Peranan a w dalam Pendugaan dan
Pengendalian Umur Simpan
Purwiyatno Hariyadi
phariyadi.staff.ipb.ac.id
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
Pangan sensitif thd perubahan air?
• Migrasi uap air ke/dari bahan pangan menyebabkan perubahan “yang tidak dikehendaki”
• Pangan kering kehilangan karakter “kering” jika menyerap air berlebih
• Pangan segar kehilangan “kesegaran” jika kehilangan air berlebih
FOKUS :
Pangan Sensitif Thd Perubahan Aktivitas AirPangan sensitif thd perubahan air?
• Migrasi uap air ke/dari bahan pangan
• Sensitivitas thd air? dikarakterisasi dengan
Aktivitas air (aw)
Hub antara aw dan kadar air Kurva Isotermi Sorpsi Air/Moisture Sorption Isotherm
Kadar air kritis (critical mositure content, CMC):
kadar air maksimum (atau minimum) yang masih mempertahankan karakter/mutu produk
kadar air diatas (atau dibawah) CMC akan menyebabkan produk ditolak kadaluarsa.
FOKUS :
Pangan Sensitif Thd Perubahan Aktivitas AirPurwiyatno Hariyadi [email protected]
CONTOH Biskuit
• Sensitif terhadap perubahan kadar air
• Mempunyai karakteristik k.a. kritis :
k.a. produk (maksimum) dimana mutu produk masih diterima.
• Biskuit (kadar air 2%) – renyah
• k.a. 4,5% Kadar air kritis
• k.a. 6,5% Ka > Ka kritis
• k.a. 10% lembek & berjamur
FOKUS :
Pangan Sensitif Thd Perubahan Aktivitas AirInteraksi antara bahan pangan, pengemas dan lingkungan selama penyimpanan
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
Interaksi antara bahan pangan, pengemas dan lingkungan selama penyimpanan umur simpan
Peranan aw
?
Aktivitas Air (a w)
Aktivitas air (aw) memegang peranan penting dalam keawetan pangan
Interaksi antara bahan pangan, pengemas dan lingkungan selama penyimpanan umur simpan
Peranan aw
?
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
Aktivitas Air (aw)
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 0.0
Reaksi hidrolisis Oksidasi lemak
Reaksi non- enzimatis browning
Laju (Relatif)
Interaksi antara bahan pangan, pengemas dan lingkungan selama penyimpanan umur simpan Peta Keawetan Pangan
Peranan aw
?
Karakteristik Produk:
kadar air awal
kadar air kritis
Isotermi Sorpsi Air/ISA (moisture sorption isotherm, MSI)
Karakteristik Pengemas:
Disain/bentuk pengemas
Water Vapor Transmission Rate
Interaksi antara bahan pangan, pengemas dan lingkungan selama penyimpanan umur simpan faktor2 berpengaruh
Produk dalam kemasan :
Ukuran Produk
Ukuran pengemas
Kondisi penyimpanan/
distribusi:
Suhu & Kelembaban Masa
Simpan
?
Peranan aw
?
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
• ISA: kurva hubungan antara RH udara penyimpanan dan kadar air kesetimbangan (me) yang diperoleh jika produk selama penyimpanan
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA
dipengaruhi SuhuRoos, Y.H. 2001. Water Activity and Plasticization
Perlu kontrol suhu dalam
melakukan percobaan penentuan ISA
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
Nilai aw Berbagai Larutan Garam Jenuh
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA
konstruksi ISAPerlu kontrol suhu dalam
melakukan percobaan penentuan ISA
Simpan produk pada berbagai kondisi RH penyimpanan yang berbeda-beda.
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA
konstruksi ISAPurwiyatno Hariyadi [email protected]
Buat kurva kenaikan kadar air menuju ke kadar air kesetimbangan (me)
(selama penyimpanan pada berbagai kondisi RH)
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA
konstruksi ISATipe 1 Tipe 2
Tipe 3
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA
konstruksi ISA1
2
3
Kurva ISA Umum :
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
Perubahan Tekstur
• Produk sereal menjadi lembek :
• Kehilangan kerenyahan (crispness, crunchiness)
aw > 0.4
• Pertahankan aw < 0.4
• Potongan buah menjadi keras
• Kehilangan “keempukan” (softness, chewiness)
aw < 0.5-0.6
• Pertahankan aw > 0.5-0.6
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA CMC
Penentuan Kadar air kritis (critical moisture content/CMC) : Perubahan mutu (secara subjektif maupun secara objektif)
dikaitkan dengan perubahan kadar air produk
Sensory Crispness intensity of Saltine crackers as a function of aw
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA CMC
Penentuan Kadar air kritis (critical moisture content/CMC) : Perubahan mutu (secara subjektif maupun secara objektif)
dikaitkan dengan perubahan kadar air produk
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
CMC?
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA CMC
Penentuan Kadar air kritis (critical moisture content/CMC) : Perubahan mutu (secara subjektif maupun secara objektif)
dikaitkan dengan perubahan kadar air produk
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA CMC
Penentuan Kadar air kritis (critical moisture content/CMC) : Perubahan mutu (secara subjektif maupun secara objektif)
dikaitkan dengan perubahan kadar air produk
Produk
Anda?
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA CMC
Penentuan Kadar air kritis (critical moisture content/CMC) : Perubahan mutu (secara subjektif maupun secara objektif)
dikaitkan dengan perubahan kadar air produk
Produk
Anda?
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA laju D k.a.
Tipe 1 Tipe 2
Tipe 3 Laju Perubahan Kadar air
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
• Oswin model
• Henderson models
• BET model
• GAB model
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA karakterisasi
Karakter ISA hub antara aw dan kadar air (me) .. (1)
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA karakterisasi
• Zone 3: Unbound water (air bebas)
• Zone 2: Intermediately bound water (air terikat lemah, diatas monolayer).
• Zone 1: Tightly bound water (air terikat
kuat) untuk menguranginya memerlukan energy yang besar
Zone 1
Zone2 1
Zone 3
Karakter ISA hub antara aw dan kadar air (me) .. (2)
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
c a
b
m .
w
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA karakterisasi
Zone 1
Zone2 1
Zone 3
Air pada Zone 2 :
m =kadar air (g H2O/g padatan), aw = aktivitas air,
b = kemiringan kurva
(laju perubahan kadar air), dan c = konstanta (titik potong pd sb y).
Karakter ISA hub antara aw dan kadar air (me) .. (3)
Tipe 1 b1, c1 Tipe 2 b2, c2
Tipe 3 b3, c3
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA karakterisasi
1
2
3
Air pada Zone 2 :
m =kadar air (g H2O/g padatan), aw = aktivitas air,
b = kemiringan kurva
(laju perubahan kadar air), dan c = konstanta (titik potong pd sb y).
c a
b
m .
w
Karakter ISA hub antara aw dan kadar air (me) .. (4)
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA laju D k.a.
t = waktu penyimpanan
P/x = permeabilitas kemasan (g H2O/m2/hari/mmHg) A = luas are kemasan (m2)
Ws = berat padatan (kering) produk P0 = tekanan uap air murni (mmHg) b = laju perubahan kadar air
Laju Perubahan Kadar air untuk kasus kehilangan air
me = kadar air kesetimbangan (g H2O/g padatan kering) mi = kadar air awal (g H2O/g padatan kering)
m = kadar air pada waktu t (g H2O/g padatan kering)
me = kadar air kesetimbangan (g H2O/g padatan kering) mi = kadar air awal (g H2O/g padatan kering)
m = kadar air pada waktu t (g H2O/g padatan kering)
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA laju D k.a.
t = waktu penyimpanan
P/x = permeabilitas kemasan (g H2O/m2/hari/mmHg) A = luas are kemasan (m2)
Ws = berat padatan (kering) produk P0 = tekanan uap air murni (mmHg) b = laju perubahan kadar air
Laju Perubahan Kadar air untuk kasus penambahan air
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
Untuk mempercepat lakukan percobaan pada RH tinggi (90- 92%) dan suhu tinggi (38oC)
Lakukan penentukan waktu paruh (t1/2); waktu yang diperlukan untuk mencapai
(me-mi)/(me-m) = 2;
Log 2 = Kt1/2 Atau
K = (log 2)/t1/2
Laju Perubahan Kadar air = f(RH, T)
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA laju D k.a.
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA laju D k.a.
Laju Perubahan Kadar air = f(RH, T)
Slope =
- (log 2)/T1/2
log (M -Me )
Lama penyimpanan
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA laju D k.a.
Laju Perubahan Kadar air = f(RH, T)
Slope =
- (log 2)/T1/2
Lama penyimpanan
log (M -Me )
masa kadaluarsa berakhir pada
CMC (mcc) :
tsL = Umur simpan
(1) Pendugaan Umur Simpan ISA laju D k.a.
Laju Perubahan Kadar air = f(RH, T) accelerated test
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
Kadar air awal Kadar air kritis
Kadar Air (basis kering)
(2) Pengendalian Umur Simpan packaging
Jumlah air;
yang jika diserap oleh produk, maka produk yang akan menyebabkan produk tsb ditolak (sampai pada masa kadaluarsanya)
Kadar Air (basis kering)
(2) Pengendalian Umur Simpan packaging
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
Perlu Perlindungan :
Peranan kemasan untuk menahan transmisi uap air
Kadar Air (basis kering)
(2) Pengendalian Umur Simpan packaging
Tingkat perlindungan yang diperlukan oleh beberapa produk pangan [Asumsi umur simpan = 1 tahun pada suhu 25°C (79°F)]*)
(2) Pengendalian Umur Simpan packaging
*) Robertson, G. L. 1993. Food Packaging: Principles and. New York: Marcel Dekker Inc.
Jenis
Produk Pangan
Kadaluarsa jika
menyerap atau kehilangan air sebanyak:
Kopi instan kehilangan 2%
Makanan bayi kehilangan 3%
Jem/jelly kehilangan 3%
Makanan ringan kacang (nuts, snack) menyerap 3%
Buah kering (dried foods) menyerap 1%
Salad dressing menyerap 10%
Mentega kacang (peanut butter) menyerap 10%
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
(2) Pengendalian Umur Simpan packaging
*) Robertson, G. L. 1993.
Food Packaging: Principles and. New York: Marcel Dekker Inc.
Kembali ke pers Labuza (1984)
(2) Pengendalian Umur Simpan packaging
KENDALIKAN
Jenis bahan pengemas
(Water Vapor Transmission Rate), P/x
Ukuran Produk (Ws)
Ukuran pengemas (A)
Ruang penyimpanan (Po)
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
Table. Water vapour transmission rates at 38◦C and 95% RH.
(2) Pengendalian Umur Simpan packaging
PILIH BAHAN
KEMASAN SESUAI
Labuza, T. P. 1974.
Storage stability and improvement
of intermediate moisture foods.
(3) ETC …
Ascorbic acid destruction as a function of aw
at 35oC
Purwiyatno Hariyadi [email protected]
(3) ETC …
Riboflavin degradation at 37ºc in model systems as affected by Water Activity
(3) ETC …
Shelf life as a function of aw for aspartame in
reduced-mositeure solid system
at pH 5 and 30oC