• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENILAIAN AUTENTIK HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI ASAM BASA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENILAIAN AUTENTIK HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI ASAM BASA."

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

PENILAIAN AUTENTIK HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI ASAM BASA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Kimia

Oleh:

Novi Gustiani Putri NIM: 0601951

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

PENILAIAN AUTENTIK HASIL BELAJAR

SISWA KELAS XI PADA MATERI ASAM

BASA

Oleh Novi Gustiani Putri

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

© Novi Gustiani Putri 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

Agustus 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

PENILAIAN AUTENTIK HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI ASAM BASA

Disusun oleh:

Novi Gustiani Putri

0601951

Disetujui dan Disahkan oleh Pembimbing: Pembimbing I

Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si

NIP. 195807121983032002

Pembimbing II

Dra. Wiwi Siswaningsih, M. Si

NIP. 196203011987032001

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Pendidikan Indonesia

(4)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa Kelas XI pada Materi Asam Basa”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penilaian autentik hasil belajar siswa pada materi asam basa dengan penugasan demonstrasi dan proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas XI berjumlah 18 orang. Instrumen yang digunakan yaitu rubrik penilaian hasil belajar siswa, lembar observasi, tes tertulis (esai), angket, dan pedoman wawancara. Penilaian autentik hasil belajar siswa dengan menggunakan penugasan demonstrasi pada aspek kognitif tingkat pengetahuan dalam mengingat adalah cukup (69,4%), aspek psikomotorik tingkat keterampilan menggunakan alat-alat demonstrasi adalah baik (82,4%), dan aspek afektif pada tingkat receiving,

responding, dan valuing adalah cukup (74,85%). Penilaian Autentik hasil belajar

siswa dengan menggunakan penugasan proyek pada aspek kognitif tingkat pemahaman, penerapan, analisis, dan evaluasi adalah cukup (72,9%), aspek psikomotorik tingkat keterampilan menggunakan alat-alat percobaan adalah baik (77,2%), dan aspek afektif pada tingkat receiving dan responding adalah cukup (71,1%). Tanggapan siswa terhadap penugasan autentik adalah baik. Siswa tertarik pada tugas proyek dan dapat menambah wawasan serta mempermudah dalam memahami larutan asam basa dalam kehidupan sehari-hari.

Kata kunci : penilaian autentik, hasil belajar

ABSTRACT

(5)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah…..………..………... 1

B. Rumusan Masalah………..……… 2

C. Pembatasan Masalah……….……… 2

D. Tujuan Penelitian………..………. 3

E. Manfaat Penelitian………..………... 3

F. Definisi Operasional….………..……… 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA………...……… 5

A. Penilaian Autentik ………..………... 5

1. Pengertian Penilaian Autentik ……… 5

2. Sifat Penilaian Autentik ... 6

3. Jenis Penilaian Autentik ... 4. Tugas (Task) dan Kriteria Penilaian atau Rubrik (Rubrics) ... 7 9 5. Perbandingan Penilaian Autentik dengan Penilaian Biasa ... 10

B. Belajar dan Hasil Belajar ....………... 12

1. Pengertian Belajar ... 12

2. Hasil Belajar Sains ... 12

C. Tinjauan Materi Pembelajaran: Asam Basa ... 15

1. Sifat Larutan Asam dan Basa ... 16

(6)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……….. 26

A. Metode Penelitian ……...………. 26

B. Subjek Penelitian ... 26

C. Langkah-langkah Penelitian …………....……… 26

D. Instrumen Penelitian ... 28

E. Prosedur Penelitian ... 33

F. Teknik Pengumpulan Data ... 35

G. Teknik Pengolahan Data ... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………... 38

A. Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Demonstrasi ... 38

B. Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Penugasan Proyek ... 46

C. Tanggapan Siswa Terhadap Penugasan Autentik ... 59

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………. 62

A. Kesimpulan ……… 62

B. Saran ………. 63

DAFTAR PUSTAKA ……… 64

LAMPIRAN ... 67

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Senyawa Asam dan Sumbernya ... 16

Tabel 2.2 Senyawa Basa dan Sumbernya ... 18

Tabel 2.3 Perubahan Warna Lakmus Merah dan Biru ... 20

Tabel 2.4 Urutan Warna pada Kertas Indikator Universal ... 21

Tabel 2.5 Trayek pH dan Perubahan Warna ... 22

Tabel 2.6 Perubahan Warna Ekstrak Kubis Ungu ... 24

Tabel 3.1 Kriteria Task Penilaian Autentik ... 28

Tabel 3.2 Indikator Respon Siswa Terhadap Penugasan Autentik ... 33

Tabel 3.3 Indikator Alam yang Digunakan Siswa dalam Demonstrasi .. 34

Tabel 3.4 Jenis dan Sumber Data Penelitian ... 35

Tabel 3.5 Skala Kategori Kemampuan Siswa ... 36

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Asam Cuka yang Terdapat pada acar ... 17

Gambar 2.2 Perubahan kertas lakmus pada larutan asam ... 20

Gambar 2.3 Kertas indikator universal ... 20

Gambar 2.4 Buah Bit ... 23

Gambar 2.5 Kembang Sepatu ... 23

Gambar 2.6 Kol Ungu ... 24

Gambar 2.7 Perbadaan Warna Indikator Kol Ungu pada Beberapa Larutan ... 24

Gambar 2.8 Kunyit ... 25

Gambar 2.9 pH Meter ... 25

Gambar 3.1 Langkah-Langkah Penelitian ... 27

Gambar 4.1 Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa Pada Aspek Kognitif Melalui Lembar Kerja Siswa (LKS) ... 39

