Nilai-Nilai Budaya dalam Gurindam Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy
Teks penuh
Dokumen terkait
Pada bait kesepuluh tersebut terlihat seorang ayah yang mengajarkan nilai pendidikan kepada anaknya untuk tahu diri agar hidupnya penuh dengan kebahagian, juga tahu bagaimana
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskripsi, metode ini menggambarkan objek penelitian penulis dengan menggunakan data dalam objek sehingga dapat
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskripsi, metode ini menggambarkan objek penelitian penulis dengan menggunakan data dalam objek sehingga dapat
Kajian ulang secara teoritis praktis dalam penyampaian inilah yang dapat mendorong orang Melayu untuk lebih mengapresiasi tunjuk ajar, supaya mereka dapat pula mewariskannya
Seperangkat proposisi yang berinteraksi (hubungan logis dengan data yang di dapat) yang memiliki fungsi sebagai media untuk menjelaskan fenomena yang diamati adalah pengertian
Wahai ananda buah hati bunda, Memaafkan orang jangan ditunda Luruskan niat lapangkan dada Supaya hidupmu tidak tercela2. Wahai ananda intan terpilih, Hidup pemurah serta pengasih
Dengan demikian, jelas bahwa nilai budaya memberi nasihat pada kutipan tersebut bermakna berupa petunjuk dan anjuran kepada pendengar atau si anak dalam tradisi
Sujarwanto mengatakan bahwa, salah satu karya sastra monumental dalam sejarah sastra adalah gurindam dua belas karya Raja Ali haji, dimana karyanya ini penuh