• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS MANAJEMEN PEMASARAN KOPI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS MANAJEMEN PEMASARAN KOPI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS MANAJEMEN PEMASARAN

KOPI

DISUSUN OLEH:

TUTUT SETYOWATI

2320160130

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFIIYAH

2018

(2)

1. Sejarah Perkembangan Kopi di Indonesia

Dalam sejarah, kopi di Indonesia sudah melewati perjalanan panjang dari awal masuk hingga tersebar di penjuru nusantara. Beberapa literatur tua dan artikel-artikel yang telah lebih dulu mengulas tentang sejarah masuknya kopi ke Bumi Pertiwi menyebutkan bahwa pada tahun 1696 Pemerintah Belanda membawa kopi dari Malabar, sebuah kota di India, ke Indonesia melalui Pulau Jawa.

Alur tersebut tertulis di salah satu arsip dari kongsi dagang/persekutuan dagang dari Pemerintah Hindia Timur Belanda, yang lebih dikenal dengan nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Di tahun 1707, Gubernur Van Hoorn mendistribusikan bibit kopi ke Batavia, Cirebon, kawasan Priangan serta wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Tanaman baru ini akhirnya berhasil dibudidayakan di Jawa sejak 1714-1715. Sekitar 9 tahun kemudian, produksi kopi di Indonesia sudah begitu melimpah dan mampu mendominasi pasar dunia. Bahkan pada saat itu jumlah ekspor kopi dari Jawa ke Eropa telah melebihi jumlah ekspor kopi dari Mocha (Yaman) ke Eropa.

Tak hanya itu, jika kita menggunakan literatur sebagai salah satu sumber untuk menyusuri alur sejarah kopi di Indonesia, kita pun dapat menemukan referensi tentang perjalanan kopi di dalam “Serat Centhini; Tembangraras-Amongrogo”. Dari karya sastra kuno fenomenal ini, kita akan menemukan implikasi yang menunjukkan masuknya kopi ke Indonesia melalui Jatinegara, lalu tersebar ke Tanah Priangan (Jawa Barat), hingga akhirnya penanaman kopi dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia mulai dari Sumatera, seluruh pulau Jawa, Bali, Sulawesi, Flores hingga Papua.

Jejak perkembangan tanaman kopi di tanah air terus berlanjut hingga bertahun-tahun setelahnya. Eduard Doues Dekker turut mengulas mengenai tekanan yang dialami oleh petani kopi dalam tulisannya, “Max Havelaar and the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company”. Karya Doues Dekker ini ikut berperan dalam membantu mengubah opini publik tentang cultivate system.

Lalu di tahun 1920-an, perusahaan-perusahaan kecil-menengah yang ada di Indonesia mulai menanam kopi sebagai komoditas utama dan perkebunan-perkebunan kopi eks-pemerintah kolonial Belanda yang sebagian besar berada di Pulau Jawa dinasionalisasi. Secara perlahan dan teratur, Indonesia bertransformasi menjadi sentra produksi kopi terbesar di dunia. Bahkan saat ini, salah satu kota yang berada di bagian utara dari Pulau Sumatera,

(3)

tepatnya Dataran Tinggi Gayo yang berada di Aceh meneguhkan posisinya sebagai sentra produksi kopi arabika dengan areal lahan paling luas se-Asia.

Rentetan kronologis sejarah tersebut jika kita telusuri sedikit demi sedikit hingga akhir abad 20 (1900-an) merupakan satu dasar kuat yang meletakkan Indonesia di posisi saat ini di dunia internasional lewat produksi komoditas kopi. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia, dan dikenal juga sebagai negara yang menjadi referensi produksi kopi berkualitas baik.

