39 A. Gambaran Umum Bank Syariah
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 4 Bank Umum Syariah yaitu Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia. Berikut ini adalah profil Bank Umum Syariah yang diperoleh dari website resmi masing-masing Bank Umum Syariah yang menjadi sampel dalam penelitian ini:
1. Bank BNI Syariah
Dengan berlandaskan pada Undang-undang No. 10 Tahun 1998, pada tanggal 29 April 2000 didirikan Unit Usaha Syariah (UUS) BNI dengan 5 kantor cabang di Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin. Selanjutnya UUS BNI terus berkembang menjadi 28 kanotr Cabang dan 31 Kanor Cabang Pembantu. Disamping itu nasabah juga dapat menikmati layanan syariah di Kantor Cabang BNI Konvensional (office channelling) dengan lebih kurang 1500 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di dalam pelaksanaan operasional perbankan, BNI Syariah tetap memperhatikan kepatuhan terhadap aspek syariah.
Dengan Dewan Pengawas syariah (DPS), semua produk BNI syariah telah melalui pengujian dari DPS sehingga telah memenuhi aturan syariah.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 Mei 2010 mengenai pemberian izin usaha kepada PT. Bank BNI Syariah. Data di dalam Corporate Plan UUS BNI tahun 2003 ditetapkan bahwa status UUS bersifat temporer dan akan dilakukan spin off tahun 2009. Rencana tersebut terlaksana pada tanggal 19 Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah (BUS). Realisasi waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No.19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah
Negara (SBSN) dan UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Di samping itu, komitemen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah juga semakin meningkat.
2. Bank BRI Syariah
Berawal dari akuisisi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, terhadap Jasa Arta pada 19 Desember 2007 dan setelah mendapatkan izin dari Bank Indonesia pada 16 Oktober 2008 melalui suratnya No.10/67/KEP.GBI/DpG/2008, maka pada tanggal 17 November 2008, PT. Bank BRI Syariah secara resmi beroperasi. Kemudian PT. Bank BRI Syariah mengubah kegiatan usahanya yang semula beroperasi secara konvensional, kemudian diubah menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam. Dua tahun lebih PT. Bank BRI Syariah hadir mempersembahkan sebuah bank ritel modern terkemuka dengan layanan finansial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah untuk kehidupan lebih bermakna. Melayani nasabah dengan pelayanan prima (service excellence) dan menawarkan beragam produk yang sesuai harapan nasabah dengan prinsip syariah. kehadiran PT. Bank BRI Syariah di tengah-tengah industri perbankan nasional dipertegas oleh makna pendar cahaya yang mengikuti logo perusahaan. Logo ini menggambarkan keinginan untuk tuntutan masyarakat terhadap sebuah bank modern sekelas PT. Bank BRI Syariah yang mampu melayani masyarakat dalam kehidupan modern. PT.Bank BRI Syariah menargetkan menjadi bank ritel modern terkemuka dengan berbagai ragam produk dan layanan perbankan.
3. Bank Syariah Mandiri
Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. Pembentukan tim ini bertujuan unutuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No.
10 Tahun 1998, yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system). Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa pemberlakuan tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT. Bank Susila Bakti dari bank Konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT. Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September 1999. Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No.
1/24/KEP.BI/1999, 25 Oktober 1999. Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/
1999, BI menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri.
Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999. PT. Bank Syariah Mandiri hadir, tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani, yang melandasi kegiatan operasionalnya.
Harmoni antara idelisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi adalah datu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. BSM hadir untuk bersama membangun Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik.
4. Bank Muamalat Indonesia
PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat Indonesia) memulai perjalanan bisnisnya sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’ul Tsani 1412 H. Pendirian Bank Muamalat Indonesia digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang
kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia. Sejak resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1421 H, Bank Muamalat Indonesia terus berinovasi dan mengeluarkan produk-produk keuangan syariah seperti Asuransi Syariah (Asuran Takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan Multifinance Syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia. Selain itu, produk Shar-e yang diluncurkan pada tahun 2004 juga merupakan tabungan instan pertama di Indonesia. Produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management. Seluruh produk-produk tersebut menjadi pionir produk syariah di Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting di Industri perbankan syariah.
Pada 27 Oktober 1994, Bank Muamalat Indonesia mendapatkan izin sebagai Bank Devisa dan terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2003, Bank dengan percaya diri melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Mememsan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5 (lima) kali dan merupakan lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan Sukuk Subordinasi Mudharabah. Aksi korporasi tersebut semakin menegaskan posisi Bank Muamalat Indonesia di peta industri perbankan Indonesia.
