• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Sumatif Ketepatan Pemilihan Media Pembelajaran Tepat Guna di Sekolah Dasar (SD) Se-Kota Banjarmasin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Evaluasi Sumatif Ketepatan Pemilihan Media Pembelajaran Tepat Guna di Sekolah Dasar (SD) Se-Kota Banjarmasin"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL PENELITIAN TINDAKAN DAN PENDIDIKAN

2020, Vol. 6, No. 2, 71 – 78 Artikel Penelitian

Evaluasi Sumatif Ketepatan Pemilihan Media Pembelajaran Tepat Guna di Sekolah Dasar (SD) Se-Kota Banjarmasin

Agus Salim* Agus Hadi Utama

Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lam- bung Mangkurat, Indonesia

Histori artikel:

Pengiriman April 2020 Revisi Mei 2020 Diterima Juni 2020

ABSTRAK

Media pembelajaran merupakan komponen pembelajaran yang menjadi ba- gian integral dari proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran membantu proses penyampaian pesan dari guru kepada siswa. Pemilihan media pembelajaran tepat guna menuntut dipergunakannya suatu prinsip- prinsip dan kriteria tertentu agar tepat dalam memilih suatu media pembela- jaran, karena setiap media pembelajaran memiliki karakteristik dan spesifi- kasi kegunaan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sumatif ketepatan pemilihan media pembelajaran tepat guna yang digunakan oleh guru saat mengajar di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarma- sin. Media pembelajaran tepat guna yang akan di evaluasi sumatif adalah semua mata pelajaran yang ditemukan oleh peneliti di sekolah dasar (SD) se- Kota Banjarmasin melalui metode populasi dan sampel menggunakan teknik purposive random sampling sebanyak 20 sekolah dasar (SD) se-Kota Banjar- masin. Metode pengumpulan data menggunakan Teknik dokumentasi, ob- servasi, dan wawancara. Dokumentasi dan observasi digunakan untuk mengetahui media pembelajaran yang digunakan guru, sedangkan wa- wancara untuk mengetahui kegiatan pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan oleh guru. Teknik analisis data dalam evaluasi sumatif ini dil- akukan secara deksriptif-kualitatif menggunakan model prinsip-prinisp dan kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi ketepatan pemilihan media pembelajaran tepat guna yang terdiri dari empat komponen, yaitu: kes- esuaian dengan materi, kesesuaian dengan karakteristik siswa, kesesuaian dengan gaya belajar siswa, dan kesesuaian dengan fasilitas pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan ketepatan pemilihan media pem- belajaran tepat guna di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin telah me- menuhi empat kriteria ketepatan pemilihan media pembelajaran yang tepat dengan kategori baik.

Keywords:Evaluasi Sumatif, Ketepatan Pemilihan Media Pembelajaran

*Email korespondensi:

[email protected]

Pendahuluan

Para praktisi pendidikan yaitu guru adalah orang yang ditugaskan secara sadar ber- tanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. Seorang guru hendaknya memiliki kemampuan untuk mem- ilih dan bahkan mengembangkan media pem- belajaran yang tepat guna, serta mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar dengan optimal dan pada akhirnya dapat mencapai kemandirian dalam belajar seumur hidup sebagai tujuan akhir dari

proses pendidikan. Guru yang profesional ada- lah mereka yang menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai tutor, motivator, dan fasilita- tor, serta mampu dalam memilih media pem- belajaran yang tepat.

Sebagai fasilitator seorang guru yang profe- sional dituntut untuk mampu memilih ketepatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, karena setiap media pembelaja- ran memiliki karakteristik dan spesifikasi kegunaan yang berbeda-beda agar tujuan pen- didikan dapat tercapai dengan optimal, yaitu:

(2)

efektif, efisien, dan bermakna. Proses pembela- jaran yang masih berpusat pada guru dan pem- ilihan media pembelajaran yang kurang mem- iliki nilai tambah dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain media pembelajaran hanya digunakan sebatas alat pelengkap saja menyebabkan proses pembelajaran tidak ber- jalan optimal, seperti media pembelajaran tidak digunakan untuk menunjang proses pem- belajaran dan tidak terjadinya efisiensi waktu dalam penggunaan media pembelajaran, se- hingga menyebabkan pembelajaran menjadi tidak bermakna.

Dalam melaksanakan kompetensi peda- gogik, guru dituntut memiliki kemampuan metodologis dalam hal perancangan dan pelaksanaan pembelajaran termasuk dida- lamnya pemilihan, penguasaan, dan penggunaan media pembelajaran. Media pem- belajaran merupakan bagian komponen pem- belajaran dan menjadi bagian integral dari proses pembelajaran karena itu harus dikuasai oleh setiap guru. Sesuai dengan pendapat yang dikemukakan Sadiman (2014) proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian infor- masi berupa ilmu dan pengetahuan dari sum- ber pesan yaitu guru melalui saluran atau me- diasi berupa media pembelajaran ke penerima pesan yaitu peserta didik.

Penggunaan media pembelajaran mem- bantu proses penyampaian pesan dari guru kepada peserta didik. Pemilihan media pem- belajaran menuntut dipergunakannya suatu model prinsip-prinsip dan kriteria tertentu agar tepat dalam memilih suatu media pem- belajaran yang efektif, eisien, dan bermakna.

Tujuan penggunaan media pembelajaran ada- lah memudahkan siswa untuk membantu men- guasai kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi sumatif ketepatan pemilihan media pembelajaran yang digunakan guru saat mengajar di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjar- masin.

Model prinsip-prinsip dan kriteria yang digunakan untuk menilai ketepatan pemilihan media pembelajaran ada empat, yaitu kes- esuaian kesesuaian dengan materi, kesesuaian dengan karakteristik siswa, kesesuaian dengan

gaya belajar siswa, dan kesesuaian dengan fasilitas pendukung yang di evaluasi secara su- matif atau menyeluruh dan komprehensif. Ber- dasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti merumuskan beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1) Bagaimanakah kondisi faktual penggunaan me- dia pembelajaran oleh guru di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin? 2) Bagaimanakah penerapan model evaluasi sumatif dalam pem- ilihan ketepatan media pembelajaran yang digunakan oleh guru di sekolah dasar (SD) se- Kota Banjarmasin? 3) Apakah pemilihan media pembelajaran yang digunakan oleh guru di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin sudah memenuhi kriteria yang tepat guna?

Secara umum tujuan penelitian ini adalah memberikan suatu model evaluasi sumatif un- tuk mengkaji/menguji ketepatan guru dalam memilih media pembelajaran yang optimal di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin.

Secara khusus tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gam- baran tentang: 1) Kondisi faktual penggunaan media pembelajaran oleh guru di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin. 2) Implementasi model evaluasi sumatif untuk mengevaluasi ketepatan pemilihan media pembelajaran yang digunakan oleh guru di sekolah dasar (SD) se- Kota Banjarmasin. 3) Pemetaan ketepatan pemilihan media pembelajaran berdasarkan empat kriteria model evaluasi sumatif yang digunakan oleh guru di sekolah dasar (SD) se- Kota Banjarmasin.

Kajian Pustaka

Kata “Media” berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium”, secara harfiah berarti perantara atau pengan- tar. Association for Education and Communica- tion Technology (AECT), mengartikan kata me- dia sebagai segala bentuk dan saluran yang di- pergunakan untuk proses informasi. National Education Association (NEA) mendefinisikan media sebagai segala benda yang dapat di- manipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang di- pergunakan untuk kegiatan tersebut. Se- dangkan Heinich, Molenda, dan Russel (1982) mengartikan istilah media sebagai “the term

(3)

Se-Kota Banjarmasin

refers to anything that carries information be- tween a source and a receiver”. Perlu dikemukakan pula bahwa kegiatan pembelaja- ran adalah suatu proses komunikasi. Dengan kata lain, kegiatan belajar melalui media terjadi bila ada komunikasi antar penerima pesan (P) dengan sumber (S) lewat media (M) tersebut.

Namun proses komunikasi itu sendiri baru ter- jadi setelah ada reaksi balik (feedback). Ber- dasarkan uraian di atas maka secara singkat dapat dikemukakan bahwa media pembelaja- ran itu merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar.

Dalam usaha untuk memanfaatkan media sebagai alat bantu mengajar Edgar Dale (1970) dalam bukunya “Audio visual methods in teaching” Edgar Dale membuat klasifikasi menurut tingkat dari yang paling konkret ke yang paling abstrak (Wagner, 1970).

