• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

25 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden

Pemilihan dan penentuan sampel dalam penelitian menggunakan teknik non probability sampling berupa purposive sampling. Sampel pada penelitian adalah pemilik UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus. Data kuesioner penelitian ini saya dapatkan dengan cara menyebarkan ke tetangga, teman-teman saya serta kenalan orang tua saya yang beretnis Tionghoa dan memiliki usaha dan saya juga meminta teman saya untuk membantu menyebarkan kepada orang tua ataupun kerabatnya yang beretnis Tionghoa dan memiliki usaha untuk mengisi kuesioner. Kriteria pengambilan sampel data diperoleh 100 responden.

Tabel 2. Jumlah Responden

Informasi Jumlah

Kuesioner terisi 100

Kuesioner tidak memenuhi syarat 0 Kuesioner yang digunakan 100

Berdasarkan jumlah responden yang terkumpul pada Tabel 2, karakteristik sebagian responden mayoritas berusia 50-60 tahun sebanyak 31% dengan jenis kelamin wanita sebesar 52%, beragama Katolik sebesar 44%, dengan tingkat pendidikan S1 sebesar 44%, bidang usaha mayoritas kuliner sebesar 35%, dengan lamanya usaha mayoritas lebih dari 20 tahun sebesar 33%, memiliki jumlah karyawan 1-5 orang sebesar 56%, dengan pendapatan per bulan >

Rp10.000.000 sebesar 32% dan total asset > Rp500.000.000 sebesar 29% dari total keseluruhan responden penelitian. Rincian data yang telah disebutkan dapat dilihat dalam Tabel 3.

Tabel 3. Profil Responden

Keterangan Jumlah

Usia

21-30 tahun 13

31-40 tahun 14

41-50 tahun 21

50-60 tahun 31

(2)

26

Keterangan Jumlah

>60 tahun 21

Jenis Kelamin

Pria 48

Wanita 52

Agama

Katolik 44

Kristen 33

Islam 8

Hindu 1

Buddha 10

Khonghucu 4

Pendidikan

SD 2

SMP 3

SMA 26

D3 15

S1 44

S2 9

S3 1

Bidang Usaha

Kuliner 35

Fashion 20

Pendidikan 0

Otomotif 7

Kecantikan 7

Jasa Kebersihan 4

Agribisnis 3

(3)

27

Keterangan Jumlah

Tour & Travel 5

Produk Kreatif 0

Teknologi Internet 4

Event Organizer 1

Kebutuhan Anak 2

Lainnya 12

Tahun Berdiri

<2000 33

2001-2005 17

2006-2010 14

2011-2015 16

>2015 20

Jumlah Karyawan

1-5 orang 56

6-10 orang 25

11-15 orang 8

16-20 orang 2

>20 orang 9

Pendapatan Per Bulan

<Rp2.500.000 6

Rp2.600.000 - Rp5.000.000 24 Rp5.100.000 - Rp7.500.000 27 Rp7.600.000 - Rp10.000.000 11

> Rp10.000.000 32

Total Aset

<Rp100.000.000 9

Rp101.000.000 - Rp200.000.000 9

(4)

28

Keterangan Jumlah

Rp201.000.000 - Rp300.000.000 13 Rp301.000.000 - Rp400.000.000 21 Rp401.000.000 - Rp500.000.000 19

> Rp500.000.000 32

Sumber: Data primer diolah, 2022

Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk mengklasifikasikan jumlah rata-rata skor kuesioner yang telah diisikan oleh para responden. Skor tersebut dapat menunjukan kriteria penilaian setiap item pernyataan, dengan kategori penilaian yaitu interval 1.00 – 1.80 “Sangat Rendah”, interval 1.81 – 2.60 “Rendah”, interval 2.61 – 3.40 “Sedang”, interval 3.41 – 4.20 “Tinggi”, dan interval “4.21 – 5.00 “Sangat Tinggi” (Hermawati et al., 2019). Pada tabel berikutnya berkaitan dengan statistik deskriptif variabel perilaku keuangan, toleransi risiko dan religiusitas. Variabel ini dianalisis berdasarkan nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi.