2. Perkembangan tren kopi dimasa sekarang

Kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi hasil produksi stetlah Brazil dan kolombia (Dirjen perkebunan 2014). Tanpa membedakan jenisnya, produksi kopi dunia dalam enam tahun terakhir (2004 – 2009) mengalami pertumbuhan yang positif yaitu 5,5 persen per tahun. Pertumbuhan tersebut terjadi karena sebagian besar negara-negara produsen kopi mengalami pertumbuhan yang positif. Dalam lima tahun terakhir ini terjadi perubahan kedudukan empat produsen terbesar kopi dunia ditinjau dari sisi pangsanya, hanya Brazil saja yang hingga kini bertahan pada posisi pertama penghasil kopi dunia. Kondisi ini dimungkinkan oleh perkembangan produksi kopi Kolombia dan Indonesia yang begitu pesat. Pesatnya perkembangan produksi Kolombia dan Indonesia tersebut mampu menggeser kedudukan Vietnam dari posisi ketiga ke posisi keempat. Pada tahun terakhir (2009), yang memegang posisi empat produsen utama kopi dunia secara berurutan adalah Brazil, Kolumbia, Indonesia, dan Vietnam.

Kopi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Indonesia. Indonesia memiliki letak geografis yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan perkebunan kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi (Widiyanto 2012).

Dunia perkopian berkembang dengan pesatnya akhir-akhir ini. Mereka yang mulanya hanya sekedar menikmati kopi instan dan (paling-paling) kopi tubruk di rumah kini telah beranjak ke kedai kopi dan menikmati aneka kopi dari mesin espresso. Kabar baiknya banyak penikmat kopi pemula yang menikmati kopi dengan level lebih tinggi.

Yang dulunya mungkin hanya mampu menikmati frappe dan kopi-kopi bercampur gula dan krim kini bergeser menikmati cappuccino tanpa gula. Seiring dengan perkembangannya, banyak dari pemula yang belum tahu beberapa hal tentang kopi yang mereka nikmati.

(4)

3. Analisis manajemen pemasaran kopi

1) Merubah ( Conversional Marketing ) karena adanya Negatif permintaan

Adalah keadaan sebagian terbesar dari segmen pasar potensial yang penting tidak menyukai produk atau jasa yang ditawarkan, bahkan mereka bersedia membayar untuk menghindarinya. Tugas Pemasarannya adalah positif permintaan dan nama resminya adalah conversional marketing.

Merubah (Conversional Marketing) : merubah sikap orang-orang yang tidak menyukai sesuatu, menjadi menyukainya.

Sebenernya buah kopi itu manis rasanya. Lalu kenapa kopi bisa pahit? Pahitnya kopi lahir karena proses penyangraian (roasting) meski ada juga yang berasal dari karakteristik bijinya. Selain itu ada alasan lain yang menunjang pahitnya kopi yaitu suhu dan tingkat kehalusan. Semakin tinggi suhu air yang digunakan untuk menyeduh kopi maka makin pahitlah kopinya. Dan semakin halus tingkat kehalusan bubuk kopi, maka kopi juga akan semakin pahit. Sesederhana itu

Dengan menambahkan sesuatu yang dapat menghilangkan rasa pahit pada kopi maka permintaan negative mengenai kopi akan berubah menjadi permintaan positif seperti menambahkan varian pada kopi , menambahkan gula atau menambahkan susu pada kopi

Salah satu personel boy group tersohor asal Negeri Ginseng, Korea Selatan yakni Kai dari EXO. Penari utama di EXO ini, bisa dibilang memiliki selera soal minuman yang cukup unik.

Pasalnya, tidak seperti pria-pria muda millenial seusia dirinya yang menyukai minuman kopi. Pria bernama asli Kim Jongin satu ini, diketahui sejak dahulu memang tidak menyukai dan tidak bisa meminum minuman kopi, khususnya minuman kopi Americano yang menurutnya seperti cairan racun mematikan untuk dirinya.

Akan tetapi tampaknya cerita di atas, sekarang hanya telah menjadi cerita lalu. Sebab, sebagaimana dikutip Kpopherald, Sabtu (30/9/2017) Kai mengaku kini ia telah berubah, karena ia sekarang telah bisa meminum minuman kopi. Lebih lanjut, fakta teranyar tentang dirinya dengan kopi ini, Kai ungkapkan langsung loh ketika sedang melakukan tayangan siaran langsung melalui aplikasi Naver, baru-baru ini.

