2
DAFTAR ISI
Halaman.
Kata Pengantar... 1
Daftar Isi... 2
Ringkasan Eksekutif……… 3
BAB I PENDAHULUAN 5 A. Latar Belakang ... 5
B. Tugas dan Fungsi ……… 5
C. Struktur Organisasi …………... 7
D. Aspek Strategis Organisasi... 8
BAB II PERENCANAAN KINERJA 9 A. Rencana Strategis …………... 9
B. Penetapan Kinerja Tahun 2017 ….………. 10
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 12
A. Capaian Kinerja Organisasi ……….
B. Analisa Pencapaian Kinerja ……….
C. Realisasi Anggaran ………...
12 16 44
BAB IV PENUTUP 45
3
RINGKASAN EKSEKUTIF
Sejalan dengan amanat konstitusi dan Renstra Kementerian Luar Negeri kurun waktu 2015 – 2019 tersebut, KBRI Quito pada tahun 2017 telah melaksanakan program dan kegiatan dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan.
Sepanjang tahun 2017, kegiatan promosi merupakan fokus utama KBRI Quito mengingat masih minimnya pengetahuan masyarakat Ekuador terhadap Indonesia. Promosi dilakukan diberbagai kota-kota besar, baik pada lingkungan pemerintah, universitas, sekolah-sekolah maupun di kalangan pebisinis. Dalam kegiatan promosinya, KBRI Quito kerap berupaya menampilkan atmosfer Indonesia secara komprehensif, baik melalui dekorasi, musik, tarian maupun gastronomi. Highlight kegiatan promosi KBRI Quito adalah pelaksanaan Wonderful Indonesian Week, partisipasi dalam Festival Artesanias de Americas dan pelaksanaan promosi pariwisata melalui Wonderful Indonesian Night.
Selain melakukan berbagai kegiatan promosi, KBRI Quito juga telah berupaya menggali serta memfasilitasi berbagai potensi kerjasama antara kedua pihak, baik antara instansi pemerintah maupun pelaku usaha kedua negara. Ditahun 2017, telah dilaksanakan pertemuan Forum Konsultasi Bilateral dan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Ekuador yang telah membahas sejumlah isu kerjasama bilateral antara kedua negara. KBRI Quito juga telah berhasil memfasilitasi disepakatinya dua perjanjian kerjasama bisnis antara Media Group dan Sertecpet di bidang perminyakan serta antara PT. Dirgantara Indonesia dan Emectricplus di sektor industri pertahanan.
Terdapat sejumlah inisiatif kerjasama baru seperti kerjasama pertahanan, pariwisata (khususnya pembentukan sister island antara Pulau Galapagos dan Pulau Komodo) dan penanganan fisheries crime antara Indonesia dan Ekuador. KBRI Quito juga terus memfasilitasi negosiasi kerjasama yang masih berjalanan seperti kerjasama pertanian, kerjasama joint research antara Lemigas dan Espol serta kerjasama penanganan bencana antara BNPB dan SGR.
KBRI Quito juga terus menjajaki kemungkinan penetrasi pasar Ekuador atas produk-produk unggulan Indonesia seperti produk spa, Martha Tilaar dan produk mie instan dari Indofood.
4
Secara garis besar, capaian kinerja yang dicapai KBRI Quito selama tahun 2017 dirasa sudah mendekati IKU dan target yang telah ditetapkan. Namun demikian disadari bahwa masih banyak perbaikan ataupun peningkatan yang harus dilakukan oleh KBRI sehingga kinerja KBRI Quito dapat lebih akuntabel, efektif dan efisien dalam mengimplementasikan kebijakan nasional Indonesia dan memenuhi kebijakan Kementerian Luar Negeri RI.
5
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Laporan Kinerja merupakan suatu bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Laporan Kinerja berisikan ikhtisar yang menjelaskan secara ringkas dan lengkap tentang capaian kinerja yang disusun berdasarkan rencana kerja yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan APBN.
KBRI Quito sebagai salah satu Perwakilan RI di luar negeri wajib menyusun Laporan Kinerja sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, fungsi, dan peranannya dalam pengelolaan sumber daya dan kebijakan yang dipercayakan berdasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan serta ketentuan yang berlaku. Laporan Kinerja tersebut perlu memuat informasi yang berisi capaian, evaluasi dan analisis terhadap pengukuran kinerja untuk setiap sasaran strategis atau hasil program/kegiatan serta langkah-langkah perbaikan ke depan.
Penyusunan Laporan Kinerja KBRI Quito Tahun 2017 mengacu pada Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
KBRI Quito sendiri diresmikan secara simbolis oleh Menteri Luar Negeri R.M. Marty M.
Natalegawa pada tanggal 29 Desember 2010, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 58 tahun 2009, dimana ditegaskan Pemerintah RI membuka 10 Perwakilan RI yang baru, termasuk Perwakilan RI untuk Republik Ekuador yang berkedudukan di Quito.
Sebagai Perwakilan RI yang relatif baru, berbagai kegiatan yang dilakukan KBRI Quito difokuskan pada upaya promosi kerjasama bilateral dan multilateral di berbagai bidang
6
antara Indonesia dan Ekuador. Diharapkan upaya tersebut dapat membentuk fondasi yang kuat sebagai dasar kerjasama yang lebih komprehensif dan nyata dalam jangka panjang di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan kemasyarakatan.
TUGAS DAN FUNGSI
Tugas pokok KBRI Quito adalah memperjuangkan kepentingan Bangsa, Negara, dan Pemerintah RI serta melindungi Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, melalui pelaksanaan hubungan diplomatik sesuai dengan kebijakan politik dan hubungan luar negeri Pemerintah Republik Indonesia melalui peraturan perundang-undangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional.
Berdasarkan Keppres No. 108 Tahun 2003, tugas pokok Perwakilan telah diatur sebagaimana diuraikan dalam Tugas Umum dan Tugas Khusus yang tertera dalam Kertas Tugas (Mission Paper) Perwakilan RI untuk Republik Ekuador tahun 2012.
Sesuai Keppres di atas, tugas pokok KBRI Quito adalah melaksanakan hubungan diplomatik dan melindungi kepentingan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia, melindungi Warga Negara Republik Indonesia, dan Badan Hukum Indonesia di wilayah akreditasi Republik Ekuador.
Dalam rangkaian tugas pokok tersebut, tugas umum KBRI Quito dapat disimpulkan yang pada intinya: mewakili, merundingkan, mempromosikan, melindungi kepentingan nasional Indonesia, Pemerintah, dan Warga Negara Republik Indonesia serta melaporkan perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Ekuador.
Dalam melaksanakan tugas pokok perwakilan, KBRI Quito menyelenggarakan fungsinya sbb :
a. Meningkatkan dan mengembangkan kerjasama politik dan keamanan, ekonomi, penerangan dan sosial- budaya di Ekuador;
b. Meningkatkan persatuan dan kesatuan, serta kerukunan antara sesama WNI di luar negeri;
c. Menjadi pengayom dan memberikan pelayanan, perlindungan dan bantuan hukum kepada WNI/BHI, bilamana terjadi ancaman dan/atau masalah hukum di Ekuador, sesuai dengan perundang-undangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional;
7
d. Melakukan analisa, penilaian, pelaporan dan rekomendasi mengenai situasi dan kondisi negara penerima;
e. Pembinaan dan koordinasi dalam pelaksanaan politik luar negeri dan hubungan luar negeri;
f. Melakukan kegiatan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengamanan internal perwakilan, persandian dan komunikasi; dan
g. Melaksanakan fungsi-fungsi lain sesuai dengan hukum dan praktek internasional.
STRUKTUR ORGANISASI
Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 108 tahun 2003 tentang Organisasi Perwakilan RI di Luar Negeri, pasal 8 dan 9, susunan/struktur organisasi KBRI Quito terdiri dari:
1. Unsur Pimpinan.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.
2. Unsur Pelaksana.
a. Counsellor (PF. Penerangan, Sosial dan Budaya/Konsuler/HOC) b. Sekretaris III (PF. Politik/ Ekonomi/ Protokol)
3. Unsur Penunjang.
a. Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan b. Petugas Komunikasi.
Jumlah formasi Pegawai Setempat pada KBRI Quito paling banyak 10 (sepuluh) orang termasuk perangkat Duta Besar (3 orang) dan dapat disesuaikan dengan misi dan kebutuhan Perwakilan.
ASPEK STRATEGIS ORGANISASI
KBRI adalah salah satu institusi pemerintah yang mempunyai peranan strategis dalam pelaksanaan kebijakan politik luar negeri di wilayah kerja, terutama dalam upaya mewujudkan kepentingan nasional melalui peningkatan hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Ekuador seperti peningkatan hubungan perdagangan, investasi, pariwisata serta melalui pembinaan dan perlindungan Warga Negara Indonesia/Badan Hukum Indonesia di wilayah kerja.
Dalam mengemban tugas tersebut, KBRI Quito senantiasa mensinergikan arah dan kebijakan, strategi yang dirumuskan untuk mendukung tujuan, sasaran, misi dan visi yang
8
ditetapkan oleh Kementerian Luar Negeri untuk mewujudkan Visi Pembangunan Tahun 2015-2019.
