hasil pembuatan hopper output ... 239

Gambar 4.1. 7. Body Rotary Valve ... 239

Gambar 4.1. 8.Hasil pembuatan body rotary valve ... 242

Gambar 4.1. 9.Hasil pembuatan tutup body rotary valve ... 243

Gambar 4.1. 10.Rotor ... 243

Gambar 4.1. 11.Hasil pembuatan rotor ... 244

Gambar 4.1. 12.. ventury ... 245

Gambar 4.1. 13.Hasil pembuatan ventury ... 246

Gambar 4.1. 14.. Proses pembuatan nozzle ... 247

Gambar 4.1. 15.Hasil pembuatan nozzle ... 248

Gambar 4.1. 16. pipa horisontal ... 248

Gambar 4.1. 17.Hasil pembuatan sambungan pipa horisontal ... 249

Gambar 4.1. 18. sambungan pipa miring ... 249

(12)

xii

Gambar 4.1. 20. flange sambungan pipa ... 250

Gambar 4.1. 21.Hasil pembuatan flange sambungan pipa ... 251

Gambar 4.1. 22. penyangga sambungan pipa ... 252

Gambar 4.1. 23.Hasil pembuatan penyangga sambungan pipa ... 253

Gambar 4.1. 24. katup keluaran ... 254

Gambar 4.1. 25.Hasil pembuatan katup keluaran ... 254

Gambar 4.1. 26. Diagram pohon assembly pneumatic conveying ... 255

Gambar 4.1. 27Assembly mesin pneumatic conveying ... 255

Gambar 4.1. 28.Mesin pneumatic conveying... 257

Gambar 4.1. 29. Hasil Pengujian ... 263

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.6. 1.Alat perkakas yang digunakan ... 11

Tabel 2.6. 2.Klasifikasi diameter elektroda (Harsono, 2000) ... 19

Tabel 2.6. 3.Klasifikasi tebal bahan arus dan diameter elektoda ... 19

Tabel 2.6. 4.Klasifikasi elektroda terhadap kekuatan tarik (Harsono, 2000) ... 20

Tabel 3.7. 1. .Proses pengerjaan rangka mesin ... 44

Tabel 3.7. 2.Waktu pemotongan rangka ... 47

Tabel 3.7. 3Waktu pengelasan rangka ... 49

Tabel 3.7. 4.Waktu pengerjaan pengeboran ... 57

Tabel 3.7. 5.Proses pengerjaan hopper input ... 60

Tabel 3.7. 6.Waktu pemotongan hopper input ... 66

Tabel 3.7. 7.Waktu pengelasan hopper input ... 69

Tabel 3.7. 8.Waktu pengerjaan pengeboran hopper input ... 73

Tabel 3.7. 9.Proses pengerjaan hopper output ... 76

Tabel 3.7. 10.Waktu pemotongan hopper output ... 85

Tabel 3.7. 11.Waktu pengelasan hopper output ... 89

Tabel 3.7. 12.Waktu pengerjaan pengeboran hopper output ... 91

Tabel 3.7. 13.Proses pengerjaan body rotary valve ... 95

Tabel 3.7. 14.Waktu pemotongan body rotary valve ... 103

Tabel 3.7. 15..Waktu pengerjaan pengeboran ... 109

Tabel 3.7. 16..Waktu proses pembubutan flange ... 112

Tabel 3.7. 17.Waktu pengelasan body rotary valve ... 115

Tabel 3.7. 18..Proses pengerjaan tutup body rotary valve ... 118

Tabel 3.7. 19.Waktu pemotongan tutup body rotary valve ... 120

Tabel 3.7. 20..Waktu pengerjaan pengeboran tutup body rotary valve ... 126

Tabel 3.7. 21.Waktu proses pembubutan tutup body rotary valve ... 128

Tabel 3.7. 22.Proses pengerjaan rotor ... 131

Tabel 3.7. 23.Waktu proses pemotongan rotor ... 136

Tabel 3.7. 24.Waktu pengerjaan pengeboran rotor ... 139

Tabel 3.7. 25.Waktu proses pembubutan rotor ... 144

(14)

xiv

Tabel 3.7. 27.Proses pengerjaan ventury ... 150

Tabel 3.7. 28.Waktu pemotongan ventury ... 156

Tabel 3.7. 29.Waktu pengerjaan pengeboran ventury ... 162

Tabel 3.7. 30.Waktu pengelasan ventury ... 164

Tabel 3.7. 31.Proses pengerjaan nozzle ventury ... 167

Tabel 3.7. 32.Waktu pemotongan nozzle ... 174

Tabel 3.7. 33.Waktu pengerjaan pengeboran nozzle ... 179

Tabel 3.7. 34.Waktu pengelasan nozzle ... 181

Tabel 3.7. 35.Proses pengerjaan sambungan pipa horisontal... 184

Tabel 3.7. 36.Waktu pengerjaan pengeboran ... 191

Tabel 3.7. 37.Waktu proses pembubutan ... 198

Tabel 3.7. 38.Proses pengerjaan sambungan pipa miring ... 201

Tabel 3.7. 39.Proses pengerjaan flange sambungan pipa... 203

Tabel 3.7. 40.Waktu proses pembubutan ... 207

Tabel 3.7. 41.Waktu pengerjaan pengeboran ... 211

Tabel 3.7. 42.Proses pengerjaan penyangga ... 214

Tabel 3.7. 43.Waktu pemotongan penyangga ... 220

Tabel 3.7. 44.Waktu pengelasan penyangga ... 222

Tabel 3.7. 45.Proses pengerjaan katup ... 225

Tabel 3.7. 46.Waktu proses pemotongan ... 228

Tabel 3.7. 47.Waktu pengerjaan pengeboran ... 230

Tabel 3.7. 48.Waktu pengelasan katup keluaran... 232

Tabel 4.1. 1.Pembuatan rangka ... 234

Tabel 4.1. 2.Pembuatan Hopper Input ... 236

Tabel 4.1. 3.Pembuatan Hopper Output... 238

Tabel 4.1. 4.Pembuatan Body Rotary Valve ... 240

Tabel 4.1. 5.Pembuatan Tutup body rotary valve ... 242

Tabel 4.1. 6.Pembuatan Rotor ... 243

Tabel 4.1. 7.Pembuatan ventury ... 245

Tabel 4.1. 8.Pembuatan Nozzle ... 247

Tabel 4.1. 9.Pembuatan Sambungan Pipa Horisontal ... 249

(15)

xv

Tabel 4.1. 11.Pembuatan Flange Pembuatan Sambungan Pipa ... 251

Tabel 4.1. 12.Pembuatan Penyangga sambungan Pipa ... 252

Tabel 4.1. 13.Pembuatan Katup Keluaran ... 254

Tabel 4.1. 14.Proses finishing ... 259

Tabel 4.1. 15.Total biaya yang digunakan ... 260

(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Mesin Pneumatic conveying untuk biji jagung... 268

Lampiran 2 ... 268

Lampiran 3 Gamber teknik mesin pneumatic conveying untuk biji jagung ... 269

Lampiran 4 Gambar teknik rangka mesin pneumatic conveying ... 270

Lampiran 5 Gambar teknik hopper input ... 271

Lampiran 6 Gambar teknik hopper output ... 272

Lampiran 7 Gambar teknik body rotary valve ... 273

Lampiran 8 Gambar teknik rotor ... 274

Lampiran 9 Gambar teknik tutup body rotary valve ... 275

Lampiran 10 Gambar teknik ventury ... 276

Lampiran 11 Gambar teknik nozzle ventury ... 277

Lampiran 12 Gambar teknik sambungan pipa horisontal ... 278

Lampiran 13 Gambar teknik flange sambungan pipa ... 279

Lampiran 14 Gambar teknik sambungan pipa miring... 280

Lampiran 15 Gambar teknik penyangga sambungan pipa ... 281

Lampiran 16 Gambar teknik katup keluaran ... 282

Lampiran 17 Tabel Kecepatan potong pembubutan (Vc) (m/menit) ... 283

Lampiran 18 Tabel pengelasan ... 283

Lampiran 19 Tabel nilai pedoman diameter elektroda dan kuat arus. ... 283

Lampiran 20 Tabel vc pengeboran ... 284

Lampiran 21 Tabel cutting speed, feed, dan depth dari proses permesinan plastik ... 284

Lampiran 22 Prosedur pengoperasian mesin pneumatic conveying : ... 285

Lampiran 23 Lembar Bimbingan dan Konsultasi ... 286

Referensi

Dokumen terkait

Hanya saja mesin press ulir untuk biji jarak saat ini, kebanyakan tipe screw yang digunakan adalah Continues Screw Conveyor dimana fungsi screw ini hanya untuk.. menghantarkan

poros.. Andi Laedan : Perancangan Pembuatan Mesin Pemecah Kemiri Dengan Kapasitas 20 Kg Per Jam, 2010. Bantalan Gelinding Khusus. Bantalan ini dapat menumpu beban. yang arahnya

Bagaimanakah desain mesin penggiling agar biji salak menjadi bubuk kopi dan dapat bekerja secara efisien dalam waktu yang

Proyek akhir dengan judul “ Perancangan Mesin Pengupas dan Pemarut Nanas Dengan Kapasitas 50 kg/jam ” telah dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan mesin

Prototype mesin pengering biji jagung sistem konveyor ini dapat menurunkan kadar air dari sekitar 19% menjadi 14% dengan lama pengeringan 2 jam dan ketebalan jagung

72 PERANCANGAN MESIN PEMISAH DAGING BUAH DURIAN DARI BIJI KAPASITAS 50 Poros Pada perencanaan poros ini hal-hal yang perlu diperhatikan adalah antara lain: Menentukan kekuatan

Konsep dasar sistem kerja mesin ini direncanakan menggunakan mata pisau model badsaw sebagai pemipil biji jagung dari tongkol jagung dan dilengkapi dengan sabuk penghubung untuk

38 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Data 4.1.1 Spesifikasi Motor bakar Spesifikasi motor bakar yang digunakan dalam mesin pembuatan saus tomat kapasitas 5 Kg/jam dapat