Gambar 4.2 Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Kemampuan Mengingat Perubahan Warna Indikator Alam ... 39

Gambar 4.3 Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa pada Aspek Psikomotorik melalui Observasi pada Demontrasi ... 41

Gambar 4.4 Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Keterampilan Menggunakan Alat-alat Demonstrasi ... 42

Gambar 4.5 Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa pada Aspek Afektif melalui Observasi pada Demonstrasi ... 43

Gambar 4.6 Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Kemampuan Siswa dalam Tingkat Receiving, Responding, dan Valuing ... 44

Gambar 4.7 Perbandingan Nilai Rata-rata Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif, Psikomotorik, dan Afektif pada Jenis Penilaian Autentik Demonstrasi ... 45

Gambar 4.8 Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif

(9)

Gambar 4.9 Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Kemampuan

Siswa pada Aspek Kognitif Tingkat Pemahaman ... 47

Gambar 4.10 Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif

melalui Penugasan Proyek Identifikasi Larutan Asam Basa

dengan Indikator Alam ... 49

Gambar 4.11 Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Kemampuan

Siswa Pada Aspek Kognitif Tingkat Pemahaman dan

Analisis ... 50

Gambar 4.12 Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif

Melalui Tes Tertulis (Esai) ... 51

Gambar 4.13 Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Kemampuan

Siswa Pada Aspek Kognitif Tingkat Penerapan, Memahami,

dan Analisis ... 52

Gambar 4.14 Perbandingan Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa pada

Aspek Kognitif Melalui Penugasan Proyek ... 53

Gambar 4.15 Perbandingan Nilai Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif pada

Penugasan Proyek ... 53

Gambar 4.16 Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa Pada Aspek

Psikomotorik melalui Penugasan Proyek ... 54

Gambar 4.17 Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Kemampuan

Siswa pada Aspek Psikomotorik Tingkat Keterampilan ... 55

Gambar 4.18 Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa pada Aspek Afektif

melalui Penugasan Proyek ... 56

Gambar 4.19 Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Kemampuan

Siswa pada Aspek Afektif Tingkat Receiving dan

Responding ... 56 Gambar 4.20 Perbandingan Nilai Rata-rata Penilaian Autentik Hasil

Belajar Siswa pada Aspek Kognitif, Psikomotorik, dan

(10)

Gambar 4.21 Perbandingan Nilai Rata-rata Aspek Kognitif, Psikomotorik,

dan Afektif Antara Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa

dengan Menggunakan Demonstrasi dan Penugasan Proyek ... 59

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Lampiran Penilaian Autentik Jenis Demonstrasi ... 67

Lampiran A.1. Validasi Lembar Kerja Siswa ... 67

Lampiran A.2. Format Kriteria Penilaian Lembar Kerja Siswa ... 68

Lampiran A.3. Lembar Kerja Siswa ... 69

Lampiran A.4. Rubrik Penilaian Aspek Psikomotorik pada Demonstrasi . 70 Lampiran A.5. Lembar Observasi Penilaian Aspek Psikomotorik Demonstrasi Pembuatan Indikator Alam ... 72

Lampiran A.6. Rubrik Penilaian Aspek Afektif Tingkat Valuing pada Demonstrasi ... 76

Lampiran A.7. Lembar Observasi Penilaian Aspek Afektif Tingkat Valuing pada Demonstrasi ... 77

Lampiran A.8. Rubrik Penilaian Aspek Afektif Tingkat Receiving dan Responding pada Demonstrasi ... 79

Lampiran A.9. Lembar Observasi Penilaian Aspek Afektif Tingkat Receiving dan Responding pada Demonstrasi ... 80

Lampiran B Lampiran Penilaian Autentik Jenis Proyek ... 82

Lampiran B.1. Rubrik Skoring Lembar Kerja Siswa I ... 82

Lampiran B.2. Format Kriteria Penilaian Lembar Kerja Siswa I ... 91

Lampiran B.3. Lembar Kerja Siswa I ... 96

Lampiran B.4. Rubrik Skoring Lembar Kerja Siswa II ... 101

Lampiran B.5. Format Kriterian Penilaian Lembar Kerja Siswa II ... 104

Lampiran B.6. Lembar Kerja Siswa II ... 109

Lampiran B.7. Rubrik Skoring Penilaian Proyek Aspek Psikomotorik ... 113

Lampiran B.8. Lembar Observasi Aspek Psikomotorik Tingkat Keterampiran pada Proyek ... 114

Lampiran B.9. Rubrik Penilaian Aspek Afektif Tingkat Receiving dan Responding pada Penugasan Proyek ... 115

(12)

Lampiran C Lampiran Penilaian Autentik Tes Tertulis (Esai) ... 117

Lampiran C.1. Validasi Soal Esai ... 117

Lampiran C.2. Format Penilaian Soal Esai ... 120

Lampiran D Lampiran Angket dan Wawancara ... 128

Lampiran D.1. Validasi Angket Siswa ... 128

Lampiran D.2. Angket Format Siswa ... 131

Lampiran D.3. Format Wawancara Siswa ... 132

Lampiran D.4. Hasil Wawancara Siswa ... 133

Lampiran E Surat Perizinan ... 138

Lampiran E.1. Surat Izin Penelitian ... 138

(13)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Penilaian merupakan salah satu aspek yang penting dalam suatu

pembelajaran. Menurut Firman (2000), penilaian merupakan proses penentuan

informasi yang diperlukan, pengumpulan serta penggunaan informasi tersebut

untuk melakukan pertimbangan sebelum keputusan. Penilaian sangat penting

peranannya dalam peningkatan mutu proses pengajaran. Pelaksanaan penilaian

harus dilaksanakan secara intensif dan teratur supaya menumbuhkan kebiasaaan

belajar yang baik bagi siswa.