Sejak dibukanya KBRI Quito di Ekuador pada 11 November 2010, peningkatan intensitas hubungan dan kerjasama terus berkembang dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut membuka peluang bagi peningkatan serta perluasan hubungan perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, olahraga, kesehatan, sosial budaya serta hubungan antar masyarakat. Potensi-potensi kerjasama dalam berbagai bidang tersebut senantiasa terus digali dan dikembangkan oleh KBRI Quito bersama-sama dengan instansi/lembaga pemangku kepentingan terkait.
Namun demikian tujuan tersebut tidaklah mudah untuk dicapai mengingat berbagai keterbatasan yang dimiliki KBRI Quito seperti masih jumlah SDM, dimana staf pelaksana KBRI Quito hanya terdiri dari dua orang. Keterbatasan lain yang dimiliki adalah kurangnya kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Spanyol yang baik yang menyebabkan terbatasanya pemahaman dan penguasaan terhadap lapangan.
Dalam rangka mengantisipasi tantangan dan kendala pelaksanaan tugas di masa mendatang, KBRI Quito akan terus melakukan kajian dan evaluasi, sehingga dapat mengantisipasi perubahan-perubahan mendasar yang bersifat strategis/jangka panjang di kawasan Amerika Latin, khususnya Quito, dan diharapkan dapat menunjang efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diemban.
9
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
RENCANA STRATEGIS
Perencanaan Kinerja KBRI Quito sesuai dengan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) tahun 2015-2019 yang mencakup visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis sebagai berikut:
Pernyataan Visi
Visi KBRI Quito dalam memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di Ekuador adalah
“Membangun Wibawa Diplomasi Indonesia untuk mewujudkan kepentingan nasional di Ekuador”.
Pernyataan Misi
Dalam rangka mencapai Visi dimaksud, KBRI Quito telah menetapkan 2 (dua) misi yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 2015 – 2019, sebagai berikut :
1. Memperkuat peran KBRI Quito untuk memajukan kepentingan nasional di Ekuador
2. Meningkatkan kapasitas KBRI Quito untuk mendukung misi diplomasi di Ekuador
Tujuan dan Sasaran Strategis
Tujuan KBRI Quito disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan yang akan dihadapi dalam rangka mewujudkan visi dan melaksanakan misi terkait, 2 (dua) tujuan KBRI Quito yang telah ditetapkan adalah berikut :
1. Peran KBRI Quito yang berpengaruh
2. Nilai manfaat ekonomi, keuangan dan pembangunan yang optimal melalui hubungan luar negeri
3. Menguatkan kapasitas organisasi dan SDM Perwakilan yang handal, modern dan humanis
Enam Sasaran Strategis KBRI Quito yang hendak dicapai pada periode 2015 – 2019 adalah sebagai berikut :
10
1. Meningkatkan dukungan negara akreditasi Ekuador terhadap kedaulatan NKRI/Pembangunan infrastruktur kemaritiman/kerjasama
2. Peningkatan peran KBRI Quito dalam mendukung peningkatan pengaruh Indonesia di Ekuador
3. Peningkatan peran KBRI Quito dalam menciptakan nilai manfaat ekonomi dan pembangunan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia
4. Menguatnya peran diplomasi soft power yang dilakukan oleh KBRI Quito di Ekuador 5. Meningkatnya pelayanan dan perlindungan WNI dan BHI, serta pemberdayaan
diaspora
6. Meningkatnya penerapan manajemen kinerja dan anggaran yang akuntabel
PENETAPAN KINERJA TAHUN 2017
Penetapan Kinerja dalam bentuk Pernyataan Kinerja KBRI Quito Tahun 2017 yang telah ditandatangani oleh Duta Besar RI dan Menteri Luar Negeri RI adalah sebagai berikut:
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017 DUTA BESAR REPUBLIK INDONESIA
PERWAKILAN RI DI QUITO
No. SasaranStrategis IndikatorKinerjaUtama Target
(1) (2) (3) (4)
1. Peningkatan dukungan Negara akreditasi, Republik Ekuador terhadap kedaulatan NKRI dan penguatan peran KBRI Quito dalam mendukung diplomasi maritime, pengembangan infrastruktur poros maritime serta penguatan kepemimpinan Indonesia di organisasi internasional lainnya.
Persentase rekomendasi hasil kajian komprehensif KBRI Quito yang ditindak lanjuti Stakeholders
85%
2. Peningkatan peran KBRI Quito dalam
menundukung peningkatan pengaruh Indonesia di Negara akreditasi
Persentase realisasi rencana aksi sebagai implementasi dari
perjanjian / kesepakatan 85%
11 3. Peningkatan peran KBRI Quito dalam menciptakan
nilai manfaat ekonomi, dan pembangunan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia
Persentase peningkatan
perdagangan 85%
Persentase peningkatan
pariwisata 85%
Persentase peningkatan
investasi 85%
4. Menguatnya peran soft power diplomasi yang dilakukan oleh KBRI Quito
Persentase publik di Ekuador yang berpandangan positif terhadap Indonesia
85%
5.
Meningkatnya pelayanan dan perlindungan WNI/BHI serta pemberdayaan diaspora
Persentase permasalahan WNI dan BHI di Ekuador yang diselesaikan
95%
Persentase responden atau pengguna jasa yang menyatakan puas atas pelayanan kekonsuleran
90%
6. Meningkatnya penerapan manajemen kinerja dan anggaran yang akuntabel.
Nilai hasil evaluasi akuntabilitas kinerja pemerintah (AKIP) KBRI Quito yang dilakukan Itjen dan BPO
81 (A)
Presentasi realisasi anggaran (SP2D) terhadap alokasi DIPA KBRI Quito
100%
12
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Capaian Kinerja KBRI Quito berdasarkan alat ukur Indikator Kinerja Utama (IKU) rata-rata mencapai 97,71% dengan rincian seperti tergambar dalam tabel berikut ini:
No. Sasaran Indikator Kinerja Utama
Target Realisasi Rincian Capaian Kinerja Signifikan
(1) (2) (3) (4) (5) (9)
1. Peningkatan dukungan Negara akreditasi, Republik Ekuador terhadap kedaulatan NKRI dan penguatan peran KBRI Quito dalam mendukung diplomasi maritime, pengembangan infrastruktur poros maritime serta penguatan kepemimpinan Indonesia di organisasi
internasional lainnya.
Persentase
rekomendasi hasil kajian
komprehensif KBRI Quito yang ditindak lanjuti Stakeholders
80% 100%
Rekomendasi LoI Pertahanan RI-Ekuador
Rekomendasi kerjasama sister city Bandung- Cuenca
Rekomendasi kerjasama antara universitas Indonesia (UI dan ITB) dan Universitas Ekuador (USF)
Inisiasi kerjasama pemberantasan fisheries crime RI-Ekuador
Rekomendasi MoU kerjasama Pariwisata RI- Ekuador
Rencana pembangunan patung Soekarno di Taman kota Quito, Ekuador
13 No. Sasaran Indikator Kinerja
Utama
Target Realisasi Rincian Capaian Kinerja Signifikan
(1) (2) (3) (4) (5) (9)
2. Peningkatan peran KBRI Quito dalam mendukung peningkatan
pengaruh Indonesia di Negara akreditasi
Persentase realisasi rencana aksi sebagai implementasi dari perjanjian / kesepakatan
80% 100%
Penyelenggaraan
Roadshowp fórum bisnis RI-Ekuador di Quito dan Guayaquil, sebagai tindak lanjut peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara
Penyelenggaraan
FKB/SKB RI-Ekuador ke- 3 pada 19 September 2017 di Cuenca
Penandatanganan LoI Sister City Bandung- Cuenca, di Cuenca
Penandatanganan
kerjasama PT. DI dan Emectricplus di Quito
Penandatanganan
Kerjasama Media Group dan Sertecpet
3. Peningkatan peran KBRI Quito dalam menciptakan nilai manfaat ekonomi, dan pembangunan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia
Persentase
peningkatan trade 85% 35%
Dijalinnya kerjasama dengan sejumlah agen perjalanan untuk menawarkan paket-paket wisata ke Indonesia
Fam Trip dengan 2 Tour Operator Ekuador
Investasi teknologi Sertecpet di sektor migas Indonesia
Persentase peningkatan tourism
85% 32%
Peningkatan investment
85% 100%
14 No. Sasaran Indikator Kinerja
Utama
Target Realisasi Rincian Capaian Kinerja Signifikan
(1) (2) (3) (4) (5) (9)
4. Menguatnya peran soft power diplomasi yang dilakukan oleh KBRI Quito
Persentase publik di Ekuador yang berpandangan positif terhadap Indonesia
80% 100
Penyelenggaraan dan keikutsertaan dalam beragam kegiatan/
pameran promosi ekonomi, wisata serta budaya seperti :
o Partisipasi dalam Malam Dana “Una Mesa Mil Sonrisas”, Quito
o Partisipasi di Circo Moda, Cuenca
o Partisipasi dalam the II International Photography Biennial of Guayaquil
o Promosi Indonesia di Collegio Menor Quito o Wonderful Indonesia
Week Guayaquil o Penampilan Budaya di
USFQ, Quito
o Penampilan Budaya di Damas, Quito
o Penampilan Budaya dan Kuliner di ADC, Quito
o Guest Country dalam Festival de Artesanias de America, Cuenca o Wonderful Indonesia
Festival
15 No. Sasaran Indikator Kinerja
Utama
Target Realisasi Rincian Capaian Kinerja Signifikan
(1) (2) (3) (4) (5) (9)
Pembentukan opini positif tentang Indonesia melalui beragam wawancara yang disiarkan TV dan Radio serta dimuat dalam surat kabar setempat seperti Teleamazonas, Telerama, Cuenca TV, TC, Majalah Semana, Surat Kabar El Universo, Stasiun Radio Majestad FM.