Seiring Kapasitas Bank yang semakin diakui, Bank semakin melebarkan sayap dengan terus menambah jaringan kantor cabangnya di seluruh Indonesia. Pada tahun 2009, Bank mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia dan menjadi bank pertama di Indonesia serta satu-satunya yang mewujudkan ekspansi bisnis di Malaysia. Hingga saat ini, Bank telah memiliki 325 kantor layanan termasuk 1 kantor cabang di Malaysia. Operasional Bank juga didukung
oleh jaringan layanan yang luas berupa 710 unit ATM Muamalat, 120.000 jaringan ATM bersama dan ATM Prima, serta lebih dari 11.000 jaringan ATM di Malaysia melaui Malaysia Elektronic Payment (MEPS).
Sejak tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia bermetamorfosa untuk menjadi entitas yang semakin baik dan meraih pertumbuhan jangka panjang. Dengan strategi bisnis yang terarah Bank Muamalat Indonesia akan terus melaju mewujudkan visi menjadi “The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”.
B. Hasil Penelitian
1. Hasil Perhitungan indikator Intellectual Capital
Dalam perhitungan Intellectual Capital oleh Pulic (1997) menggunakan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) dengan indikator Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Value Added (STVA). Berikut ini adalah perhitungan dari indikator tersebut:
Tabel 4.1. Hasil Perhitungan VAIC
Nama
Bank Tahun VA VACA VAHU STVA VAIC ROA BNI
Syariah 2010 113.207 0,107 1,464 0,317 1,889 0,61 2011 273.700 0,254 1,489 0,328 2,072 1,29 2012 455.772 0,383 1,437 0,304 2,125 1,54 2013 631.036 0,483 1,367 0,268 2,119 1,37 2014 866.781 0,444 1,344 0,256 2,045 1,27 2015 957.184 0,432 1,429 0,300 2,161 1,43 2016 1.128.269 0,453 1,502 0,334 2,290 1,44 2017 1.130.603 0,011 1,597 0,374 1,982 1,31 2018 1.505.575 0,013 1,605 0,377 1,996 1,42
Lanjutan Nama
Bank Tahun VA VACA VAHU STVA VAIC ROA BRI
Syariah 2010 182.661 0,191 0,961 0,003 1,198 0,35 2011 307.546 0,318 1,016 0,016 1,351 0,2 2012 454.408 0,425 1,405 0,288 2,118 1,19 2013 580.007 0,033 1,449 0,309 1,792 1,15 2014 457.917 0,022 1,013 0,012 1,048 0.08 2015 668.077 0,285 1,312 0,237 1,835 0,77 2016 777.459 0,309 1,444 0,307 2,061 0,95 2017 661.561 0,254 1,267 0,210 1,732 0,51 2018 726.652 0,144 1,422 0,297 1,864 0,43 Bank
Syariah Mandiri
2010 687.925 0,340 1,104 0,094 1,540 2,21 2011 1.825.461 0,593 1,891 0,471 2,957 1,95 2012 2.669.740 0,638 2,743 0,635 4,017 2,25 2013 1.924.302 0,395 1,613 0,380 2,389 1,53 2014 1.358.711 0,294 1,017 0,017 1,329 0,04 2015 1.626.926 0,289 1,187 0,157 1,634 0,56 2016 1.813.205 0,283 1,220 0,180 1,685 0,59 2017 2.583.414 0,353 1,615 0,380 2,349 0,59 2018 3.396.475 0,422 1,629 0,386 2,438 0,88 Bank
Muamalat Indonesia
2010 491.581 0,281 1,940 0,484 2,706 1,36 2011 793.973 0,384 1,934 0,483 2,802 1,52 2012 1.110.670 0,451 2,030 0,507 2,990 0,20 2013 1.423.466 0,331 1,887 0,470 2,689 0,50 2014 1.027.453 0,261 1,197 0,164 1,623 0,17 2015 1.067.278 0,300 1,154 0,133 1,588 0,20 2016 948.220 0,262 1,076 0,071 1,409 0,22
Lanjutan Nama
Bank Tahun VA VACA VAHU STVA VAIC ROA Bank
Muamalat Indonesia
2017 825.125 0,148 1,028 0,027 1,204 0,11 2018 888.012 0,226 1,050 0,047 1,324 0,08 Sumber : Data diolah Penulis, 2020
Berdasarkan Tabel 4.1, diketahui data Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU), Structural Capital Value Added (STVA), Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) dan Return On Assets ( ROA) dari Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia. Berikut ini grafik dari perhitungan Value Added Intellectual Capital (VAIC) dari masing-masing bank syariah tersebut:
Gambar 4.1. VAIC dan ROA Bank BNI Syariah Sumber: Data diolah Penulis, 2020
0,61 1,29
1,54
1,37 1,27
1,43 1,44 1,31
1,42 1,889
2,072 2,125 2,119 2,045
2,161 2,29
1,982 1,996
0 0,5 1 1,5 2 2,5
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
ROA VAIC
Gambar 4.2. VAIC dan ROA Bank BRI Syariah Sumber: Data diolah Penulis, 2020
Gambar 4.3. VAIC dan ROA Bank Syariah Mandiri Sumber: Data diolah Penulis, 2020
Gambar 4.4. VAIC dan ROA Bank Muamalat Indonesia Sumber: Data diolah Penulis, 2020
1,198 1,352 2,118
1,792
1,048 1,835
2,061
1,732 1,864
0,35 0,2
1,19 1,15
0,08
0,77 0,95
0,51 0,43 0
0,5 1 1,5 2 2,5
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
VAIC ROA
1,54
2,957 4,017
2,389
1,329 1,634 1,685
2,349 2,438 2,21 1,95 2,25
1,53
0,04
0,56 0,59 0,59 0,88 0
1 2 3 4 5
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
VAIC ROA
2,706 2,8022,99 2,689
1,623 1,5881,409
1,204 1,324 1,36 1,52
0,2 0,5
0,17 0,2 0,22 0,11 0,08 0
0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
VAIC ROA
Berdasarkan Gambar 4.1 sampai dengan Gambar 4.2. diketahui bahwa ketika Return On Assets (ROA) mengalami kenaikan ataupun penurunan akan diikuti oleh kenaikan ataupun penurunan oleh Value Added Intellectuan Coeficient (VAIC). Dalam penentuan kategori Intellectual Capital oleh Ulum (2013) terdapat kategori Top Performance, Good Performance, Common Performance dan Bad Performance.
Berikut ini perhitungan untuk ketegori Value Added Intellectual Coeficient (VAIC):
Tabel 4.2. Hasil Perhitungan VAIC
Tahun
VAIC Bank Umum Syariah BNI
Syariah
BRI Syariah
Bank Syariah Mandiri
Bank Muamalat
Indonesia
2010 1,889 1,198 1,540 2,706
2011 2,072 1,351 2,957 2,802
2012 2,125 2,118 4,017 2,990
2013 2,119 1,792 2,389 2,689
2014 2,045 1,048 1,329 1,623
2015 2,161 1,835 1,634 1,588
2016 2,290 2,061 1,685 1,409
2017 1,982 1,732 2,349 1,204
2018 1,996 1,864 2,438 1,324
Nilai
Rata-rata 2,076 1,667 2,260 2,037
Sumber : Data diolah Penulis, 2020
Berdasarkan Tabel 4.2, diketahui hasil Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) dari Bank BNI Syariah sebesar 2,076 dengan kategori Good Performance, Bank BRI Syariah sebesar 1,667 dengan kategori Common Performance, Bank Syariah Mandiri sebesar 2,260 dengan
kategori Good Performance dan Bank Muamalat Indonesia sebesar 2,037 dengan kategori Good Performance.
2. Analisis Statistik Deskriptif
Analisis deskriptif dapat memberikan gambaran tentang objek penelitian yang dijadikan sampel. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata- rata (mean), standar deviasi, nilai maksimum dan nilai minimum yang digunakan dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut :
Tabel 4.3. Hasil Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
Descriptive Statistics
N Min Max Mean Std.
Deviation
Skewness Kurtosis
Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std.
Error
Statistic Std.
Error
VACA 36 ,011 ,639 ,300 ,151 -,150 ,393 ,055 ,768
VAHU 36 ,961 2,743 1,440 ,368 1,355 ,393 3,090 ,768
STVA 36 ,004 ,635 ,26784 ,163 -,009 ,393 -,628 ,768
ROA 36 ,040 2,250 ,896 ,635 ,372 ,393 -,841 ,768
Valid N (listwise)
36
Sumber : Data diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.3 menunjukkan bahwa jumlah data (n) yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 36 sampel data yang diambil dari laporan keuangan publikasi laporan tahunan bank umum syariah yang menjadi sampel. Berikut ini adalah penjelasan dari hasil statistik deskriptif:
a. Variabel Y berupa Return On Assets (ROA) memiliki nilai minimum sebesar 0,040 oleh Bank Syariah Mandiri tahun 2014, nilai maksimum sebesar 2,250 oleh Bank Syariah Mandiri tahun 2012, nilai rata-rata sebesar 0,896 dan standar deviasi sebesar 0,635 dengan jumlah pengamatan sebanyak 36.