Pada umumnya guru-guru di sekolah melaksanakan penilaian apa adanya

dan penilaian yang dilakukan oleh guru pada umumnya kurang memperhatikan

segi proses (Arifin, 2009). Proses belajar siswa merupakan salah satu aspek

penting dalam penilaian. Hal ini didukung oleh Muslich (2011) yang menyatakan

bahwa penilaian tidak hanya untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, tetapi

juga untuk mengetahui bagaimana proses belajar tersebut berlangsung.

Berdasarkan realitas tersebut, Muchtar (2010) menyatakan bahwa perlu adanya

pengembangan sistem penilaian yang mampu mengukur kemampuan siwa secara

holistik sebagai hasil belajar dan mendorong siswa untuk belajar mengembangkan

segala potensi dan kreativitasnya serta menerapkan pengetahuannya dalam

kehidupan sehari-hari. Jenis penilaian tersebut adalah penilaian autentik, yaitu

penilaian untuk mengukur secara keseluruhan hasil dan proses belajar dengan

berbagai cara.

Pada dasarnya, suatu sistem penilaian yang baik adalah tidak hanya

mengukur apa yang hendak diukur, namun juga dimaksudkan untuk memberikan

motivasi kepada siswa agar lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka

pelajari, sehingga penilaian menjadi bagian integral dari pengalaman

pembelajaran dan melekatkan aktivitas autentik yang dilakukan oleh siswa yang

dikenali dan distimulasi oleh kemampuan siswa untuk menciptakan atau

mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapat di ranah yang lebih luas (Earl&

(14)

2

Sudarajat (2007) dalam Hasan (2010) mengemukakan bahwa penilaian

autentik (autentic assessment) dianggap mampu untuk lebih mengukur secara

keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar

bukan hanya hasil tetapi juga proses dan dengan berbagai cara. Dengan kata lain

sistem penilaian seperti ini dianggap lebih adil untuk siswa sebagai pembelajar,

karena setiap jerih payah yang siswa hasilkan akan lebih dihargai.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperlukan suatu penelitian yang

bertujuan untuk memberikan gambaran tentang penilaian autentik hasil belajar.

Judul penelitian yang diangkat adalah “Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa

Kelas XI pada Materi Asam Basa”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah: ”Bagaimanakah penilaian autentik hasil belajar siswa kelas XI pada materi asam basa?”.

Agar mempermudah penelitian ini, permasalahan di atas dapat dijabarkan

dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimanakah penilaian autentik hasil belajar siswa kelas XI pada materi

asam basa dengan menggunakan demonstrasi?

2. Bagaimanakah penilaian autentik hasil belajar siswa kelas XI pada materi

asam basa dengan menggunakan penugasan proyek?

3. Bagaimana tanggapan siswa terhadap penugasan autentik pada materi asam

basa?

C. Batasan Masalah

Agar penelitian lebih terarah dan memberikan gambaran yang jelas, maka

penelitian ini dibatasi pada hal-hal berikut:

1. Jenis penilaian autentik yang digunakan dalam penelitian ini adalah

demonstrasi dan proyek.

(15)

3

3. Penerapan penilaian autentik dibatasi pada materi sub pokok indikator alam

pada identifikasi larutan asam basa (SMA Kelas XI).

D. Tujuan Penelitian

Tujuan umum dari penelitian ini adalah menggambarkan penilaian

autentik hasil belajar siswa kelas XI pada materi asam basa. Adapun tujuan

khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menggambarkan penilaian autentik hasil belajar siswa kelas XI pada materi

asam basa dengan penilaian autentik jenis demonstrasi.

2. Menggambarkan penilaian autentik hasil belajar siswa kelas XI pada materi

asam basa dengan penilaian autentik jenis proyek.

3. Menggambarkan tanggapan siswa terhadap penugasan autentik pada materi

asam basa.

E. Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan

manfaat bagi:

1. Peserta Didik

Memberikan pengalaman terhadap pengetahuan kimia yang ada dalam

kehidupan sehari-hari.

2. Guru

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi, masukan dan

wawasan dalam pelaksanaan penilaian pada proses belajar mengajar kimia.

Selain itu, penilaian autentik bisa dijadikan sebagai referensi penilaian

terhadap siswa selain tes tradisional yang biasa dilakukan.

3. Lembaga Pendidikan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dan salah

satu bahan pertimbangan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut

terhadap penilaian yang telah diterapkan. Selain itu dapat dijadikan masukan

dan bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bagi

(16)

4

4. Calon Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan, masukan, dan bahan

pertimbangan untuk melakukan penelitian dengan materi pokok yang

berbeda.

F. Definisi Operasional

1. Penilaian autentik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penilaian yang

berfokus pada tujuan, melibatkan pembelajaran secara langsung,

mengharuskan membangun keterkaitan dan kerjasama, serta menanamkan

tingkat berpikir yang lebih tinggi. Penilaian autentik ini diukur dengan

menggunakan penilaian demonstrasi dan penugasan proyek.

2. Hasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mencakup aspek

kognitif, psikomotorik, dan afektif. Aspek kognitif diukur oleh tes tertulis

(esai) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Aspek psikomotorik dan afektif diukur

(17)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan

tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010). Metode yang digunakan dalam

penelitian ini adalah metode deskriptif. McMillan dan Schumacer (2001)

mengungkapkan bahwa penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat

pencandraan atau gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai

sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.

Sukmadinata (2009) mendeskripsikan penelitian deskriptif sebagai suatu

bentuk penelitian yang paling dasar. Ditunjukkan untuk mendeskripsikan atau

menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat

alamiah ataupun rekayasa manusia. Penelitian ini bertujuan untuk

menggambarkan penilaian autentik hasil belajar siswa pada materi asam basa.

B. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI salah satu Sekolah

Menengah Atas di Kota Bandung yang telah memperoleh materi asam basa.

Jumlah peserta didik yang dijadikan subjek penelitian adalah satu kelas yang

berjumlah 18 orang.

C. Langkah-langkah Penelitian

Langkah-langkah dalam penelitian yang dilakukan, penulis menyusun alur

(18)

27

Tahap Persiapan

Tahap Pelaksanaan

Tahap Akhir

Gambar 3.1 Langkah-Langkah Penelitian

Penyusunan instrumen

Validasi Instrumen

Pelaksanaan Demonstrasi

Kesimpulan Data Hasil Penelitian Kajian silabus

Kimia SMA

Pengembangan Task dan Rubric

Studi Literatur mengenai penilaian autentik

Analisis materi asam basa

Analisis data Wawancara

Angket

Pelaksanaan Proyek Tahap I

Pelaksanaan Proyek Tahap II

(19)

28

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian di susun berdasarkan task (penugasan) dan rubrics

(kriteria penilaian) pada pelaksanaan penilaian autentik. Task berisi tentang

tahapan-tahapan tugas yang harus dikerjakan siswa berdasarkan kriteria task yang

ada dalam penilaian autentik. Rubrics berisi tentang skor penilaian tugas autentik.

Kriteria task penilaian autentik ditunjukkan pada Tabel 3.1

Tabel 3.1 Kriteria Task Penilaian Autentik

Kriteria Task Tahapan Tugas Penilaian Autentik

Tugas yang diberikan harus bermakna bagi siswa dan guru

Siswa diberi tugas kimia yang berhubungan dengan kimia dalam kehidupan sehari-hari

Siswa harus bisa mengaitkan pengetahuan lama yang sebelumnya sudah dipelajari dalam pembelajaran di kelas dengan pengetahuan baru dalam penugasan autentik yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari

Tugas disusun

bersama atau

melibatkan siswa

Siswa bekerjasama dengan guru dalam penyusunan dan penyelesaian tugas dengan bimbingan secara berkala

Siswa mencari dan menganalisis informasi tentang cara pembuatan indikator alam sehingga dapat menyimpulkan cara pembuatan indikator alam dengan baik dan benar

Siswa mencari dan menganalisis informasi tentang larutan asam basa yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari

Siswa mencari dan menganalisis informasi tentang cara mengidentifikasi larutan asam basa dalam kehidupan sehari-hari dengan indikator alam sehingga dapat menyimpulkan cara mengidentifikasi larutan asam basa dengan baik dan benar

Tugas tersebut

meminta siswa untuk mengkomunikasikan hasil dengan jelas

Siswa mengkomunikasikan cara pembuatan indikator alam kepada guru dan siswa lain dengan melaporkan dan mendemonstrasikan langsung cara pembuatannya Siswa mengkomunikasikan cara mengidentifikasi larutan asam basa dalam kehidupan sehari-hari dengan indikator alam kepada guru dengang melaporkan hasil temuannya

(20)

29

Rubrics (kriteria penilaian) dapat disusun setelah tahapan tugas penilaian

autentik di susun. Rubrics pelaksanaan penilaian autentik yang digunakan dalam

penelitian ini merupakan hasil susunan peneliti. Instrumen yang digunakan

diantaranya sebagai berikut:

1. Rubrik Penilaian Hasil Belajar Siswa

a. Rubrik Penilaian Aspek Psikomotorik pada Demonstrasi

Rubrik penilaian aspek psikomotorik pada demonstrasi ini berupa rubrik

yang digunakan peneliti untuk menilai kinerja siswa dalam keterampilan

menggunakan alat-alat demonstrasi pembuatan indikator alam.

Keterampilan yang diukur meliputi ketepatan penggunaan alat, kebersihan

alat sebelum dan sesudah demonstrasi, serta ketelitian dalam pengamatan.

Rubrik penilaian aspek psikomotorik pada demonstrasi ditunjukkan pada

Lampiran A. 4.

b. Rubrik Penilaian Aspek Afektif pada Demonstrasi

Rubrik penilaian aspek afektif pada demonstrasi ini berupa rubrik yang

digunakan peneliti untuk menilai sikap siswa pada tingkat receiving,

responding, dan valuing. Pada tingkat receiving, kemampuan yang dinilai

adalah kemampuan mengorganisasikan tugas, kerja, dan kegiatan. Di

bagian ini siswa diarahkan untuk memperhatikan tugas yang diberikan

sehingga mempunyai pemahaman yang jelas tentang maksud tugas yang

diberikan dan memberikan penampilan terbaik. Siswa juga mampu

mengorganisasikan tugas dengan cara yang logis sesuai dengan instruksi

yang diberikan. Pada tingkat responding, siswa diminta untuk

berpartisipasi aktif dalam tugas yang diberikan. Dalam hal ini,

kemampuan yang dinilai adalah kecepatan melaksanakan tugas dan

kemampuan untuk mengamati, mengukur serta melakukan kegiatan

lainnya dengan benar dan aman. Pada tingkat Valuing, siswa diminta

untuk menunjukkan keterampilan berkomunikasi lisan. Dalam hal ini,

kemampuan yang dinilai adalah penggunaan kalimat, kejelasan volume,

(21)

