PERBEDAAN HASIL BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN ANTARA SISWA YANG DIAJAR DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PROBLEM-BASED LEARNING) DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI PADA SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK.

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN HASIL BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN ANTARA SISWA YANG DIAJAR DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN

BERBASIS MASALAH (PROBLEM-BASED LEARNING) DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI PADA SISWA KELAS X

KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK NEGERI 1 MERDEKA BERASTAGI

TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014

SKRIPSI

Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH :

BAGINDA GURNING NIM. 508121018

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

(2)

ii

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus, berkat kasih dan karunia-Nya

yang diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun Skripsi Penelitian

ini.

Penyusunan Skripsi Penelitian ini merupakan satu diantara beberapa syarat

akademi untuk memenuhi kredit semester di Fakultas Teknik Jurusan Pendidikan

Teknik Mesin Universitas Negeri Medan. Skripsi Penelitian ini disusun berdasarkan

observasi lapangan serta peninjauan langsung terhadap objek penelitian. Selama

penyusunan Skripsi Penelitian ini, penulis banyak mendapat bimbingan, arahan,

kritik, saran, serta bantuan baik dalam bentuk moril maupun materil dari berbagai

pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar –

besarnya kepada :

5. Bapak Drs. Pudin Saragih, M.Pd, selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Teknik

Mesin Universitas Negeri Medan.

6. Bapak Drs. Selamat Riadi, MT, selaku Ketua Program Studi Pendidikan

Teknik Mesin Universitas Negeri Medan.

7. Bapak Drs. Suherman, M.Pd sebagai Dosen Pembimbing yang telah banyak

memberikan saran dan kritik dalam penyempurnaan Skripsi Penelitian ini.

8. Bapak Sedek Ginting, selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Merdeka

Berastagi yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian di SMK

Negeri 1 Merdeka Berastagi.

9. Teristimewa kepada kedua Orangtua saya beserta seluruh keluarga yang

menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam penyelesaian Skripsi Penelitian

(3)

iii

10.Terimakasih kepada teman-teman Jurusan Pendidikan Teknik Mesin yang

telah banyak memberikan masukan, motivasi dan inspirasi buat penulis

sehingga dapat menyelesaikan Skripsi Penelitian ini dengan baik.

11.Terimakasih kepada bang James yang telah banyak membantu penulis dalam

penyelesaian Skripsi Penelitian ini.

12.Terimakasih kepada teman-teman kost rela yang telah banyak membantu

penulis dalam penyelesaian Skripsi Penelitian ini.

Penulis menyadari bahwa Skripsi Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan,

oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi

kesempurnaan Skripsi Penelitian ini di masa yang akan datang.

Akhir kata penulis mengucapkan semoga Skripsi Penelitian ini bermafaat,

khususnya bagi penulis dan pembaca Skripsi Penelitian ini pada umumnya.

Medan, Agustus 2013

Penulis,

(4)

i

Gurning, Baginda (2013) Perbedaan Hasil Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Antara Siswa Yang Diajar Dengan Strategi Pembelajaran Berbasis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa yang diajar dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa yang diajar dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Ekspositori.

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 1 Merdeka Berastagi yang berjumlah 3 kelas dan setiap kelas terdiri dari 36 orang siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Random Sampling. Dengan teknik tersebut maka diambil 2 kelas sebagai sampel penelitian yaitu Kelas X TKR1 dengan jumlah siswa 36 orang dan Kelas X TKR 3 dengan jumlah siswa 36 orang, maka jumlah seluruh sampel penelitian adalah 72 orang. Data penelitian dikumpul dengan menggunakan tes hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan, dianalisis dengan uji kesamaan dua rata-rata dengan uji t satu pihak pada taraf signifikansi 5%.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Problem Based Learning memiliki rata-rata skor sebesar 17,14 dengan kecenderungan belajar tinggi dan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori memiliki rata-rata skor sebesar 14,89 dengan kecenderungan belajar cukup. Hasil uji persyaratan analisis menunjukkan bahwa sebaran data hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Problem Based Learning berasal dari populasi yang berdistribusi Normal dimana LHitung 0,1144< Ltabel 0,1477 dan data

hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori berasal dari populasi yang berdistribusi normal dimana LHitung 0,1331< Ltabel 0,1477 dan kedua varians data adalah Homogen karena

FHitung 1,01 < FTabel(35,35) 1,76.

(5)

iv DAFTAR ISI

Abstrak ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iv

Daftar Tabel ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

C. Pembatasan Masalah ... 7

D. Perumusan masalah ... 7

E. Tujuan Penelitian ... 8

F. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS ... 10

A. Kajian Teori ... 10

1. Hakikat Hasil Belajar Ilmu Statika dan Tegangan ... 10

2. Hakikat Strategi Pembelajaran Problem Based Learning ... 15

3. Hakikat Strategi Pembelajaran Ekspositori ... 21

B. Kerangka Berpikir ... 30

(6)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 34

A. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... 34

B. Populasi dan Sampel Penelitian ... 34

C. Variabel Penelitian ... 35

D. Defenisi Operasional ... 35

E. Rancangan Penelitian ... 36

F. Skenario dan Kerangka Perlakuan ... 36

G. Instrumen Penelitian ... 40

H. Uji Coba Instrumen Penelitian ... 41

I. Teknik Analisis Data ... 45

J. Pengujian Hipotesis ... 49

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 51

A. Deskripsi Data Penelitian ... 51

B. Uji Persyaratan Analisis ... 55

C. Pengujian Hipotesis Penelitian ... 59

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 62

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ... 65

A. Kesimpulan ... 65

B. Implikasi ... 65

C. Saran ... 66

(7)

vi

DAFTAR TABEL

Tabel Hal Tabel 2.1. Kurikullum Ilmu Statika dan Tegangan ... 14

Tabel 2.2. Perbedaan Strategi Pembelajaran Problem Based

Learning dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori ... 27

Tabel 3.1. Rancangan Penelitian ... 36

Tabel 3.2. Kerangka Perlakuan ... 37

Tabel 3.3. Kisi-kisi Test Penguasaan Kompetensi Ilmu Statika dan

Tegangan ... 41

Tabel 3.4. Identifikasi Kecenderungan Hasil Belajar ... 47

Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Ilmu Statika dan

Tegangan Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan

Strategi Pembelajaran Problem Based Learning ... 51

Tabel 4.2. Tingkat Kecenderungan Hasil Belajar Ilmu Statika dan

Tegangan Siswa Yang Diajar Dengan Strategi Pembelajaran

Problem Based Learning ... 53

Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Ilmu Statika dan

Tegangan Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Strategi

Pembelajaran Ekspositori ... 54

Tabel 4.4. Tingkat Kecenderungan Hasil Belajar Ilmu Statika dan

Tegangan Siswa Yang Diajar Dengan Strategi Pembelajaran

Ekspositori ... 55

(8)

dengan Strategi Pembelajaran Problem Based Learning ... 56

Tabel 4.6. Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa yang Diajar

dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori ... 57

Tabel 4.7. Tabel Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Ilmu Statika

dan Tegangan ... 59

Tabel 4.8. Tabel Ringkasan Uji Hipotesis Beda Dua Mean Dengan

Uji t Pihak Kanan Data Post Test Hasil Belajar Ilmu Statika

(9)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Belajar merupakan hal yang sangat mendasar yang tidak bisa lepas

dari kehidupan semua orang. Seiring dengan perkembangan masyarakat dan

kebutuhan yang meningkat, pemerintah berupaya untuk meningkatkan

pendidikan. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk

meningkatkan kualitas pendidikan diantaranya dengan memperbaiki

kurikulum yang ada dengan kurikulum yang baru yaitu Kurikulum Berbasis

Kompetensi (KBK) dan kurikulum (KTSP).

Dewasa ini pendidikan dianggap sebagai wahana untuk membekali

peserta didik dengan berbagai kemampuan dan melatih peserta didik untuk

menguasai kompetensi yang dibutuhkan dalam menjalani kehidupan di

masa yang akan datang. Salah satu lembaga pendidikan formal yang

diharapkan mampu melaksanakan tujuan pendidikan nasional adalah

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang menghasilkan siswa yang

terampil, cakap, serta siap bekerja dalam dunia usaha.

SMK Negeri 1 Merdeka Berastagi merupakan salah satu SMK yang

mempunyai tujuan menghasilkan siswa-siswa yang terampil, tangguh dan

mampu bersaing dalam bidang yang digelutinya. Salah satu kompetensi

(10)

keahlian Teknik Kendaraan Ringan yang mempersiapkan lulusan yang

berkompetensi dalam perkembangan teknologi, khususnya di bidang

kendaraan ringan.

Dari hasil wawancara yang telah dilakukan di SMK Negeri 1

Merdeka Berastagi, didapatkan bahwa nilai kompetensi Ilmu Statika dan

Tegangan belum sesuai dengan kriteria nilai ideal ketuntasan belajar

rata-rata yang ditetapkan oleh DEPDIKNAS yaitu dengan nilai  kriteria ideal

ketuntasan dengan skala kriteria 0-100% dan kriteria minimal ketuntasan

belajar adalah 70% (Depdiknas, 2006:15). Berdasarkan daftar nilai pada

guru kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan diperoleh data nilai siswa kelas

X adalah sebanyak 80,55% siswa memiliki nilai di bawah 70 dan 19,45%

siswa memiliki nilai di atas 70. Untuk meningkatkan nilai siswa tersebut

telah diadakan ujian perbaikan (remedial) kompetensi Ilmu Statika dan

Tegangan yang merupakan mata diklat kompetensi dasar yang tentunya

harus dikuasai oleh siswa untuk mendukung pembelajaran berikutnya.Jika

dilihat dari kenyataan yang ada di lapangan, bahwa sistem pembelajaran

khususnya kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan yang diterapkan di SMK

Negeri 1 Merdeka Berastagi, lebih didominasi oleh pembelajaran satu arah

yang berpusat pada guru (teacher centered learning).

Rendahnya hasil belajar yang dialami oleh siswa dapat disebabkan

oleh banyak faktor. Menurut Muhibbin Syah (2003:132) faktor-faktor yang

(11)

3

macam, yaitu: (1) Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni

keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa, (2) Faktor Eksternal (faktor dari

luar diri siswa), yakni kondisi lngkungan di sekitar diri siswa dan

pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa

yang meliputi strategi dan model yang digunakan siswa untuk melakukan

kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Sehingga sebagian besar

hasil belajar siswa tidak mencapai nilai batas ketuntasan belajar yang

ditetapkan.

Guru sebagai salah satu pemeran utama dalam pembelajaran

haruslah profesional dalam bidangnya agar dapat menjalankan tugas dan

fungsinya sebagai pendidik sekaligus pengajar yang berkompeten. Untuk

itu, guru harus menguasai bahan yang diajarkan, terampil mengajarkannya,

dan mampu mengatasi berbagai kendala yang ditemui dalam pembelajaran.

Salah satu hal yang dapat dilakukan guru adalah mampu memilih dan

menggunakan dengan tepat strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan

pembelajaran, materi yang diajarkan, dan karakteristik siswa agar tujuan

yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan optimal.

Kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan merupakan salah satu

kompetensi yang diajarkan pada jenjang pendidikan menengah kejuruan

khususnya pada kompetensi keahlian teknik Kendaraan Ringan, termasuk di

SMK Negeri 1 Merdeka Berastagi. Dari hasil pengamatan penulis yang

(12)

sekolah ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan

selama ini masih berorientasi pada pola pembelajaran yang lebih banyak

didominasi guru. Proses ini hanya menekankan pada pencapaian tuntutan

kurikulum dan penyampaian tekstual semata dari pada pengembangan

kemampuan belajar siswa. Keterlibatan siswa selama pembelajaran belum

optimal sehingga berakibat pada perolehan hasil belajar siswa tidak optimal

pula. Disini peran siswa tidak lagi sebagai subyek belajar melainkan sebagai

obyek pembelajaran. Tanggung jawab siswa terhadap tugas belajarnya

seperti dalam hal kemampuan mengembangkan, menemukan, menyelidiki,

dan mengungkap pengetahuan yang dimiliki masih sangat kurang. Dalam

pembelajaran kompetensi Ilmu Statika dan Tegangan, hendaknya fakta

konsep dan prinsip-prinsip fakta tidak diterima secara prosedural tanpa

pemahaman dan penalaran. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja

dari otak seseorang (guru) ke kepala orang lain (siswa). Siswa sendirilah

yang harus mengartikan apa yang telah diajarkan dengan menyesuaikan

terhadap pengalaman-pengalaman mereka.

Salah satu strategi pembelajaran yang dapat membantu siswa

memecahkan masalah-masalah dalam pembelajaran adalah strategi

pembelajaran berdasarkan masalah (Problem-based Learning). Strategi ini

merupakan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik (nyata)

sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri,

(13)

5

memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan dirinya (Abbas, 2008:

5). Lebih lanjut dinyatakan bahwa dalam strategi ini peran guru adalah

mengajukan masalah, mengajukan pertanyaan, memberikan kemudahan

suasana berdialog, dan memberikan fasilitas penelitian, serta melakukan

penelitian. Kegiatan ini dapat dilakukan guru saat pembelajaran di kelas

melalui latihan yang cukup. Selanjutnya Bruner dalam Trianto (2007:67)

menjelaskan bahwa berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah

serta pengetahuan yang menyertainya menghasilkan pengetahuan yang

benar-benar bermakna. Suatu konsekuensi logis, karena dengan berusaha

untuk mencari pemecahan masalah secara mandiri akan memberikan suatu

pengalaman konkret, dengan pengalaman tersebut dapat digunakan pula

memecahkan masalah-masalah serupa, karena pengalaman itu memberikan

makna tersendiri bagi peserta didik.

Berdasarkan uraian tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk

mengetahui perbedaan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa yang

diajar dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based

Learning) dan Strategi Pembelajaran Ekspositori pada siswa kelas X

kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1

(14)

B. Identifikasi Masalah

Berdaasarkan latar belakang masalah yang diuraikan sebelumnya

maka dapat diidentifikasi masalah-masalah penelitian sebagai berikut:

1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi hasil belajar Ilmu Statika

dan Tegangan ?

2. Apakah strategi belajar yang selama ini digunakan sudah efektif ?

3. Usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan

prestasi belajar siswa ?

4. Bagaimanakah strategi pembelajaran yang dilaksanakan di SMK

Negeri 1 Merdeka Berastagi?

5. Apakah ketersediaan fasilitas belajar dapat mempengaruhi hasil

belajar Ilmu Statika dan Tegangan?

6. Bagaimanakaha kemampuan penalaran siswa SMK Negeri 1

Merdeka Berastagi?

7. Apakah strategi pembelajaran Problem-Based Learning dapat

meningkatkan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan?

8. Apakah ada perbedaan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan

antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran

Problem-Based Learning dengan siswa yang diajar dengan

(15)

7

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya masalah yang terkait dalam penelitian ini yang

tidak mungkin diteliti sekaligus dan agar penelitian ini lebih terarah dan

terfokus, masalah yang diteliti dibatasi hanya pada perbedaan hasil belajar

Ilmu Statika dan Tegangan antara kelompok siswa yang diajar dengan

strategi pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) dan

kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori pada

semester ganjil siswa kelas X kompetensi keahlian Teknik Kendaraan

Ringan SMK Negeri 1 Merdeka Berastagi Tahun Pembelajaran 2013/2014.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan pada uraian dalam identifikasi dan pembatasan masalah di

atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut, yaitu:

1. Bagaimanakah kecenderungan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan

kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Berbasis

Masalah (Problem-Based Learning)?

2. Bagaimanakah kecenderungan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan

kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori?

3. Apakah hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan antara siswa yang diajar

dengan menggunakan strategi pembelajaran Problem-Based Learning

lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan

(16)

E. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1. Hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar

dengan strategi pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based

Learning).

2. Hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar

dengan strategi pembelajaran Ekspositori.

3. Perbedaan hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan antara siswa yang

diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran Problem-Based

Learning dengan siswa yang diajar dengan menggunakan strategi

pembelajaran Ekspositori.

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang

besar bagi dunia pendidikan, antara lain secara praktis penelitian ini

bermanfaat untuk mengungkap secara empiris ada tidaknya perbedaan hasil

belajar Ilmu Statika dan Tegangan antara kelompok siswa yang diajar

dengan strategi pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning)

dan kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori.

Selain itu manfaat bagi pendidik adalah membantu para pendidik khususnya

guru SMK Negeri 1 Merdeka Berastagi dalam memilih strategi

(17)

9

dapat mengembangkan kemampuan siswa sehingga dapat meningkatkan

hasil belajar siswa.

Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah

khasanah pengetahuan khususnya teori-teori yang berkaitan dengan strategi

pembelajaran. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai

(18)

65 DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data pada hasil penelitian dapat ditarik beberapa

kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar

dengan strategi pembelajaran Problem Based Learning memiliki rata-rata

skor sebesar 17,14 dan memiliki kecenderungan hasil belajar tinggi.

2. Hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar

dengan strategi pembelajaran Ekspositori memiliki rata-rata skor sebesar

14,89 dan memiliki kecenderungan hasil belajar cukup.

3. Hasil belajar Ilmu Statika dan Tegangan kelompok siswa yang diajar

dengan strategi pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi

dibandingkan dengan kelompok siswa yang diajar dengan strategi

pembelajaran Ekspositori yang teruji secara statistik dengan nilai tHitung

3,68 > tTabel(0.5-α) 1,69.

B. Implikasi

Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat akan menciptakan suasana

belajar yang lebih baik demi tercapainya hasil belajar yang baik pula. Oleh karena

itu, pemilihan strategi pembelajaran menjadi faktor yang sangat penting dalam

(19)

66

ini diterapkan guru di SMK Negeri 1 Merdeka Berastagi tidak harus sepenuhnya

dilakukan karena hanya akan berdampak terhadap suasana belajar yang

membentuk siswa menjadi pasif. Ada baiknya jika penggunaan strategi

pembelajaran yang melibatkan siswa aktif lebih optimal walaupun tidak

sepenuhnya harus meninggalkan strategi pembelajaran Ekspositori yang sudah

diterapkan selama ini. Penerapan strategi pembelajaran Problem Based Learning

menjadi salah satu bukti bahwa pembelajaran juga menuntut keaktifan siswa

untuk mengembangkan potensi dirinya sendiri sehingga hasil belajar yang didapat

akan lebih optimal dan siswa lebih bersemangat dalam belajar.

C. Saran

Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh, ada beberapa saran yang

dapat diajukan yaitu:

1. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, strategi pembelajaran Problem

Based Learning terbukti sangat efektif, sehingga peneliti menyarankan agar

penerapannya dapat diaplikasikan dalam pembelajaran yang efektif di sekolah.

2. Strategi pembelajaran Problem Based Learning sebaiknya digunakan untuk

menyelesaikan bahan-bahan pelajaran yang memiliki penjabaran yang banyak,

sehingga target-target pembelajaran lebih cepat tercapai dengan tidak

mengurangi kualitas pembelajaran itu sendiri.

3. Sebelum menerapkan strategi pembelajaran Problem Based Learning

(20)

siswa dan terlebih dahulu memperkenalkan strategi pembelajaran ini kepada

siswa, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan waktu yang lebih efektif.

4. Bagi peneliti lanjutan yang melakukan penelitian lanjutan sejenis agar lebih

(21)

68

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, dkk.(2008). Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Dengan Penilaian Portofolio Di SMPN 10 Kota Gorontalo.

(http://www.warmada.staff.ugm.ac.id/Articlespbl-ict1506051.pdf.) Feb. 20, 2013, pukul 13:10 am.)

Arikunto, S. (2003). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

. (2003). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Bina Aksara

Duch. (2008). Background of Problem-Based. Learning (http://www.udel.edu/pbl/cte/jan95-bisc.html,Last updated Feb. 20, 2013, Copyright Sheella Mierson, Univ. of Delaware, 1995)

Lieaux, Elizabeth M. (2008). A Comparative Study of Learning in Lecture vs. Problem-Based Format.(http://www.udel.edu/pbl/cte/spr96-nutr.html)

Makmun, A.S.(2003). Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosida Karya Remaja

Mulyono. Abdurrahman. (1999). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta. Rineka Cipta.

Nana Sudjana, (1989). http://agus-lesmana.blogspot.com/2012/05/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html (diakses 7 September 2013).

Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.kam

Saptono (2008). Problem-Based Learning (PBL)Berbasis Teknologi Informasi (ICT). (http://www.warmada.staff.ugm.ac.id/Articlespbl-ict150504.pdf)

(22)

Sudjana. (2002). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito

Sudrajat, Akhmad. (2008). Hakikat Belajar.

(http://akhmadsudrajat.wordpress.com/xmlrpc.php, Feb. 20, 2013, pukul 13:11 am.)

Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Sunggur & Tekkaya (2008). Effects of Problem-Based Learning and Traditional Instruction on Self-Regulated Learning. The Journal of Educational Research. (http://www.udel.edu/pbl/cte/jan95-bisc.html,Last updated Feb. 20, 2010, Univ. of Delaware, 1995)

Suradijono. (2008). Problem-Based Learning (PBL)Berbasis Teknologi Informasi (ICT).(http://www.warmada.staff.ugm.ac.id/Articlespbl-ict150504.pdf.)

Surya, Moh.(2008). Hakikat Belajar.

(http://mohsurya.wordpress.com/xmlrpc.php, Feb. 20, 2013, pukul 13:10 am.)

Suryosubroto (1997). http://library.um.ac.id/free-contents/new-karyailmiah/search.php/Suryosubroto.php ( Diakses 7 September 2013)

Syah, M.(2005). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Figur

Tabel 4.6. Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa yang Diajar

Tabel 4.6.

Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa yang Diajar p.8

Referensi

Memperbarui...