• Tidak ada hasil yang ditemukan

BISNIS INTERNASIONAL 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BISNIS INTERNASIONAL 1"

Copied!
326
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Rusdin, Drs., M.Si

BISNIS

INTERNASIONAL 1

dalam

Pendekatan

Paktik

(3)

Adanya keterbatasan sumber-sumber, faktor-faktor produksi dan kejenuhan pasar yang terjadi di berbagai negara merupakan penyebab munculnya praktik bisnis internasional. Di sisi lain kemampuan negara-negara juga meningkat dalam bisnis seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi sehingga koneksitas antara negara sudah tidak lagi dihambat oleh ruang dan waktu.

Kondisi-kondisi tersebut menjadi trigger sekaligus fasilitator bagi praktik bisnis internasional di berbagai belahan dunia. Implikasi dari kondisi tersebut setiap negara cepat atau lambat pasti akan terlibat dalam aktivitas ini dengan berbagai rasionalisasi seperti:

perbedaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, perubahan kebutuhan dan gaya hidup, kebutuhan akan pasar yang baru, pergaulan bangsa-bangsa, populasi dunia yang semakin meningkat, pembaharuan dan silang budaya.

Untuk menjalankan praktik bisnis internasional tersebut diperlukan pemahaman yang menyeluruh mengenai sistem perdagangan internasional yang berlaku, pengaruh politik dan budaya hingga sistem moneter internasional dalam bisnis lintas negara. Bagaimanapun konsekuensi dari perbedaan yang terjadi di antara negara-negara yang menjalankan praktik bisnis tersebut berpotensi sebagai peluang sekaligus sebagai ancaman terhadap keberhasilan praktik bisnis tersebut. Sejalan dengan hal tersebut, maka tidak saja pelaku bisnis yang harus memahami pola yang terjadi tetapi juga akademisi harus mampu menjabarkan mekanisme secara terinci, runtut dan mudah dipahami sehingga praktik bisnis internasional tersebut dapat dipahami konsep dan praktiknya secara bersama-sama.

Buku ini merupakan bahan bacaan praktis dengan model penelusuran akademis sebagai hasil kajian literatur dan kasus pada perusahaan multinasional dan bagaimana prospek Indonesia untuk terlibat dalam sistem perdagangan internasional. Secara rinci hal- hal yang diuraikan adalah sebagai berikut:

(4)

belakang terjadinya globalisasi serta sejarah bisnis internasional.

Bab II. Teori-Teori yang melatarbelakangi Bisnis Internasional. Menguraikan tentang manfaat dan teori-teori yang mendasari praktik bisnis internasional. Bab ini juga menguraikan tentang penggunaan uang dan daur hidup produksi internasional.

Bab III. Perbedaan ekonomi Politik dan Hukum dalam Bisnis Internasional. Secara umum bab ini menguraikan tentang berbagai macam sistem politik dan ekonomi yang berpotensi untuk mempengaruhi praktik bisnis internasional.

Bab IV. Perbedaan Budaya dalam Bisnis Internasional.

Senada dengan Bab III bab ini menguraikan tentang faktor budaya yang dapat mempengaruhi praktik bisnis internasional.

Bab V. Sistem Perdagangan Internasional. Bab ini menguraikan tentang sistem yang berlaku dalam perdagangan internasional, perkembangan serta praktiknya di Indonesia.

Bab VI. Sistem Moneter Internasional. Bab ini menguraikan tentang sejarah dan perkembangan sistem moneter yang berlaku dalam praktik bisnis internasional.

Beberapa uraian di atas merupakan pembahasan yang diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi para mahasiswa, akademisi dan praktisi dalam mempelajari praktik bisnis internasional. Sebagai informasi tambahan pada lampiran disajikan cara memanfaatkan internet dalam bisnis internasional

Penulis berharap bahan bacaan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan bisnis internasional.

Kritik dan saran untuk perbaikan sangat penulis harapkan demi peningkatan kualitas di masa yang akan datang.

Bandung, Januari 2002

Penulis

(5)

KATA PENGANTAR i

BAB I PENGANTAR BISNIS INTERNASIONAL 1

1.1 Pengertian Bisnis Internasional 1 1.2 Pentingnya Mempelajari Bisnis Internasional 4 1.3 Tujuan dan Manfaat Bisnis Internasional 7 1.4 Kekuatan-kekuatan yang Mendasari Bisnis

Internasional

11

1.5 Pemasaran Domestik Ke Pemasaran Global 13

1.5.1 Globalisasi 13

1.5.2 Globalisasi Pasar 14

1.5.3 Globalisasi Produksi 15

1.6 Pemicu Globalisasi 16

1.6.1 Menurunnya Hambatan

Perdagangan dan Investasi 16 1.6.2 Peranan Perubahan Teknologi 18

1.6.2.1 Microprocesors dan Telekomunikasi

18

1.6.2.2 Internet & WWW 19 1.6.2.3 Teknologi Transportasi 19 1.7 Perubahan Demografi Ekonomi Global 20

1.7.1 Perubahan Produksi Dunia Dan

Gambaran Perdagangan Dunia 20 1.7.2 Gambaran Perubahan Investasi Luar

Negeri Langsung 23

1.7.3 Perubahan Multinational Enterprise 26 1.7.4 Perubahan Politik Dunia 30

1.8 Perdebatan Globalisasi 32

1.8.1 Globalisasi, Pekerjaan dan Pendapatan

32

1.8.2 Globalisasi dan Kedaulatan Nasional 34

1.9 Mengelola Pasar Global 35

(6)

BAB II TEORI-TEORI BISNIS INTERNASIONAL 45

2.1 Keuntungan Mengetahui Teori Ekonomi 45 2.2 Teori Perdagangan Internasional 47

2.2.1 Merkantilisme 47

2.2.2 Teori Keunggulan Absolut 39 2.2.3 Teori Keunggulan Komparatif 52 2.2.4 Teori Faktor Pendukung oleh

Heckscher-Ohlin

53

2.3 Beberapa Teori Kontemporer Perdagangan

Internasional 57

2.3.1 Economies of scale dan kurva pengalaman (Experience curve)

2.3.2 Teori Penggerak pertama 58 2.3.3 Teori Linder

2.3.4 Teori Keunggulan dari porter 61 2.3.5 Teori-teori investasi langsung luar

negara 64

BAB III PERBEDAAN EKONOMI POLITIK DAN HUKUM DALAM BISNIS INTERNASIONAL

71

3.1 Sistem Politik 72

3.1.1 Kolektivisme dan Individualisme 72 3.1.2 Demokrasi Dan Totaliter 74

3.2 Sistem Ekonomi 75

3.2.1 Sistem Ekonomi Pasar 76

3.2.2 Sistem Ekonomi Komando 76 3.2.3 Sistem Ekonomi Campuran 76

3.2.4 Sistem Legal 77

3.3 Property Rights (Hak Milik Pribadi) 78

(7)

3.3.2 Produk Safety and Produk Liability 80 3.3.3 Hukum Kontrak (Contrak Law) 81 3.4 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan

Ekonomi

82

3.4.1 Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi 83 3.4.2 Politik Ekonomi Kemajuan Ekonomi 84 3.4.3 Inovasi Sebagai Mesin Pertumbuhan 85 3.4.4 Inovasi Memerlukan Suatu Ekonomi

Pasar

85

3.4.5 Inovasi dan Hak kekayaan Intelektual

86

3.5 Syarat Sistem Politik 87

3.6 Kemajuan Ekonomi dan Demokrasi 87

3.6.1 Transisi 88

3.6.2 Implication 93

3.6.3 Aplikasi Bisnis 95

3.7 Isu Etis 100

BAB IV PERBEDAAN –PERBEDAAN BUDAYA DALAM BISNIS

INTERNASIONAL 103

4.1 Pengertian Budaya 106

4.2 Nilai –Nilai 108

4.3 Norma – Norma 110

4.4 Faktor - Faktor yang mempengaruhi Budaya 111

4.4.1 Struktur Sosial 112

4.5 Budaya dan Tempat Kerja 140

4.5.1 Model Hofstede 141

4.5.2 Evaluasi Atas Model Hofstede 144

4.6 Perubahan Budaya 147

4.7 Implikasi Pada Bisnis 150

4.7.1 Pemahaman Tentang Silang Budaya 150

(8)

BAB V SISTEM PERDAGANGAN INTERNASIONAL 157

5.1 Instrumen- Instrumen Kebijakan Perdagangan

160

5.1.1 Tarif 161

5.1.2 Subsidi 165

5.1.3 Kuota Impor dan Pembatasan Ekspor Suka Rela

168

5.1.4 Persyaratan Kandungan Lokal 172 5.1.5 Kebijakan Administratif 174 5.2 Kasus Intervensi Pemerintah 175

5.2.1 Alasan Politik 175

5.2.2 Alsan Ekonomi 177

5.3 Pembangunan Sistem Perdagangan Global 181 5.4.1 Dari Smith ke Great Deppresion 182 5.4.2 GATT, Liberalisasi Perdagangan dan