Disebutkan lebih jelas, sembari menjawab banyak pertanyaan dari para penggemarnya, Kai secara tiba-tiba membuat pengumuman mengejutkan tersebut.

(5)

“Aku belum pernah mengungkapkan hal ini sebelumnya sama sekali loh. Kalian semua ingin dengar? Hal ini benar-benar berarti dan penting, dan juga mengagetkan di waktu yang bersamaan. Sekarang aku bisa menenggak minuman kopi, walau bukan Americano sih,” ungkap Kai.

Kai melanjutkan, sekarang dirinya sudah mulai bisa menenggak minuman kopi, walaupun jenis minuman kopi yang bisa ia minum, sejauh ini hanya baru satu jenis minuman.

“Iya sih memang aku masih belum bisa minum Americano, aku bisa minum kopi walaupun itu hanya satu jenis yaitu café latte,” imbuhnya lagi.

Setelah membuat pengumuman bahwa dirinya kini telah bisa menenggak minuman kopi, walau hanya café latte. Kai pun secara lantang memplokamirkan diri bahwa sekarang dirinya sudah bertumbuh menjadi pria dewasa sekarang.

“Aku telah dewasa sekarang, sekarang aku tidak bisa mengatakan aku tidak bisa minum kopi lagi karena sekarang aku bisa menengguk minuman kopi meskipun dengan tambahan susu di dalamnya,” pungkasnya.

2) Mendorong ( stimulation marketing) karena tidak ada permintaan (no demand)

Berarti orang tidak berminat sama sekali terhadap penawaran suatu produk atau jasa. Penawaran yang ada dalam keadaan tidak ada permintaan dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :

a. Barangnya sudah dikenal tetapi dianggap tidak mempunyai nilai, misal barang-barang bekas.

b. Barangnya sudah dikenal dan dianggap bernilai, tetapi tidak mempunyai nilai untuk pasar tertentu.

c. Barangnya baru ditemukan dan menghadapi keadaan tidak ada permintaan Karena pasarnya tidak mengetahui tentang adanya barang-barang tersebut. Tugas manajer pemasaran pada keadaan permintaan ini adalah menciptakan permintaan ,mendorong atau “stimulation marketing” adalah sebagai berikut :

a. Mencoba menghubungkan produk atau jasa dengan kebutuhan yang ada di pasar. b. Mencoba mengubah lingkungan sedemikian rupa agar barang-barang yang

ditawarkan menjadi bernilai, misal membuat danau rekreasi untuk menciptakan permintaan terhadap perahu.

(6)

c. Menyebar informasi tentang suatu barang yang baru ditemukan kepasar agar diketahui bahwa barang tersebut ada dan orang tertarik untuk membeli.

Menurut pemerhati kuliner dan gaya hidup Kevindra Soemantri, gaya hidup yang mendorong masyarakat mengikuti tren minum kopi. Hal ini semakin meningkat dua tahun belakangan.

"Sebenarnya sejak 2014 konsumsi kopi meningkat di banyak negara, termasuk di indonesia, terutama di Jakarta. Salah satu pengaruhnya adalah film tentang kopi. Sejak saat itu coffee shopsemakin menjamur, terutama di ibukota," ucap Kevin saat ditemui di temu media bersama Halodoc pada Kamis (9/11/2017).

"Tren minum kopi bertahan lama dan semakin meningkat karena itu berakar dari budaya. Kita juga punya budaya kopi di daerah sebelum kopi jadi tren. Di aceh, toraja dan medan termasuk kota yang punya budaya minum kopi," lanjut dia.

Kevin juga menjelaskan, faktor budaya mendorong suatu tren lebih mudah bertahan. Dia mencontohkan, banyak tren yang hanya bertahan beberapa tahun, misalnya makanan yang dijual dengan mobil atau biasa disebut food truck.

"Contoh lain food truck, kenapa hanya sebentar menjadi tren. Jawabannya karena itu bukan budaya kita. Budaya kita gorengan pinggir jalan," kata Kevin.

