2.1. Lokasi
Site yang dipilih untuk proyek Sarana Peternakan dan Pembudidayaan Lebah ini berada di Pacet, Kabupaten Mojokerto. Pacet merupakan suatu daerah pegunungan dengan kondisi alam yang masih baik dan udaranya yang masih segar belum banyak polusi. Kondisi ini sesuai dengan persyaratan – persyaratan yang diperlukan dalam membuat peternakan lebah, yaitu peternakan lebah hendaknya berada di daerah yang berhawa sejuk dan nyaman, tidak berangin kencang, tidak bising, dan dekat aliran air atau yang menghadap ke arah timur, agar dapat menerima sinar matahari pagi untuk kesehatan rumah tangga lebah, selain itu suhu udara yang sesuai yaitu 20–34ºC dengan kelembaban 70-80%, dan jauh dari bau dan asap yang menyengat. Selain itu yang menjadi pertimbangan lain adalah Pacet merupakan daerah pariwisata yang sedang berkembang di Jawa Timur. Beberapa tempat wisata yang sudah ada di Pacet adalah pemandian air panas, air terjun, perkebunan dan resort. Jadi diharapkan proyek ini dapat menjadi salah satu obyek wisata di Pacet.
Gambar 2.1. Peta Jawa Timur (sumber : www.eastjava.com)
2.2. Lokasi Site
Gambar 2.2. Peta Surabaya menuju Pacet (sumber : http://id.wikipedia.org)
Keterangan :
= batas jalan raya
= batas sungai
= batas site
Gambar 2.3. Denah Site HOTEL SATIVA
SAWAH
LAHAN KOSONG
U
SAWAH
2.2.1. Data Tapak
Lokasi : KM-2 Jl. Raya Pacet, Pacet, Mojokerto Luas : ± 4,3 ha / ± 43,774 m2
Koordinat kawasan : 111º19’ s/d 112º39’ Bujur Timur 7º17’ s/d 7º45’ Lintang Selatan Batas Utara : sawah
Batas Selatan : perkebunan pohon pisang Batas Timur : sawah
Batas Barat : Jl. Raya Pacet
UTARA SELATAN
TENGGARA TIMUR
Gambar 2.4. Batas – batas Site 2.2.2. Tata Ruang Kota (RDRTK) Tapak
Berdasarkan RDTRK kab. Dati II Mojokerto, yang mengatur penataan
kawasan dan pengendalian kawasan Pacet, tapak termasuk dalam kawasan budidaya, merupakan kawasan untuk kegiatan bagi kepentingan manusia, dapat berupa kawasan terbangun untuk pemukiman, fasilitas umum, dan jalur hijau. Termasuk dalam SWP IV.
a. Koefisien Dasar Bangunan (KDB) untuk kemiringan 2-15%= 40%, untuk kemiringan 15-40% = 20-25%
b. Koefisien Lantai Bangunan (KLB) untuk kemiringan 2-15%= 80-120%, untuk kemiringan 15-40% = 30-45%
c. Garis Sempadan Bangunan (GSB) : 8 meter dari ruas jalan d. Lebar ruas jalan : 8 meter
2.2.3. Keadaan Lokasi
Ketinggian : 700 m di atas permukaan laut Curah hujan : 2723 mm/thn
Suhu rata – rata : 24ºC
Kelembapan : 80%
Topografi : berbukit dan pegunungan Kemiringan Lahan : 15º
Jaringan Jalan Sekitar Tapak :
Pada sisi Barat terdapat Jl. Raya Wonosari yang merupakan satu – satunya akses jalan yang memadai menujuk tapak. Jalan ini merupakan jalan 2 arah dengan lebar 4 m. Kondisi jalan ini baik dan sudah beraspal. Terdapat bahu jalan di kanan kirinya selebar 1 m, yang berfungsi seperti trotoar, tetapi kondisinya yang masih berupa tanah dengan rerumputan kering. Tingkat kebisingan pada jalan ini tidak terlalu tinggi karena lokasinya yang cukup jauh dari daerah perkotoan, sehingga suasana di sekitar tapak ini masih asri dan tenang.