30

rubrik penilaian aspek afektif tingkat receiving dan responding pada

Demonstrasi ditunjukkan pada Lampiran A. 8.

c. Rubrik Penilaian Aspek Psikomotorik pada Proyek

Rubrik penilaian aspek psikomotorik pada proyek ini merupakan rubrik

yang digunakan peneliti untuk menilai kinerja siswa dalam keterampilan

menggunakan alat-alat proyek pada pembuatan indikator alam dan

identifikasi larutan asam basa. Keterampilan yang diukur meliputi

ketepatan penggunaan alat, kebersihan alat sebelum dan sesudah

percobaan, serta ketelitian dalam pengamatan. Tema proyek yang

diberikan kepada siswa adalah identifikasi larutan asam basa dalam

kehidupan sehari-hari dengan indikator alam. Proyek yang dilakukan

siswa dikerjakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama siswa harus

mengetahui cara pembuatan indikator alam yang kemudian dibuktikan

dengan mendemonstrasikan cara pembuatannya di depan kelas. Pada tahap

kedua siswa mengidentifikasi larutan asam basa dalam kehidupan

sehari-hari dengan indikator alam. Rubrik penilaian aspek psikomotorik pada

proyek ditunjukkan pada Lampiran B. 7.

d. Rubrik Penilaian Aspek Afektif pada Proyek

Rubrik penilaian aspek afektif pada proyek ini merupakan rubrik yang

digunakan peneliti untuk mengukur sikap siswa pada tingkat receiving dan

responding. Pada tingkat receiving, kemampuan yang dinilai adalah

kemampuan mengorganisasikan tugas, kerja, dan kegiatan. Di bagian ini

siswa diarahkan untuk memperhatikan tugas yang diberikan sehingga

mempunyai pemahaman yang jelas tentang maksud tugas yang diberikan

dan memberikan penampilan terbaik. Siswa juga mampu

mengorganisasikan tugas dengan cara yang logis sesuai dengan instruksi

yang diberikan. Pada tingkat responding, siswa diminta untuk

berpartisipasi aktif dalam tugas yang diberikan. Dalam hal ini,

kemampuan yang dinilai adalah kecepatan melaksanakan tugas dan

(22)

31

lainnya dengan benar dan aman. Rubrik penilaian aspek afektif pada

proyek ditunjukkan pada Lampiran B. 9.

e. Rubrik Penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS) pada Proyek

Rubrik penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS) pada proyek ini berupa

rubrik yang digunakan peneliti untuk menilai pekerjaan siswa selama

proyek berlangsung. Rubrik penilaian dibagi kedalam dua bagian sesuai

dengan pembagian proyek. Rubrik penilaian pertama berisi penilaian

terhadap cara pembuatan indikator alam. Sedangkan rubrik penilaian yang

kedua berisi penilaian pada identifikasi larutan asam basa dalam

kehidupan sehari-hari dengan indikator alam. Rubrik ini berisi

pilihan-pilihan kemungkinan jawaban siswa yang memiliki bobot nilai yang

berbeda pada setiap pilihan jawaban. Rubrik penilaian ini dapat mengukur

penilaian autentik hasil belajar siswa pada aspek kognitif. Rubrik penilaian

Lembar Kerja Siswa (LKS) pada proyek bagian satu ditunjukkan pada

Lampiran B. 1. Rubrik penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS) pada proyek

bagian kedua ditunjukkan pada Lampiran B. 4.

2. Lembar Observasi

a. Lembar Observasi Penilaian Aspek Psikomotorik pada Demonstrasi

Lembar observasi peniaian aspek psikomotorik pada demonstrasi

mempunyai isi yang sama dengan rubrik penilaian aspek psikomotorik

pada demonstrasi. Lembar observasi digunakan oleh observer untuk

menilai kinerja siswa dalam menggunakan alat-alat demonstrasi. Lembar

observasi penilaian aspek psikomotorik pada demonstrasi ditunjukkan

pada Lampiran A. 5.

b. Lembar Observasi Penilaian Aspek Afektif pada Demonstrasi

Lembar observasi peniaian aspek afektif pada demonstrasi mempunyai isi

yang sama dengan rubrik penilaian aspek afektif pada demonstrasi.

Lembar observasi digunakan oleh peneliti untuk menilai sikap siswa.

Lembar observasi penilaian aspek afektif tingkat valuing pada demonstrasi

(23)

32

tingkat receiving dan responding pada demonstrasi ditunjukkan pada

Lampiran A. 9.

c. Lembar Observasi Penilaian Aspek Psikomotorik pada Proyek

Lembar observasi peniaian aspek psikomotorik pada proyek mempunyai

isi yang sama dengan rubrik penilaian aspek psikomotorik pada proyek.

Lembar observasi digunakan oleh siswa untuk menilai kinerja siswa

sendiri dalam menggunakan alat-alat percobaan. Lembar observasi

penilaian aspek psikomotorik pada proyek ditunjukkan pada Lampiran B.

