*corresponding Author:
Khairiah Octrisyana
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia Email : [email protected]
Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution- ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Vol 8, No 2, Bulan Desember Tahun 2021, Hal. 85-94 P-ISSN 2407-2559, E-ISSN 2503-4731
Journal DOI: https://dx.doi.org/10.29406/jjum.v8i2 Website: http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php/JJUM
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI
MEDIA SOSIAL (Whatsapp) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 (Studi Siswa/i Kelas VI SDN 13 Pontianak Timur)
Khairiah Octrisyana1 , Mardjan2 , Muhammad Taufik3
1,2,3 Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Pontianak
Menerima: 8 September 2021 Revisi: 17 September 2021 Diterima: 1 Desember 2021
ABSTRAK
Berdasarkan data kasus pada anak di Indonesia sejak 17 maret 2020 sampai dengan 20 juli 2020 tercatat 2.712 anak terkonfirmasi Covid, 70% dari kasus anak meninggal karena infeksi virus ini berada di bawah usia 6 tahun, dan 30% sisanya di kelompok usia 6-18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh promosi kesehatan melalui Media sosial (WhatsApp) terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa dalam Pencegahan Penularan COVID-19 di Sekola Dasar Negeri 13 Pontianak Timur. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design dengan pendekatan rancangan “One Grup Pre test – Post test “. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah Sampel penelitian sebanyak 44 siswa. Penelitian dilaksanakan selama 6 hari dengan 4 kali intervensi melalui whatsapp.
Teknik analisis data dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan Ada perbedaan pengetahuan (p value
= 0,00) sikap (p value = 0,00) sebelum dan sesudah dilakukan promosi kesehatan dalam pencegahan penularan COVID-19 melalui media sosial (WhatsApp) di Sekolah Dasar Negeri 13 Pontianak Timur. Media ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa sehingga di harapkan siswa dapat melakukan pencegahan penularan Covid-19 secara mandiri, saat berada di rumah maupun di luar rumah.
Kata Kunci : virus corona, covid-19, pencegahan, penularan, whatsapp
ABSTRACT
Based on case data in children in Indonesia from March 17, 2020 to July 20, 2020, there were 2,712 children confirmed Covid, 70% of cases of children dying from this virus infection were under the age of 6 years, and the remaining 30% were in the age group 6-18 years. This study aims to determine the effect of health promotion through social media (WhatsApp) on the Knowledge and Attitudes of Students in Preventing the Transmission of COVID-19 at the 13th Elementary School, East Pontianak. The researcher uses a quantitative approach with a Pre-Experimental Design with a "One Group Pre test - Post test" design approach. The sampling technique used was purposive sampling, with a total sample of 44 students. The study was carried out for 6 days with 4 interventions via whatsapp. Data analysis technique with Wilcoxon test. The results showed that there was a difference in knowledge (p value = 0.00) and attitudes (p value = 0.00) before and after health promotion was carried out in preventing the transmission of COVID-19 through social media (WhatsApp) at Elementary School 13, East Pontianak. This media is proven to be able to increase students' knowledge and attitudes so that students are expected to be able to prevent the transmission of Covid-19 independently, while at home or outside the home.
Keywords : corona virus, covid-19, prevention, transmission, whatsapp
R E S E A R C H Open Access
85
86 86
PENDAHULUAN
Coronavirus disease 2019 (Covid-19) adalah satu jenis penyakit baru virus corona yang menjadi penyebab munculnya wabah penyakit pernafasan (paru) dan belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. World Health Organization memberikan nama virus baru tersebut severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya sebagai Coronavirus disease 2019 (COVID-19). WHO semenjak Januari 2020 telah menyatakan dunia masuk ke dalam darurat global terkait virus ini. (1)
COVID-19 bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan, pneumonia akut, sampai kematian. Virus ini dapat menyerang siapa saja baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil maupun menyusui. Penularan virus ini umumnya terjadi melalui droplet dan kontak dengan virus kemudian virus dapat masuk kedalam mukosa yang terbuka. (2)
Virus yang pertama kali di temukan di kota Wuhan ini telah merenggut ribuan nyawa warga Cina secara beruntun. Tanggal 30 Januari 2020, telah terdapat 7.736 kasus terkonfirmasi COVID-19 di China, dan 86 kasus lain dilaporkan dari berbagai negara seperti Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Nepal, Sri Lanka, Kamboja, Jepang, Singapura, Arab Saudi, Korea Selatan, Filipina, India, Australia, Kanada, Finlandia, Prancis, dan Jerman. (3)
Virus Corona juga telah mewabah di Indonesia sejak tanggal 2 Maret hingga 2 November 2020 terdapat 415.402 kasus positif terkonfimasi tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota, jumlah korban meninggal 14.044 orang (3,381%) dan sembuh 345.566 orang (83,188%). Indonesia saat ini menduduki urutan ke-19 dari 219 negara yang terkonfirmasi COVID-19.(4)
Di Kalimantan Barat yang terdiri dari 14 kabupaten/ kota sampai tanggal 2 November 2020 jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 melonjak naik sebanyak 1.675 orang, 21 diantaranya meninggal dunia berasal dari pontianak 16 orang, kabupaten landak 2 orang, mempawah, sintang dan kapuas hulu masing-masing satu orang, 421 orang dalam perawatan/ isolasi, dan 1.335 orang dinyatakan sembuh. (5)
COVID-19 menyerang semua kelompok umur, termasuk bayi, balita dan anak usia sekolah.
Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19 “Update Data Nasional dan Analisis Kasus Covid-19 pada Anak-anak” per 24 Juni 2020 menyatakan bahwa 250 ribu kasus (12.6 %) berasal dari kelompok usia anak. Proporsi terbesar berada pada kelompok usia 7-12 tahun (28,02%), diikuti oleh kelompok usia 16-18 tahun (25,23%) dan 13-15 tahun (19,92%). Namun, berdasarkan persentase angka kematian, yang tertinggi justru berada pada kelompok umur 0-2 tahun (0,81%), diikuti oleh kelompok usia 16-18 tahun (0,22%) dan 3-6 tahun (0,19%). (6)
Upaya yang dapat dilakukan untuk memutus penyebaran virus korona yang tren pertambahannya masih terus meningkat di Indonesia adalah mentaati protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, mengurangi kerumunan warga, dan menjaga pola hidup sehat. Kegiatan sosialisasinya perlu terus
87 digaungkan di ruang publik mengingat sebagian masyarakat tidak disiplin.(7) Penggunaan sosial media (whatsapp) merupakan salah satu cara mempermudah penyampaian informasi kesehatan tentang pencegahan penularan COVID-19.
Hasil survey pendahuluan terhadap 21 siswa SDN 13 Pontianak Timur tentang kebiasaan sehari-hari saat bermain diluar rumah dalam mematuhi protokol kesehatan di dapatkan menggunakan masker (57,1 %), tidak menggunakan (14,3%), kadang-kadang (28,6%). Menjaga jarak (52,4%), tidak menjaga jarak dan kadang-kadang menjaga jarak (23,8%), sedangkan untuk mencuci tangan sebelum bermain (66,7%) melakukannya dan (33,3%) kadang-kadang. Dari hasil survey masih ada yang tidak percaya adanya covid-19 sebesar (9,5%) dan yang masih ragu (23,8 %).
Berdasarkan latar belakang diatas, Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Promosi Kesehatan melalui WhatsApp terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa dalam Pencegahan Penularan COVID-19 di SDN 13 Pontianak Timur.
METODE
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 13 Pontianak Timur. Jalan Tritura Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur. Penelitian dilaksanakan selama 6 hari pada tanggal 8, 11, 12, 13,14, 15 januari 2021.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam pelaksanaan dengan desain penelitian yang digunakan adalah metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan rancangan
“One Grup Pre test – Post test “, yaitu suatu metode eksperimen dengan memberikan pre test sebelum perlakuan dan post test setelah perlakuan pada satu kelompok eksperimen tanpa adanya kelompok kontrol.(8) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perlakuan berupa intervensi media whatsapp berbentuk video pencegahan penularan covid-19. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap masyarakat sebelum dan sesudah di intervensi tentang pencegahan penularan covid-19.. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 44 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis bivariate yaitu dengan uji wilcoxon.
88 HASIL
1. Analisa Univariate
a. Karakteristik Responden
Tabel 1. Karakteristik Responden
No Karakteristik Frekuensi (N) Percent (%)
1 Umur (Tahun)
11 12 13 14
4 31
5 4
9,1 70,5 11,4 9,1
2 Pekerjaan Ortu
Buruh Honor Karyawan Swasta
Nelayan PNS Wiraswasta
24 1 13
1 1 4
54,5 2,3 29,5
2,3 2,3 9,1
3 Jenis Kelamin
Laki-laki Perempuan
24 20
54,5 45,5
Sumber : Data Primer 2021
Dari table diatas menunjukkan distribusi umur responden terbanyak adalah kelompok umur 12 tahun sebanyak 31 siswa (70,5 %). Dibandingkan dengan umur responden 11 tahun dan 14 tahun yaitu sebanyak 4 siswa (9,1 %). Proporsi pekerjaan orang tua responden lebih banyak bekerja sebagai buruh yaitu 24 orang (54,5 %), sedangkan proporsi pekerjaan orang tua siswa yang paling sedikit sebagai Honor, PNS, dan Nelayan yaitu masing-masing 1 orang (2,3%). Responden terbanyak adalah dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 24 siswa (54,5%) dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan yaitu 20 siswa (45,5%).
Gambar 1. Distribusi Frekuensi Nilai Pengetahuan
Berdasarkan gambar 1 pada pre test pengetahuan siswa tentang pencegahan penularan covid- 19, siswa dengan nilai terendah 30 poin sebanyak 2 orang (4,5%). Setelah diberikan intervensi
30 40 50 60 70 80 90 100
Pretest 2 1 2 2 2 9 15 11
Posttest 4 14 26
2 1 2 2 2
9
15
11 4
14
26
0 5 10 15 20 25 30
jumlah siswa
Nilai Pretest Posttest
89 melalui whatsapp nilai terendah setelah postest berubah menjadi 80 poin sebanyak 4 orang (9,1%) dan nilai tertinggi adalah 100 poin meningkat dari pretest 11 orang (25,0%) menjadi 26 orang (59,1%).
Gambar 2. Distribusi Frekuensi Nilai Sikap
Berdasarkan Gambar.2 pada pre test sikap siswa tentang pencegahan penularan covid-19, siswa dengan nilai terendah 40 poin sebanyak 2 orang (4,5%). Setelah diberikan intervensi melalui whatsapp nilai terendah postest berubah menjadi 50 poin sebanyak 2 orang (4,5%) dan nilai tertinggi adalah 100 poin meningkat dari pretest 7 orang (15,9%) menjadi 14 orang (31,8%).
2. Analisa Bivariat
a. Hasil Uji Wilcoxon pada Variabel Pengetahuan
Tabel 2. Hasil Uji Wilcoxon pada Variabel Pengetahuan
N Mean Std.
Deviation
Delta mean
Min Max (-) Ranks
(+) Ranks
Ties P value Pre test
Pengetahuan
44 82,5 18,7
-12,5
30 100
1 23 20 0,00
Post test Pengetahuan
44 95,0 6,6 80 100
Sumber : data primer 2021
Tabel 2 menunjukkan bahwa perbedaan nilai rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi sebesar 12,5. Perubahan pengetahuan tersebut signifikan dengan p value = 0,00. Terjadi peningkatan pengetahuan siswa terhadap pencegahan penularan covid-19 melalui whatsapp. Negatif rank atau selisih pada pre dan posttest pengetahuan menunjukkan adanya penurunan nilai yaitu 1
02 46 108 1214 16
40 50 60 70 80 90 100
Pretest 2 7 2 2 10 14 7
Posttest 2 1 4 8 15 14
2
7
2 2
10
14
7
2 1
4
8
15 14
Jumlah Siswa
Nilai Pretest Posttest
90
siswa. Dan positif rank menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada 23 siswa terhadap pencegahan penularan covid-19 melalui whatsapp. Sedangkan 20 siswa memiliki nilai yang sama antara pre dan posttest.
b. Hasil Uji Wilcoxon pada Variabel Pengetahuan
Tabel 3. Hasil Uji Wilcoxon pada Variabel Sikap
N Mean Std.
Deviation
Delta Mean
Min Max (-) Ranks
(+) Ranks
Ties P value Pre test
Sikap
44 78,4 18,4
-8,6
40 100
2 20 22 0,00
Post test Sikap
44 87,0 13,2 50 100
Sumber : data primer 2021
Tabel 3 menunjukkan bahwa Terlihat perbedaan nilai rata-rata sikap sebelum dan sesudah intervensi sebesar -8,6. Perubahan sikap tersebut signifikan dengan p value = 0,00. Terjadi peningkatan sikap siswa terhadap pencegahan penularan covid-19 melalui whatsapp. Negatif rank atau selisih pada pre dan posttest sikap menunjukkan adanya penurunan nilai yaitu 2 siswa. Positif rank menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada 20 siswa terhadap pencegahan penularan covid-19 melalui whatsapp. Sedangkan 22 siswa memiliki nilai yang sama antara pre dan posttest.