Tabel 4. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

Indikator Min Max Mean

Std Deviasi Perilaku Keuangan

Saya membandingkan harga dari pemasok satu ke yang lainnya saat akan mengisi barang persediaan untuk usaha saya

1 5 4.32 1.004

Saya selalu membayar tagihan usaha saya tepat waktu 1 5 3.49 1.068 Saya membuat anggaran belanja usaha saya 1 5 4.22 1.011 Saya membuat anggaran pendapatan usaha saya 1 5 3.48 1.218 Saya sering mengisi barang persediaan untuk kebutuhan

usaha saya

1 5 3.63 1.079

(5)

29

Indikator Min Max Mean

Std Deviasi Saya membayarkan asuransi tenaga kerja untuk pegawai

saya

1 5 4.05 1.077

Saya menyediakan dana pengeluaran tidak terduga untuk kegiatan usaha saya

1 5 4.31 .961

Saya selalu menabung pendapatan usaha saya secara periodik

1 5 3.63 1.134

Saya memiliki persediaan barang usaha yang berlebih 1 5 3.93 1.037 Saya sering menggunakan pendapatan usaha untuk

memenuhi kebutuhan sekunder saya

1 5 3.99 1.087

Rata-rata Perilaku Keuangan 1 5 3.90 1.067 Toleransi Risiko

Saya melakukan investasi dalam keadaan keuangan usaha saya sedang tidak stabil

1 5 3.78 .927

Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi tanpa melakukan analisis terlebih dahulu

1 5 4.27 .973

Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi tanpa mempertimbangkan risiko yang ada

1 5 3.81 1.080

Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk invetasi dengan risiko tinggi

1 5 3.96 1.091

Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi dengan risiko rendah

1 5 3.98 1.172

Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi pada sektor yang sedang mengalami penurunan.

1 5 3.79 1.166

Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi pada sektor yang sedang mengalami peningkatan

1 5 3.92 1.041

(6)

30

Indikator Min Max Mean

Std Deviasi Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk membeli

aset tanpa mempertimbangkan segala bentuk keuntungan

1 5 4.27 .983

Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk membeli aset tanpa mempertimbangkan segala bentuk kerugian

1 5 4.17 .995

Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi yang memberikan keuntungan besar

1 5 4.01 1.068

Rata-rata Toleransi Risiko 1 5 3.99 1.049 Religiusitas

Saya meyakini ajaran-ajaran dalam agama saya, sehingga saya selalu berbuat jujur dalam menjalankan usaha saya

1 5 4.11 .984

Saya selalu menyisihkan hasil pendapatan usaha saya untuk beramal sesuai ajaran agama saya

1 5 3.64 1.020

Saya selalu menjalankan ibadah sesuai agama saya 1 5 4.40 .932 Jika waktu untuk beribadah tiba, saya melaksanakan ibadah

dahulu karena saya yakin bahwa Tuhan akan selalu membimbing saya

1 5 3.66 1.094

Pengetahuan terhadap agama yang saya miliki dapat membimbing saya menjalankan usaha dengan baik

1 5 3.86 .932

Saya berpedoman pada buku kitab agama saya sehingga dapat menjadikan kinerja usaha saya lebih baik

1 5 3.48 1.132

Dalam menjalankan usaha, saya selalu bersyukur kepada Yang Maha Kuasa

1 5 4.15 .978

Dalam menjalankan usaha, saya menerapkan apa yang diajarkan oleh agama yaitu membayar gaji pegawai tepat waktu sesuai kontrak

1 5 3.54 1.132

(7)

31

Indikator Min Max Mean

Std Deviasi Dalam menjalankan usaha, saya menerapkan apa yang

diajarkan oleh agama yaitu memberi tunjangan kepada pegawai saya

1 5 4.17 .943

Saya tidak pernah melakukan kecurangan dalam menjalankan bisnis

1 5 4.29 .977

Saya memberikan potongan harga kepada pelanggan agar dalam menjalankan usaha, saya selalu rendah hati

1 5 3.66 1.075

Rata-rata Religiusitas 1 5 3.90 1.018

Sumber: Data primer diolah, 2022

Berdasarkan Tabel 4 mengenai statistik deskriptif menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan variabel perilaku keuangan sebesar 3.90 dan terletak di antara interval 3.41 – 4.20 yang artinya sebagian besar responden memiliki perilaku keuangan yang tinggi. Dari kesepuluh item, nilai yang terbesar adalah 4.32 yakni item pertama bahwa responden setuju dengan isi membandingkan harga dari pemasok satu ke yang lainnya saat akan mengisi barang persediaan untuk usaha.