Nilai Kuisioner Citra Indonesia yang cukup tinggi
5. Meningkatnya pelayanan dan perlindungan WNI/BHI serta pemberdayaan diaspora
Persentase permasalahan WNI dan BHI di Ekuador yang diselesaikan
95% 100%
Fasilitasi asimilasi WNI yang menjalani sisa masa hukuman di luar tahanan
Penyampaian bantuan dan konsultasi terhadap WNI di penjara Latacunga
Persentase responden atau pengguna jasa yang menyatakan puas atas
pelayanan kekonsuleran
90% 100% Dilakukannya
penataan ruang konsuler yang lebih nyaman dan mudah diakses
Peningkatan waktu pelayanan dokumen kekonsuleran
16 No. Sasaran Indikator Kinerja
Utama
Target Realisasi Rincian Capaian Kinerja Signifikan
(1) (2) (3) (4) (5) (9)
6. Meningkatnya penerapan
manajemen kinerja dan anggaran yang akuntabel.
Nilai hasil evaluasi akuntabilitas kinerja pemerintah (AKIP) KBRI Quito yang dilakukan Itjen dan BPO
81 (A)
Diisi pusat
Presentasi
realisasi anggaran (SP2D) terhadap alokasi DIPA KBRI Quito
100% 95.5%
B. ANALISA PENCAPAIAN SASARAN
Sasaran Strategis 1 dalam PK KBRI Quito adalah meningkatnya dukungan Negara akreditasi, Republik Ekuador terhadap kedaulatan NKRI, pembangunan infrastruktur kemaritiman / kerjasama bilateral dan isu-isu global, dengan IKU yaitu persentase rekomendasi hasil kajian komprehensif KBRI Quito yang ditindaklanjuti oleh stakeholders.
Guna mencapai Sasaran Strategis ini KBRI Quito telah berupaya secara aktif dalam memberikan inisiatif kerjasama dan atau memfasilitasi kerjasama antara Indonesia dan Ekuador, seperti diantaranya:
LoI Kerjasama Pertahanan RI-Ekuador
KBRI Quito telah mengidentifikasi adanya potensi kerjasama dalam industri pertahanan antara Indonesia dan Ekuador. Hal ini salah satunya dikarenakan Ekuador memerlukan spare part, jasa perbaikan/maintenance serta potensi pembelian pesawat tipe Casa, baik oleh Angkatan Darat, Laut maupun Udara Ekuador, yang notabene dapat disediakan oleh PT. Dirgantara Indonesia.
Guna memfasilitasi hal tersebut maka di rekomendasikan agar dibentuknya payung kerjasama antara kedua negara di bidang pertahanan, melalui pembentukan Letter of Intent
17
Kerjasama Pertahanan antara Indonesia dan Ekuador. Salah satu poin kerjasama dalam LoI tersebut adalah kerjasama di sektor industri pertahanan.
LoI ini rencananya ditandatangani pada kesempatan FKB/SKB RI-Ekuador ke-3 yang diselenggarakan di Quito, Ekuador pada 19 September 2017, namun terpaksa ditunda dikarenakan adanya masalah internal di pihak Ekuador. Diharapkan LoI ini dapat ditandatangani pada tahun 2018.
Kerjasama Sister City Bandung-Cuenca
Walikota Bandung, Ridwan Kamil, telah berkunjung ke Cuenca pada tanggal 9-11 Agustus 2017. Dalam kunjungannya ke Cuenca, Ridwan Kamil telah menandatangani Letter of Intent Kerjasama Sister City antara Kota Bandung dan Cuenca, meninjau lokasi Little Bandung, melakukan pertemuan dengan CIDAP dan Ketua Kamar Dagang Cuenca, serta mengunjungi beberapa industri lokal di Cuenca. LoI ini direncanakan akan berkembang menjadi MoU yang kini sedang dimulai tahap negosiasi antara kedua pihak.
Rencana kerjasama pembentukan sister city antara kota Bandung dan Cuenca direncanakan akan mencakup tiga area utama yaitu:
Pendirian Little Bandung Shop atau Little Bandung Wall
Kerjasama bidang sosial dan pendidikan melalui pertukaran pelajar
Kerjasama bidang pariwisata dan budaya
Kerjasama Ekonomi Kreatif
Kerjasama bidang ekonomi dan perdagangan
Kerjasama penanganan lingkungan utamanya terkait penanangan sampah
Kerjasama antara Universitas di Indonesia dan Ekuador
Kerjasama antara institusi pendidikan dianggap krusial untuk meningkatkan dukungan negara akreditasi terhadap Indonesia. Untuk itu KBRI Quito telah menjajaki rencana dijalinnya kerjasama pendidikan antara Universitas San Fransisco, Universitas terkemuka di Ekuador, dengan Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.
18
Menindaklanjuti upaya kerjasama antara UI dengaan USFQ tersebut, pada tanggal 17-19 September 2017, Dr. Hamid Chalid, S.H, LL.M, Wakil Rektor Bidang SDM, Pengembangan dan Kerjasama Universitas Indonesia, telah melakukan kunjungan kerja ke Quito dalam rangka menjajaki kerjasama dengan Universidad San Francisco de Quito. Pertemuan dengan sejumlah pejabat Universidad San Francisco de Quito dilaksanakan pada tanggal 18 September 2017, disampaikan bahwa UI merupakan universitas terbesar kedua di Indonesia dalam jumlah mahasiswa yang saat ini tercatat lebih dari 54 ribu mahasiswa. UI memiliki 14 fakultas mulai dari kedokteran hingga sastra, selain juga memiliki program vokasi. Jumlah mahasiswa terbanyak di UI adalah dari Fakultas Kedokteran diikuti Fakultas Teknik.
Disampaikan pula bahwa Universitas Indonesia juga telah memiliki sejumlah kelas internasional dengan 2000 mahasiswa asing. Di masa depan diharapkan jumlah mahasiswa asing ini dapat terus meningkat karenanya Universitas Indonesia terus mengembangkan kerjasama dengan berbagai universitas di dunia, termasuk kemungkinan melakukan kerjasama berupa pertukaran mahasiswa dan dosen dengan Universitas San Francisco de Quito.
Dalam kesempatan itu masing-masing perguruan tinggi menyampaikan kekuatan masing- masing dimana UI kuat dengan jurusan Kedokteran, Tehnik dll sedangkan USFQ kuat dengan jurusan Kedokteran dengan memiliki RS sendiri yang cukup mewah, jurusan Teknik, Manajemen Bisnis, Maritim dan Bioteknologi yang memiliki laboratorium khusus di Galapagos dan hutan Amazon. Disamping itu USFQ juga ingin membangun Asian Studies.
Pihak Universitas San Francisco de Quito menyambut baik kemungkinan kerjasama dengan Universitas Indonesia. Disampaikan bahwa Saat ini Universitas San Francisco telah memiliki 200 Agreement dengan berbagai universitas di seluruh dunia, yang sebagian besar adalah universitas di Amerika Serikat. Selain itu USFQ juga memiliki kerjasama dengan sejumlah universitas di Eropa seperti Perancis dan Inggris serta kerjasama dengan universitas di Jepang, Korea dan Singapura. Setiap tahun USFQ menerima sekitar 1000 mahasiswa asing untuk mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa.
Bidang-bidang yang dapat dikerjasamakan antara kedua pihak antara lain adalah pertukaran mahasiswa dan dosen serta pembentukan pusat studi di kedua universitas. Pihak
19
Universitas San Francisco de Quito juga siap membantu sekiranya UI akan membuka pusat studi Amerika Latin dengan mengirimkan dosen Bahasa Spanyol. USFQ juga siap untuk membuka pusat studi Indonesia. Dalam hal ini kedua pihak sepakat untuk menamakan pusat studi di masing-masing universitas sebagai “Ecuatorial Centre” mengingat Indonesia dan Ekuador sama-sama berada di garis katulistiwa.
Selain itu, kedua pihak sepakat bahwa ada potensi yang besar untuk melakukan kerjasama penelitian dalam berbagai bidang antara lain kedokteran, teknik, maritim dan bioteknologi, farmasi, seni budaya, antropologi, sosiologi, bahasa dan bidang-bidang lainnya. Untuk itu, pihak USFQ menyatakan akan menyampaikan draft MoU kerjasama dengan UI agar dapat segera direalisasikan kerjasama antara kedua pihak.
