25 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden
Pemilihan dan penentuan sampel dalam penelitian menggunakan teknik non probability sampling berupa purposive sampling. Sampel pada penelitian adalah pemilik UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus. Data kuesioner penelitian ini saya dapatkan dengan cara menyebarkan ke tetangga, teman-teman saya serta kenalan orang tua saya yang beretnis Tionghoa dan memiliki usaha dan saya juga meminta teman saya untuk membantu menyebarkan kepada orang tua ataupun kerabatnya yang beretnis Tionghoa dan memiliki usaha untuk mengisi kuesioner. Kriteria pengambilan sampel data diperoleh 100 responden.
Tabel 2. Jumlah Responden
Informasi Jumlah
Kuesioner terisi 100
Kuesioner tidak memenuhi syarat 0 Kuesioner yang digunakan 100
Berdasarkan jumlah responden yang terkumpul pada Tabel 2, karakteristik sebagian responden mayoritas berusia 50-60 tahun sebanyak 31% dengan jenis kelamin wanita sebesar 52%, beragama Katolik sebesar 44%, dengan tingkat pendidikan S1 sebesar 44%, bidang usaha mayoritas kuliner sebesar 35%, dengan lamanya usaha mayoritas lebih dari 20 tahun sebesar 33%, memiliki jumlah karyawan 1-5 orang sebesar 56%, dengan pendapatan per bulan >
Rp10.000.000 sebesar 32% dan total asset > Rp500.000.000 sebesar 29% dari total keseluruhan responden penelitian. Rincian data yang telah disebutkan dapat dilihat dalam Tabel 3.
Tabel 3. Profil Responden
Keterangan Jumlah
Usia
21-30 tahun 13
31-40 tahun 14
41-50 tahun 21
50-60 tahun 31
26
Keterangan Jumlah
>60 tahun 21
Jenis Kelamin
Pria 48
Wanita 52
Agama
Katolik 44
Kristen 33
Islam 8
Hindu 1
Buddha 10
Khonghucu 4
Pendidikan
SD 2
SMP 3
SMA 26
D3 15
S1 44
S2 9
S3 1
Bidang Usaha
Kuliner 35
Fashion 20
Pendidikan 0
Otomotif 7
Kecantikan 7
Jasa Kebersihan 4
Agribisnis 3
27
Keterangan Jumlah
Tour & Travel 5
Produk Kreatif 0
Teknologi Internet 4
Event Organizer 1
Kebutuhan Anak 2
Lainnya 12
Tahun Berdiri
<2000 33
2001-2005 17
2006-2010 14
2011-2015 16
>2015 20
Jumlah Karyawan
1-5 orang 56
6-10 orang 25
11-15 orang 8
16-20 orang 2
>20 orang 9
Pendapatan Per Bulan
<Rp2.500.000 6
Rp2.600.000 - Rp5.000.000 24 Rp5.100.000 - Rp7.500.000 27 Rp7.600.000 - Rp10.000.000 11
> Rp10.000.000 32
Total Aset
<Rp100.000.000 9
Rp101.000.000 - Rp200.000.000 9
28
Keterangan Jumlah
Rp201.000.000 - Rp300.000.000 13 Rp301.000.000 - Rp400.000.000 21 Rp401.000.000 - Rp500.000.000 19
> Rp500.000.000 32
Sumber: Data primer diolah, 2022
Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk mengklasifikasikan jumlah rata-rata skor kuesioner yang telah diisikan oleh para responden. Skor tersebut dapat menunjukan kriteria penilaian setiap item pernyataan, dengan kategori penilaian yaitu interval 1.00 – 1.80 “Sangat Rendah”, interval 1.81 – 2.60 “Rendah”, interval 2.61 – 3.40 “Sedang”, interval 3.41 – 4.20 “Tinggi”, dan interval “4.21 – 5.00 “Sangat Tinggi” (Hermawati et al., 2019). Pada tabel berikutnya berkaitan dengan statistik deskriptif variabel perilaku keuangan, toleransi risiko dan religiusitas. Variabel ini dianalisis berdasarkan nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi.
Tabel 4. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
Indikator Min Max Mean
Std Deviasi Perilaku Keuangan
Saya membandingkan harga dari pemasok satu ke yang lainnya saat akan mengisi barang persediaan untuk usaha saya
1 5 4.32 1.004
Saya selalu membayar tagihan usaha saya tepat waktu 1 5 3.49 1.068 Saya membuat anggaran belanja usaha saya 1 5 4.22 1.011 Saya membuat anggaran pendapatan usaha saya 1 5 3.48 1.218 Saya sering mengisi barang persediaan untuk kebutuhan
usaha saya
1 5 3.63 1.079
29
Indikator Min Max Mean
Std Deviasi Saya membayarkan asuransi tenaga kerja untuk pegawai
saya
1 5 4.05 1.077
Saya menyediakan dana pengeluaran tidak terduga untuk kegiatan usaha saya
1 5 4.31 .961
Saya selalu menabung pendapatan usaha saya secara periodik
1 5 3.63 1.134
Saya memiliki persediaan barang usaha yang berlebih 1 5 3.93 1.037 Saya sering menggunakan pendapatan usaha untuk
memenuhi kebutuhan sekunder saya
1 5 3.99 1.087
Rata-rata Perilaku Keuangan 1 5 3.90 1.067 Toleransi Risiko
Saya melakukan investasi dalam keadaan keuangan usaha saya sedang tidak stabil
1 5 3.78 .927
Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi tanpa melakukan analisis terlebih dahulu
1 5 4.27 .973
Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi tanpa mempertimbangkan risiko yang ada
1 5 3.81 1.080
Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk invetasi dengan risiko tinggi
1 5 3.96 1.091
Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi dengan risiko rendah
1 5 3.98 1.172
Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi pada sektor yang sedang mengalami penurunan.
1 5 3.79 1.166
Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi pada sektor yang sedang mengalami peningkatan
1 5 3.92 1.041
30
Indikator Min Max Mean
Std Deviasi Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk membeli
aset tanpa mempertimbangkan segala bentuk keuntungan
1 5 4.27 .983
Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk membeli aset tanpa mempertimbangkan segala bentuk kerugian
1 5 4.17 .995
Saya menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi yang memberikan keuntungan besar
1 5 4.01 1.068
Rata-rata Toleransi Risiko 1 5 3.99 1.049 Religiusitas
Saya meyakini ajaran-ajaran dalam agama saya, sehingga saya selalu berbuat jujur dalam menjalankan usaha saya
1 5 4.11 .984
Saya selalu menyisihkan hasil pendapatan usaha saya untuk beramal sesuai ajaran agama saya
1 5 3.64 1.020
Saya selalu menjalankan ibadah sesuai agama saya 1 5 4.40 .932 Jika waktu untuk beribadah tiba, saya melaksanakan ibadah
dahulu karena saya yakin bahwa Tuhan akan selalu membimbing saya
1 5 3.66 1.094
Pengetahuan terhadap agama yang saya miliki dapat membimbing saya menjalankan usaha dengan baik
1 5 3.86 .932
Saya berpedoman pada buku kitab agama saya sehingga dapat menjadikan kinerja usaha saya lebih baik
1 5 3.48 1.132
Dalam menjalankan usaha, saya selalu bersyukur kepada Yang Maha Kuasa
1 5 4.15 .978
Dalam menjalankan usaha, saya menerapkan apa yang diajarkan oleh agama yaitu membayar gaji pegawai tepat waktu sesuai kontrak
1 5 3.54 1.132
31
Indikator Min Max Mean
Std Deviasi Dalam menjalankan usaha, saya menerapkan apa yang
diajarkan oleh agama yaitu memberi tunjangan kepada pegawai saya
1 5 4.17 .943
Saya tidak pernah melakukan kecurangan dalam menjalankan bisnis
1 5 4.29 .977
Saya memberikan potongan harga kepada pelanggan agar dalam menjalankan usaha, saya selalu rendah hati
1 5 3.66 1.075
Rata-rata Religiusitas 1 5 3.90 1.018
Sumber: Data primer diolah, 2022
Berdasarkan Tabel 4 mengenai statistik deskriptif menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan variabel perilaku keuangan sebesar 3.90 dan terletak di antara interval 3.41 – 4.20 yang artinya sebagian besar responden memiliki perilaku keuangan yang tinggi. Dari kesepuluh item, nilai yang terbesar adalah 4.32 yakni item pertama bahwa responden setuju dengan isi membandingkan harga dari pemasok satu ke yang lainnya saat akan mengisi barang persediaan untuk usaha.
Nilai rata-rata keseluruhan variabel toleransi risiko sebesar 3.99 dan terletak di antara interval 3.41 – 4.20 yang artinya sebagian besar responden memiliki toleransi risiko yang tinggi.
Dari kesepuluh item, nilai yang terbesar adalah 4.27 yakni item kedua dan kedelapan bahwa responden tidak setuju dengan isi menggunakan pendapatan usaha saya untuk investasi tanpa melakukan analisis terlebih dahulu dan menggunakan pendapatan usaha saya untuk membeli aset tanpa mempertimbangkan segala bentuk keuntungan.
Nilai rata-rata keseluruhan variabel religiusitas 3.90 dan terletak di antara interval 3.41 – 4.20 yang artinya sebagian besar responden memiliki religiusitas yang tinggi. Dari kesebelas item, nilai yang terbesar adalah 4.40 yakni pada item ketiga yang menyatakan bahwa responden setuju dengan isi selalu menjalankan ibadah sesuai agama.
32 Hasil Outer Model
Uji outer model yang digunakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur dalam penelitian ini. Uji outer model dalam penelitian ini akan digunakan untuk uji validitas dan uji reliabilitas yang dibagi menjadi empat tahapan lagi yaitu convergent validity, discriminant validity, composite reliability, dan cronbach alpha.
a. Uji Validitas
Gambar 2. Outer Model Tahap Pertama Sumber: Data primer diolah, 2022
Tabel 5. Nilai Factor Loading Variabel Penelitian Tahap Pertama Toleransi Risiko (X1) Religiusitas (X2) Perilaku Keuangan (Y)
X1.1 0.805 0.636 0.777
X1.2 0.868 0.793 0.810
X1.3 0.815 0.627 0.679
33
Toleransi Risiko (X1) Religiusitas (X2) Perilaku Keuangan (Y)
X1.4 0.844 0.649 0.689
X1.5 0.832 0.675 0.685
X1.6 0.783 0.642 0.703
X1.7 0.880 0.708 0.769
X1.8 0.862 0.822 0.794
X1.9 0.773 0.777 0.717
X1.10 0.729 0.791 0.680
X2.1 0.756 0.832 0.723
X2.2 0.494 0.588 0.440
X2.3 0.761 0.858 0.742
X2.4 0.540 0.640 0.518
X2.5 0.717 0.819 0.730
X2.6 0.559 0.668 0.525
X2.7 0.742 0.835 0.710
X2.8 0.488 0.605 0.491
X2.9 0.747 0.827 0.673
X2.10 0.716 0.808 0.676
X2.11 0.363 0.499 0.420
Y1 0.705 0.722 0.776
Y2 0.583 0.567 0.647
Y3 0.760 0.742 0.804
Y4 0.516 0.487 0.671
Y5 0.642 0.577 0.733
Y6 0.597 0.558 0.733
Y7 0.808 0.788 0.866
Y8 0.586 0.530 0.724
Y9 0.717 0.586 0.696
34
Toleransi Risiko (X1) Religiusitas (X2) Perilaku Keuangan (Y)
Y10 0.664 0.603 0.773
Sumber: Data primer diolah, 2022
Berdasarkan Tabel 5 diketahui beberapa indikator tidak lolos uji nilai factor loading sebab nilai < 0.5 dan nilai kontruk yang dimiliki tidak paling besar dibandingkan nilai konstruk lainnya indikator tersebut antara lain X1.9, X1.10, X2.11 dan Y9. Langkah selanjutnya untuk mendapatkan nilai yang valid maka indikator tersebut dihapus dan olah data validitas kembali dengan hasil berikut ini.
Gambar 3. Outer Model Tahap Akhir Sumber: Data primer diolah, 2022
Tabel 6. Nilai Factor Loading Variabel Penelitian Tahap Akhir
35
Toleransi Risiko (X1) Religiusitas (X2) Perilaku Keuangan (Y)
X1.1 0.827 0.635 0.775
X1.2 0.850 0.801 0.794
X1.3 0.836 0.632 0.640
X1.4 0.869 0.653 0.657
X1.5 0.844 0.674 0.651
X1.6 0.798 0.653 0.684
X1.7 0.889 0.714 0.752
X1.8 0.849 0.825 0.781
X2.1 0.715 0.836 0.714
X2.2 0.472 0.604 0.421
X2.3 0.720 0.847 0.737
X2.4 0.508 0.643 0.521
X2.5 0.694 0.828 0.741
X2.6 0.534 0.667 0.526
X2.7 0.704 0.847 0.706
X2.8 0.470 0.610 0.477
X2.9 0.709 0.822 0.661
X2.10 0.676 0.806 0.666
Y1 0.683 0.714 0.774
Y2 0.562 0.572 0.654
Y3 0.729 0.738 0.795
Y4 0.516 0.476 0.679
Y5 0.639 0.567 0.741
Y6 0.584 0.565 0.745
Y7 0.784 0.780 0.866
Y8 0.583 0.537 0.739
Y10 0.659 0.606 0.783
36 Sumber: Data primer diolah, 2022
Tabel 6 mendapati bahwa hasil nilai cross-loading setiap topik jika dibandingkan dengan topik lainnya memiliki nilai yang lebih besar, sehingga dapat dinyatakan bahwa item-item tersebut valid. Oleh karena itu, maka tidak perlu ada item yang dikeluarkan atau dibuang, valid mengindikasikan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini telah sesuai, maka data tersebut dapat diteruskan untuk pengujian yang selanjutnya.
Setelah melakukan uji convergent validity, metode terakhir dalam uji validitas adalah menggunakan uji discriminant validity yaitu dengan melihat nilai Average Variance Extraced. Setiap konstruk dapat dianggap valid apabila nilai AVE > 0.50 sebaliknya apabila nilai AVE < 0.50 maka dianggap tidak valid. Adapun hasil nilai Average Variance Extraced terlihat pada Tabel 8 di bawah ini:
Tabel 7. Nilai Average Variance Extraced
Average Variance Extracted (AVE)
Toleransi Risiko (X1) 0.715
Religiusitas (X2) 0.574
Perilaku Keuangan (Y) 0.570
Sumber: Data primer diolah, 2022
Hasil nilai Average Variance Extraced pada Tabel 7 dari setiap variabel digunakan untuk melihat kolerasi dari masing-masing konstruk. Hasil AVE ketiga topik memiliki angka lebih dari 0.50 sehingga melalui hasil tersebut diketahui bahwa semua variabel dapat dinyatakan valid yang berarti jawaban responden dapat lulus.
b. Uji Reliabilitas
Tahapan terakhir dari uji outer model adalah composite reliability yang digunakan untuk mengukur reliabilitas dari suatu konstruk. Pengukuran reliabilitas digunakan untuk melihat konsistensi konstruk yang digunakan. Apabila nilai composite reliability menunjukkan angka > 0.60, maka konstruk tersebut reliabel, sebaliknya apabila angka menunjukkan hasil.
37
Tabel 8. Nilai Composite Reliability
Composite Reliability
Toleransi Risiko (X1) 0.953
Religiusitas (X2) 0.930
Perilaku Keuangan (Y) 0.922 Sumber: Data primer diolah, 2022
Tabel 8 menunjukkan semua nilai composite reliability > 0.60, hal ini mengindikasikan bahwa semua variabel dapat dinyatakan reliabel sehingga alat ukur yang digunakan dapat dipercaya karena konsistensinya. Reliabilitas diartikan bahwa responden penelitian mengerti dan mampu memberikan jawaban dengan benar. Sedangkan konsisten yang dimaksud dalam hal ini adalah pada saat jawaban dari responden sesuai dan tetap benar. Uji Reliabilitas suatu konstruk juga dapat dilihat dari nilai cronbach alpha. Apabila nilai cronbach alpha > 0.60 maka konstruk tersebut dikatakan reliabel. Adapun nilai cronbach alpha sebagai berikut:
Tabel 9. Nilai Croanbach Alpha
Croanbach Alpha
Toleransi Risiko (X1) 0.943 Religiusitas (X2) 0.915 Perilaku Keuangan (Y) 0.905 Sumber: Data primer diolah, 2022
Tabel 9 menunjukkan hasil dari nilai cronbach alpha yang pada dasarnya digunakan untuk menunjang dan memperkuat uji reliabilitas dalam metode PLS, dapat dinyatakan reliabel karena nilai cronbach alpha melebihi 0.60. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa indikator yang digunakan dalam penelitian ini dapat diandalkan dan dipercaya ketepatannya sehingga jawaban responden dinilai mengandung kebenaran serta ketepatan yang dapat dipercaya.
38 Hasil Inner Model
Setelah uji pada outer model lolos, maka dilanjutkan dengan uji inner model. Uji inner model digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel independen terhadap variabel independen sesuai topik penelitian. Uji ini dilakukan dengan menggunakan uji R- Square.
a. Koefisisen Determinasi (R2)
Tabel 10. Nilai Koefisisen Determinasi (R2)
R Square R Square Adjusted
Y Perilaku Keuangan 0.775 0.771 Sumber: Data primer diolah, 2022
Nilai R2 disimpulkan kuat jika 0.75, moderate 0.50, dan lemah jika 0.25.
Berdasarkan hasil R-square perilaku keuangan bernilai 0.775 atau 77.5%. Hal ini menunjukkan keragaman variabel toleransi risiko dan religiuisitas dapat mempengaruhi perilaku keuangan dengan kuat yaitu sebesar 77.5% dan sisanya dipengaruhi variabel di luar penelitian.
b. Predictive Relevance (Q2)
Tabel 11. Nilai Q2
SSO SSE Q² (=1-SSE/SSO)
Toleransi Risiko (X1) 700.000 700.000 Religiusitas (X2) 1000.000 1000.000
Perilaku Keuangan (Y) 900.000 520.485 0.422 Sumber: Data primer diolah, 2022
Kriteria dalam uji ini dibagi tiga, yaitu 0.02 berpengaruh kecil, 0.15 berpengaruh moderate, 0.35 berpengaruh besar. Hasil Predicitve Relevance (Q2) menunjukkan nilai 0.422 sehingga menunjukkan model memiliki relevansi prediktif yang berpengaruh besar.
c. Goodness of Fit (GoF)
Goodness of fit digunakan untuk memvalidasi model secara keseluruhan. Nilai Gof diperoleh dengan rumus sebagai berikut:
39 GoF = √𝑐𝑜𝑚𝑚𝑢𝑛𝑎𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑥 𝑅²
GoF = √0.05 𝑥 0.775 GoF = 0.71 x 0.775 GoF = 0.55025
Nilai GoF antara 0,1-0 masuk dalam tingkatan kecil, 0.25 nilai GoF medium, 0.36 nilai GoF besar. Hasil perhitungan GoF didapatkan sebesar 0.55025 dengan demikian GoF pada penelitian ini termasuk dalam nilai GoF besar sehingga dapat dikatakan model yang dihasilkan adalah baik.
d. Effect Size (f2)
Tabel 12. Nilai Effect Size (f2)
Perilaku Keuangan (Y)
Toleransi Risiko (X1) 0.391
Religiusitas (X2) 0.207
Perilaku Keuangan (Y)
Sumber: Data primer diolah, 2022
Nilai Effect Size (f2) dalam uji ini dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu ≥ 0.02 rendah,
≥ 0.15 moderate, dan ≥ 0.35 tinggi. Hasil perhitungan Effect Size (f2) yang didapatkan sebesar 0.391 untuk toleransi risiko maka pengaruh dinilai tinggi, sedangkan 0.207 untuk religiusitas maka pengaruh dinilai moderate.
e. Model Fit
Tabel 13. Nilai Model Fit
Saturated Model Estimated Model
SRMR 0.081 0.081
d_ULS 2.456 2.456
d_G 1.357 1.357
Chi-Square 680.003 680.003
NFI 0.729 0.729
40 Sumber: Data primer diolah, 2022
Tabel 13 menunjukkan hasil uji model fit. Tingkat kesesuaian model penelitian dapat diterima karena nilai Normal Fit Index (NFI) sebesar 0.729 atau sebesar 72.9%
sehingga dapat dikatakan ideal untuk penelitian ini.
f. Path Coefficient
Tabel 14. Nilai Path Coefficient
Original
Sample (O)
Sample Mean (M)
Standard Deviation (STDEV)
T Statistics (|O/STDEV|)
P Values
Toleransi Risiko (X1) -> Perilaku Keuangan (Y)
0.532 0.520 0.086 6.183 0.000
Religiusitas (X2) ->
Perilaku Keuangan (Y)
0.387 0.401 0.084 4.631 0.000
Sumber: Data primer diolah, 2022
Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa variabel toleransi risiko memiliki nilai sebesar 0.532 yang artinya arah hubungan variabel toleransi risiko dengan perilaku keuangan adalah pada jalur positif. Variabel religiusitas memiliki nilai sebesar 0.387, ini artinya arah hubungan variabel religiusitas dengan perilaku keuangan adalah pada jalur positif.
Uji Hipotesis
Uji ini dilihat dari nilai T-statistic dan p-values pada pengujian path coefficient untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak.
a. Uji Hipotesis Pertama
H1: Toleransi risiko berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus
Pada tabel pengujian path coefficient, dapat diketahui bahwa nilai T-statistics variabel toleransi risiko adalah 6.183 yang menunjukan bahwa nilai tersebut lebih besar dari 1.96.
41
Nilai p-values yang diperoleh sebesar 0.000 yaitu lebih kecil dari batas minimum 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 dalam penelitian ini diterima.
b. Uji Hipotesis Kedua
H2: Religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus
Pada tabel pengujian path coefficient, dapat diketahui bahwa nilai T-statistics variabel toleransi risiko adalah 4.631 yang menunjukan bahwa nilai tersebut lebih besar dari 1.96.
Nilai p-values yang diperoleh sebesar 0.000 yaitu lebih kecil dari batas minimum 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 dalam penelitian ini diterima.
42 PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui toleransi risiko berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan dengan nilai T-statistics >1.96 dan p-value < 0.05, sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Toleransi risiko yang tinggi dapat mendorong seseorang untuk memiliki perilaku keuangan yang baik juga. Dalam penelitian ini, pemilik UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus memiliki tingkat toleransi risiko yang tinggi. Hal ini diduga terjadi karena lamanya usaha yang didirikan. Mayoritas UKM di Kota Kudus berdiri sebelum tahun 2000, sehingga para pemilik UKM memiliki pengalaman yang lebih banyak dan sudah sering menghadapi risiko-risiko yang ada dalam berusaha sehingga pelaku usaha menjadi lebih berani dalam mengambil risiko. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah ada, yaitu milik Wagner (2014) yang menyatakan toleransi risiko berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan.
Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui religiusitas berpengaruh siginifikan terhadap perilaku keuangan dengan nilai T-statistics >1.96 dan p-value < 0.05, sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Religiusitas memiliki peran yang penting dalam penentuan perilaku keuangan seseorang. Semakin kuat religiusitas seseorang, maka akan semakin baik perilaku keuangannya. Dalam penelitian ini, pemilik UKM etnis Tionghoa di Kota Kudus memiliki religiusitas yang kuat sehingga perilaku keuangannya baik. Mayoritas responden penelitian ini menganut agama Katolik dan Kristen. Diduga para responden telah berpedoman dan menjalankan ajaran yang sesuai dengan keyakinannya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu milik Jannah (2018) yang mengatakan bahwa religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan.