• Tidak ada hasil yang ditemukan

'.,"': IKATAN SOSIOLOGI INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "'.,"': IKATAN SOSIOLOGI INDONESIA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

,"':'.

IKATAN SOSIOLOGI INDONESIA

(2)

14\KONGRJ:~....

0..'8

.~ &~"'fSf'

20 TAHUN REFORMASI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

(1998 - 2018)

Penyunting:

Muh. Iqbal Latief Sakaria To Anwar

Penerbit:

Departemen Sosiologi FISIP Universitas Hasanuddin

Bekerja Sama dengan:

Ikatan Sosiologi Indonesia (lSI) 2018

(3)

~ ~ONGP.ES2.0"'8

!tl!il1J! 1!1:~dSi J

Judul:

20 TAHUN REFORMASI INDONESIA DALAM PERSPEKTIFSOSIOLO~I (1998 - 2018)

ISBN:

KDT(Katalog DaIarn Terbitan) 2018 Penyunting:

Muh. Iqbal Latief Sakaria To Anwar Desain Sampul:

Muhammad Taufiq Arii Tata Letak:

Syarnsuddin Simmau

HaIarnan: 14 em X 21 em' 766 h I '

T b· , a aman+VI

er Itan1,Oktober 2018

Penerbit

~epertemenSosiologi PlSIP Unhas Jl

7

puSUnhas Tarnalanrea Gedwlg PIS

. arnaIanreaKm10 Kota Makassar Bekerja Sarna dengan Ik t So'

a an sIOlogi Indonesia(lSI)

PENGANTAR

I>I1l11mika perubahan sosial yang teljadi pasca reformasi 11I'q',ltlll'(19')8), memperlihatkan perkembangan yang Iuar

1.II1M l'l·pcltnytl. Seluruh dimensi kehidupan bermasyarakat,

IM'I'brlllf!,Nll dtU1 bemegara mengalami pergeseran. Angin

111'1'.111' I'dormasi telah memformulasi sebual1 sistem yang

IIMII, yang paling terasa adalah suasana dan keterbukaan

!i1'rl,1 kebebasan yang makin besar ruangnya dan ini '1t1"!',.II bCl'beda ketika era Orde Baru. Ruang kebebasan lid, Il,l,lh menciptakan tata nilai bam dalam bennasyarakat.

1....1·llidsilan-kebiasaan lama yang serba terbatas, serba

Il'l'lulup dan terpusat (sentralisasi), kini berubah total.

Mdsyarakat makin bebas menyatal<an pendapab1ya, Jlldkin mudah mengekspresikan sikap dan pernyataannya ddn suasana berkumpul serta berserikat makin gampang dil'lkukan. Dalam konteks berbangsa dan bernegara, rdormasi menghasilkan pergeseran kekuasaan secara horizontal dari eksekutif ke Iegislatif dan secara vertikal ddri pemerintahan pusat ke pemerintahan daerah.

Scmangat desenb"alisasi menjadi salah sahl inti dari

!',nakan reformasi. Dari sisi politik, reformasi telah Illl'ngubah sistem Pemilil1an Umum (PemiIu) dari sistem pcrwakilan (tidak Iangsung) menjadi sistem langsung (masyarakat Iangsung memilill Bupati, Walikota, Gubemur sampai Presiden). Hal ini tentu, menimbulkan impIikasi serius karena masyarakat terlibat langsung dalam hiruk

, .

... +-:-- ~- - '-'~~

.. ~: ~. - +-:

. ,

. .

(4)

pikuk demokrasi (Pemilu). Dari sistem ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia tahun 1945, juga sudah mengalami 4 (empat) kali amandemen (mulai dari tahun 2000 sampai 2003). '

Ini semua menjelaskan bahwa arus reformasi telah mengubah seluruh sistem dalam kehidupan bermasya- rakat, berbangsa dan bernegara kita. Dalam konteks perubahan sosial' reformasi telah melahi kI' an a anyad peru bahan perilaku, peran dan k Ie em agaan dalamb masyarakat. Masalalulya kemudian, apakah reformasi yang telah berusia 20 tahun sekarang ini (1998 sampai 2018) ~elah mampu mewujudkan cita-cita bangsa IndonesIa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ?' Apak Ia1 penceI' asan, kesejallteraan,d kemakmuran dan keadilan, telall terejawantahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia? Berbilang tanya ini, tentu tidak mudall untuk dijawab. Apalagi jika diamati perkembangan 20 tahun reformasi Indonesia, cita-cita yang diidam-idamkan oleh refonnasi, makin kabur arahnya, bak pepatah "jauh panggang dari apI,."

Rcfor~nasi mengidamkan kesejahteraan masyarakat, tetapl yang terjadi kesenJ'angan mak'

. . 111 menganga,

ket111skman masill menjadi cerita yang tak pernah usang, daJam pembangunan bangsa Indonesia. Desen-tralisasi yang, diharapkan bisa menjadi instrumen untuk mengu- rangl J<esenpngan. dan kemiskinan, justru men-

.;.."!

L

r !

iJ

, Ii,\'d"I" I'dj,,-mja kecil yang hanya berkutat pada krooni-

~I'Ii1111"", Walaupun demikian, kita juga tidak boleh

1I1"1l,t1lkd" <ldanya berbagai perubahan dan kemajuan

.11.II',II 1'1'luI'I\H\si. Salah satunya, kebebasan berekspresi 111"~\'I'l'ld..."I, makin terbuka dan lain-lain.

[\. Il'''y ik,lpi masalah perkembangan refOlmasi Indonesia

( I'I'IH - 201H), Ikatan Sosiologi Indonesia (lSI) menggagas

III" IIk Illengumpulkan seluruh pemikiran dari para

',11'01'II,Il', dan pemerihati sosiologi yang mengkaji

11"llIh.t11<1Il-perubahan yang terjadi di era reformasi Illdlllll'si,1. I<umpulan pemikiran para sosiolog Indonesia

1111, 11I1'1ljC\lii bagian penting dalam Seminar Nasional lSI

\ ,III)', hl'l'tema "20 Tahun Perjalanan Reformasi Indonesia

( 1'l'lH-2018) dalam Perspektif Sosiologi". Seminar oI"illllal yang merupakan rangkaian dari kegiatan

1'~'lIlll,res lSI di Makassar tanggal 25 sampai 28 Oktober

.'111 K, mencoba memfonnulasi issu-issu tentang; (1)

,I.'111\lkrasi, Partai Politik dan Masyarakat Sipil, (2) Keluarga,

I'\'I'('ll1pUan, Anak dan Penyandang Disabilitas, (3) N.lIkoba, LGBT, Korupsi dan Traficking, (4) Agama, I....,,\ll,basan Berekspresi, Radikalisme, dan Etika Sosial, (5)

( oI'llI"\lSi Muda, Era Digitalisasi, Nilai dan Norma Sosial,

(II) Ilukum, Konflik Sosial dan NKRI, (7) Pemerataan I',k,IIlOmi, Perkotaan dan Kesejahteraan Sosial, (8) 1....,.llliskinan, Pedesaan, Kebijakan Agraria dan Distribusia 1""11l'l11iIikan serta Keterisolasian, (9) Persatuan dan

(5)

Kesatuan, Daya Saing Bangsa dan Fenomena Global, (10) Kemaritiman dan Masyarakat Indonesia Masa Depan, (11) Kependudukan, Bonus Demografi, dan Angka Harapan Hidup Masyarakat Indonesia, dan (12) Mitigasi, Bencana Alam dan Bencana Sosial.

Kumpulan pemikiran dari berbagai sosiolog dan pemerhati sosiologi, juga dari beragam issu itualah yang kemudian dihimpun dalam sebuah buku sebagai re- ferensi sekaligus kenang-kenangan dalam Seminar Nasional dan Kongres Ikatan Sosiologi Indonesia (lSI) di Makassar. Harapcumya, buku ini akan memberi inspirasi bagi para sosiolog se-Indonesia untuk aktif menyam- paikan gagasan. dan pikiralmya secara tertulis. Namun demikian, kami menyadari, dengan waktu yang terbatas buku ini tenhl jauh dari kesan sempurna. Karena itu, berbagai masukan dCU1 kritikan, kami harapkan dan terima dengan lapang dada untuk perbaikan di masa datang.

Tetapi satu hal yang perlu tetap digelorakal1, semangat berkarya untuk para sosiolog se-Indonesia demi bangsa dan negara - tidak boleh padam bahkal1 harus terus menyala dan meneral1gi bumi pertiwi Indonesia yal1g jaya. Selamat bersemi.nar, selamat berkongres - buku ini adalah teman karib pelipur lara.

Kami mengahaturkan terimakasih. dan apresiasi yang tinggi kepada Deparmen Sosiologi FlSIP Unhas atas

r~' I dll '1nuan ya11l" dibcrikan kcpada

II'111111t1!l ,I ' n 0

pllllillit, II mutl kol'lFl, sponsor, mitra baik

pemcril~t~h

1 b · peserta pamtla

"w"yll\, seluru 1 pen1 lCara, ' '

"""'1'1111 .. ..

·1 k yang telah men-

HI ,'1\'.1

"Il'\

'dhl dan semua pl1a .

.til

1\1\"

~1

Il'\kIHHUH:U1kegiatan ini. Terimakasih.

I\I"I'II'IIIM, ktober 2018 1111111\.11 Kami,

1'.'1 \V\Illli1\g;

~11111 Iqbk1ILatief '"d ,II' II'1'0Anwar

.

~- .

' - '~.~ - . _ . . - -

. -' - . - -

-

~

. .

' . # -

(6)

Ciek fulyati Hisyam; Sarkadi;

dan Syaifudin:

Trafficking Perempuan yang DiJacurkan di Indonesia (Studi Pada Tempat SPA di Jakarta, Bogor, Depok,

Tangerang, dan Bekasi) . . .

Ikram dan Usman Raidar:

Potret Konflik Sosial di Kabupalen Lampung Selatan,

Provonsi Lampung. . .

Dr. Darmin Tuwu, S.Sos, M.A.:

Implementasi Program Keluarga Harapan untukMengatasi

Persoalan Kemiskinan di Kota Kendari . . .

t/I:.r. foharotu/ familah:

Perubahan Fungsi Pendidikan dan Sosialisasi Dalam Keluarga

Masyarakat Sunda . .

fama/uddin Hos dan Ratna Supiyah:

Transformasi NiJai-NiJai Kearifan Lokal Lingkllngan Hidup Dalam Pembangllnan Berkelanjutan. . ..

Musrayani Usman, Mario:

Kontrol Terlepas "Pelecehan Selcsllal pada Perempuan" .

Asmirah, Harifuddin Halim, Andi Burchanuddin, Nurmi Nonci, Rusdi Maidin, Marini, Faidah Azus:

Perempllan, Kerja, dan Sektor Informal Perkotaan (Studi Pedagang Asongan Perempllan di Pare- Pare)

Andi Haris dan Zamzury Azhar:

Pengaruh Nikah dini Terhadap Perceraian (KaSlis Kelurahan

Pammase, Kabllpaten Pinrang) , , .

KELOMPOKC

/~

.'11

291

309

327

339

357

, I, ,I,,,,,,fl,," \""If'll""' 1W 'I' 'I1'II"i l'crlindllngan I t .. ,IISullIUlI III S,. ) "

, . • • lId/l 1111,,11 1111 ,,~(/ > .. I ... , ...

". I II I""MlIlIUMluIlldullc~ n .

I \'''-'-'>-111 '" f "

, "'" /1,",/,11,f,",fAI'II/I/:

\ Ii II~ klltl' PcrkculIlHln K"rel l"~f II~ 11,1 I 11'1,,,,1 ,II h _1/11\"1"'11 1\1111111' I\IIWlIlIH ' ,

, , " ""I',II'"II,!vI~I, . I d' P 'k taan: (Studi

" ,"I'dllllllllllll""tllllSdcklol' hnformaa~ el o. .. . .

.1 ••1'111 .111'11_'"' Mltlllllll, lul",rt" Selat ) .

\/"".,,,,,,,,,,, '>j'IIA",.: , R ky t (TinJ'auan I I (, I'tnya Denta a a

\1",1"'1" 1.11 'I I1111 Ull ,

'I I ,,''1'1'11'1111Pcrkculinan LeVUor.. D'I donesla1n

'11l1ll II "" ..,

1"","1,' 114111 IIJ.I()) ....

I I .I II \II~'·'rlill/.

" ,,,,,/'/I,,."III.,'i/l·"lliddin: D I

I 'D a Berketahanan a am

'1'111_'1'1111'111\1111111111 \uSl es , .

' . . .' Idi SulaweSI Tenggat a .

"."'11'11"'11111 IIl'"""11 Sosia

\/,,1, \,1"""/"'.'''Xi, 8.50s,

\ I ., I', '''/''"/''1/1/Abdullah,

\/ '" I', ',,'/,,11'11/,M. Sic W'I 11 Perusahaan 't hadap Perluasa 1aya ,

II, ,1,11'",1M,,,y.IC,,kat er dd' Maros

'1\ ,,,,,, 1I,1I"I,ln,Internasional Sultan Hasanu 111, '.,,1,1\"',1"dlll"n)

I" 1111\\1'01\ D

1/"1,, ""',/(lIhl'1.Rusfadia Saktiyanti fahja: I '

"'''II,h

I )Iri'I'l'I'oris Sebagai Tindakan Ideo OglS ..

I I., .. "tI 1\ I,iLlIll:

. Ek I g' di Pesantren

"",,1111111"(,l'I'akan 00 1

425

447

479

505

53\

559

579

607

Dr. Her/an, S.Sos, M.Si:

Konflik Anlara Perusal1aan Perkebunan Sawit Swasta Dengan Masyarakat di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat Indonesia.

Hasbi:

Dampak Upacara TradisionaJ Terhadap Kesejal1teraan: Kasus Upacara Rambu Solo' di Makale Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan

xii

... 367

401

'"" "\ .• ", ... 1\'1.S,Sos:

11,1,1.11\1",,11Diad Pacaran

dG da dan Hari Ashari Rahim:

• ,I ." ,., I,.1\IIwar, M,Al'sya ,en d M akat Perdesaan

,\ I,.11 ,,,Illmy" Solidaritas Sosl3l Pa a asyar

xiv

639

653

(7)

PERUBAHAN FUNGSI PENDIDIKAN DAN SOSIALISASI DALAM KELUARGA

MASYARAKAT SUNDA

Dr. Joharotul Jamilah Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu SosiaI danHumPolitik

UIN Syarif Hidayatu llah Jakarta Email: [email protected]

~\KONGRCS20"'8

lllt!lJ~ &~"~,lSI .I

Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatu-

111' oleh ikatan-ika tan perkawirlan, darah atau adopsi, (1lIllod, 1972). Keluarga merupakan kesatuan dari orang- 11I'llllg yang berinteraksi dan berkomunikasi yang 1I11'llciptakan peranan-peranan sosial bagi suami dan istri, . '1".111 dan ibu, puh'a dan pUh-i, saudara laki-laki dan

~illldara perempuan. Peranan-peranan tersebut dibatasi pll'll masyarakat.

Keluarga adalah pemelihara suatu kebudayaan

1~'l's()ma yang pada hakekah1ya diperoleh dari

hl'\Judayaan umum. Dalam sualu masyarakat yang

1,1 Illlpleks masing-Inasing keluarga mempunyai ciri-ciri

\'.lllg berlainan dengan keluarga lain. Berbeda

kl'\Judayaan dari setiap keluarga timbul melalui kilimmikasi anggota-anggota keluarga yang meru pakan 1'"dlLmgan dari pola-pola tingkah laku individu. (Ihromi,

IIly9)

(8)

l

,a

Y-QNGRES"'0"'8

,Elt€o~llSJ'" I

Pada dasarnya keluarga dapat dibagi kedahllll II bentuk yaitu keluarga Inti atau batih (nuclear fami/l/l.l

~e~uarga

luas (extended family) (Goode, 2004:11). KI""I'"

mti dapat.~idefinisikandengan keluarga atau kelllll'l'l yang terdm dari ayah, ibu dan anak-anak yang dewasa atau belum menikah sedangkan kel, uarp" III adalah satuan keluarga yang meliputi lebih da;·j ",I

generasi dan satu lingktmgan kaum ke ua!ga yang1 .