8.

d. Lembar Observasi Penilaian Aspek Afektif pada Proyek

Lembar observasi peniaian aspek afektif pada proyek mempunyai isi yang

sama dengan rubrik penilaian aspek afektif pada proyek. Lembar observasi

digunakan oleh peneliti untuk menilai sikap siswa. Lembar observasi

penilaian aspek afektif pada proyek ditunjukkan pada Lampiran B. 10.

3. Tes Tertulis (Esai)

Bentuk pengembangan instrumen tertulis ini adalah soal esai pada materi

identifikasi asam basa dalam kehidupan sehari-hari dengan indikator alam. Setiap

pokok uji ini mengacu pada aspek kognitif. Kemampuan aspek kognitif yang

digunakan adalah kemampuan pada tingkat analisis (C4), penerapan (C3), dan

evaluasi (C6). Tes tertulis ini diberikan kepada siswa setelah menyelesaikan dan

melaporkan hasil proyek sehingga bisa mengukur hasil belajar siswa pada aspek

kognitif.

4. Angket

Angket ini terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk

mengetahui tanggapan siswa terhadap tugas autentik yang diberikan. Angket yang

digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup dimana jawaban dari setiap

pertanyaan telah tersedia (ya dan tidak). Angket terdiri dari sembilan indikator

respon yang diuraikan kedalam 15 pertanyaan. Berikut diberikan poin indikator

(24)

33

Tabel 3.2. Indikator Respon Siswa terhadap Penugasan Autentik

No. Indikator Respon

1. Menunjukan rasa ketertarikan terhadap tugas proyek yang diberikan 2. Merasa penting terhadap tugas proyek yang diberikan

3. Merasa senang terhadap penugasan proyek 4. Merasa senang terhadap kegiatan proyek

5. Peran diskusi kelompok dalam pengerjaan tugas proyek 6. Kerjasama dalam tim (Kelompok)

7. Merasa mudah mengikuti kegiatan proyek 8. Manfaat tugas proyek

9. Kemampuan menerapkan hasil tugas proyek 5. Pedoman Wawancara

Pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian ini berupa daftar

pertanyaan yang diajukan kepada siswa yang berkaitan dengan tanggapan siswa

terhadap tugas autentik yang diberikan.

E. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian dibagi kedalam tiga tahan, yaitu tahap persiapan, tahap

pelaksanaan, dan tahap akhir.

1. Tahap Persiapan

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap persiapan ini diuraikan

sebagai berikut:

a) Kajian Literatur

Penelitian ini didahului dengan studi kepustakaan mengenai penilaian autentik

mulai dari pengertian, sifat dan jenis, sampai pada perbandingan penilaian

autentik dengan penilaian tradisional.

b) Analisis Materi Asam Basa

Materi yang digunakan dalam penelitian ini harus berhubungan dengan

kehiduan sehari-hari siswa. Penelitian ini mengambil sub pokok dari materi

asam basa yaitu mengenai identifikasi larutan asam basa dalam kehidupan

sehari-hari dengan indikator alam. Analisis materi identifikasi larutan asam

basa ini berhubungan dengan standar kompetensi untuk materi tersebut.

c) Pengembangan Task dan Rubrics

(25)

34

Setelah menyusun penugasan untuk siswa, peneliti menyusun rubrik atau

kriteria penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dari tugas yang sudah

diberikan. Tugas autentik diberikan pada siswa secara bertahap.

d) Penyusunan Instrumen Penelitian

Pada tahapan ini peneliti menyiapkan rubrik dan lembar observasi siswa untuk

menilai hasil belajar siswa pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif.

Selain itu, peneliti menyiapkan angket dan pedoman wawancara untuk

mendukung data penelitian

2. Tahap Pelaksanaan

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pelaksanaan ini diuraikan

sebagai berikut:

a) Pelaksanaan Proyek Tahap I

Tema proyek yang diberikan kepada siswa adalah identifikasi larutan asam

basa dalam kehidupan sehari-hari dengan indikator alam. Proyek ini dibagi

kedalam dua tahapan. Pada proyek tahap pertama menuntut siswa untuk

mencari pengetahuan mengenai indikator alam, contoh indikator alam dalam

kehidupan sehari-hari, serta cara pembuatannya. Dalam penyelesaian proyek

tersebut, siswa diberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) tentang cara pembuatan

indikator alam. Pengetahuan siswa mengenai cara pembuatan indikator alam

diaplikasikan pada pelaksanaan demonstrasi.

b) Pelaksanaan Demonstrasi

Pada tahap pelaksanaan ini siswa diminta untuk mendemonstrasikan cara

pembuatan indikator alam. Siswa dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri

atas empat sampai lima orang siswa. Pada demontrasi ini, setiap kelompok

mempertunjukkan indikator alam yang berbeda. Data indikator alam yang

digunakan oleh siswa dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3 Indikator Alam yang Digunakan Siswa dalam Demonstrasi

No Kelompok Jenis Indikator Alam

1 Kelompok 1 Kunyit

2 Kelompok 2 Kol ungu

3 Kelompok 3 Buah bit

(26)

35

c) Pelaksanaan Proyek Tahap II

Pada pelaksanaan proyek tahap dua siswa dituntut untuk mengidentifikasi

larutan asam basa dalam kehidupan sehari-hari dengan indikator alam. Seperti

pada pelaksanaan proyek pertama, dalam penyelesaian proyek tahap dua siswa

diberikan Lembar Kerja Siswa (LKS). Siswa dituntut untuk mengetahui larutan

asam basa yang ada dalam kehidupan sehari-hari dengan indikator alam yang

sebelumnya sudah dipelajari dalam demonstrasi pembuatan indikator alam.

