• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di UD. Kuda Terbang yang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di UD. Kuda Terbang yang"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di UD. Kuda Terbang yang bertempat di Dsn. Blayu Krajan Rt. 14 Rw. 04 Ds. Blayu, Kec. Wajak Kabupaten Malang.

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian explanatory. Menurut Sugiyono (2013) penelitian explanatory adalah penelitian yang menjelaskan kedudukan antara variabel-variabel diteliti serta hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain melalui pengujian hipotesis yang telah dirumuskan.

C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

Sugiyono (2019) populasi adalah keseluruhan elemen yang akan dijadikan wilayah generalisasi. Elemen populasi adalah keseluruhan subjek yang akan diukur, yang merupakan unit unit yang diteliti. Pada penelitian ini populasi yang digunakan yaitu seluruh karyawan UD. Kuda Terbang bagian produksi yang berjumlah 65 orang.

Sugiyono (2019) mengatakan bahwa sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling yang merupakan teknik

(2)

pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua.

Maka sampel pada penelitian ini berjumlah 65 orang yang merupakan karyawan bagigan produksi pada UD. Kuda Terbang.

D. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel merupakan cara dalam kegiatan mengukur suatu variabel, dengan kata lain operasional variabel adalah semacam petunjuk arah bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Dalam penelitian ini menggunakan 3 variabel yaitu kinerja karyawan sebagai variabel terikat, kepuasan kerja dan loyalitas merupakan variabel bebas.

1. Kinerja Karyawan (Y)

Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Indikator kinerja karyawan menurut Mangkunegara (2011) :

a) Kuantitas Pekerjaan. Jumlah hasil produksi yang telah ditentukan perusahaan dan harus dipenuhi tiap karyawan atau individu.

b) Kualitas Pekerjaan. Setiap karyawan harus memenuhi syarat kualitas yang ditentukan oleh perusahaan seperti kerapian dan ketelitian.

c) Ketepatan Waktu. Kemauan karyawan dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan perusahaan.

(3)

2. Kepuasan Kerja (X1)

Kepuasan kerja adalah sikap emosional dari seorang karyawan yang mencerminkan rasa senang terhadap pekerjaannya. Indikator kepuasan kerja menurut Alshitri (2013) :

a) Kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri. Karyawan lebih menyukai pekerjaan yang mereka lakukan, tidak membosakan dan sesuai dengan kemampuan mereka.

b) Kepuasan terhadap gaji. Upah yang diperoleh seorang karyawan sebanding dengan usaha yang dilakukan dan sama dengan upah yang diterima oleh karyawan lain.

c) Kepuasan terhadap atasan. Atasan memiliki hubungan yang baik dengan bawahan, memberikan motivasi terhadap karyawan serta dapat bersikap tegas dalam mengarahkan karyawannya.

3. Loyalitas Karyawan (X2)

Loyalitas karyawan adalah kesetiaan seorang karyawan terhadap perusahaan dengan menjaga nama baik perusahaan baik di dalam maupun di luar perusahaan. Indikator loyalitas karyawan menurut Trianasari dalam Nabilla (2020) :

a) Taat pada peraturan. Kesanggupan seorang karyawan untuk menaati segala peraturan dan perintah yang diberikan kepadanya.

b) Tanggung jawab pada perusahaan. Kesanggupan karyawan untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan sadar akan resiko.

(4)

c) Rasa memiliki. Sikap karyawan untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab demi tercapainya tujuan perusahaan.

E. Jenis dan Sumber Data

Penelitian yang dilakukan di UD. Kuda Terbang ini menggunakan jenis data kuantitatif deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan dasar untuk melakukan penelitian dan dapat dilakukan secara kuantiatif sehingga menghasilkan analisis statatistik.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang merupakan sumber data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (Sugiyono, 2019). Data primer yang diperoleh pada penelitian ini yaitu melalui penyebaran kuisioner kepada responden.

F. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data secara lengkap, maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuisioner. Menurut Sugiyono (2019) kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Pada penelitian ini, peneliti akan membagikan kuisioner kepada 65 karyawan UD. Kuda Terbang secara tertutup.