(7)

Kevin juga menjelaskan, berkat budaya, kini kopi menjadi tren hampir bagi semua kalangan. Bahkan banyak dari mereka yang membeli kopi hanya sebagai eksistensi diri.

"Bagi sebagian kaum ibukota, menyeruput kopi bisa meningkatkan mood. Namun hal ini tidak terlepas dari gaya hidup, banyak orang yang rela memesan kopi hanya untuk eksistensi di sosial media, mengikuti tren atau terpengaruh oleh sahabat," dia menuturkan. Kevin mengingatkan, boleh saja menjadikan kopi sebagai gaya hidup, yang terpenting adalah tidak melebihi batas dan dibarengi dengan gaya hidup yang sehat. 3) Mengembangkan ( Development marketing ) karena Permintaan terpendam (latent

demand)

Adalah jika sebagian besar orang – orang mempunyai kebutuhan yang kuat akan sesuatu yang tidak ada dalam bentuk barang atau jasa yang nyata. Dalam keadaan permintaan seperti ini maka manajer pemasaran mempunyai tugas untuk mengembangkan permintaan atau disebut “development marketing”.

Mengembangkan (Developmental Marketing) yaitu membuat suatu produk atau jasa baru untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.

Produk kopi yang dijual dipasaran sekarang lagi makin banyak menggunakan produk herbal sehingga selain menikmati kopi yang mengandung kafein customer bisa menikmati kopi dengan bahan bahan yang bisa memberi efek baik untuk kesehatan, memberi aneka rasa rasa varian varian pada kopi juga membuat para orang orang yang

(8)

dulunya kurang berminat pada kopi kemudian berubah menjadi berminat dengan kopi meskipun dengan varian yang lain

4) Mengaktifkan kembali ( Remarketing ) karena permintaan menurun (falling demand) Adalah suatu keadaan di mana permintaan untuk suatu produk atau jasa semakin berkurang dari tingkat sebelumnya, dan diperkirakan akan menurun terus dan jika tidak memperbaiki pasar yang dituju atau usaha-usaha pemasaran. Tugas pemasarannya adalah “remarketing”.

Mengaktifkan kembali (Remarketing) yaitu mengaktifkan kembali keinginan atas produk usaha atau jasa yang sudah stabil atau menurun permintaannya.

Tidak dipungkiri sebagai tren pada jaman sekarang banyak dibukanya warung warung kopi kembali dan Adanya rasa original pada kopi meningkatkan komsumsi para pecinta kopi yang semakin meningkat pertahunnya.

(9)

5) Penyelarasan ( synchronmarketing ) karena Permintaan tidak teratur (irregular demand) Perusahaan dapat mengalami masa-masa penuh dan masa-masa sepi atau permintaan tidak teratur, yaitu suatu keadaan dimana pola pemintaan pada saat-saat tertentu dipengaruhi oleh fluktuasi musim atau hal-hal lain. Tugas manajemen marketing adalah menyelaraskan permintaan atau “syncromarketing”, yaitu dengan menyesuaikan permintaan dan penawaran dengan mengubah pola permintaan misal dengan memberikan harga yang murah pada masa sepi atau mengenakan harga yang tinggi pada masa-masa ramai.

Konsumsi kafein pada orang dewasa idealnya hanya 300 sampai 400 mg saja. Lebih dari itu, tubuh bisa mengalami sejumlah dampak negatifnya. Sehingga komsumsi kafein atau kopi sebaiknya dibatasi untuk tetap menjaga keseimbangan pada tubuh.

6) Memelihara ( Maintenance ) karena Permintaan penuh (full demand)

Adalah suatu keadaan di mana tingkat dan saat permintaan yang sekarang sama dengan tingkat dan saat permintaan yang diharapkan. Permintaan pasar dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan yang bersifat menekan, seperti perubahan kebutuhan dan selera di pasar, persaingan yang aktif. Biasanya para pesaing akan muncul bilamana suatu produk mengalami permintaan penuh. Tugas manajer permasaran adalah “maintenance marketing”, yaitu dengan mempertahankan harga jual, mengendalikan biaya, tetap mengadakan promosi.