Setelah kunjungan Wakil Rektor UI tersebut, KBRI Quito terus berupaya menjembatani kedua institusi dan kini tengah menjajaki area kerjasama yang secara efektif dapat dilakukan kedua pihak. Pada akhir 2017, Universitas Indonesia telah melakukan video conference dengan USFQ guna membahas secara lebih lanjut potensi kerjasama, seperti diantaranya pertukaran pelajar internasional, pertukaran profesor maupun joint research. Diharapkan MoU dapat mulai dinegosiasikan pada tahun 2018.
Selain rencana kerjasama antara USFQ dan UI, Institut Tehnologi Bandung melalui Fakultas Seni Rupa dan Budaya (FSRD) juga tengah menjajaki kemungkinan kerjasama dengan fakultas seni dari universitas di Ekuador. Untuk itu KBRI Quito juga telah melakukan penjajakan dengan Fakultas Seni dan Komunikasi dari USFQ serta Fakultas Seni dari Universitas Cuenca. Diharapkan di tahun 2018 rencana kerjasama ini dapat digiatkan kembali melalui komunikasi yang lebih intensif antara kedua pihak.
Kerjasama Pemberantasan Fisheries Crime Indonesia-Ekuador
KBRI Quito telah menjajaki potensi kerjasama bidang maritim antara Indonesia dan Ekuador mengingat kedua negara memiliki potensi yang sangat besar di bidang perikanan. Hal ini sebelumnya telah dibahas dalam FKB/SKB RI-Ekuador yang telah dilaksanakan pada 19 September 2017 di Quito, Ekuador. Disela-sela Pertemuan ke-3 Siposium Kejahatan Perikanan di Wina, Austria pada 25-26 September 2017, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti dan Menteri Budidaya dan Perikanan Ekuador, Ana Katuska Drouet Salcedo, telah melakukan pertemuan bilateral. Dalam pertemuan tersebut telah disampaikan keinginan kedua pihak untuk melakukan kerjasama secara khusus dalam hal pemberantasan ilegal fishing dan realisasi sustainable fishing. Indonesia juga menyampaikan minatnya untuk belajar mengenai Ocean Rights dari Ekuador.
20
KBRI Quito telah menindaklanjuti hal ini secara lebih jauh dengan melakukan video conference dengan Menteri Budidaya dan Perikanan Ekuador pada 6 November 2017.
Dalam vicon tersebut disampaikan kembali keinginan dan komitmen Ekuador dalam menjalin kerjasama dengan Indonesia baik melalui pertukaran data dan informasi, join study, pengembangan kapasitas penegak hukum dan sebagainya. Ekuador juga menjanjikan akan mengirimkan draft pertama Memorandum of Understanding kerjasama antara kedua negara.
Kerjasama Sister Province Lampung-Guayas
KBRI Quito telah menjajaki potensi kerjasama Sister Province antara Lampung dan Guayas, dengan melihat potensi yang dimiliki oleh kedua provinsi secara khusus di bidang pertanian dan penambakan udang. Kerjasama rencananya akan difokuskan pada upaya pertukaran pengetahuan dan keahlian dalam meningkatkan hasil pertanian kedua provinsi yaitu Guayas dengan keunggulannya dalam pembudidayaan udang dan pengembangan penanganan hama dan penyakit udang, dan provinsi Lampung dalam keunggulannya dibidang tanaman padi dan pengolahan hasil pertanian (seperti pengalengan nanas dan produk olahan pisang).
KBRI Quito telah melakukan kunjungan ke Lampung dan Guayas untuk menjembatani potensi kerjasama tersebut. Pada saat ini kedua pihak tengah mengeksplorasi area kerjasama yang mungkin dilakukan antara Lampung dan Guayas.
Kerjasama Pariwisata Indonesia-Ekuador
Sebagai dua negara yang berada di garis ekuator, baik Indonesia dan Ekuador memiliki kekayaan dan keindahan alam yang sangat besar, yang menjadikan keduanya berupaya untuk menjadikan pariwisata sebagai sumber kekuatan ekonomi masyarakat. Dalam berbagai kesempatan KBRI Quito telah menjajaki dengan Kementerian Pariwisata Ekuador terkait kemungkinan kerjasama di bidang pariwisata antara kedua pihak. Dalam kunjungan DPR RI ke Kementerian Pariwisata, disampaikan juga keinginan Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan Ekuador untuk mengembangkan industri pariwisata masing-masing negara.
Pada 11 Desember 2017, KBRI Quito bersama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia telah melakukan pertemuan dengan Penasehat Menteri Pariwisata Ekuador, Carlos Andres Batista. Dalam pertemuan tersebut disampaikan keinginan dan minat Ekuador dalam menjalin kerjasama pariwisata dengan Indonesia secara khusus di bidang pembentukan sister island antara Pulau Galapagos dengan Raja Ampat atau Pulau Komodo, mengingat
21
kedua pulau memiliki karakteristik serta kekayaan biodiversity yang membutuhkan penanganan khusus, serta penjajakan pembukaan rute dari Indonesia ke Ekuador guna menghubungkan Asia dengan Amerika Latin. Pihak Indonesia menanggapi secara positif keinginan tersebut dan mengusulkan agar terlebih dahulu dapat dibentuk MoU Kerjasama Pariwisata sebagai payung kerjasama kedua negara. Pada saat ini Kementerian Pariwisata Ekuador tengah menggarap draft awal untuk MoU Kerjasama Pariwisata antara Indonesia dan Ekuador.
Rencana Pembangunan Patung Soekarno di Quito, Ekuador
Dalam kesempatan kunjungan Walikota Bandung ke Ekuador, Walikota Bandung disambut oleh Wamenlu Ekuador, Duta Besar Rolando Suarez di Kemlu Ekuador. Pertemuan tersebut menghasilkan rencana pembangunan physical space Indonesia di kota Quito. Rencananya space tersebut akan berupa pembangunan monumen patung Bung Karno, disalah satu taman kota Quito, beserta sejumlah informasi terkait Indonesia, sejarah KAA dan GNB. Baik pihak Walikota Bandung dan Kemenlu Ekuador menyampaikan komitmennya untuk merealisasikan hal tersebut. KBRI Quito bersama Pemerintah Kota Quito telah menindaklanjuti rencana ini dengan meninjau beberapa lokasi yang secara potensial dapat menjadi lokasi pembangunan taman Indonesia dan patung Bung Karno tersebut.
Permintaan Saling Dukung dalam Forum Internasional
KBRI Quito telah berupaya melakukan pendekatan dalam menyampaikan berbagai permintaan saling dukung dari Indonesia untuk Ekuador dan sebaliknya. Pernyataan saling dukung telah diupayakan untuk didapatkan dalam forum multilateral seperti pencalonan kandidat Indonesia pada Executive Board UNESCO 2017-2021, DK Tidak Tetap PBB 2019- 2020 dan anggota IMO Categoy C.
Sasaran Strategis 2 dalam PK KBRI Quito adalah peningkatan peran KBRI Quito dalam mendukung peningkatan pengaruh Indonesia di Negara akreditasi dengan IKU persentase realisasi rencana aksi sebagai implementasi dari perjanjian/kesepakatan.
Guna mencapai sasaran tersebut KBRI Quito telah melakukan berbagai upaya yaitu antara lain:
22
Partisipasi dalam Pameran Dagang Casa Abierta de Comercio
KBRI Quito dan ITPC Chile, Santiago telah melakukan promosi perdagangan dan investasi melalui partisipasi dalam Pameran Casa Abierta de Comercio di Guayaquil pada tanggal 15-17 Februari 2017. Booth Indonesia memperkenalkan sejumlah produk-produk yang berpotensi untuk pasar Ekuador, seperti produk- produk dari industri pertahanan dan keamanan, tekstil, food and beverages, kosmetik, kerajinan dan pariwisata.
Pameran dibuka oleh Presidente de la Camara de Comercio de Guayaquil, Pablo Arosemena Mariott, diikuti oleh 20 Kedutaan Besar dan Konsulat asing dan dikunjungi setidaknya oleh 1000 orang pengusaha dan masyarakat Ekuador. Partisipasi Indonesia dalam pameran ini merupakan yang pertamakalinya sejak dibukanya Kedutaan Besar Indonesia di Quito pada tahun 2011.
Pameran ini merupakan ajang yang sangat penting guna meningkatkan awareness tidak saja kalangan usaha namun juga masyarakat Ekuador, terhadap produk dan budaya Indonesia. Pameran ini juga berguna dalam membangun jejaring sosial dengan para pelaku usaha yang tertarik untuk menjalin hubungan bisnis dengan Indonesia. Pada kesempatan ini booth Indonesia memperkenalkan sejumlah produk-produk yang berpotensi untuk pasar Ekuador, seperti produk-produk dari industri pertahanan dan keamanan, tekstil, food and beverages, kosmetik, kerajinan dan parawisata
Penyelenggaraan Roadshow Forum Bisnis Indonesia-Ekuador, Quito dan Guayaquil
KBRI Quito bekerja sama dengan ITPC Santiago, Kamar Dagang Quito dan Kamar Dagang Guayaquil telah mengadakan Roadshow Forum Bisnis Indonesia-Ekuador di Quito, ibu kota Ekuador dan Guayaquil, kota industri terbesar di Ekuador, pada tanggal 28-31 Juli 2017.