Gambar 1.Kerucut Pengalaman Belajar Edgar Dale dalam Media Pembelajaran

Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama “kerucut pengalaman” dari Edgar Dale dan pada saat itu dianut secara luas dalam menentukan alat bantu yang paling sesuai un- tuk pengalaman belajar. Dalam kaitannya dengan fungsi media pembelajaran, dapat ditekankan beberapa hal berikut ini:

1. Sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.

2. Sebagai salah satu komponen yang sal- ing berhubungan dengan komponen

lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan.

3. Mempercepat proses belajar.

4. Meningkatkan kualitas proses belajar- mengajar.

5. Mengkongkritkan yang abstrak se- hingga dapat mengurangi terjadinya penyakit verbalisme.

Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa (Hamalik, 1986). Sudjana dan Rivai (1992) mengemuka- kan beberapa manfaat media dalam proses belajar siswa, yaitu: 1) dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka, 2) makna ba- han pengajaran akan menjadi lebih jelas se- hingga dapat dipahami siswa dan memung- kinkan terjadinya penguasaan serta pen- capaian tujuan pengajaran, 3) metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata- mata didasarkan atas komunikasi verbal me- lalui kata-kata, dan 4) siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati, mendemonstrasikan, melakukan langsung, dan memerankan.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif model evaluasi sumatif pada usaha untuk men- cari informasi dan pemetaan tentang ketepatan guru dalam memilih media-media pembelaja- ran yang tepat. Ukuran ketepatan pemilihan media pembelajaran ini dianalisis dengan em- pat kriteria, yaitu: 1) kesesuaian dengan ma- teri, 2) kesesuaian dengan karakteristik siswa, 3) kesesuaian dengan gaya belajar siswa, dan 4) kesesuaian dengan fasilitas pendukung. Me- dia pembelajaran tepat guna yang akan di eval- uasi sumatif adalah semua mata pelajaran yang ditemukan oleh peneliti di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin melalui metode populasi dan sampel menggunakan teknik purposive random sampling sebanyak 20 sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin. Sampel penelitian ini diambil secara acak namun tetap memper- hatikan media-media pembelajaran yang telah

(4)

dimanfaatkan oleh guru, sehingga guru-guru sekolah dasar (SD) yang jarang dan bahkan tidak pernah menggunakan media pembelaja- ran sama sekali dapat diabaikan.

Metode pengumpulan data menggunakan Teknik dokumentasi, observasi, dan wa- wancara. Dokumentasi dan observasi digunakan untuk mengetahui media pembela- jaran yang digunakan guru, sedangkan wa- wancara untuk mengetahui kegiatan pembela- jaran dan media pembelajaran yang digunakan oleh guru. Teknik analisis data dalam evaluasi sumatif ini dilakukan secara deksriptif-kuali- tatif menggunakan model prinsip-prinisp dan kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi ketepatan pemilihan media pembelajaran tepat guna yang terdiri dari empat kriteria. Data kualitatif penelitian ini kemudian dianalisis oleh peniliti dengan menggambarkan data yang diperoleh sebagaimana adanya melalaui trian- gulasi sumber data. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles, M. B. & Huberman, A. M., yang dikutip dari Mansur dkk (2019) seperti gambar di bawah ini:

Gambar 2.Kerucut Pengalaman Belajar Edgar Dale dalam Media Pembelajaran

Hasil dan Pembahasan

Pemilihan Media Pembelajaran yang Tepat Heinich, Molenda, dan Russel (1982) dalam bukunya “Instructional Media and The New Technologies of Instructions” menyusun suatu model prosedural yang diberi nama akronim

“ASSURE”. Model ASSURE ini dimaksudkan untuk menjamin penggunaan media pembela- jaran yang efektif.

Gambar 3.Model ASSURE dalam Pemilihan Media Pembelajaran yang Tepat

Model yang diakronimkan dengan ASSURE itu meliputi 6 langkah dalam perencanaan sistematik untuk penggunaan media, yaitu: An- alyze Learner Characteristics, State Objectives, Select, Modify or Design Materials, Utilize Ma- terials, Require Learner Response, and Summa- tive Evaluation.

a) Analyze Learner Characteristics, yaitu:

Identifikasi kebutuhan dan karakteris- tik siswa. Sebuah perencanaan dan pemilihan media pembelajaran didasarkan atas analisis kebutuhan dan karakteristik belajar peserta didik. Sa- lah satu indikator adanya analisis kebu- tuhan dan karakteristik belajar peserta didik, yaitu: guru telah melakukan sele- ksi pemilihan media pembelajaran te- pat guna yang disesuaikan dengan ke- mampuan taraf berfifkir, sikap, dan ket- erampilan siswa yang ingin dicapai agar dapat dikuasai dengan mudah oleh siswa sesuai dengan tuntutan kuriku- lum pembelajaran. Dari hasil pengama- tan peneliti terhadap 20 sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin ditemukan rata-rata bahwa guru telah melakukan tahapan Analyze Learner Characteris- tics ini dalam proses perencanaan dan pemilihan media pembelajaran tepat guna.

b) State Objectives, yaitu: Perumusan tujuan seperti SK-KD, indikator, dan tujuan pembelajaran yang sudah ter- muat dalam RPP tematik sekolah dasar (SD). Pemilihan media pembelajaran harus dibuat sedemikian rupa sehingga akan membantu dan memudahkan siswa untuk mencapai tujuan pembela- jaran. Dari hasil pengamatan peneliti

(5)

Se-Kota Banjarmasin

terhadap 20 sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin ditemukan data bahwa rata-rata guru telah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan yang ada di RPP tematik sekolah dasar (SD). Di dalam RPP tersbeut juga sudah termuat materi, media, dan sumber belajar yang akan digunakan.

c) Select, Modify or Design Materials, yaitu:

memilih, merubah, dan merancang kembali media pembelajaran tepat guna sesuai dengan kebutuhan pem- belajaran di kelas. Untuk membuat atau memilih media pembelajaran tepat guna dalam kegiatan pembelajaran, bi- asanya guru akan melakukan salah satu dari tiga kemungkinan sebagai berikut:

1) memilih media pembelajaran yang sudah tersedia, 2) merubah media pembelajaran yang sudah ada, dan 3) merancang kembali media pembelaja- ran tepat guna sesuai dengan kebu- tuhan pembelajaran di kelas. Dari hasil pengamatan peneliti terhadap 20 sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarma- sin ditemukan data bahwa rata-rata guru lebih memilih media pembelaja- ran yang sudah tersedia dari sekolah.

d) Utilize Materials, yaitu: perumusan dan sturkutur materi dalam media pem- belajaran harus berkaitan dengan sub- stansi isi/materi pelajaran yang harus diberikan. Media pembelajaran yang te- lah dipilih di dalamnya haruslah berisi materi yang harus dikuasai siswa sep- erti yang termuat dalam RPP tematik sekolah dasar (SD). Dari hasil pengama- tan peneliti terhadap 20 sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin ditemukan data bahwa rata-rata guru sudah tepat dalam menyusun materi dalam media pembelajaran yang terdiri dari isi ma- teri pelajaran, quiz, dan latihan soal- soal, serta ada hafalan yang berisfat drill & practice/trial & error.

e) Require Learner Response, yaitu:

keterlibatan siswa dalam situasi belajar yang paling efektif, efisien, dan ber- makna. Guru mengontrol situasi belajar yang memberikan kesempatan siswa

untuk merespon dan terlibat langsung dalam pembelajaran. Oleh karena itu siswa harus dilibatkan semaksimal mungkin dalam pemanfaatan atau penggunaan media pembelajaran yang telah dipilih guru. Dari hasil pengama- tan peneliti terhadap 20 sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin ditemukan data bahwa rata-rata guru telah meli- batkan siswa untuk merespon penggunaan media pembelajaran sep- erti dalam kegiatan bermain sambil belajar berupa quiz, latihan soal-soal, dan hafalan yang berisfat drill & prac- tice/trial & error.

f) Summative Evaluation, Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang te- pat guna akan dipergunakan dikelas (Arikunto, S., 1999). Evaluasi sumatif ini terdiri dari model prinsip-prinisp dan empat kriteria ketepatan pemili- han media pembelajaran yang tepat.

Prinip-prinisp dalam mengevaluasi me- dia pembelajaran adalah bagaimana cara mengelola evaluasi itu sendiri yang terdiri dari lima tahapan, yaitu: 1) memfokuskan evaluasi media pembela- jaran, 2) mendesain evaluasi sumatif, 3) mengumpulkan data/informasi, 4) menganalisis informasi, dan 5) melaporkan hasil evaluasi dalam ben- tuk pemetaan. Sedangkan mendesain evaluasi sumatif yang dimaksud adalah membuat kriteria ketepatan pemilihan media pembelajaran yang tepat terdiri dari: 1) kesesuaian dengan materi, kes- esuaian dengan karakteristik siswa, kesesuaian dengan gaya belajar siswa, dan kesesuaian dengan fasilitas pen- dukung.

(6)

Ketepatan Pemilihan Media Pembelajaran

Gambar 3.Model ASSURE dalam Pemilihan Media Pembelajaran yang Tepat

Pembelajaran menggunakan media pem- belajaran tepat guna akan berjalan efektif jika peran guru dalam pembelajaran adalah bertin- dak sebagai fasilitator atau memberikan kemu- dahan siswa dalam belajar. Proses pembelaja- ran dengan memanfaatkan media pembelaja- ran tepat guna untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran siswa akan menjadi lebih efektif, efisien, dan bermakna jika sebelumnya guru te- lah memilih dan menyiapkan media pembelaja- ran tepat guna tersebut dengan beracuan pada model ASSURE (Mansur & Utama, 2017). Pem- belajaran yang efektif, efisien, dan bermakna dapat dikatakan sebagai pembelajaran yang memanfaatkan atau menggunakan media pem- belajaran tepat guna sebagai mediasi atau alat bantu dalam menyampikan pesan kepada pe- serta didik. Selain itu, pembelajaran yang efek- tif, efisien, dan bermakna juga harus melibat- kan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan media pembelajarannya untuk mem- peroleh respon siswa terhadap media pem- belajaran tepat guna yang telah dipilih oleh guru.

Ketepatan pemilihan media pembelajaran berdasarkan pada kriteria pemilihan media pembelajaran yang tepat dikemukakan oleh Susilana & Riyana. (2009), yakni: kesesuaian dengan materi, kesesuaian dengan karakteris- tik siswa, kesesuaian dengan gaya belajar siswa, dan kesesuaian dengan fasilitas pen- dukung. Dari hasil pengamatan peneliti ter- hadap kesesuaian dengan materi, guru rata- rata banyak memilih media pembelajaran standar yang telah disiapkan oleh sekolah dan

secara otomatis sudah sesuai dengan kuriku- lum pembelajaran yang termuat dalam RPP.

Kemudian dalam perumusan dan sturkutur materi dalam media pembelajaran juga sudah berkaitan dengan substansi isi/materi pelaja- ran yang akan diajarkan.

Kesesuaian materi pembelajaran merupa- kan bahan atau kajian yang akan diajarkan pada kegiatan pembelajaran. Pertimbangan lainnya dari bahan atau pokok bahasan pada kesesuaian materi adalah sampai sejauh mana kedalaman materi dipaparkan dalam media pembelajaran yang harus dikuasai siswa, kemudian karakteristik materi yang berbeda membutuhkan media yang sesuai dengan karakteristik siswa dan gaya belajar siswa yang berbeda-beda pula, sehingga kesesuaian ma- teri pembelajaran, karakteristik, dan gaya bela- jar siswa merupakan serangkaian kegiatan da- lam menentukan pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran yang akan digunakan.

Selain itu fasilitas pendukung merupakan kegiatan perencanaan sebelum pemilihan me- dia pembelajaran tepat guna, yang artinya da- lam kegiatan perencanaan ini guru harus men- imbang kelebihan dan kekurangan dari fasilitas dan sarana-prasarana yang diberikan oleh sekolah seperti: ketersediaan media pembela- jaran dan sumber belajar yang dapat dimodifi- kasi oleh guru atau hanya tinggal digunakan saja (Wijayanti & Sungkono, 2017).

Dari hasil pengamtan yang dilakukan peneliti ditemukan bahwa pada serangkaian kegiatan pemilihan media pembelajaran tepat guna guru-guru telah melakukannya sesuai model ASSURE baik secara sadar maupun tidak, ternyata guru-guru sudah menerapkan ketepatan pemilihan media pembelajaran yang baik dan tepat, mulai dari kesesuaian materi, karakteristik siswa, dan gaya belajar siswa.

Fasilitas pendukung merupakan kegiatan perencanaan sebelum pemilihan media pem- belajaran tepat guna, disini guru-guru telah melakukan analisis terhadap kelebihan dan kekurangan dari fasilitas dan sarana-prasarana yang diberikan oleh sekolah, yaitu hanya me- manfaatakan saja media pembelajaran dan sumber-sumber belajar yang telah disediakan oleh sekolah, seperti: media pembelajaran te- pat guna alat hitung/sempoa, globe, peta mata

(7)

Se-Kota Banjarmasin

angin, peta atlas, tabel perkalian, dan gambar- gambar mading berupa konten mata pelajaran IPA/IPS.

Media pembelajaran tepat guna merupakan mediasi untuk menyampaikan isi/materi kepada siswa agar terangsang dan merespon isi/materi tersebut demi tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif, efisien, dan ber- makna. Pemilihan media pembelajaran tepat guna dalam pembelajaran diperlukan analisis mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang dibutuhkan, seperti model ASSURE. Semakin relevan media pembelajaran yang dipilih maka akan semakin mendukung dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif, efisien, dan bermakna (Utama dkk, 2019).

Pengelolaan evaluasi sumatif merupakan pengumpulan informasi melalui kegiatan penilaian dengan menggunakan instrument untuk menentukan kualitas dan nilai suatu me- dia pembelajaran. Informasi yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan pertim- bangan, solusi, dan alternatif bagi para pengambil keputusan/kebijakan melalui pemetaan. Evaluasi sumatif media pembelaja- ran bertujuan untuk menilai dan mengukur media-media pembelajaran tepat guna yang dipilih guru secara menyeluruh dan kompre- hensif. Dalam hal ini peneliti memfokskan eval- uasi sumatif pada ketepatan pemilihan media pembelajaran yang digunakan guru. Karena ketika guru akan merencanakan, memanfaa- takan, dan menggunakan media pembelajaran langkah awal adalah memilih media pembela- jaran yang tepat sesuai dengan materi, karak- teristik siswa, gaya belajar siswa, dan fasilitas pendukung dari sekolah (Mansur & Utama, 2019). Dari hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat di laporkan hasil evaluasi sumatif ketepatan pemilihan media pembelajaran tepat guna oleh guru-guru di sekolah dasar (SD) se- Kota Banjarmasin adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Pemetaan Evaluasi Ketepatan Pemilihan Media Pembela- jaran tepat Guna

No Model

Perencanaan Pemilihan Me- dia Pembelaja-

ran

Kriteria Ketepatan Pemilihan Media Pem-

belajaran

Persentase Guru yang

telah Melakukan

Ket

1 Analyze Learner Characteristics

Karakteristik Peserta Didik Gaya Belajar Peserta Didik

80%

70%

Baik

2 State Objec- tives

Kesesuaian Materi Karakteristik Peserta Didik Gaya Belajar Peserta Didik

100%

80%

70%

Amat Baik

3 Select, Modify or Design Ma- terials

Kesesuaian Materi Fasilitas Pen- dukung

80%

70%

Baik

4 Utilize Materi- als

Kesesuaian Materi Karakteristik Peserta Didik Gaya Belajar Peserta Didik

80%

80%

70%

Baik

5 Require Learner Response

Karakteristik Peserta Didik Gaya Belajar Peserta Didik

80%

70%

Baik

6 Evaluation (Summative)

Guru melakukan feedback setelah kegiatan pembelaja- ran tercapai untuk re- fleksi pening- katan kegiatan pembelaja- ran selanjut- nya

70% Cukup

Rata-Rata Laporan Kegiatan Evaluasi Ketepatan Pemilihan Media Pembelajaran Tepat Guna oleh Guru- Guru di SD se-Kota Banjarmasin

≥80% Baik

Daftar Media Pembelajaran Tepat Guna yang Dipilih dan Dipakai oleh Guru- Guru di SD se-Kota Banjarmasin

Alat hitung/sempoa, globe, peta mata angin, peta atlas, tabel perkalian, dan gambar-gambar mading berupa kon- ten mata pelajaran IPA/IPS.

Kesimpulan

Kondisi faktual penggunaan media pem- belajaran tepat guna oleh guru-guru di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin ternyata sudah menerapkan model perencanaan dan pemili- han media pembelajaran yang baik dan tepat sesuai dengan model ASSURE. Implementasi model evaluasi sumatif dalam mengevaluasi

(8)

ketepatan pemilihan media pembelajaran yang digunakan oleh guru-guru di sekolah dasar (SD) se-Kota Banjarmasin menunjukkan kate- gori baik atau dengan kata lain guru-guru telah mampu dalam merencanakan, memilih, me- manfaatakan, dan menggunakan media pem- belajaran tepat guna sesuai dengan 4 kriteria ketepatan pemilihan media pembelajaran.

Pemetaan ketepatan pemilihan media pem- belajaran adalah merupakan hasil evaluasi su- matif dalam penelitian ini yang dilakukan ber- dasarkan empat kriteria ketepatan pemilihan media pembelajaran, yaitu: kesesuaian dengan materi, kesesuaian dengan karakteristik siswa, kesesuaian dengan gaya belajar siswa, dan kes- esuaian dengan fasilitas pendukung.

References

Arikunto, S. (1999). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara.

Hamalik, O. (2004). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara.

Mansur, H. H., & Utama, A. H. (2019). Challenges and Commit- ments to Implementation of Full-Day School in Banjar- masin. In International Conference on Education Tech- nology (ICoET 2019). Atlantis Press.

Mansur, H. H., Utama, A. H., & Mastur, M. (2019). Pengembangan media pembelajaran berbasis komputer (PBK) menggunakan aplikasi Prezi. In Prosiding Seminar Na- sional Lingkungan Lahan Basah (Vol. 4, No. 3, pp. 566- 569).

Mansur, H., & Utama, A. H. (2017). Pemanfaatan Desain Media Ajar Interaktif Dengan Program Microsoft Power Point dan iSpring di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat.

Molenda, H. R., & James, D. R. (1982). Instructional Media and The New Technology of Instruction. Canada: John Wiley &

Son.

Sadiman, A. S. (2014). Educational Media, Understanding, Devel- opment and Utilization.

Sudjana, N., & Rivai, A. (2007). Teknologi Pengajaran. Bandung:

Sinar Baru Algensindo.

Susilana, R., & Riyana, C. (2009). Media Pembelajaran: Hakikat.

Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung.

Utama, A. H., Mansur, H., & Irianti, E. (2019). The Development of Ecosystem Education Game Product to Improve Learn- ing Motivation of 5th Grade Students of Elementary School. In International Conference on Educational Technology.

Wagner, R. W. (1970). Edgar Dale: Professional. Theory into Prac- tice, 9(2), 89-95.

Wijayanti, S., & Sungkono, J. (2017). Pengembangan Perangkat Pembelajaran mengacu Model Creative Problem Solv- ing berbasis Somatic, Auditory, Visualization, Intellec- tually. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 101-110.

Gambar

Gambar 1. Kerucut Pengalaman Belajar Edgar Dale dalam Media  Pembelajaran
Gambar 3. Model ASSURE dalam Pemilihan Media Pembelajaran  yang Tepat
Gambar 3. Model ASSURE dalam Pemilihan Media Pembelajaran  yang Tepat
Tabel 1. Pemetaan Evaluasi Ketepatan Pemilihan Media Pembela- Pembela-jaran tepat Guna

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berj

Aplikasi ini dibuat semenarik mungkin dengan tambahan animasi yang menggunakan Macromedia Flash MX, sehingga orang-orang akan lebih tertarik untuk melihat. Aplikasi ini dibuat

“ Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Di Badan Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa.

Pengajaran berbahasa Inggris untuk pariwisata meningkatkan keterampilan peserta dan menambah kepercayaan diri saat menyapa, berbicara, bercerita, menjelaskan objek wisata

Hasil penelitian ini terjadi karena variabel FDR, NPF, Bank Size , GDP, dan Inflasi memiliki keterkaitan satu sama lain, dengan memiliki aset yang besar maka

Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan program pada saat itu Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan program pada saat

2. a) Batasan bahwa diskresi oleh pejabat administrasi negara merupakan perbuatan hukum administrasi negara, apabila suatu tindakan atau perbuatan yang dilakukan

Dengan menjadikan dua hadith sebagai obyek analisis; pertama, hadith tentang orang mukmin yang makan dengan satu usus dan orang kafir dengan tujuh usus; kedua, hadith