13
KAJIAN PUSTAKA
2.1.1 Kajian yang Relevan
Studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan untuk menghindari terjadinya duplikasi (Nazir, 2014:79).Alasan penulis melakukan studi kepustakaan adalah sebagai bahan referensi, teori, dan konsep yang berhubungan dengan tulisan penulis. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam penyelesaian dalam penulisan.
Penulis menjadikan skripsi(Lucy Diana Tari: 2010):Nilai-nilai Religius
Syair Haji Terjemahan Muhammad Fanani. Sebagai bahan perbandingan.Di
dalamNilai-nilai Religius Syair Haji Terjemahan Muhammad Fanani tersebut terdapat nilai-nilai religius yang dikembangkan dan beliau memaparkan apa saja yang termasuk di dalam nilai-nilai religius. Menganalisa struktur intrinsik dan ekstrinsiknya, serta menjelaskan tentang pengertian syair secara umum.
Dalam skripsi (Mustafa: 2010):Nilai-Nilai Didaktis Dalam Teks Cerita
Tuan Putri Pucuk Kelumpang. Mustafa menganalisa cerita rakyat yang
14
Dalam skripsi (Rumini:2000): Analisis Struktur Dan Nilai-Nilai Didaktis
Dalam Ungkapan Tradisional Masyarakat Natal. Rumini menganalisa ungkapan
tradisional masyarakat Natal dengan teori struktural dan didaktis. Rumini menjelaskan tentang karya sastra dan menjelaskan tentang ungkapan dengan menggunakan teori struktural serta didaktis. Hal ini menjadi acuan penulis dalam menganalisa objek penelitian penulis.
Dalam jurnal (Dina kristina: 2013): Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Dalam
Buku TunjukajarMelayu Karya Tenas Effendy. Dina menganalisa nilai-nilai
pendidikan di dalam buku tunjukajarMelayu dengan cara mendeskripsikan nilai pendidikan karakter apa saja yang terdapat di dalam buku tunjukajar tersebut. Penelitianya menggunakan metode deskriptifkualitatif, studi pustaka, baca, teknik catat, analisis data dilakukan dengan metode redukasi (merangkum). Pembahasan hasil penelitiannya diketahui hampir kedelapan belas nilai pendidikan karakter terkandung di dalam buku tunjukajarMelayu, terkecuali nilai cinta tanah air, nilai gemar membaca, dan nilai peduli lingkungan. Dina lebih menekankan pada hubungan manusia dan juga pada hubungan manusia dengan sang Pencipta.Nilai pendidikan yang paling terlihat jelas adalah nilai cinta damai didalam buku tunjukajarMelayu.
Adapun judul penulis yaitu:Nilai-Nilai Didaktis Dalam SyairTunjuk
AjarMelayu Karya Tenas Effendy. Penulis mengkaji syair tunjukajaryang
15 2.2. Teori yang digunakan
Dalam menganalisa suatu objek kajian dibutuhkan teori yang sesuai. Seperangkat proposisi yang berinteraksi (hubungan logis dengan data yang di dapat) yang memiliki fungsi sebagai media untuk menjelaskan fenomena yang diamati adalah pengertian teori menurut Snelbecker (dalam Moleong, 2007:57).Merujuk dari pengertian tersebut, maka penulis menggunakan pendekatan didaktis dalam mengganalisa objek penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan tersebut penulis ingin mendeskripsikan nilai-nilai didaktis yang bersifat pendidikan Islam dalam syairtunjukajar yang bersifat
mahmudah.
2.2.1.Didaktis
Didaktik berasal dari bahasa yunani didaskien, yang berarti pengajaran. Didaktikos berarti pandai menggajar. Didaktik memiliki pengertian ilmu mengajar yang memberikan prinsip-prinsip tentang cara-cara menyampaikan bahan pelajaran sehingga dapat dikuasai dan dimiliki. Kaitannya terhadap tujuan penelitian mengungkap nilai-nilai didaktis terhadap syair sifat mahmudah dalam tunjukajarMelayu untuk memunculkan nilai-nilai pengajaran dalam objek kajian agar lebih memberikan manfaat (Nasution, 2015:1)
16
(Ambari, 2007:79) Berpendapat,didaktik ialah aliran yang bermaksud memberi pendidikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Contohnya diambil dari kenyataan hidup.
Pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting bagi manusia, melalui pendidikan manusia dapat belajar menghadapi segala masalah yang ada di dalamperjalanan hidupnya untukmempertahankan hidupnya kedepan. Pendidikan dalam kehidupan manusia mempunyai peran yang sangat penting dan dapat membentuk kepribadian seseorang. Dengan adanya bantuan pendidikan seseorang dapat memahami lingkungan yang dihadapi, sehingga mampu menciptakan karya yang baik. Manusia mampu mencapai suatu peradaban dan kebudayaan yang tinggi dengan bantuan pendidikan.
Pada dasarnya nilai pendidikan tersebut sangat luas, dan dalam menganalisa syairtunjukajar yang bersifatmahmudah tersebut,penulis menggunakan nilai-nilai pendidikan Islam.
2.2.2 Pendidikan Islam
Menurut Athiyah Al-Abrasy pendidikan Islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola fikirnya teratur dengan rapi, perasaanya halus, profesional dalam bekerja dan manis struktur sapanya.
17
penciptaan, sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan dihadapan Allah3
1. Pembinaan akhlak (untuk membentuk akhlak yang mulia, karena kaum muslimin dari dahulu sampai sekarang setuju dengan pendidikan akhlak mulia adalah inti pendidikan Islam, dan mencapai akhlak yang sempurna adalah tujuan pendidikan Islam yang sebenarnya.
Pada dasarnya syairtunjukajarmengandung nilai pendidikan, namun nilai pendidikan yang sesuai dengan syair sifat mahmudah tersebut adalah mencari nilai pendidikan Islam yang terdapat didalam syair tersbut. Adapun nilai pendidikan Islam tersebut meliputi:
2. Mempersiapkan untuk kehidupan di dunia dan akhirat
3. Mempersiapkan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan dari segi kemanfaatan.
4. Menumbuhkembangkan semangat roh keilmiahan (scientic sprint)dan memuaskan rasa keinginan mengetahui (curiosity) dan memungkinkan mengkaji ilmu sekedar sebagai ilmu.
5. Menyiapkan generasi masa depan dari segi profersional, teknikal dan pertukangan, supaya dapat menguasi profesi tertentu.
3
Pengertian, dasar, dan tujuan pendidikan Islam. Diakses dari