Nilai rata-rata keseluruhan variabel toleransi risiko sebesar 3.99 dan terletak di antara interval 3.41 – 4.20 yang artinya sebagian besar responden memiliki toleransi risiko yang tinggi.

Dari kesepuluh item, nilai yang terbesar adalah 4.27 yakni item kedua dan kedelapan bahwa responden tidak setuju dengan isi menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi tanpa melakukan analisis terlebih dahulu dan menggunakan pendapatan usaha saya untuk membeli aset tanpa mempertimbangkan segala bentuk keuntungan.

Nilai rata-rata keseluruhan variabel religiusitas 3.90 dan terletak di antara interval 3.41 – 4.20 yang artinya sebagian besar responden memiliki religiusitas yang tinggi. Dari kesebelas item, nilai yang terbesar adalah 4.40 yakni pada item ketiga yang menyatakan bahwa responden setuju dengan isi selalu menjalankan ibadah sesuai agama.

(8)

32 Hasil Outer Model

Uji outer model yang digunakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur dalam penelitian ini. Uji outer model dalam penelitian ini akan digunakan untuk uji validitas dan uji reliabilitas yang dibagi menjadi empat tahapan lagi yaitu convergent validity, discriminant validity, composite reliability, dan cronbach alpha.

a. Uji Validitas

Gambar 2. Outer Model Tahap Pertama Sumber: Data primer diolah, 2022

Tabel 5. Nilai Factor Loading Variabel Penelitian Tahap Pertama Toleransi Risiko (X1) Religiusitas (X2) Perilaku Keuangan (Y)

X1.1 0.805 0.636 0.777

X1.2 0.868 0.793 0.810

X1.3 0.815 0.627 0.679

(9)

33

Toleransi Risiko (X1) Religiusitas (X2) Perilaku Keuangan (Y)

X1.4 0.844 0.649 0.689

X1.5 0.832 0.675 0.685

X1.6 0.783 0.642 0.703

X1.7 0.880 0.708 0.769

X1.8 0.862 0.822 0.794

X1.9 0.773 0.777 0.717

X1.10 0.729 0.791 0.680

X2.1 0.756 0.832 0.723

X2.2 0.494 0.588 0.440

X2.3 0.761 0.858 0.742

X2.4 0.540 0.640 0.518

X2.5 0.717 0.819 0.730

X2.6 0.559 0.668 0.525

X2.7 0.742 0.835 0.710

X2.8 0.488 0.605 0.491

X2.9 0.747 0.827 0.673

X2.10 0.716 0.808 0.676

X2.11 0.363 0.499 0.420

Y1 0.705 0.722 0.776

Y2 0.583 0.567 0.647

Y3 0.760 0.742 0.804

Y4 0.516 0.487 0.671

Y5 0.642 0.577 0.733

Y6 0.597 0.558 0.733

Y7 0.808 0.788 0.866

Y8 0.586 0.530 0.724

Y9 0.717 0.586 0.696

(10)

34

Toleransi Risiko (X1) Religiusitas (X2) Perilaku Keuangan (Y)

Y10 0.664 0.603 0.773

Sumber: Data primer diolah, 2022

Berdasarkan Tabel 5 diketahui beberapa indikator tidak lolos uji nilai factor loading sebab nilai < 0.5 dan nilai kontruk yang dimiliki tidak paling besar dibandingkan nilai konstruk lainnya indikator tersebut antara lain X1.9, X1.10, X2.11 dan Y9. Langkah selanjutnya untuk mendapatkan nilai yang valid maka indikator tersebut dihapus dan olah data validitas kembali dengan hasil berikut ini.

Gambar 3. Outer Model Tahap Akhir Sumber: Data primer diolah, 2022

Tabel 6. Nilai Factor Loading Variabel Penelitian Tahap Akhir

(11)

35

Toleransi Risiko (X1) Religiusitas (X2) Perilaku Keuangan (Y)

X1.1 0.827 0.635 0.775

X1.2 0.850 0.801 0.794

X1.3 0.836 0.632 0.640

X1.4 0.869 0.653 0.657

X1.5 0.844 0.674 0.651

X1.6 0.798 0.653 0.684

X1.7 0.889 0.714 0.752

X1.8 0.849 0.825 0.781

X2.1 0.715 0.836 0.714

X2.2 0.472 0.604 0.421

X2.3 0.720 0.847 0.737

X2.4 0.508 0.643 0.521

X2.5 0.694 0.828 0.741

X2.6 0.534 0.667 0.526

X2.7 0.704 0.847 0.706

X2.8 0.470 0.610 0.477

X2.9 0.709 0.822 0.661

X2.10 0.676 0.806 0.666

Y1 0.683 0.714 0.774

Y2 0.562 0.572 0.654

Y3 0.729 0.738 0.795

Y4 0.516 0.476 0.679

Y5 0.639 0.567 0.741

Y6 0.584 0.565 0.745

Y7 0.784 0.780 0.866

Y8 0.583 0.537 0.739

Y10 0.659 0.606 0.783

(12)

36 Sumber: Data primer diolah, 2022

Tabel 6 mendapati bahwa hasil nilai cross-loading setiap topik jika dibandingkan dengan topik lainnya memiliki nilai yang lebih besar, sehingga dapat dinyatakan bahwa item-item tersebut valid. Oleh karena itu, maka tidak perlu ada item yang dikeluarkan atau dibuang, valid mengindikasikan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini telah sesuai, maka data tersebut dapat diteruskan untuk pengujian yang selanjutnya.

Setelah melakukan uji convergent validity, metode terakhir dalam uji validitas adalah menggunakan uji discriminant validity yaitu dengan melihat nilai Average Variance Extraced. Setiap konstruk dapat dianggap valid apabila nilai AVE > 0.50 sebaliknya apabila nilai AVE < 0.50 maka dianggap tidak valid. Adapun hasil nilai Average Variance Extraced terlihat pada Tabel 8 di bawah ini:

Tabel 7. Nilai Average Variance Extraced

Average Variance Extracted (AVE)

Toleransi Risiko (X1) 0.715

Religiusitas (X2) 0.574

Perilaku Keuangan (Y) 0.570

Sumber: Data primer diolah, 2022

Hasil nilai Average Variance Extraced pada Tabel 7 dari setiap variabel digunakan untuk melihat kolerasi dari masing-masing konstruk. Hasil AVE ketiga topik memiliki angka lebih dari 0.50 sehingga melalui hasil tersebut diketahui bahwa semua variabel dapat dinyatakan valid yang berarti jawaban responden dapat lulus.

b. Uji Reliabilitas

Tahapan terakhir dari uji outer model adalah composite reliability yang digunakan untuk mengukur reliabilitas dari suatu konstruk. Pengukuran reliabilitas digunakan untuk melihat konsistensi konstruk yang digunakan. Apabila nilai composite reliability menunjukkan angka > 0.60, maka konstruk tersebut reliabel, sebaliknya apabila angka menunjukkan hasil.

(13)

37

Tabel 8. Nilai Composite Reliability

Composite Reliability

Toleransi Risiko (X1) 0.953

Religiusitas (X2) 0.930

Perilaku Keuangan (Y) 0.922 Sumber: Data primer diolah, 2022

Tabel 8 menunjukkan semua nilai composite reliability > 0.60, hal ini mengindikasikan bahwa semua variabel dapat dinyatakan reliabel sehingga alat ukur yang digunakan dapat dipercaya karena konsistensinya. Reliabilitas diartikan bahwa responden penelitian mengerti dan mampu memberikan jawaban dengan benar. Sedangkan konsisten yang dimaksud dalam hal ini adalah pada saat jawaban dari responden sesuai dan tetap benar. Uji Reliabilitas suatu konstruk juga dapat dilihat dari nilai cronbach alpha. Apabila nilai cronbach alpha > 0.60 maka konstruk tersebut dikatakan reliabel. Adapun nilai cronbach alpha sebagai berikut:

Tabel 9. Nilai Croanbach Alpha

Croanbach Alpha

Toleransi Risiko (X1) 0.943 Religiusitas (X2) 0.915 Perilaku Keuangan (Y) 0.905 Sumber: Data primer diolah, 2022

Tabel 9 menunjukkan hasil dari nilai cronbach alpha yang pada dasarnya digunakan untuk menunjang dan memperkuat uji reliabilitas dalam metode PLS, dapat dinyatakan reliabel karena nilai cronbach alpha melebihi 0.60. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa indikator yang digunakan dalam penelitian ini dapat diandalkan dan dipercaya ketepatannya sehingga jawaban responden dinilai mengandung kebenaran serta ketepatan yang dapat dipercaya.

(14)

38 Hasil Inner Model

Setelah uji pada outer model lolos, maka dilanjutkan dengan uji inner model. Uji inner model digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel independen terhadap variabel independen sesuai topik penelitian. Uji ini dilakukan dengan menggunakan uji R- Square.

a. Koefisisen Determinasi (R2)

Tabel 10. Nilai Koefisisen Determinasi (R2)

R Square R Square Adjusted

Y Perilaku Keuangan 0.775 0.771 Sumber: Data primer diolah, 2022

Nilai R2 disimpulkan kuat jika 0.75, moderate 0.50, dan lemah jika 0.25.

Berdasarkan hasil R-square perilaku keuangan bernilai 0.775 atau 77.5%. Hal ini menunjukkan keragaman variabel toleransi risiko dan religiuisitas dapat mempengaruhi perilaku keuangan dengan kuat yaitu sebesar 77.5% dan sisanya dipengaruhi variabel di luar penelitian.

b. Predictive Relevance (Q2)

Tabel 11. Nilai Q2

SSO SSE Q² (=1-SSE/SSO)

Toleransi Risiko (X1) 700.000 700.000 Religiusitas (X2) 1000.000 1000.000

Perilaku Keuangan (Y) 900.000 520.485 0.422 Sumber: Data primer diolah, 2022

Kriteria dalam uji ini dibagi tiga, yaitu 0.02 berpengaruh kecil, 0.15 berpengaruh moderate, 0.35 berpengaruh besar. Hasil Predicitve Relevance (Q2) menunjukkan nilai 0.422 sehingga menunjukkan model memiliki relevansi prediktif yang berpengaruh besar.

c. Goodness of Fit (GoF)

Goodness of fit digunakan untuk memvalidasi model secara keseluruhan. Nilai Gof diperoleh dengan rumus sebagai berikut:

(15)

39 GoF = √𝑐𝑜𝑚𝑚𝑢𝑛𝑎𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑥 𝑅²

GoF = √0.05 𝑥 0.775 GoF = 0.71 x 0.775 GoF = 0.55025

Nilai GoF antara 0,1-0 masuk dalam tingkatan kecil, 0.25 nilai GoF medium, 0.36 nilai GoF besar. Hasil perhitungan GoF didapatkan sebesar 0.55025 dengan demikian GoF pada penelitian ini termasuk dalam nilai GoF besar sehingga dapat dikatakan model yang dihasilkan adalah baik.

d. Effect Size (f2)

Tabel 12. Nilai Effect Size (f2)

Perilaku Keuangan (Y)

Toleransi Risiko (X1) 0.391

Religiusitas (X2) 0.207

Perilaku Keuangan (Y)

Sumber: Data primer diolah, 2022

Nilai Effect Size (f2) dalam uji ini dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu ≥ 0.02 rendah,

≥ 0.15 moderate, dan ≥ 0.35 tinggi. Hasil perhitungan Effect Size (f2) yang didapatkan sebesar 0.391 untuk toleransi risiko maka pengaruh dinilai tinggi, sedangkan 0.207 untuk religiusitas maka pengaruh dinilai moderate.

e. Model Fit

Tabel 13. Nilai Model Fit

Saturated Model Estimated Model

SRMR 0.081 0.081

d_ULS 2.456 2.456

d_G 1.357 1.357

Chi-Square 680.003 680.003

NFI 0.729 0.729

(16)

40 Sumber: Data primer diolah, 2022

Tabel 13 menunjukkan hasil uji model fit. Tingkat kesesuaian model penelitian dapat diterima karena nilai Normal Fit Index (NFI) sebesar 0.729 atau sebesar 72.9%

sehingga dapat dikatakan ideal untuk penelitian ini.

f. Path Coefficient

Tabel 14. Nilai Path Coefficient

Original

Sample (O)

Sample Mean (M)

Standard Deviation (STDEV)

T Statistics (|O/STDEV|)

P Values

Toleransi Risiko (X1) -> Perilaku Keuangan (Y)

0.532 0.520 0.086 6.183 0.000

Religiusitas (X2) ->

Perilaku Keuangan (Y)

0.387 0.401 0.084 4.631 0.000

Sumber: Data primer diolah, 2022

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa variabel toleransi risiko memiliki nilai sebesar 0.532 yang artinya arah hubungan variabel toleransi risiko dengan perilaku keuangan adalah pada jalur positif. Variabel religiusitas memiliki nilai sebesar 0.387, ini artinya arah hubungan variabel religiusitas dengan perilaku keuangan adalah pada jalur positif.

Uji Hipotesis

Uji ini dilihat dari nilai T-statistic dan p-values pada pengujian path coefficient untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak.

a. Uji Hipotesis Pertama

H1: Toleransi risiko berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus

Pada tabel pengujian path coefficient, dapat diketahui bahwa nilai T-statistics variabel toleransi risiko adalah 6.183 yang menunjukan bahwa nilai tersebut lebih besar dari 1.96.

(17)

41

Nilai p-values yang diperoleh sebesar 0.000 yaitu lebih kecil dari batas minimum 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 dalam penelitian ini diterima.

b. Uji Hipotesis Kedua

H2: Religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus

Pada tabel pengujian path coefficient, dapat diketahui bahwa nilai T-statistics variabel toleransi risiko adalah 4.631 yang menunjukan bahwa nilai tersebut lebih besar dari 1.96.

Nilai p-values yang diperoleh sebesar 0.000 yaitu lebih kecil dari batas minimum 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 dalam penelitian ini diterima.

(18)

42 PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui toleransi risiko berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan dengan nilai T-statistics >1.96 dan p-value < 0.05, sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Toleransi risiko yang tinggi dapat mendorong seseorang untuk memiliki perilaku keuangan yang baik juga. Dalam penelitian ini, pemilik UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus memiliki tingkat toleransi risiko yang tinggi. Hal ini diduga terjadi karena lamanya usaha yang didirikan. Mayoritas UKM di Kota Kudus berdiri sebelum tahun 2000, sehingga para pemilik UKM memiliki pengalaman yang lebih banyak dan sudah sering menghadapi risiko-risiko yang ada dalam berusaha sehingga pelaku usaha menjadi lebih berani dalam mengambil risiko. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah ada, yaitu milik Wagner (2014) yang menyatakan toleransi risiko berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan.

Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui religiusitas berpengaruh siginifikan terhadap perilaku keuangan dengan nilai T-statistics >1.96 dan p-value < 0.05, sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Religiusitas memiliki peran yang penting dalam penentuan perilaku keuangan seseorang. Semakin kuat religiusitas seseorang, maka akan semakin baik perilaku keuangannya. Dalam penelitian ini, pemilik UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus memiliki religiusitas yang kuat sehingga perilaku keuangannya baik. Mayoritas responden penelitian ini menganut agama Katolik dan Kristen. Diduga para responden telah berpedoman dan menjalankan ajaran yang sesuai dengan keyakinannya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu milik Jannah (2018) yang mengatakan bahwa religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

Sebaliknya, di perdesaan Jawa lain yang hanya menggunakan sistem produksi pertanian relatif subsisten (pada usahatani padi) ternyata proses perubahan penguasaan sumberdaya

apa yang harus dilaksanakan maka sebagai indentitas diri Bandung Cyber Community (BCC) SMK Negeri 4 Bandung bertugas selaku koordinator  Network  dikota Bandung

naik.Jika kenaikan ini mengikuti fungsi sinus pada frekuensi tertentu,kemudian distribusi λ/4 tercapai yakni ¼ panjang gelombang terbentuk sepanjang saluran kabel dengan minimum

Karena RCTI memiliki penonton dari banyak kalangan dan merupakan stasiun televisi yang sudah lama ada di Indonesia serta di stasiun televisi ini belum ada acara sejenis, sehingga

Bab III berisi tentang proses pembelajaran biola pada remaja di Gereja Pugeran yang meliputi pelaksanaan pembelajaran, materi yang harus diajarkan, cara

[r]

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rancangan proses, parameter kinetika reaksi dan termodinamika pada proses modifikasi minyak jarak pagar sebagai pelumas dasar,

kuliah di University of Seattle, Amerika Serikat dan ia memanfaatkan server di University of California-Berkeley (Lim, 2005). Mailing list dibuat sebagai sarana