b. Variabel X1 yaitu Value Added Capital employed (VACA) memiliki nilai minimum sebesar 0,011 oleh Bank BNI Syariah tahun 2017, nilai maksimum sebesar 0,639 oleh Bank Syariah Mandiri tahun 2012, nilai rata-rata sebesar 0,300 dan standar deviasi sebesar 0,151 dengan jumlah pengamatan sebanyak 36.
c. Variabel X2 yaitu Value Added Human Capital (VAHU) memiliki nilai minimum sebesar 0,961 oleh Bank BRI Syariah tahun 2010, nilai maksimum sebesar 2,743 oleh Bank Syariah Mandiri tahun 2012, nilai rata-rata sebesar 1,440 dan standar deviasi sebesar 0,368 dengan jumlah pengamatan sebanyak 36.
d. Variabel X3 yaitu Structural Capital Value Added (STVA) memiliki nilai minimum sebesar 0,004 oleh Bank Muamalat Indonesia tahun 2018, nilai maksimum sebesar 0,635 oleh Bank Syariah Mandiri tahun 2012, nilai rata-rata sebesar 0,267 dan standar deviasi sebesar 0,163 dengan jumlah pengamatan sebanyak 36.
3. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi nomal atau diambil dari populasi normal.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) untuk mengetahui apakah data terdistribusi secara normal atau tidak. Data dikatakan berdistribusi normal jika memiliki nilai signifikansi > 0,05 (lebih besar dari 0,05) dan jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa residual menyebar tidak normal. Berikut ini hasil dari uji normalitas pada penelitian ini:
Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 36
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation ,11682573
Most Extreme Differences
Absolute ,171
Positive ,171
Negative -,134
Kolmogorov-Smirnov Z 1,029
Asymp. Sig. (2-tailed) ,241
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Data diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.4, diketahui bahwa nilai N=36 dan nilai Kolmogorov-Smirnov Z pada Unstandarsize Residual sebesar 1,029 dengan signifikansi asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,241. Angka ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari kriteria signifikansi (p- value) 0,05. Hal ini membuktikan bahwa variabel tersebut berdistribusi normal sehingga dapat digunakan sebagai penelitian.
b. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu (problem autokorelasi) pada periode t. Salah satu cara mendeteksi autokorelasi adalah dengan uji Durbin-Watson (DW Test). Berikut ini adalah hasil pengujian Uji Korelasi:
Tabel 4.5 Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model R R
Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin- Watson
1 ,450a ,202 ,125 ,41567 1,971
a. Predictors: (Constant), STVA, VACA, VAHU b. Dependent Variable: ROA
Sumber : Data diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui n = 36 pada k = 3, dL= 1,2953 dan dU = 1,6539 dengan nilai Durbin-Watson sebesar 1,971. Maka, dU lebih kecil dari (4-dU) yaitu 4 - 1,6539 = 2,3461 atau 1,6539 <
1,971 < 2,3461 dan dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi dalam analisis yang digunakan dalam penelitian ini.
c. Hasil Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Suatu model regresi dikatakan bebas dari multikolineaitas apabila toleransi > 0,10 atau nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10. Berikut ini hasil uji multikolinearitas:
Tabel 4.6. Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig. Collinearity Statistics B Std.
Error
Beta Tolerance VIF
1
(Constant) -,414 ,367 -1,127 ,268
VACA -,265 ,170 -,242 -1,562 ,128 ,968 1,034
VAHU 1,455 1,230 ,319 1,183 ,245 ,319 3,135
STVA ,175 ,238 ,197 ,734 ,468 ,320 3,127
a. Dependent Variable: ROA
Sumber : Data diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.6, perhitungan tolerance menunjukkan nilai tolerance pada Value Added Capital Employed (VACA) sebesar 0,968 > 0,10 dan Value Added Human Capital (VAHU) sebesar 0,319 > 0,10 serta Structural Capital Value Added (STVA) sebesar 0,320 >10 yang artinya tidak ada korelasi anatara variabel independen. Selain itu, hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) menunjukkan Value Added Capital Employed (VACA) sebesar 1.034 < 10 dan Value Added Human Capital (VAHU) sebesar 3.3135<10 serta Structural Capital Value Added (STVA) sebesar 3.127<10. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas anatar variabel independen dalam penelitian ini.
d. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Berikut ini hasil uji heteroskedastisitas:
Tabel 4.7 Hasil Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) -,414 ,367 -1,127 ,268
VACA -,265 ,170 -,242 -1,562 ,128
VAHU 1,455 1,230 ,319 1,183 ,245
STVA ,175 ,238 ,197 ,734 ,468
a. Dependent Variable: ROA
Sumber : Data diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.7, nilai probabilitas signifikan Value Added Capital Employed (VACA) sebesar 0,128 > 0,05, Value Added Human Capital (VAHU) sebesar 0,245 > 0,05 dan Structural Capital
Value Added (STVA) sebesar 0,468 > 0,05. Dari data tersebut menunjukkan bahwa nilai Sig tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi yaitu 0,05 atau 5% dan dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.
4. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Setelah melakukan uji asumsi klasik, maka data dalam penelitian ini sudah bisa dikatakan layak untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pengujian hipotesis serta mengetahui pengaruh Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Value Added (STVA) terhadap Return On Assets (ROA) dari Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Muamalat Indonesia periode 2010 sampai dengan 2018. Berikut ini hasil analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS versi 21:
Tabel 4.8. Hasil Analisis Regresi
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 1,593 ,593 2,685 ,011
VACA ,375 ,182 ,237 2,065 ,047
VAHU -,746 ,909 -,121 -,821 ,418
STVA ,818 ,166 ,757 4,938 ,000
a. Dependent Variable: ROA
Sumber : Data diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.8, diperoleh model regresi linier berganda sebagai berikut :
Y= β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ε
Y= 1,593 + 0,237X1 - 0,121X2 + 0,757X3 + ε
Dengan analisis regresi sebagai berikut :
a. β0 = 1,593, menunjukkan bahwa Intellectual Capital dianggap konstan atau tidak mengalami penambahan atau pengurangan dengan nilai Sig. 0,000.
b. β1 = 0,237, menunjukkan jika variabel Intellectual Capital dari Value Added Capital employed (VACA) berpengaruh secara positif artinya apabila Value Added Capital employed (VACA) meningkat satu unit maka Return On Assets (ROA) akan naik sebanyak 0,237 dengan asumsi variabel lain konstan.
c. β2 = -0,121, menunjukkan jika variabel Intellectual Capital dari Value Added Human Capital (VAHU) berpengaruh secara negatif artinya apabila Value Added Human Capital (VAHU) meningkat satu unit maka Return On Assets (ROA) akan turun sebanyak 0,121 dengan asumsi variabel lain konstan.
d. β3 = 0,757, menunjukkan jika variabel Intellectual Capital dari Structural Capital Value Added (STVA) berpengaruh secara positif artinya apabila Structural Capital Value Added (STVA) meningkat satu unit maka Return On Assets (ROA) akan naik sebanyak 0,757 dengan asumsi variabel lain konstan.
5. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik t) digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh masing-masing variabel bebas atau independen yaitu Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Value Added (STVA) terhadap variabel terikat atau dependen yaitu kinerja keuangan yang menggunakan rasio Retun On Assets (ROA) secara parsial. Berikut ini hasil perhitungan uji signifikansi parsial (uji statistik t) dalam penelitian ini:
Tabel 4.9. Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 1,593 ,593 2,685 ,011
VACA ,375 ,182 ,237 2,065 ,047
VAHU -,746 ,909 -,121 -,821 ,418
STVA ,818 ,166 ,757 4,938 ,000
a. Dependent Variable: ROA
Sumber : Data diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.9, t tabel dengan a = 0,05, n =36, dan k =3 maka diperoleh nilai t tabel sebesar 2,03452 sehingga hasil pengujian hipotesis masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen dapat dianalisis sebagai berikut:
a. Hipotesis 1
Berdasarkan uji t statistik parsial pada tabel 4.10 diperoleh nilai t hitung sebesar 2,065 dan t tabel sebesar 2,03452 sehingga t hitung lebih besar dari t tabel (2,065 > 2,03452). Tabel diatas juga menunjukkan nilai signifikan t sebesar 0,011. Dapat dilihat dari nilai Sig.= 0,047 < 0,05 yang berarti Value Added Capital Employed (VACA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA), dan hasil uji t ini membuktikan bahwa hipotesis 1 (H1) yaitu Value Added Capital Employed (VACA) berpengaruh positif secara parsial terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia DITERIMA.
b. Hipotesis 2
Berdasarkan uji t statistik parsial pada tabel 4.10 diperoleh nilai t hitung sebesar -0,821 dan t tabel sebesar 2,03452 sehingga t hitung lebih kecil dari t tabel (-0,821 < 2,03452). Tabel diatas juga
menunjukkan nilai signifikan t sebesar 0,418. Dapat dilihat dari nilai Sig.= 0,418 0,05, yang berarti Value Added Human Capital (VAHU) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Assets (ROA), dan hasil uji t ini yang membuktikan bahwa hipotesisi 2 (H2)
yaitu Value Added Human Capital (VAHU) berpengaruh positif secara parsial terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia DITOLAK.
c. Hipotesis 3
Berdasarkan uji t statistik parsial pada tabel 4.10 diperoleh nilai t hitung sebesar 4,938 dan t tabel sebesar 2,03452 sehingga t hitung lebih besar dari t tabel (4,938 > 2,03452). Tabel diatas juga menunjukkan nilai signifikan t sebesar 0,000. Dapat dilihat dari nilai Sig.= 0,000 < 0,05, yang berarti Structural Capital Value Added (STVA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA), dan hasil uji t ini membuktikan bahwa hipotesis 3 (H3)
yaitu Structural Capital Coefficient (STVA) berpengaruh positif secara parsial terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia DITERIMA.
6. Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
Uji F dilakukan unutk membuktikan atau mengetahui pengaruh secara bersama-sama dari variabel independen Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Value Added (STVA) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen yaitu Return On Assets (ROA). Berikut ini adalah hasil uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F):
Tabel 4.10. Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
ANOVAa
Model Sum of
Squares
df Mean Square
F Sig.
1
Regression 35,784 3 11,928 21,384 ,000b Residual 17,849 32 ,558
Total 53,633 35
a. Dependent Variable: ROA
b. Predictors: (Constant), STVA, VACA, VAHU
Sumber : Data diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.10, menunjukan bahwa nilai F hitung sebesar 21,384 dengan nilai F tabel sebesar 3,29 sehingga F hitung lebih besar dari F tabel (21,384 > 3,29). Analisis hasil perhitungan diatas juga menunjukan bahwa nilai Sig. = 0.000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Intellectual Capital dengan komponen Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Value Added (STVA) berpengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) terhadap Kinerja Keuangan (ROA) dan dari hasil ini membuktikan bahwa Hipotesis 4 (H4) yaitu Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Coefficient (STVA) berpengaruh positif secara simultan terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia DITERIMA.
7. Koefisien Determinasi (𝑹𝟐)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui derajat pengaruh dalam bentuk persentase dari variabel bebas atau independen yaitu Value Added Capital Employed (VACA), Value added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Value Added (STVA) terhadap variabel terikat atau
variabel dependen yaitu Return On Assets (ROA). Berikut ini adalah hasil perhitungan koefisien determinasi :
Tabel 4.11. Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,817a ,667 ,636 ,7468539
a. Predictors: (Constant), STVA, VACA, VAHU
Sumber : Data diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.12, diketahui nilai R atau multiple R sebesar 0,817. Nilai R Square atau koefisien determinasi sebesar 0,667. Hal ini menunjukkan bahwa variasi independen dapat dijelaskan oleh variasi Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU), dan Structural Capital Value Added (STVA) sebesar 66,7%, sedangkan sisanya sebesar 33,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, sedangkan Adjusted R Square sebesar 0,636 dapat disimpulkan bahwa variabel Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU), dan Structural Capital Value Added (STVA) mempengaruhi variabel dependen sebesar 63,6.
Nilai Std. Error of the estimate sebesar 0,7468539 dimana hal ini menunjukkan bahwa semakin besar nilai standar error maka semakin buruk persamaan regresi sebegai alat prediksi.
C. Pembahasan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh Intellectual Capital secara parsial dan simultan dengan indikator Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Value Added (STVA) terhadap Kinerja Keuangan yang diproaksikan dengan Return On Assets (ROA) pada Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Syariah
Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia periode 2010-2018. Berikut ini adalah pembahasan dari masing-masing variabel yang terkait dalam penelitian ini:
a. Pengaruh Value Added Capital Employed (VACA) terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia
Hasil penelitian menemukan bahwa Value Added Capital Employed (VACA) memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA) dengan nilai signifikansi sebesar 0,048 yang memenuhi syarat lebih kecil dari 0,05 sebagaimana yang tampak pada tabel 4.9. Dengan demikian hasil uji hipotesis yang pertama dengan menggunakan Uji t berhasil membuktikan bahwa Capital Employed mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap ROA. Hal ini menunjukkan modal fisik yang dimiliki bank umum syariah mampu menciptakan value added dalam meningkatkan laba profitabilitas.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Khasanah (2016), Karina (2018) dan Maulida (2019) yang menyatakan Value Added Capital Employed (VACA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa Bank Umum Syariah telah memiliki hubungan baik atau association network yang baik dengan stakeholder. Dalam hal ini Bank Umum Syariah telah menggunakan dana yang tersedia dengan baik seperti ekuitas dan laba bersih untuk meningkatkan Value Added atau nilai tambah serta menjaga hubungan baik dengan para stakeholder yang dimiliki Bank Umum Syariah tersebut yang akhirnya mampu meningkatkan kinerja keuangan bank.
Terkait hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa Value Added Capital Employed (VACA) berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets (ROA) yang artinya Bank Umum Syariah sudah mampu menciptakan value added atau nilai tambah atas modal yang dikelola bank syariah dengan efisien. Sesuai dengan teori stakeholder yang menjelaskan bahwa bank syariah harus memberikan manfaat bagi stakeholder (pemegang saham, kreditor, nasabah, masyarakat, analisis dan pihak lain).
Maka dari itu pengelolaan capital employed seperti pelayanan bank
syariah harus terus di tingkatkan di masa yang akan datang. Pelayanan dengan etika yang baik seperti yang diajarkan dalam agama Islam juga mampu memberikan nilai lebih untuk stakeholder, maka dari itu prinsip syariah harus selalu melekat pada jati diri bank syariah sehingga stakeholder dapat merasakan perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. Dalam meningkatkan capital employed yang sudah teruji berpengaruh secara signifikan terhadap ROA diharapkan bank syariah dapat terus meningkatkan hal ini, apabila bank syariah mampu memutar modal dengan baik dan juga menjaga kepercayaan dan kepuasan para stakeholder maka laba bank syariah akan meningkat sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan bank syariah.
b. Pengaruh Value Added Human Capital (VAHU) terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia
Hasil penelitian ini menemukan bahwa Value Added Human Capital (VAHU) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA) dengan nilai signifikansi sebesar 0,034 yang tidak memenuhi syarat lebih kecil dari 0,05 sebagaimana yang tampak pada tabel 4.8.
Dengan demikian hasil uji hipotesis yang pertama dengan menggunakan Uji t menunjukkan Value Added Human Capital (VAHU) tidak berpengaruh terhadap Return On Assets (ROA).
Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian Avita (2018) dan Andriana (2014) yang menyatakan bahwa Value Added Human Capital (VAHU) tidak berpengaruh terhadap Return On Assets (ROA). Dari hasil tersebut menunjukan bahwa Human Capital belum mampu menciptakan Value Added atau nilai tambah bagi Bank Umum Syariah. Namun, hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil beberapa penelitian terdahulu seperti penelitian Maulida (2019), Rahma (2018), Karina (2018), yang menunjukkan bahwa Value Added Human Capital (VAHU) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA).
Perbedaan hasil penelitian ini kemungkinan disebabkan karena perbedaan sampel dan periode tahun penelitian. Periode data pada penelitian ini adalah periode 2010 sampai dengan 2018, dimana beberapa bank syariah baru mengubah status bank dari unit usaha syariah menjadi bank umum syariah yang menyebabkan kinerja keuangan pada bank tersebut masih belum stabil.
Resource Based Theory dan Knowladge Based Theory yang mengatakan bahwa keunggulan kompetitif dan tingkat pengetahuan karyawan sangat berpengaruh untuk meningkatkan kinerja keuangan.
Dalam penelitian Tho’in (2016) yang berjudul “Kompetensi Sumber Saya Manusia Bank Syariah Berdasarkan Prinsip Syariah Islam” mengatakan bahwa tingkat pengetahuan dan pemahaman manajerial bank syariah sudah sangat baik meskipun banyak jabatan manajer di bank syariah yang berlatar pendidikan non-syariah, namun pada tingkat manajer mereka mendapatkan banyak pelatihan dan pengalaman sehingga mampu bersaing. Sedangkan pada bagian karyawan, tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang perbankan syariah dan keuangan syariah masih lemah dikarenakan banyak karyawan bank syariah yang berlatar belakang pendidikan non-syariah dan masih belum memiliki pengalaman atau sertifikasi khusus. Pelatihan yang didapat oleh karyawan juga masih sangat minim. Hal ini bisa menjadi motivasi untuk Bank Umum Syariah untuk meningkatkan kualitas Human Capital agar karyawan mampu menggunakan pengetahuan dan keterampilan nya semaksimal mungkin untuk menciptakan nilai tambah sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan Bank Umum Syariah tersebut.
Terkait hasil penelitian ini, maka diharapkan Bank Umum Syariah dapat mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki dengan latar belakang pendidikan tentang keuangan syariah dan juga memiliki kompetensi yang bukan hanya mampu menjalankan operasional bank syariah dengan baik namun juga mampu berkontribusi untuk menciptakan inovasi dalam meningkatkan perkembangan perbankan syariah di
Indonesia sehingga dimasa akan datang diharapkan komponen human capital mampu menciptakan value added yang akan meningkatkan kinerja keuangan dari bank syariah tersebut. Walaupun human capital tidak memiliki pengaruh secara parsial terhadap kinerja keuangan, tetapi pemanfaatan human capital yang baik dapat menunjang kegiatan operasional dari bank syariah tersebut.
c. Pengaruh Structural Capital Value Added (STVA) terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia
Hasil penelitian menemukan bahwa Structural Capital Value Added (STVA) memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA) dengan mulai signifikansi sebesar 0,000 yang memenuhi syarat lebih kecil dari 0,05 sebagaimana yang tampak pada tabel 4.8. Dengan demikian hasil uji hipotesis yang pertama dengan menggunakan Uji t berhasil membuktikan bahwa Capital Employed mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Hal ini menunjukan modal fisik yang dimiliki bank umum syariah mampu menciptakan value added dalam meningkatkan laba profitabilitas.
Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian Khasanah (2016), Karina (2018) dan Maulida (20190 yang menyatakan Structural Capital Value Added (STVA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assests (ROA). Hal ini menunjukan bahwa Bank Umum Syariah mampu memenuhi proses rutinitas bank dengan baik untuk menghasilkan kinerja intelektual yang optimal seperti sistem operasional perusahaan, budaya organisasi, filosofi manajemen dan semua bentuk intellectual property yang dimiliki oleh bank dan juga Bank Umum Syariah telah mampu memanfaatkan stuctural capital dengan baik dalam menciptakan nilai tambah untuk meningkatkan kinerja keuangan bank tersebut.
Terkait hasil penelitian ini, bank umum syariah sudah mengoptimalkan structure capital seperti database, struktur organisasi, rangkaian proses operasional dan non operasional dan strategi, aspek
teknologi di era digital seperti saat ini telah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Perkembangan produk bank umum syariah seperti m-banking menjadi salah satu contoh pengoptimalkan komponen ini karena dapat menjadi daya tarik seperti yang pada hasil pengaruh capital employed dalam operasional bank syariah untuk menciptakan value added. Bank syariah juga harus terus mengembangkan sistem operasional dari bank syariah sehingga dapat mengoptimalkan kinerja sumber daya manusia dan mampu memberikan kepuasan pada stakeholder. Dalam pengambilan keputusan untuk mengembangkan sistem operasional ini bank syariah juga harus berhati-hati karena apabila struktur bank Syariah yang memberi dampak baik ini tidak diimbangi dengan sumber daya yang handal maka structural capital value added akan menurun yang berakibat pada penurunan laba (ROA) dan juga berdampak pada kinerja keuangan dari bank syariah tersebut.
d. Pengaruh Intellectual Capital (VACA,VAHU dan STVA) secara simultan terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai F hitung sebesar 21,384 dengan nilai F tabel sebesar 3,29 sehingga F hitung lebih besar dari F tabel (21,384 > 3,29). Analisis hasil perhitungan diatas juga menunjukan bahwa nilai Sig. = 0.000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Intellectual Capital dengan komponen Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Value Added (STVA) berpengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) terhadap Kinerja Keuangan (ROA) dan dari hasil ini membuktikan bahwa Hipotesis 4 (H4) yaitu Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Coefficient (STVA) berpengaruh positif secara simultan terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia.
Hasil perhitungan Koefisien Determinasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki nilai adjusted R Square sebesar 0,667, ini dapat diartikan bahwa kinerja keuangan bank umum syariah atau Return On Assets (ROA) adalah 66,7% dipengaruhi oleh Intellectual Capital dan sisanya sebesar 33,3% dipengaruhi variabel lainnya. Kemungkinan 33,3% itu dipengaruhi oleh variable Good Coorporate Governance seperti pada hasil penelitian Fadhillah (2018) tentang Pengaruh Penerapan Good Coorporate Governance terhadap Kinerja Keuangan dan Resiko Pembiayaan di Bank Umum Syariah yang menunjukan bahwa Good Coorporate Governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dengan rasio Return On Assets (ROA).
Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian Khasanah (2016), Karina (2018) dan Maulida (2019) yang menyatakan bahwa komponen intellectual capital secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assests (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa intellectual capital dengan komponen capital employed, human capital dan structural capital mempengaruhi kinerja keuangan bank syariah dengan rasio Return On Assets (ROA). Maka dari itu, pengoptimalan dalam memanfaatkan intellectual capital perlu diperhatikan karena mampu menciptakan value added bagi bank syariah. Pemanfaatan intellectual capital yang baik dan benar mampu menarik minat nasabah dan stakeholder untuk menggunakan jasa pada bank syariah sehingga mampu meningkatkan laba dari bank syariah itu sendiri.