3. Tahap Akhir

Pada tahap ini peneliti telah memperoleh data hasil penelitian. Seluruh

hasil penelitian yang telah diperoleh kemudian dianalisis. Hasil penelitian tersebut

kemudian dirujuk kembali dengan berbagai literatur sehingga pada akhirnya dapat

ditarik suatu kesimpulan mengenai penilaian autentik hasil belajar siswa pada

materi asam basa.

F. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian diperoleh dari berbagai sumber seperti

dijelaskan pada Tabel 3.4 sebagai berikut

Tabel 3.4 Jenis dan Sumber Data Penelitian

No. Jenis Data Penelitian Sumber Data Penelitian

1. Penilaian autentik hasil belajar siswa aspek kognitif

Rubrik, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan tes tertulis (esai) 2. Penilaian autentik hasil belajar

siswa aspek psikomotorik

Rubrik dan lembar observasi

3. Penilaian autentik hasil belajar siswa aspek afektif

Rubrik, lembar observasi, dan wawancara

4. Tanggapan siswa terhadap penilaian autentik

Angket dan wawancara

G. Teknik Pengolahan Data

1) Data Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif

a) Lembar Kerja Siswa (LKS)

- Menghitung jumlah skor siswa berdasarkan kriteria penilaian (rubrik)

(27)

36

Nilai Hasil Belajar Siswa =

x 100% - Mengkategorikan persen penilaian berdasarkan kriteria penilaian

(rubrik) menggunakan skala kategori kemampuan siswa seperti pada

Tabel 3.5

Tabel 3.5 Skala Kategori Kemampuan Siswa

No. Skala Kemampuan Kategori

1. 86%-100% Sangat Baik

- Menghitung persen jumlah siswa dalam setiap kategori dengan cara:

Persen yang dicari =

x 100%

b) Tes Tertulis (Esai)

- Menghitung jumlah skor siswa berdasarkan kriteria penilaian untuk

tes tertulis kemudian dihitung persentase nilainya dengan cara:

Nilai Hasil Belajar Siswa = Jumlah Skor siswa pada tes tertulis x 100% Jumlah Total Skor Tes Tertulis

- Mengkategorikan persen penilaian berdasarkan kriteria penilaian

(rubrik) menggunakan skala kategori kemampuan siswa seperti pada

Tabel 3.5 di atas

- Menghitung persen jumlah siswa dalam setiap kategori dengan cara:

Persen yang dicari =

x 100%

2) Data Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa Aspek Psikomotorik

- Menghitung jumlah skor siswa berdasarkan kriteria penilaian untuk aspek

psikomotorik kemudian dihitung persentase nilainya dengan cara:

Nilai Hasil Belajar Siswa = Jumlah Skor siswa pada lembar observasi x100% Jumlah Total Skoring Rubrik Psikomotorik - Mengkategorikan persen penilaian berdasarkan kriteria penilaian (rubrik)

menggunakan skala kategori kemampuan siswa seperti pada Tabel 3.5 di

atas

(28)

37

Persen yang dicari =

x 100%

3) Data Penilaian Autentik Hasil Belajar Siswa Aspek Afektif

- Menghitung jumlah skor siswa berdasarkan kriteria penilaian untuk aspek

afektif kemudian dihitung persentase nilainya dengan cara:

Nilai Hasil Belajar Siswa = Jumlah Skor siswa pada lembar observasi x100% Jumlah Total Skoring Rubrik Afektif

- Mengkategorikan persen penilaian berdasarkan kriteria penilaian (rubrik)

menggunakan skala kategori kemampuan siswa seperti pada Tabel 3.5 di

atas

- Menghitung persen jumlah siswa dalam setiap kategori dengan cara:

Persen yang dicari =

x 100%

4) Data Hasil Angket Siswa

a) Mentabulasi jawaban angket

b) Menghitung persentase jawaban siswa untuk setiap pertanyaan pada

angket dengan cara:

Persentase jawaban angket = jumlah jawaban siswa x 100% Jumlah siswa seluruhnya

c) Melakukan interpretasi terhadap jawaban angket dengan cara membuat

penafsiran sebagai berikut

Tabel 3.6 Skala Kategori Jawaban Angket Siswa Persentase Siswa

a) Data hasil wawancara ditraskripkan

b) Tiap jawaban hasil wawancara dihubungkan dengan data lain yang

(29)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis, temuan, dan pembahasan diperoleh kesimpulan

bahwa penilaian autentik hasil belajar siswa pada materi asam basa dapat

menggunakan observasi pada demonstrasi dan penugasan proyek. Penilaian

autentik hasil belajar siswa pada aspek kognitif dapat diukur menggunakan

Lembar Kerja Siswa (LKS), sedangkan aspek psikomotorik dan afektif diukur

dengan menggunakan lembar observasi. Penilaian Autentik hasil belajar siswa

dengan menggunakan demonstrasi pada aspek kognitif tingkat pengetahuan dalam

mengingat adalah cukup (69,4%), aspek psikomotorik tingkat keterampilan

menggunakan alat-alat demonstrasi adalah baik (82,4%), dan aspek afektif pada

tingkat receiving, responding, dan valuing adalah cukup (74,85%).