PEMBAHASAN
1. Pengetahuan Siswa Terhadap Pencegahan Penularan Covid-19 Melalui Whatsapp
Berdasarkan hasil penelitian, uji statistik menggunakan uji wilcoxon yang dijelaskan pada tabel 2 pada variabel pengetahuan di dapatkan nilai p value sebesar 0,00 < 0,05 maka ha diterima dimana hasil uji tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi melalui whatsapp pada siswa/i kelas VI SDN 13 Pontianak Timur.
Terlihat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi melalui whatsapp tentang pencegahan penularan Covid-19 (-12,5). Ini artinya setelah di intervensi, pengetahuan responden mengalami peningkatan. Perubahan pengetahuan tersebut signifikan dengan p value 0,000.
Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Sabarudin, et al., 2020) menunjukkan bahwa hasil uji wilcoxon mendapat nilai p value sebesar 0,001 < 0,05 bahwa terdapat perbedaan bermakna pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi secara online dengan media leaflet dan video melalui whatsapp Group tentang pencegahan COVID-19.(9)
Negatif rank atau selisih pada pre dan posttest pengetahuan menunjukkan adanya penurunan nilai yaitu 1 siswa. Dan positif rank menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada 23 siswa
91 terhadap pencegahan penularan covid-19 melalui whatsapp. Sedangkan 20 siswa memiliki nilai yang sama antara pre dan posttest.
Hasil penelitian (Gafi A Al, Hidayat W, Tarigan FL, 2020) Penggunaan media sosial whatsapp berpengaruh terhadap pengetahuan tentang rokok dan sikap siswa.(10) Hasil belajar mahasiswa setelah perkuliahan dengan menggunakan WA Group lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar mahasiswa sebelum perkuliahan dengan menggunakan WA Group.(11)
Keuntungan penggunaan media pembelajaran online adalah pembelajaran bersifat mandiri dan interaktivitas yang tinggi, mampu meningkatkan tingkat ingatan, memberikan lebih banyak pengalaman belajar, dengan teks, audio, video dan animasi yang semuanya digunakan untuk menyampaikan informasi, dan juga memberikan kemudahan menyampaikan, meng-update isi, mengunduh, para siswa juga bisa mengirim email kepada siswa lain, mengirim komentar pada forum diskusi, memakai ruang chat, hingga link video conference untuk berkomunikasi langsung.(12)
Selain itu, kemajuan teknologi yang berkembang cepat dan inovatif dalam komunikasi internet partisipatif yang dikenal dengan “ media sosial ”, memberikan peluang untuk memodifikasi perilaku kesehatan. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai suatu sarana pemasaran sosial sehingga komunikasi kesehatan yang tercipta di saluran tersebut pada akhirnya akan membawa perubahan perilaku pada individu atau masyarakatnya. Pemilihan media sosial yang sesuai karakteristik khalayak sasaran serta pengelolaan media sosial yang tepat tentunya akan berdampak baik terhadap perubahan perilaku khalayak sasaran. (13)
Dapat disimpulkan bahwa dukungan media sosial salah satunya dengan aplikasi whatsapp juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Pada saat ini hampir semua orang memiliki akses ke aplikasi whatsapp sebagai alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi baik berupa video, teks, gambar, dll yang mudah menjangkau semua orang dimanapun berada dalam meningkatkan pengetahuan.
Berdasarkan hasil penelitian, uji statistik menggunakan uji wilcoxon yang dijelaskan pada tabel 3 pada variabel sikap di dapatkan nilai p value sebesar 0,00 < 0,05 maka ha diterima dimana hasil uji tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh promosi kesehatan terhadap sikap sebelum dan sesudah pemberian video melalui whatsapp pada siswa/i kelas VI SDN 13 Pontianak Timur.
Terlihat perbedaan nilai rata-rata Sikap sebelum dan sesudah intervensi melalui whatsapp tentang pencegahan penularan Covid-19 (-8,6). Ini artinya setelah di intervensi, sikap responden mengalami peningkatan. Perubahan sikap tersebut signifikan dengan p value 0,000.
Hal ini sejalan dengan penelitian (Siregar, 2019) menunjukkan bahwa sikap sebelum edukasi nilai rata-rata adalah 28.74 (SD= 4.251), dan setelah dianalisa dengan uji Paired Sampel T Test terdapat nilai mean 34.02 (SD= 4.879). berdasarkan uji statistik diperoleh nilai t = -6.174 dengan nilai p sebesar 0.000 (α=0.05) berarti Ha diterima, ada pengaruh edukasi WhatsApp terhadap sikap deteksi dini kanker serviks sebelum dan sesudah diberikan penkes pada wus.(14)
92
Hal ini sejalan dengan penelitian Zhong (2020) pada masyarakat China yang menemukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan sikap terhadap COVID-19 (OR: 0,75, p<0.001).(15) Hasil penelitian juga sesuai dengan teori oleh Allport yang menyatakan bahwa sikap yang utuh dipengaruhi oleh pengetahuan, pikiran, keyakinan dan emosi.
Sikap merupakan kesiapan pada seseorang untuk bertindak terhadap hal-hal tertentu. Sikap ini ada yang bersifat positif dan bersifat negatif. Sikap positif kecendrungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, mengharapkan obyek tertentu, sedangkan dalam sikap negatif cendrung sikap membenci, tidak menyukai objek tertentu.(16)
Rosenberg & Hovland, 1960 dalam (Wawan, 2011) sikap merupakan predisposisi merespon sejumlah stimulus berupa pengetahuan, konsep sikap dalam hal ini di pandang sebagai interverning variabel (variabel antara), antara stimulus yang dapat di observasi dengan respon yang terobservasi.(17)
Negatif rank atau selisih pada pre dan posttest sikap menunjukkan adanya penurunan nilai yaitu 2 siswa. Positif rank menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada 20 siswa terhadap pencegahan penularan covid-19 melalui whatsapp. Sedangkan 22 siswa memiliki nilai yang sama antara pre dan posttest.
Sikap sangat ditentukan oleh pengetahuan, pikiran, keyakinan, dan emosi yang memegang peranan penting. Sehingga siswa/i dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap yang mempengaruhi perilakunya untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19 secara mandiri dilingkungan sekitarnya.
Ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh (Moudy & Syakurah, 2020) Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p=0,000) dan pengetahuan dengan tindakan individu (p=0,000) dalam Usaha pencegahan COVID-19 dipengaruhi pengetahuan masyarakat Indonesia melalui kuesioner online.(18)
Berdasarkan hasil penelitian (Sartika, 2018) bahwa kegunaan whatsapp smartphone sebagai media informasi sangat berperan dalam memberikan serta menyebarkan informasi ke orang lain.
Serta dalam perkuliahan kegunaan whatsapp smartphone sebagai sarana berkomunikasi baik pemeberian materi mata kuliah yang berupa penjelasan bila dalam kelas mahasiswa kurang memahami materi saat dalam proses belajar mengajar dalam kelas. Tidak hanya itu kegunaaan whatsapp juga untuk penyempurna sarana pengiriman tugas dari dosen ke mahasiswa karena dari segi waktu sangat efisien tidak terlalu lama tugas perkuliahan dapat terkirim dengan mudah dan segera diterima oleh dosen yang bersangkutan.(19)
Hasil penelitian (Afnibar dkk, 2020) mengungkapkan bahwa, mahasiswa merasa whatsApp memudahkannya dalam berkomunikasi dan menunjang kegiatan belajar dibandingkan media online lainnya diperoleh sebanyak 23 orang (43,40%) memilih pernyataan sering, dan sebanyak 16 orang (30,20%) menyatakan selalu. Hal tersebut dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa
93 (73,60%) merasa whatsApp memudahkan mereka dalam berkomunikasi dan menunjang kegiatan belajar dibandingkan media online lainnya.(20)
Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa media sosial dalam hal ini adalah whatsapp merupakan media yang dapat membantu sesorang dalam menambah ataupun meningkatkan pemahaman terhadap pengetahuan dan sikap dikarenakan whatsapp cendrung lebih mudah digunakan dan memiliki fitur yang komplit, karena dengan whatsapp dapat berkirim teks, gambar, video, suara. Orang bisa berkomunikasi secara bersama-sama dalam kurun waktu yang bersamaan tanpa harus bertemu. Hal ini dapat mendukung sistem pembelajaran online dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona saat ini.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Ada perbedaan peningkatan pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan sesudah dilakukan promosi kesehatan dalam pencegahan penularan COVID-19 melalui media sosial (WhatsApp) di SDN 13 Pontianak Timur dengan nilai p value 0,00. Diharapkan dapat memberikan materi tentang pencegahan penularan Covid-19 dengan mengembangkan variasi media lainnya kepada siswa/i sehingga dapat memotivasi siswa dalam melakukan pencegahan Covid-19 pihak sekolah dapat memfasilitasi upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak.
DAFTAR PUSTAKA
1. Otálora MMC. Yuliana. Parq los afectos Jóvenes que cuentan. 2020;2(February):124–37.
2. Sari NN, Yuliana D, Hervidea R, Agata A. Health Protocol of Covid-19: as A Prevention of Covid-19 in the Work Area of Office Employees in Bandar Lampung. J Peduli Masy.
2020;2(4):173–80.
3. Susilo A, Rumende CM, Pitoyo CW, Santoso WD, Yulianti M, Herikurniawan H, et al.
Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini. J Penyakit Dalam Indones.
2020;7(1):45.
4. Covid-19 SP. Peta Sebaran [Internet]. Satgas Penanganan Covid-19. pontianak; 2020 [cited 2020 Nov 2]. Available from: https://covid19.go.id
5. Kalbar Dinkes. Sebaran Covid 19 Kalbar [Internet]. Provinsi Kalimantan Barat. 2020 [cited 2020 Nov 2]. Available from: https://dinkes.kalbarprov.go.id
6. Margarini E. Lindungi Anak dan Remaja Kita dari Varian Baru Covid-19 [Internet].
Direktorat Promkes dan PM, Kementerian Kesehatan. 2021 [cited 2021 Jun 21]. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/lindungi-anak-dan-remaja-kita-dari-varian-baru-covid- 19
7. Syafrida S, Hartati R. Bersama Melawan Virus Covid 19 di Indonesia. SALAM J Sos dan Budaya Syar-i. 2020;7(6):495–508.
8. Notoatmadjo S. Metodoloi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Renika Cipta; 2012.
9. Sabarudin, Mahmudah R, Ruslin, Aba L, Nggawu LO, Syahbudin, et al. Efektivitas
94
Pemberian Edukasi secara Online melalui Media Video dan Leaflet terhadap Tingkat Pengetahuan Pencegahan Covid-19 di Kota Baubau. J Farm Galen (Galenika J Pharmacy).
2020;6(2):309–18.
10. Gafi A Al, Hidayat W, Tarigan FL. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Whatsapp Dan Booklet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Tentang Rokok Di Sma Negeri 13 Medan.
J Muara Sains, Teknol Kedokt dan Ilmu Kesehat. 2020;3(2):281.
11. Yensy NA. Efektifitas Pembelajaran Statistika Matematika melalui Media Whatsapp Group Ditinjau dari Hasil Belajar Mahasiswa (Masa Pandemik Covid 19). J Pendidik Mat Raflesia [Internet]. 2020;05(02):65–74. Available from: https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jpmr 12. DRYDEN G, VOS J. Revolusi Cara Belajar (The Learning Revolution). Cet.2. Baiquni A,
editor. Bandung: Kaifa; 2001.
13. Yulia I. OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMASARAN SOSIAL DAN KOMUNIKASI PERUBAHAN PERILAKU (Suatu Pendekatan Studi Literature Review). Hearty. 2018;6(2).
14. Siregar ZN. Pengaruh Edukasi WhatsApp Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Bulan Medan. Fak Keperawatan Univ Sumatera Utara [Internet]. 2019;1–106. Available from: http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/24183
15. Zhong BL, Luo W, Li HM, Zhang QQ, Liu XG, Li WT, et al. Knowledge, attitudes, and practices towards COVID-19 among chinese residents during the rapid rise period of the COVID-19 outbreak: A quick online cross-sectional survey. Int J Biol Sci.
2020;16(10):1745–52.
16. Sarwono sarwito wirawan. Teori-Teori psikologi Sosial. Jakarta: Rajagrafindo Persada;
2000. 268 p.
17. Wawan A, M D. Teori dan pengukuran pengetahuan sikap dan perilaku manusia. Yogyakarta:
Nuha Medika; 2011. 132 p.
18. Moudy J, Syakurah RA. Pengetahuan terkait usaha pencegahan Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia. Higeia J Public Heal Res Dev. 2020;4(3):333–46.
19. Sartika. Kegunaan whatsapp sebagai media informasi dan media pembelajaran pada mahasiswa ilmu komunikasi STISIP persada bunda. Medium. 2018;6(2):15–26.
20. Asari S, Pratiwi SD, Ariza TF, Indapratiwi H, Putriningtyas CA, Vebriyanti F, et al. PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan). DedikasiMU J Community Serv. 2021;3(4):1139.