Kegiatan ini ditujukan untuk mempromosikan potensi kerjasama ekonomi, baik perdagangan, investasi maupun pariwisata, antara Indonesia dan Ekuador dengan pembicara Dubes RI Quito, Diennaryati Tjokrosuprihatono mengenai potensi ekonomi di Indonesia, Freddy Josep Pelawi dari ITPC Santiago terkait promosi TEI 2017 serta Hanif Shaikh dan Veronica Molina dari Charta Global terkait produk APP dan isu sustainability di Indonesia. Hadir pula David Hertanto Tan dari APP Indonesia dan Eda Englund dari APP Los Angeles. Selain sesi pemaparan dan diskusi, dilakukan pula sesi networking dan
23
business meeting pada akhir kegiatan. Dalam kegiatan tersebut telah disediakan pula tiga booth promosi yaitu booth APP, booth promosi ekonomi dan TEI 2017 serta booth promosi pariwisata.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 60-70 pebisnis di masing-masing kota dari berbagai sektor seperti bisnis ekspor- impor, pulp and paper, industri makanan olahan, kelapa sawit, kosmetik dan kecantikan, buah-buahan, kopi dan coklat dsb. Beberapa pihak juga menyatakan ketertarikannya dengan perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia dan tertarik untuk mengembangkan usaha e-commerce di Indonesia. Selain pelaku usaha hadir pula perwakilan dari badan investasi Ekuador, Proecuador yang tertarik untuk mengeksplorasi peluang kerjasama secara lebih luas dengan KBRI Quito.
Forum perdagangan dan investasi ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan snack Indonesia seperti kue onde dan pastel. Bagi pengusaha yang berminat datang ke Indonesia juga diberikan informasi paket perjalanan wisata yang ditawarkan oleh 2 agen perjalanan setempat yaitu Turisa dan Eurolatina.
Penyelenggaraan Forum Kerjasama Bilateral/Sidang Komisi Bersama RI-Ekuador
Forum Konsultasi Bilateral (FKB) dan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-3 antara Republik Indonesia dengan Republik Ekuador telah dilaksanakan secara bersamaan di Quito tanggal 19 September 2017. Pada FKB dan SKB ke-3 Delegasi RI dipimpin oleh Duta Besar Muhammad Anshor, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kemlu RI, dan Delegasi Ekuador dipimpin oleh
Duta Besar Loudes Puma, Under Secretary Kementerian Luar Negeri Ekuador. Delegasi RI terdiri dari Dirjen Strategi Pertahanan, Kemhan, Dubes RI untuk Ekuador, Direktur Amerika II, dan pejabat dari Kemhan, Kejaksaan Agung dan Kemlu RI.
24
Beberapa isu pokok yang mengemuka dalam pertemuan adalah sebagai berikut:
Kedua delegasi sepakat untuk terus meningkatkan hubungan bilateral yang selama ini telah berkembang pesat dan mencatat adanya kegiatan saling kunjung dan pertemuan di tingkat kepala negara di tingkat menteri luar negeri.
Kedua negara juga mengapresiasi perkembangan kerjasama di tingkat regional khususnya dalam kerangka FEALAC. Indonesia menyambut baik keinginan Ekuador untuk meningkatkan engagement dengan ASEAN.
Kerja sama di fora multilateral kedua negara telah menyepakati kerja sama saling dukung bagi pencalonan masing-masing sebagai Anggota Tidak Tetap DK-PBB, Indonesia untuk periode 2019-2020 dan Ekuador untuk periode 2023-2024. Pada kesempatan tersebut Indonesia juga telah menyampaikan permintaan dukungan terhadap pencalonannya sebagai anggota Executive Board UNESCO periode 2017- 2021, dan sebagai anggota Dewan IMO kategori C periode 2018-2019.
Pada kesempatan tersebut kedua delegasi juga membahas isu-isu internasional seperti Reformasi DK-PBB, Disarmament and non-proliferation, serta G-77 and China.
Kedua pihak juga menyampaikan keinginan dan komitmennya untuk meningkatkan kerjasama dalam berbagai bidang secara khusus dalam bidang pertahanan, hukum dan HAM, telekomunikasi, pembangunan tata kota dan perumahan rakyat, perdagangan (melalui pelaksanaan WGTI RI-Ekuador), pertambangan dan hidrokarbon, pertanian, penanggulangan bencana, pendidikan tinggi serta pariwisata.
Penandatanganan Kerjasama antara IPTN North America dan Emectricplus
Pada tanggal 25 April 2017, IPTN North America telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Emectricplus S.A. yang akan menjadi mitra lokal IPTN North America di Ekuador, untuk menggali potensi kebutuhan suku cadang, perbaikan dan pemeliharaan, upgrade maupun pemasaran dan penjualan pesawat C235 C212, NC212i, CN235-220 maupun N219.
Penandatanganan MoU Kerjasama dilakukan di KBRI Quito oleh Direktur PT. INA, Gautama Indra Djaja dan Presiden Emectricplus, Oscar Armijos Gonzales Rubio, disaksikan oleh Dubes RI Quito dan Konsul Kehormataan Indonesia di Guayaquil, Marcelo Lopez.
25
Dalam kesempatan tersebut Direktur PT. INA dan Emectricplus juga berkesempatan untuk melakukan pertemuan dengan beberapa pihak dari Angkatan Bersenjata Ekuador yaitu Angkatan Darat (AD) Ekuador di Quito dan Angkayan Laut (AL) di Guayaquil guna menjajaki peluang bisnis dan kerjasama yang dapat dilakukan dengan kedua pihak tersebut.
Penandatanganan Kerjasama dalam sektor Migas antara Sertecpet dan MG Group
MG Group telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan perusahaan Engineering, Procurement and Construction (EPC) terkemuka di Ekuador, PT. Sertecpet. Penandatanganan dilakukan terpisah pada bulan Mei 2017. Pada bulan Juli-Agustus dan kemudian September 2017, PT. Sertecpet telah melakukan kunjungan kerja ke Indonesia guna menindaklanjuti kerjasama tersebut serta menjajaki potensi bisnis migas di Indonesia. CEO Sertecpet, Mr.
Eduardo Lopez juga telah diwawancarai oleh TV Nasional Indonesia, Metro TV, mengenai keinginan Sertcepet untuk melakukan investasi teknologi di sektor migas Indonesia.
PT. Sertecpet merupakan perusahaan EPC (Engineering, Procurement and Construction) untuk minyak bumi dan gas yang cukup terkemuka baik di kawasan Amerika Latin maupun internasional. Sertecpet memiliki hak paten untuk sistem pompa artificial lifting, oil &
gas yang dapat beroperasi di kilang tua, dengan biaya produksi yang cukup rendah (maksimal
dapat menurunkan biaya produksi hingga 80%). MG Group berminat untuk bekerjasama dengan Sertecpet dalam memasarkan penggunaan pompa artificial lifting tersebut di sumur- sumur minyak Indonesia.
Penjajakan Kerjasama Pendirian SPA dan Penjualan Produk PT. Martina Berto
Telah diketahui bahwa masyarakat Amerika Latin, termasuk Ekuador, sangat memperhatikan penampilan serta kecantikan, sehingga pasar potensial untuk pemasaran produk kecantikan dan Spa sangatlah besar. KBRI Quito telah menyampaikan proposal spa kepada pihak Martina Berto dan mendapatkan tanggapan yang cukup baik.
26
KBRI Quito tengah mencari partner yang tepat untuk membuka Spa dan penjualan produk kecantikan Martina Berto. Partner-partner potensial yang diidentifikasi diantara lain adalah hotel-hotel di Quito Ekuador, seperti Le Parc dan Gloria Saltos. KBRI Quito telah melakukan pertemuan dengan General Manager Le Parc dan pemilik Gloria Saltos. Le Parc telah menyatakan ketertarikannya untuk membuka franchise spa Indonesia di Hotel Le Parc dan untuk membuat kegiatan bertemakan Indonesia di Le Parc di tahun 2018. Gloria Saltos dilain pihak menyampaikan bahwa dikarenakan kondisi ekonomi saat ini, kerjasama pembukaan spa terpaksa ditunda. Walaupun demikian telah dijajaki pula kemungkinan mencari importer produk spa dan kecantikan untuk mengimport produk Martha Tilaar dari Indonesia.
Sasaran Strategis 3 adalah Peningkatan peran KBRI Quito dalam menciptakan nilai manfaat ekonomi, dan pembangunan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia, dengan IKU presentase peningkatan Perdagangan, Pariwisata dan Investasi (TTI).
Nilai Perdagangan Bilateral RI-Ekuador 2013-2016
(dalam ribu dollar)
2013 2014 2015 2016
Jan-Nov 2016
Jan-Nov 2017 Total
Perdagangan 94.546 132.327 70.137 105.786 95.851 127.537 Ekspor 81.427 90.467 47.500 57.511 53.913 52.270 Impor 13.119 41.860 22.672 48.275 41.938 75.266 Neraca
Perdagangan 68.308 48.607 24.827 9.235 11.974 -22.996
Nilai perdagangan RI-Ekuador tahun 2016 mencapai US$ 105.786.000 atau meningkat sebesar US$ 35.649.000 dari tahun 2015. Untuk tahun 2017, berdasarkan data yang ada saat ini tampak bahwa untuk periode Jan-Nov 2017, total perdagangan telah meningkat sebersar 33%. Untuk perhitungan sementara hingga Nov 2017, tampak bahwa neraca perdagangan Indonesia dengan Ekuador mengalami defisit sebanyak 22 juta dollar.