1,''''

. luas atau dengan perkataan lain, keluarga merupakan keluarga inti d't1aln a 1b I dengan anl'.)',"!!l- anggota keluarga yang lain. Keluarga ada yang bersi',I"lll konsa!1guinal da!1 sys tern conJuga .. 1 Konsl)lIIl)~ld..

menekankan pada pentingnya ikatan darah

hubungan antara seseorang dengan orang hlolll\'"

cenderung dianggap lebih penting daripada ikatallll\ II dengan suami atau ish'inya dan keluarga dengan SIS. "I. I.

conjugal. menekankan pada pentingnya hllbU

J11',0111 ,

perkawman (antara suami dan istri) ikatan d. . ' engan511011111 atau lsh'l cenderung dianggap lebih peI1tin'g d "allpol' .,I ikatan dengan orang tua. (Su'adah,200S)

Keluarga merupakan institusi social terkecil yollll' pertama dan sangat fundamental dalam membel11ld:

kepribadian anak. KeluarbCTa merupakan tempat pel dill"-t dan u tama seorang anak untuk bisa ber em ang bold,k b secara fisik maupun psik'IS, bersoslahsasl - mempelilj"' " I I cara-cara bergaul - yang aka!1 dikembangkannya kelak .I,

.r~ KONGRES"'0"'18

!B!'if~IS1~

ViII'lIkat yang lebih luas (Soekanto, 1990). Dengan

nll1.111 lain di dalam keluarga seorang anak dapat

1I11.-'I\1Ihi kebutuhan-kebutuhannya, baik kebutuhan

.". psikis maupun sosial, sehingga mereka dapat Illhl1h dan berkembang dengan baik. Disamping itu

"I.,

Ill'orang anak memperoleh pendidikan yang ber-

'11.11111 dengan nilai-nilai maupun norma-norma yang

tI,I d.1Il berlaku di masyarakat ataupun dalam keluar-

;111\,.1 sendiri serta cm'a-cara untuk menyesuaikan diri

1'111',011\ lingkungam1ya.

('l1llgsi Keluarga

J'"da dasarnya keluarga memplmyai fungsi-fungsi

l".'-"k

yang sulit diubah dan digantikan oleh orang atau

\.'lIdI,q~a lain tetapi karena masyarakat sekarang ini telah

1I\1'IIf',.dami perubahan, tidak menutup kemungkinan .,'I'''l',i"n dari fungsi sosial keluarga tersebut mengalami

I'"

Illl1,\han. Dalam pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga

hol"I'but akan banyak dipengaruhi oleh ikatan-ikatan ,ltd.lIll keluarga. Pada dasarnya keluarga mempunyai 111I1)',si-fungsi yang pokok, yaitu fungsi-fungsi yang lidak Iii"" diubah dan digantikan oleh orang lain, sedangkan 11I11)',si-fungsi lain atau fungsi-fungsi sosial relatif lebih 1IIIId,\h berubah atau mengalami perubahan. Fungsi 111I'l',si keluarga tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : l',"llC~ndi dm1 Ramdmu, 2001)

(9)

,~,KONGRES"0"'18

1Il!!Wl'~lSI_

Fungsi Edukatif Keluarga berfungsi mendidik mulai dari awal pertumbuhan hingga terbel1lli1.., pribadi anak. Anak dilahirkan tanpa bekal sosiaI, III"

orang tua berkewajiban memberikan sosialisasi !l'III.11

nilai yang ada dalam masyarakat pada anak-alloll,"v' agar dapat berpartisipasi dengan anggota keluarg.l til"

kelak pada masyarakat Keluarga merupakan lingkllll)'"I' pendidikan yang pertama bagi anak, Dalam kedudld'.111 ini, orang tua menjadi pendidik yang membt'J'i1•.", pelajaran melalui ueapan, sikap dan tindakannya scholl,..il eontoh bagi anak-anaknya yang akan mempelajari .1.,,1 menirunya,

Fungsi Sosialisasz. Melalui interaksi dalam keluoll

,~,i

anak mempelajari pola-pola tingkahIaku, sikap, k"I'.1 kinan, eita-eita serta nilai-nilai dalam masyarakat dil!.lll\

rangka pengembangan kepribadiannya (Soekanto, l<JlJ(l1 Dalam rangka melaksanakan fungsi sosialisasi jill keluarga mempunyai keduduka..n sebagai penghublill

i: antara anak dengan kehidupan sosial dan nonna-nOI'll!.1 sosial yang melipu ti penerangan, penyaringan d,III penafsiran ke dalam bahasa yang dimengerti oleh anak.

FLlngsi protektzf Fungsi ini lebih menitik beratkan d,lll menekanka..n kepada rasa aman dan terlindungi apabi!.1 anak merasa aman dan terlindungi barulah anak dapdl bebas melakukan penjajagan terhadap lingkungan.

Fungsi iili juga menumbuhkan kehangatan yang tidal-

a~,KONGRES"018

! J&~lSi-

, Apabi1a fungsi ini dapat dan tandmgalmya.

A h<llas . ' di tempat

ka keluarga blsa menJa

1~llll\bangkan

ma ' b ti bagi se1uruh aman 1ahrr dan a n

dilldungan yang

'1lHWllanya. . feksi ada1ah adanya hubu- I'll ngsi AjekslOnal. Fungsl a f k i

, an enuh dengan kemesraan dan a e s ' H/!flll sos1a1 y g p b . kibat hubungan

k ' . , tumbuh se agal a

Ililhlll1gan afe SI uu . ' d . perkawinan. Dan 'h g menJadl aSal

\111101 kasl yan b persau-

' t kasih ini 1ahirlah 1m ungan

hll \lllngan em a .d tifikasi persamaan . ahabatan kebiasaan, 1 en ,

11.II'oI"n, pelS , . . '1' Anak biasanya

n enai hal mlar-m al . ,

I'llIHtangan me g :1'.' kan iklinl-lklrm . ke ekaan tersenc III a c

II\1'llIpunyal p 1 ke1uarga, kehangatan

. 1 g terdapat da am .

l'lll\lSlona yan b keperibadlan

b 'perkem angan .ill.tI,lll hal terpenting agl

.111.tI b 'kewajiball memperke-

Fungsi Religius, Ke1uarga el pada

'a! anak serta ke1uarga

11.llk'111 dan mengaJ < .

me1a1ui pengenalan im

",ltidupan beragama, Sehingga

" mendidik anak serta

111'lloll'apkan ke1uarga dapat ,

beragama seSUaI .llll',gotanya menjadi manusia yang

1 tersebut. Fungsi yang k akirlan ke uarga

dl'llgan ey 1 1 "a dan se1uruh

dikembangkaImya <e ual g

Illl'ndorong ' p e n u h iman dan

n' adi insan agamls yang

,lllggotanya me J 1 E Apabila fungsi ini d Tuhan Yang Ma la sa.

loIljwa kepa a b 'k maka ke1uarga

k dengaIl aI,

,I.1pat dikembang all 'h'vasi yang kuat

k npunyar mo

1"l'sebut niseaya a an mel

(10)

dan 1uhur untuk membangun d' "nmya agar bl~n·, me1aksanakan ama! ibadahnya kepada Tuhan YangM,lllll

Esa sebaik-baiknya .

Fungsi. Ekonomis. Fungsl. k 1e uarga ml meliplill peneanan nafkah, pereneanaan dan pemb 1e anJaann y". Pe1aksanaanya di1akukan oleh dan unhlk semua angg(ll.l ke1uarga, sehin.gga ak. . an menam a 1. saling mengerlb 1 i, sohdantas dan tanggung jawab bersama. . FW1.gS1. .IIII berkaltan dengan usaha untuk memenuhi kebutuhall dasar ke1uarga yang d'Ipero e 1. me aIm unit-unit produksi1 1 1 . ke1uarga. Pembagian kerja diantara anggota-anggotany,]

merupakan. . aktivitas pemberian J'asa, e uarg,)dan k 1 berhndak sebagai unit yang terkoordinir da1am produksi ekonomi. .

Fungsi Rekreatif Suasana ke1uarga yang tenh'am dan damai diperlukan guna mengembalikan tenaga yang telah dike1uarkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi Biologis. Fungsi ini berhubungan dengan

p~menuhan kebutuhan-kebutuhan biologis keluarga, dIantaranya kebutuhan seksual (White and Klein, 1996).

Kebutuhan ini berhubungan dengan pengembangan keturunan atau keinginan untuk mendapatkan keturunan. Se1ain ihl J'uga yang termasuk da1am fungsi bio1ogis ini yaitu perlindungan fisik seperti kesehatan jasmani. dan kebutuhan'Jasmam. yaitu dengan terpenuhinya kebuhlhan sandang, pangan dan papan

1...~

"k,ll1. mempengaruhi kepada jasmani setiap anggota kl,luarga, (Khairuddin, 1985)

Dari uraian mengenai fungsi-fungsi keluaga diatas, Illaka jelaslah bahwa fungsi-fungsi 1m semuanya Illemegang peranan penting dalam keluarga, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan individu yang

111enjadi anggo ta keluarganya. Unhlk ilu dalam penerapannya hendaknya fungsi-fungsi tersebut berjalan seem'a seimbang, karena akan membantu keharmonisan serta kehidupan keluarga. Pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga ini disertai dengan suasana yang baik serta l'asilitas yang memadai.

13. Fungsi Pendidikan dan Sosialisasi Pada Keluarga Masyarakat Sunda Yang Berubah

Ke1uarga dilihat dalam perspektif pendidikan merupakan pusat pendidikan informal dan sekaligus merupakan lembaga yang pertama dan utama pendidikan anak, dimana dalam konteks ini orang tua sesunggguhnya ibarat seorang guru yang berperm1.

mendidik anak-anaknya serta bertanggung-jawab ter- hadap kebutuJhan hidup anak maupun anggota keluarga lainnya. Karena orang tua sebagai guru utama yang bersifat informal sudah menjadi keharusan untuk memberikan eontoh yang baik, membimbing, mengasuh dengan baik, dan mengajal< mereka berinteraksi agar

(11)

perilaku anak mencerminkan nilai-nilai yang doll"'!

diimplementasikan dalam kehidupan keluarga ma11l1jlll . bermasyarakat.

Masyarakat Sunda atau orang Sunda mel1111111 Suryalaga (dalam Hendrawan, 2013: 43-44) bisa ditelu'''111 melalui kajian demografi, kewilayahan, kebudaY"oIl1 peradaban, dan aspek genetika. Dalam hal kekerabill.lIl masyarakat suku Sunda memperhitungkan 110111 mengakui kekerabatan bilateral, baik dari garis bal''''' maupun ibu. Sistem keluarga dalam Suku Sunda bersil.i1 parental, garis keturunan ditarik dari pihak ayah dan ilill bersama. Masyarakat Sunda pada dasarnya sepnll masyarakat ,eb1is lainnya memiliki adat istiadat Y,lllj~

diturunkan dari tradisi nenek moyangnya. M(',~"I demikian adat istiadat yang turun temurun ada y,1I1I', masih tetap bertahan atau dipertahankan sampai saat i'll, tetapi ada juga yang punah tergerus arus zaman aL1I1 berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Ad.1I istiadat masyarakat Slmda tersebut tercermin dalam nilili nilai dan norma perilaku yang dianut masyarakah1Yol termasuk dalam kehidupan berkeluarga sebagai lembagol terkecil.

Arus globalisasi budaya dan informasi yang begilll deras masuk dalam kehidupan masyarakat Indonesiil, sedikit banyak mempengaruhi keluarga yang mengalal1l' pergeseran. dari sisi fungsinya, tidak terkecuali keluargd

lnllyurakat Sunda. Sikap masyarakat Sunda berupaya

i ft'Ii!l1yesuaikan diri dengan perubahan zaman, seperti

I

t'lIllgkap dalam ungkapan Sunda; ngindung lea waktu

IIN'II/llra ka zaman (berfikir, bertindak, dan berwawasan

lI"'H1nj dengan perkembangan zaman).

Pendidikan di lingkungan keluarga Sunda telah

\Ihllulai sejak dini, dengan menggunakan wejangan, n11'Itu, baik lisan maupun tulisan, peribahasa, pepatah, 1"'l'intah. Terdapat beberapa model sosiologis dalam

"llNiulisasi nilai-nilai pendidikan tersebut yang dapat dltl!rapkan dalam upaya pengembangan nilai budaya Munda di tengah globalisasi budaya, yaitu Model Imitasi (I'eniruan), Model Habituasi (Pembiasaan), serta Model II imbauan (Fityani, 2015) dan identifikasi (kecen- dlll'lmgan atau keinginan dalam diri seseorang untuk Illenjadi sarna dengan pihak lain). Pada masyarakat Sunda yang mayoritas beragama Islam beranggapan b,lhwa kepribadian anak mulai terbentuk ketika dalam kundungan ibunya, bahkan sebelum nikah seseorang dulam mencari pasangan hidupnya sudah mulai lIIenentukan bakal kepribadian anak yang diinginkan yaitu anak yang bisa menyelaraskan diri dengan standar, l1i1ai, kebiasaan, sehingga dapa t bertingkah laku sesuai dengan pengharapan masyarakah1ya.

Diantara pengharapan orang tua terhadap anak, merupakan suatu pola kepribadian yang tersirat dalam

(12)

kata-kata sirnbolik diantaranya cageur, bageur, bener, pinter,yaitu anak yang sehat, jujur, benar, dan pandai rnernbawa diri di dalarn hidup berrnasyarakat (Warnaen, Rusyana, Wibisana dan Suwondo, 1993). Perkernbangan zaman rnernbawa akibat betapa pentingnya pendidikan bagi rnasyarakat Sunda. Oleh sebab itu, orang Sunda rnenekankan pentingnya pendidikan bagi anak, seperti temngkap dalarn ucapan orang tua kepada anak- anaknya,nuntut elmu teh wajib hukumna (rnenw1.tut ilrnu itu wajib hukumnya); tuntut elmu sanajan lea nagri Cina (tuntutlah ilmu sekalipun ke negeri Cina; dandiajar sing junun da elmu mah moal ridu mamawa (belajarlah dengan rajin karena rnemiliki ihnu pengetahuan tidak akan susah mernbawanya). Masyarakat Sunda pun mengakui pentingnya ilrnu untuk kehidupan di dunia dan aklUrat, seperti dalarn ungkapanilmu tuntut dunya sial'(carilah ilrnu, dan perolehlah dW1.ia).

Pendidikan yang dilakukan di lingkungan keluarga bempa perilaku bergantung pada kemampuan diri (self reliance); perilaku bertanggung jawab (responsibility);

perilaku yang bersifat patuh pada orang tua; dan perilaku ramah dalam pergaulan(sociability); (Goode,2004). Dalam contoh di bawah ini menggambarkan bagaimana seorang anak diajarkan rnemiliki perilaku-perilaku yang dihdi'apkan keluarga seperti yang telah disebutkan.

Sejak kecil, anak-anak diajarkan belajar rnakan dan minurn sendiri agar tidak terlalu bergantung pada ibunya, di samping rnemulai rnernbia:;akan anak untuk mandiri. Penanarnan aturan atau norma kedisiplinan tentang cara rnakan yang baik dilakukan oleh ibu waktu menyuapi makan atau menernani rnakan, ibu akan memberitahukan, mengingatkan, dan rnernberi contoh cara makan yang baik menurut aturan agama dan adat istiadat, yaitu sebelurn rnakan, tangan harus dicuci dahulu, sebelurn rnakan membaca doa atau mengucapkanbismillah, makan dengan tangan kanan, sesudah rnakan rnernbaca doa atau rnengucap- kanalhamdulillah, rnencuci tangan sesudah makan, rnakan atau rninum tidak berdiri, mengw1.yah rnakanan tidak boleh rnengeluarkan bunyi (ceplale), remeh-remeh(nasi) yang dimakan tidak boleh berceceran, makanan yang diambil hams dihabiskan, dan makan yang berkuah harus mernakai sendok, ketika rnakan tidal, boleh berbicara, harus nunduk, tidak boleh lirik kanan kiri (ngelil1.at mal<anan di piring orang lain), pelan-pelan karena nasinya hams dikepal-kepal (diteueulleeul1) agar tidak berantakan.

Aturan yang berhubungan dengan norma masya- rakat, sopan santun dalam berucap dan bertindak ditanamkan pula kepada anak sejak dini. Norma-norma dan etika umum yang ditanarnkan orang tua kepada anak

(13)

diwarnai oleh ajaran Islam, diantaranya: harus horm;ll dan taat kepada orang tua atau orang yang lebih tua delll harus menyayangi adik atau anak yang lebih kecil. Hal ini seperti terungkap dalam ucapan "surga ada di telapak kaki ibu", kudu nurut kana piwulang sepuh ngamlt sala111et(artinya harus taat kepada nasehat orang tua agClI selamat),ulah ngare111pak laJ'angan sepuhbisi tideuha 0angclll melanggar larangan orang tua akan berdosa), sing bagew ari ka kolot ngarah gede darajat(artinya harus sayanl'.

kepada orang tua supaya mulia kehidupannya). BerbuClI baik kepada orang tua dalam etnis Sunda diharuskall karenaindung nu ngandung, bapak nu ngayuga (ibu YaIl!', mengandung, bapak yaIlg memelihara). ( Warnaen, Rusyana, Wibisana daI, Suwondo, 1993)

PenaIlaman saling hormat menghormati terhadap sesama, sopan santun seperti terungkap dalam ung- kapansilih asah, silih asih, silih asuh (artinya saling mengingatkan, mengayomi, dan mengasihi agar terciptCl suasana kehidupan yaIlg diwarnai keakraban, kerukunan, kedamaian, ketenh'amaIl, dan kekeluargaan),dulur jeung dulur 111ah kudu siga gula jeung peueut (seperti gula dengall nira mataIlg, artinya hidup rukun saling menyayangi, tak pernah berseIisih); harus bersikap baik terhadap orang lain(ka saha wae urang lcudu akur tapi ulah campur teuing sok aya ma111alana, artinya kepada siapa saja kita hams baik, harus ramah. bersahabat, tetapi jaIlgaIl terlalu rapat

,!iii"KONGRES?O"8

!ID!'if,,~.,151_ I

bergaul karena suka berakhir dengan hal yang tidak diinginkan) .

C~mtoh lain, dengaI' siapa saja jangan mudah

berselisih (ulah kawas seuneu jeung injuk), jangan mencari bibit permusuhan(ulah nyieun pucuk ti girang), jaIlgan mengajak orang lain untuk melakukan perm.usuhan (ulah neundeun piheuleut neda picela), jangan membaI,gkitkan bibit kemaral,an (ulah ngadu-ngadu raja zuisuna), jangan mengeluarkan perkara yaIlg dapat menimbulkan keburukan(ulah ngaliarkeun talcus ateul);harus dibiasakan mengucapkan salam (assala111U1ilaiku111) bila masuk rumah atau bertamu, menegur terlebih dahulu bila anak berpapasan dengaI' orang tua, permisi (punten) apabila melewati orang, atau bertamu ke rumah orang lain, harus mengucapkannuhunatauhatur nuhun, aI'tinya terima kasih jika menerima pemberian atau pertolongan dari orang lain, jika menerima pemberian dari orang lain dengan tangan kanaIl ataupanangan sac. ( Warnaen, Rusyana, Wibisana daIl Suwondo, 1993)

Pendidikan anak dilakukan pula dengan membela- jarkan dan mendidik anak dengan ajaran agama daIl pelaksanaan ibadahnya seperti pengucapan lafadz C1dzan, pembacaan doa-doa sebelum dan sesudah makal1, doa til.'belum dan bangun tidur, doa masuk dan ke luar kama1' kecil, doa masuk daIl keluar rumah, doa lnemakai dan melepas baju, doa belajar, doa aIlak saleh, dan

(14)

,'1:1:£,;K9/11GRES"0"18

'lSfS~dSI_

sebagainya. Selain itu pembacaan AI-Quran, penghapilldll surat-surat pendek AI-Quran dan dibaca dalam shol.11.

pembelajaran sholat, shaum, shadaqah dalam menyanttlill orang-orang yang tidak mampu, dan sebagainya.

Semua fungsi keluarga dalam bidang pendidikan iii atas pada dasarnya masih merupakan fungsi keluargd, akan tetapi sebagian sudall bergeser atau berubah YCllll', digantikan lembaga pendidikan lainnya baik yang form,1I maupun non formal. Banyak keluarga masyarakat Sund"

yang sudah meninggalkan fungsi pendidikan di atels, artinya banyak keluarga Sunda yang tidak mengajarkclll atau mensosialisasikan petuall-petuah seperti yan)', dijelaskan di atas, dan mereka memberikan kepercayaClll ajaran tersebut kepada sekolah-sekolah atau lembagil pendidikan lainnya akibat kesibukan atau alasan laimlyCi.

Di samping peruballcul di, atas, juga ada pereserClll nilai-niIai yang sangat terli11at yaitu masalah etiket ketikl sedang makcul. Pada zaman dahulu, orangtua menga- jarkan untuk tidak berbicara, harus menunduk, tidak boleh menengok makancul atau piring orang lain ketika sedang berada di meja makan, tetapi sekarang kebalikannya. Meja makcul dijadikan ajang untuk bisCi saling terbuka, berdiskusi tentang hal-hal yang terjadi dalam keluarga ballkan curhat atausharingapa saja antal' anggota kelual'ga, serta memperhatikan piring orang lain atau culggota' keluarga lainnya agar dapat memberi

"1':'

;iWi

._-.' ...

,ii,\KONGRES"0"18

h.l 6O~l.iS1_ .

kl'sempatan menambahkan makancul pada orcu'lg yang klll'ang atau habis makananarmya.

Dengcul memperhatikan fenomena sosial dan budaya Iii atas maka ajaran tatakrama dCUl budi pekerti yang 11l1hulu banyak diajarkan dalam keluarga, pada saat ini 1l.lI1yak yCUlg hilang dCUl sebagian digCUltikcul posisinya llieh lembaga pendidikcul fOlmal seperti sekolah maupun I\.tnbaga non fOlmal seperti sekolalljpelatihan kepribadicul.

I1l\FTAR PUSTAKA

Illood, Robert O. 1972.The Family.TheFree Press, New York

I:itriyani, Armisa. 2015

http:// ejournal.upi.edu!index.php!sosietas! article

!view!1521

Coode, J William. 2004. Sosiologi Keluarga.Jakarta: Bumi Aksara.

Ihromi, T.O. 1999. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga.

Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

I(hairuddin, H. 1985. Sosiologi Keluarga. Yokyakarta:

Nurcahaya.

Soekanto, Soeljono. 1990. Sosiologi Keluarga Tentang lkhwal Keluarga, Remaja dan Anak.Jakarta:Rineka Cipta.

Suhendi Hendi dan Wahyu Ramdani. 2001. Pengantar Studi Sosiologi Kcluarga. Bandung.

:s;;;j.

(15)

,~,KONGRES"0"'18

!lIllJ!&~,·IS1_

Pus taka Setia.

Su'adah, 2005. Sosiologi Keluarga. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Suwarsih Wamaen, Yus Rusyana, Wahyu Wibisana dan Bambang Suwondo 1993. Etika Sunda Suatu Ikhtiar untuk Mengungkapkan Etika Orang Sunda dan Tatakramanya. Melalui hasil Penelitian Kualitatif- kuantitatif. Yayasan Pembangunan Jawa Barat, Jakarta.

White,

JM

and David M. Klein. 1996. Family Theories.

Sage Publications. Thousand Oaks, London. New Delhi

http://[pips. upi.edul berita-573-penelitian-tentang- wanita-sunda-bergema-di-negara-malaysia.html

(16)

PENERBIT DEPARTEMEN SOSIOLOGI FISIP UNIVERSITAS HASANUDDIN

FIS VIII LI I Fakullas IImu Sosial dan IImu Politik Kampus UniversItas Hasanuddin Tamalanrea

Jalan Pannlls Kemerdekaan Km.10, Kola Makassar,90425 Telp -62411·586200 Fax +62411-585188

DEPARTEMEH SOSlOlOGt UNIVERSITAS HAS.AHUDDIN •

Bebrjasama denga'

IUTAH SOSIOlQGltHOOHESIA PROVINSI SULAWESI SELATAH

ISBH''l16ioU,' n"lfll ~.

111111111111111111111111111111

9 786027 198715

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Analisa Tekstur Tanah dan Bahan Organik Tanah.. Perhitungan Bulk Density , Particle Density

Pemberian logam Cd, Ni, dan Pb dengan variasi konsentrasi pada bayam tidak berpengaruh terhadap komponen pertumbuhan seperti jumlah daun, tinggi, diameter batang, dan

Berdasarkan hasil observasi kelas dan refleksi implementasi tindakan siklus I dan siklus II, maka hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa tindakan yang telah

Judul : pelatihan model penyadaran gender melalui budaya sekolah/madrasah berwawasan gender di mts negeri pemalang. Program : dipa Tahun : 2011 Status :

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan bagaimana perlindungan hukum terhadap kreditur dalam penyelesaian kredit macet yang terjadi dalam perjanjian pemberian Kredit Tanpa

Saudaraku seiman, beranjak dari sini, maka sebuah keharusan bagi kita semua untuk mengetahui apasaja adab-adab berdo’a agar do’a yang kita panjatkan diterima dan

Skripsi yang berjudul Sastra Gendhing (Analisis Untuk Memahami Spiritualisme Sultan Agung Hanyakrakusuma) ini berupaya mengungkapkan aspek-aspek spiritual Sultan

 Menyatakan diri sebagai bagian dari NII Kartosuwiryo  Diselesaikan dengan Musyawarah Kerukukan Rakyat Aceh C..