• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan silabus dan RPP mata pelajaran ekonomi berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan silabus dan RPP mata pelajaran ekonomi berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta."

Copied!
229
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP MATA PELAJARAN EKONOMI BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN UNTUK KELAS X SEMESTER 1 SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA

Heny Novita Sari Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2011

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan silabus dan RPP untuk mata pelajaran ekonomi berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan silabus dan RPP mata pelajaran ekonomi berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta?

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Pengembangan ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, desain, produksi, evaluasi, dan revisi. Setelah melalui tahap produksi dihasilkan produk awal yang kemudian divalidasi oleh ahli silabus dan ahli RPP. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi. Data berupa hasil penilaian mengenai kualitas produk berupa skor dengan skala 1-5. Saran-saran yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk merevisi produk. Langkah-langkah pengembangan silabus meliputi perencanaan, pelaksanaan, perbaikan, dan pemantapan. Sedangkan pengembangan RPP meliputi kompetensi yang dirumuskan dalam RPP harus jelas makin konkret kompetensi makin mudah diamati dan makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut, rencana pembelajaran harus sederhana dan fleksibel serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik, kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam RPP harus menunjangkan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan, RPP yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh serta jelas pencapaiannya, perbaikan, dan pemantapan.

Produk pengembangan ini baru diuji cobakan pada tahap penelitian pakar ahli pengembangan silabus dan RPP (Dosen) dan guru mata pelajaran ekonomi, dan belum diuji cobakan secara menyeluruh dalam kegiatan pembelajaran di kelas selama satu semester. Hasil validasi ahli silabus menunjukkan bahwa kualitas silabus sangat baik, dengan skor 4,51. Sedangkan ahli RPP menilai kualitas RPP sangat baik, dengan skor 4,50. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk silabus dan RPP yang dikembangkan efektif jika digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas selama satu semester.

(2)

THE DEVELOPMENT OF SYLLABUS AND LESSON PLAN IN ECONOMICS BASED ON CURRICULUM OF EDUCATION UNIT LEVEL

FOR ૚ࡿ࢚ SEMESTER OF THE TENTH OF GRADE SANTA MARIA SENIOR HIGH SCHOOL YOGYAKARTA

Heny Novita Sari Sanata Dharma University

2011

This research aims to develop syllabus and lesson plan in economics for the first semester of the tenth grade Santa Maria Senior High School. The problem discussed in this research is how the development of syllabus and lesson plan in economics for the first semester of the tenth grade based on Curriculum of Education Unit Level?

This research is a research of development. The development is conducted in some steps, they are analysis, design, production, evaluation, and revision. After conducting the production, the first product is validated by the experts of syllabus and lesson plan. The data is gained by using questionnaire and documentation. Then, the assessment of the quality of the product is given in the form of score scale: 1-5. The given feedbacks are used to revise the product. The steps in developing the syllabus are planning, implementation, revision, and consolidation. The development of lesson plan includes the competencies that are formulated in lesson plan. The compentencies should be clear, concrete, and easily observed. Appropriate activities are chosen to achieve the competencies. The lesson plan should be simple and flexible.

The development product is only tried out to the lecturers and the economics teacher. It has not been applied in all learning activities for one semester. The result of validation by exsperts syllabus shows that the quality of syllabus is very god with the score: 4,51. In addition, the experts in lesson plan decide that the quality of lesson plan is very good with score of 4,50. So that, it can be concluded that the developed syllabus and lesson plan are effective for teaching in class for one semester.

(3)

PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP

MATA PELAJARAN EKONOMI

BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN

PENDIDIKAN UNTUK KELAS X SEMESTER 1

SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh: Heny Novita Sari

NIM: 071334012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(4)

PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP

MATA PELAJARAN EKONOMI

BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN

PENDIDIKAN UNTUK KELAS X SEMESTER 1

SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh: Heny Novita Sari

NIM: 071334012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(5)
(6)
(7)

KEPADA:

1. Allah SWT yang telah memberikan segala rahmat dan hidayah-Nya, yang selalu memberikan dorongan, semangat, dan kekuatan di kala suka dan duka. 2. Bapak dan Ibu tercinta, yang telah mendoakan, memberikan cinta dan kasih

sayangmu, yang selalu menyertai dalam setiap langkah hidupku. 3. Kakak dan keponakanku yang selalu memberikan semangat.

4. Terkasih, Andi Oktavianto yang selalu memberi semangat dan menjadi teman saat bergembira di kala suka dan berbagi rasa di kala duka.

(8)

Belajarlah dari masa lalu untuk memperoleh pelajaran pada hari ini, dan dari

pelajaran yang didapatkan pada hari ini akan menjadi bekal untuk hidup yang

lebih baik di masa depan.

dan,

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah

(9)

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini merupakan karya asli saya yang tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 30 September 2011

Penulis

(10)

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Heny Novita Sari

Nomor Mahasiswa : 071334012

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

Pengembangan Silabus Dan RPP Mata Pelajaran Ekonomi Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Untuk Kelas X Semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta beserta perangkat yang diperlukan berupa satu buah CD.

Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal : 30 September 2011 Yang menyatakan

(11)

PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP MATA PELAJARAN EKONOMI BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN UNTUK KELAS X SEMESTER 1 SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA

Heny Novita Sari Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2011

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan silabus dan RPP untuk mata pelajaran ekonomi berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan silabus dan RPP mata pelajaran ekonomi berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta?

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Pengembangan ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, desain, produksi, evaluasi, dan revisi. Setelah melalui tahap produksi dihasilkan produk awal yang kemudian divalidasi oleh ahli silabus dan ahli RPP. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi. Data berupa hasil penilaian mengenai kualitas produk berupa skor dengan skala 1-5. Saran-saran yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk merevisi produk. Langkah-langkah pengembangan silabus meliputi perencanaan, pelaksanaan, perbaikan, dan pemantapan. Sedangkan pengembangan RPP meliputi kompetensi yang dirumuskan dalam RPP harus jelas makin konkret kompetensi makin mudah diamati dan makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut, rencana pembelajaran harus sederhana dan fleksibel serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik, kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam RPP harus menunjangkan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan, RPP yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh serta jelas pencapaiannya, perbaikan, dan pemantapan.

Produk pengembangan ini baru diuji cobakan pada tahap penelitian pakar ahli pengembangan silabus dan RPP (Dosen) dan guru mata pelajaran ekonomi, dan belum diuji cobakan secara menyeluruh dalam kegiatan pembelajaran di kelas selama satu semester. Hasil validasi ahli silabus menunjukkan bahwa kualitas silabus sangat baik, dengan skor 4,51. Sedangkan ahli RPP menilai kualitas RPP sangat baik, dengan skor 4,50. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk silabus dan RPP yang dikembangkan efektif jika digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas selama satu semester.

(12)

THE DEVELOPMENT OF SYLLABUS AND LESSON PLAN IN ECONOMICS BASED ON CURRICULUM OF EDUCATION UNIT LEVEL

FOR SEMESTER OF THE TENTH OF GRADE SANTA MARIA SENIOR HIGH SCHOOL YOGYAKARTA

Heny Novita Sari Sanata Dharma University

2011

This research aims to develop syllabus and lesson plan in economics for the first semester of the tenth grade Santa Maria Senior High School. The problem discussed in this research is how the development of syllabus and lesson plan in economics for the first semester of the tenth grade based on Curriculum of Education Unit Level?