Pertumbuhan Ekonomi (Tahun 1947-

1979) 184

5.4.3 Munculnya Hambatan (Tahun 1980 – 1993)

185

5.4.4 Putaran Uruguay, APEC Dan World

Trade Organization 187

5.4.5 Asia Pacific Economic Cooperation

(APEC) 190

5.4.6 Implikasi Uruguay Round 194

5.4.7 Pengalaman Awal WTO 197

BAB VI SISTEM MONETER INTERNASIONAL 242

6.1 Standar Emas dan Pemecahannya 202 6.1.1 Konsep Dasar Standar Emas 202 6.1.2 Sifat Dari Standar Emas 203 6.1.3 Kekuatan Standar Emas 204

(9)

6.3 Peranan Bank Dunia 216 6.4 Keuntungan Sistem Kurs Tukar Tetap 218 6.5 Regime Kurs Tukar Mengambang 222

6.5.1 Kesepakatan Jamaika 222

6.5.2 Kurs Tukar Sejak Tahun 1973 224 6.5.3 Kurs Tetap Versus Kurs

Mengambang 227

6.6 IMF dan Bank Dunia Setelah Bretton Woods 234 6.6.1 IMF dan Perkembangan Utang Dunia 235 6.6.2 Dari Solusi IMFuntuk Brandy 237 6.6.3 Masa Depan IMF dan Bank Dunia 238 6.6.4 Pasar Uang dan Valuta Asing 241

DAFTAR PUSTAKA 250

LAMPIRAN-LAMPIRAN

GLOSSARY 261

DAFTAR SINGKATAN 274

DAFTAR MATA UANG 296

PEMANFAATAN INTERNET DALAM BISNIS

INTERNASIONAL 301

(10)

Hal

Table 1.1 Esensi Bisnis Internasional 6

Table 1.2 Rata –Rata Tarif produksi Manufaktur 18 Table 1.3 Perubahan Pola Produksi dan Perdagangan Dunia (%) 21 Table 1.4 The National Corporation of the Largest multinationals 27

Table 1.5 Sejarah Bisnis Internasional 41

Table 4.1 Prioritas Nilai –Nilai 108

Table 4.2 Nilai Budaya yang Di Terapkan Pada Saat Memulai

Hubungan Bisnis 109

Table 5.1 Lima Mata Dagangan Cina yang Mengancam Industri

Lokal 171

Table 5.2 Beberapa Hasil Utama Dari Uruguay Round 188 Table 5.3 Negara –Negara Anggota APEC Berdasarkan Tingkat

Kemajuan Ekonomi 193

Table 5.4 Dampak Liberalisasi Perdagangan Dunia Pasca Putaran Uruguay Sesudah Pengurangan Tarif dan Subsidi sebesar 30% (Predikasi tahun 2020) 195

(11)

HAL Gambar 1.1 Orientasi Manajemen dan Global 13 Gambar 1.3 Bola Dunia Dipandang dari Tahun Ke Tahun 20

(12)

BAB I

PENGANTAR BISNIS INTERNASIONAL

1.1 Pengertian Bisnis Internasional

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat membawa dampak pada kemajuan bidang komunikasi, transportasi dan informasi. Seiring dengan kondisi tersebut jumlah penduduk dunia terus bertambah sedangkan sumber-sumber alam atau faktor-faktor produksi cenderung terbatas. Setiap negara memiliki keterbatasan dan kelebihannya sehingga mendorong aktivitas binis yang ada pada suatu negara untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Bisnis domestik yang selama ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan nasional mulai ditinggalkan untuk beranjak ke bisnis yang berskala multinasional atau dengan kata lain perusahaan mulai terlibat dalam bisnis internasional.

Pengertian mengenai bisnis internasional telah dikemukakan oleh banyak ahli di antaranya:

Rugman dan Hodgetts, 1995

International business is the study of transactions taking place across national borders for the purpose of satisfying the needs of individuals and organizations.

(13)

Griffin dan Pustay, 1996

International Business is any business transaction between parties from more than one country is part of international business.

Ball dan Wendell, 2000 (alih bahasa Syahrizal Noor)

Bisnis internasional merupakan bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas negara. Definisi ini tidak hanya termasuk perdagangan internasional dan pemanufakturan di luar negeri, tetapi juga industri jasa yang berkembang di bidang-bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi masa.

Dengan demikian bisnis internasional dapat diartikan sebagai aktivitas yaitu berupa transaksi bisnis di antara lebih dari dua negara, yang melibatkan pihak-pihak individu perorangan, individu perusahaan, kelompok perusahaan dan atau agen-agen internasional dan juga diartikan sebagai studi yang mempelajari aktivitas tersebut.

Bagaimana bisnis internasional dibedakan dengan bisnis domestik ? Sehubungan dengan dua istilah tersebut Griffin dan Pustay (1996) mengemukakan bahwa :

Simply put, domestic business involves transaction occurring within the boundaries. More substantively, international business can differ from domestic business for a number of reasons, including the following:

a. The countries involved may use different countries, forcing at least one party to convert

b. The legal system of the countries may differ, forcing one or more parties to adjust their behavior to comply with local law.

(14)

Occasionally, the mandates of the legal systems may be incompatible.

c. The cultures of the countries may differ, forcing each party to adjust its behavior meet the expectations of the other.

d. The availability of resources differs by country. One country may be rich in natural resources but poor in skilled labor.

Dengan demikian secara sederhana bisnis domestik adalah bisnis yang melibatkan transaksi di dalam suatu kesatuan dan secara lebih rinci perbedaan antara bisnis internasional dan bisnis domestik terletak pada masalah mata uang, sistem hukum, budaya dan ketersediaan sumber daya yang berbeda antara satu negara dan negara lainnya. Bisnis internasional merupakan praktik bisnis yang melibatkan seluruh pertimbangan tersebut, karena melibatkan beberapa negara, sedangkan bisnis domestik merupakan aktivitas bisnis yang terjadi pada suatu negara dimana penggunaan mata uang, budaya, sistem hukum dan sumber-sumbernya relatif sama.

Dalam kaitannya dengan pengertian bisnis internasional terdapat istilah-istilah yang kadang dihubungan atau dipersepsikan sama dengan bisnis internasional padahal esensinya berbeda. Istilah-itilah yang dimaksud adalah:

Bisnis domestik, aktivitas bisnis yang secara nyata ditujukan pada aktivitas bisnis dalam negeri. Suatu perusahaan yang berkecimpung dalam pemasaran domestik mungkin melakukan hal ini secara sadar sebagai strategi yang dipilih atau mungkin secara tidak sadar

(15)

memfokuskan pada pasar domestik dengan maksud untuk menghindari tantangan belajar cara memasarkan ke luar negeri.

Bisnis internasional, bertindak lebih jauh lagi dari bisnis domestik dan bukan sekedar pemasaran ekspor akan tetapi lebih jauh terlibat dalam lingkungan pemasaran dalam negara tempat perusahaan tadi melakukan bisnis.

Bisnis multinasional, Dalam bisnis multinasional organisasi pemasaran internasional mulai dengan menfokuskan pada pemanfaatan pengalaman dan produk perusahaan. Perusahaan menyadari perbedaan dan keunikan lingkungan dalam negara tadi, dan menentukan peranan baru untuk hal itu sendiri, melakukan adaptasi pemasaran perusahaan pada kebutuhan dan keinginan yang unik dari pelanggan negara itu.

Bisnis global / transnasional, yaitu bisnis yang memfokuskan pada pemanfaatan asset, pengalaman, dan produk perusahaan secara global dan melakukan penyesuaian pada apa yang benar-benar unik berbeda dalam setiap negara.

1.2 Pentingnya Mempelajari Bisnis Internasional

Kembali pada bisnis internasional, implikasi dari aktivitas tersebut memunculkan kepentingan untuk mempelajari bisnis internasional. Griffin dan Pustay (1996) mengemukakan beberapa hal yang melatarbelakangi pentingnya mempelajari bisnis internasional, yaitu:

(16)

There are many different reasons why students today need to learn more about international business. First, almost any large organization you work for will have international operation or be affected by the global economy. You need to understand this increasingly important area in order to better assess career opportunities and to interact effectively with other manager.

Second, You made eventually work foor a firm that is owned by a corporation headquarters in another country. Third, Keep pace with your future competitors. Fourth, To stay abreast of the latest business technique and tools. Fifth, to obtain cultural literacy.

Berdasarkan konsep di atas, maka perlunya pemahaman tentang bisnis internasional adalah agar pelaku bisnis dapat mencari dan merumuskan kebutuhan pelanggan global secara lebih baik sehingga dapat berkompetisi, baik di lingkungan domestik maupun internasional, serta mengkoordinasikan berbagai aktivitas pemasaran dalam menghadapi kendala lingkungan global.

Secara rinci esensi bisnis internasional mencakup aspek-aspek seperti telihat pada Tabel 1.1.

Dalam bisnis internasional terdapat beberapa aktivitas pokok yang menjadi ciri penting yang terjadi dalam bisnis internasional di berbagai negara, yaitu:

1. Visible Trade (Merchandise export and import): Perdagangan barang-barang berwujud.

2. Invisible Trade (Service export and import): perdagangan dalam jasa; bank; travel; akunting.

(17)

Tabel 1.1 Esensi Bisnis Internasional

Sasaran Tindakan

Penyesuaian Pencarian

kebutuhan pelanggan global

- Melakukan riset pemasaran dan menganalisis segmen- segmen pasar, berupaya similaritas-similaritas dan perbedaan-perbedaan untuk seluruh negara.