G. Teknik Pengukuran Data

Menurut Sugiyono (2019) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena yang terjadi. Penelitin ini

(5)

menggunakan skala likert dengan alternatif skor 1-5. Daftar pernyataan dalam kuisioner ini berkaitan dengan kepuasan kerja, loyalitas dan kinerja karyawan pada UD. Kuda Terbang yang diberikan skor sebagai berikut :

Tabel 1. Tabel Pilihan Jawaban dan Skor Pilihan Jawaban Skor Sangat Tidak Setuju 1

Tidak Setuju 2

Netral 3

Setuju 4

Sangat Setuju 5

Sumber : Sugiyono (2015)

Dari hasil jawaban responden tersebut, selanjutnya akan dianalisis dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Jawaban “Sangat Tidak Setuju” diberi nilai 1 (satu) sebagai tingkat sangat rendah dalam pengukuran data.

2. Jawaban “Tidak Setuju” diberi nilai 2 (dua) sebagai tingkat rendah dalam pengukuran data.

3. Jawaban “Netral” diberi nilai 3 (tiga) sebagai tingkat cukup dalam pengukuran data.

4. Jawaban “Setuju” diberi nilai 4 (empat) sebagai tingkat tinggi dalam pengukuran data.

5. Jawaban “Sangat Setuju” diberi nilai 5 (lima) sebagai tingkat sangat tinggi dalam pengukuran data.

(6)

H. Uji Instrumen

Uji instrumen dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliablitas instrumen sehingga dapat diketahui layak tidaknya untuk pengumpulan data pada penelitian ini. Data dalam penelitian ini merupakan variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan yang ditunjukkan oleh tingkat kesalahan (validity) dan keandalan (reability). Uji instrumen pada penelitian ini adalah :

1. Uji Validitas

Menurut Arikunto (2010) validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kebenaran suatu instrumen. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuisioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut. Menurut Arikunto (2010) rumus untuk menguji validitas kuisoner adalah :

r𝑥𝑦 = 𝑛∑𝑋𝑌 − (∑𝑋)(∑𝑌)

√{𝑛∑𝑋2 − (𝑁∑𝑌)2}{+𝑁∑𝑌2 − (∑𝑌)2

Dimana :

rxy = koefisien korelasi antara skor item dan skor total X = skor item

Y = skor total

N = sampel (responden)

(7)

Uji validitas dapat dilakukan dengan program komputer SPSS. Menurut Ridwan & Kuncoro dasar pengambilan keputusan uji validitas adalah kuesioner dinyatakan valid jika koefisien korelasi rxy lebih besar dari rtabel product moment pada taraf α=0,05.

2. Uji Reliabilitas

Menurut Sugiarto dan Situnjuk (2006) uji reliabilitas (reability) adalah pengujian yang menunjukkan suatu instrumen yang dapat dipercaya untuk mengungkap informasi di lapangan. Sutu kuisioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten. Pengujian dilakukan dengan menghitung Cronbac’s Alpha dan masing-masing instrumen dalam suatu variabel (Ghozali, 2011). Suatu instrumen dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha > atau = 0,60. Dengan rumus sebagai berikut :

𝑟 = ( 𝐾

𝐾 − 1) (1 −∑𝜎𝑏2 𝜎𝜏2 ) Keterangan :

r = reabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau pernyataan

∑σb2 = jumlah varian butir dikuadratkan στ2 = jumlah varian total dikuadratkan

(8)

Untuk mengetahui kuisioner tersebut sudah reliabel akan dilakukan pengujian reabilitas dengan bantuan program komputer SPSS dengan kriteria penilaian uji reabilitas sebagai berikut :

a) Apabila hasil koefisien Alpha lebih besar dari taraf signifikan 60% atau 0,6 maka kuisioner tersebut terbilang reliabel.

b) Apabila hasil koefisien Alpha lebih kecil dari taraf signifikan 60% atau 0,6 maka kuisioner tersebut tidak reliabel.

I. Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan uji hipotesis perlu dilakukan uji prasyarat analisis terlebih dahulu untuk menguji kesalahan model regresi yang digunakan dalam penelitian. Untuk memperoleh hasil analisis data yang sesuai dengan syarat pengujian maka penelitian ini menggunakan asumsi klasik yang terdiri dari :

1. Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan pengujian yang bertujuan untuk menguji pada model regresi yang dihasilkan apakah berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal (Ghozali, 2011). Dalam penelitin ini peneliti menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Sminorv dengan menggunakan taraf signifikan 0,05 dengan dasar pengambilan keputusan :

a) Jika nilai signifikansi uji kolmogorov-sminorv Sig >0,05 maka data berdistribusi normal.

(9)

b) Jika nilai signifikansi uji kolmogorov-sminorv Sig <0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

2. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas merupakan pengujian yang bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen (Ghozali, 2011). Model regresi yang baik sebaiknya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel tidak ortogonal.

Salah satu alat untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas di dalam model regresi adalah dnegan melihat nilai tolerance dan lawannya serta nilai Variance Inflation Factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilihi yang tidak dijelaskan oleh variabel dpenden lainnya.

Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance ≤0,10 atau sama dengan nilai VIF ≥10.

3. Uji Hesteroskedastisitas

Uji hesteroskedastisitas merupakan pengujian yang bertujuan untuk megetahui apakah model regresi layak dipakai dalam memprediksi variabel dependen dipengaruhi dengan variabel independen (Ghozali, 2011). Gejala hesteroskedastisitas terjadi apabila nilai signifikansinya >0,05.

(10)

J. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan bagian penting setelah mengumpulkan data dari respponden. Untuk menjawab perumusan masalah dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data sebagai berikut :

1. Rentang Skala

Menurut Sugiyono (2019) rentang skala digunakan untuk mengolah data mentah berupa angka yang kemudian diartikan dalam pengertian kualitatif.

Analisis rentang skala ini digunakan untuk mengetahui kepuasan kerja, loyalitas karyawan dan kinerja karyawan UD. Kuda Terbang dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

𝑅𝑠 =𝑛(𝑚 − 1) 𝑚 Keterangan :

Rs = Rentang skala n = Jumlah sampel

m = jumlah alternatif jawaban

Berdasarkan rumus di atas, maka dapat diperoleh rentang skala dengan perhitungan sebagai berikut :

𝑅𝑠 =65(5 − 1)

5 = 52

(11)

Tabel 2. Rentang Skala dan Pengukuran Variabel Skor Kepuasan Kerja Loyalitas

Karyawan

Kinerja Karyawan 65 – 116 Sangat Tidak Puas Sangat Rendah Sangat Rendah

117 – 168 Kurang Puas Rendah Rendah

169 – 220 Cukup Cukup Cukup

221 – 252 Puas Tinggi Tinggi

253 – 304 Sangat Puas Sangat Tinggi Sangaat Tinggi Sumber : Data primer diolah (2020)

Keterangan :

a) Rentang skala dengan skor 65 – 116 dinyatakan bahwa kepuasan kerja sangat tidak puas, loyalitas karyawan sangat rendah dan kinerja karyawan sangat rendah.

b) Rentang skala dengan skor 117 – 168 dinyatakan bahwa kepuasan kerja kurang puas, loyalitas karyawan rendah dan kinerja karyawan rendah.

c) Rentang skala dengan skor 169 – 220 dinyatakan bahwa kepuasan kerja, loyalitas karyawan dan kinerja karyawan termasuk dalam kategori cukup.

d) Rentang skala dengan skor 221 – 252 dinyatakan bahwa kepuasan kerja puas, loyalitas karyawan tinggi dan kinerja karyawan tinggi.

e) Rentang skala dengan skor 253 - 304 dinyatakan bahwa kepuasan kerja sangat puas, loyalitas karyawan sangat tinggi dan kinerja karyawan sangat tinggi.

(12)

2. Regresi Linier Berganda

Model analisis yang digunakan pada penelitin ini adalah model analisis regresi linier berganda. Model ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel dependen yaitu kinerja karyawan dan dua variabel independen yaitu kepuasan kerja dan loyalitas karyawan. Adapun rumus regresi linier berganda menurut Sugiyono (2019) sebagai berikut :

Y = 𝛼 + b₁X₁ + b₂X₂ + E Keterangan :

Y = Kinerja karyawan α = konstanta

b = koefisien regresi dari setiap variabel bebas X1 = kepuasan kerja

X2 = loyalitas karyawan E = error

Untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen maka dapat dilihat dari taraf signifikansinya dengan standar signifikansi 5%. Sementara itu, untuk melihat regresi yang dihasilkan berpengaruh positif atau negatif melalui koefisien beta (β). Apabila koefisien beta memiliki nilai tanda minus (-) berarti pengaruh yang dihasilkan adalah negatif, hal tersebut berlaku untuk sebaliknya (Ghozali, 2011).

(13)

K. Uji Hipotesis

Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang jelas dan dapat dipercaya antara variabel indpeenden (kepuasan kerja dan loyalitas karyawan) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Melaluilangkah ini akan diambil suatu kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang telah diajukan.

1. Uji t

Uji t digunakan untuk menguji tingkat singnifikansi antara variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial, caranya dengan melakukan perbandingan antara 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dengan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yang berarti variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen secara parsial.

𝑡 = 𝑏𝑖 𝑆𝑒 (𝑏𝑖) Hipotesis statistic dinyatakan dengan:

Ho : 𝑏𝑖 = 0 atau Ho : 𝑏𝑖 : 𝑏2 = 0 Ha : 𝑏𝑖 ≠ 0 atau Ha : 𝑏𝑖 : 𝑏2 = 0 Keterangan:

t = nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑏𝑖 = koefisien regresi

𝑆𝑒 = standar eror dan estimasi

(14)

Gambar 1.Kurva Normalitas Uji t

Berdasarkan gambar kurva diatas, berikut kriteria Penerimaan dan Penolakan Hipotesis:

a) Hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis altervative (Ha) diterima jika probabilitas < 0,05 atau 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔>𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, artinya variabel independen secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen dengan tingkat kesalahan 5% (𝛼 = 5%)

b) Hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternative (Ha) ditolak jika probabilitas ≥ 0,05 atau 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, artinya variabel independen secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen dengan tingkat kesalahan 5% (𝛼 = 5%)

2. Uji F

Uji F dilakukan untuk menguji apakah secara bersamaan variabel independen berpengaruh dengan variabel dependen. Uji F dilakukan dengan membandingkan antara 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih besar daripada 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙. Dalam arti secara simultan variabel independen mempengaruhi variabel dependen, begitu pula sebaliknya jika 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih kecil daripada nilai 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka nilai variabel

(15)

independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Uji F menggunakan rumus sebagai berikut:

𝐹 = 𝑆𝑆𝑅 𝑘⁄ 𝑆𝑆𝐸

𝑛 −(𝑘 + 1)

Keterangan:

F = Nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔

SSR = Rata-rata kuadrat regresi SSE = Rata-rata kuadrat residual

K = Banyaknya variabel dan konstanta N = Jumlah data

Gambar 2. Kurva Normalitas Uji F

Berdasarkan gambar kurva diatas, berikut kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis:

a) Ho : 𝑏1 ∶ 𝑏2 = 0 yang artinya bahwa 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙. Hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis altervative (Ha) ditolak jika probabilitas kesalahan ≥ 5%. Artinya variabel independen secara simultan tidak berpengaruh

(16)

signifikan terhadap variabel dependen dengan tingkat kesalahan 5% (𝛼 = 5%).

b) Ho : 𝑏1 ∶ 𝑏2 ≠ 0 berarti nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔>𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙. Hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternative (Ha) diterima jika probabilitas < 5%. Artinya variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variable dependen pada tingkat kesalahan sebesar 5% (𝛼 = 5%).

3. Uji Dominan

Pengujian variabel yang paling berpengaruh pada intinya dilakukan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Bahwa loyalitas berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan pada UD. Kuda Terbang. Dapat dilihat dari nilai beta dari masing- masing variabel bebas yang signifikan. Variabel yang memiliki koefisien beta terbesar adalah variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap variabel terikat.

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan model PBL pada kelas eksperimen II dapat melatih siswa untuk memecahkan suatu masalah nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa

Jika anda mengalami perdarahan sangat banyak setelah melakukan aborsi, dan anda sudah mencoba langkah-langkah di atas, anda juga dapat mencoba sendiri mengeluarkan sisa

5.3 Had Pindah Kredit Secara Vertikal yang boleh diberikan hendaklah tidak melebihi 30% (atau mengikut peratusan yang ditetapkan oleh Badan Profesional berkaitan) daripada

Suatu hasil kerja seseorang dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan oleh organisasi, dengan indikator yaitu (Fadel, 2009) :.. a)

Model ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variable independen terhadap variabel dependen yaitu kinerja ROA, NPM, EPS, dan PER terhadap return saham

Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang jelas dan dapat dipercaya antara variabel independen (disiplin kerja dan motivasi kerja)

Masukan sel rata kanan : Jika data lebih panjang dari panjang sel maka lebihnya akan mengisi sel disebelah kirinya yang kosong, jika sel sebelah kiri terisi maka data akan

Maan Ghodaqo Shiddiq Lestari yang mempunyai kinerja baik apabila dapat menghasilkan suatu pekerjaan sesuai dengan persyaratan kualitas yang ditentukan oleh