RANCANGAN AKTUALISASI
OPTIMALISASI PENANGANAN DALAM PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS EMBALOH HULU
KABUPATEN KAPUAS HULU
DISUSUN OLEH : SITI ROMLAH, A.Md.Gizi
19960922 202012 2 026 35
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
TAHUN 2021
ii
iii
iv
v KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan “Rancangan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 dapat diselesaikan.
Penulisan rancangan ini terlaksana karena konstribusi banyak pihak berupa bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Fransiskus Diaan, S.H selaku Bupati Kapuas Hulu
2. Bapak Suprianus Herman, S.H selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat
3. Bapak Jantau, S.Sos.M.M selaku Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas hulu
4. Bapak Lapianus, S.Gz selaku Kepala Puskesmas dan Mentor Embaloh Hulu 5. Bapak Ir. Christian Tobing selaku Coach yang telah memberikan bimbingan,
motivasi,nasehat-nasehat serta masukan yang sangat berharga dalam penyusunan rancangan aktualisasi
6. Kepada orang tuaku, (Ayah : Saihu dan Ibu : Maryana) yang memberikan doa, bimbingan , semangat serta kasih sayang yang tulus
7. Rekan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XXXII Tahun 2021 Kabupaten Kapuas Hulu yang telah memberikan bantuan, support dan motivasi
Penulis berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun dari kesempurnaan penulisan ini diterima dengan terbuka.
Putussibau, 1 Juli 2021 Penyusun
Siti Romlah, A.Md.Gizi
vi DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
BERITA ACARA ... Error! Bookmark not defined. LEMBAR PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ...viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
BAB 1... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1 LATAR BELAKANG ... 1
1.2 TUJUAN ... 3
1.3 TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN ... 3
BAB II ... 4
GAMBARAN UMUM ... 4
2.1 PROFIL ORGANISASI, VISI-MISI, NILAI-NILAI ORGANISASI, STRUKTUR ORGANISASI ... 4
2.1.1 KEADAAN ORGANISASI ... 4
2.1.2 VISI ... 5
2.1.3 MISI ... 5
2.1.4 MOTTO ... 5
2.1.5 NILAI-NILAI ORGANISASI ... 5
2.1.6 STRUKTUR ORGANISASI ... 5
2.2 TUGAS DAN FUNGSI ORGANISASI ... 8
2.3 URAIAN TUGAS NUTRISIONIS TERAMPIL ... 9
BAB III ... 11
KONSEP DASAR APARATUR SIPIL NEGARA ... 11
3.1 NILAI-NILAI DASAR ASN ... 11
3.1.1 Akuntabilitas ... 11
3.1.2 Nasionalisme ... 12
3.1.3 Etika Publik ... 13
3.1.4 Komitmen Mutu ... 13
3.1.5 Anti Korupsi ... 14
3.2 PERAN DAN KEDUDUKAN PNS DALAM NKRI ... 14
3.2.1 Manajemen ASN ... 14
vii
3.2.2 Whole of Government ... 15
3.2.3 Pelayanan Publik ... 15
BAB IV ... 16
RANCANGAN AKTUALISASI ... 16
4.1 IDENTIFIKASI ISU ... 16
4.2 ANALISIS ISU ... 19
4.3 KETERKAITAN SUBTANSI MATA PELATIHAN ... 20
4.4 JADWAL IMPLEMENTASI KEGIATAN ... 33
4.5 BIMBINGAN ... Error! Bookmark not defined. 1. Jadwal Konsultasi dengan Coach ... Error! Bookmark not defined. 2. Jadwal Konsultasi dengan Mentor ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR PUSTAKA ... 35
viii DAFTAR TABEL
Tabel 4.1.1 Analisis Isu dengan Teknik APKL ... 16
Tabel 4.3.1 Keterkaitan subtansi Mata Pelatihan... 20
Tabel 4.4.1 ... 33
Jadwal Implementasi Rancangan Aktualisasi ... 33 Tabel 4.5.1 ... Error! Bookmark not defined.
Jadwal Konsultasi dengan Coach... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.5.2 ... Error! Bookmark not defined.
Jadwal Konsultasi dengan Mentor ... Error! Bookmark not defined.
ix DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 2.1.1.1. Peta Wilayah Kerja Embaloh Hulu ... 5
Gambar 2. 2.16.1 Struktur Organisasi ... 7
Gambar 3. 4.1.1 Diagram Bayi Kurus ... 17
Gambar 4. 4.1.2 Diagram Ibu Hamil Anemia... 18
Gambar 5. 4.2.1 Fishbone ... 19
1 BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai peran penting dalam rangka menciptakan masyarakat madani yang taat hukum, berperadaban modern, demokratis, makmur, adil dan bermoral tinggi dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan pebuh kesetiaan kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar Tahun 1945. Kesemuanya itu dalam rangka mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia.
Dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Pasal 63 Ayat (3) dan ayat (4) tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama satu tahun masa percobaan. Merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, PNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan untuk membangun moral, kejujuran, semangat nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesonalisme serta kompetensi bidang.
Pelatihan Dasar merupakan pembekalan agar CPNS mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara, sesuai dengan PerLAN No. 1 Tahun 2021 sebelum diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), CPNS wajib melalui masa prajabatan atau masa perocobaan selama 1 (satu) tahun melalui proses pendidikan dan pelatihan. Pelatihan Dasar CPNS dilakukan secara terintegrasi yaitu secara klasikal dan nonklasikal, setelah mengikuti Pelatihan Dasar On Class 1, maka akan dilakukan kegiatan habituasi di unit kerja masing-masing.
Peran ASN di bidang kesehatan melalui kegiatan mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas prima di Puskesmas meliputi pelayanan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Salah satu upaya kesehatan masyarakat di Puskesmas yaitu melalui program gizi masyarakat.
2 Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator dalam mengukur status gizi masyarakat. Jika asupan gizi untuk ibu hamil dari makanan tidak seimbang dengan kebutuhn tubuh maka akan terjadi defisienai zat gizi. Kehamilan merupkan periode pertumbuhan dan perkembangan janin yang cepat, dengan kebutuhan fisiologis, metabolic, dan emosional yang tinggi pada ibu hamil. Kehamilan dapat memicu sekaligus mmacu terjadinya perubahan tubuh, baik secara anatomis, fisiolig, maupun biokimia.
Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah hemoglobin (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Anemia gizi adalah suatu keadaan dengan kadar hemoglobin darah yang lebih rendah daripada normal sebagai akibat ketidakmampuan jaringan pembentuk sel darah merah dalam produksinya guna mempertahankan kadar hemoglobin pda tingkat normal. Anemia kehamilan adalah kondisi tubuh dengan kadar hemoglobin dalam darah
<11 gr/dl% pada trimester 1 dan 3 atau kadar Hb <10,5 gr/dl% pada trimester 2.
Tablet zat besi (Fe) merupakan tablet mineral yang diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Unsur Fe merupakan unsur paling penting untuk pembentukan sel darah merah. Tablet zat besi (Fe) sangat dibutuhkan oleh wanita hamil, sehingga ibu hamil diharuskan untuk mengkonsumsi tablet Fe minimal sebanyak 60 tablet selama kehamilannya. Tablet zat besi (Fe) penting untuk ibu hamil karena memiliki beberapa fungsi untuk mencegah anemia defisiensi zat besi, menurukan risiko kematian pada ibu karena pendarahan pada saat persalinan dan mencegah pendarahan saat masa persalinan.
Kebutuhan kandungan zat besi (Fe) pada ibu hamil adalah sekitar 800 mg. Adapun kebutuhan tersebut terdiri atas 300 mg yang dibutuhkan untuk janin dan 500 gr untuk menambah masa hemoglobin maternal. Kelebihan sekitar 200 mg dapat diekskresikan melalui usus, kulit, dan urine. Pada makanan ibu hamil, tiap 100 kalori dapat menghasilkan sebanyak 8-10 mg Fe. Peningkatan kebutuhan ini terutama pada trimester II dan trimester III, ibu hamil memerlukan setidaknya 27 mg asupan zat besi. Selama masa kehamilan juga, lewat perhitungan 288 hari wanita hamil bisa mengahsilkan zat besi sekitar 100 mg.
Dengan demikian, kebutuhan zat besi (Fe) masih kurang pada wanita hamil sehingga membutuhkan asupan tablet Fe.
3 1.2 TUJUAN
Terdapat beberapa tujuan dilaksanakan kegiatan aktualisasi di Puskesmas Embaloh Hulu :
1. Mampu menerapkan nilai-nilai Akuntabilitas sehingga memiliki tanggung jawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan
2. Mampu menerapkan nilai-nilai Nasionalisme sehingga bekerja atas dasar semangat nilai-nilai Pancasila
3. Mampu menerapkan nilai-nilai Etika Publik sehingga menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan kondusif
4. Mampu menerapkan nilai-nilai Komitmen Mutu sehingga dapat mewujudkan pelayanan prima terhadap masyarakat
5. Mampu menerapkan nilai-nilai Anti Korupsi sehingga dapat mewujudkan sikap jujur dan tidak mengambil keputusan berdasarkan kepentingan pihak tertentu 1.3 TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN
Adapun tempat dan waktu penyelenggaraan yaitu di wilayah kerja Puskesmas Embaloh Hulu. Waktu pelaksanaan dimulai dari tanggal 05 Juli 2021 sampai dengan 04 Agustus 2021
4 BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1 PROFIL ORGANISASI, VISI-MISI, NILAI-NILAI ORGANISASI, STRUKTUR ORGANISASI
2.1.1 KEADAAN ORGANISASI
Kecamatan Embaloh Hulu adalah salah satu dari 23 kecamatan dalam Pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu. Letak Kecamatan berada di wilayah utara Kabupaten Kapuas Hulu dengan Ibu Kota Kecamatan Benua Martinus. Jarak antara Benua Martinus dengan Putussibau ( Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu) ± 100 km melalui jalan darat. Lama tempuh perjalanan dari Benua Martinus ke Putussibau dengan menggunakan kendaraan darat ± 2 jam.
Wilayah kerja Puskesmas Embaloh Hulu Kecamatan Embaloh Hulu yang bertofografi antara perbukitan dan dataran dengan luas wilayah 3,357,6 km2 yang dari 10 Desa dan 26 Dusun. Puskesmas Embaloh Hulu terletak di Dusun Keraam Desa Benua Martinus Kecamatan Embaloh Hulu sekitar 3 km dari Kantor Camat Embaloh Hulu dan dapat dijangkau dengan kendaraan darat dari ibu kota kabupaten dengan jarak ± 95 km.
Secara geografis Puskesmas Embaloh Hulu berbatasan dengan kecamatan lain yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Serawak (Malaysia Timur). Adapun batas wilayah Kecamatan Embaloh Hulu sebagai berikut:
a. Sebelah Timur : Kecamatan Putussibau Utara b. Sebelah Barat : Kecamatan Batang Lupar c. Sebelah Utara : Serawak (Malaysia Timur) d. Sebelah Selatan : Kecamatan Embaloh Hilir
Wilayah terdekat dengan Puskesmas Embaloh Hulu yaitu Dusun Keraam Desa Benua Martinus dengan jarak sekitar 400 meter sedangkan yang terjauh yaitu Dusun Lauk Rugun Desa Rantau Prapat dengan jarak sekitar 40 km.
5 Gambar 1. 2.1.1.1. Peta Wilayah Kerja Embaloh Hulu
2.1.2 VISI
“ Terwujudnya Masyarakat Embaloh Hulu Sehat menuju Kapuas Hulu Sehat”
2.1.3 MISI
1. Memberikan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu, Adil dan Merata 2. Mendorong Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat
3. Meningkatkan Peran Serta aktif Masyarakat melalui Pemberdayaan di bidang Kesehatan
4. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Individu, Keluarga dan masyarakat 2.1.4 MOTTO
“Melayani Setulus Hati, Kesehatan Anda Kepuasaan Kami”
2.1.5 NILAI-NILAI ORGANISASI
Nilai Organisasi di Puskesmas Embaloh Hulu adalah “SABAR” dengan arti sebagai berikut :
a. Solid b. Aman
c. Bertanggung jawab d. Adil
e. Ramah
2.1.6 STRUKTUR ORGANISASI
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah
6 kerja. Untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan Kecamatan Embaloh Hulu memiliki 1 Puskesmas Induk dengan status Puskesmas Perawatan, 5 Puskesmas Pembantu (Pustu), 7 Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang tersebar di 10 Desa.