- Mengadaptasi produk, jasa dan elemen-elemen bauran pemasaran untuk memuaskan kebutuhan pelanggan.

- Memuaskan ke dalam keputusan teknologi dan fabrikasi implikasi dari biaya dan harga, pengembangan basis data informasi pelanggan global, seluruh distribusi, dan logistik.

Lebih baik dalam berkompetisi

- Menilai, memantau, dan menjawab kompetisi global dengan menawarkan nilai yang lebih baik, mengembangkan citra merek unggul dan penentuan posisi produk, cakupan produk yang lebih luas, harga yang lebih murah, kualitas tinggi, kinerja yang baik, dan distribusi, periklanan, dan jasa.

- Mengikuti bahwa para pesaing dapat meliputi BUMN-BUMN, MNCs, dan perusahaan-perusahaan domestik, dengan tujuan yang berlainan.

Pengkoordinasian aktivitas-aktivitas bisnis

- Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan strategi bisnis dan menerapkannya untuk seluruh negara, wilayah, dan pasar global, dengan melibatkan sentralisasi, delegasi, standarisasi, dan daya tanggap lokal.

Kendala-kendala lingkungan global

- Mengakui bahwa lingkungan global meliputi: variasi yang komplek disebabkan kebijakan industri, proteksionis, dan pemerintah, perbedaan ekonomi dan cultural, perbedaan infrastruktur pemasaran, kendala finansial disebabkan variasi kurs valuta asing dan laju inflasi.

3. International Investment, meliputi:

a. Foreign Direct Investment (FDI), investasi yang bertujuan untuk mengawasi kepemilikan (property), asset dan perusahaan di negara lain (host contry) secara aktif.

(18)

b. Portofolio investment, pembelian aset keuangan luar negeri (saham, obligasi, sertifikat deposito) untuk tujuan selain pengawasan.

4. Licencing (lisensi) suatu perusahaan di suatu negara memberikan lisensi untuk menggunakan kepemilikan intelektualnya (paten, trademarks, merek, hak cipta, dan sebagainya).

5. Waralaba (Franchising); suatu perusahaan di suatu negara memberikan hak kepada perusahaan di negara lain untuk menggunakan merek, logo dan teknik operasi.

6. Management contract; sebuah perusahaan di suatu negara setuju untuk mengoperasikan fasilitas atau menyediakan jasa manajemen pada perusahaan di negara lain.

1.3 Tujuan dan Manfaat Bisnis Internasional

Bagi banyak perusahaan, keterlibatannya dalam bisnis internasional lebih banyak dilatarbelakangi oleh motifnya untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Seiring dengan kondisi tersebut maka semakin banyak industri multinasional yang muncul dan berkiprah dalam industri baik di tingkat regional maupun internasional.

Sebagai contoh, di Amerika Serikat, bangkitnya perusahaan multinasional yang muncul dari perusahaan lokal regional di Amerika Serikat pada tahun 1880-an dan 1890-an terjadi secara bersamaan dengan bangkitnya perusahaan nasional. Lebih dari itu kecenderungan yang

(19)

terjadi adalah bahwa perusahaan yang akan tetap bertahan dan menjadi unggul di abad mendatang adalah perusahaan global. Perusahaan yang tidak mampu bersaing di pasar global, bila beruntung akan diakuisisi oleh perusahaan yang lebih dinamis, dan jika tidak berubah maka perusahaan-perusahaan tersebut akan hilang begitu saja.

Saat ini telah terjadi perubahan yang begitu cepat dalam dunia ekonomi. Tidak akan pernah ada sebuah negara yang hanya memperioritaskan pada ekonomi nasionalnya sendiri tanpa dipengaruhi oleh perdagangan dan investasi luar negeri. Kenyataan ini menunjukkan adanya pengaruh globalisasi yang tidak pernah mengenal batas.

Globalisasi tersebut telah menjadi sebuah fenomena menuju sistem ekonomi global yang terjadi selama beberapa tahun belakangan ini.

Timbulnya kekuatan yang mendorong ekonomi global diawali dengan adanya perkembangan dan fenomena baik antara bisnis besar maupun kecil. Kekuatan ini menciptakan peluang setiap usaha untuk memperluas pasarnya, menekan biaya dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan usahanya seiring dengan pendapatan yang meningkat dalam pasar global. Dalam beberapa waktu itu juga menciptakan sebuah pejuang dan sekaligus tantangan bagi para manajer.

Dasar keberhasilan program pemasaran global adalah proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah

(20)

Sebagai contoh, para manajer yang sekarang secara rutin memutuskan bagaimana memperluas pasar yang terbaik ke pasar luar negeri. Haruskah mereka mengekspor ke pasar dari tempat usahanya berasal, haruskah mereka menginvestasikan fasilitas yang produktif di dalam pasar, ataukah mereka akan memproduksi secara lokal yang kemudian menjual secara lokal pula, ataukah mereka akan memproduksi di negara ketiga dimana harga yang diproduksi lebih rendah dari usaha dalam negeri mereka. Pada akhirnya manajer memutuskan dengan cara apa dan bagaimana untuk menyesuaikan produk yang mereka tawarkan, kebijaksanaan pasar, keberadaan sumber daya manusia, dan strategi bisnis yang dapat menghubungkan dan menyatukan perbedaan budaya setiap negara, bahasa, praktek bisnis dan peraturan pemerintah. Manajer juga bisa memutuskan perjanjian terbaik untuk mencari pesaing luar negeri yang lebih efisien untuk masuk dalam negerinya.

Secara rinci alasan-alasan yang melatarbelakangi pentingnya memahami bisnis internasional adalah sebagai berikut:

1. Banyak organisasi besar (mungkin tempat kita belajar/bekerja) telah melakukan operasi di tingkat internasional dan dipengaruhi oleh ekonomi global. Kita perlu meningkatkan pemahaman akan hal ini, guna mengembangkan peluang karir dan untuk melakukan interaksi yang efektif dengan manajer.

(21)

2. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sudah lebih terlibat dalam Bisnis Internasional. Dewasa ini tidak hanya MNCs yang terlibat dalam aktivitas bisnis internasional, UKM memiliki peluang yang cukup besar untuk menjalankan aktivitas bisnis internasional.

3. Mungkin kita bekerja untuk perusahaan yang kantor pusatnya di negara lain. Pada era globalisasi seperti saat ini, operasi perusahaan berpeluang untuk menyebar di seluruh negara dan bahkan dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan pasar dunia. Implikasinya setiap perusahaan pada hakekatnya harus siap bersaing secara internasional atau siap menjadi bagian dari aktivitas bisnis internasional tersebut.

4.

Untuk mengenal teknik dan alat-alat bisnis terkini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang bisnis cenderung cukup pesat sehingga perubahan dapat terjadi setiap saat. Dalam kaitan tersebut kita senantiasa perlu mengetahui perkembangan teknik dan alat-alat bisnis terkini.

5.

Mengenal budaya dalam interaksi bisnis. Interaksi bisnis pada dasarnya adalah interaksi antar manusia sehingga aspek budaya, politik dan sosial tidak akan terlepas dari masalah bisnis. Bisnis internasional dalam perkembangannya memerlukan informasi mengenai budaya, politik dan aspek sosial lainnya yang dapat mempengaruhi aktivitas bisnis.

(22)

1.3 Kekuatan-Kekuatan yang Mendasari Bisnis Internasional

Globalisasi pasar menjadi cepat terwujud dikarenakan juga beberapa faktor di bawah ini, pertama diterapkannya secara meluas sistem dan kebijakan perdagangan bebas. Kedua perkembangan teknologi khususnya telekomunikasi dan informasi. Ketiga, terjadinya perubahan peta kekuatan politik dunia akibat dari hancurnya sosialis- komunis khususnya di negara-negara Eropa Timur dan Eks Soviet yang mengakibatkan unggulnya sistem kapitalis.

Kekuatan yang mendasari Bisnis Internasional (BI) berorientasi pada management oriented. Orientasi adalah asumsi atau keyakinan, yang sering kali tidak disadari, mengenai sifat dunia ini. Dalam hal ini ada tiga orientasi yang menjadi pedoman dalam BI, yaitu etnosentris, polisentris, geosentris yang kemudian diperluas menjadi regiosentris.

Etnosentris adalah suatu asumsi atau keyakinan bahwa negeri asal sendirilah yang unggul. Seseorang dengan orientasi ini melihat persamaan dalam pasar, dan percaya bahwa produk dan kebiasaan yang sukses di negeri sendiri yang unggul, dan oleh karena itu harus dipakai di mana-mana. Dalam perusahaan etnosentris, operasi di luar negeri dianggap kurang penting dibandingkan domestik dan terutama dilakukan untuk melempar kelebihan produksi domestik. Rencana untuk pasar luar negeri dikembangkan di kantor dalam negeri menggunakan

(23)

kebijakan dan prosedur yang identik dengan yang dipakai di dalam negeri. Tidak ada riset pemasaran sistematis yang dilakukan di luar negeri, tidak ada modifikasi produk yang cukup mendasar, dan tidak ada perhatian yang sungguh-sungguh pada kebutuhan pelanggan di pasar luar negeri.

Polisentris merupakan kebalikan dari etnosentris, yaitu keyakinan yang didasari bahwa setiap negera unik dan berbeda serta cara utuh meraih sukses di setiap negara adalah menyesuaikan diri dengan perbedaan unik dari setiap negara. Dalam tahap polisentris, anak perusahaan didirikan di pasar luar negeri. Setiap anak perusahaan, beroperasi secarara independen dan menetapkan tujuan dan rencana pemasaran sendiri. Pemasaran diorganisasikan dengan dasar negara per negara, dengan setiap negara mempunyai kebijakan pemasaran unik sendiri.

Regiosentris dan geosentris, perusahaan memandang wilayah regional dan seluruh dunia sebagai suatu pasar dan mencoba mengembangkan strategi pemasaran terpadu regional atau dunia. Inilah yang disebut pandangan dunia yang melihat persamaan dan perbedaan dalam pasar dan negara, dan mencoba menciptakan strategi global yang benar-benar responsif pada kebutuhan dan keinginan lokal. Regiosentris merupakan orientasi geosentris yang terbatas pada suatu wilayah

(24)

arah wilayah regional, tetapi akan memandang sisa dunia dengan orientasi etnosentris atau polisentris, atau kombinasi keduanya.

Perusahaan etnosentris melakukan sentralisasi dalam manajemen pemasarannya, perusahaan polisentris melakukan desentralisasi, sedangkan perusahaan regiosentris dan geosentris mengintegrasikan.

Lebih jelasnya dapat di lihat pada gambar 1.1.

Gambar 1.1

Orientasi Manajemen dan Perusahaan

1.5 Pemasaran Domestik Ke Pemasaran Global

1.5.1 Globalisasi

Globalisasi merupakan proses memfokuskan sumber daya daya (manusia, uang dan asset fisik) dan tujuan-tujuan dari suatu organisasi

Etnosentris:

Negara sendiri superior, melihat persamaan di negara lain.

Polisentris:

Setiap negara tuan rumah unik. Melihat perbdeaan di negara lain.

Regiosentris:

Melihat persamaan dan perbedaan dalam wilayah dunia, mempunyai pandangan etnosentris atau polisentris

terhadap bagian dunia yang lain

Geosentris:

Pandangan dunia, melihat persamaan dan perbedaan dalam negera sendiri

dan negara tuan rumah

(25)

untuk memperoleh kesempatan dan menanggapi ancaman pasar global.

Hal senada dikemukakan oleh Masaaki Kotabe (1992) bahwa tujuan dari pemasaran global adalah:

Global marketing refers to marketing activities by companies that emphasize:

(1) Reduction of cost inefficiencies and duplication of effort among their national and regional subsidiaries,

(2) Opportunities for the transfer of products brands and other idea across subsidiaries,

(3) Emergence of global customer, and

(4) Improved linkage among national marketing infrastructure leading to the development of global marketing infrastructure.

1.5.2 Globalisasi Pasar

Globalisasi pasar mengacu pada kenyataan bahwa beberapa industri pada dasarnya saling terkait dan beberapa kekuatan dalam pasar nasional menyatu ke dalam pengaruh pasar global. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa setiap produk global juga harus diterima oleh konsumen di negara yang dituju dengan menyesuaikan dengan karakteristik khusus dan perilaku pembelian di negara tersebut.

Beberapa contoh perusahaan global dengan produk yang telah diterima oleh konsumen adalah Citicorp credit card, Coca Cola, Levis’s jeans, musik yang dinyayikan oleh Madona atau Nirvana, MTV, Sony Walkmans, dan hamburger McDonald’s telah menunjukkan adanya gejala produk global yang telah berhasil diterima oleh rata-rata konsumen dunia.

(26)

Manajemen pemasaran global merupakan suatu proses pemusatan sumber daya dan tujuan organisasi pada kesempatan pasar global. Saat ini pemasaran global menjadi penting, tidak hanya untuk mewujudkan potensi suatu usaha dengan sukses, tetapi lebih dari itu juga untuk kelangsungan suatu usaha.

1.5.3 Globalisasi Produksi

Globalisasi produk mengacu pada kecenderungan di antara beberapa perusahaan yang menyediakan barang dan jasa dari lokasi yang berbeda sekeliling pasar global untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan masing-masing negara, khususnya keuntungan biaya dan kualitas faktor produksi (tenaga kerja, tanah, dan modal). Di lain pihak perusahaan juga mengharapkan adanya biaya yang lebih rendah dan peningkatan kualitas dan fungsi produk mereka yang dapat mendorong mereka untuk berkompotesi secara efektif. Dalam hal ini lihatlah bagaimana perusahaan penerbangan Boeing dengan jenis Boeing 777 terdiri dari dari 132.500 komponen penting yang diproduksi di 545 lokasi pembuat komponen tersebut dalam wilayah yang berbeda.

Demikian pula halnya dengan 8 perusahaan pemasok Jepang yang menyediakan suku cadang untuk pintu dan sayap, demikian pula pemasok dari Singapura membuat pintu untuk membuka ban pada waktu pendaratan pesawat. Sebagian dari suku cadang Boeing diproduksi oleh supplier luar negeri dengan aktivitas dan prestasi yang berbeda. Sebagai hasilnya tercipta sebuah pemasok global untuk menyelesaikan produk

(27)

akhir yang mana memberikan kesempatan kepada Boeing untuk memenangkan persaingan dengan membuat pangsa terbesar untuk pesawat terbang yang diikuti oleh pesaingnya yaitu Airbus.

1.6 Pemicu Globalisasi

Dua faktor utama tampaknya telah menjadi trend yang mengarah pada globalisasi besar-besaran. Pertama adalah turunnya hambatan dalam arus masuk dan keluar produk, jasa dan modal yang terjadi sejak berakhirnya Perang Dunia (PD) II. Kedua adalah perubahan teknologi khususnya perkembangan yang dramatis yang terjadi tahun-tahun belakangan ini di bidang komunikasi, proses informasi dan teknologi transportasi.

1.6.1 Menurunnya hambatan Perdagangan dan Investasi

Sejak tahun 1920 dan 1930 beberapa negara telah memberanikan untuk mengurangi hambatan dalam perdagangan internasional dan investasi luar negeri. Perdagangan internasional terjadi ketika perusahaan mengekspor barang dan jasa kepada konsumen di negara lain. Investasi langsung ke luar negeri terjadi ketika perusahaan menginvestasikan sumber daya dalam aktivitas bisnis di luar negara asalnya. Beberapa hambatan dalam dalam perdagangan internasional dapat dilihat dari tingginya tarif impor pada barang-barang pabrik.

Tujuan utamanya adalah melindungi industri dalam negeri dari pesaing

(28)

Khusus mengenai hambatan impor, berdasarkan teori perdagangan internasional ada dua jenis atau kelompok besar hambatan impor ini, yaitu:

(a) Hambatan tarif, yang terdiri dari:

1. Tarif impor atau bea masuk 2. Tarif ekspor

(b) Hambatan non tarif, yang dapat dirinci menjadi:

1. hambatan kuantitatif, yaitu kuota 2. Hambatan administrasi

3. Persyaratan kandungan lokal

Kemudian negara-negara yang ada waktu itu tergolong negara industri membuat kesepakatan untuk mengurangi tarif dan hambatan perdagangan lainnya dengan kesepakatan yang berbentuk persetujuan dalam General Agreement on Tarif an Trade (GATT), yang saat ini anggotanya mencapai lebih dari 120 negara. Perjanjian dalam GATT ini diratifikasi dalam Uruguay Round (perputaran Uruguay) pada tahun 1993 yang semakin memantapkan berkurangnya hambatan-hambatan tarif dan dijaminnya proteksi untuk hak paten, merek dan hukum dagang.

Uruguay Round ini menjadi cikal bakal lahirnya World Trade Organization (WTO), yang mengatur sistem perdagangan internasional. Sebagai implikasinya pada tahun 2000 rata-rata hambatan tarif telah turun jauh mendekati angka rata-rata 3,9% (Tabel 1.2).

(29)

Tabel 1.2

Rata-rata Tarif Produksi Manufaktur (% )

1913 1950 1990 2000

Perancis 21 18 5.9 3.9

Jerman 20 26 5.9 3.9

Italia 18 25 5.9 3.9

Jepang 30 - 5.3 3.9

Belanda 5 11 5.9 3.9

Swedia 20 9 4.4 3.9

Inggris - 23 5.9 3.9

Amerika Serikat 44 14 4.8 3.9

Sumber: Who Wants to Be a Giant ? The Economicst: A Survey of the Multinational, June 24, 1995, pp.3-4

1.6.2 Peranan Perubahan Teknologi

Ketika hambatan di bidang perdagangan dalam pasar global menurun, perubahaan teknologi membuat sebuah gebrakan yang dramatis. Sejak berakhirnya PD II telah tercapai kemajuan di bidang komunikasi, proses informasi dan teknologi transportasi, yang menjadi awal timbulnya internet dan World Wide Web (WWW).

1.6.2.1 Microprocesors dan Telekomunikasi

Microprocesors saat ini telah memacu perkembangan teknologi komunikasi. Setelah lebih dari 30 tahun komunikasi global telah tumbuh dengan pesatnya yang diiringi dengan perkembangan di bidang teknologi satelit, optical fiber, dan wireless technology dan sekarang internet & WWW.

(30)

1.6.2.2 Internet & WWW

Internet merupakan sebuah jaringan dalam komputer yang dapat mengakses ke seluruh jaringan komputer lainnya di dunia tanpa mengenal batas waktu. Adanya ledakan besar-besaran di bidang informasi yang dikenal dengan information Big Bang telah membuat adanya dunia yang tanpa batas (borderless world). Setiap tahunnya para pengguna internet dan jaringan WWW semakin meningkat, terlihat dari jumlah pemakai internet setiap bulan rata-rata meningkat lebih dari 20%.

Pada era global internet dan WWW menjadi salah satu media utama yang dipakai perusahaan berskala global untuk memperkenalkan produknya di seluruh dunia, bahkan dimanfaatkan pula oleh perusahaan untuk melakukan kontak dan transaksi kepada konsumen dengan menggunakan credit card. Dalam hal ini perusahaan global berupaya untuk memperbaiki home pagenya pada internet agar dapat lebih menarik pengunjung atau konsumen.

1.6.2.3 Teknologi Transportasi

Pada lingkungan ekonomi, perkembangan transportasi menjadi salah satu perkembangan terpenting khususnya dalam hubungan antar negara. Berkembangnya teknologi di bidang penerbangan dan perkapalan telah memudahkan diangkutnya berbagai kontainer yang membawa produk di negara asal ke negara tujuan, sehingga dengan perkembangan teknologi transportasi ini telah membuat jarak antara

(31)

negara di dunia ini menjadi lebih dekat dalam waktu yang lebih singkat (Gambar 1.2).

Gambar 1.3

Bola Dunia dipandang dari tahun ke tahun

1.7 Perubahan Demografi Ekonomi Global

1.7.1 Perubahan Produksi Dunia dan Gambaran Perdagangan Dunia

Pada awal tahun 1960 Amerika Serikat masih menjadi pemimpin dalam industri. Sebagai contoh pada awal tahun 1963, Amerika tercatat telah menghasilkan 40,3% dari output pada industrinya yang tersebar luas ke seluruh dunia dan pada tahun 1995 produksi yang dihasilkan oleh Amerika tercatat telah menurun menjadi hanya 21,9% seperti terlihat pada Tabel 1.3.

1500-1840

Leverage speed of horse-draw coacnes & sailing ship, 10 mph.

1850-1930

Steam Locomotive average 65 moh.

Steamsnips average 36 mph.

1950s

Propeller aircraff 300-400 mph.

1960s

Jet passenger aircraff 500-700 mph.

Peter P. Dicken, Global Shiff (New York: Guiilford Press, 1992), p.104

(32)

Tabel 1.3

Perubahan Pola Produksi dan Perdagangan Dunia (%)

Country Share of World Output in 1963

Share of World Output in 1995

Share of World Output in 1995

United States 40.3 21.9 12.2

Japan 5.5 8.2 9.4

Germany 9.7 4.3 10.1

France 6.3 3.5 5.6

United Congdom 6.5 3.4 4.9

Italy 3.4 3.2 4.5

Canada 3.0 2.1 3.9

Sumber: Data ekspor dari WTO, International Trade Statistics, 1996. WTO Geneva. World output data from CIA Factbook, 1996.

Menurunnya hasil produk dari Amerika tersebut bukanlah secara mutlak disebabkan oleh kegagalan Amerika tetapi disebabkan oleh meningkatnya jumlah persaingan terutama persaingan dari Jepang, Jerman, dan sejumlah negara lain seperti Korea Selatan dan Taiwan yang juga menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat. Pertumbuhan perdagangan Internasional yang demikian cepat juga mendorong tingginya pertumbuhan ekonomi di negara-negara ketiga (negara berkembang) seperti China, Thailand dan Indonesia yang laju pertumbuhan ekspornya meningkat setiap tahun yang mana hal ini juga turut menentukan turunnya dominasi Amerika Serikat di pasar global.

Jika kita meramalkan 20 tahun kedepan, maka negara-negara berkembang saat ini akan menjadi negara-negara industri maju yang dapat berdiri sejajar dengan negara lain yang telah lebih dahulu mencapai kemakmuran. Bank dunia juga telah meramalkan adanya

(33)

indikasi di atas dimana negara-negara berkembang akan mencapai pertumbuhan ekonominya rata-rata 4,8 antara 1994 sampai 2003, pada saat yang bersamaan negara-negara industri maju mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 2,3% per tahun. Disisi lain Bank dunia juga memberikan dukungan sepenuhnya kepada negara-negara di Asia seperti China dan Korea selatan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat yaitu sebesar 7,6% antara tahun 1994-2003 dan wilayah Asia Selatan lain termasuk India juga mencapai pertumbuhan 5,3%

pertahun.

Jika tidak ada situasi yang terjadi di luar perkiraan, Bank Dunia meramalkan pada 25 tahun ke depan akan terjadi pergantian yang sangat dramatis di bidang ekonomi dunia dengan masuknya Cina yang pertumbuhan ekonominya dapat lebih besar 40% dari Amerika Serikat dan pendatang baru seprti India juga akan mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi lebih besar dari Jerman pada tahun 2020.

Sementara itu pada 2020 juga diramalkan bahwa negara berkembang yang ada sekarang dapat menguasai perdagangan ekonomi dunia sebesar 60% dan negara maju yang ada saat ini dengan menguasai 55%

aktivitas ekonomi dunia akan turun menjadi 38% pada tahun 2020 nanti.

Bagi perdagangan internasional menyebabkan pengaruh bahwa perubahan geografis ekonomi menunjukkan bahwa lingkungan ekonomi kedepan memberikan peluang pada negara berkembang untuk dapat memainkan peranan lebih banyak dengan memberikan keunggulan

(34)

bersaing yang lebih unggul dibandingkan dengan negara maju yang ada sekarang.

1.7.2 Gambaran Perubahan Investasi Luar Negeri Langsung

Sejak pengaruh Amerika di dalam ekonomi global beberapa perusahaan Amerika tercatat mempunyai jaringan aliran investasi luar negerinya sebesar 66,3% pada tahun 19960. Kemudian disusul oleh perusahaan Inggris sebesar 10,5%, pada saat itu Jepang hanya tercatat 2%. Banyak perusahaan-perusahaan di luar perusahaan Amerika memulai untuk menginvestasikan modalnya melewati batasan negaranya sendiri dengan cara memperluas pangsa pasarnya dengan mencari lokasi yang optimal.

Sebagai contoh, beberapa perusahaan Jepang dan Eropa pada tahun 1970-an dan ’80-an memulai untuk mengganti tenaga kerja dalam operasional pabrik mereka sendiri menjadi tenaga kerja di negara berkembang yang lebih murah biayanya. Beberapa perusahaan Jepang juga melakukan investasi di Amerika Utara dan Eropa untuk menghadapi pergerakan modal dan kemungkinan hambatan-hambatan perdagangan sebagai contoh Toyota dalam waktu relatif singkat meningkatkan investasinya dengan menyediakan fasilitas untuk memproduksi di Amerika selama akhir tahun ’80-an dan awal ’90-an. Investasi yang

(35)

dimotori oleh Toyota yakin bahwa menguatnya nilai Yen Jepang akan meningkatkan ekspor otomotif Jepang di pasar luar negeri.

Kita dapat melihat sebuah peta yang menunjukkan perkembangan dari investasi luar negeri yang ditunjukkan dengan berbagai jenis investasi dari Amerika, Inggris, Jepang, Jerman, Perancis dan Belanda yang terjadi antara tahun 1980 sampai tahun 1994.

Pertumbuhan dari negara berkembang dan tingginya tingkat pertumbuhan ekonominya menyebabkan total saham dari perusahaan- perusahaan Amerika menurun menjadi sekitar 44% dan menurun lagi sekitar 25% di tahun 1994. Disisi lain negara-negara berkembang Jepang, Perancis, yang relatif lebih kecil bisa melampaui negara-negara maju, sebagai contoh Korea Selatan (Country focus, emergence of south Korean multinational).

Terdapat sebuah trand yang cukup penting yaitu meningkatnya keinginan untuk investasi yang tidak dibatasi secara langsung oleh negara berkembang lebih tinggi dari negara-negara industri. Tahun 1990 bisa terlihat arus investasi yang meningkat bagi negara berkembang. Dan di antara negara-negara berkembang Cina telah menerima total investasi yang terbesar dari Foreign Direct Investment (FDI) pada tahun terakhir. Cina mendapatkan 38 milyar dari total sebesar 100 milyar dollar. Investasi luar negeri langsung yang dialokasikan ke

(36)

menerima aliran investasi langsung pada tahun 1995 seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand yang total sebesar 14 milyar dollar.

Aliran investasi langsung yang terjadi di negara berkembang tersebut memungkinkan berdirinya perusahaan-perusahaan asing (PMA).

Kehadiran PMA tersebut membuat negara-negara tuan rumah (home country) memberikan perlindungan bagi perusahaan PMA atau investor asing tersebut. Berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah kepada investor asing dan atau perusahaan PMA, antara lain berupa:

(a) Ijin pemakaian tenaga kerja asing untuk menduduki jabatan tertentu yang memang belum dapat dipenuhi oleh tenaga kerja domestik. Artinya, untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu yang misalnya membutuhkan tenaga ahli atau keterampilan tinggi di mana tenaga kerja WNI belum mampu mengisinya, perusahaan PMA yang bersangkutan boleh mengangkat tenaga kerja asing.

(b) Kebebasan untuk mentransfer atas upah gaji yang dibayarkan dalam bentuk valuta asing, serta transfer atas ganti rugi yang diterima perusahaan dalam hal perusahaan tersebut didominasi pemerintah.

(c) Ijin pemakaian tanah untuk usahanya dengan hak pakai berupa hak guna usaha, hak guna bangunan dan hak pakai.

(d) Keringanan di bidang perpajakan atau intensif perpajakan atau sering disebut istilah “tax holiday”. Namun dalam

(37)

perkembangannya intensif perpajakan ini dapat dihapuskan dan diganti dengan insentif lainnya, seperti insentif berupa pembebasan atau keringanan terhadap bea masuk atas bahan- bahan baku yang diimpor.

1.7.3 Perubahan Multinational Enterprise

Multinational Enterprise merupakan beberapa bisnis yang aktivitas produksinya dilakukan di dua atau lebih negara. Perubahan pertama adalah bangkitnya multinational Amerika khususnya perusahaan multinational Jepang, kedua adalah timbulnya mini-multinational.

1.7.3.1 Multinational Enterprise Non Amerika Serikat

Pada tahun 1960 kegiatan bisnis global telah didominasi oleh perusahaan multinasional Amerika yang besar. Berdasarkan data yang disajikan pada tebel 1.4 pada tahun 1973 48,5% dari 260 perusahaan multinasional yang terbesar adalah perusahaan Amerika. Kedua perusahaan inggris yaitu 18,8% perusahaan multinasional terbesar.

Diikuti oleh Jepang sebesar 3,5% untuk waktu yang sama.

Tahun 1994 terjadi perubahan yang serius, sehingga menurunkan posisi perusahaan Amerika Serikat yang hanya tercatat sebesar 30,2%

dari 500 perusahaan multinasional terbesar yang ada di dunia. Turunnya

(38)

Jepang meningkat dengan pesat sehingga melalpaui Jerman dan Inggris.

Di masa mendatang, kita berharap tumbuhnya perusahaan multinasional baru dari negara-negara berkembang seperti Korea Selatan, Mexico, China, Rusia dan Brazil. Tabel 1.4 menggambarkan perusahaan multinasional terbesar tahun 1973 dan 1994.

Tabel 1.4

The National Corporation of the Largest Multinationals

Country Of the Top 260 in 1973 Of the Top 500 in 1994

United State 126 (48.5%) 151 (30.2%)

Japan 9 ( 3.5%) 149 (29.8%)

Britain 49 (18.8%) 33 ( 6.6%)

France 19 ( 7.3%) 40 ( 6.6%)

Germany 21 ( 8.1%) 44 ( 8.0%)

Switzerland 8 ( 3.1%) 14 ( 2.8%)

Sumber: Figur for 1973 from Hood & Young, The Economics of the multinational Enterprise (New York: Longman, 1979) ; Figur 1994 from The Global 500. Fortune, august 7, 1995,

Pasar negara global berada dalam tahap perkembangan yang berbeda. PNB perkapita merupakan dasar segmentasi demografis yang berguna. Dengan dasar ini, kita telah membagi pasar global menjadi lima kategori:

(a) Negara berpenghasilan Rendah (Negara Pra-Industri)

Negara berpenghasilan rendah, juga dikenal sebagai “dunia ke tiga” atau negar pra industri, adalah negara-negara yangmempunyai

(39)

penghasilan kurang dari $400 per kapita di tahun 1992.

Karakteristiknya:

- Industrialiasasi terbatas dan presentase tinggi penduduk dengan pekerjaan di bidang dam hidup minimal dari pertanian.

- Tingkat kelahiran tinggi - Tinggi buta huruf tinggi

- Amat bergantung pada bantuan luar negeri - Politik tidak stabil dan banyak gejolak

- Terkontrasi di Afrika,sebelah selatan Shahara

(b) Negara Berpenghasilan Menengah - bawah (Negara Berkembang) Negara berpenghasilan menengah bawah, juga dikenal sebagai negara berkembang adalah negara-negara yang mempunyai PNB antara

$400 dan kurang dari $2000 per kapita di tahun 1992. Negara ini berada dalam tahap awal industrialisasi. Berbagai pabrik dibangun untuk memasok pasar domestik yang tumbuh dengan barang-barang seperti bahan sandang, baterai, ban, bahan bangunan, dan makanan dalam kemasan.

(c) Negara berpenghasilan menengah atas/negara Industri Baru Negara-negara berpenghasilan menengah atas juga dikenal sebagai negara industri baru adalah negara-negara yang mempunyai PNB

(40)

persentase populasi yang terlibat dalam pertanian menurun tajam karena penduduk pindah dari sektor pertanian ke sektor industri dan tingkat urbanisasi meningkat. Banyak negara dalam tahap ini melakukan industrialisasi cepat. Tingkat upah meningkat dan yang melek huruf makin banyak jumlahnya dengan pendidikan maju,tetapi tingkat upah mereka masih jauh lebih kecil daripada di negara maju.

(d) Negara berpenghasilan tinggi

Dikenal dengan negara maju, industri, pasca industri, atau dunia pertama, adalah negara-negara yang mempunyai PNB di atas $12.000 per kapita. Dengan negara perkecualian beberapa negara kaya minyak, negara dalam kategori ini mencapai tingkat penghasilan sekarang lewat proses pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan.

(e) Kasus Keranjang (Basket Case)

Kasus keranjang adalah sebuah negara dengan masalah ekonomi, sosial, dan politik demikian serius, sehingga negara itu tidak menarik untuk investasi dan operasi. Beberapa kasus keranjang negara berpenghasilan rendah, tidak ada pertumbuhan yang berganti-ganti mengalami musibah. Contoh lain merupakan negara yang pernah tumbuh dan sukses dipisahkan oleh pembagian politik yang menyebabkan perselisihan sipil,menurunnya pendapatan, dan seringkali bahaya yang cukup besar bagi penduduk perang bila terjadi perang sipil.

(41)

Kecenderungan lain pada bisnis internasional adalah munculnya sejumlah perusahaan multinasional kecil dan menengah. Biasanya ketika orang berfikir tentang bisnis internasional mereka cenderung berpikir seperti Exon, General Motors, Ford, Fuji, Matsushita, Procter&Gamble, Sony, Unilever. Meskipun perusahaan di atas adalah perusahaan besar namun ketika berbicara mengenai bisnis internasional maka perusahaan berskala kecil dan menengah juga harus dilibatkan.

1.7.4 Perubahan Politik Dunia

Antara tahun 1989 dan 1991, telah terjadi perubahan system pemerintahan, dimana system komunis telah tergusur oleh sistem demokrasi. Sebagai contoh negara ubi Soviet, saat ini telah digantikan oleh 15 partai republik yang independen, Czechoslovakia telah dibagi dalam 2 negara.

Beberapa bentuk negara komunis di Eropa dan Asia tampaknya telah membuat suatu komitmen untuk membangun sebuah demokrasi politik dan membangun system ekonomi pasar bebas. Apabila hal ini terus berlanjut, kesempatan bagi bisnis internasional akan semakin cerah. Kita mengetahui bersama selama hampir 50 tahun lebih negara- negara komunis tersebut tertutup terhadap hubungan dengan dunia barat. Kenyataan ini menyebabkan banyak rakyat negara ituyang hidup

(42)

pada garis kemiskinan dan system komunis itu tidak pernah menjamin kesejahteraan bagi rakyatnya.

Pada akhirnya sistem komunispun ini tergusur dengan adanya revolusi rakyat yang terjadi di China dan Amerika Latin. Kenyataan ini mengakibatkan lumpuhnya perdagangan di daerah Eropa Timur. Cina tampaknya mulai agresif untuk mengubah sistem ekonominya kepada perdagangan bebas yang diawali dengan desakan dari golongan pro demokrasi dalam peristiwa di Tiananmen pada tahun 1989. Apabila kenyataan tumbuhnya perekonomian Cina dan terbukanya China bagi perdagangan bebas dunia, maka negara ini akan menjadi salah satu negara industri superpower dari negara ketiga saat ini dengan pertumbuhan yang lebih cepat dari Jepang. China yang mempunyai GDP perkapita sekitar 6% dan 7% saat ini, diramalkan negara yang mempunyai penduduk 1,5 miliar ini akan mempunyai pendapatan sebesar $13.000 pada tahun 2020. Di lain pihak antara tahun 1983 sampai dengan 1995 investasi luar negeri langsungnya setiap tahun meningkat dari $2 miliar menjadi $38 miliar. Pada akhirnya Cina telah menciptakan peluang sekaligus ancaman bagi kelangsungan bisnis internasional karena dengan perusahaan pendatang baru dalam bisnis global China telah membuktikan sebagai pesaing yang harus diperhitungkan.

(43)

1.8 Perdebatan Globalisasi

Kita akan melihat beberapa tema pertentangan yang terjadi globalisasi di bawah ini:

1.8.1 Globalisasi, Pekerjaan dan Pendapatan

Beberapa pandangan yang sering muncul mengatakan bahwa globalisasi dapat menjauhkan dari menciptakan lapangan kerja dan memindahkan hambatan perdagangan internasional merusak kesejahteraan pekerja pabrik. Hal ini terjadi karena dengan menghilangkan hambatan dalam perdagangan mengizinkan perusahaan untuk memindahkan aktivitas pabriknya ke negara-negara yang mempunyai tingkat upah yang lebih rendah.

Bartlett dan Steele, dua orang jurnalis untuk Philadelphia Inquirer menentang adanya perdagangan bebas, dengan mengambil contoh kasus pada Harwood Industries, sebuah pabrik baja AS menutup kegiatan operasinya di Honduras dengan tenaga kerja yang dibayarkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan di AS yaitu sebesar 48 cens per jam sementara AS upah buruh dibayarkan $9 per jam. Akibat perpindahan itu menurut Bartlett dan Steele tingkat kemiskinan masyarakat meningkat selama seperempat abad.

(44)

Sementara itu para pendukung dari perdagangan bebas menentang pendapat Bartlett dan Steele dengan mengatakan bahwa perdagangan bebas dapat menciptakan spesialisasi dalam memproduksi barang dan jasa sehingga dapat lebih efesien, pada saat yang bersamaan pula mereka dapat mengimpor barang dan jasa yang tidak dihasilkan negaranya dari negara lain secara efesien. Ketika negara tersebut memberanikan untuk melakukan perdagangan bebas, maka negara tersebut selalu melakukan perpindahan lokasi. Dengan mengambil contoh kasus perusahaan Textil Harword yang menyebabkan hilangnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat daerah tersebut akibat dipindahkan kegiatan pabriknya ke Honduras ternyata dapat menyebabkan keuntungan yang menyeluruh bagi perekonomian negara.

Dengan mengimpor tekstil dari Cina dengan harga yang lebih rendah untuk pakaian di AS, memungkinkan konsumen AS membelanjakan uang mereka pada kebutuhan lain. Sementara itu diwaktu yang sama, terjadi peningkatan pendapatan masyarakat secara umum di China yang didapatkan dari ekspor tekstilnya dapat meningkatkan pula tingkat pendapatan negara tersebut.

Meningkatnya tingkat pendapatan China menyebabkan negara itu dapat membeli barang produksi AS seperti pesawat jet boeing, intel komputer, Microsoft software dan handphone Motorola. Kenyataan ini menunjukkan bahwa perdagangan bebas dapat mendatangkan keuntungan menyeluruh bagi setiap negara. Meningkatnya jumlah

(45)

pengangguran yang disebabkan oleh perpindahan lokasi dalam perdagangan bebas dapat diatasi dengan menginvestasikan masyarakat di sektor pendidikan sehingga dapat mengurangi jumlah tenaga kerja yang tidak ahli sehingga masyarakat dapat diberdayakan secara lebih efektif dan efesien.

1.8.2 Globalisasi dan Kedaulatan Nasional

Salah satu kritik terhadap globalisasi adalah meningkatnya saling ketergantungan antara ekonomi global, kekuatan ekonomi yang menggantikan dominasi pemerintah dan menfokuskan ke arah organisasi perdagangan bebas (WTO) dan perkumpulan negara-negara Eropa.

Ketika dunia ini menjadi satu pasar berakibat pada semakin kuatnya interdependensi atau saling ketergantungan antara satu negara dengan negara lain yang sama-sama mempunyai kedaulatan nasional. Jadi yang sesungguhnya terjadi bukanlah satu negara tergantung pada negara lainnya, melainkan suatu situasi dan kondisi dimana semuanya saling memerlukan untuk mempertahankan keseimbangan politis dan ekonomis, dan tentu pula dalam rangka pemenuhan kepentingan masing-masing negara.

Interdependensi negara-negara ini pada gilirannya akan menggugat persoalan tentang prinsip kedaulatan negara, namun

(46)

keberadaan negara-negara yang berdaulat ternyata tidak dapat dipisahkan dari yang lain. Hal ini terjadi diakibatkan berlangsungnya hubungan-hubungan antar negara yang sangat intens, bahkan termasuk juga hubungan internasional yang pelaku-pelakunya adalah individu- individu atau perusahaan-perusahaan yang berwarganegara berbeda- beda. Lahirnya WTO yang dibentuk pada tahun 1994 yang merupakan kelanjutan dari GATT telah berupaya memperbaiki kondisi perekonomian para negara anggotanya.

Ralph Nader seorang ahli lingkungan dan hak-hak konsumen mengatakan:

Under the new system, many decisions that affect billions of people ere no longer made by local or national government but instead, if challenged by any WTO member nation, would be defered to a group of unelected bureaucrats sitting behind closed doors in Geneva. The bureaucrats can decide whether or not people in California can prevent the destruction of the last virgin forest or determine if carcinogenic persticides cab be banned from their foods

1.9 Mengelola Pasar Global

Perusahaan yang akan terjun ke dalam bisnis global tidak harus sebuah perusahaan multinasional, tetapi yang perlu dipahami adalah semua perusahaan dapat memasuki pasar global dengan memulai mengekspor atau mengimpor barang dan jasa yang dibutuhkan dari

(47)

negara lain. Dalam dunia yang saling terkait sekarang ini semua perusahaan baik besar,menengah maupun kecil dapat menjadi bisnis internasional. Kenyataan ini juga menunjukkan bahwa para manager yang memimpin setiap bisnis harus mengarahkan sumber daya bisnisnya di pasar global. Para manajer harus dapat memahami bahwa memimpin sebuah perusahaan yang memasuki pasar global berbeda dengan perusahaan yang hanya berada pada pasar domestik saja. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan setiap negara seperti perbedaan budaya, sistem politik, sistem ekonomi, hukum dan tingkat pertumbuhan ekonominya.

Memasarkan produk di Brazil berbeda pendekatan pemasarannya dengan pemasaran di Jerman, mengatur tenaga kerja dari Amerika memerlukan keahlian yang berbeda dengan mengatur tenaga kerja dari Jepang, membina hubungan tertutup dengan pejabat pemerintah sangat penting di Mexico tetapi tidak dapat diterapkan di Inggris, demikian pula halnya dengan pendekatan strategi bisnis di Kanada tidak dapat dilakukan di Korea Selatan.

Menjadi seorang manajer di bisnis internasional tidak hanya harus peka terhadap perbedaan antar negara di atas, tetapi juga harus mampu mengadopsi beberapa kebijakan dan strategi yang dimiliki oleh perusahaan di negara lain. Kita bisa belajar dari Procter & Gamble di

(48)

Jepang yang mampu mengadopsi beberapa strategi dan kebijakan di perusahaan Jepang.

Manajer sebuah perusahaan global juga harus mampu berhadapan dengan isu-isu di setiap negara yang tentunya memerlukan pemecahan yang berbeda di negara asalnya sekaligus pula manajer tersebut harus dapat menentukan di negara mana kegiatan produksi dan pemasarannya sehingga dapat meminimalkan biaya dan menghasilkan nilai tambah di negara tujuan dan negara asal.

Bisnis internasional juga harus berpedoman pada aturan yang diterapkan yang mengikuti standar perdagangan internasional. Para manajer diharapkan juga mampu melakukan negosiasi dengan pejabat pemerintah setempat dan menentukan batasan-batasan campur tangan pemerintah setempat dalam menjalankan bisnisnya.

Pada akhirnya sebagai kesimpulan untuk mengatur sebuah bisnis internasional adalah berbeda dengan mengatur pemasaran domestik. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor seperti (1) perbedaan antar negara;(2) tingkatan permasalahan yang dihadapi;(3) Batasan-batasan campur tangan pemerintah dalam sistem perdagangan internasional dan investasi dan (4) tingkat kurs mata uang yang berbeda dalam setiap negara.

(49)

1.9 Sejarah Bisnis Internasional

Bisnis Internasional sebagai sebuah disiplin adalah relatif baru namun bisnis internasional sebagai praktik bisnis bukanlah “sejarah”

bisnis internasional. Bahkan sebelum masehi, pedagang-pedagang Venesia dan Yunani mengirim wakil-wakil ke luar negeri untuk menjual barang-barang mereka. Tahun 1600, British East India Company, sebuah perusahaan dagang yang baru dibentuk mendirikan cabang-cabang luar negeri di Asia. Pada saat yang sama, sejumlah perusahaan Belanda, yang dibentuk tahun 1590 membuka rute-rute perjalanan ke timur, bergabung untuk membentuk Dute East India Company dan juga membuka kantor-kantor cabang di Asia. Para pedagang kolonial Amerika mulai beroperasi dengan model yang sama pada tahun 1700-an.

Contoh investasi langsung luar negeri Amerika yang mula-mula adalah perkebunan-perkebunan Inggris yang dibentuk oleh Colt Fire Arms and Ford (karet vulkanisir) yang didirikan sebelum perang saudara.

Namun kedua operasi itu gagal hanya setelah beberapa tahun kemudian.

Perusahaan Amerika pertama yang berhasil memasuki produksi luar negeri adalah pabrik yang didirikan di Skotlandia oleh Singer Sewing Machine pada tahun 1868. pada tahun 1880, Singer telah menjadi organisasi dunia dengan organisasi penjualan luar biasa dan beberapa pabrik pemanufakturan di luar negeri. Perusahaan-perusahaan lainnya

(50)

segera menyusul, dan pada tahun 1914 paling sedikit 37 perusahaan Amerika memiliki fasilitas produksi di dua atau tiga lokasi di luar negeri.

Di antara perusahaan-perusahaan yang telah didirikan di luar negeri itu adalah Nastional Cash Register and Burroughs, dengan pabrik manufaktur di Eropa; Parke-Davis, dengan pabrik di dekat London, tahun 1920, dan Ford Motor Company, yang memiliki pabrik perakitan atau outlet distribusi di 14 negara. General motor and Chrysler segera menyusul, sehingga pada tahun 1920-an ketiga perusahaan itu memiliki operasi-operasi luar negeri yang besar ukurannya. Menariknya, dan cukup berlawanan dengan situasi dewasa ini, pada tahun 1920-an semua mobil yang dijual di Jepang adalah buatan Amerika Serikat oleh Ford dan General Motor dan mengirimnya ke Jepang dalam bentuk bongkar pasang (knocked-down) untuk dirakit di tempat. Investor lainnya mula-mula menanamkan modal di luar negeri adalah General Elevtric, yang pada tahun 1919, memiliki pabrik-pabrik di Eropa, Amerika Latin, dan Asia. Perusahaan-perusahaan Amerika lainnya yang terkenal di Eropa pada waktu itu adalah Alcoa, American Tobaco, Armour, coca-Cola, Eastman Kodak, Gillete, Quarker Oats, Westerm Electric, dan Westinghouse.

Suatu hal yang menarik, bisnis Amerika yang berpindah ke luar negeri menyebabkan kekuatiran di antara orang-orang Amerika, sama seperti yang ditimbulkan oleh investasi Jepang di Amerika Serikat dewasa

(51)

ini. Seorang penulis mengemukakan bahwa inflasi berlanjut terus tanpa henti-hentinya dan tanpa suara atau bayangan di dalam 500 industri sekaligus. Sejak dari sabun cukur hingga motor-motor listriks, dan dari wanita sampai telepon, Amerika membabat habis bidang ini.

Meskipun perusahaan-perusahaan Amerika sampai sedemikain jauh merupakan investor-investor asing terbesar, namun perusahaan- perusahaan Eropa juga bergerak ke luar negeri. Friedrich Bayer tertarik untuk membeli sebuah pabarik di New York pada tahun 1865, dua tahun setelah menidirkan pabriknya di Jerman. Kemudian, karena pajak impor yang tinggi di pasar-pasar luar negerinya, ia bergerak maju untuk mendirikan pabrik-pabrik di Rusia (1876), Perancis (1882). Bayer, yang sekarang merupakan salah satu di antara empat perusahaan kimia terbesar di dunia dengan penjualan $ 32 milliar tahun 1996, memiliki 350 perusahaan dengan operasi di 140 negara. Setelah kehilangan hak untuk menggunakan nama Bayer di Amerika Utara sebagai bagian dari perbaikan Perang Dunia (PD) I Jerman, perusahaan itu memperoleh kembali haknya pada tahun 1995 dengan membeli divisi obat-obatan over-the-counter dari Kodak, yang telah menjadi pabrik dan pemilik aspirin Bayer.

(52)

Tabel 1.5 Sejarah Bisnis Internasional Sebelum

Masehi

Pedagang Venesia dan Yunani mengirim wakil-wakil ke luar negeri untuk menjual barang-barang hasil produksinya.

1600 - British East India Company mendirikan cabang di seluruh Asia - Perusahaan-perusahaan Belanda (berdiri tahun 1950)membuka

rute-rute perjalanan ke Timur, bergabung untuk membentuk Dutch East India Company dan juga membuka kantor-kantor cabang di Asia.

1700 Pedagang kolonial Amerika mulai beroperasi dengan model yang sama.

1865 Bayer (Jerman) membeli pabrik di New York

1868 Perusahaan Amerika pertama yang berhasl memasuki produksi luar negeri yaitu dengan didirikannya pabrik Singer Sewing Machine di Skotlandia

1876 Bayer mendirikan pabrik di Rusia

1880 Singer menjadi organisasi dunia dengan organisasi penjualan luar negeri yang luar biasa dan beberapa pabrik manufaktur di luar negeri.

1882 Bayer mendirikan pabrik di Perancis

1908 Bayer mendirikan pabrik di Belgia.

1914 Paling sedikit 37 perusahaan Amerika memiliki fasilitas produksi di dua atau tiga lokasi di luar negeri (a.l. National Cash register and Buroughs, dengan pabrik di Eropa; Parke Davis pabrik di London, Ford Motor Company memiliki pabrik perakitan atau outlet distribusi di 14 negara.

1919 General Electric mulai menanamkan modal di luar negeri.

1920 General Motor and Chrysler melakukan operasi luar negeri

Sumber: Ball & McCulloch (2000)

(53)

Meskipun perusahaan-perusahaan internasional telah ada sebelum PD I, hanya tahun-tahun terakhir inilah mereka menjadi objek dari banyak diskusi dan penyidikan, terutama berkenaan dengan globalisasi yang terus meningkat di dalam operasi mereka. Apa alasan untuk melakukan globalisasi ? Di antaranya adalah:

(1) Politis

Ada kecenderungan terhadap penyatuan dan sosialisasi komunitas global. Kesepakatan-kesepakatan perdagangan preferensi, seperti the north American Free Trade Agrement (NAFTA) dan Uni Eropa, yang mengelompokkan beberapa negara menjadi sebuah pasar tunggal, telah menyajikan kepada perusahaan peluang-peluang pemasaran yang sangat berarti. Banyak yang telah bergerak dengan cepat menerobos baik melalui ekspor maupun produksi di wilayah itu. Dua aspek lainnya mengenai kecenderungan ini adalah kontribusi terhadap globalisasi dari operasi-operasi bisnis:

(a) Pengurangan hambatan-hambatan terhadap perdagangan dan investasi luar negeri secara progresif oleh kebanyakan pemerintahan, yang telah mempercepat pembukaan pasar-pasar baru oleh perusahaan-perusahaan internasional, baik melalui ekspor ke negara-negara itu maupun mendirikan fasilitas-fasilitas produksi di negara tersebut,

(54)

(b) Privatisasi banyak industri di bekas negara komunis dan pembukaan perekonomian mereka terhadap persaingan global.

(2) Teknologi

Kemajuan-kemajuan dalam teknologi komputer dan komunikasi memungkinkan aliran gagasan dan informasi yang meningkat melewati batas-batas negara, dan memungkinkan para pelanggan mempelajari barang-barang luar negeri. Sistem TV kabel, di Eropa dan Asia, misalnya, memungkinkan seorang pemasang iklan mencapai banyak negara sekaligus, dengan demikian menciptakan permintaan regional dan kadang-kadang global. Jaringan komunikasi global memungkinkan personil manufacturing untuk mengkoordinasi fungsi-fungsi produksi dan desain jesekuruh dunia sehingga pabrik-pabrik itu dibanyak bagian dunia bisa mengerjakan produk yang sama.

Internet dan komputerisasi jaringan memungkinkan perusahaan- perusahaan kecil bersaing secara global karena memungkinkan adanya aliran informasi yang cepat tanpa mempedulikan lokasi fisik pembeli dan penjual. Konferensi video melalui internet memperkenalkan para penjual mendemonstrasikan produk-produk mereka kepada calon pembeli di seluruh dunia tanpa perlu berpergian. Ia juga memungkinkan perusahaan-perusahaan internasional melakukan rapat-rapat perusahaan di antara para manajer dari kantor pusat dan cabang-cabang di seluruh dunia tanpa melakukan perjalanan yang mahal dan

Referensi

Dokumen terkait

Contoh dengan menggunakan operasional LinkList java kita bisa memasukkan data pada indeks yang terkecil dengan menggunakan operasi addFirst ataupun pula pada

Dengan adanya penerapan sistem informasi penggunaan dana kas kecil yang sudah terkomputerisasi, diharapkan pembuatan laporan kas kecil menjadi akurat, tepat dan cepat

[r]

Pertama-tama, orang harus mengeluarkan uang yang banyak, termasuk pajak yang tinggi, untuk membeli mobil, memiliki surat ijin, membayar bensin, oli dan biaya perawatan pun

Judi Pat#l#gis ditandai dengan judi maladaptif yang erulang dan menetap dan menimulkan masalah ek#n#mi serta gangguan yang signifikan di dalam fungsi  priadi,

Berikut diberikan def,rnis daerah integral, yaitu suatu struktur gelanggang yang mempunyai sifat khusus, yang selengkapnya diberikan pada definisi berikut:. Definisi 4

28 TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 01 Kecamatan BangkalanK. 29 KB Aisyiyah

PROFIL KREATIVITAS D AN PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP PAD A MATERI ENERGI D ALAM PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |