• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP TINGKAT PELAYANAN DI KANTOR IMIGRASI KELAS I TANGERANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANAN KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP TINGKAT PELAYANAN DI KANTOR IMIGRASI KELAS I TANGERANG"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP TINGKAT PELAYANAN DI KANTOR IMIGRASI KELAS I TANGERANG

Chandra

BINUS UNIVERSITY, Jl Daan Mogot Km 21 Perum Batu Ceper Permai Blok M no 6, 085215475407, [email protected]

Medi Yudhistira Nugraha

BINUS UNIVERSITY, Jln Perunggu Raya No 27 Perumnas 2 Karawaci Tangerang, 081290611340, [email protected]

Rangga Wisnuwardhana

BINUS UNIVERSITY, Villa Melati Mas Jln Pondok Seruni VI Blok SR 13/6, 08176696666, [email protected]

Dr. Ho Hwi Chie, M.Sc.

ABSTRAK

Tugas akhir ini membahas tentang pengaruh kepuasan karyawan terhadap tingkat pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh kepuasan karyawan terhadap tingkat pelayanan. Penelitian dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode pengumpulan data dan pengolahan data. Pengumpulan data yaitu Kuesioner, Prosedur Pembuatan Paspor dan Wawancara.

Sedangkan metode dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Pendekatan Kualitatif dengan cara Deskriptif Analisis dan Pendekatan Kuantitatif dengan cara Uji Hasil Kuesioner dan Uji Reliabilitas.

Diketahui Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang bertugas melayani pembuatan paspor setingkat kelas I (200 paspor) dengan kapasitas kelas II (100 paspor), setiap harinya. Hasil yang di dapat dari Uji Hasil Kuesioner dan Uji Reliabilitas menunjukkan bahwa hubungan kepuasan karyawan dengan tingkat pelayanan sudah

(2)

memiliki hasil yang baik. Secara umum, karyawan memiliki keselarasan dengan organisasi, memiliki kepuasan kerja, dan memberikan pelayanan, pada tingkat yang baik. Dengan demikian dapat diasumsikan, bahwa tingkat keselarasan dengan organisasi dan kepuasan karyawan, berkorelasi dengan kinerja karyawan sehingga berpengaruh terhadap tingkat pelayanan yang diberikan. Selain itu, dapat dilakukan usulan perbaikan dengan pembuatan Flow Chart sistem antrian agar lebih efektif.

Kata Kunci : Kepuasan Karyawan, Tingkat Pelayanan, Kuesioner, Prosedur Pembuatan Paspor, Wawancara, Uji Hasil Kuesioner, Uji Reliabilitas, Flow Chart.

(3)

PENDAHULUAN

Di era globalisasi seperti saat ini, interaksi dari satu negara ke negara lain, bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk dijalankan. Intensitas kerjasama antar negara dirasakan terus meningkat, tidak saja dalam sektor perdagangan tetapi juga di dalam sektor-sektor strategis lainnya, seperti pendidikan, dan pariwisata. Interaksi lintas teritorial antar negara, membutuhkan dokumentasi yang lengkap, untuk menjaga agar interaksi yang terjadi, bisa terus bersifat kondusif bagi pengembangan negara-negara yang bersangkutan, dan tidak menimbulkan hal-hal yang sifatnya destruktif. Salah satu dokumen penting yang dipakai sebagai ijin resmi untuk memasuki teritorial suatu negera, adalah paspor.

Indonesia merupakah salah satu negara berkembang, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam, tentunya banyak melakukan perjalanan ibadah naik haji atau umroh ke Mekkah. Di samping itu, di kota-kota besar, seperti Jakarta, banyak penduduknya yang melakukan perjalanan wisata ke manca negara lainnya, atau melanjutkan pendidikan tingginya di negara-negara maju. Mengingat pentingnya pengadaan paspor sebagai salah satu dokumen penting untuk memasuki negera yang dituju, Dinas Perhubungan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanannya secara optimal kepada masyarakat yang ingin melalukan perjalanan ke luar negeri.

Kantor Imigrasi memiliki peranan penting dalam jasa pembuatan paspor. Masyarakat yang memerlukan paspor harus mendatangi Kantor Imigrasi setempat untuk menjalani proses pembuatan paspornya. Perbedaan rayon tempat tinggal menentukan dimana masyarakat dapat mengajukan pembuatan paspor. Salah satu Kantor Imigrasi yang menarik perhatian adalah Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang, karena Kantor Imigrasi ini bertugas melayani pembuatan paspor setingkat kelas I (200 paspor) dengan kapasitas kelas II (100 paspor), setiap harinya.

Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang harus melayani pembuatan paspor dari 300-400 pemohon, per hari.

Pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang ini, dilakukan melalui prosedur-prosedur baku yang telah ditetapkan, mulai dari penyerahan berkas, wawancara, pengambilan foto, sampai penandatanganan paspor yang layak pakai. Untuk bisa memberikan pelayanan yang baik, maka Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang ini perlu memiliki flow chart dan sistem antrian yang baik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya hubungan antara tingkat kepuasan karyawan dengan tingkat pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang, serta penataan flow chart sistem pelayanan dan antrian yang dipakai.

METODOLOGI PENELITIAN

Langkah-langkah Penelitian 1. Observasi Lapangan

Dengan mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang secara langsung, mengamati semua proses pembuatan paspor yang sedang berlangsung. Dari proses awal yaitu pengisian formulir, penyerahan berkas, pembayaran, foto dan wawancara serta pengambilan paspor.

2. Identifikasi Masalah

Dengan mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang yaitu apakah tingkat kepuasan karyawan karyawan berpengaruh terhadap tingkat pelayanan.

3. Studi Pustaka

Mempelajari teori-teori yang telah didapat yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan serta mencari referensi yang relevan, khususnya dalam bidang ilmu teknik industri sehingga dapat menyelesaikan masalah yang terjadi.

4. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan 3 metode yaitu : 1. Prosedur Paspor

(4)

Tertera Langkah-langkah dalam penyusunan pembuatan paspor. Dalam prosedur ini terdapat ketetapan dan standarisasi yang telah ditentukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang. Data ini digunakan untuk mengetahui cara pembuatan paspor yang benar.

2. Kuesioner.

Pembuatan kuesioner bertujuan untuk mengukur seberapa besar tingkat kepuasan karyawan karyawan terhadap pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab dan kewajibannya.

Dalam kuesioner tersebut menggunakan lima variabel yaitu P-E fit, P-J fit, N-S fit, kesehatan dan tingkat pelayanan.

3. Data Statistik Pembuatan Paspor.

Data Statistik ini merupakan hasil dari rata-rata jumlah paspor yang dihasilkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang selama satu tahun. Data ini berguna untuk memperbaiki sistem flow chart sehingga dapat berjalan dengan baik.

5. Pengolahan Data

Item tes yang digunakan dalam kuesioner akan diuji reliabilitasnya berdasarkan Cronbach’s Alpha. Menurut Budiharto (2008) alat tes yang reliabel adalah alat tes yang memiliki Cronbach’s Alpha lebih dari 0,6. Oleh karena itu alat tes yang dipakai dalam penelitian ini akan diuji reliabilitasnya. Alat tes yang reliabel akan diolah untuk selanjutnya di proses untuk mengetahui apakah peranan kepuasan karyawan berhubungan terhadap tingkat pelayanan.

6. Analisis Data

Setelah data tersebut diolah, tahap selanjutnya menganalisa dengan dua metode, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif.

1. Pendekatan Kualitatif

Pendekatan Kualitatif dilakukan dengan cara deskriptif analisis. Deskriptif analisis ini berdasarkan hasil uji kuesioner sesuai dengan parameter-nya masing-masing.

7. Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat berasal dari mengidentifikasi permasalahan yang ada.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengolahan Data

Pendekatan Kuantitatif

Hasil uji kuesioner sebanyak 28 pertanyaan menggunakan skala likert yaitu 1-5. Untuk skala likert 1-5, angka ini menunjukkan rendah tingginya jawaban yang diperoleh. Angka satu menunjukkan rendahnya nilai skala likert sedangkan angka lima menunjukkan nilai paling tinggi pada skala likert untuk pertanyaan 1-28.

(5)

Tabel 1 Pengolahan Data Hasil Uji Kuesioner No

Pertanyaan Jumlah Skala Likert Rata-rata

1 231 3,85

2 217 3,62

3 231 3,85

4 227 3,78

5 222 3,7

6 224 3,73

7 229 3,82

8 242 4,03

9 227 3,78

10 213 3,55

11 225 3,75

12 250 4,17

13 253 4,22

14 230 3,83

15 257 4,28

16 254 4,23

17 251 4,18

18 255 4,25

19 174 2,90

20 230 3,83

21 224 3,73

22 237 3,95

23 237 3,95

24 242 4,03

25 262 4.37

26 261 4.35

27 287 4.78

28 280 4.67

(6)

Tabel 2 Pengolahan Data Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel Cronbach’s

Alpha

Jumlah Soal

Nomor Pertanyaan

1 P-O FIT 0,80 3 1-3

2 N-S FIT 0,81 3 4-6

3 P-J FIT 0,77 3 7-9

4 P-E FIT 0,91 9 1-9

5 Kesehatan 0,84 15 10-24

6 Tingkat Pelayanan 0,66 4 25-28

Pendekatan Kualitatif

Deskriptif Analisis Hasil Kuesioner

Dari data kuesioner yang telah dikumpulkan maka dapat rata-rata sebagai berikut : Tabel 4 Hasil Kuesioner

Variabel Rata-rata

P-O FIT 3,77

N-S FIT 3,74

P-J FIT 3,88

Kesehatan 3,92

Tingkat Pelayanan 4.54

Data yang didapat dari hasil kuesioner sebanyak 60 responden dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1. P-O FIT

Mean dari variabel P-O FIT adalah 3,77 (Kuesioner pertanyaan nomor 1,2,3). Dari nilai Mean yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi kecocokan nilai-nilai visi, misi dan pemikiran antara karyawan dengan organisasi.

2. N-S FIT

Mean dari variabel N-S FIT adalah 3,74 (Kuesioner pertanyaan nomor 4,5,6). Dari nilai Mean yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa jenis pekerjaan yang ditawarkan oleh organisasi kepada seorang karyawan sudah sesuai dengan upah kerja yang didapatkan.

3. P-J FIT

Mean dari variabel P-J FIT adalah 3,88 (Kuesioner pertanyaan nomor 7,8,9). Dari nilai Mean yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kepribadian yang dimiliki oleh karyawan sudah sesuai dengan jenis pekerjaan yang dimilikinya. Sehingga kepuasan karyawan dalam melakukan pekerjaan nya juga akan meningkat.

4. Kesehatan

Mean dari variabel kesehatan adalah 3,92 (Kuesioner pertanyaan nomor 10-24). Dari nilai Mean yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kesehatan jasmani dan rohani yang dimiliki oleh setiap karyawan sudah terbebas dari gangguan kesehatan. Sehingga, aspek penunjang produktifitas dalam berorganisasi menjadi lebih optimal.

5. Tingkat Pelayanan

Mean dari variabel tingkat pelayanan adalah 4,54 (Kuesioner pertanyaan 25-28). Dari nilai Mean yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh karyawan sudah memiliki standar untuk memberikan pelayanan yang baik.

(7)

Dari hasil uji kuesioner yang didapat, dengan menggunakan lima variabel yang saling berhubungan, tingkat kepuasan karyawan di Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang sudah menunjukkan nilai mean yang diatas rata-rata. Hal ini dapat dilihat dari nilai mean dari masing-masing variabel. Sehingga kepuasan karyawan yang ada sudah cukup baik.

Tabel 5 Pengolahan Data Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel Cronbach’s

Alpha

Jumlah Soal

Nomor Pertanyaan

1 P-O FIT 0,80 3 1-3

2 N-S FIT 0,81 3 4-6

3 P-J FIT 0,77 3 7-9

4 P-E FIT 0,91 9 1-9

5 Kesehatan 0,84 15 10-24

6 Tingkat Pelayanan 0,66 4 25-28

Deskriptif Analisis Resume Kinerja Pelayanan Paspor

Berdasarkan pencapaian data resume kinerja pelayanan paspor, dapat disimpulkan bahwa dari bulan Februari 2013 s/d April 2013 pelayanan pembuatan paspor memiliki rentang waktu rata-rata tiga hingga empat hari kerja. Perhitungan ini tidak dimulai dari awal proses pembuatan paspor. Dimana proses tersebut terdiri dari pengecekan berkas, proses permohonan paspor, dan pembayaran paspor. Dijelaskan bahwa operator yang bertindak disini tidak sebagai penentu cepat lambatnya proses pembuatan paspor, melainkan pemohon itu sendiri yang menentukan. Kinerja pelayanan paspor dapat dimulai dari tahapan wawancara, di tahap ini operator bekerja sebagai penentu cepat lambatnya proses pembuatan paspor.

Kinerja Pelayanan Paspor Bulan Februari 2013

Tabel 6 Kinerja Pelayanan Paspor Bulan Februari 2013

Dapat dilihat dari tabel diatas pelayanan pembuatan paspor yang paling banyak jumlahnya ketika 3 hingga 4 hari kerja. Pembuatan paspor selama 3 hari kerja menghasilkan paspor sebanyak 2140 paspor, sedangkan untuk 4 hari kerja menghasilkan paspor sebanyak 3338 paspor. Jumlah ini merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan hari kerja yang lain. Total paspor yang terbuat sebanyak 6242 paspor.

Hari Kerja Jumlah Persen

1-2 hari 306 4,9 %

3 hari 2140 34,28 %

4 hari 3338 53,48 %

5-10 hari 394 6,31 %

11-15 hari 18 0,29 %

15-30 hari 6 0,1 %

Belum diselesaikan 40 0,64 %

Total 6242 100 %

(8)

Kinerja Pelayanan Paspor Bulan Maret 2013

Tabel 7 Kinerja Pelayanan Paspor Bulan Maret 2013

Hari Kerja Jumlah Persen

1 hari 8 0,13 %

2 hari 186 3,02 %

3 hari 2852 46,25 %

4 hari 2090 33,89 %

5 hari 728 11,8 %

6 hari 145 2,35 %

1-2 minggu 83 1,35 %

2-3 minggu 18 0,29 %

3 minggu – 1 bulan 6 0,1 %

1-2 bulan 1 0,02 %

Belum dikerjakan / tolak 50 0,8 %

Total 6167 100%

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pada hari kerja ketiga dan keempat pelayanan pembuatan paspor mencapai jumlah tertinggi. Dengan jumlah 2852 paspor pada hari kerja ketiga, dan pada hari keempat dengan jumlah 2090 paspor. Pada bulan Maret 2013 total pembuatan paspor 6167 paspor.

Kinerja Pelayanan Paspor Bulan April 2013

Tabel 8 Kinerja Pelayanan Paspor Bulan April 2013

Hari Kerja Jumlah Persen

1 hari 7 0,89 %

2 hari 377 4,82 %

3 hari 5414 69,29%

4 hari 1277 16,34 %

5 hari 162 2,07 %

6 hari 51 0,65 %

1-2 minggu 49 0,63 %

2-3 minggu 6 0,08 %

Belum dikerjakan / tolak 471 6,03 %

Total 7814 100 %

Jika dilihat dari tabel diatas, kesimpulan yang didapat adalah pencapaian tertinggi pada pelayanan pembuatan paspor terjadi ketika hari ketiga yaitu sebesar 5414 paspor. Dengan total pembuatan paspor pada bulan ini sebanyak 7814 paspor.

Deskriptif Analisis Uji Reliabilitas

Suatu data dinyatakan layak untuk digunakan dalam pengolahan data, dapat dilihat dari uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Nilai Cronbach’s Alpha untuk kelima variabel penelitian ini menunjukkan nilai α > 0,6. Nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel P-O FIT = 0,80, untuk variabel N-S FIT = 0,81, untuk variabel P-J FIT = 0,77, untuk variabel Kesehatan = 0,84, dan untuk variabel Tingkat Pelayanan = 0,66.

Deskriptif Analisis Sistem Antrian Hari Pertama

Langkah pertama dalam pembuatan paspor adalah mengambil dan mengisi formulir. Setelah mengisi formulir pemohon menyerahkan formulir beserta berkas-berkas yang dibutuhkan. Berkas-berkas tersebut

(9)

terdiri dari foto copy KTP dan Kartu Keluarga. Pemohon tidak melakukan antrian tetapi dipersilahkan menunggu untuk dipanggil kembali setelah petugas penyerahan berkas yang terdiri dari dua operator mengecek berkas dan formulir yang telah diserahkan. Jika ada kesalahan dalam penyerahan berkas, maka pemohon harus melengkapi berkas yang tidak lengkap. Langkah kedua pemohon mendapatkan nomor antrian untuk menuju ke proses selanjutnya yaitu permohonan paspor yang terdiri dari empat loket. Nomor antrian yang didapat sesuai dengan nomor yang tertera pada mesin. Pemanggilan nomor antrian yang dilakukan oleh mesin berdasarkan perorangan atau satu persatu. Permohonan paspor ini bertujuan untuk pengecekan ulang dalam penyerahan berkas yang akan didaftarkan sebagai permohonan paspor dan akan mendapatkan barcode yang berfungsi sebagai scanning agar mendapatkan nomor antrian untuk proses pembayaran. Setelah proses ini pemohon diizinkan pulang dan kembali keesokan harinya (hari kerja) untuk melakukan pembayaran.

Hari Kedua

Langkah ketiga dalam pembuatan paspor adalah melakukan pembayaran yang terdiri dari dua loket.

Sebelum melakukan pembayaran, pemohon melakukan scanning untuk mendapatkan nomor antrian pada loket pembayaran. Setelah mendapatkan nomor antrian pemohon menunggu sampai nomor yang didapat dipanggil otomatis oleh mesin. Pembayaran dilakukan untuk mendapatkan bukti pembayaran yang nantinya diberikan pada asaat pengambilan paspor. Langkah keempat adalah wawancara, foto dan pengambilan 10 sidik jari. Langkah keempat ini berlangsung dalam satu ruangan yang terdiri dari dua loket foto dan sidik jari beserta dua loket wawancara. Nomor antrian yang dipakai pada saat wawancara, foto dan pengambilan 10 sidik jari adalah antrian yang sama dengan antrian yang sebelumnya yaitu antrian pembayaran. Pemanggilan nomor antrian yang dilakukan oleh mesin, tiga hingga empat nomor antrian. Setelah proses tersebut pemohon diizinkan pulang dan kembali empat hari kerja berikutnya.

Hari Keenam

Langkah kelima adalah pengambilan paspor. Di sini pemohon menunjukkan bukti pembayaran yang didapat pada saat pembayaran paspor. Setelah paspor diserahkan, pemohon menandatangani paspor tersebut.

Dalam proses ini pemohon langsung menuju loket tanpa mendapatkan nomor antrian. Setelah melakukan kelima langkah ini, pemohon dapat membawa pulang paspornya.

SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Hasil uji statistik menunjukkan, bahwa karyawan yang bekerja di Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang memiliki tingkat keselarasan di atas rata-rata, yang dicerminkan dengan nilai mean sebesar 3.77 untuk P-O Fit (keselarasan antara individu dengan nilai-nilai organisasi), 3.73 untuk N-S Fit (keselarasan kompensasi yang diberikan organisasi kepada individu terhadap kinerja yang diberikan oleh individu), 3.87 untuk P-J Fit (keselarasan antara kompetensi individu dengan tuntutan kerja). Tingkat kesehatan karyawan juga berada di atas rata-rata, dengan nilai mean sebesar 3,92 (rata-rata karyawan Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang tidak mengalami gangguan kesehatan yang dapat menghambat kinerja).

Untuk tingkat pelayanan yang diberikan juga berada di atas rata-rata, yaitu dengan nilai mean sebesar 4,54 (rata-rata tingkat pelayanan yang diberikan tidak bermasalah).

2. Seluruh alat test yang digunakan dalam penelitian ini, terbukti reliabel. Pada variabel tingkat pelayanan nilai Cronbach’s Alpha nya adalah 0,66.

3. Dilihat dari data statistik pembuatan paspor perharinya yang menghasilkan 300 hingga 400 paspor, flow chart sistem pelayanan dan antrian yang berjalan, sudah menunjukkan bahwa flow chart yang ada itu sudah mendukung untuk memberikan pelayanan yang pada umumnya tidak bermasalah.

(10)

Saran

1. Flow chart perbaikan untuk sistem antrian yang dibuat dalam penelitian ini, perlu diuji lebih lanjut dalam implementasinya, melalui penelitian selanjutnya.

2. Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang perlu terus melakukan perbaikan berkesinambungan, agar tingkat kepuasan karyawan, tingkat pelayanan, dan tingkat keselarasan, bisa terus terjaga, dan terus terkoreksi, sehingga kinerja organisasi bisa bersifat kondusif terhadap keberlangsungan organisasi.

3. Informasi tentang sistem pembuatan paspor secara online, perlu dikomunikasikan kepada masyarakat luas, termasuk penjadwalan yang ditentukan, sehingga standar tingkat pelayanan bisa terus ditingkatkan.

REFERENSI

Budiharto. (2008). Metodologi Penelitian Kesehatan. (jilid-1). Jakarta : Buku Kedokteran Gigi.

Hana Chrysanti Widyastuti. (2009). Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Komitmen Pada Perawat Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum, 1, 5&15.

Ibrahim Jati Kusuma. (2010). Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan PT. Bitratex Industries Semarang, 1, 3-9.

Janos Sztrik. (2010). Queueing Theory and its Applications, 1, 10.

Nuryati. (2009). Analisis Hubungan Antara Berbagai Dimensi Sikap Individual Dalam Mengelola Keluarga dan Karir, 9(1), 29-30.

Prof. Dr. Ir. H. Ginandjar Kartasasmita. (2012). Mengukur Kinerja Pelayanan dan Kepuasan Konsumen.

(jilid-3). Jakarta : Pustaka Reka Cipta, Pustaka Fikriis.

Prof. Dr. Wibowo, S.E., M. Phil. (2007). Manajemen Kinerja. (jilid-1). Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.

Pupu Saeful Rahmat. (2009). Penelitian Kualitatif, 5(9), 2-3.

Robert L. Mathis – John H. Jackson. (2006). Human Resource Management. (jilid-10). Jakarta : Salemba Empat.

Sasmita Rosari. (2009). Hubungan Antara Budaya Perusahaan Dengan Persepsi Terhadap Pengembangan Karir Pada Karyawan, 17(3), 258.

Sritomo Wignjosoebroto. (2003). Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. (jilid-3). Surabaya : Guna Widya.

Sritomo Wignjosoebroto. (2003). Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. (jilid-3). Surabaya : Prima Printing.

Tinjung Desy Nursanti; Herlina. (2012). Analisis Pengaruh Suasana Toko, Variasi Merchandise, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Aksesoris Gadget, 1, 4.

RIWAYAT PENULIS

Chandra lahir di Pangkal Pinang 04 Agustus 1990. Penulis menamatkan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Teknik Industri pada tahun 2009.

Medi Yudhistira Nugraha lahir di Cilacap 04 Maret 1991. Penulis menamatkan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Teknik Industri pada tahun 2009.

Rangga Wisnuwardhana lahir di Jakarta 18 Oktober 1991. Penulis menamatkan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Teknik Industri pada tahun 2009.

Gambar

Tabel 1 Pengolahan Data Hasil Uji Kuesioner  No
Tabel 8 Kinerja Pelayanan Paspor Bulan April 2013

Referensi

Dokumen terkait

Hambatan- hambatan yang ditemukan dalam menegakkan hukum perkawinan nasional adalah masih terjadinya perceraian di luar Mahkamah Syar’iyah dan terhadap perceraian tersebut

1) Terhadap ayah atau ibunya yang sah, terhadap suami, istri, atau terhadap anaknya sendiri. 2) Terhadap seorang pegawai negeri yang sedang menjalankan tugas jabatannya

merchant yang sudah tidak transaksi selama satu bulan, lalu penulis menanyakan satu persatu mengapa EDC tersebut tidak melakukan proses transaksi selama satu bulan dan

Ketiga bagian tersebut disusun menjadi satu-kesatuan struktur yang harmonis dalam berkomposisi kreasi pepanggulan ini; Garapan komposisi kreasi pepanggulan mematuh

Ambasari. Hubungan Riwayat Hipertensi pada Keluarga dengan Aktivitas Saraf Otonom. Analisis hubungan faktor – faktor risiko hipertensi dengan kejadian hipertensi pada

Kesimpulan : Pemberian ekstrak kulit kacang tanah dosis 300, 600, dan 1200 mg/kgBB/hari pada tikus yang diinduksi diet tinggi lemak memiliki efek yang setara

Hasil perhitungan dan perbandingan laba dengan modal pada Rentabilitas Ekonomis dimana modal yang digunakan merupakan penjumlahan dari modal asing dan modal sendiri yang

Skripsi yang berjudul “Evaluasi Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi pada Siklus Pendapatan (Studi Kasus pada PT. MITRA MULIA BANGUN PUTERA)”, disusun untuk memperoleh gelar