This research is a research of development. The development is conducted in some steps, they are analysis, design, production, evaluation, and revision. After conducting the production, the first product is validated by the experts of syllabus and lesson plan. The data is gained by using questionnaire and documentation. Then, the assessment of the quality of the product is given in the form of score scale: 1-5. The given feedbacks are used to revise the product. The steps in developing the syllabus are planning, implementation, revision, and consolidation. The development of lesson plan includes the competencies that are formulated in lesson plan. The compentencies should be clear, concrete, and easily observed. Appropriate activities are chosen to achieve the competencies. The lesson plan should be simple and flexible.

The development product is only tried out to the lecturers and the economics teacher. It has not been applied in all learning activities for one semester. The result of validation by exsperts syllabus shows that the quality of syllabus is very god with the score: 4,51. In addition, the experts in lesson plan decide that the quality of lesson plan is very good with score of 4,50. So that, it can be concluded that the developed syllabus and lesson plan are effective for teaching in class for one semester.

(13)

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis memiliki kemampuan untuk menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Pengembangan Silabus dan RPP Mata Pelajaran Ekonomi Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Untuk Kelas X Semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta”. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Akuntansi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak Rohandi, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma yang telah memberi kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian.

2. Bapak Indra Darmawan, SE., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang memberikan ijin untuk melakukan penelitian sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.

(14)

Yogyakarta, yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian.

5. Bapak YB. Subagyo, S.Pd., selaku Guru Ekonomi di SMA Santa Maria Yogyakarta, yang telah membantu peneliti dalam melakukan penelitian untuk menyusun skripsi.

6. Ibu B. Indah Nugraheni, S.Pd., S.I.P., M.Pd. selaku Dosen Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang telah membantu peneliti dalam melakukan penelitian untuk menyusun skripsi.

7. Ibu Rita Eny Purwanti, S.Pd., selaku Dosen Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang telah membantu peneliti dalam melakukan penelitian untuk menyusun skripsi.

8. Bapak dan Ibu tercinta, yang telah mendoakan, memberikan cinta dan kasih sayangmu, yang selalu menyertai dalam setiap langkah hidupku.

9. Terkasih, Andi Oktavianto yang selalu memberi semangat dan menjadi teman saat bergembira di kala suka dan berbagi rasa di kala duka.

10. Sahabat-sahabatku yang tergabung dalam komunitas “Journey to the West”. 11. Staf pengajar PS Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan tambahan

pengetahuan dalam proses perkuliahan.

(15)

SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan, karena ini semua disebabkan keterbatasan waktu, tenaga, biaya dan kemampuan penulis. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini.

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca. Amin.

Yogyakarta, 30 September 2011 Penulis

Heny Novita Sari

(16)

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

MOTTO ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian ... 3

BAB II LANDASAN TEORI PENELITIAN ... 5

A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ... 5

B. Silabus ... 6

1. Pengertian Silabus ... 6

2. Manfaat Silabus ... 11

3. Prinsip Pengembangan Silabus ... 11

4. Prosedur Pengembangan Silabus ... 13

(17)

7. Penyusunan dan Analisis Instrumen ... 24

8. Langkah Penyusunan Instrumen ... 24

9. Format Silabus ... 27

C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ... 28

1. Pengertian RPP ... 28

2. Pentingnya RPP... 30

3. Unsur-unsur dalam RPP ... 32

4. Prinsip Pengembangan RPP ... 33

5. Langkah-langkah Penyusunan RPP ... 37

6. Karakteristik Pembelajaran Ekonomi ... 38

D. Kerangka Berfikir ... 40

E. Pertanyaan Penelitian ... 42

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 43

A. Model Pengembangan ... 43

B. Subjek dan Objek Penelitian ... 44

C. Prosedur Pengembangan ... 44

D. Ujicoba Produk ... 46

E. Jenis Data ... 47

F. Instrumen Pengumpulan Data ... 51

G. Teknik Analisis Data ... 52

H. Teknik Penyimpulan Data sebagai Dasar Revisi ... 52

BAB IV GAMBARAN UMUM ... 54

A. Sejarah Sekolah ... 54

B. Visi SMA Santa Maria Yogyakarta ... 55

C. Misi SMA Santa Maria Yogyakarta ... 55

D. Sistem Pendidikan SMA Santa Maria Yogyakarta ... 56

E. Kurikulum SMA Santa Maria Yogyakarta ... 56

(18)

A. Pengembangan Silabus dan RPP ... 59

B. Pengembangan Silabus dan RPPMata Pelajaran Ekonomi untuk SMA ... 59

C. Data Ujicoba dan Revisi Produk ... 62

1. Data Ujicoba Ahli Pengembang Silabus ... 67

2. Data Ujicoba Ahli Pengembang RPP ... 71

D. Revisi Produk setelah Ujicoba Ahli Pengembang Silabus dan Ahli Pengembang RPP Tahap I ... 79

E. Deskripsi Data Ujicoba Ahli Pengembang Silabus Tahap II ... 80

F. Deskripsi Data Ujicoba Ahli Pengembang RPP Tahap II ... 84

G. Pembahasan ... 90

BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN ... 97

A. Kesimpulan ... 97

B. Keterbatasan ... 99

C. Saran-saran ... 100

DAFTAR PUSTAKA ... 102

LAMPIRAN ... 104  

(19)

Halaman

Tabel 1.1. Komponen dan Indikator penilaian aspek pengembangan silabus …. 48 Tabel 1.2. Komponen dan Indikator Penilaian Aspek Pengembangan Untuk

Ahli Pengembang RPP ... 49

Tabel 1.3. Konversi Nilai Skala Lima Berdasarkan Penilaian Acuan Patokan atau PAP ... 52

Tabel 1.4. Data Hasil Ujicoba Silabus Tahap I oleh Guru ... 64

Tabel 1.5. Data Hasil Ujicoba Silabus Tahap I oleh Dosen I ... 65

Tabel 1.6. Data Hasil Ujicoba Silabus Tahap I oleh Dosen II ... 66

Tabel 1.7. Konversi Nilai Skala Lima Berdasarkan Penilaian Acuan ... 68

Tabel 1.8. Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif ... 69

Tabel 1.9. Data Hasil Ujicoba RPP Tahap I oleh Guru ... 72

Tabel 1.10. Data Hasil Ujicoba RPP Tahap I oleh Dosen I ... 74

Tabel 1.11. Data Hasil Ujicoba RPP Tahap I oleh Dosen II ... 75

Tabel 1.12. Data Hasil Ujicoba Silabus Tahap II oleh Guru ... 80

Tabel 1.13. Data Hasil Ujicoba Silabus Tahap II oleh Dosen I ... 82

Tabel 1.14. Data Hasil Ujicoba Silabus Tahap II oleh Dosen II ... 83

Tabel 1.15. Data Hasil Ujicoba RPP Tahap II oleh Guru ... 85

Tabel 1.16. Data Hasil Ujicoba RPP Tahap II oleh Dosen I ... 86

Tabel 1.17. Data Hasil Ujicoba RPP Tahap II oleh Dosen II ... 87

Tabel 1.18. Kualitas Produk Silabus Hasil Ujicoba Tahap I ... 90

Tabel 1.19. Kualitas Produk RPP Hasil Ujicoba Tahap I ... 92

Tabel 1.20. Peningkatan Kualitas Silabus Pada Tahap II ... 94

(20)

Halaman

Lampiran 1 Lembar Penilaian untuk Ahli Pengembang Silabus ... 105

Lampiran 2 Lembar Penilaian untuk Ahli Pengembang RPP ... 108

Lampiran 3 Silabus Semester 1 ... 110

a. Silabus Semester 1, KD 1.1 sampai KD 1.5 ... 111

b. Silabus Semester 1, KD 2.1 sampai KD 2.3 ... 114

c. Silabus Semester 1, KD 3.1 sampai KD 3.5 ... 117

Lampiran 4 RPP Semester 1 ... 120

a. RPP Semester 1, KD 1.1 sampai KD 1.5 ... 121

b. RPP Semester 1, KD 2.1 sampai KD 2.3 ... 155

c. RPP Semester 1, KD 3.1 sampai KD 3.5 ... 177

Lampiran 5 Surat-surat Ijin Penelitian ... 208  

(21)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

(22)

dengan materi yang akan diajarkan, agar dalam kegiatan belajar mengajar siswa tidak merasa bosan.

Agar guru ekonomi dapat memahami model pembelajaran ekonomi, maka perlu diketahui dahulu pengertian-pengertian dan konsep dasar ekonomi juga pengertian pembelajaran dan memahami cara-cara atau langkah-langkah dalam setiap model pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran ekonomi. Hal ini perlu, mengingat mengajar merupakan tugas utama seorang guru. Oleh karena itu keefektifan mengajar akan banyak ditentukan pada bagaimana guru mampu melaksanakan aktivitas mengajar dan mendidiknya dengan baik. Agar pembelajaran tersebut efektif maka guru harus membuat silabus dan RPP. Silabus tersebut sebaiknya disusun sebagai program yang harus dicapai selama satu semester atau satu tahun ajaran. Untuk pegangan dalam jangka waktu yang lebih pendek, guru harus membuat program pembelajaran yang disebut rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP ini merupakan satuan atau unit program pembelajaran terkecil untuk jangka waktu mingguan atau harian yang berisi rencana penyampaian suatu pokok atau satuan bahasan tertentu atau satu tema yang akan dibahas.

(23)

RPP, maka saya tertarik untuk meneliti pengembangan silabus dan RPP di suatu sekolah.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, permasalahan yang akan di teliti dalam penelitian ini adalah

1. Bagaimanakah mengembangkan silabus dan RPP mata pelajaran ekonomi untuk kelas X Semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta?

2. Bagaimana kualitas silabus dan RPP mata pelajaran ekonomi untuk kelas X Semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan pokok yang ingin dicapai dalam penelitian pengembangan ini adalah 1. Mengetahui perkembangan silabus dan RPP mata pelajaran ekonomi untuk

kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta.

2. Menghasilkan silabus dan RPP mata pelajaran ekonomi yang berkualitas untuk kelas X Semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta.

D. Manfaat Penelitian

1. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi guru dalam penyusunan silabus dan RPP sebelum mengajar.

(24)

informasi yang peneliti dapatkan untuk menambah pengetahuan dalam menyusun silabus dan RPP yang benar serta menerapkannya ketika peneliti menjadi seorang guru kelak.

3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan koleksi karya ilmiah bagi Perpustakaan Universitas Sanata Dharma.

   

   

(25)

LANDASAN TEORI PENELITIAN

A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di

masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat

satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan,

kalender pendidikan, dan silabus.

Pengembangan KTSP yang beragam mengacu pada standar nasional

pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar

nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga

kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian

pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar

Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi

satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Prinsip-prinsip

pengembangan KTSP, adalah:

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, serta kepentingan peserta

didik dan lingkungannya.

2. Beragam dan terpadu.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.

(26)

6. Belajar sepanjang hayat.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

B. Silabus

1. Pengertian Silabus

Silabus merupakan produk utama dari pengembangan kurikulum sebagai suatu rencana tertulis pada suatu satuan pendidikan yang harus memiliki keterkaitan dengan produk pengembangan kurikulum lainnya, yaitu proses pembelajaran. Silabus dapat dikatakan sebagai kurikulum ideal

(ideal atau potential curriculum), sedangkan proses pembelajaran merupakan kurikulum aktual (actual atau real curriculum). Silabus juga merupakan hasil atau produk pengembangan desain pembelajaran, seperti Pola Dasar Kegiatan Belajar Mengajar (PDKBM) dan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Dalam Silabus tersebut memuat komponen-komponen minimal dari kurikulum satuan pendidikan. Untuk mengadakan pengkajian terhadap kurikulum yang sedang dilaksanakan pada suatu satuan pendidikan, bisa dilakukan melalui penelaahan silabus yang telah dikembangkan dan diberlakukan.

(27)

dikembangkan, proses yang diharapkan terjadi, serta bagaimana cara mengukur keberhasilan belajar. Dari silabus juga akan tampak apakah hubungan antara satu komponen dengan komponen lainnya harmonis atau tidak. Karena itu kedudukan silabus dalam telaah kurikulum tingkat satuan pendidikan sangatlah penting. Silabus merupakan salah satu tahapan dalam pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan, khususnya untuk menjawab “apa yang harus dipelajari?”, juga merupakan penjabaran lebih lanjut tentang pokok-pokok program dalam satu mata pelajaran yang diturunkan dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan ke dalam rincian kegiatan dan strategi pembelajaran, kegiatan dan strategi penilaian, dan pengalokasian waktu.

(28)

pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

Silabus yang dimaksud adalah suatu penjabaran operasional dari suatu kurikulum atau dengan kata lain Silabus berisi uraian yang secara teknis lebih rinci daripada kurikulum. Secara terperinci, silabus berisi uraian mengenai isi suatu bahan pembelajaran, urutan penyajian pengalokasian waktu, sumber-sumber, evaluasi, dan kegiatan pembelajaran (Richards melalui Werdiningsih, 1998: 27). Silabus komunikatif mensyaratkan tiga unsur utama, yaitu perluasan isi bahasa, perluasan wilayah proses belajar, dan perluasan wilayah hasil belajar. Yalden (1987: 109) mengelompokan tipe-tipe silabus yang berorientasi pada penciptaan situasi pembelajaran yang sedekat mungkin dengan lingkungan penggunaan bahasa sesungguhnya dalam silabus komunikatif. Berikut ini tiga contoh silabus yang memberikan penekanan pada upaya peningkatan kemampuan berkomunikasi, yaitu: a. Silabus struktur dan fungsi

(29)

pembelajaran komponen struktur. Aspek nosi dan fungsi atau kompetensi komunikasi dikembangkan mengikuti pertumbuhan struktur sebagai konsekuensi penguasaannya untuk berkomunikasi.

b. Silabus nosional-fungsional

Mills (melalui Werdiningsih, 1998: 31) menyatakan bahwa dalam Silabus tipe ini mempunyai tujuan untuk mendukung fungsi komunikasi yang perlu ditonjolkan. Tujuan ditentukan untuk mendukung fungsi-fungsi komunikatif secara terpisah dari butir-butir linguistik. Selain itu, penerapan silabus tipe ini berkaitan dengan bahasa lisan yang dipergunakan sehari-hari dan juga melibatkan keterampilan bahasa lisan pada situasi bahasa yang lain. Dibawah ini adalah bagan silabus nosional-fungsional, yaitu:

Fungsi Nosi

(30)

c. Silabus komunikatif.

Dalam silabus tipe ini ada tiga hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan materi pembelajaran, yaitu ketidakmungkinan menyusun bahan yang hanya bertolak dari fungsi atau nosi, keseimbangan faktor-faktor komplementer bahasa, misalnya ketepatan dengan kelancaran atau keterampilan produktif dengan reseptif dan kebutuhan untuk melibatkan partisipasi pembelajaran dalam proses belajar-mengajar (Mailey melalui Werdininsih, 1998: 32). Dibawah ini adalah bagan silabus tipe komunikatif, yaitu:

Functions Structures Aptitudes Themes

Duration

Dari bagan diatas tampak jelas bahwa pengembangan materi untuk pembelajaran tertentu hendaknya mempertimbangkan bakat-bakat (aptitudes), fungsi-fungsi (functions), struktur-struktur (structures), dan tema-tema

(31)

tema sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berkomunikasi.

2. Manfaat Silabus

Dengan memperhatikan beberapa pengertian di atas, pada dasarnya silabus merupakan acuan utama dalam suatu kegiatan pembelajaran. Beberapa manfaat dari silabus ini, di antaranya:

a. Sebagai pedoman atau acuan bagi pengembangan pembelajaran lebih lanjut, yaitu dalam penyusunan RPP, pengelolaan kegiatan pembelajaran, penyediaan sumber belajar, dan pengembangan sistem penilaian.

b. Memberikan gambaran mengenai pokok-pokok program yang akan dicapai dalam suatu mata pelajaran.

c. Sebagai ukuran dalam melakukan penilaian keberhasilan suatu program pembelajaran.

d. Dokumentasi tertulis sebagai akuntabilitas suatu program pembelajaran.

3. Prinsip Pengembangan Silabus

(32)

sistematis, konsisten, memadai (adequate), aktual atau kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh.

Berikut ini penjelasan dari prinsip-prinsip tersebut yaitu:

a. Ilmiah, maksudnya bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Mengingat silabus berisikan garis-garis besar isi atau materi pembelajaran yang akan dipelajari siswa, maka materi atau isi pembelajaran tersebut harus memenuhi kebenaran ilmiah. Untuk itu, dalam penyusunan silabus disarankan melibatkan ahli bidang keilmuan masing-masing mata pelajaran agar materi pembelajaran tersebut memiliki validitas yang tinggi.

b. Relevan, maksudnya bahwa cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus harus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.

c. Sistematis, maksudnya bahwa komponen-komponen dalam silabus harus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. Silabus pada dasarnya merupakan suatu sistem, oleh karena itu dalam penyusunannya harus dilakukan secara sistematis.

(33)

e. Memadai, maksudnya bahwa cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup memadai untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar yang pada akhirnya mencapai standar kompetensi.

f. Aktual dan Kontekstual, maksudnya bahwa cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

g. Fleksibel, maksudnya bahwa keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

h. Menyeluruh, maksudnya bahwa komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

4. Prosedur Pengembangan Silabus

(34)

a. Perancangan (design).

Tahap ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam standar isi, dilanjutkan dengan menetapkan materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, jenis penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang diperlukan. Produk dari tahap ini yaitu berupa draf awal silabus untuk setiap mata pelajaran (disarankan dalam bentuk matriks agar memudahkan dalam melihat hubungan antar komponen).

b. Validasi.

(35)

dijadikan acuan oleh guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

c. Pengesahan.

Tahap ini dilakukan sebelum silabus final dimplementasikan dengan tujuan agar memperoleh pengesahan dari pihak yang dianggap kompeten. Tahap pengesahan ini merupakan pertanda bahwa silabus tersebut secara resmi sudah bisa dijadikan pedoman oleh guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, dan penilaian.

d. Sosialisasi.

Tahap ini dilakukan terutama apabila silabus dikembangkan pada level yang lebih luas dan dilakukan oleh tim yang secara khusus dibentuk dan dipercaya untuk mengembangkannya. Silabus final yang dihasilkan dan telah disahkan perlu disosialisasikan secara benar dan tepat kepada guru sebagai pelaksana kurikulum.

e. Pelaksanaan.

Tahap ini merupakan kulminasi dari tahap-tahap sebelumnya yang diawali dengan kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran sampai dengan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.

f. Evaluasi.

(36)

evaluasi ini dapat diketahui sampai dimana tingkat ketercapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, silabus dapat segera diperbaiki dan disempurnakan.

Bagan Prosedur Pengembangan Silabus

5. Cara Pengembangan Silabus

Pengembangan silabus sebaiknya dilakukan dengan melibatkan para ahli atau instansi yang relevan didaerah setempat, seperti tokoh masyarakat, instansi pemerintah, instansi swasta termasuk perusahaan dan industri, serta perguruan tinggi. Jika sekolah atau satuan pendidikan memerlukan bantuan

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN

SILABUS

Perencanaan Pelaksanaan Perbaikan

Pemantapan

PENGEMBANGA RPP

DRAFT SILABUS DAN PENGEMBANGAN

UJI COBA

ANALISIS

REVISI

(37)

dan bimbingan teknis untuk penyusunan silabus, dapat mengajukan permohonan kepada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Pusat Pengembangan Kurikulum (Puskur), atau ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta.

Dalam prosesnya, pengembangan silabus harus melibatkan berbagai pihak, seperti dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kota dan kabupaten, departemen agama serta sekolah yang akan mengimplementasikan kurikulum, sesuai dengan kapasitas dan proporsinya masing-masing. Namun demikian, bagi sekolah yang belum mampu atau belum memenuhi kriteria sebagaimana dikemukakan di atas, diperbolehkan untuk menggunakan model silabus yang dikembangkan oleh BSNP, atau bisa juga memfotokopi silabus dari sekolah lain yang telah mampu mengembangkannya, dengan ijin tentunya. Dengan demikian, pengembangan silabus KTSP dapat dilakukan melalui tiga cara berikut:

a. Mengembangkan silabus sendiri, bagi sekolah yang sudah mampu mengembangkannya, dan didukung oleh sumber daya, sumber dana, serta fasilitas dan lingkungan yang memadai.

b. Menggunakan model silabus yang dikembangkan oleh BSNP, bagi sekolah yang belum mampu mengembangkannya secara mandiri.

(38)

6. Langkah-langkah Penyusunan Silabus dan Sistem Penilaian

Langkah-langkah dalam penyusunan silabus dan sistem penilaian meliputi tahap-tahap yaitu, identifikasi mata pelajaran, perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar, penentuan materi pokok, pemilihan pengalaman belajar, penentuan indikator, penilaian yang meliputi jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen, perkiraan waktu yang dibutuhkan, dan pemilihan sumber atau bahan atau alat. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca uraian berikut:

a. Identifikasi. Pada setiap silabus perlu identifikasi yang meliputi identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas atau program, dan semester. b. Penguruan. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Standar

kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Ekonomi atau Akuntansi dirumuskan berdasarkan struktur keilmuan Ekonomi atau Akuntansi dsn tuntutan kompetensi lulusan. Selanjutnya standar kompetensi dan kompetensi dasar diurutkan dan disebarkan secara sistematis.

(39)

1) Prinsip relevansi, yaitu adanya kesesuaian anatara materi pokok dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai.

2) Prinsip konsistensi, yaitu adanya keajegan antara materi pokok dengan kompetensi dasar dan standar kompetensi.

3) Prinsip adekuasi, yaitu adanya kecukupan materi pelajaran yang diberikan untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditentukan. Materi pokok inipun telah ditentukan oleh Depdiknas.

d. Pemilihan Pengalaman Belajar. Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan bahan ajar. Pengalaman belajar dilakukan oleh siswa untuk menguasai kompetensi dasar yang telah ditentukan. Baik pembelajaran tatap muka maupun pengalaman belajar, dapat dilakukan di dalam maupun diluar kelas. Untuk itu, pembelajarannya dilakukan dengan metode yang bervariasi.

(40)

f. Penjabaran Indikator ke dalam Instrumen Penilaian. Indikator dijabarkan lebih lanjut ke dalam instrument penilaian yang meliputi jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen. Setiap indikator dapat dikembangkan menjadi 3 instrumen atau lebih penilaian yang meliputi ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.

Jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut: 1) Kuis. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang

prinsip. Biasanya dilakukan sebelum pelajaran dimulai, kurang lebih 5-10 menit. Kuis dilakukan untuk mengetahui penguasaan pelajaran oleh siswa. Tingkat berfikiryang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman.

2) Pertanyaan Lisan. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep, prinsip, atau teorema. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman.

3) Ulangan Harian. Ulangan harian dilakukan secara periodik di akhir pembelajaran satu atau dua kompetensi dasar. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis. 4) Ulangan Blok. Ulangan Blok adalah ujian yang dilakukan dengan

(41)

5) Tugas Individu. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping, makalah, dan yang sejenisnya. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi, analisis, sampai sintesis dan evaluasi.

6) Tugas Kelompok. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Bentuk instrumen yang digunakan salah satunya adalah uraian bebas dengan tingkat berfikir tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi.

7) Responsi atau Ujian Praktik. Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya. Ujian responsi bisa dilakukan di awal praktik atau setelah melakukan praktik. Ujian yang dilakukan sebelum praktik bertujuan untuk mengetahui kesiapan peserta didik melakukan praktik di laboratorium atau tempat lain, sedangkan ujian yang dilakukan setelah praktik, tujuannya untuk mengetahui kompetensi dasar praktik yang telah dicapai peserta didik dan yang belum.

8) Laporan Kerja Praktik. Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan prajtikumnya. Peserta didik bisa diminta untuk mengamati suatu gejala dan melaporkannya.

(42)

(performans) dan portofolio, sedangkan bentuk instrumen nontes meliputi, wawancara, inventori, dan pengamatan. Para guru diharapkan menggunakan instrumen yang bervariasi agar diperoleh data tentang pencapaian belajar siswa yang akurat dalam semua ranah. Beberapa bentuk instrumen tes yang dapat digunakan, antara lain sebgagai berikut:

1) Pilihan Ganda. Bentuk ini bisa mencakup banyak materi pelajaran, penskorannya objektif, dan bisa dikoreksi dengan mudah.

2) Uraian Objektif. Jawaban uraian objektif sudah pasti. Uraian objektif lebih tepat digunakan untuk bidang matematika dan sain, namun dalam ekonomi bentuk ini juga dapat digunakan. Agar hasil penskorannya objektif, diperlukan pedoman penskoran. Hasil penilaian terhadap suatu lembar jawaban akan sama walaupun diperiksa oleh orang yang berbeda.

3) Uraian Non objektif atau Uraian Bebas. Uraian bebas dicirikan dengan adanya jawaban yang bebas. Namun demikian, sebaiknya dibuatkan kriteria penskoran yang jelas agar penilaiannya objektif. 4) Jawaban Singkat atau Isian Singkat. Bentuk ini digunakan untuk

mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa. Materi yang diuji bisa banyak.

(43)

6) Performans. Bentuk ini cocok untuk mengukur kompetensi siswa dalam melakukan tugas tertentu, seperti praktik ibadah atau perilaku yang lain.

7) Portofolio. Bentuk ini cocok untuk mengetahui perkembangan unjuk kerja siswa, dengan menilai kumpulan karya-karya dan tugas-tugas yang dikerjakan oleh siswa. Karya-karya ini dipilih dan kemudian dinilai, sehingga dapat dilihat perkembangan kemampuan siswa.

g. Menentukan Alokasi Waktu. Alokasi waktu adalah perkiraan berapa lama siswa mempelajari suatu materi pelajaran. Untuk menentukan alokasi waktu, prinsip yang perlu diperhatikan adalah tingkat kesukaran materi, cakupan materi, frekuensi penggunaan materi baik di dalam maupun di luar kelas, serta tingkat pentingnya materi yang dipelajari. h. Sumber atau Bahan atau Alat. Istilah sumber yang digunakan di sini

(44)

7. Penyusunan dan Analisis Instrumen

Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui apakah siswa telah atau belum menguasai suatu kompetensi dasar tertentu. Penilaian juga bertujuan untuk:

a. Mengetahui tingkat pencapaian kompetensi siswa. b. Mengukur pertumbuhan dan perkembangan siswa. c. Mendiagnosis kesulitan belajar siswa.

d. Mengetahui hasil pembelajaran. e. Mengetahui pencapaian kurikulum. f. Mendorong siswa belajar.

g. Mendorong guru agar mengajar dengan lebih baik.

8. Langkah Penyusunan Instrumen

Langkah awal dalam mengembangkan instrumen adalah menetapkan spesifikasi, yaitu berisi uraian yang menunjukkan keseluruhan karakteristik yang harus dimiliki suatu instrumen. Penyususnan spesifikasi instrumen mencakup kegiatan sebagai berikut:

a. Menentukan tujuan b. Menyusun kisi-kisi

(45)

Kisi-kisi berupa matriks yang berisi spesifikasi instrument yang akan dibuat. Kisi-kisi ini merupakan acuan bagi penyusun instrumen, sehingga siapapun yang menyusunnya akan menghasilkan isi dan tingkat kesulitan yang relatif sama. Matriks kisi-kisi tes terdiri dari dua jalur, yaitu kolom dan baris. Pemilihan bentuk instrumen akan ditentukan oleh tujuan, jumlah peserta, waktu yang tersedia untuk memeriksa, cakupan materi, dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan. Bentuk pilihan ganda misalnya, sangat tepat digunakan apabila jumlah peserta banyak, waktu koreksi singkat, dan cakupan materi yang diujikan banyak.

(46)

jawaban soal tidak terlalu panjang, sebaiknya jawaban dibatasi dengan beberapa kalimat atau beberapa baris.

Analisis Instrumen

Suatu instrumen hendaknya dianalisis dulu sebelum digunakan. Ada dua model analisis yang dapat dilakukan, yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan oleh teman sejawat dalam rumpun keahlian yang sama. Tujuannya adalah untuk menilai materi, konstruksi, dan apakah bahasa yang digunakan sudah memenuhi pedoman dan bisa dipahami siswa. Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara mengujicobakan instrumen yang telah dianalisis secara kualitatif kepada sejumlah siswa yang memiliki karakteristik sama dengan siswa yang akan diuji dengan instrumen tersebut. Jawaban hasil uji coba itu lalu dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan teknik yang ada. Hasil ujicoba bertujuan untuk melihat karakteristik instrumen seperti indeks kepekaan atau kesensitipan instrumen, yaitu dengan cara membagi jumlah siswa yang menjawab benar dengan jumlah peserta tes.

(47)

dengan 1. Indeks sensitivitas suatu butir soal (Is) ujian formatif adalah sebagai berikut:

Is =

RA = Banyaknya siswa yang berhasil mengerjakan suatu butir instrumen sesudah proses pembelajaran.

RB = Banyaknya siswa yang telah berhasil mengerjakan suatu burtir instrument sebelum proses pembelajaran.

T = Banyaknya siswa yang mengikuti ujian.

Jika tingkat ada tes awal, maka indeks sensitivitas dapat dilihat dari besarnya tingkat pencapaiannya berdasarkan hasil tes akhir. Jika tingkat pencapaian suatu butir instrumen kecil (banyak siswa yang gagal) maka proses pembelajaran tidak efektif. Namun demikian, seperti telah dikemukakan diatas, harus diperhatikan pula bagaiamana kualitas butir tersebut secara kualitatif. Jika hasil analisis secara kualitatif sudah memenuhi syarat, dapat diartikan bahwa rendahnya indeks kesukaran menunjukkan tidak efektifnya proses pembelajaran.

9. Format Silabus

(48)

kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Komponen-komponen tersebut sebaiknya disusun dalam format dan sistematika yang jelas. Format berkaitan dengan bentuk penyajian isi silabus, sedangkan sistematika berkaitan dengan urutan penyajian komponen silabus. Format silabus ini sebaiknya disusun dalam bentuk matriks (bukan naratif) untuk mempermudah dalam melihat keterhubungan antar komponen.

C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP

1. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP.

Pembelajaran pada dasarnya merupakan proses yang ditata dan diatur sedemikian rupa, menurut langkah-langkah tertentu agar dalam

(49)

direncanakan. Istilah perencanaan pembelajaran yang saat ini digunakan berkaitan dengan penerapan KTSP di sekolah-sekolah di Indonesia yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pada waktu yang lalu dikenal istilah Satuan Pelajaran (Satpel), Rencana Pelajaran (Renpel), dan istilah-istilah sejenis lainnya.

Terdapat beberapa pendapat berkenaan dengan perencanaan pembelajaran ini, di antaranya:

a. Secara garis besar perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai pencapaian tujuan tersebut, materi atau bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan (Ibrahim, 1993:2).

b. Untuk mempermudah proses belajar-mengajar diperlukan perencanaan pengajaran. Perencanaan pengajaran dapat dikatakan sebagai pengembangan instruksional sebagai sistem yang terintegrasi dan terdiri dari beberapa unsur yang saling berinteraksi (Toeti Soekamto, 1993:9). c. Perencanaan pengajaran dapat dikatakan sebagai pedoman mengajar bai

(50)

d. Gambaran aktivitas siswa akan terlihat pada rencana kegiatan atau dalam rumusan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang terdapat dalam perencanaan pengajaran. Kegiatan belajar dan mengajar yang dirumuskan oleh guru harus mengacu pada tujuan pembelajaran. Sehingga perencanaan pengajaran merupakan acuan yang jelas, operasional, sistematis sebagai acuan guru dan siswa berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Istilah pengajaran yang digunakan dalam pengertian di atas sebaiknya diubah dengan pembelajaran, untuk memberi tekanan pada aktivitas belajar yang dilakukan siswa. Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas maka rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

2. Pentingnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(51)

Oleh karena itu, dalam kondisi dan situasi bagaimanapun, guru tetap harus membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), karena perencanaan merupakan pedoman pembelajaran. Mengingat pentingnya RPP dalam implementasi KTSP, yang akan menentukan berhasil tidaknya pembelajaran adalah idealnya peserta didik dilibatkan dalam pengembangannya, untuk mengidentifikasi kompetensi, menetapkan materi standar, mengembangkan indikator hasil belajar, dan melakukan penilaian.

Kemampuan membuat RPP merupakan langkah awal yang harus dimiliki gura, dan sebagai muara dari segala pengetahuan teori, keterampilan dasar, dan pemahamanyang mendalam tentang objek belajar dan situasi pembelajaran. RPP merupakan suatu perkiraan atau proyeksi guru mengenai seluruh kegiatan yang akan dilakukan baik oleh guru maupun peserta didik, terutama dalam kaitannya dengan pembentukan kompetensi dan pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam RPP harus jelas kompetensi dasar yang akan dimiliki oleh peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari, bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui bahwa peserta didik telah menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebut merupakan unsur utama yang secara minimal harus ada dalam setiap RPP, sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran, dan membentuk kompetensi peserta didik. Terdapat dua fungsi RPP dalam implementasi KTSP, yaitu:

(52)

RPP hendaknya dapat mendorong guru lebih siap melakukan kegiatan pembelajaran dengan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, setiap akan melakukan pembelajaran guru wajib memiliki persiapan, baik persiapan tertulis maupun tidak tertulis.

b. Fungsi Pelaksanaan.

RPP harus disusun secara sistematik dan sistematis, utuh dan menyeluruh, dengan beberapa kemungkinan penyesuaian dalam situasi pembelajaran yang actual. Dengan demikian, RPP berfungsi untuk mengefektifkan proses pembelajaran sesuai dengan apa yang direncanakan. Dalam hal ini, materi standar yang dikembangkan dan dijadikan bahan kajian oleh peserta didik harus disesuaikan dengan kebutuhandan kemampuannya, mengandung nilai fungsional, praktis, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan, sekolah, dan daerah. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran harus terorganisir melalui serangkaian kegiatan tertentu, dengan strategi yang tepat.

3. Unsur-unsur dalam RPP

Unsur-unsur pokok yang terkandung dalam RPP meliputi:

a. Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran, kelas, semester, dan waktu atau banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan).

(53)

c. Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator.

d. Kegiatan pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator). e. Alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian

kompetensi dasar, serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. f. Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan

digunakan untuk menilai pencapaian belajar siswa serta tindak lanjut hasil penilaian).

4. Prinsip Pengembangan RPP

(54)

diperhatikan dalam pengembangan RPP dalam menyukseskan implementasi KTSP.

a. Kompetensi yang dirumuskan dalam RPP harus jelas, makin konkret kompetensi makin mudah diamati, dan makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut.

b. Rencana pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.

c. Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam RPP harus menunjangkan dan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

d. RPP yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.

e. Harus ada koordinasi antarkomponen pelaksana program dilaksana program di sekolah, terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim (team teaching) atau moving class.

(55)

pembelajaran, dan pengisian waktu jam kosong. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam RPP yaitu:

1) Persiapan dipandang sebagai suatu proses yang secara kuat diarahkan pada tindakan mendatang, misalnya untuk pembentukan kompetensi, dan mungkin akan melibatkan orang lain, seperti pengawas dan komite sekolah.

2) Persiapan diarahkan pada tindakan di masa mendatang, yang dihadapkan kepada berbagai masalah, tantangan, serta hambatan yang tidak jelas dan tidak pasti.

(56)

pembelajaran secara lebih terarah. Hal tersebut diperkuat oleh Sumantri (1998:108) bahwa perencanaan yang baik sangat membantu pelaksanaan pembelajaran, karena baik guru maupun peserta didik mengetahui dengan pasti tujuan yang ingin dicapai dan cara mencapainya. Dengan demikian, guru dapat mempertahankan situasi agar peserta didik dapat memusatkan perhatiannya pada pembelajaran yang telah diprogramkan.

Anderson (1989: 47) membedakan perencanaan dalam dua kategori, yaitu perencanaan jangka panjang dan perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang yang disebut unit plans, merupakan perencanaan bersifat komprehensif di mana dapat dilihat aktivitas yang direncanakan guru selama satu semester. Gagne dan Briggs (1998) mengisyaratkan bahwa dalam mengembangkan rencana pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran perlu memperhatikan empat asumsi sebagai berikut:

Rencana pembelajaran perlu dikembangkan dengan baik dan menggunakan pendekatan sistem.

1. Rencana pembelajaran harus dikembangkan berdasarkan pengetahuan tentang peserta didik.

(57)

a. Informasi harus disiapkan dengan baik.

b. Diberikan contoh-contoh dan ilustrasi yang dekat dengan kehidupanpeserta didik.

c. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran.

d. Menggunakan sarana dan alat pendukung yang bervariasi.

3. Rencana pembelajaran hendaknya tidak dibuat asal-asalan, apalagi hanya untuk memenuhi syarat administrasi.

5. Langkah-langkah Penyusunan RPP

Dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

a. Mengisi kolom identitas.

b. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan.

c. Menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan yang terdapat pada Silabus yang telah disusun.

(58)

e. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok atau pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok pembelajaran.

f. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan.

g. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir. Langkah-langkah pembelajaran berupa rincian skenario pembelajaran yang mencerminkan penerapan strategi pembelajaran termasuk alokasi waktu setiap tahap. Dalam merumuskan langkah-langkah pembelajaran juga harus mencerminkan proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

h. Menentukan alat atau bahan atau sumber belajar yang digunakan.

i. Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran, dll. Tuliskan prosedur, jenis, bentuk, dan alat atau instrumen yang digunakan untuk menilai pencapaian proses dan hasil belajar siswa, serta tindak lanjut hasil penilaian, seperti: remedial, pengayaan, atau percepatan. Sesuaikan dengan teknik penilaian berbasis kelas, seperti: penilaian hasil karya (product), penugasan (project), kinerja

(performance), dan tes tertulis (paper & pen).

6. Karakteristik Pembelajaran Ekonomi

(59)

bervariasi, dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. Setiap mata pelajaran mempunyai karakteristik yang khas. Demikian juga halnya dengan mata pelajaran Ekonomi. Karakteristik mata pelajaran Ekonomi adalah sebagai berikut:

a. Mata pelajaran ekonomi muncul dari fakta atau gejala ekonomi yang nyata.

Kenyataan menunjukkan bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan sumber-sumber ekonomi sebagai alat memenuhi kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Ilmu ekonomi mampu menjelaskan gejala tersebut, sebab ilmu ekonomi dibangun dari dunia nyata.

b. Mata pelajaran Ekonomi mengembangkan teori-teori untuk menjelaskan fakta secara rasional. Agar manusia mampu membaca dan menjelaskan gejala-gejala ekonomi secara sistematis, maka disusunlah konsep dan teori ekonomi yang menjadi bangunan ilmu ekonomi. Selain itu, ilmu ekonomi adalah objektif dan mempunyai tujuan yang jelas.

(60)

d. Inti dari ilmu ekonomi adalah memilih alternatif yang terbaik. Untuk mencapai kemakmuran, manusia mempunyai banyak pilihan kegiatan. Namun, dari sekian banyak pilihan kegiatan tersebut dapat dianalisis secara ekonomi sehingga dapat ditentukan alternatif pilihan mana yang paling optimal.

e. Lahirnya ilmu ekonomi karena adanya kelangkaan sumber pemuas kebutuhan manusia.

D. Kerangka Berfikir.

(61)

Agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan maka seorang guru harus membuat silabus dan RPP, karena silabus dan RPP merupakan alat pembelajaran yang penting bagi seorang guru. Pembuatan silabus dan RPP tidaklah mudah, ada beberapa prinsip dan prosedur pengembangan yang harus diperhatikan. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan silabus yaitu: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai (adequate), aktual atau kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Sedangkan prosedur pengembangan silabus yang disarankan yaitu melalui tahapan perancangan, validasi, pengesahan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Sedangkan untuk mengembangkan RPP ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan yaitu: ujicoba, analisis, dan revisi.

Silabus dan RPP yang disusun dengan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) akan mempunyai kualitas dan fungsi yang berbeda dengan penyusunan silabus yang menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Oleh sebab itu, untuk menghasilkan kualitas silabus yang baik dan efektif jika digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) maka seluruh komponen yang terdapat di dalam silabus perlu dikembangkan.

(62)

menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam standar isi, menjadi materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator, dan penilaian, serta menentukan sumber-sumber bahan pembelajaran.

E. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka berfikir yang telah dikemukakan, maka dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimana pengembangan silabus mata pelajaran ekonomi untuk kelas X

semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta?

2. Bagaimana pengembangan RPP mata pelajaran ekonomi untuk kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta?

3. Bagaimana kualitas atau kelayakan silabus mata pelajaran ekonomi untuk kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta, yang dikembangkan dalam penelitian ini?

4. Bagaimana kualitas atau kelayakan RPP mata pelajaran ekonomi untuk kelas X semester 1 SMA Santa Maria Yogyakarta, yang dikembangkan dalam penelitian ini?

5. Apakah silabus dan RPP yang dikembangkan efektif jika digunakan dalam proses pembelajaran ekonomi?

(63)

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

Dalam bab ini dibahas tentang model pengembangan, prosedur pengembangan, dan uji coba produk yang mencakup desain uji coba, subjek penelitian, jenis data, instrumen pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyimpulan data sebagai dasar revisi.

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan, yaitu dengan meminta bantuan tiga ahli untuk meneliti, memberikan penilaian dan masukan terhadap silabus dan RPP yang dibuat oleh peneliti. Dengan penilaian dan masukan dari ketiga ahli, peneliti mulai merevisi dan mengembangkan silabus dan RPP sehingga akan menghasilkan sebuah produk baru.

B. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian

Tempat Penelitian adalah SMA Santa Maria Yogyakarta. 2. Waktu Penelitian

(64)

C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian dalam penelitian pengembangan ini adalah guru bidang studi dan pakar (dosen) dalam bidang pengembangan silabus dan RPP.

2. Objek Penelitian

Objek penelitiannya adalah mengembangkan silabus dan RPP mata pelajaran ekonomi berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

D. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan silabus dan RPP untuk kelas X semester 1 pada SMA Santa Maria Yogyakarta sebagai berikut:

1. Analisis kebutuhan, digunakan untuk mengetahui informasi mengenai kebutuhan siswa dengan menggunakan angket dan wawancara sebagai alatnya. Informasi tersebut diperoleh dari siswa kelas X dan pendidik. Di samping itu, juga informasi diperoleh dari kajian terhadap buku panduan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk mata pelajaran Ekonomi di SMA.

(65)

a. Perencanaan, yaitu proses mengumpulkan berbagai informasi dan mempersiapkan referensi yang relevan dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai.

b. Pelaksanaan, yaitu proses menganalisis seluruh perangkat KTSP dan menentukan kegiatan-kegiatan teknis.

c. Perbaikan, yaitu proses mengkaji ulang draf silabus yang selesai dibuat dengan meminta masukan dari dosen pembimbing dan guru sekolah. d. Pemantapan, yaitu proses meninjau kembali silabus yang sudah direvisi. 3. Pengembangan RPP, meliputi:

a. Kompetensi yang dirumuskan dalam RPP harus jelas, makin konkret kompetensi makin mudah diamati, dan makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut.

b. Rencana pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.

c. Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam RPP harus menunjangkan dan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. d. RPP yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas

pencapaiannya.

(66)

Bagan Prosedur Pengembangan Silabus dsn RPP

E. Uji Coba Produk

Uji coba produk ditujukan untuk melihat tingkat efektivitas dan efisiensi produk pengembangan silabus dan RPP pada mata pelajaran Ekonomi SMA kelas X semester 1. Uji coba ini juga dimaksudkan untuk memperoleh masukan, tanggapan, kritik, saran, dan penilaian terhadap kelayakan produk yang dibuat (Werdiningsih, 1998: 86-87). Uji coba terhadap siswa tidak dilakukan karena keterbatasan waktu, dana, dan tenaga. Akan tetapi, uji coba dilakukan dengan

ANALISIS KEBUTUHAN

PENGEMBANGAN

SILABUS DRAFT SILABUS DAN

PENGEMBANGAN Perencanaan

UJI COBA

Pelaksanaan

ANALISIS

Perbaikan

REVISI Pemantapan

PENGEMBANGAN SILABUS DAN PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN

(67)

meminta masukan dan saran dari pakar (dosen) dan guru bidang studi ekonomi kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta.

F. Jenis Data

Jenis data pada pengembangan ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa informasi yang diperoleh dengan menggunakan angket. Angket tersebut berupa angket analisis mengenai kesesuaian antara standar kompetensi dan kompetensi dasar, ketepatan perumusan indikator, kejelasan identitas mata pelajaran, pemilihan metode pembelajaran, dan ketepatan dalam pengalokasian waktu. Data yang diperoleh dari angket dalam bentuk rentang nilai 1-5 tersebut merupakan data kuantitatif yang akan dinyatakan secara kualitatif.

Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari membaca, observasi yang berupa informasi tentang pembelajaran Ekonomi di SMA Santa Maria Yogyakarta, baik guru maupun siswa, kajian terhadap buku panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata pelajaran ekonomi, khususnya kelas X semester 1 di SMA, dan masukan, tanggapan, kritik, dan saran perbaikan dari praktisi (guru), siswa, dan pakar (dosen).

(68)

Tabel 1.1

Komponen dan indikator penilaian aspek pengembangan silabus

No Komponen Indikator

1 Standar Kompetensi. 1. Kesesuaian antara standar kompetensi dan kompetensi dasar.

2 Kompetensi Dasar. 1. Kesesuaian antara kompetensi dasar dengan

materi pokok.

2. Kesesuaian antara kompetensi dasar dengan kegiatan

pembelajaran.

3. Kesesuaian antara kompetensi dasar dengan indikator.

4. Kesesuaian antara kompetensi dasar, indikator dengan alokasi waktu.

5. Ketepatan perumusan kompetensi dasar.

3 Karakteristik peserta didik. 1. Kesesuaian antara karakteristik peserta didik dengan kegiatan pembelajaran.

4 Sistematika 1. Keruntutan atau sistematika langkah-langkah dalam

kegiatan pembelajaran.

5 Kegiatan Pembelajaran. 1. Kesesuaian antara kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran.

2. Kesesuaian antara kegiatan pembelajaran dengan media pembelajaran.

6 Identitas Pembelajaran. 1. Kejelasan identitas mata pelajaran.

7 Indikator. 1. Ketepatan perumusan indikator.

(69)

indikator.

8 Media atau sumber belajar. 1. Ketepatan pemilihan media pembelajaran.

2. Ketepatan pemilihan sumber belajar.

9 Penilaian atau evaluasi. 1. Ketepatan pengembangan evaluasi.

10 Alokasi waktu. 1. Ketepatan pengalokasian waktu.

11 Kerapian. 1. Kerapian penulisan silabus.

b. Kualitas aspek pengembangan RPP, diperoleh dari ahli pengembang RPP. Untuk mengukur kualitas aspek pengembangan RPP, dikembangkan berbagai

komponen dan indikator penilaian dari aspek pengembangan tampak pada tabel berikut:

Tabel 1.2

Komponen dan indikator penilaian aspek pengembangan untuk ahli pengembang RPP.

No Komponen Indikator

1 Standar Kompetensi. 1. Ketepatan menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar.

2 Kompetensi Dasar. 1. Kesesuaian antara kompetensi dasar dengan materi pokok.

2. Kejelasan perumusan kompetensi dasar dan indikator.

3 Strategi Pembelajaran. 1. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan indikator yang dipilih. 4 Metode Pembelajaran. 1. Kesesuaian metode pembelajaran

yang dipilih.

5 Materi. 1. Kesesuaian uraian materi dengan indikator.

(70)

materi pelajaran yang sesuai untuk mencapai indikator.

6 Penilaian atau evaluasi. 1. Kesesuaian latihan dengan indikator.

2. Kesesuaian pekerjaan rumah dengan indikator.

3. Ketepatan pengembangan evaluasi.

4. Ketepatan menentukan bentuk penilaian yang cocok untuk mengetahui ketercapaian setiap indikator yang ditentukan.

7 Kegiatan pembelajaran. 1. Kejelasan petunjuk dalam setiap kegiatan pembelajaran.

2. Ketepatan penentuan langkah-langkah pembelajaran.

3. Kesesuaian antara kegiatan pembelajaran dengan metode dan media.

8 Media atau sumber belajar. 1. Ketepatan pemilihan sumber belajar.

2. Ketepatan pemilihan media pembelajaran.

9 Alokasi waktu. 1. Ketepatan pengalokasian waktu. 10 Karakteristik siswa. 1. Kesesuaian antara karakteristik

peserta didik dengan pembelajaran.

11 Kerapian. 1. Kerapian penulisan RPP.

12 Indikator. 1. Ketepatan menentukan indikator.

G. Instrumen Pengumpulan Data

(71)

dengan KTSP. Angket digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi mengenai analisis kesesuaian antara standar kompetensi dan kompetensi dasar, ketepatan perumusan indikator, kejelasan identitas mata pelajaran, pemilihan metode pembelajaran, dan ketepatan dalam pengalokasian waktu. Dalam membuat instrumen pengumpul data dibuat kisi-kisinya terlebih dahulu sebagai kerangka berfikir.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan untuk mengolah data adalah analisis deskriptif. Data yang diperoleh melalui kegiatan ujicoba diklasifikasikan menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif yang berupa kritik dan saran yang dikemukakan ahli pengembang silabus dan ahli pengembang RPP untuk memperbaiki produk silabus dan RPP yang telah dibuat. Proses revisi produk disajikan secara rinci dengan menyajikan tahap-tahap revisi yang dilakukan berdasarkan hasil dari setiap tahap ujicoba. Pada bagian ini akan ditampilkan produk sebelum dan sesudah revisi pada setiap tahap revisi disertai dengan deskripsi yang menjelaskan proses revisi.

(72)

menjadi nilai dengan skala lima menggunakan acuan konversi pada pendekatan PAP (Penilaian Acuan Patokan) sebagai berikut (Sukardjo, 2008:101):

Tabel 1.3 Konversi Nilai Skala Lima Berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Kategori Interval Skor

Sangat Baik X > + 1,80 S

Baik + 0,60 S < X ≤ + 1,80 S Cukup Baik - 0,60 S < X ≤ + 0,60 S Kurang Baik - 1,80 S < X ≤ - 0,60 S Sangat Kurang Baik X ≤ - 1,80 S

Keterangan:

: Rerata ideal = (skor maksimal ideal + skor minimal ideal)

S : Simpangan baku ideal = (skor maksimal ideal – skor minimal ideal)

I. Teknik Penyimpulan Data sebagai Dasar Revisi

Data yang telah dianalisis dijadikan dasar untuk merevisi produk pengembangan. Akan tetapi, data yang dipakai sebagai dasar untuk merevisi produk adalah data yang setelah dianalisis memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Data kualitatif

a. Benar menurut ahli

(73)

Yang perlu menjadi catatan, revisi produk tidak didasarkan pada tingginya frekuensi persentase data yang berupa saran atau komentar atau kuantitas data (Werdiningsih, 1998: 94).

2. Data Kuantitatif

Berdasarkan data kuantitatif, komponen yang memperoleh penilaian < 3 dari kriteria yang ditetapkan akan direvisi.

Gambar

Tabel 1.1
tabel berikut:
Tabel 1.3 Konversi Nilai Skala Lima Berdasarkan Penilaian Acuan
Tabel 1.4  Data Hasil Uji Coba Produk Silabus oleh Bapak YB.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesesuaian atau relevansi silabus mata pelajaran produktif kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor Kurikulum

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemahaman guru mata pelajaran biologi dalam penyusunan silabus terhadap penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan

Rumusan masalah yang hendak dipecahkan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah pengembangan silabus mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan KTSP untuk siswa

Penelitian pengembangan yang dilakukan ini mempunyai tujuan untuk menyusun Silabus dan Rancangan Program Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata

1.4.1 Dengan adanya produk pengembangan yang berupa silabus pembelajaran keterampilan menyimak dengan media rekaman diharapkan dapat membantu mempertajam daya serap siswa kelas

Dari hasil penelitian tersebut diambil kesimpulan bahwa tingkat kegiatan belajar matematika para penghuni Asrama Putri Santa Maria yang memiliki kategori rendah lebih banyak

Kegiatan ini hend- aknya dirancang sedemikian sehingga mampu mengembangkan kompetensi baik ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik (Muslich, 2007: 22). Model yang

Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah sebagai berikut: (1) Mengembangkan bahan ajar mata pelajaran Jaringan Dasar yang memenuhi kriteria kompetensi yang