(10)

Memelihara tingkat penjualan seperti halnya pada kopi yang mengeluarkan dalam kemasan sachet praktis mix bisa langsung di seduh atau dalam kemasan botol sehingga para konsumen lebih praktis dan efektif dalam mengkonsumsinya

7) Mengurangi ( Demarketing ) karena Permintaan yang berlebihan (overfull demand) Adalah suatu keadaan dimana permintaan lebih besar dari pada penawarannnya. Perusahaan merasa tidak mampu untuk memenuhi permintaan yang lebih besar. Dalam hal ini tugas manajer pemasaran adalah mengurangi permintaan atau disebut “demarketing”, yaitu dengan menaikkan harga, mengurangi kegiatan promosi.

Kopi yang dijual di dunia biasanya adalah kombinasi dari biji yang dipanggang dari dua varietas pohon kopi: arabika dan robusta. Perbedaan di antara kedua varietas ini terutama terletak pada rasa dan tingkat kafeinnya. Biji arabika, lebih mahal di pasar dunia, memiliki rasa yang lebih mild dan memiliki kandungan kafein 70% lebih rendah dibandingkan dengan biji robusta.

Sehingga meskipun suka mengkonsumsi kopi konsumen juga harus membatasinya .

8) Merintangi( Counter Marketing ) karena Permintaan tidak sehat (unwholesome demand)

Adalah permintaan beberapa jenis produk yang dapat dinilai tidak baik dari segi kesejahteraan konsumen, kemakmuran masyarakat atau penyedia, seperti permintaan rokok, obat-obatan terlarang atau ganja, dll. Dalam hal ini manajer pemasaran mempunyai tugas untuk merusak atau meniadakan permintaan atau merintangi (Counter

(11)

Marketing) yaitu menghancurkan/merintangi permintaan atau keinginan pada produk atau jasa tertentu.

Mempromosikan berbagai macam varian kopi dan aneka kopi membuat konsumen tertarik untuk mengkonsumsi kopi dan juga sebagai gaya hidup sekarang yang semakin meningkat dalam tren mengkonsumsi kopi dan banyaknya kedai kedai kopi di Indonesia. Seperti penggunaan media social sebagai media promosi , pembukaan bazaar pada saat event event tertentu , mengadakan seminar, dan komunikasi ,interaksi langsung para penjual kopi kepada konsumennya untuk menyebarkan informasi mengenai seputar kopi sehingga terjalin juga relasi antar penjual dengan pembeli secara intens cara ini merupakan cara paling efektif untuk menyebarkan pengetahuan mengenai kopi yang dijual.

Referensi

Dokumen terkait

Interaksi perlakuan fermentasi chips ubi jalar dan metode pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap nilai warna (nilai a*, b* dan ∆E), nilai

Dari berbagai pendapat para ahli di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan manusiawi pada umumnya terjadi dalam dunia kerja, di mana terdapat interaksi

Pengamatan bobot kering tajuk dilakukan dengan cara mengering anginkan bahan selama 24 jam dan dioven pada suhu 60 0 C (Sumarsono, 2008) sampai bobotnya konstan

Telah mengadakan wawancara dan mengambil data yang diperlukan untuk kelengkapan penelitian sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar M.Pd I di bidang

(2) Kawasan perbatasan antara Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Tengah sebagaimana dimaksud pada Pasal 29 ayat (1) huruf b diarahkan sebagai kawasan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui biaya investasi yang dibutuhkan, struktur pembiayaan usaha berdasarkan perbedaan musim ikan dan ukuran kapal, serta

Tujuan dari praktikum lapangan ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis spesimen tumbuhan baik akar, batang, daun dan buah yang terdapat di hutan kawasan

Artinya pada suatu tingkat upah tertentu, jumlah orang yang diminta untuk. bekerja dalam suatu lapangan pekerjaan tertentu lebih