• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Food and Beverages Product

Food product yaitu suatu departemen yang bertugas dan bertanggung jawab tersedianya makanan dan minuman non alcohol yang diperlukan untuk tamu yaitu dengan memasak bahan mentah menjadi makanan atau minuman yang siap disajikan kepada tamu (Subagjo,2007:3). Sedangkan kitchen yaitu suatu ruangan atau tempat yang khusus serta tersedia di dalamnya suatu barang yang mempunyai alat dan perlengkapan untuk memasak makanan, yang memiliki rasa yang enak, dengan tampilan yang baik (Richard,2009:1).

Menurut Fadiati (2011: 26) tugas dari masing-masing jabatan yang ada di kitchen, meliputi:

1. Executive Chef

Executive Chef sudah termasuk dalam managerial level sehingga pekerjaannya cenderung pada bagian management dan administrasi, meskipun tidak lepas dari pekerjaan teknis. Pada umumnya, tugas executive chef adalah:

a. Memimpin operasi keseluruhan kitchen untuk Food and beverages department.

b. Mengawasi naik turunnya food cost kitchen.

c. Merencanakan menu daily, dan chef suggestion.

d. Merekomendasikan cuti, memberikan teguran dan appraisal.

e. Merencanakan pembelian bahan, alat dan recruitment.

(2)

f. Mempertimbangkan promosi pegawainya dan menilai pekerjaannya.

2. Sous Chef

Pengawasan dan kelancaran pekerjaan section dibebankan kepada sous chef.

Dalam hal ini, tanggung jawabnya adalah:

a. Mengawasi pekerjaan chef de partiedan bagian-bagiannya.

b. Mengawasi outlet-outlet kitchen yang ada.

c. Mengawasi pengambilan barang di store yang baru datang.

d. Mengawasi pelaksanaan sanitasi dan preparation.

e. Mengawasi portioning di butcher.

f. Mengawasi persiapan lunch, dinner, atau banquet secara teknis.

g. Mengontrol keberesan penyiapan makanan cocktailparty.

h. Sous chef menerima pendelegasian wewenang dari atasan mengenai hal-hal penting dan menggantikan tugas-tugas chef.

3. Chef de partie

Chef de partie memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

a. Memeriksa daftar hadir staff di section-nya.

b. Memeriksa produk yang ada di persediaan, apakah harus ditambah, dibuat baru , dikurangi atau dibuang.

c. Memeriksa daftar menu hari ini dan kelengkapan yang diperlukan untuk menu itu.

d. Memeriksa pesanan dari shift lain, seksi lain, atau outlet lain tentang suatu makanan.

(3)

e. Memeriksa sanitasi ruang dan kebersihannya, juga alat, seragam, dan keadaan staffnya.

f. Memberibriefing untuk hari ini.

g. Menulis request untuk keperluan section-nya.

h. Memberikan konfirmasi menu pada makanan.

i. Memimpin produksi breakfast, lunch, atau dinner.

j. Menerima keluhan tamu dari restoran.

4. Assistant Chef de Partie

Assistant chef de partie memiliki tugas yang tidak berbeda jauh denganchef de partie. Job listassistant chef de partie sama dengan job list chef de partie, dikurangi wewenang menandatangani laporan, surat cuti dan penilaian staff.

5. Cook Supervisor

Cook Supervisormemiliki tugas mengawasi pekerjaan teknis dan memimpin pelaksanaan produksi. Dalam hal ini, tanggung jawabnya adalah:

a. Memeriksa kehadiran staff dan menugaskannya padatempatnya masing-masing hari ini.

b. Memeriksa kualitas bahan matang dan mentah.

c. Memeriksa alat-alat service, mesin-mesin dan keberesannya.

d. Mengawasi pekerjaan masak hari ini.

e. Membuat laporan seperlunya pada atasan langsung.

f. Membantu CDP dalam menyelesaikan job list-nya.

(4)

6. Cook

Pekerjaan persiapan dan memasak makanan dibebankan kepada cook yang merupakan pelaksanaan pokok di kitchen. Adapun pekerjaannya sebagai berikut:

a. Datang tepat waktu dan mengisi daftar hadir.

b. Menerima penugasan untuk hari ini.

c. Melaksanakan pekerjaan preparation.

d. Mengambil barang dari store sesuai permintaan section.

e. Melakukan trimming dan penyimpanan barang matang.

f. Memasak yang diperlukan hari ini.

g. Merawat hasil pekerjaan memasak.

h. Mengurus kebersihan lemari es, ruang dan alat.

i. Mengirim barang ke banquet jika ada event khusus.

j. Menjaga buffet, breakfast atau dinner.

7. Assistant Cook

Assistant cook dapat melakukan tugas cook dalam keadaan tertentu. Namun jika ada cook, tugasassistant cook membantu persiapan memasak.Assistant cookdiberikan istilah Cook II dan Cook III. Tugas dan tanggung jawabnya adalah:

a. Mengisi daftar hadir dan datang tepat waktu.

b.Mempersiapkan peralatan memasak.Mempersiapkan kereta pengambilan barang.

c. Membantu pengambilan barang.

d. Memeriksa timbangan barang yang diambil dari store.

e. Membuat catatan tentang barang-barang yang tidak ada di gudang.

f. Membuat catatan tentang barang-barang yang rusak dalam pengambilan.

(5)

g. Membantu penyiangan bahan-bahan.

h. Membantu penyiangan bumbu-bumbu masak.

i. Membersihkan alat masak dalam lemari-lemari bahan makanan.

j. Membersihkan tempat bekerja atau worktable bagiannya.

k. Mengurus cucian ke bagian laundry.

l. Membantu persiapan buffet dan membawakan makanannya.

Sedangkan menurut Fadiati (2011:25) kitchen membagi kegiatannya menjadi beberapa bagian yaitu:

1. Butcher : Tempat preparation meat and fish 2.Pastry : Tempat pengolahan roti, cake, pudding.

3. Saucier : Tempat pengolahan aneka saos panas.

4. Entrementier : Tempat penyimpanan sayuran garnish.

5. Gardemanger : Tempat penyimpanan makanan dingin.

6. Kitchen Store : Tempat penyimpanan bahan-bahan.

7. Potagier : Tempat pembuatan sup.

8. Poissonier : Tempat pembuatan makanan ikan.

9. Fritures : Tempat penyimpanan penggorengan.

10. Kitchen satellite : Cabang dari main kitchen.

(6)

2.2. Pastry

Pastry muncul dengan diketemukan pohon padi-padian yang disebut Barley di Mesir pada 6.000-8.000 tahun sebelum masehi. Pada saat itu roti dibedakan menjadi “unleavened bread” atau roti tidak mengembang, dan “leavened bread”

atau roti mengembang. Pastry berkembang diawali pada tahun 1175 SM oleh Raja Ramemes III, dari Thebes Mesir (Subagjo,2007:5).

Menurut Crash Cours (1979:5) dalam Subagjo (2007:163) pastry adalah bagian dari Food and Beverages Departement dibawah Food Product yang mempunyai tugas dalam pembuatan dessert, snack, cake dan bread. Sedangkan Subagjo (2007:4) pastry yaitu departemen yang bertugas dan bertanggung jawab dalam pembuatan dan penyediaan berbagai makanan penutup, makanan pengiring, kue, dan roti.

Subagjo (2007:7) menjelaskan peranan pastry dalam suatu hotel antara lain:

1. Menunjang kelancaran operasional hotel pada umumnya, Food and Beverages pada khususnya dengan hasil produksi sendiri, kualitas, kebersihan, harga dan waktu yang dapat dipertanggung jawabkan.

2. Menambah pendapatan yaitu dengan terjualnya produk-produk yang dihasilkan.

3. Menaikkan nama baik hotel apabila produknya berkualitas dan memuaskan konsumen.

(7)

2.2.1 Struktur Organisasi Pastry

Menurut Subagjo (2007:9) struktur organisasi pastry di hotel sedang dapat dilihat pada gambar II.1

Gambar II.1 Struktur Organisasi Pastry Hotel Sedang

Subagjo (2007:10) mengatakan ada beberapa uraian tugas dan tanggung jawab karyawan dalam pastry sesuai dengan jabatannya, yaitu:

1. Pastry Chef

Pastry Chef bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pastry section baik secara administrative maupun operasional.

2. Chef de Partie Pastry (C.D.P)

Chef de Partie bertanggung jawab terhadap kelancaran operasional pastry section termasuk kualitas produk pastry dan menggantikan tugas dan tanggung jawab pastry chef apabila pastry chef tidak ada.

Executive Chef

Sous Chef

Chef de Partie Chef de Partie

Assistant Chef de Partie

Pastry Supervisor

Pastry Cook

Assistant Cook

Cook Helper

(8)

3. Asistant Chef De Partie Pastry (Ass C.D.P)

Assistant Chef de Partie bertanggung jawab terhadap kelancaran penyediaan dan kualitas produk pastry baik dessert, snack maupun cake.

4. Assistant Pastry Supervisor

Assistant Pastry Supervisor bertugas membantu tugas-tugas pastry supervisor.

5. Pastry Cook

Pastry Cook bertugas membuat dan menyediakan produk pastry.

6. Assistant Cook Pastry atau Pastry Cook III/ Komis III

Assistant Cook Pastry bertugas membantu tugas cook dalam memproduksi pastry produk.

7. Cook Helper

Cook Helper bertugas membantu tugas cookdan Assistant cook.

8. Bakery Supervisor

Bakery Supervisor atau Chief Baker, mempunyai tanggungjawab dalam kelancaran operasional dan kualitas produk roti.

9. Assistant Bakery Supervisor

Assistant Bakery Supervisor bertugas membantu dan menggantikan tugas dari Bakery Supervisor apabila tidak ada.

10. Bakery Cook

Bakery Cook atau Bakerman, mempunyai tugas membuat, menyediakan dan menjaga kualitas bread.

(9)

11. Assistant Bakery Cook atau Ass. Bakerman

Assistant Bakery mempunyai tugas membantu bakery cook dalam membuat dan menyediakan bread dengan kualitas yang baik.

12. Cook Helper

Cook Helper mempunyai tugas membantu cook bakery atau Ass. Cook Bakery dalam membuat dan menyediakan bread agar pelaksanaannya berjalan lancar.

2.2.2. Produk Pastry

Produk yang dihasilkan Pastry section di hotel antara lain: roti, kue, pudding, cookies, dan lain-lain.

1. Roti

Menurut Suhardjito (2006:83) roti merupakan salah satu makanan pokok orang Eropa, Amerika, sebagian Asia, dan sebagian besar penduduk dunia. Menurut sejarah, bahan pengembang roti ditemukan dengan tidak sengaja yaitu dengan menggunakan adonan yang sudah basi. Sedangkan menurutSuhardjito (2006:53) roti adalah makanan yang dibuat dari tepung terigu yang diragikan dengan ragi roti (yeast) dan dipanggang, serta didalamnya boleh ditambahkan garam, gula, susu, lemak dan bahan-bahan pelezat, seperti cokelat, kismis dan sukade. Suhardjito (2006:104) menyatakan jenis-jenis roti dibagi menjadi:

a. Rye atau Wholemeal Bread

Rye Bread dibuat dari rye flour (gandum hitam) dan gandum biasa dengan perbandingan satu dibanding tiga. Rye bread memiliki susunan remah yang padat dan keras.

b.Gluten Bread

(10)

Gluten Bread dibuat untuk orang yang sakit diabetes.

c.Sour Bread

Pencampuran adonan sour rye breaddilaksanakan dalam waktu yang relatif pendek.

d. French dan Italian Bread

Roti perancis dan roti italia banyak dijual di toko-toko roti. Roti ini dibuat oleh toko-toko roti yang khusus memproduksi jenis roti ini. Banyak tukang roti atau kue yang membeli jenis roti ini dan menjualnya karena permintaan cukup besar.

e. Egg Bread

Egg Bread dibuat dari adonan yang banyak mengandung telur.

f. Boston Bread

Boston Bread adalah jenis roti yang dikukus, dibuat dari campuran tepung, tepung jagung, tepung hitam (rye flour) dan dikombinasikan dengan sirup, gula, susu dan garam.

g. Vienna Bread

Vienna bread merupakan jenis roti yang gizinya tinggi.

h. Plaited Tea Breads

Warnanya cokelat dan mengkilap, bentuknya seperti untaian tali.

i. Fruit Bread

Termasuk jenis roti yang kaya akan gizi, karena selain ditambah fat, susu dan gula juga diberi buah kering.

j. Sandwich atau Tin Loaf

(11)

Jenis roti ini di perancis disediakan untuk keperluan memasak di bagian dapur seperti untuk membuat croutons, breadcrumbs, sandwich, canapé sebagai hors d’ceuvre atau toast.

k. Fancy Roll

Fancy Roll dibuat untuk menambah daya tarik penampilan.

l. Hard dan Soft Roll

Jenis roti ini sangat popular. Bentuknya sangat bervariasi sesuai selera pembuatnya.

m. Humburger dan Frankfurter Rolls

Humburger termasuk kategori soft roll yang dibuat dari adonan yang soft (lembek), berbeda dengan adonan untuk white pan bread maupun hard type roll.

n. Crescent

Croisant pada umumnya dibuat dari adonan yang dikembangkan. Croissant sudah dikategorikan sebagai kue, bukan roti. Dikenal sejak tahun 1686. Pertama kali dibuat di Budapest.

o. Bagels dan Bialys

Kue ini bentuknya seperti lingkaran yang tengahnya berlobang.

p. Bun

Pada umumnya bun dibuat dari yeast sweet dough yang mengembang. Adonan ini lebih manis dan lebih kaya dibanding soft roll.

(12)

q. Brioche

Brioche termasuk salah satu produk dari yeast dough yang berasal dari Perancis, yang berbeda dengan produk yeast dough yang rasanya manis.

Brioche banyak mengandung telur dan agak kering.

r. Bread Crumb

Di Perancis, bread crumb berasal dari bhapelure yang terbuat dari roti yang dikeringkan dalam oven dengan suhu yang rendah dan waktu yang relatif lama.

Bread Crumb putih dibuat dari white bread yang telah basi, yang dihancurkan dan kemudian disaring dengan saringan yang terbuat dari metal. Bread Crumb banyak digunakan di dapur untuk parnis atau yang lain. Di Perancis, jenis ini disebut English Bread. Bread Crumb juga dapat dibuat dari French Bread.

Sebelum diremuk dan disaring, kulitnya dihilangkan lebih dahulu agar memudahkan pengerjaannya serta agar warnanya kuning bersih. Selain yang berwarna putih, ada juga Bread Crumb yang berwarna coklat, yang dibuat dari kulit roti.

2. Cake

Menurut Subagjo (2007:86) cake adalah suatu hasil produk pastry yang bahan dasarnya terdiri dari gula, margarine, telur dan tepung terigu yang di oven, sedang proses pengembangannya bisa akibat perputaran mesin atau adukan, bisa juga akibat penggunaan bahan kimia atau soda. Suhardjito (2006:173) menyatakan jenis kue yang popular, meliputi:

a. Danish Pastry

(13)

Danish Pastry merupakan salah satu jenis kue yang banyak dijumpai di hotel- hotel, baik hotel-hotel yang bertaraf nasional maupun internasional.

b. Puff Pastry

Puff pastry adalah pastry yang dengan lapisan-lapisan lemak yang berada diantara lapisan-lapisan adonan sehingga pada waktu pembakaran terbentuk suatu jaringan terbuka yang getas dan berlapis-lapis.

c. Sponge Cake

Sponge Cake terbagi menjadi 2 jenis:

1)Straight sponge

Straight sponge mengandung telur, gula, tepung, garam dan bahan pewangi.

2)Short Sponge

Bahan-bahan straight sponge ditambah dengan susu, lemak, air, peragi dan lain-lain.

d. Fruit Cake

Fruit Cake terdapat beberapa macam, tergantung jumlah buah-buahan yang di gunakan. Jumlah buahnya berbanding dengan berat adonan.

e. Pie

Ciri-ciri pie yang baik yaitu persentase buah lebih besar dibanding bahan yang lain, susunan buah-buahan sangat rapi, warna dan bentuk bagus, adonan tidak boleh terlalu encer sehingga pemotongan dapat dilakukan dengan mudah, dan pinggir pie dibuat dengan bentuk yang menarik. Contoh pie yaitu apple pie, banana pie, pineapple pie dan lain-lain.

3. Cookies

(14)

Cookies adalah kue manis yang berukuran kecil-kecil (Suhardjito,2006:180).

Cookies digolongkan menjadi:

a. Cookies berdasarkan jenis adonan

Cookies berdasarkan jenis adonan meliputi kue kering yang dapat disemprot atau dicetak. Resep kue kering jenis adonan serupa dengan cake, kecuali penggunaan telur, susu dan air yang lebih sedikit. Hal ini membantu untuk mencapai kepadatan adonan yang sesuai dengan yang di perlukan agar bentuk kue kering tetap teguh apabila di taruh di loyang. Kue kering yang disemprot adalah lembek dan lembab pada waktu di bakar. Agar di peroleh susunan yang baik pada produksi akhir maka ditambahkan beberapa persentase telur ke dalam resep.

b. Cookies berdasarkan jenis busa

Cookies yang termasuk dalam jenis ini terdiri dari meringue dan kue sponge.

Kue kering jenis busa terbuat dari sebagian besar putih telur yang dapat membentuk susunan dan reaksi mengembang, terdiri atas meringue, makaron dan sebagainya. Dalam membuat meringue , putih telur di kocok dengan gula sampai kaku supaya dapat menahan udara dan mampu menahan bahan-bahan lain seperti kacang-kacangan kering, kelapa kering dan lain-lain.

4.Pudding

Suhardjito (2006:185) menjelaskan pudding adalah salah satu jenis menu untuk hidangan penutup, yang bisa disajikan panas maupun dingin, dengan bahan maupun komposisi yang sederhana maupun lengkap. Contoh pudding yaitu custard pudding, cabinet pudding.

(15)

5. Ice Cream

Ice cream merupakan salah satu jenis menu yang antara lain dapat dipergunakan sebagai makanan pencuci mulut, pelepas dahaga, atau yang lain (Suhardjito,2006:186).

2.3 Standarisasi Pastry Hotel

Standar merupakan suatu patokan dari suatu pembuatan barang di suatu hotel atau perusahaan dan dapat berubah dari satu hotel ke hotel yang lain (Subagjo,2007:80). Standarisasi hotel secara umum terdiri dari standarisasi ruang pastry, peralatan pastry, sumberdaya manusia dan standarisasi produk yang berkualitas.

2.3.1 Standarisasi Ruang Pastry

Menurut Soekresno dalam Fitri (2016:10) dapur pastry merupakan dapur yang bertanggung jawab atas semua makanan dessert yang di panggang termasuk bread. Sedangkan menurut Soekresno dalam Fitri (2016:8) syarat-syarat dapur yang baik meliputi:

1. Lantai Dapur

Permukaan lantai dibuat cukup landai ke arah saluran pembuangan air limbah.

2. Dinding

Keadaan dinding harus dalam keadaan bersih dan permukaan langit-langit harus menutup seluruh atap ruang dapur, permukaan rata, berwarna terang, dan mudah dibersihkan.

(16)

3. Ventilasi

Penghawaan dilengkapi dengan alat pengeluaran udara panas maupun bau-bauan atau exhauster yang di pasang setinggi 2 m dari lantai dan kapasitasnya di sesuaikan dengan luas dapur.

4. Pintu dan Jendela

Pintu yang terhubung dengan halaman luar dibuat rangka, dengan pintu bagian luar membuka arah ke luar, dan daun pintu bagian dalam dilengkapi dengan alat pencegah masuknya serangga yang dapat menutup sendiri dan intesitas cahaya minimal 10 foot candle.

5. Peraturan Dapur

a. Harus dipasang tulisan “cucilah tangan anda sebelum menjamah makanan dan peralatan” di tempat yang mudah di lihat.

b. Tidak boleh berhubungan langsung dengan jamban atau WC.

c. Ruang dapur harus bebas dari serangga, tikus, dan hewan lainnya.

d. Udara di dapur tidak boleh diangka 5 juta per gram.

2.3.2 Standarisasi Peralatan Pastry

Peralatan menurut Antonius Hartadi dalam Subagjo (2007:174) adalah segala alat yang digunakan di dapur guna memperlancar seluruh pekerjaan. Agar bisa melakukan kinerja yang baik diperlukan peralatan yang memadai dalam arti lengkap dan layak pakai walaupun sederhana. Peralatan yang digunakan di pastry section(Subagjo,2007:65) meliputi:

(17)

1. Preparation Table : Ukuran standar preparation table yaitu 1x2 meter dengan tinggi 75 cm, dibawahnya terdapat rak-rak yang berfungsi untuk menyimpan bahan & alat.

2. Kitchen Scale

Kitchen scale yaitu timbangan yang digunakan untuk menimbang bahan atau adonan.

3. Liquid Volume Measure

liquid volume measure yaitu alat ultuk mengukur benda cair.

4. Bowl

Bowl yaitu tempat bahan-bahan yang digunakan sebagai adonan.

5. Bench Scraper

Bench scraper yaitu alat yang digunakan untuk memotong adonan roti.

6. Sheet Pan

Sheet pan yaitu loyang tempat adonan yang akan dioven.

7. Food Mixer

Food mixer yaitu alat yang digunakan untuk mencampur dan mengaduk bahan- bahan sehingga menjadi adonan.

8. Oven

Oven yaitu alat yang digunakan untuk memanggang adonan supaya menjadi produk yang siap disajikan.

9. Pastry Brush

Pastry brush yaitu alat yang digunakan sebagai pengoles minyak, telur, sirup dan lain-lain.

(18)

10. Pallete Knife

Pallete knife digunakan untuk meratakan mentega, fla, bahan-bahan dekor.

11. Piping Bag

Piping bag yaitu tempat bahan adonan yang akan atau mencetak hiasan.

12. Ballon Whip

Ballon whip yaitu alat uktuk mengaduk adonan lunak.

13. Knife

Knife yaitu alat yang digunakan untuk memotong.

14. Pastry Wheel

Pastry wheel yaitu alat yang digunakan untuk memotong adonan.

15. Rolling Pin

Rolling pin yaitu alat untuk menggilas adonan.

16. American Bread Mould

American bread mould yaitu cetakan roti tawar agar berbentuk persegi panjang dan padat.

17. Bread Slicer

Bread slicer yaitu alat pemotong toast bread untuk roti panggang atau sandwich.

18. Can Opener

Can opener yaitu alat pembuka kaleng.

Menurut Subagjo (2007:175) untuk menjaga kelangsungan pemakaian peralatan, yang diperhatikan adalah cara pemeliharaan dan penggunaan, alat besar dibersihkan secara berkala sedangkan alat kecil segera dibersihkan setelah dipakai, disimpan yang rapi untuk memudahkan pencarian dan pengambilan, alat-alat rusak

(19)

segera diperbaiki atau diganti yang baru, alat-alat bertenaga mesin dan listrik harus dikontrol setiap saat serta penggunaan peralatan sesuai petunjuk.

2.3.3 Standarisasi Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Menurut Subagjo (2007:172) faktor tenaga kerja sering disebut dengan skill yaitu tingkat ketrampilan seseorang. Skill atau tenaga kerja merupakan faktor utama untuk menjalankan kinerja dengan hasil yang baik.Skill di pastry section dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengetahuan dan pengalaman.

Pendidkan rendah belum tentu kinerjanya juga rendah dan sebaliknya.Sumber daya manusia pastry section hotel terbagi menjadi beberapa tingkatan dan jabatan sesuai dengan pengalaman dan keahlian. Menurut Subagjo (2007:173) dalam melakukan pekerjaannya pastry dibagi menjadi beberapa tingkatan yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab yang ditentukan. Hal ini dilakukan agar tiap tenaga kerja tahu batas kewenangannya, dengan adanya pembagian tugas tersebut akan memperlancar tugas masing-masing.Sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki pendidikan, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidangnya. Persyaratan sumber daya manusia pastry section yang berkualitas (Subagjo,2007:166) meliputi:

1. Syarat pribadi meliputi sehat jasmani dan rohani, usia 20-35 tahun, minimal tinggi badan 160 cm, menarik, disiplin, rajin, jujur dan ulet.

2. Pendidikan minimal SMA.

3. Memiliki pengetahuan bidang perhotelan terutama roti dan kue.

4. Memiliki pengalaman dibidang roti dan kue.

(20)

Sedangkan menurut Subagjo (2007:168) tolak ukur profesionalitas sumber daya manusia meliputi:

1. Jumlah atau variasi produk yang dihasilkan.

2. Kualitas produk.

3. Kepuasan tamu.

4. Meningkatkan jumlah pembeli.

5. Meningkatkan pendapatan.

2.3.4 Standarisasi Produk Pastry

Menurut Suhardjito (2006:95) roti yang berhasil dapat dilihat dari beberapa faktor:

1. Volume

Roti yang baik adalah roti yang volume, susunan, dan butirannya baik. Roti yang kurang baik adalah roti yang volumenya terlalu besar, butiran terbuka, susunannya renggang.

2. Warna Kerak

Roti memiliki warna kerak coklat kekuning-kuningan.

3. Ratanya Hasil Pembakaran

Hasil pembakaran yang merata pada roti supaya roti matang sempurna.

4. Bentuk simetris

Bentuk yang bagus apabila dipandang dari beberapa sudut.

5. Patahan dan sobekan

Ciri-ciri patahan yang baik yaitu patahan teratur, sobekan baik dan patahan cukup.

6. Sifat kerak

(21)

Roti yang baik memiliki sifat kerak tipis dan mudah pecah.

7. Sifat bagian dalam

Sifat bagian dalam roti yang terpenting ialah susunan remahnya, yang tergantung pada sifat jaringan butirannya.

8. Butiran

Roti yang baik memiliki sel halus dan seragam, panjang bundar dan dinding tipis.

9. Tektur

Roti yang baik memiliki tektur halus, lembut dan elastis.

10. Warna remah

Warna remah bagus.

11. Aroma

Roti yang baik beraroma harum gandum dan ragi.

12. Rasa enak

Rasa roti beraroma gandum dan ragi.

Sedangkan penilaian cake secara fisik dapat dilakukan terhadap beberapa faktor (Suhardjito,2006:135) antara lain:

1. Simetri

Simetri berarti bentuk cake bagus dipandang dari beberapa sudut.

2. Bloom (cerah)

Cake yang baik berwarna cerah dan mulus 3. Warna kerak (crust colour)

Warna kerak sangat tergantung pada jenis cake. Setiap cake mempunyai warna kerak sendiri-sendiri.

(22)

4. Volume

Cake yang baik, volumenya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Setiap jenis cake mempunyai standar sendiri-sendiri. Volume cake berhubungan erat dengan susunan cake. Volume yang terlalu besar mengakibatkan adanya banyak lubang pada bagian dalam, sementara bila terlalu kecil akan bantat dan keras.

5. Keadaan kerak

Kerak cake yang baik tidak terlalu empuk sehingga cake mudah hancur.

6. Butiran Cake

Butiran cake tergantung pada jenis cake. Ada cake yang butirannya rapat dan ada pula yang renggang.

7. Susunan

Susunan cake yang sempurna tidak bergumpal dan tidak kasar.

Subagjo (157:2007) menjelaskan kesalahan yang sering terjadi pada roti yaitu roti tidak mengembang, bentuk roti yang terlalu besar, warna roti pucat dan tua, bagian atas roti tidak rata, kulit roti yang terlalu tebal, kulit roti pecah dan kenyal, roti pecah-pecah dan kempes, sedangkan kesalahan pada cake yaitu kue kempes, bintik putih diatas, bagian atas kue menonjol, permukaan bagian tengah turun, penggunaan suhu oven yang kurang atau terlalu tinggi.

Referensi

Dokumen terkait

Bagan diatas menjelaskan bahwa tepung kacang merah dicampur dengan tepung terigu dalam jumlah yang berbeda dan ditambah dengan bahan lainnya (garam, baking powder , telur,

Tepung merupakan bahan yang membentuk susunan adonan cake dan menahan bahan-bahan lainnya. Tepung yang baik untuk membuat cake adalah tepung terigu putih dengan kandungan

Sedangkan menurut SNI (2011), biskuit merupakan produk bakeri kering yang dibuat dengan cara memanggang adonan yang terbuat dari tepung terigu (dapat dilakukan

Bahan yang digunakan dalam pembuatan churros antara lain tepung terigu protein sedang, air, gula, garam, telur, margarin, dan minyak goreng.. Pertama semua bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan crust PannaPie adalah tepung terigu, susu bubuk, gula halus, telur, garam, dan

Cake merupakan adonan panggang yang biasanya terbuat dari tepung terigu, telur, gula, dan margarin dengan penambahan bahan pengembang, susu, garam, dan bahan penambah

Bahan utama Pastry Tepung gula ragi lemak telur

PENGERTIAN ROTI Menurut Standar Nasional Indonesia SNI 1995, roti adalah produk yang diperoleh dari adonan tepung terigu yang diragikan dengan ragi roti dan dipanggang, dengan atau