Realisasi investasi antara kedua negara sepanjang tahun 2016 serta data jumlah kunjungan wisatawan pada tahun yang sama belum bisa didapatkan.
Namun demikian KBRI Quito telah mengupayakan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan nilai investasi dan pariwisata melalui berbagai kegiatan pertemuan bisnis dan partisipasi Indonesia dalam pameran budaya dan pariwisata di Ekuador.
27
Pada bulan Maret 2017 sebanyak 28 orang turis high end Ekuador telah melakukan perjalanan wisata ekslusif ke Indonesia. Ke-28 orang turis Ekuador tersebut diorganisir oleh Turisa Tour dari Kota Cuenca Ekuador. Kunjungan pertama rombongan turis dalam jumlah yang cukup besar dan berasal dari kalangan high end tersebut merupakan hasil nyata dari partisipasi Carmen Moreno, pemilik Turisa Tour, yang pada tahun 2016 mengikuti kegiatan Familiarization Trip yang diselenggarakan oleh Direktorat Amerika II, Kementerian Luar Negeri RI.
Selain Jakarta, rombongan juga mengunjungi Kota Bandung, Bali dan Lombok dalam perjalanan yang berlangsung selama 10 hari. Pada tanggal 8 Maret 2017, rombongan juga diterima secara langsung di Direktorat Amerika II, Kementerian Luar Negeri RI untuk mendapatkan gambaran lebih jauh mengenai pariwisata Indonesia.
Sementara itu, pada bulan Oktober 2017, KBRI Quito bekerjasama dengan Direktorat Amerika II telah melakukan Familiarization Trip (FamTrip) 2017 bagi para tour operator, jurnalis, dan blogger di Jakarta, Makasar, Yogyakarta dan Lembata Island. Fam Trip tersebut diikuti oleh 2 (dua) Tour Operator dari Ecuador yaitu Mayte Alejandra dari All Travel Wholesale Ecuador dan Adolfo Luna dari Cruceros Viajes. Pada kegiatan tersebut juga telah diadakan tour operator meeting di setiap kota yang akan dikunjungi guna merealisasikan kerja sama antar tour operator dan penjualan paket wisata Indonesia.
Sasaran Strategis 4 adalah menguatnya peran soft power diplomasi yang dilakukan oleh KBRI Quito, dengan IKU persentase publik di Ekuador yang berpandangan positif terhadap Indonesia.
Guna mencapai sasaran tersebut, KBRI Quito telah berpartisipasi maupun melaksanakan sejumlah kegiatan/pameran promosi ekonomi, wisata serta budaya untuk meningkatkan awareness masyarakat Ekuador terhadap Indonesia.
Partisipasi dalam Malam Dana “Una Mesa Mil Sonrisas”
Pada tanggal 18 Maret 2017 KBRI Quito telah berpartisipasi dalam acara malam pengumpulan dana “Una Mesa Mil Sonrisas”
atau Satu Meja, Seribu Senyum yang merupakan kegiatan rutin tahunan untuk mengumpulkan dana bagi para penderita berbagai penyakit neurologis di Ekuador.
28
Malam Gala yang diselenggarakan di Cyrstal Palace Itchimbia Quito tersebut dihadiri sekitar seribu orang tamu dan menampilkan hidangan khas dari berbagai negara yang ditampilkan oleh juru masak-juru masak profesional di Ekuador.
Dalam kesempatan itu KBRI Quito menampilkan kemampuan juru masak Wisma Duta Quito, Sdr. Aloysius Marino yang menampilkan Sate Ayam dan Putu Ayu. Partisipasi juru masak Indonesia dalam acara ini merupakan undangan khusus dari Henry Richardson, seorang juru masak utama di Ekuador yang juga merupakan koordinator dari kegiatan Malam Gala “Una Mesa, Mil Sonrisas”.
Partisipasi KBRI Quito dalam acara tersebut diharapkan dapat lebih memperkenalkan masakan-masakan khas Indonesia kepada masyarakat Ekuador dan dimasa depan diharapkan agar produk-produk makanan Indonesia dapat masuk ke pasar Ekuador. Selain itu Duta Besar RI Quito juga tengah menjajaki kemungkinan pembukaan Restoran Indonesia di Quito.
Partisipasi dalam Circo Moda di Cuenca
Untuk kedua kalinya KBRI Quito kembali berpartisipasi dalam kegiatan Circo Moda yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Cuenca atau Santa Ana de los cuatro ríos de Cuenca ke-460. Kota Cuenca merupakan Ibukota Provinsi Azuay dan terletak di ketinggian 2560 mdpl, merupakan kota terbesar ketiga di Ekuador. Kegiatan Circo Moda yang dilakukan setiap tahunnya bertujuan untuk menggelar
produk-produk kreatif, baik kerajinan tangan, seni dan budaya maupun kuliner.
Seperti tahun lalu, KBRI Quito bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan KBRI Quito membuka stand di Circo Moda 2017 dengan menampilkan informasi-informasi pariwisata Indonesia, produk kerajinan tangan serta beberapa masakan khas Indonesia untuk diperkenalkan kepada masyarakat Ekuador khususnya di Kota Cuenca. Selain itu, KBRI Quito juga menampilkan tari-tarian Indonesia yang sudah ditunggu-tunggu oleh pengunjung Circo Moda yang berlangsung tanggal 13-16 April 2017.
29
Partisipasi Photographer Indonesia dalam The II International Photography Biennial of Guayaquil
Satu dari tujuh orang fotografer Indonesia yang mengikuti "The II International Photography Biennial of Guayaquil" yang diselenggarakan di salah satu museum terbesar di kota Guayaquil, Ekuador, Museum Luis Noboa Naranjo berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam lomba foto internasional tersebut.
Prem Promono Handoko, fotografer Indonesia dari Tangerang, Banten berhasil memenangkan kompetisi itu dengan foto yang berjudul "Bye Bye Birdies". Prem mengalahkan 53 fotografer internasional yang diantaranya berasal dari Jerman, Rusia, AS, Azerbaijan, Brasil, Iran, dan beberapa negara Amerika Selatan lainnya serta 46 fotografer dari Ekuador. Sebagai pemenang, Prem berhak mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan dan uang sebesar US$ 3000.
"The II International Photography Biennial of Guayaquil" diselenggarakan setiap tahunnya oleh Museum Luis Noboa Naranjo, Guayaquil.
Beberapa bidang lainnya juga diperlombakan dalam kompetisi tersebut, seperti perfilman dengan tema fiksi dan dokumenter. Foto-foto yang menjadi pemenang dan peserta lainnya akan dimasukkan ke dalam Buku Memori dari museum tersebut. Selain Prem, hadiah juara II
diraih oleh fotografer Ekuador dan juara III diraih oleh fotografer asal Belarusia. KBRI Quito diwakili oleh Konsul Kehormatan RI di Guayaquil untuk menerima langsung piagam penghargaan bagi Sdr. Prem Handoko pada 27 April 2017. Foto-foto para pemenang dan peserta lainnya terus dipamerkan di Museum hingga 31 Mei 2017.
Promosi Indonesia oleh siswa SD Bina Nusantara di Sekolah Collegio Menor Quito
Memanfaatkan kesempatan berlibur ke Quito, Ekuador, selama libur lebaran tahun 2017, Nandisty Allura Saputro, seorang siswa kelas 6 SD Bina Nusantara Jakarta, telah menjadi duta cilik Indonesia dengan mempromosikan Indonesia di hadapan siswa kelas 2, 3
& 5 dari Colegio Menor, Quito. Presentasi dilakukan Allura hari Selasa, 27 Juni 2017.
30
Presentasi yang dilakukan Allura tidak hanya berlangsung satu kali namun tiga kali di 3 kelas yang berbeda, yang semua mendapatkan perhatian dan apresiasi yang besar dari semua siswa dan guru di Colegio Menor. Tidak hanya berjalan satu arah, para siswa pun antusias mengajukan berbagai pertanyaan yang dijawab Allura dengan tangkas.
Selain melakuan presentasi mengenai Indonesia di Collegio Menor, Allura juga melakukan kegiatan story telling dengan dongeng-dongeng Indonesia seperti Timun Mas di hadapan peserta gymboree di Club House Arrayanes, sebuah klub elit di Quito, pada tanggal 2 Juli 2017.
Wonderful Indonesia Week di Hilton Colon Guayaquil
KBRI Quito bekerjasama dengan Hotel Hilton Colon Guayaquil menyelenggarakan kegiatan promosi kuliner, seni dan budaya bertajuk “Wonderful Indonesian Week 2017” yang diselenggarakan di Restoran Portofino, Hotel Hilton Colon Guayaquil, Ekuador tanggal 1-6 Agustus 2017.
Dalam acara Wonderful Indonesian Week ini, masyarakat Ekuador khususnya di Kota Guayaquil yang merupakan kota terbesar sekaligus pusat bisnis di Ekuador, diajak untuk bertualang ke Indonesia melalui kuliner khas Indonesia dari berbagai daerah, yang disiapkan oleh khusus oleh juru masak Indonesia yang datang dari Amsterdam dan Quito. Acara dibuka oleh Dubes RI Quito dan Wakil Menteri Pariwisata Ekuador.
Khusus untuk kuliner disajikan antara lain Rendang dan Nasi Goreng, yang masuk dalam list 50 makanan terbaik dunia yang dikeluarkan oleh CNN Travel tanggal 12 Juli 2017. Dalam list tersebut Rendang ada di urutan 1 dan Nasi Goreng Indonesia di urutan 2. Selain 2 makanan yang sudah banyak dikenal di dunia tersebut,
31
juga disajikan hidangan khas Indonesia lainnya seperti Sate, Gado-gado, berbagai macam Soto hingga kue-kue tradisional Indonesia. Semua makanan disiapkan secara khusus oleh para juru masak yang tergabung dalam Indonesia Satu Foundation di Amsterdam yang memiliki tujuan khusus untuk mempromosikan kuliner Indonesia ke berbagai negara di dunia.
Selain kuliner, disuguhkan juga tari tradisional Indonesia dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat di Guayaquil mengenai Indonesia.
Selain itu juga tampil seorang pemusik dari Indonesia, Saudari Yuyun George, yang menggabungkan saxophone dengan beberapa alat musik tradisional. Selama kegiatan berlangsung juga ditampilkan pagelaran busana singkat dari desainer Indonesia.
Semua upaya promosi ini diharapkan dapat lebih memberikan pemahaman mengenai Indonesia, dari berbagai aspek khususnya kuliner dan seni budaya. Secara garis besar acara berjalan dengan sukses dan mendapatkan pemberitaan di berbagai media di Ekuador.
Salah satu hasil konkret dari kegiatan ini adalah dijadikannya Nasi Goreng sebagai salah satu menú di Café Colon di Hotel Hilton Guayaquil.
Penampilan budaya di USFQ
Pada tanggal 13 September 2017, KBRI Quito menggelar penampilan budaya dan kuliner di Universitas San Francisco de Quito, sebuah universitas ternama di Ekuador. Dalam kegiatan ini ditampilkan sejumlah tarian yakni Lenggang Nyai dari Betawi, Sonteng dari Pasundan, Trunajaya dari Bali dan Tifa dari NTT. Selain itu tampil pemusik Indonesia, Yuyun George, dengan
alat musik saksofon dan flute serta lagu-lagu Indonesia, mulai lagu daerah hingga lagu pop.
32
Dalam kesempatan itu juga dihadirkan kuliner Indonesia seperti Mie Baso, Nasi Goreng dan Sate Ayam sebagai upaya untuk memasukkan menú masakan Indonesia di salah satu kafe yang ada di Universitas San Francisco de Quito yang juga memiliki jurusan gastronomi yang cukup terkenal di Ekuador.
Resepsi Diplomatik Perayaan HUT RI ke-72
KBRI Quito pada tanggal 14 September 2017 telah mengadakan Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-72 yang berlangsung di Hotel Hilton Colon, Quito. Resepsi ini adalah resepsi diplomatik yang pertama kali diselenggarakan di Quito, sejak dibukanya KBRI pada akhir tahun 2010. Acara resepsi diplomatik yang dilaksanakan pada siang hari tersebut dihadiri oleh Menteri Telekomunikasi, Wakil Menteri Hidrokarbon, Wakil Menteri Perumahan Rakyat serta sekitar 150 tamu undangan dari kalangan pejabat pemerintah Ekuador, para Duta Besar negara sahabat, kalangan diplomatik, Konsul Kehormatan RI, kalangan universitas, pengusaha, media, WNI serta sahabat-sahabat Indonesia lainnya.
Selepas sambutan yang disampaikan oleh Dubes RI Quito, dilakukan upacara Keruk Tumpeng, dengan mengundang sejumlah tamu-tamu kehormatan keatas panggung. Dubes menjelaskan bahwa upacara tumpeng tersebut merupakan simbolisasi atas ucapan syukur dan doa kepada Tuhan YME. Acara Keruk Tumpeng ini pada dasarnya dilakukan bukan hanya sebagai bentuk syukur KBRI namun juga media promosi kebudayaan dan gastronomi Indonesia kepada masyarakat Ekuador.
Sebagai hasil kerjasama dengan Kementerian Pariwisata, dalam acara Resepsi Diplomatik ini ditampilkan pula beberapa tarian nusantara yang dibawakan oleh Sanggar Rakadaya Palasara yaitu Lenggang Nyai (Betawi), Trunajaya (Bali) dan Bajidor Kahot (Jawa Barat). Selain itu, resepsi ini juga
33
dimeriahkan oleh penampikan musisi multi-talenta Indonesia, Yuyun George.
Pertunjukan dalam resepsi tersebut diakhiri dengan tarian poco-poco dan gemu fa mi re, yang dilakukan secara bersama-sama dengan Dubes RI dan para tamu undangan. Dalam acara resepsi tersebut, dilakukan pula promosi gastronomi Indonesia, melalui penyajian berbagai macam masakan khas Indonesia yaitu selat solo, gulai kambing, nasi goreng, satay ayam dan lontong serta kue onde-onde dan risoles sebagai snack.
Festival Film Internasional Seni dan Budaya Populer CIDAP ke-4 di Cuenca
2 film dokumenter Indonesia berjudul Keris dan Wayang telah diikutsertakan dalam Festival Film Internasional Seni dan Budaya Populer ke-4, yang merupakan rangkaian dari Festival de Artesanias de Americana CIDAP 2017. Festival film diselenggarakan tanggal 17-20 Oktober 2017. CIDAP atau The Interamerican Center of Crafts and Folk Arts, merupakan sebuah organisasi di Kota Cuenca, Ekuador yang bertujuan untuk menjaga kelestarian dan keaslian produk-produk seni dan budaya asli dari kawasan Amerika Selatan. Festival Film kali ini diikuti oleh sejumlah negara yakni Ekuador, Chile, Venezuela, Peru, Jepang dan Indonesia yang untuk tahun 2017 ini menjadi guest country dalam Festival de Artesanias de Americana CIDAP 2017.
Festival Film Internasional Seni dan Budaya Populer ini telah menjadi rangkaian dari Festival de Artesanias de Americana CIDAP sejak tahun 2014 dengan menampilkan film-film mengenai seni dan kerajinan tangan serta budaya popular dari berbagai negara, khususnya negara-negara Amerika Selatan. Film-film yang diikutsertakan umumnya merupakan film-film dokumenter pendek. Khusus untuk Indonesia ini merupakan keikutsertaan yang pertama kali, dengan menampilkan film dokumenter pariwisata dari Kementerian Pariwisata yaitu Keris dan Wayang. Dua warisan benda seni dan budaya dari Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO.
Festival Film tahun 2017 ini digelar di Fakultas Seni Universitas Cuenca, Gedung Kesenian El Alfarero milik Pemerintah Kota Cuenca dan juga di auditorium CIDAP. Pemutaran film dihadiri ratusan mahasiswa, pelajar dan khalayak umum di Cuenca. Seperti saat pemutaran film dokumenter Indonesia, Keris dan Wayang, yang dihadiri cukup banyak mahasiswa dan dosen Universitas Cuenca dan juga siswa sekolah menengah saat diputar di sesi kedua di auditorioum CIDAP pada tanggal 18 Oktober 2017. Film-film dokumenter yang ditampilkan
34
pada Festival Film Internasional Seni dan Budaya Populer CIDAP ke-4 tahun 2017 tersebut selain ditampilkan di Cuenca juga akan diputar kembali di FLACSO, Latin American University of Social Sciences, sebuah universitas terkemuka di Quito, pada awal Desember 2017.
Dalam kesempatan itu, Duta Besar RI Quito dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antuasisme penonton untuk menyaksikan film mengenai seni dan budaya Indonesia. Dalam kesempatan itu, Dubes RI juga menyampaikan paparan singkat mengenai Indonesia di hadapan mahasiswa dan pelajar yang hadir menyaksikan film Keris dan Wayang, yang pada umumnya belum banyak mengenal Indonesia.
Dubes RI juga menyampaikan bahwa kesempatan terbuka luas untuk mengenal Indonesia lebih jauh pada saaat berlangsungnya Festival de Artesanias de Americana dimana Indonesia menjadi guest country dengan mengikuti pameran benda-benda seni dan budaya Indonesia selama 1 bulan mulai tanggal 1 November-1 Desember 2017 di Museum CIDAP. Dalam kegiatan pameran ini KBRI Quito mendapatkan dukungan dari Pemkot Bandung yang akan mengisi lantai 2 Museum CIDAP dengan berbagai benda seni dan budaya Indonesia khususnya Bandung. Sementara lantai 1 diisi dengan berbagai benda seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia, yang dimiliki KBRI Quito.
Penampilan budaya di Damas
Tanggal 24 Oktober 2017 KBRI Quito berpartisipasi dalam Annual Charity Dinner yang diselenggarakan oleh ACONDIP atau Asosiasi Pasangan Diplomat Ekuador di Hotel Best Western Quito dengan menampilkan tari Sonteng yang dibawakan oleh Vera, penari dari KBRI Quito. Penampilan tari Sonteng
tersebut mendapatkan apresiasi yang besar dari undangan yang hadir yang tidak saja
35
merupakan suami atau istri para diplomat Ekuador namun juga kalangan bisnis, jurnalis dan pejabat tinggi Ekuador.
Penampilan budaya dan kuliner di ADC
Pada tanggal 11 November 2017 KBRI Quito kembali berpartisipasi menampilkan tarian, lagu dan kuliner Indonesia dalam kegiatan Charity Lunch di Cyrstal Palace Itchimbia yang diselenggarakan oleh ADC atau Asosiasi Istri- istri Diplomat Asing di Ekuador. Dalam kesempatan itu ditampilkan tari Legong Bapangsabe dari Bali.
Selain itu juga tampil seorang mahasiswa Ekuador yang tengah menempuh studi di ITB Bandung, Santiago Erazo yang menyanyikan lagu Bubuy Bulan dan Bajing Luncat. Melengkapi partisipasi Indonesia dalam kegiatan pengumpulan dana tersebut, KBRI Quito juga membawa Mie Goreng Indonesia yang cukup digemari di Ekuador, atas permintaan khusus dari panitia ADC. Selain Mie Goreng Indonesia dalam kesempatan itu juga disuguhkan hidangan dari berbagai negara lainnya.
Indonesia sebagai Guest Country dalam Festival de Artesanias de America/ CIDAP selama Satu Bulan
Festival de Artesanias de America 2017 merupakan festival ke-15 yang diselenggarakan oleh CIDAP atau Centro Interamericano de Artesanias y Artes Populares, sebuah lembaga dibawah Organisasi Negara-negara Amerika yang ditunjuk untuk melestarikan seni budaya dan kerajinan tangan khas negara-negara kawasan Amerika. Festival ini merupakan ajang internasional dan diikuti oleh sejumlah negara-negara kawasan Amerika dan internasional seperti diantaranya Peru, Kolombia, Venezuela, Chile, Argentina, Uruguay dan Jepang.
Selain peserta asing, kegiatan ini juga diikuti oleh ratusan seniman dan pengrajin dari berbagai daerah di Ekuador.
Dalam festival ke-15 tahun 2017 ini Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi guest country dengan mengisi Museum CIDAP dengan benda-benda seni dan budaya dari
36
beragam daerah di Indonesia selama sebulan lamanya. Tema pameran yang dibawakan oleh Indonesia adalah
“Wonderful Indonesia, explore the beauty of Indonesia”, dengan menampilkan beragam benda seni mulai dari batik dan songket, alat musik tradisional Indonesia, wayang, perhiasan, ukir-ukiran khas Bali, hingga bordir. Khusus untuk lantai 2 Museum diisi seluruhnya oleh Pemerintah Kota Bandung dengan informasi-informasi mengenai seni dan budaya khas Bandung dan juga dari daerah lain di Indonesia. Pemerintah Kota Bandung mengusung tema “The Tales of Bandung” dalam pameran yang berlangsung mulai tanggal 1 November – 1 Desember 2017 tersebut.
Festival dibuka secara resmi oleh Perwakilan dari Menteri Industri dan Menteri Kebudayaan dan Warisan Budaya Ekuador, perwakilan dari Parlemen, Walikota Cuenca dan Direktur Eksekutif CIDAP serta Duta Besar RI Quito.
Pembukaan festival dimulai dengan upacara pengerukan tumpeng khas Indonesia yang diawali dengan informasi mengenai filosofi
tumpeng dan upacara pengerukan tumpeng yang biasa di lakukan di Indonesia.
Sebagai guest country, selain berkesempatan mengisi Museum CIDAP, Indonesia juga mendapatkan stand yang cukup luas untuk Bazar dan Penampilan seni, budaya dan kerajinan Indonesia. Stand Indonesia diisi oleh para pengrajin batik dari Pekalongan dan Pemalang serta pengrajin ukir dari kayu jati dan kelapa kering asal Pemalang yang dibawa khusus oleh Bapak Andriyanto J. Syah, salah seorang anggota DPR Komisi VI. Selain pembatik dan pengrajin ukir, dari Pemalang juga mengirimkan 2 (dua) orang penari.
Selain Pemalang, Pemerintah Kota Bandung juga mengisi stand dengan kerajinan tangan asal Bandung serta hasil karya seorang mahasiswa S2 ITB asal Ekuador, Santiago Erazo,
37
yang menunjukkan hasil karya lukis yang dibuat dengan teknik Batik. Santiago Erazo juga menampilkan kebolehannya menyanyikan lagu-lagu Sunda dalam festival tersebut.
Disamping promosi batik dan hasil-hasil kerajinan tangan khas Indonesia lainnya, KBRI Quito juga memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan kuliner Indonesia.
Di hari ketiga pameran dan bazaar, Ibu Negara Ekuador, Madame Rocio Gonzalez de Moreno, secara khusus melakukan kunjungan ke Museum CIDAP untuk menyaksikan pameran benda-benda seni dan budaya Indonesia. Ibu Negara Ekuador memberikan perhatian cukup besar atas benda-benda seni
Indonesia dan membukan kesempatan bagi KBRI Quito untuk memperluas seni budaya Indonesia di Ekuador.
Festival de Artesanias de Americas merupakan ajang promosi yang sangat menguntungkan Indonesia mengingat luasnya cakupan pengunjung dan lamanya periode eksibisi. Secara garis besar kegiatan berjalan dengan cukup sukses dan mendapat animo yang sangat positif tidak saja dari masyarakat Ekuador namun juga internasional. Pemberitaan media setempat baik konvensional maupun sosial media terhadap pameran benda-benda seni Indonesia di Museum CIDAP cukup banyak, antara lain televisi lokal, surat kabar El-Tiempo dan radio Alvision. Selain di Ekuador, pemberitaan mengenai kegiatan pameran benda seni dan budaya serta bazaar produk Indonesia juga mendapat liputan dari sejumlah media di tanah air termasuk di Pemalang dan Bandung.
Wonderful Indonesia Festival
KBRI Quito bersama Kementerian Pariwisata RI telah menyelenggarakan kegiatan Wonderful Indonesia Festival 2017 di Hotel Hilton Colon Quito pada tanggal 12 Desember 2017. Kegiatan dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan yang dimulai dengan Bussiness Meeting and Product Knowledge Presentation yang dihadiri oleh sejumlah Travel Agents/Tour Operators dan dilanjutkan dengan
38
Indonesia Gala Dinner yang dihadiri tidak saja oleh Travel Agents/Tour Operators namun juga berbagai stakeholders di Ekuador dan calon-calon wisatawan potensial asal Ekuador.
Kegiatan Tourism Business Meeting and Product Knowledge ditujukan untuk memasarkan destinasi wisata potensial Indonesia serta berbagai fasilitas dan dukungan yang dilakukan pemerintah guna menopang sektor pariwisata Indonesia. Dalam kegiatan tersebut hadir pula Undersecretary International Affairs dari Kementerian Pariwisata Ekuador, Senor Aldo Luzi, yang menyampaikan apresiasinya terhadap Indonesia dan harapan agar kedua negara dapat meningkatkan kerjasama pariwisata.
Dalam Business Meeting yang dihadiri sekitar 30 orang tour operator dan travel agent tersebut, disajikan tiga orang panelis, yaitu Bapak Dadang Djatnika, Asisten Deputy dari Kementerian Pariwisata Indonesia, Bapak Paul Edmundus, pemilik Floresa Bali Tours dan praktisioner sektor pariwisata Indonesia, serta Ximena Rodas, calon Duta Besar Pariwisata Indonesia untuk Ekuador yang telah banyak membawa tur Ekuador ke Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan Gala Dinner dan malam kesenian, yang menampilkan tari-tarian, musik dan juga hidangan khas Indonesia.
Malam kesenian ini dihadiri tidak saja oleh tour operator dan travel agent namun juga beberapa pejabat pemerintahan, kalangan Diplomatik, pebisnis serta kalangan high end dari masyarakat Quito. Tamu undangan berjumlah 160 orang, atau melebihi dari target semula yaitu 100 orang. Kesemua tamu undangan tersebut merupakan calon-calon wisatawan potensial dari Ekuador.
Gala Dinner Wonderful Indonesia Festival ini dimeriahkan oleh salah seorang saxophonist Indonesia, Yuyun George, yang membawakan berbagai lagu baik Indonesia maupun Spanyol seperti Lisoi, La Bamba, Jangkrik Genggong dan What a Wonderful World. Selain Yuyun George juga tampil 2 penari yang membawakan tarian Lenggang Kipas dari Betawi, Legong Bapang Sabe Bali dan Tari Burung
Enggang dari Kalimantan. Gala Dinner juga dimeriahkan oleh fashion show beragam busana dan tas dari batik dan wastra nusantara lainnya dari desainer Indonesia, Novita Yunus dari Batik Chic.