Puskesmas Embaloh Hulu menempatkan tenaga kesehatan dimasing – masing sarana kesehatan. Jenis tenaga kesehatan terdiri dari Dokter, Perawat, Bidan,Apoteker,Tenaga Gizi, Sanitarian, Kesehatan Masyarakat, Ahli Teknologi Laboratorium Medik, Pekarya Kesehatan dan Cleaning Service.
7 Struktur Organisasi Puskesmas Embaloh Hulu terlihat pada bagan 1 berikut ini :
Gambar 2. 2.16.1 Struktur Organisasi
KEPALA PUSKESMAS LAPIANUS, S.Gz NIP. 19870201200902 1 001
PELAKSANA TATA USAHA ( TU ):
LUSI KHASANAH, A.Md.KG NIP. 199403202015022001
DOMISIUS BIAS, A.Md. Gizi ( staf ) DOKTER
1. dr. Woris Christoper NRPK: 14.7.0108462
PENYULUH KESEHATAN
1. YUSTIANUS RAMAI, SKM NIP. 199005142019031007 2. ELISA PUTRI, SKM NRPK : Kontrak NS 3. GUNAWAN. L.P, SKM Non PNS
PELAKSANA BIDAN
1.MAULIANA, A.Md.Keb NIP. 1986111820170420062.
2.MELANIA .D.B.BAYUAN,S.St NIP : Kontrak daerah 3. VERARINAWATI .H.,A.Md.Keb NIP : Kontrak daerah 4. MARIA ROSALINA,A.Md.Keb NIP. MAGANG
5. KATERIN BLANDINA YOLENTA, A.Md Keb KONTRAK
6. PEBRIANA NOVERITA, S.Ter Keb MAGANG
PELAKSANA GIZI
1. MEYSARATUL REDHA, A.Md Gizi
NRPK. 14.7.0806723 2. Siti Romlah, A.Md.Gz
NIP.199609222020122026
-
PELAKS. ANALIS KESEHATAN NISRINA ENDA TRISNAWATI, S.Tr AK NRPK : 14.7.1106724
PELAKS. PERAWAT
1. ANJELA ASITA
NIP. 196702251997032002 . 2. AGUSTINA .S, A.Md.Kep NIP. 198008202006042019 3. SUPRIANA, A.Md Kep NIP :196812051989032005 4. VICTORIA IRA DIRA, A.Md.Kep NIP. Kontrak Daerah 5. LUSIANA, A.Md.Kep NIP. Kontrak Daerah 6. FELISA INES ISWANI, S.Kep.NS NIP. Kontrak Daerah 7. AUDI RONALD, A.Md.Kep NIP. Kontrak Daerah 8. KLAUDIUS INDRA, A.Md.Kep NIP . Kontrak Daerah 9. CANDRA EFENDI, S.Kep, Ns NIP. 1990032419031004 10. YORDANUS APRILIANTO, A.Md Kep
MAGANG
11. MARDONIUS DONNY,S.Kep.Ners MAGANG
PELAKS. FARMASI
1. YULIANA.R.K.D, S.Far, Apt NIP. 199406212019032004
PELAKS. SANITASI 1. LIDIA MARIA, A.Md.Kes
NIP. 197409212006042005 2. DEBY AGUSTIN, A.Md KL NRPK : Kontrak NS
PELAKS. TERAPIS GIGI DAN MULUT
LUSI KHASANAH, A.Md.KG NIP. 199403202015022001
PELKS. PEKKES ROPINA MARIA
NIP. 196310051987032011
PELAKS. C.SERVICE
1. APRIANA DAILA 2. FLAVIANA VIONA
8 2.2 TUGAS DAN FUNGSI ORGANISASI
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan urusan dinas dalam suatu wilayah kerja Kecamatan melalui perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan, pembinaan dan fasilitasi kesehatan keluarga, pembinaan dan fasilitasi kesehatan lingkungan, pembinaan sistem informasi kesehatan, serta tugas lainnya yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan perundang- undangan yang berlaku. Puskesmas mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Perumusan kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan di bidang pencegahan dan pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan, pembinaan kesehatan keluarga, dan kesehatan lingkungan berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan oleh Kepala Dinas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Pelaksanaan operasional dan evaluasi penyelenggaraan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta pelaksanaan dan fasilitasi pelayanan imunisasi;
c. Pelaksanaan operasional dan evaluasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang meliputi kesehatan dasar dan rujukan serta penyelenggaraan pelayanan jaminan kesehatan masyarakat;
d. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan fasilitasi kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi sehat dan pelayanan medis keluarga berencana;
e. Pelaksanaan, fasilitasi dan evaluasi penyelenggaraan kesehatan lingkungan;
f. Pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan program kesehatan perorangan dan masyarakat;
g. Pengelolaan urusan kesekretariatan yang mencangkup ketatalaksanaan perkantoran, perlengkapan, kepegawaian, keuangan, penilaian kinerja dan pelaporan.
9 2.3 URAIAN TUGAS NUTRISIONIS TERAMPIL
Uraian tugas Nutrisionis Terampil yang dimuat dalam KEMENPAM NOMOR 23/KEP/M.PAN/4/2001, antara lain sebagai berikut :
1. Mengumpulkan data gizi, makanan dan dietetik serta penunjangnya dalam rangka menyusun rencana tahunan;
2. Mengumpulkan data gizi, makanan dan dietetik serta penujangnya dalam rangka menyusun rencana 3 bulanan
3. Mengumpulkan data gizi, makanan dan dietetik serta penunjangnya dalam rangka menyusun rencanan bulanan
4. Mengumpulkan data gizi, makanan dan dietetik serta penunjangnya dalam rangka menyusun rencana harian.
5. Mengumpulkan data dan literatur dalam rangka menyusun juklak/juknis dibidang gizi, makanan dan dietetik
6. Mengumpulkan data dalam rangka menyusun pedoman gizi, makanan dan dietetik 7. Mengumpulkan data dalam rangka menyusun standar gizi, makanan dan dietetik 8. Mengumpulkan data untuk pengamatan masalah dibidang gizi, makanan dan dietetik
secara sekunder
9. Mengumpulkan data anak balita, bumil dan buteki untuk pemberian makanan tambahan, penyuluhan dan pemulihan pada anak balta gizi kurang
10. Mengumpulkan data makanan-kelompok sasaran setempat untuk penilaian mutu gizi, makanan dan dietetik
11. Memeriksa dan meneima bahan materi, pangan, peralatan dan saranan pelayanan gizi, makanan dan dietetik
12. Menyimpan bahan, materi, pangan, peralatan dan sarana kegiatan pelayanan gizi, makanan dan dietetik
13. Mencatatat dan melapokan bahan, materi, pangan, peralatan dan sarana diruang penyimpanan sarana harian
14. Menyalurkan bahan, materi pangan, peralatan, dan saranan sesuai permintaan unit atau wilayah kerja secara harian/mingguan
15. Memeriksa ruang penyimpanan makanan, secara harian (tiap 10 hari)
16. Melakukan pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), umu di unit atau wilayah kerja secara bulanan bagi anak balita
10 17. Melakukan pengukuran TB, BB, umur di unit atau wilayah kerja secara 4 bulanan bagi
anak sekolah SD
18. Melakukan pengukuran TB, BB, umur di unit atau wilayah kerja sesuai kebutuhan 19. Melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) di unit atau wilayah kerja 20. Melakukan pengukuran indeks masa tubuh (IMT)pada orang dewasa di unit/wilayah
kerja sesuai kebutuhan
21. Melakukan anamneses diet klien (food frekwensi dan rata-rata contoh hidangan) 22. melakukan recall makanan 24 jam lewat bagi klien
23. melakukan perhitungan kandungan gizi makanan klien
24. mencatatat dan melaporkan atas hasil pengukuran BB, TB, dan umur 25. Mencatat dan melaporkan atas hasil pengukuran IMT
26. Mencatatat dan melaporkan atas hasil penukuran LILA 27. Mencatat dan melaporkan anamnese diet
28. Menyediakan makanan tambahan untuk balita atau penyuluhan gizi 29. Menyediakan makanan biasa tambahan
30. Menyediakan Kapsul Vitamin A 31. Menyediakan kapsul yodium 32. Menyediakan Preparat besi 33. Menyediakan obat gizi
34. Melakukan pencatatan harian, penyediaan makanan biasa 35. Melakukan pencatatan harian, penyediaan diet sederhana 36. Memantau diet klien selama dirawat
37. Memantau kegiatan pengukuran BB, TB, umur di tingkat desa meliputi sasaran, status gizi dan SKDN (Jumlah balita yang ada/terdaftar, jumlah balita yang memiliki Kartu menuju sehat, jumlah balta yang ditimbang, jumlah balita yang naik timbangannya) secara bulanan pada posyandu
38. Memantau kegiatan PMT Balita, anak sekolah dan Bumil meliputi sasaran, status gizi dan SKDN terhadap macam/jumlah PMT
39. Memantau kegiatan pengukuran, BB, TB, umur di Rumah Sakit (RS) dan masyarakat secara bulanan
40. Memantau pelayanan penyelenggaraan diet di RS dan institusi lain secara harian 41. memantau penggunaan bahan makanan secara harian
42. Memantau penggunaan bahan makanan secara mingguan/sepuluh harian
11 BAB III
KONSEP DASAR APARATUR SIPIL NEGARA
3.1 NILAI-NILAI DASAR ASN
Nilai-nilai dasar ASN terdiri dari 5 (lima) nilai dasar diantaranya sebagai berikut : 3.1.1 Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku pada setiap level/unit organisasi sebagai suatu kewajiban jabatan dalam memberikan pertanggungjawaban laporan kegiatan kepada atasannya. Dalam banyak hal, kata akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau tanggung jawab. Namun pada dasarnya, kedua konsep tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibiltas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntablitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Akuntabiltas juga merupakan kontrak antara pemerintah dengan aparat birokrasi, serta antara pemerintah yang diwakili oleh PNS dengan masyarakat.
Adapun indikator dari Akuntabilitas menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang digunakan dalam rancangan aktualisasi sebagai berikut :
a. Tanggung Jawab
Menurut kamus Besar Indonesia Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya
b. Jujur
Berdasarkan kamus Besar Bahasa Indonesia kata jujur berarti lurus hati; tidak berbohong; tidak curang. Perilaku jujur diimplementasi dengan selalu melakukan atau mengucapkan apa adanya tanpa memberikan tambahan yang tidak sesuai keadaan.
c. Kejelasan Target
Menurut KBBI Target adalah sasaran (batas ketentuan dan sebagainya) yang telah ditetapkan untuk dicapai. Sedangkan jelas adalah terang; nyata; gambling. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kejelasan target yaitu sasaran yang telah ditetapkan secara gambling untuk dicapai.
12 d. Netral
Arti kata netral adalah tidak berpihak (tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak) (KBBI). Maka sikap netral diterapkan dengan tidak memihak pada salah satu golongan dan memberikan sikap yang sama rata.
e. Mendahulukan Kepentingan Publik
Ditinjau dari Kamus Besar bahasa Indonesia arti kata mendahulukan adalah mengerjakan sesuatu lebih dahulu daripada yang lain. Kata Kepentingan memiliki arti keperluan; kebutuhan dan kata publik adalah orang banyak (umum); semua orang yang datang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mendahulukan kepentingan publik adalah mengutamakan keperluan orang banyak.
f. Adil
Menurut KBBI kata adil bararti sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak;
berpihak kepada yang benar; tidak sewenang-wenang. Maka sikap adil ditunjukkan dengan tidak memihak pada salah satu pihak dan selalu mengutakan kebenaran sehingga tidak sewenang-wenang.
g. Transparan
Keterbukaan secara sungguh-sungguh, menyeluruh dan memberi tempat bagi partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam proses pengelolaan sumber daya publik.
h. Konsisten
Menurut KBBI konsisten berarti tetap yaitu tidak berubah-ubah, taat asas, selaras, dan sesuai antara ucapan dan perbuatan yang dilakukan.
i. Partisipatif
Pelayanan yang dapat mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.
3.1.2 Nasionalisme
Nasionalisme adalah paham kebangsaan dari masyarakat suatu negara yang memiliki kesadaran dan semangat cinta tanah air dan bangsa yang ditunjukkan melalui sikap dan tingkah laku individu atau masyarakat. Adapun indikator dari nasionalisme adalah religious, hormat- menghormati, kerja sama, tidak memaksa kehendak, amanah, persamaan derajat, tidak diskiminatif, mencintai sesama manusia, rela bekorban, cinta tanah air, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan, kepentingan bersama, gotong royong, hidup sederhana dan kerja keras.
13 Adapun indikator nasionalisme menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang digunakan dalam rancangan aktualisasi sebagai berikut :
a. Musyawarah : pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atau penyelesaian masalah
b. Amanah : dapat bertanggung jawab dalam suatu hal yang sudah dipercayakan c. Kerjasama : kegiatan yang dilaksanakan bersama oleh beberapa orang
d. Religius : bersifat religi, bersifat keagamaan
e. Tidak memaksakan kehendak : tidak memaksakan kemauan diri sendiri kepada orang lain
3.1.3 Etika Publik
Etika publik adalah refkeksi tentang standar/norma yang menetukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Adapun indikator etika publik menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang digunakan dalam rancangan aktualisasi adalah sebagai berikut :
a. Hormat : menghargai (takzim, khidmat, sopan)
b. Sopan : beradab (tentang tingkah laku, turur kata, pakaian dan sebagainya)\
c. Taat perintah : taat yaitu senantiasa tunduk, tidak berlaku curang, setia
d. Menjaga rahasia : memelihara atau mengawasi sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain
e. Efektivitas : diartikan dengan ada efeknya (ada akibat, pengaruh, dan kesannya) f. Gotong royong : bekerja sama untuk mencapai yang diinginkan
3.1.4 Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap produk/jasa berupa ukran baik/buruk. Bidang apapun yang menjadi tanggungjawab pegawai negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan kepada stakeholder.
14 Adapun indikator dari komitmen mutu yang digunakan dalam rancangan aktualisasi adalah sebagai berikut :
a. Efektifitas : tingkat kecapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja, diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan
b. Inovasi : hasil pemikiran baru yang akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujdukan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari layanan sebelumnya
c. Efesien : tingkat ketepatan penggunaan realisasi penggunaan sumber daya sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi penyimpanan prosedur dan mekanisme ke luar alur
3.1.5 Anti Korupsi
Antikorupsi adalah sikap dan perilaku untuk tidak mendukung adanya upaya untuk merugikan keuangan negara dan perekonomian negara. Dengan kata lain, antikorupsi merupakan sikap menentang terhadap adanya korupsi.
Adapun indikator dari anti korupsi yang digunakan dalam rancangan aktualisasi adalah sebagai berikut :
a. Kerja keras : kegiatan yang dilakukan sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah sampai target tercapai
b. Jujur : lurus hati , tidak curang, tidak berbohong
c. Disiplin : sikap mental untuk melalukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar0benar menghargai waktu
d. Mandiri : kemandirian membentuk bentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi tidak terlalu banyak bergantung pada orang lain. Berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain
3.2 PERAN DAN KEDUDUKAN PNS DALAM NKRI 3.2.1 Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, brsih dari prsktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya Aparatur Sipil Negara yang
15 unggul selaras dengan perkembangan jaman. ASN berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebikan dan pelayanan publik yang professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik koupsi, kolusi, dan nepotisme.
ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga mrtabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku yang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2015).
3.2.2 Whole of Government
Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. WOG dipandang menunjukkan atau menjelaskan bagaimana instansi pelayanan publik bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai tujuan bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu tertentu.
3.2.3 Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah suatu proses bantuan kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan kepekaan dan hubungan interpersonal tercipta kepuasan dan keberhasilan.
Setiap pelayanan menghasilkan produk, baik berupa barang dan jasa. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelyanan Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Kesadaran seluruh anggota ASN untuk memberikan kontribusi terhadap upaya perbaikan kualitas pelayanan publik di Indonesia akan memiliki implikasi strategis jangka panjang yang penting bagi upaya untuk mengubah kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan publik.
16 BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI
4.1 IDENTIFIKASI ISU
Identifikasi berasal dari kata Identif yang artinya meneliti, menelaah. Identifikasi adalah kegiatan yang mencari, menemukan, mengumpulkan, meneliti, mendaftarkan, mencatat data dan informasi dari “kebutuhan” lapangan.Sedangkan Menurut kamus besar bahasa indonesia isu artinyamasalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi dan sebagainya).
Isu adalah kesenjangan kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Isu merupakan masalahyang harus segera ditanggapi karena dapat mempengaruhi pekerjaan di wilayah kerja Puskesmas Embaloh
Hulu. Adapun isu yang terjadi di wilayah Puskemas Embaloh Hulu yaitu sebagai berikut :
1. Tingginya angka prevalensi bayi kurus Exciting data Whole of Government (WoG)
2. Belum optimalnya pemberian ASI eksklusif Public at large Whole of Government (WoG)
3. Tingginya kasus anemia pada ibu hamil Exciting data dan Public at Large Whole of Government (WoG)
Dari masalah-masalah tersebut dilakukan analisis menggunakan teknik APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak) dengan skala peniliain 1 sampai 5, sebagai berikut :
Tabel 4.1.1 Analisis Isu dengan Teknik APKL
NO ISU LIKERT SCALE TOTAL PERINGKAT
A P K L
1. Tingginya angka pravelensi bayi kurus 4 3 3 3 13 II 2. Belum optimalnya pemberian ASI
eksklusif
3 3 3 3 12 III
3. Tingginya kasus anemia pada ibu hamil 5 4 4 3 16 I
Penentuan isu prioritas ini dilakukan dengan menggunakan skala Likert, dengan rentang nilai dari 1-5 yaitu : (1) tidak penting, (2) kurang penting, (3) cukup penting, (4) penting dan (5) sangat penting. Berdasarkan tabel di atas, maka isu yang menjadi prioritas adalah tentang tingginya kasus ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Embaloh Hulu.
17 1. Tinggi angka pravelensi bayi kurus
Gambar 3. 4.1.1 Diagram Bayi Kurus
Dari data hasil PSG (Pemantauan Status Gizi) di dapatkan data kurus (wasting) indikator BB/TB. Setiap tahunnya terjadi peningkatan dari target yang ditetapkan di kabupaten
2. Belum optimalnya ASI eksklusif
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
2018 2019 2020 TARGET
4,6
7,6
9,2 8,1
2018 2019 2020 TARGET
18 Untuk data di bulan Mei ini, ASI hanya 33,3% sedangkan di target kabupaten untuk tahun 2021 40%
3. Tingginya kasus anemia pada ibu hamil
Gambar 4. 4.1.2 Diagram Ibu Hamil Anemia
Data diatas didapat dari laporan setiap bulannya, tetapi data ini diambil dari bulan Januari sampai Mei.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
33,3 60
33,3 33,3 0
100
0
100
0
33,3 38,5 42
19 4.2 ANALISIS ISU
Menurut Wikipedia Analisis adalah proses pemecahan suatu masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil sehingga bisa lebih mudah dipahami. Berdasarkan prioritas isu APKL yaitu tingginya kasus anemia pada ibu hamil di Puskesmas Embaloh Hulu. Maka penyebab dari masalah tersebut dapat dilihat dari diagram fishbone sebagai berikut :
Gambar 5. 4.2.1 Fishbone
Pengetahuan tentang Penyuluhan tentang anemia masih kurang Kepatuhan ibu hamil minum anemia masih kurang tablet Fe masih kurang
Pengetahuan tentang
makanan bergizi terkait Metode penyuluhan
anemia masih kurang tidak menarik
Media informasi penyuluhan Kurangnya dukungan
masih kurang menarik suami/keluarga dalam
Budaya setempat memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan
Dari hasil fishbone diketahui tingginya kasus ibu hamil dengan anemia yaitu : 1. Belum menggunakan media infromasi yang kurang menarik masyarakat 2. Kurangnya dukungan lingkungan setempat
3. Sosialisasi penyuluhan yang masih kurang
4. Kepatuhan ibu hamil minum tablet Fe masih kurang
Maka dari beberapa faktor saya mengajukan gagasan yaitu optimalisasi penyuluhan dalam pencegahan anemia pada ibu hamil di wilayah Embaloh Hulu.
Tingginya kasus ibu hamil dengan anemia Metode
Man/Manusia
Material/Sarana Lingkungan
20 4.3 KETERKAITAN SUBTANSI MATA PELATIHAN
Berdasarkan isu dan penyebab yang telah dianalis maka dapat diketahui dengan subtansi nilai-nilai ANEKA yang dapat diaktualisasi di Puskesmas Embaloh Hulu sebagai berikut :
Tabel 4.3.1 Keterkaitan subtansi Mata Pelatihan Unit kerja : Puskemas Embaloh Hulu
Identifikasi Isu : 1. Tingginya angka pravelensi bayi kurus 2. Belum optimalnya pemberian ASI eksklusif 3. Tingginya kasus anemia pada ibu hamil Isu yang diangkat : Tingginya kasus anemia pada ibu hamil
Gagasan pemecahan Isu : Optimalisasi penanganan dalam pencegahan anemia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Embaloh Hulu No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil
Kegiatan
Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan
Konstribusi Terhadap
Visi-Misi
Penguatan Nilai Organisasi
1. Melakukan
pengambilan data ibu hamil pada petugas yang terkait
1. Koordinasi pada petugas
bidan, petugas
pustu/polindes dan kader 2. Pengambilan data dengan
meminta data ibu hamil kepada bidan
3. Jika data kurang, selanjutnya meminta data
Data jumlah ibu hamil
Pendataan adalah suatu proses pencatatan keterangan yang benar dan nyata tentang sesuatu, baik manusia, benda, lingkungan, maupun kejadian tertentu.
Dengan melakukan kegiatan pendataan pada ibu hamil, ini masuk pada misi organisasi yaitu
Dengan melakukan pendataan pada ibu hamil ini saya mendukung pencapaian nilai- nilai organisasi yaitu Ramah
21 pada petugas desa atau
kader setempat
4. Mengelola data sasaran yang sudah ada
Saya melakukan koordinasi dengan petugas bidan pustu/polindes dan kader dalam pengambilan data, (Nasionalisme dengan indikator Kerja sama) data tersebut di dapatkan dari register kohort ibu hamil yang ada di bidan. (Akuntabilitas dengan indikator Kejelasan Target). Pada saat meminta data dengan Bidan Puskesmas saya harus bersikap sopan (Etika Publik dengan indikator Sopan). Pada saat data kurang, maka saya akan melakukan pengumpulan data ulang dengan petugas desa maupun kadernya, agar data yang di targetnya sudah benar.
Selanjutnya setelah data terkumpul, saya akan
meningkatkan peran serta aktif
masyarakat melalui pemberdayaan dibidang kesehatan (misi ke-3)
22 menghitung kembali jumlah
sasaran agar sasaran yang sudah didapatkan berjumlah real. (Anti Korupsi dengan indikator Jujur) Sehingga pelayanan yang diberikan bisa berjalan maksimal.
(Komitmen Mutu dengan indikator Berorientasi Mutu)
2. Melakukan home visit pada ibu hamil yang anemia
1. Meminta izin kepada orang bersangkutan seperti kepala desa atau tenaga kesehatan yang desanya akan dikunjungi
2. Menyampaikan maksud dan tujuan kepada kepala desa atau tenaga kesehatan setempat
3. Mendatangi rumah warga yang terdapat ibu hamil
1.Dokumentasi 2. Daftar Hadir 3. Kepedulian terhadap ibu hamil yang anemia
Home visit adalah perwujudan kepedulian terhadap banyak permasalahan kesehatan yang dihadapi klien.
Sebelum melakukan home visit, saya meminta izin kepada kepala desa atau warga setempat, selaku yang di tuakan. (Etika Publik dengan indikator Hormat) Setelah itu saya menyampaikan
Dengan melakukan kegiatan home visit pada ibu hamil, ini masuk pada misi organisasi yaitu
mendorong kemandirian masyarakat
Dengan
melakukan home visit pada ibu hamil ini saya mendukung pencapaian nilai- nilai organisasi yaitu Solid
23 4. Melakukan kegiatan home
visit di rumah warga yang terdapat ibu hamilnya 5. Melakukan edukasi pada
ibu hamil terhadap kepatuhan tablet Fe
maksud dan tujuan kepada kepala desa atau di maksud dengan lintas sektor agar bisa bekerjasama dalam kegiatan.
Hal ini agar memudahkan saya dalam melakukan kegiatan home visit (Nasionalisme dengan indikator Kerjasama) Selanjutnya saya melakukan dengan mendatangi ibu hamil
untuk memastikan
bahwasanya ibu hamil tersebut menjadi target (Akuntabilitas dengan indikator Kejelasan Target) Kemudian termasuk bentuk kepedulian terhadap ibu hamil sebagai tenaga kesehatan (Anti Korupsi dengan indikator Peduli) Dalam melakukan kegiatan home
untuk hidup sehat (misi ke- 2)
24 visit saya akan menjelaskan
maksud dan tujuan kedatangan saya yaitu untuk memberikan edukasi kepada keluarga dan ibu hamil sebagai tanggung jawab saya sebagai ahli gizi. Dalam melakukan kegiatan edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam pencegahan anemia . (Komitmen mutu dengan indikator berorientasi hasil) 3. Melakukan
konseling pada ibu hamil yang anemia
1. Menyiapkan bahan berupa leaflet
2. Melakukan perkenalan kepada penerima konseling
3. Melakukan konseling mengenai anemia pada ibu hamil
1.Dokumentasi 2. Daftar Hadir 3. Leaflet
Konseling adalah upaya membantu individual dalam memecahkan masalah melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dengan klien.
Sebelum melakukan konseling saya menyiapkan bahan lefleat ini agar
Dengan melakukan kegiatan konseling pada ibu hamil, ini masuk pada misi organisasi yaitu
mendorong
Dengan melakukan konseling pada ibu hamil ini saya mendukung pencapaian nilai- nilai organisasi yaitu Solid
25 4. Menyusun rencana
tindakan yang akan dilakukan berdasarkan kesepakatan yang telah terbangun dari proses konseling
memudahkan ibu hamil untuk memahami. (Akuntabilitas dengan indikator Konsisten) Setelah itu, saya melakukan perkenalan kepada ibu yang dikonseling, untuk mencairkan suasana dan mudah akrab, sehingga ibu hamil mudah dalam menyampaikan masalah atau kendala yang dihadapi (Etika Publik dengan indikator Ramah) Kemudian saya memulai konseling anemia pada ibu hamil, kegiatanini yang biasa saya lakukan dengan tujuan menyampaikan informasi kepada ibu. Setelah ibu hamil mendapatkan informasi, ibu dapat mengerti serta memahami apa yang sudah di sampaikan.Untuk
kemandirian masyarakat untuk hidup sehat (misi ke- 2)
26 mengetahui ibu sudah paham
atau belum, saya menanyakan menanyakan kembali kepada ibu apakah ada yang ingin ditanyakan atau dengan saya bertanya sekilas mengenai informasi yang telah saya berikan. (Komitmen Mutu dengan indikator Berorientasi Mutu)
Untuk selanjutnya, penyusunan rencana tindakan, saya harus mendengarkan terdahulu pendapat dari ibu, karena dalam melakukan konseling yang paling penting adalah ibu paham dalam materi yang disampaikan dan bagaimana cara memecahkan masalah ibu. (Nasionalisme dengan indikator Peduli) Setelah
27 selesai melakukan konseling
saya mengucapkan terima kasih tanpa memungut biaya apapun (Anti Korupsi dengan indikator Peduli) 4. Melakukan
kegiatan penyuluhan
kesehatan pada ibu hamil yang anemia
1. Menyiapkan media untuk kegiatan penyuluhan 2. Menjelaskan maksud dan
tujuan serta pokok permasalahan yang akan dibahas
3. Menyampaikan materi 4. Mempersilakan peserta
untuk bertanya dan mendiskusikan masalah yang ada
1. Dokumentasi 2. Daftar Hadir 3. Hasil Pre test dan Post test 4.
Terlaksananya kegiatan penyuluhan
Penyuluhan adalah suatu kegiatan mendidik sesuatu kepada individu ataupun kelompok, memberi pengetahuan, informasi- informasi dan berbagai kemampuan agar dapat membentuk sikap dan perilaku hidup yang seharusnya.
Sebelum kegiatan
berlangsung, selanjutnya saya dalam menyediakan media saya menggunakan alat peraga seperti food model yang sudah terstandar. Sehingga mudah
Dengan diberikannya penyuluhan, ini masuk pada misi yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat (misi ke-4)
Dengan melakukan penyuluhan anemia ini saya mendukung pencapaian nilai- nilai organisasi yaitu
Bertanggung Jawab
28 dipahami dan dilihat.
Disamping itu, saya juga membuat SAP penyuluhan yang berkualitas. Dalam menyiapkan media yang akan digunakan saya harus cepat dan cermat, karena di tempat kerja saya untuk listrik masih terbatas, oleh karena itu saya menggunakan food model sebagai media yang akan saya gunakan saat penyuluhan (Nasionalisme dengan indikator Tidak Diskriminatif). Kemudian saya langsung ke lokasi penyuluhan yang sudah ditentukan dan disepakati.
Sebelum memulai kegiatan, saya mengucapkan salam terlebih dahulu (Etika Publik dengan indikator Sopan).
29 Pada saat menjelaskan
maksud dan tujuan, saya juga akan membuat kontrak kerja dimana penyuluhan akan dilakukan tepat waktu. (Anti Korupsi dengan indikator Disiplin) sehingga penyampaian materi sesuai dengan apa yang ingin saya sampaikan yaitu, mengenai anemia pada ibu hamil.
(Akuntabilitas dengan indikator Kejelasan Target).
Pada saat sesi diskusi saya juga akan mengajukan pertanyaan yang menyangkut materi, hal ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah penerima materi paham atau tidaknya mengenai materi yang telah disampaikan.
(Komitmen Mutu dengan
30 Berorientasi mutu) sehingga
saya memastikan dengan jawaban kejujuran tanpa paksaan oleh peserta penyuluhan.
5. Melakukan
pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara gratis
1. Menyiapkan data-data ibu hamil
2. Mengajukan permintaan pada bagian apoteker 3. Mengambil TTD pada
bagian obat
(Apoteker/Farmasi) 4. Melakukan pemberian
TTD kepada ibu hamil 5. Memonitor TTD dengan
pemberian kartu kepatuhan
1.Terlaksananya pemberian TTD 2.Dokumentasi
Tablet tambah darah (TTD) adalah suplemen yang mengandung zat besi. Zat besi adalah mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah.
Sebelum saya melakukan pemberian TTD pada ibu hamil, langka pertama yang saya lakukan yaitu meyiapkan data-data ibu hamil (Akuntabilitas dengan indikator Konsisten), sebelum melakulan pengambilan, saya mengucapkan salam terlebih
Dengan memberikan Tablet Tambah Darah (TTD), masuk pada misi organisasi yaitu
meningkatkan peran serta aktif
masyarakat melalui pemberdayaan dibidang kesehatan (misi-3)
Dengan
pemberian tablet tambah darah (TTD), saya mendukung pencapaian nilai- nilai organisasi yaitu Solid.
31 dahulu (Etika Publik dengan
indikator Sopan), Selanjutnya saya mengajukan permintaan TTD pada apoteker sehingga memenuhi kebutuhan, setelah itu saya melakukan pengambilan dan penyetokan obat TTD pada bagian apoteker sebagaimana bentuk kerjasama sesama
tenaga kesehatan
(Nasionalisme dengan indikator Kerja Sama) dimana obat TTD hanya ada di bagian Apoteker.
Kemudian setelah
mendapatkan TTD, saya memberikan kepada ibu hamil agar ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah dengan teratur (Komitmen Mutu dengan Berorentasi Mutu)
32 sehingga tidak terjadinya
anemia pada ibu hamil.
Selanjutnya, setelah ibu hamil mendapatkan TTD, saya melakukan pemantauan melalui kartu kepatuhan, dimana apakah ibu hamil tersebut patuh tidaknya meminum TTD yang sudah diberikan (Anti Korupsi dengan indikator Peduli)
33 4.4 JADWAL IMPLEMENTASI KEGIATAN
Jadwal dalam melakukan kegiatan-kegiatan dijelaskan pada tabel berikut ini : Tabel 4.4.1
Jadwal Implementasi Rancangan Aktualisasi Nama Peserta : Siti Romlah, A.Md.Gizi
Instansi : Puskesmas Embaloh Hulu Tempat Aktualisasi : Puskesmas Embaloh Hulu
No Kegiatan Waktu Output Bukti Fisik
1. Melakukan pengambilan data ibu hamil pada petugas yang terkait
8 Juli 2021
Terlaksanya pengambilan data
Data jumlah ibu hamil
Dokumentasi 2. Melakukan home visit pada ibu
hamil yang anemia
12 Juli 2021 s/d
13 Juli 2021
Terlaksannya home visit di desa dan kepedulian keluarga terhadap pencegahan anemia
Dokumentasi Daftar hadir
3. Melakukan konseling pada ibu hamil yang anemia
16 Juli s/d 17 Juli
2021
Terlaksanya konseling setiap ibu hamil dan ibu hamil memahami materi yang disampaikan
Leaflet Daftar hadir Dokumentasi
4. Melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan pada ibu hamil yang anemia
26 Juli s/d 27 Juli
2021
Terlaksanya penyuluhan pada ibu hamil dan memahami materi yang disampaikan
Undangan SAP
Bahan Materi Daftar Hadir Dokumentasi
5.
Melakukan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara gratis
2 Agustus 2021 s/d 3 Agustus
2021
Terlaksanya pemberian TTD pada ibu hamil dan kepatuhan konsumsi tablet Fe
Tablet Fe Dokumentasi Kartu kepatuhan
34
35 DAFTAR PUSTAKA
Lembaga Administarsi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pelatihan Dasar CPNS : Pelayanan Publik PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Indonesia. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Akuntabilitas ASN PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Anti Korupsi PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Etika Publik PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Nasionalisme PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pelatihan Dasar CPNS : Komitmen Mutu PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik .
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pelatihan Dasar CPNS : Manajemen ASN PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul Pelatihan Dasar CPNS : Whole of Government PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajeman Aparatur Sipil Negara
Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Profil Puskesmas Embaloh Hulu Tahun 2020
36 BIODATA PENULIS
1. Nama : Siti Romlah, A.Md.Gizi 2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Tempat/Tanggal Lahir : Pontianak, 22 September 1996
4. NIP : 19960922 202012 2 026
5. Pangkat/Golongan : Pengatur/ IIc
6. Status : Belum Kawin
7. Agama : Islam
8. Pendidikan : D3-Nutrisionis
9. Jabatan : Pelaksana/Terampil-Nutrisionis 10. Unit Kerja : Puskesmas Embaloh Hulu
11. Alamat Unit Kerja : Jl. Temenggung Letus Kasso, Desa Benua Martinus 12. Nomor Telepon : -
13. Alamat Rumah : Gg. Tantina, RT/RW 004/006 14. Nomor HP : 0813-5256-2622
15. Email : [email protected]