Keadaan Tanah
Sebagian besar tanahnya berlempung dengan sedikit campuran kapur. Karena asalnya daerah persawahan, jenis tanahnya gembur dan dapat ditanami berbagai macam tumbuhan.
Gambar 2.5. Kondisi Tanah Sarana utilitas
Jaringan listrik dan telepon, air bersih, sampah dan drainase telah tersedia di sepanjang Jl. Raya Mojosari
Gambar 2.6.Tiang Listrik
Gambar 2.7. Saluran air
2.3. Pertimbangan Pemilihan Tapak
2.3.1. Pertimbangan secara Makro
Kabupaten Mojokerto mempunyai bentangan lahan yang bervariasi, yaitu : a. Daerah landai dan bergelombang ± (68,98%) dari luas Kabupaten Mojokerto.
b. Daerah berbukit dengan kemiringan 15° meliputi 9,04 % dari luas Kabupaten Mojokerto.
c. Daerah pegunungan dengan kemiringan 15 40° meliputi 21,98 % dari luas Kabupaten Mojokerto.
d. Pada musim penghujan, curah hujan mencapai lebih dari 37 mm, dan tertinggi 2.005 mm dengan rata rata hari hujan 112 hari. Dengan kondisi alam tersebut, maka Kabupaten Mojokerto sangat potensi dan unggul untuk usaha pertanian dan perkebunan.
2.3.2. Pertimbangan secara Mikro
Lokasi ini memiliki iklim yang sejuk serta kondisi tanah relatif masih asri, subur, dan tenang sehingga sangat cocok untuk proyek sarana peternakan dan pembudidayaan lebah
Atas pertimbangan-pertimbangan diatas, maka pemilihan lokasi ditetapkan di kota Pacet dimana karakteristik tapak yang dijadikan dasar dalam pemilihan tapak adalah :
2.3.2.1. Faktor Pencapaian
Pencapaian relatif dekat (mudah dicapai), yaitu ± 2 jam dari Surabaya dan
±1½ jam dari kota Malang, 33 Km di sebelah Tenggara ibukota Dati II Mojokerto.
Sehingga memudahkan untuk mengundang pengunjung datang ke sarana peternakan dan pembudidayaan lebah ini.
2.3.2.2.Faktor Potensi
a. Lokasi tapak yang terletak di posisi strategis yaitu persilangan 3 kota yang sedang
berkembang pesat, yaitu : Mojosari, Trawas dan Mojokerto, sehinggga sarana ini dapat menjadi salah satu obyek wisata yang cukup maju.
b. Lokasinya yang tidak jauh dari Hotel Sativa, yaitu hotel bintang 5 dengan standart internasional yang cukup ramai dikunjungan wisatawan lokal maupun luar negeri sehingga pada sarana ini tidak diperlukan tempat penginapan. Kawasan Hotel Sativa ini terdapat 2 pintu masuk dimana pintu masuk pertama menuju resepsionis, restoran dan kawasan hotel sedangkan pintu masuk kedua menuju kawasan cottage. Kawasan cottage ini terkesan lebih privat dibandingkan dengan kawasan hotel. Kawasan cottage memiliki fasilitas lebih lengkap seperti kolam renang, jogging track, agro wisata, dan lain – lain.
Gambar 2.8. Peta Hotel Sativa KAWASAN COTTAGE
KAWASAN RESEPSIONIS DAN
HOTEL
Gambar 2.9. Kawasan Cottage
Gambar 2.10. Kawasan Resepsionis dan Hotel
c. Pemandangan alam yang asri, dan suasana yang tenang merupakan keunggulan dari tapak ini.
d. Tapak yang berada di wilayah pegunungan dengan suhu udara 22oC sesuai dengan karakteristik pemilihan lokasi untuk peternakan lebah.
e. Tanahnya yang subur dan iklimnya yang baik untuk semua jenis tanaman perkebunan, dimana tanaman ini akan berfungsi sebagai sumber pakan lebah. Oleh
karena itu dipilihlah tanaman – tanaman yang memiliki kandungan nektar dan pollen yang cukup baik, karena tanaman – tanaman ini akan disukai oleh lebah.
Oleh sebab itu dipilihlah tanaman – tanaman yang telah terpercaya memberikan khasiat lebih jika menjadi madu. Tanaman – tanaman tersebut diantaranya adalah kapuk randu, klengkeng, rambutan, dan mangga. Selain memiliki kandungan nektar dan pollen yang baik, tanaman – tanaman tersebut juga memiliki manfaat yang lain misalnya dari buahnya. Jadi selain menjual madu, sarana ini juga bisa menjual hasil – hasil dari perkebunan kapuk randu, klengkeng, rambutan, dan mangga.
Tabel 2.1. Beberapa Jenis Tumbuhan sebagai sumber pakan lebah
No. NAMA TANAMAN KANDUNG
AN N (Nektar)
P (Pollen)
KETERANGAN
I Tanaman buah-buahan
1. Klengkeng
(Euphorbia longan)
N, P Sangat baik
2. Rambutan (Nephelium lappaceum)
N, P Baik
3. Mangga (Mangifera indica)
N, P Cukup baik
II. Tanaman
perkebunan/industri
Tabel 2.1. Beberapa Jenis Tumbuhan sebagai sumber pakan lebah (sambungan) 1. Kapuk randu (Ceiba
petandra)
N,P Sangat baik
(Sumber : http://www.dephut.go.id/informasi/HUMAS/Lebah.htm)
Manfaat – manfaat dari madu tanaman – tanaman yang terdapat pada tabel di atas :
Madu Kapuk :
a. Mempercepat penyembuhan influenza dan sariawan b. Melawan penyakit saluran pernapasan
c. Meningkatkan daya tahan tubuh d. Menambah nafsu makan.
e. Mencegah infeksi pada luka baru
f. Kaya akan kandungan vitamin C (”Produk Bina Apriari,” par 3) Madu Klengkeng :
a. Mempercepat penyembuhan radang usus dan gangguan lambung b. Memulihkan tenaga dengan cepat
c. Menjaga stamina tubuh
d. Membantu proses metabolisme tubuh e. Memperkuat fungsi ginjal
f. Memperlancar keluarnya urine g. Memperlambat proses penuaan
h. Menghaluskan dan mengencangkan kulit (”Produk Bina Apriari,” par 4) Madu Rambutan :
a. Membantu menenangkan syaraf.
b. Memperkuat fungsi ginjal.
c. Memulihkan tenaga dengan cepat.
d. Meningkatkan daya tahan tubuh.
e. Memperlancar keluarnya urine.
f. Meringankan sakit maag.
g. Memperlancar fungsi otak.
h. Memperkuat kandungan bagi ibu hami.l
i. Mempercepat penyembuhan luka bakar (dioleskan pada bagian yang luka) (”Produk Bina Apriari,” par 5)
Madu Mangga :
a. Mencegah timbulnya kanker b. Menghilangkan rasa mual c. Meningkatkan daya tahan tubuh d. Memperlancar fungsi otak
e. Memperkuat kandungan bagi ibu hamil
f. Mempercepat penyembuhan luka bakar (”Produk Bina Apriari,” par 6)
2.3.2.3. Faktor Besar Lahan
Luas tapak yang memadai untuk pembangunan Sarana Peternakan dan Pembudidayaan Lebah.
2.3.2.4. Faktor Sarana dan Prasarana
Tersedianya sarana dan prasarana pendukung, seperti jaringan transportasi kota, dan infrastruktur yang memadai.
2.4. Problem Tapak
a. Tapak hanya memiliki satu sisi yang menghadap jalan raya yaitu Barat sehingga perlu dipertimbangkan lalu lintas kendaraan yang masuk dan keluar tapak agar tidak terjadi kemacetan dan kebisingan yang ditimbulkan.
b. Tapak berupa tanah berkontur sehingga perlu diperhatikan titik – titik pada tapak yang memiliki kemiringan yang curam. Hal ini dapat mempengaruhi disain, sistem struktur dan sistem drainase tiap bangunan yang ada pada sarana ini.
c. Lokasinya yang dekat dengan sawah – sawah sehingga perlu dipertimbangan sistem pembuangan air kotor dan peletakan stup lebah, jangan sampai merugikan sawah – sawah di sekitarnya.
2.5. Pencapaian Tapak
Gambar 2.11. Pencapaian ke Tapak
Tapak dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi, berikut penjabaran jalur dari keduanya :
Dengan Angkutan Umum : a. Dari Surabaya :
Terminal Bungurasih Surabaya – Terminal Pandaan – Angkutan umum jurusan Trawas – menuju Pacet / Mojosari.
b. Dari Malang / Blitar :
Terminal Arjosari Malang – Terminal Pandaan – Angkutan umum jurusan Trawas – menuju Pacet / Mojosari.
c. Dari Bali – Banyuwangi – Probolinggo :
Terminal Pasuruan – Japanan – Ngoro Industri - Pacet / Mojosari.
d. Dari arah Yogya – Solo :
Terminal Mojokerto – Pacet / Mojosari.
Dengan Kendaraan Pribadi :
BATAS SITE
JL.RAYA PACET
Ke Mojosari/ Krian/Surabaya Ke Trawas, Prigen, & Batu
a. Dari Surabaya :
Dari Surabaya - Tol Gempol – Japanan – Ngoro Industri – Pacet / Mojosari.
b. Dari Malang / Blitar :
Malang – Pandaan – Prigen – Trawas – Mojosari / Pacet.
Malang – Japanan – Ngoro Industri – Pacet / Mojosari.
c. Dari Bali – Banyuwangi – Probolinggo :
Pasuruan – Bangil – Gempol – Japanan – Ngoro Industri – Pacet.
d. Dari arah Yogya – Solo – Madiun :
Mojokerto –Mojosari – Ngoro Industri – Pacet.
2.6. Sirkulasi Dalam Tapak
Hanya terdapat 1 akses utama menuju ke dalam tapak yaitu dari Jl. Raya Pacet yang dapat dilalui kendaraan dari 2 arah. Meskipun frekuensi kendaran di jalan ini tidak terlalu padat tetapi jalan ini hanya cukup untuk 2 mobil, sehingga sebaiknya menyediakan entrance dengan jalan tambahan di dalam tapak yang cukup jauh dari jalan raya agar tidak terjadi kemacetan. Selain itu sirkulasi pengunjung dan sirkulasi untuk area servis dibuat jadi satu agar tidak membingungkan pengunjung yang akan masuk ke dalam sarana ini.
Karena tapak adalah tanah berkontur maka sebaiknya dipilih bagian dengan kemiringan lahan yang landai sebagai daerah untuk parkir. Sedangkan sirkulasi menuju lobby dibuat berputar terlebih dahulu agar pengunjung dapat melihat keseluruhan massa yang berkonsepkan hexagonal.
Di sarana ini juga disediakan sirkulasi untuk pejalan kaki berupa pedestrian di sepanjang JL. Raya Pacet selebar ± 1.5 m hingga menuju ke dalam tapak. Karena jaraknya yang cukup jauh hingga sampai ke lobby maka sepanjang pedestrian didisain senyaman mungkin agar pengunjung tidak merasa bosan, yaitu dengan memberi taman dengan vegetasi yang rindang dan bidang yang menyajikan gambar – gambar yang menceritakan kegiatan apa saja yang ada di dalam sarana peternakan dan pembudidayaan lebah ini.
Selain itu terdapat sirkulasi khusus untuk pengunjung Hotel Sativa, sehingga
pengunjung dari Hotel Sativa tidak perlu keluar dari kawasan hotel untuk menuju ke sarana ini. Pada sarana ini juga disediakan side lobby yang digunakan khusus untuk melayani pengunjung dari Hotel Sativa yang memilik karcis khusus yang didapat ketika pengunjung tersebut menginap di Hotel Sativa.
Keterangan :
= Sirkulasi pengunjung dari Hotel Sativa
= Side Lobby
= Pagar pembatas tapak
= Lobby
= Lahan parkir
= area servis
Gambar 2.12. Sirkulasi
LOBBY