PERATURAN MENTERI TENAGA KBRIA RI NO. PER-06IMEN/1994
TBNTANG
RETRIBUSI PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA,
MBNTERI TENAGA KERJA R.I.,
Menimbang
Mengingat
b.
c.
l.
3.
4.
bahwa
untuk
peningkatan pelaksanaan tugas-tugas pemerintahdi bidang
ketenagakerjaan khususnya pengawasan keselamatan dankesehatan kerja, perlu diatur pemungutan Retribusi
sebagai pelaksanaanpasal 7
Undang-UndangNo. I tahun 1970,
yangmerupakan penerimaan negara
bukan pajak untuk
Pembiayaan Pembangunan;bah w a Peratu ran Menteri Ten aga Kerj a No. Per.06/lVlen/ I 9 8 8 tentan g
Retribusi
PengawasanNorma
Keselamatandan
KesehatanKerja
dipandangtidak
sesuailagi
dengan kebutuhan,sehingga
perlu disempurnakan;bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Peraturan Menteri.
Undang-undang Uap tahun 1930 (Stb tahun 1930 No. 225).
Undang-undang
No.
14tahun
1969 tentang Ketentuan-ketentuan pokok mengenai Tenaga Kerja (Lembaran Negara RI Tahun 1969 No.55, Tambahan Lembaran Negara No. 2912).
Undang-undang
No. I Tahun
1970tentang
KeselamatanKerja
(Lernbaran Negara RI Tahun I 970 No. l, Tambahan Lembaran Negara No. 2918).Peraturan Pemerintah
No.
19 Tahun 1973 tentang Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja dibidang Pertambangan (Lembaran Negara tahun 1973 No. 25, Tambahan Lembaran Lembaran Negara No. 3003).Keputusan Presiden RI No. 95/lvl Tahun 1993 tentang Pembentukan
Kabinet Pembangunan
VI.
,Keputusan Presiden
RI No.
16Tahun
1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.5.
6.
n
7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.
O2lMenll992
tentangTata Cara Penunjukan, Kewajiban dan WewenangAhli
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Surat
Menteri
KeuanganRI No. S. 2l3lMK.O3ll993 tanggal
15Februari
1993perihal ijin
penggunaanlangsung
sebagian hasil pungutan retribusi Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja;Surat Menteri Keuangan No.
S-830/l\4K.O311993tanggal
30Nopember 1994 perihal Usul lzin
PerubahanTarif
Retribusi PengawasanNorma
Keselamatan dan Kesehatan Kerja/Perubahan Permenaker No. Per-06/LIen/ I 988.MEMUTUSKAN:
PERATURAN MENTERI TENAGA KERIA TENTANG RETRIBUSI PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal I
Dalam Peraturan Menteri
ini
yang dimaksud dengan :Retribusi
PengawasanNorma
Keselamatandan
KesehatanKerja
adalah pungutan dalam bentuk uangoleh
Pemerintah sebagai jasa pelayanan atas pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Pengawasan adalah kegiatan pemeriksaan dan atau pengujian secara langsung yang dilakukan oleh Pengawai Pengawas Ketenagakerjaan terhadap syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemeriksaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pegawai Pengawas ketenagakerjaan atau
Ahli
Keselamatandan
KesehatanKerja
di perusahaanuntuk melihat
dan mendengar guna memperoleh datatentang
keadaantempat kerja,
tenagakerja, kondisi kerja
dan lingkungan kerja.Pemeriksaan dan atau pengujian pertama adalah
p#eriksaan
dan atau pengujian terhadap obyek pengawasan yang baru atau yang belum pernah diperiksa.Memperhatikan
:l.
Menetapkan
b.
c.
d.
t2
f.
ob'
h.
J.
k.
Pemeriksaan dan atau pengujian berkala adalah pemeriksaan dan atau pengujian yang
dilakukan
secaraperiodik untuk
mengetahui dipenuhinya syarat keselamatan dan kesehatan kerja, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pengujian adalah kegiatan penilaian terhadap
obyek
pengawasanyang bersifat teknis dan
mempunyairesiko
bahaya dengan cara memberi beban atau denganteknik
pengujianlain
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pemeriksaan atau pengujian ulang adalah pemeriksaan
atau pengujian kembali oleh Pegawai Pengawas, Ketenagakerjaan atauAhli
Keselamatandan
kesehatanKerja yang lebih senior
atas permintaan pengusaha.Perusahaan
jasa
pemeriksaandan pengujian tehnik
keselamatan dan kesehatan kerja adalah perusahaan yangditunjuk
oleh MenteriTenaga Kerja yang bergerak di bidang jasa
pemeriksaan dan pengujian tehnik keselamatan dan kesehatan kerja.Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai
Tehnis berkeahlian khususdari
Departemen TenagaKerja
yangditunjuk
oleh Menteri Tenaga Kerja.Ahli
Keselamatandan
KesehatanKerja adalah tenaga
tehnis berkeahlian khususdari luar
Departemen TenagaKerja yang di- tuniuk oleh Menteri
TenagaKerja untuk
mengawasi ditaatinya Undang-undang tentang Keselamatan Kerja.Direktur
adalah pejabat yang ditunjukuntuk
melaksanakan Undang-Undang Keselamatan Kerja.Pengusaha adalah :
oleh Menteri
Tenaga KerjaNo. I Tahun
1970 tentangl. Orang,
persekutuanatau
badanhukum yang
menjalankan suatu perusahaanmilik
sendiri.2. Orang,
persekutuan atau badanhukum yang
secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukanmiliknya.
3.
Orang, persekutuan atau badan hukumyangberadadi Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana tersebut pada angkaI dan2
yang berkedudukandi
luar wilayah Indonesia.l3
m.
n.
(l)
(2)
(3)
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan tenaga kerja dengan tujuan mencari untung atau
tidak baik milik
swasta maupunmilik
negara.Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap
di
mana tenaga kerja bekerja atau yang seringdimasuki
tenagakerja untuk
keperluan suatu usahadan di
mana terdapat sumber atau sumber bahaya.o. Bendaharawan Khusus Penerima adalah pegawai negeri
di lingkungan Departemen TenagaKerja
yangditunjuk oleh
MenteriTenaga Kerja dengan tugas memungut, menagih,
menerima,membukukan, menyimpan, menyetorkan dan
mempertanggung jawabkan uang retribusi.Pasal 2
(
l)
PengawasanNorma
Keselamatan dan KesehatanKerja
dilakukan terhadap setiap perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja.(2)
Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat(l)
dilakukan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaanatau ahli
keselamatan dan kesehatan kerja.Pasal 3
Pengawasan
oleh
Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan atauAhli
Keselamatan
dan
KesehatanKerja
sebagaimana dimaksud dalampasal 2 ayat (2) dilakukan
terhadapobyek
pengawasan yaitu tempat kerja, mesin-mesin, pesawat-pesawat, instalasi-instalasi dan balran-bahan berbahaya.Pengawasan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (l)
termasuk gambar rencana.Pengawasan terhadap
obyek
pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (l)
tetap berlangsung selamapengusahatidak melaporkan penghentian atau penutupan obyek pengawasan.Pasal 4
Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesef,atan
Kerjauntuk
temaptkeria
sebagaimanadimaksud dalam pasal 3 ayat (l) meliputi
pemeriksaan atau pengujian pertama atau berkala atau ulang terhadapl4
(l)
suhu kerja atau kebisingan atau kelembaban atau cahaya penerangan atau debu atau sanitasi atau
kantin
atau sarana Keselamatan dan Kesehatan Kerja.(2)
PengawasanNorma
Keselamatandan Kesehatan Kerja
untukpemeriksaan atau pengujian mesin-mesin,
pesawat-pesawat,instalasi-instalasi dan bahan-bahan berbahaya
sebagaiman adimaksuddalam
pasal3 ayat (l) terdiri dari
pemeriksaan dan atau pengujian terhadap ketel (uap, air panas, minyak,listrik),
bejana uap, pemanas air, superheater dan ekonomiser yangberdiri
sendiri, pengering uap atau superheater yangberdiri
sendiri, bejana tekan, instalasi pemipaan, dapur atau tanur, pesawat pembangkit gas karbit,pembangkit listrik atau
generator,lekomotif, jalan rel
industri, konveyor, escalator, mesin perkakas, mesin produksi, pesawat angkat (crane0. gondola,forklift,
skylift,
perancah, tangki apung, instalasilistrik, instalasi alarm kebakaran otomatis, instalasi
pemadam kebakaran,alat
pemadamapi ringan, instalasi hydrant,
instalasispringkler, hydrostatistest, pompa hidrant/springkler,
instalasi pemadamotomatis, instalasi
pemancarradio, instalasi
menarakontrol, instalasi elektromedic, pesawat penerima
gelom-bang elektronik, instalasi penyalur petir,lift,
kipas tekanan udara, instalasi pengolah limbah, instalasi radiasi dan bahankimia
berbahaya.(3)
PengawasanNorma
Keselamatandan Kesehatan Kerja
untuk pemeriksaan gambar rencana sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (2) meliputi gambar rencana pembuatan/perakitan atau reparasi atau modifikasi dari ketel (uap, airpanas,minyak,listrik),
bejanauap, pemanasair,
superheaterdan ekonomiser yang berdiri
sendiri, pengeling uap atau superheater yangberdiri
sendiri, bejana tekan, instalasi pemipaan, dapur atau tanur, pesawat pembangkit gs karbit,pembangkit listrik, atau
generator,lokomotif, jalan rel
indsutri, konveyor, escalator, mesin perkakas, mesin produksi, pesawat angkat (crane), gondola,forklift,
skylift,
perancah, tangki apung, instalasilistrik,
instalasi alarm kebakaran pemadam apiringan,
instalsi hy- drant, instalasi springkler, instalasi hydrostatis, instalasi pemancar radio, instalasi menarakontrol,
instalasi pelayanan medis, pesawat antena penerima gelombang elektronik, instalasi penyalur petir,lift,
instalasi pengolah limbah, instalasi radiasi dan bahan yang berbahaya.
(4) Dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja dapat dirubah rincian seperti tersebut dalam ayat (
l), (2)
dan(3)
sesuai den'gan perkembangan teknik dan tehnologi.l5
PENETAPAN TARIF RETRIBUSI PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERIA
Pasal 5
(l)
Pengusahawajib
membayarretribusi untuk
pengawasan norrna keselamatandan
kesehatankerja terhadap obyek
pengawasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat(l)
dan (2).(2)
Kewajiban membayar retribusi sebagaiman adimaksud dalam ayat ( I ) dilakukan setelah pemeriksaan dan atau pengujian keselamatandan kesehatan kerja dilakukan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan atauAhli
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.(3)
Dalam hal pengusaha tidak melaporkan penghentian atua penutupan obyek pengawasan sebagaimana dimaksud dalam pasal3
ayat (3), rnaka kewajiban membayar retribusi tetap berlangsung.Pasal 6
Kewajiban membayar retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat
(
l) tidak
dikenakan terhadapobyek
pengawasanbagi
perusahaan yang bergerak dibidang sosial.Pasal 7
Tarif retribusi
terhadapobyek
pengawasantempat kerja
sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat ( I ) ditetapkan berdasarkan luas lantai per meter persegi per bangunan.Pasal 8
(
l) Tarif
Retribusi terhadap obyek pengawasan untukmesin,
pesawat, instalasi dan bahan berbahaya ditetapkan sebagaiberikut
:l)
Ketel dihitung per meter persegi luas pemanasan.23)
Ketellistrik
dihitung menurut ton kapasitas maksimum sesuai perencanaan.3) Bejana Uap,
pemanasair dan ekonomiser yang
berdirisendiri
serta menguapdihitung
menurutmeter
persegi luas pemanasan atauliter
volume, bagi yang tidak mempunyai luas pemanasan.4\
Pengering Uap atau superheater yangberdiri
send,iri dihitungt6
s)
6)
7)
menurut meter persegi luas pemenasan.
Bejana Tekan
dihitung
menurutjumlah
bejanaatau
satuanunit.
Instalasi Pemipaan dihitung menurut unitjaringan dari masing- masing jenis fluida.
Dapur atau tanur
dihitung
menurutton
kapasitas maksimum perencanaan.8)
Pesawat Pembangkit GasKarbit dihitung
menurutkilogram
kapasitas pengisian batu karbit.9)
Pesawat PembangkitListrik dihitung menurut
satuan daya tenaga kuda penggeraknya.l0) Lokomotif
dihitung menurut satuan unit.I
l) Jaringan Rel Industri dihitung menurut kilometer
satuan panjang.12)
Conveyordihitung
menurutkilogram
satuan kapasitas mulai angkut.Escalator dihitung menurut satuan unit.
Mesin Perkakas, Mesin Produksi, dihitung menurut daya tenaga kuda penggeraknya atau ton kapasitas perencanaan.
Pesawat
Angkat
ataucrane dihitung
menurutton
kapasitas maksimum angkat.l6)
Gondola dihitung menurut satuan unit.l7) Forklift
dihitung menurut ton kapasitas maksimum angkat.l8)
Skylift
dihitung menurut satuan unit.l9)
Perancah dihitung menurut meter persegi luas bidang.20)
Tangki Apung dihitung menurut ton kapasitas angkut.2l) Instalasi Listrik dihitung menurut Kilovoft Ampere (KVA)
satuan daya.
22\
InstalasiAlarm
Kebakarandihitung
menurut zone atau tiapt3)
t4)
ts)
t7
22)
InstalasiAlarm
Kebakarandihitung
menurut zone atau tiap 20titik
detektor.23) Instalasi
Pemadam Kebakarandihitung menurut tiap
pipa pembagi atau maksimum 48titik.
24\
Instalasi Penyalur Petir dihitung menurut satuan bangunan.25) Lift
dihitung menurut satuan unit.26)
Instalasi Pengolah Limbah dihitung menurut satuan unit.28)
BahanKimia
Berbahaya dihitung menurut satuan kilogram.29)
Gambar rencana dihitung per satuan permohonan.30)
Instalasi hydrant dihitung per-uniVhydrant pilar.3l)
Instalasi Pringkler dihitung menurut tiap 48titik.
32)
Instalasi Pemadam Otomatic dihitung menurut unit.33. Alat
PemadamApi
Ringan dihitung menurutunit
(maksimum200 unit).
34)
Instalasi Pemancar Radio dihitung menurut satuan unit.35)
Instalasi Pelayanan Medis dihitung menurut unit.36)
PesawatAntena
Penerima GelombangElektronik
dihitung menurut unit.(2)
Besarnyatarif
retribusi obyek pengawasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 dan 8 ayat ( I ) sebagaimana tercantum dalam lampiranI
Peratuian Menteri ini.Pasal 9
Untuk
pemeriksaanberkala atau ulang terhadap obyek
pengawasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 dan 8 ayat(l) tarif
retribusi ditetap-kan
sebesar 75Vo(tujuh puluh lima per
seratus)dari tarif
pemeriksaan peltama.l8
BAB III
TATA CARA PEMUNGUTAN, PELAPORAN DAN PEMBAYARAN RETRIBUSI
Pasal
l0
Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan atau
Ahli
Keselamatan dan Kesehatan Akerja, pada hari pemeriksaan dan atau pengujian selesaidilakukan,
harus menyampaikan kepada pengusahaformulir
isian retribusi bentukRl
sebagaimana tercantum dalam LampiranII AA
Peraturan Menteri ini.
Pengusaha setelah menerima
formulir
isian sebagaimana dimaksuddalam ayat (l) wajib mengisi
dan mengembalikan kepaa Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal penerimaanformulir.
Kepala KantorDepartemen Tenaga Kerja setempat atau petugas yang
ditunjuk
setelah menerimaformulir isian
sebagaimana dimaksud dalam ayat(2) meneliti kebenarannyadan memberi pengesahan sertamenerbitkan surat keputusan penetapan retribusi bentuk
R2 sebagaimanatercantum dalam Lampiran II B dansurat
setoranretribusi
bentukR3
sebagaimana tercantumdalam lampiran II
CPeraturan Menteri ini.
(4)
Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat atau petugas yang clitunjuk menyampaikan surat keputusan penetapan retribusi dan surat setoranretribusi
sebagaimanadimaksud dalam ayat (3)
kepada pengusaha dalam waktu palinglamal
(tujuh) hari, sejakformulir
isian retribusi diterima.Pasal l
l
Ahli
Keselamatandan Kesehatan Kerja yang akan
melaksanakan pemeriksaan dan atau pen guj ian sebagaimana dimaksud dalam pasal I 0 ayat(l)
sebelum dan sesudahnyawajib
melapor kepadaKantor
Departemen Tenaga Keria setempat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pasal I
(l)
Pengusahawajib
membayarretribusi yang
besarnya sebagaimana tecantum dalam surat keputusan penetapanretribusi
sebagaimana adirnaksud dalam pasal 10 ayat (3) dalam waktu paling lamaI
(satu)bulan
sejak diterimanya surat keputusandari Kantor
Departemen Tenaga Kerja setempat.(l)
(2)
(3)
l9
(2)
Pembayaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)wajib
dilakukan oleh pengusaha ke rekening Kantor Departemen Tenaga Kerja pada BankBRI
yang ditunjuk dan menyampaikan tembusan surat setoranretribusi
kepada BendaharawanKhusus Penerima pada
Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat.(3)
Untuk keperluan pembayaran sebagaimana dimaksud dalam ayat(2')Kepala Kantor
DepartemenTenaga Kerja setempat
rnembuka rekening pada salah satu BankBRI
setempat.Pasal
l3
(
l)
Dalam hal pengusahatidak
mengembalikanformulir
isian retribusi sebagaimanadimaksud dalam pasal l0 ayat (2), maka
Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja stempat dalam waktu paling lamal4
(empat belas) hari sejak berakhirnya batas waktu pengembalianforrnulir
isian tersebut akan menghitung dan menetapkan besarnya retribusi berdasarkan laporan pemeriksaan dan atau pengujian yangtelah dilakukan oleh Pegawai
Pengawas Ketenagakerjaan atauAhli
Keselamatan dan KesehatanKerja
dengan menerbitkan surat keputusan penetapan retribusi.(2) Kepala Kantor
Departemen TenagaKerja
setempat atau petugas yangditunjuk
menyampaikan surat keputusan penetapan retribusi dan surat setoran retribusi sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat(4)
kepada pengusahapaling
lama7 (tujuh) hari terhitung
sejak tanggal surat keputusan penetapan retribusi.(3)
Pengusahawajib
membayarretribusi
yang besarnya sebagaimana atercantum dalam surat keputusan penetapan retribusi sebagaimana tercantum dalam surat keputusan penetapanretribusi
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dalam waktu paling lamaI
(satu) bulan sejak diterimanya surat keputusan dari Kantor Departemen TenagaKerja
setempat.(4)
Pembayaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)wajib
dilakukan oleh pengusaha ke rekening Kantor Departemen Tenaga Kerja pada BankBRI
yang ditunjuk dan menyampaikan tembusan surat setoranretribusi
kepada BendaharawanKhusus Penerima pada
Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat.Pasal 14
(
l)
Pembayaranretribusi untuk
pemeriksaan gaimana dimaksud dalam pasal3
ayat 92) dapat pengesahan dari Direktur.gu*bu,
rencana seba- dilakukan setelah men-20
(2\ Untuk
mqndapatkan pengesahan sebagaimanadimaksud
dalamayat (l)
pengusahamengisi dan
menyampaikanformulir
isianbeserta gambar rencana kepada Direktur melalui
Kantor Departemen TenagaKerja
setempat dan dalam waktupaling
lama7 (tujuh) hari sejak formulir isian diterima Kantor
Departemen Tenaga Kerja harus sudah menyampaikan gambar rencana tersebut kepada Direktur.(3) Direktur
setelah menerimadan
memeriksaformulir isian
beserta gambar rencan asebagaiman adimaksuddalam
ayat(2)
memberi pengesahandengan menerbitkan surat keputusan
pengesahangambar rencana dan menyampaikan kepada Kepala
Kantor Departemen Tenaga Kerja yang bersangkutan.(4)
Kepala Kantor Departemen Tenagaferja
yang bersangkutan dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari setelah menerima gambar rencanayang
telah disahkanoleh Direktur
sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) menetapkan besarnya retribusi dengan menggunakan suratkeputusan
penetapandan surat setoran retribusi
sebagaimana dirnaksud dalam pasall0
ayat (3).Pasal 15
(l)
Bendaharawan Khusus Penerima membukukan semua penerimaan, pemungutandan penyetoran retribusi serta melaporkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(2\
Bendaharawan Khusus Penerimawajib
memungut dan menyetor- kan sebesar 75Vo (tujuhpuluh lima per seratus) dari hasil pemungutanretribusi ke
rekeningkas
negaramelalui Bank
Pemerintah yang ditunjuk dan mengambil serta meneytorkan sebesar 25Vo(duapuluh lima per
seratus)ke rekening
Sekretaris Jenderal Departemen Tenaga KerjaNo.
31.01.0070, melaluiBRI
setempat paling lama 6 (enam) hari kerja setelah penerimaan retribusi.(3)
Penggunaan langsung sebagiandan Retribusi
sebesar 25Vo(dua
puluh lima per seratus) sebagaimana dimaksud dalam^yat (2) untuk keperluan pembinaan
dan
pengawasanNorma
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.(4)
BendaharawanKhusus
Penerimamembuat lay'oran
rekapitulasitiap bulan
sesuai dengan ketentuanyang berlaku
dengna meng- gunakan bentuk pada LampiranIII
Peraturan Menteriini.
2l
Pasal 16
( I
)
Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja harus memonitor pelaksanaanpenerimaan dan penyetoran uang retribusi
yangdilakukan oleh kantor
DepartemenTenaga Kerja di
wilayahkedanya.
(2)
Kepala Kantor Wilayah Departemen TenagaKerja
setiap triwulan, harus menyampaikan laporan hasil penerimaan dan penyetoran uang retribusi yang dilaksanakandi
wilayah kerjanya kepada Sekretaris Jenderalc.q. Kepala Biro
Keuangan dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan c.q. Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja.BAB IV
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 17
Dalam hal
pemeriksaandan atau pengujian
dilaksanakanoleh Ahli
Keselamatan dan Kesehatan
Kerja
dari perusahaan jasa pemeriksaan dan pengujian tehnik keselamatan dan kesehatan kerja, perhitungan dan tatacara pembayarannya dilaksanakan berdasarkan peraturan ini
dan pemungutannya dibebankan kepada perusahaanjasa
pemeriksaan dan pengujian tehnik keselamatan dan kesehatan kerja.Pasal 18
(
l)
Besarnya tarip dan tata cara pemungutan retribusi untuk Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dilimpahkan kepada instansidi
luar Departemen Tenaga Kerja dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri ini.(2\
Instansidi luar
Departemen TenagaKerja
sebagaimana dimaksud dalarn ayat(l)
harus menyampaikan rencana pemungutan retribusi kepada Menteri Tenaga Kerja untuk tahun yang akan datang, dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelumnya(3)
Dalarnhal
instansidi
luar Departemen TenagafGrja
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), tidak menyampaikan rencana pemungutanretribusi kepada Menteri Tenaga Kerja, maka Menteri
dapat menetapkan besarnya tarip retribusi untuk tahun yang ak3n datang.22
Pasal 19
Kepala Kantor
Departemen TenagaKerja
setiap tahun harus membuat rencana pemungutan retribusi untuk tahun berikutnya dan menyampaikan kepada Menteri renaga Kerja cq. Direktur Jenderal pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan dalamwaktu paling
lama 6 (enam) bulan pada tahun berjalan.BAB V
SANKSI
Pasal 20
Pengusaha
yang
melanggarketentuan
sebagaimanadimaksud
dalampasal 5, pasal I 0 ayat (2), pasal I 1, pasal I 2 ay at
(r)dan
(2), dan pasal 13 ay at (3) dan (4) diancam dengan hukuman sesuai dengan pasall5 ayat(2)IJIJ No. I
tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal2l
Pegawai
Pengawas Ketenagakerjaanmerakukan
pengawasan untuk ditaatinya Peraturan Menteri ini.Pasal22
Dengan ditetapkannya Peraturan
Menteri ini, maka
peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per. 06/Men/1988 tentang Retribusi pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja dinyatakan tidak berraku lagi.Pasal 23
Peraturan Menteri
ini
mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Ditetapkan
di
:Pada
tanggal
:Jakarta
28 Desember 1994MENTERI TENAGA
KERJA R.I.ttd.
,
Drs.
Abdul Latief
23
t\)
5
LampiranI
:DAFTAR TARIF RETRIBUSI OBYEK PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERIA
Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I.
Nomor :
Per-06/Men/1994Tanggal :
28 Desember 1994No. Jenis Obyek Pengawasan Klasifikasi
TARIP
Gambar Rencana (GR) setiap permohonan lantai
bangunan, jaringan dsb.
Pertama Berkala
I 2 J 4 5 6
A.
B,
1.
TEMPAT KERJA UNTUK SETIAP BANGUNAN
MESIN/PESAWAT/INSTA-
LASIIBAHAN:
'Ketel uap, air panas, minyak untuk setiap ketel
DENGAN LUAS LANTAI
a.
b.
c.
d, e.
t.
s/d 500 m2 501 s/d 2000 m2 2001 s/d 5000 m2 5001 s/d 10.000 m23 10.001 s/d 20.000 m2 20,000 m2
Dengan luas pemanasan :
a.
s/d 50 m2b,
51 s/d 100 m2c.
101 Vd 500 m2d.
501 s/d 1.000 m2e. >
1.000 m2Rp.
50,000,-Rp Rp Rp Rp Rp Rp
25.000,- 50.000,- 75.000,- 100,000,- 125.000,- 150.000.-
Rp,
25.000,-Rp.
50.000,-Rp.
75,000,- Rp. 125.000,- Rp. 200.000,- Rp. 250.000,-Rp Rp Rp Rp Rp Rp
18.750,- 37.500,- 56.250,- 75,000,- 93.750,- I12.500,-
18.750,- 37.500,- 56.254,- 93.750,- 150.000,- 187.000,- Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp, Rp,
2 3 4 5 6 2
J
4
5
Ketel Listrik
Bejana uap/pemanas air atau ekonomiser yang berdiri sendiri/penguap
Pengering uap (superheater) yang berdiri sendiri
a.
Botol bajab.
c.
d.
Bejana transpor/unit Bejana stasioner/unit Pesawat Pendingin/unit
Dengan kapasitas :
a.
s/d 2,5 ton uap/jamb.
> 2,5 s/d 5 ton uap/jamc. >5-25tonuap/jam d.
> 25 ton uap/jam Dengan luas pemanasan :a.
s/d 20 m2b. 2l
s/d 50 m2c. 5l
s/d 100m2d. l0l
s/d 500 m2e.
> 500 m2atau dengan volume :
a.
s/d 500literb.
501 s/d 1000literc.
1001 s/d 5000literd.
5001 s/d 10000litere.
1001 s/d 50000 literf.
> 50.000literDengan luas pemanasan :
a.
s/d 50 m2b. 5l
Yd 100 m2c.
101 s/d 500 m2d.
> 500 m2 Dengan unit :a.
1 s/d 10 buahb.
1l s/d 100 buahc.
101 s/d 500 buahd.
501 s/d 1.000buahe.
> 1.000 buahRp 50.000
Rp.50.000
Rp.25.000
Rp.25.000,
Rp.
50.000,-Rp.
75.000,- Rp. 125.000,- .Rp.200.000,-Rp.
30.000,-Rp.
50.000,-Rp.
75.000,- Rp. 125.000,- Rp.200.000,-Rp.
20.000,-Rp.
25.000,-Rp.
40.000,-Rp.
60.000,-Rp.
80.000,- Rp. 100.000,-Rp.
Rp.
Rp.
Rp,
50.000,- 75.000,- 125.000,- 200.000,-
10.000,- 40.000,- 75.000,- 100.000,- 150.000,- 25,000,- 25.000,- 25.000,- Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
37.500,-Rp.
56.250,-Rp.
95.000,- Rp. 150.000,-Rp.
22.500.-Rp.
37.500,-Rp.
56.250,-Rp.
93.750,- Rp. 150.000,-Rp.
15.000,-Rp.
18.750,-Rp.
30.000,-Rp.
45.000,-Rp.
60.000,-Rp.
75.000,-Rp.
37.500,-Rp.
56.250,-Rp.
93.750,- Rp. 150,000,-Rp.
7.500,-Rp.
30.000,-Rp.
56.250,-Rp.
75.000,- Rp. 112.500,- Rp.Rp.
Rp.
18.750,- 18.750,- 18.750,- t\)Ltr
Instalasi Pemipaan
a.
Jaringan pipa uapb.
Jaringan pipa airc.
Jaringan pipa minyakd.
Jaringan pipa gasDapur atau tanur
Pesawar pembangkit gas karbit, dengan kapasitas pengisian :
Pesawat pembangkit listrik (generator) yang digerakkan turbin (uap, air, gas, atau motor diesel)
Lokomoif yang digerakkan mesln uap atua motor diesel Jalan/jaringan rel industri.
Jaringan pemipaan
Dengan kapasitas :
a.
s/d 25 tonb.
> 25 s/d 100 tonc. >
100 s/d 200 tond.
> 200 tonDengan kapasitas pengisian :
a.
s/dl0
kgb. > l0
s/d 50 kgc.
> 50 s/d 100 kgd.
> 100 kg Dengan daya:a.
s/d 100 tkb. >
100 s/d 500 tkc.
> 500 s/d 1.000 tkd. >
1.000 s/d 10.000 tke. >
10.000 tkDengan satuan unit Dengan panjang :
a.
s/d 2 kmb. >zkms/d5km c. >5km
Rp. 25.000,-
Rp. 50.000,-
Rp.50.000,- Rp.50.000,-
Rp.
2s.000,-Rp.
25.000,-Rp.
25.000,-Rp.
25.000,-Rp.
30.000,-Rp.
50.000,-Rp.
80.000,- Rp. 100.000,-Rp.
10.000,-Rp.
15.000,-Rp.
25.000,-Rp.
50.000,-Rp.
30.000,-Rp.
50.000,-Rp.
75.000,- Rp. 125.000,- Rp.200.000,-Rp.
30.000,-Rp.
30.000,-Rp.
50.000,-Rp.
75.000,-Rp.
18.750,-Rp.
18.750,-Rp.
18.750,-Rp.
18.750,-Rp.
22.500,-Rp.
37.500,-Rp.
60.000,-Rp.
75.000,-Rp.
7.500,-Rp.
I1.250,-Rp.
18.750,-Rp.
37.500,-Rp.
22.500,-Rp.
37.500,-Rp.
56.2s0,-Rp.
93.750,- Rp. 150.000,-Rp.
22.500,-Rp.
22.500,-Rp.
37.500,-Rp.
56.250,-2 J 4 5 6 t2
13
l4
t5
16.
17.
Conveyor
Escalator per unit
1. Mesin perkakas/mesin produksi yang digerakkan motor I i stril</motor bensin/
motor diesel/motor gas untuk setiap pk.
2.
Mesin perkakas/mesin pro- duksi yang digerakkan dengan h idraulik (pneumatik dengan kapasitasPesawat angkat/crane
Gondola per unit
'Forklift
Dengan kapasitas :
a.
s/d 25kg
jamb.
> 25 s/d 50 kg jamc.
> 50 kgjamDengan Daya :
a.
s/d 6 tkb. >6s/d20tk c.
> 20 s/d 50 tkd.
> 50 s/d 100 tke. >
100 tk Dengan kapasitasa.
s/d 5 tonb.
> 5 s/d 20 tonc.
> 20 s/d 50 tond.
> 50 ton Dengan kapasitas :a.
s/d 5 tonb.
> 5 s/d 10 tonc. > l0
s/d 30 tond.
> 30 s/d 50 tone.
> 50 s/d 100 tonf.
> 100 s/d 500 tong.
> 500 tonDengan kapasitas :
a.
s/d 5 ton b^ > 5 s/d 20 tonc.
> 20 s/d 30 tond.
> 30 s/d 50 tone.
> 50 tonRp. 25.000,-
Rp Rp
25.000 25.000
Rp. 25.000
Rp, 50.000
Rp.25.000,- Rp.25.000,-
Rp Rp Rp Rp
20.000,- 30.000,- 40.000,- 20.000,-
10.000,- 20.000,- 30.000,- 50.000,- 70.000,- 10.000,- 20.000,- 30.000,- 50.000,-
20.000,- 25.000,- 30.000,- 40.000,- 50.000,- 80.000,- 100.000,- 20.000,-
20.000,- 25.000,- 30.000,- 40.000,- 50.000.- Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp, Rp.
Rp.
Rp Rp Rp Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
15.000,-Rp.
22.500,-Rp.
30.000,-Rp.
15.000,-Rp.
7.500,-Rp.
15.000,-Rp.
22.50A,-Rp.
37.500,-Rp.
60.000,-Rp.
7.500,-Rp.
15.000,-Rp.
22.500,-Rp.
37.500,-Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
15.000,- 18.750,- 22.500,- 30.000,- 37.500,- 60.000,- 75.000,- 15.000,-
15.000,- 18.750,- 22.500,- 30.000,- 37.500,- Rp.
Rp.
Rp, Rp.
b.J Rp.
{
Noo I
)
3 4 5 618.
t9.
20.
2t.
22.
23.
24.
25.
26.
Sky
lift
per unit PbrancahTangki apung
Instalasi Listrik
Instalasi alarm kebakaran otomatis
Instalasi Hidrant Instalasi Springkler
flydro static hydrant
Instalasi pemadam otomatic integrated sistem
Dengan luas bidang :
a.
s/d 5.000 m2b,
> 5,000 s/d 10.000 m2c. >
10.000 m2 Dengan kapasitasa.
s/dl0
tonb. > l0
s/d 30 tonc.
> 30 tona.
b.
d.
e,
s/d 100 kva
l0l
Vd 500 kva 501 s/d 1.000 kva 1,001 s/d 10,000 kva> 10.000 kva
Tiap zone atau tiap 20 titik Tiap box hydrant/hidrant pilar Tiap pipa pembagi atau max 48 TTK
a.
Tiap unit springklerb.
Tiap pompa hydrantc.
Systim penyediaan air hydrant/unittiap unit
Rp. 25.000,- Rp. 50.000,-
Rp.25,000,-
Rp.50.000,-
Rp.
50.000 Rp, 50.000,-Rp,50.000,-
Rp.25.000,-
Rp,
Rp, Rp.
Rp,
20.000,-
25.000,- 35.000,- 50,000,-
30.000,- 50,000,- 60.000,- Rp.
Rp, Rp,
Rp.
50.000,- Rp. 100.000,- Rp. 150,000,- Rp.200.000,- Rp, 250.000,-Rp.
Rp,
50.000,- 3.000,-
3.000,- 10.000,- 10.000,- 5.000,-
25.000.- Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp 15,000,-
18.750,- 26.250,- 37.500,-
22.500,- 37.500,- 45.000.- Rp.
Rp.
Rp,
Rp.
Rp.
Rp,
Rp,
37.500,-Rp,
75.000,- Rp. 112.500,- Rp. 150.000,- Rp, 187.500,-Rp. 3.000,- 3.000,-
3.000,- 5.000,- 5.000,- Rp.
Rp.
Rp.
Rp. 3.000,-
Rp.
15.000,-2 Ja 4 5 6 21
28
29 30 il 32
JJ 34 35 36 37
Kipas tekanan udara Alat pemadam api ringan
Instalasi pemancar radio Instalasi menara kontrol
Instalasi pelayanan medic per unit Pesawat antena peneri ma gelombang elektronik Instalasi petrr per unit
Lift
per unitInstalasi pengolah limbah per unit Instalasi radiasi per unit
Bahan Kimia Berbahaya
trap unlt
Tiap pembuatan sample sampai dengan 200 unit
Dengan satuan unit Dengan satuan unit Dengan satuan unit
Dengan satuan unit
s/d 500 kg 501 s/d 1.000 kg
>
1.000 kga.
b.
c.
Rp. 50.000, Rp.50.000, Rp. 50.000, Rp. 50.000,
Rp. 50.000, Rp. 25.000, Rp. 20.000, Rp. 25.000, Rp.25.000,
Rp.
10.000Rp.
25.000Rp.
30.000Rp.
30.000Rp.
30.000Rp
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
30.000,- 20.000,- 20.000,- 20.000,- 20.000,- 5.000,- 10.000,- 20.000,-
Rp.
7.500,Rp.
10.000,-Rp.
25.000,-Rp.
25.000,-Rp.
25.000,-Rp.
25.000,-Rp.
15.000,-Rp.
15.000,-Rp.
15.000,-Rp.
15.000,-Rp.
3.750,-Rp.
7.500,-Rp.
15.000,-tJ\o
Ditetapkandi : Jakarta
Pada
tanggal :
28 Desember 1994 MENTERI TENAGA KERJA R.I.ttd.
DTs. ABDUL LATIEF
BENTUK RI
LAMPIRAN II A
:
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I.Nomor
:
Per. 06/Men/1994 Tanggal:
28 Desember 1994FORMULIR ISIAN RETRIBUSI NORMA K3 UNTUK TAHUN
(Berdasarkan Pasal 7 UU No. I tahun 1970)
Telah diperiska dan diteliti kebenalan
obyek
Kepada Yth. :pengawasan dan jumlah
retribusi
Kepara Kandepnaker ...
Jl. ...
di-
.
NAMAPERUSAHAAN.
ALAMATPERUSAHAAN.
AKTE PENGAWASAN.
NAMA PENGUSAHA. JUMLAI-I RETRIBUSI YANG WAJIB DIBAYAR
NO URU
JENIS
OBJEK PENCAWASAN
PEMERIKSAAN
JTJMLAH
PERHI- TUNGAN RETRIBUSI
JUMLAH RETRIBUSI
(Rp).
CAMBAR
RENCANA PERTAMA BERKALA/
ULANG
5 6 7 8 9 l0
il
l2A B.
t.
2.
3.
4.
5.
6.
lbmpat Kerja
Mesin perkakas, mesin produk Pesawat/Instalasi/Bahan :
a. Ketel Uap, Air Panas, Ketcl Listrik
b. Bejana Uap
c. Ekonorniser/Pemanas Air
S u perhi terlPen-eeri n g U ap
Pen-euap
Reparasi/Modifikasi
Turbin (uap, air, gas)
LI tJ
tl tl ll
r_l
tl
T
! u
D
rl
D
t_l
I.l
T
fl tl tl []
|f il
t_l
30
r3.
t4.
15.
16.
t7.
19.
20.
2t.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
Motor Diesel :
a. Diesel Generator
b. Diesel diluar Genset Motor Bensin
Lokomotif Dapur/Tanur
Mesin-mesin:
a. Perkakas
b. Produksi Pesawat Karbi'd Instalasi pemimpaan
Instalasi Listrik lnstalasi Penyalur Petir
lnstalasi radiasi
Jalan Rel Industri Conveyor
Escalator
Keran Angkat (Crane) a. Mobile
b. Crawler
c. Tower d. Gantry
e. Overlread Traveling Pedestral Crane Forklift
Sky Litt Litt
Instalasi alat pemadam api ringan
Instalasi springkler
Instalasi Hydrostatic
Instalasi pompa Hydrant
I tr
L]
n
ti tl r]
u
D
u
D L]
n
IJ
tr
D
tl il
Un tr T
l tl
! u tl
TJ
n
! u
!
D D D
tr tr
tl tl
n n
x
n tr
D
tr
! n n n u
!
D D
!
D D
n
tr
!
D
u
D
tl
L]
{l u
! n
D
n n
!
n
D
tr
D
fl tl
D D
3l
5 6 7 8 9 l0
lt
l2ll.
32.
33.
34.
35.
36.
3't.
38.
39.
40.
Instalasi Pemadam Otomatic
Instalasi Pemancar Radio
Instalasi Menara Kontrol lnstalasi Pelayanan Medis
Pesawat Penerima Gelombang Elektronik
Bejana Tekan
a. Botol Baja b. Bejana Tr4nsport
c. Bejana Stasioner
d. Pesawat Pendingin Tangki Apung
Perancah
Bahan Kimia Berbahaya Dll.
il tl {l
tr
L]
L}
t--]
U
n
D
tl tl tl
tr
D
n
D
D
u n n u
n l
!
U
n
D fJ
tl
u
tr n tr n tr n
D D
Jumlah Rp.
Terbilang :
t9...
CATATAN.
PENGUSAHA,a. Diisi rangkap 2 (dua) :
Lembar I untuk Kandepnaker Lernbar 2 untuk Pengusaha
b. Formulir isian retribusi di atas diisi scsuiii hasil pemeriksaan atau pengujian dan dikembalikan paling larna 7 (tujuh) hari
sejak lbrmulir
diterima. /
\c. Bila fbrmulir ticlak dikembalikan tepat pada waktunya,
maka """"""/
besarnyaretribusi ditetapkan oleh Kepala
KantorDepnaker.
Ditetapkandi:
Jakarta
Pada tanggal
:
28 Desember 1994 MENTERI TENAGA KERJA RIttd.
DTs. ABDUL LATIEF
32
BENTUK R2
LAMPIRANIIB
:PERTURAN MENTERI TENAGA KERIA RI.
Nomor
:
Per.06/Menll994 Tanggal: 28 Desember 1994KEPUTUSAN PENETAPAN
RETRIBUSI PENGAWASAN NORMA K3 KEPALA KANDEPNAKER
No.:
Mengingat : l.
Pasal TUndang-undangNo. I Tahun 1970.2.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per. .../Ivlenll99... tanggalMemperhatikan :
Isian retribusi/laporan pemeriksaan dan atau pengujian tanggal ...*)MEMUTUSKAN:
Menetapkan
:PERTAMA :
Memungut biaya Retribusi Pengawasan Norma K3 kepada :Nama Pengusaha/Perusahaan : ...
Alamat :
...Jumlah
: Rp...KEDUA :
Mewajibkan pengusaha untuk membayar retribusi sebagaimana tercantum dalam amar PERTAMA ke rekening Kandepnaker No. ... paling lama ... hari sejakKETIGA :
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila ternyata dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.KANTOR DEPARTEMEN TENAGA KERJA KABUPATEN/KOTAMADYA
Kepala,
*) Coret yang tidak perlu.
Tembusan disampaikan kepada :
Yth. l.
Sekjen Depnaker 2. Dirjen Binawas 3. Irjen Depnaker4. KPKN setempat Ditetapkandi:
Jakarta
Pada tanggal
:
28 Desember 1994 MENTERI TENAGA KERIA RIttd.'
DTs. ABDUL LATIEF
33
BENTUK.R3
Catatan : diisi rangkap 6 (enam) Lembar
I :
PenyetorLembar2 :
BankBRILembar 3,4,
5,6:
Bendaharawan Khusus, untuk disampaikan kepada :'I
.
Kanwil Depnaker setempat.2.
Biro Keuangan Depnaker.3.
Diden Binawas c.q. Dit. PNKK4. Arsip.
Lampiran II
C :
Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI.Nomor :
Per. O6lMenll994 Tangga!:
28 Desember 1994Ditetapkandi: Jakarta
Pada tanggal
:
28 Desember 1994 MENTERI TENAGA KERJA RI.ftd.
DTs. ABDULLATIEF
SURAT SETORAN RETRIBUSI
PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KER'A (ssR
-PNK3)
34
DEPARTEMEN TENAGA KERJA R.I Kabupaten/Kotamadya
Sesuai dengan Keputusan Pene- tapan Retribusi Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nn
Bank Rakyat Indonesia
(BRr)
Cabang/Pembantu/Unit Desa
l.
Nama Pengusaha./Perusahaan2.
Alamat Perusahaan3.
Jumlah setoran Ro.(
Lampiran
III :
Peraturan Menteri Tenaga Kerja RINomor :
Per. 06lMenll994Tanggal :
28 Desember 1994DEPARTEMEN TENAGA KERJA R.I.
KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN TENAGA KERJA KAN'|OR DEPARTEMEN TENAGA KERJA
KABUPATEN/KOTAMADYA ...
REKAPITULASI
Pemungutan Retribusi Pen-yawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan Permennaker No. Per...Avlen/l 9
Bulan : ...-.-.-.../tahun
Mengetahui :
Kakandepnaker Kodya/Kab. Bendaharawan Khusus Penerima,
( ...)
Lampiran : Rekapitulasi disampaikan kcpada :
l.Kepala Kanwil Depnaker setempat 2.Sekjen Depnaker
3.Dirjen Binawas Depnaker 4.Arsip
( ...)
Ditetapkandi
: Jakarta
Pada tanggal
:
28 Desember 1994MENTERI TENAGA KERJA RI.
ttd Drs. ABDULLATIF No. Nama & Alamat
Perusahaan
Nomor Akte Penga-
wasan
Jenis Pemeriksaan yang
dibayarkan (Rp) Juml. yang dibayar
(Rp)
Keterangan Garnbar
Renc- Pertama Berkala/
Ulang
Jumlah
35