• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jadi penting itu baik, tapi jadi baik jauh lebih penting

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jadi penting itu baik, tapi jadi baik jauh lebih penting"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

LOGIKA

MATEMATIKA

(2)

Logika Matematika

- Pernyataan, Nilai Kebenaran, dan Kalimat Terbuka

- Pernyataan Majemuk

- Konvers, Invers, dan Kontraposisi

- Kuantor Universal dan Kuantor Eksistensial

- Ingkaran dari Pernyataan Berkuantor

- Penarikan Kesimpulan

- Penyusunan Bukti

(3)

Pernyataan, Nilai Kebenaran

dan Kalimat Terbuka

- Pernyataan

- Lambang dan Nilai Kebenaran Suatu Pernyataan

- Ingkaran atu Negasi Suatu Pernyataan

- Kalimat Terbuka

(4)

Pernyataan

Adalah kalimat yang hanya benar saja

atau salah saja, tetapi tidak dapat

sekaligus benar dan salah.

Contoh:

- Menara itu tinggi.

- Jumlah hari ada 7.

- Tangkaplah orang itu!

- Berapa Umurmu sekarang?

(Pernyataan)

(Pernyataan)

(Bukan Pernyataan)

(Bukan Pernyataan)

(5)

Lambang dan Nilai Kebenaran

Suatu Pernyataan

Suatu pernyataan dilambangkan dengan

memakai huruf kecil, seperti a, b,

c,…,p,q,r,…dan seterusnya.

Contoh:

Pernyataan “4 adalah bilangan genap” dapat

dilambangkan dengan memakai huruf p.

Ditulis:

P : 4 adalah bilangan genap.

Lambang

(6)

Nilai Kebenaran Suatu

Pernyataan

Nilai benar atau salah dari suatu pernyataan dapat ditentukan memakai: Dasar Empiris:

Menentukan benar atau salah dari sebuah pernyataan berdasarkan fakta yang ada atau dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

Contoh:

1. “Ibukota jawa Timur adalah Surabaya”, meupakan pernyataan benar. 2. “Air adalah benda padat”, merupkana pernyataan salah.

Dasar Tak Empiris:

Menentukan benar atau salah dari sebuah pernyataan dengan memakai bukti atau perhitungan-perhitungan dalam matematika.

Contoh:

1. “Akar persamaan 3x – 1 = 5 adalah 2”, merupakan pernyataan benar. 2. “Jika x > 1, maka x > 2” merupakan pernyataan salah.

(7)

Contoh:

1. τ(p) = B dibaca “niali kebenaran pernyataan p adalah B” atau “pernyataan p mempunyai nilai kebenran B”.

2. q: 10 kurang dari 5, merupakan pernyataan yang salah, ditulis

τ(q) = S.

Kata nilai kebenaran dilambangkan dengan memakai

huruf Yunani τ (dibaca: tau)

Sedangkan untuk pernyataan yang salah dikatakan

mempunyai nilai kebenaran s (salah).

Pernyataan yang benar dikatakan mempunyai nilai

kebenaran B (benar),

(8)

Ingkaran Atau Negasi Suatu

Pernyataan

Adalah pernyataan yang menyangkal atau

mengingkari pernyataan awal

Ingkaran suatu pernyatan menyatakan

kebalikan dari pernyataan itu sendiri berari nilai kebenarannya adalah terbalik

Jika p bernilai benar, maka ~p bernilai salah Jika p bernilai salah, maka ~p bernilai benar.

p

~p

B

S

S

B

Dari suatu pernyataan p dapat dibentuk “ingkaran p” atau “negasi

p”, dilambangkan oleh ~p, dengan cara menambahkan kalimat

“tidak benar bahwa” di depan pernyataan p, atau jika mungkin dengan menyisipkan perkataan “tidak” atau “bukan” di dalam pernyataan p.

Tabel Kebenaran

(9)

Contoh:

p : 2 + 3 = 5 (τ (p) = B) ~p : 2 + 3 ≠ 5 (τ (~p) = S)

q : Semua bilangan prima adalah ganjil (τ (~q) = S)

~q : Tidak benar bahwa semua bilangan prima adalah ganjil

(τ (~p) = B) atau

~q : Ada bilangan prima yang tidak ganjil (τ (~q) = B)

(10)

Kalimat Terbuka

Adalah kalimat yang memuat peubah/variabel,

sehingga belum dapat ditentukan nilai kebenarannya

( benar atau salah ). Tetapi apabila variabel diganti

nilai tertentu akan menjadi suatu pernyataan.

Contoh: 2x + 3 = 11 (kalimat terbuka) Y – 3 < 4 (kalimat terbuka) Perhatikan contoh!!

Jika x diganti 3, diperoleh “2(3) + 3 = 11”, merupakan pernyataan salah. Jika x diganti 4, diperoleh “2(4) + 3 = 11”, merupakan pernyataan benar.

Nilai pengganti x = 4 mengubah kalimat terbuka “2x + 3 = 11” menjadi pernyataan yang benar. Nilai x = 4 disebut

(11)

Kesimpulan:

1. Kalimat terbuka dapat diubah menjadi pernyataan dengan cara mengganti peubah pada himpunan semestanya.

2. Penyelesaian kalimat terbuka adalah nilai pengganti pada himpunan semesta yang mengubah kalimat terbuka menjadi pernyataan yang benar.

3. Himpunan penyelesaian kalimat terbuka adalah suatu

himpunan dengan anggota-anggota merupakan penyelesaian dari terbuka itu.

Contoh:

1. Himpunan penyelesaian persamaan x + 3 = 8 (x peubah pada himpunan bilangan real R) adalah HP = {5}.

2. Himpunan penyelesaian persamaan x2 – 5x + 6 = 0 (x

peubah pada himpunan bilangan real R) adalah HP = {2,3}.

(12)

Pernyataan Majemuk

- Kebenaran Suatu Pernyataan Majemuk

- Negasi Suatu Pernyataan majemuk

(13)

Kebenaran Suatu Pernyataan

Majemuk

- Disjungsi

- Konjungsi

- Implikasi

- Biimplikasi

(14)

Disjungsi

Adalah pernyataan yang dibentuk dari dua

pernyataan p dan q dengan kata hubung “atau”.

Notasinya:

p v q

Dibaca: p atau q

Tabel Kebenaran disjungsi

(15)

Contoh:

Tentukan nilai kebenaran dari:

6 adalah bilangan genap atau 13 adalah bilangan prima. Jawab:

Misal: p : 6 adalah bilangan genap q : 13 adalah bilanagn prima

p bernilai benar dan q bernilai benar sehingga pernyataan 6 adalah bilangan genap atau 13 adalah

bilangan prima bernilai benar

(16)

Konjungsi

Adalah pernyataan yang dibentuk dari dua

pernyataan p dan q dengan kata hubung “dan”.

Dibaca: p dan q

(17)

Contoh:

13 bilangan prima dan 132 = 169

Jawab:

Misal: p : 13 bilangan prima Q : 132 = 169

p bernilai benar dan q bernilai benar sehingga pernyataan 13 bilangan prima dan 132 = 169

berniai benar.

(18)

Implikasi

Adalah pernyataan majemuk yang disusun

dari dua pernyataan p dan q dalam bentuk

“jika p, maka q”.

Notasinya:

p

 q

Dibaca: Jika p, maka q

Tabel kebenaran implikasi:

p

q

p  q

B

B

B

B

S

S

S

B

B

S

S

B

Bagian “jika p” dinamakan alasan atau

sebab dan bagian “maka q” dinamakan kesimpulan atau akibat.

(19)

Contoh:

Tentukan nilai kebenaran dari implikasi berikut: Jika 3 + 2 = 5, maka 5 adalah bilangan prima

Jawab:

Misal: P : 3 + 2 = 5

Q : 5 adalah bilangan prima

Jika 3 + 2 = 5, maka 5 adalah bilangan prima

B B

Implikasi ini bernilai benar karena alasan benar dan kesimpulan benar

(20)

Biimplikasi

Adalah pernyataan majemuk yang disusun dari

dua pernyataan p dan q dalam bentuk “p jika

dan hanya jika q”.

Notasinya:

p

 q

Dibaca: p jika dan hanya jika q

Tabel kebenaran biimplikasi:

(21)

Contoh:

161/2 = 4 jika dan hanya jika 16log 4 = 1/2

Jawab:

Misal: p :161/2 = 4

Q : 16log 4 = 1/2

161/2 = 4 jika dan hanya jika 16log 4 = 1/2

B B

Merupakan biimplikasi yang benar

Kembali

(22)

Negasi Suatu Pernyataan

Majemuk

- Negasi Konjungsi

- Negasi Disjungsi

- Negasi Implikasi

- Negasi Biimplikasi

(23)

Negasi Konjungsi

Negasi dari pernyataan p q adalah ~p v ~q

Perhatikan contoh konjungsi berikut.

p : saya suka apel.

q : saya tidak suka wortel.

p q : saya suka apel dan tidak suka wortel.

~( p q) : saya tidak suka apel atau saya suka wortel.

(24)

Negasi Disjungsi

Negasi disjungsi dari pernyataan p v q adalah

~p ~q

Perhatikan contoh berikut:

p : Andi pergi ke supermarket.

q : Andi menonton di bioskop.

(25)

Negasi Implikasi

p p ~p q ~q p  q ~( p  q) p ~q B S B S B S S B S S B S B B S B B S S S S S B S B S S S

Negasi pernyataan “p  q” adalah “p ~q”

Perhatikan contoh berikut:

p : Nico belajar dengan giat.

q : Nico naik kelas.

p  q : Jika nico belajar dengan giat maka nico naik kelas. ~(p  q) : Jika Nico belajar dengan giat dan ternyata nico tidak

naik kelas.

(26)

Negasi Biimplikasi

Negasi pernyataan “p  q” adalah (p ~q) v (q ~p) Perhatikan contoh berikut:

P : Ulangan dibatalkan Q : Diadakan kerja bakti

p  q : Ulangan dibatalkan jika dan hanya jika diadakan kerja bakti ~(p  q ) : Ulangan dibatalkan dan tidak diadakan kerja bakti atau

diadakan kerja bakti dan ulangan tidak dibatalkan.

(27)

Konvers, Invers, dan

Kontraposisi

Dari suatu implikasi p  q dapat dibentuk

implikasi lain:

q  p, yang disebut konvers dari p  q. ~p  ~q, yang disebut invers dari p  q.

~q  ~p, yang disebut kontraposisi dari p  q.

(28)

p ~p q ~q p  q q  p ~p  ~q ~q  ~p

B S B S B B B B

B S S B S B B S

S B B S B S S B

S B S B B B B B

Contoh:Tentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari implikasi: Jika harga minyak naik, maka harga barang naik.

Konversnya (q  p) : jika haga barang naik maka harga minyak naik.

Invernya (~p  ~q) : jika harga minyak tidak naik mak harga barang tidak naik.

Kontraposisi (~q  ~p) : jika harga barang tidak naik mak harga minyak tidak naik.

(29)

Kuantor Universal dan Kuantor

Eksistensial

- Kuantor Universal

- Kuantor Eksistensial

(30)

Kuantor Universal

Sebuah pernyataan dikatakan menggunakan

kuantor universal jika menggunakan kata setiap

atau semua atau yang ekuivalen dengan itu.

Contoh:

1. Semua siswa kelas XA senang olahraga.

2. Setiap peserta ujian wajib membawa kartu tanda

peserta ujian.

(31)

Kuantor Eksistensial

Pernyataan dikatakan menggunakan kuantor

eksistensial jika menggunakan kata beberapa

atau ada atau yang ekuivalen dengan itu.

Contoh:

1. Beberapa siswa kelas XB senang olahraga.

2. Ada siswa yang senang matematika.

(32)

Inkaran dari Pernyataan

Berkuantor

- Ingkaran dari Pernyataan Berkuantor Universal

- Ingkaran dari Pernyataan Berkuantor Eksistensial

(33)

Ingkaran dari Pernyataan

Berkuantor Universal

Contoh:p

: ”Semua bilangan prima adalah bilngan asli”.

Bernilai benar

Tentukan ~ p serta nilai kebenarannya.

~ p

: ”Tidak semua bilangan prima adalah bilangan asli”,

atau

~ p

: ”Beberapa bilangan prima bukan bilangan asli”.

Jadi, jelas bahwa ~ p bernilai salah.

ingkaran dari pernyataan berkuantor universial

adalah sebuah pernyataan berkuantor eksistensial

Ingkaran dari semua p adalah q yaitu

beberapa p bukan q.

(34)

Ingkaran dari Pernyataan

Berkuantor Eksistensial

Ingkaran dari beberapa p adalah q yaitu

semua p bukan q.

Contoh:p

: ”Beberapa bilangan prima adalah bilangan

genap”

Tentukan ~ p serta nilai kebenarannya

~ p

: ”Semua bilangan prima bukan bilangan genap”, atau

~ p

: ”Tidak ada bilangan prima yang bilangan genap”, atau

~ p

: ”Jika x adalah bilangan prima, maka x bukan bilangan

genap”.

ingkaran dari pernyataan berkuantor eksistensial

adalah sebuah pernyataan berkuantor universal

(35)

Penarikan Kesimpulan

- Prinsip Modus Ponens

- Prinsip Modus Tolens

- Prinsip Silogisme

(36)

Prinsip Modus Ponens

Premis 1 : p

 q

Premis 2 : p

Konklusi : q

Contoh:

Premis 1 : Jika Afra kehujanan, maka Afra akan masuk angin.

Premis 2 : Afra kehujanan.

Konklusi : Afra masuk angin.

Misal: p: Afra kehujanan q: Afra masuk angin Penarikan kesimpulannya: p  q

p q

(37)

Prinsip Modus Tolens

Premis 1 : p

 q

Premis 2 : q

Konklusi :

p

Premis 1 : Jika saya berolahraga

teratur, maka saya akan sehat. Premis 2 : Saya tidak sehat

Konklusi : Saya tidak berolahraga teratur

Penarikan kesimpulan ini menggunakan prinsip modus

tolens, berarti kesimpulan yang ditarik adalah sah

Misal: p: saya berolahraga teratur q: saya akan sehat

(38)

Prinsip Silogisme

Premis 1 : p

 q

Premis 2 : q r

Konklusi : p r

Premis 1 : jika x bilangan ganjil, maka 2x bilangan genap.

Premis 2 : jika 2x bilangan genap, amka 2x + 1 bilangan ganjil.

Konklusi : jika x bilangan ganjil, maka 2x + 1 bilangan ganjil. Misal: p: x bilangan ganjil q: 2x bilangan genap r: 2x + 1 bilangan ganjil Penarikan kesimpulannya: p  q q  r p  r

Penarikan kesimpulan ini menggunakan prinsip silogisme, berarti penarikan kesimpulan ini sah.

(39)

Penyusunan Bukti

- Bukti Langsung

- Bukti Tak Langsung

- Induksi Matematika

(40)

Bukti Langsung

Bukti langsung mengambil prinsip silogisme sebagai dasarnya. Kebenaran pernyataan pertama berakibat kebenaran pernyataan kedua dan seterusnya samapi pernyataan atau persamaan terbukti. Pada pernyataan berkuantor eksistensial, bukti langsung dilakukan dengan menyebutkan sebuah contoh dari semesta yang menyebabkan pernyataan bernilai benar. Cara substitusi juga termasuk bukti langsung.

Buktikan bahwa 3 merupakan akar dari persamaan kuadrat x2 – 4x + 3 = 0

Jika 3 disubsitusikan ke persamaan, maka diperoleh 32 – 4(3) + 3 = 0

3 adalah akar dari persamaan kuadrat x2- 4x + 3 = 0

(41)

Bukti Tak Langsung

Bukti tak langsung dengan kontraposisi mengambil prinsip modus tolens sebagai dasarnya. Membuktikan bahwa sebuah pernyataan berkuantor universal salah cukup dengan mengambil contoh yang menyangkal kebenarannya disebut contoh penyangkal dan membuktikan bahwa pernyataan berkuantor universal benar cukup dibuktikan bahwa ingkarannya salah. Buktikan bahwa  x  , x + 2  3.

Andaikan  x  A  x + 2 < 3, maka x < 3 – 2

x < 1

Pernyataan terakhir ini salah karena tak ada bilangan asli yang lebih kecil dari satu

 x  A, X + 2  3.

(42)

Induksi Matematika

Dua langkah pembuktian dengan Induksi matematika:

1. Buktikan rumus berlaku untuk n = 1.

2. Dimisalkan rumus berlaku untuk n = k, buktikan

rumus berlaku untuk n = k + 1

Apabila langkah 1 dan 2 telah dilakukan dan benar,

maka dapat disimpulkan bahwa Sn berlaku untuk

setiap bilangan asli n.

(43)

Contoh: Buktikan bahwa 1 + 3 + 5 + 7 + … + ( 2n – 1) = n2 untuk n anggota A Langkah 1 Untuk n = 1 1 = 12 1 = 1 (benar) Langkah 2

Misalkan rumus Sn berlaku untuk n = k, yaitu: 1 + 3 + 5 + 7 + … + ( 2k – 1) = k2

Akan dibuktikan Sn berlaku untuk n = k + 1

1 + 3 + 5 + 7 + … + ( 2k – 1) + (2k + 1) = k2 + (2k + 1)

K2 + (2k + 1) = (k + 1)2

Sk + 1

(44)

Gambar

Tabel Kebenaran
Tabel Kebenaran disjungsi
Tabel kebenaran konjungsi:
Tabel kebenaran implikasi:
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pernyataan ini didukung oleh sejumlah bukti empiris, diantaranya adalah penelitian yang dilakukan Cooper (1997) menyebutkan bahwa orang dengan tingkat kecerdasan

Dengan contoh di atas, jelaslah kiranya bahwa pembuktian tak langsung (terbalik) adalah pembuktian dengan pemisalan ingkaran pernyataan yang akan dibuktikan tadi sebagai hal yang

Padahal di dalam al-Qur’an, yang menjadi rujukan utama para fuqaha’ klasik, dengan jelas menyebutkan nusyuz yang dilakukan oleh pihak suami, beserta keterangan tentang

Selain jarak yang menyebabkan pasangan tidak bisa bertemu secara langsung, komunikasi yang dilakukan juga dapat menjadi salah satu hambatan dalam menjalani sebuah

Pernyataan ini didukung oleh sejumlah bukti empiris, diantaranya adalah penelitian yang dilakukan Cooper (1997) menyebutkan bahwa orang dengan tingkat kecerdasan

Dengan contoh di atas, jelaslah kiranya bahwa pembuktian tak langsung (terbalik) adalah pembuktian dengan pemisalan ingkaran pernyataan yang akan dibuktikan tadi sebagai hal yang

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,