Penilaian autentik hasil belajar siswa dengan menggunakan penugasan

proyek dapat mengukur aspek kognitif dengan laporan proyek dan tes tertulis

(esai), aspek psikomotorik menggunakan lembar observasi siswa terhadap

penugasan proyek, dan aspek afektif menggunakan lembar observasi. Penilaian

autentik hasil belajar siswa dengan menggunakan penugasan proyek pada aspek

kognitif tingkat pemahaman, penerapan, analisis, dan evaluasi adalah cukup

(72,9%), aspek psikomotorik tingkat keterampilan menggunakan alat-alat

percobaan adalah baik (77,2%), dan aspek afektif pada tingkat receiving dan

responding adalah cukup (71,1%).

Tanggapan siswa terhadap penugasan autentik adalah baik. Siswa tertarik

pada tugas proyek dan dapat menambah wawasan serta mempermudah dalam

(30)

63

B. Saran

Berdasarkan hasil analisis, temuan, dan pembahasan, ada beberapa hal

yang menjadi saran yaitu:

1. Peneliti lain

Hasil penelitian tentang penilaian autentik hasil belajar siswa ini dapat

dijadikan sebagai dasar bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian

lanjutan. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengembangan

penilaian autentik pada jenis yang lain seperti self assessment dan peer

assessment.

2. Guru

Sebaiknya guru dapat menerapkan penilaian autentik dalam kegiatan

pembelajaran. Penyusunan rubrik dan lembar observasi aspek afektif dan

psikomotorik penilaian autentik dapat dilakukan dalam forum Musyawarah

Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia atau dilakukan pembinaan oleh tim ahli

(31)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Mulyati, dkk. (2003). Strategi Belajar Mengajar Kimia. Bandung: Technical Cooperation Project for Development of Science And Mathematics Teaching for Primary and Secondary Education In Indonesia (IMSTEP).

Arifin, Zainal. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. (2008). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi

VI). Jakarta: PT. Asdi Mahasatya

Dahar, R .W. (1989). Teori – Teori Belajar. Jakarta : Erlangga

Depdiknas. (2003). Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata

Pelajaran Kimia. Jakarta.

Firman, H. (2007). Laporan Analisis Literasi Sains Berdasarkan Hasil PISA

Nasional Tahun 2006. Jakarta: Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang

Depdiknas.

Firman, H. (2000). Penilaian Hasil Belajar dalam Pengajaran Kimia. Bandung: Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI.

Gumilar, Cahya. (2012). Penerapan Peer Assessment dan Self Assessmen Pada

Tes Formatif Hidrokarbon untuk Feedback Siswa SMA Kelas X. Skripsi:

Tidak Diterbitkan.

(32)

65

Haryati, M. (2009). Model dan Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press Jakarta

Johnson, E. B. (2010). Contextul Teaching and Lerning: Menjadikan Kegiatan

Belajar Mengajar Mengasyikan dan Bermakna. Bandung: Kaifa

McMillan, J. H. dan Schumacher, S. (2001). Research in Education: A

Conceptual Introduction. New York: Addison Wesley Longman.

Muchtar, H. (2010). Penerapan Penilaian autentik dalam Upaya Peningkatan

Mutu Pendidikan. [online]. Tersedia: http://www.bpkpenabur.or.id/files/

pdf [1 Februari 2012]

Mudzakir, A. (2005). Chemie im Kontext (Konsepsi Inovativ Pembelajaran Kimia

di Jerman). Seminar Nasional Pendidikan Kimia II.

Muslich, M. (2011). Authentic Assesment: Penilaian Berbasis Kelas dan

Kompetensi. Bandung: Refika Aditama.

Natal, Natalia. (2011). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan

Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. [online]. Tersedia: Repository.library.uksw.edu.bitstream/handle/123456789/983/T1_292008 274_judul.pdf.

Ristiani, R (2011). Pengembangan Penilaian Berbasis Kelas Untuk Mengukur

Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Pembelajaran Sistem Koloid Dengan Model Contextual Teaching Learning. Skripsi: Tidak

Diterbitkan.

Rustaman, N., Firman, H. dan Kardiawarman. (2004). Ringkasan Eksekutif :

Analisis Hasil PISA Bidang Literasi Sains. Puspendik.

Rustaman, N., Firman, H. (2010). Penilaian Otentik (Authentic Assessment) dan

(33)

66

Purba, M. (2006). IPA Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

Sagala, S. (2005). Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu

Memecahkan Problematika Belajar Dan Mengajar. Bandung : Alfabeta

Sanjaya, W. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Sutresna, Nana. (2007). Cerdas Belajar KIMIA untuk Kelas XI.

Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2006). Kurikulum dan

Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

Gambar

Gambar 4.22
Gambar 3.1 Langkah-Langkah Penelitian
Tabel 3.1 Kriteria Task Penilaian Autentik
Tabel 3.2. Indikator Respon Siswa terhadap Penugasan Autentik No.
+5

Referensi

Dokumen terkait

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DITINJAU DARI PENGGUNAAN SISTEM PENILAIAN GURU ANTARA PENILAIAN AUTENTIK DAN PENILAIAN KONVENSIONAL (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 TERAS

Penilaian autentik ( Authentic Assessment ) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap,3. keterampilan,

Penilaian autentik adalah kegiatan menilai peserta didik yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian

Penilaian Autentik Untuk Mengukur Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI Pada Materi Hidrokarbon ” ini beserta seluruh isinya adalah sepenuhnya karya saya sendiri. Tidak

Kesesuaian instrumen1 dengan karakteristik penilaian autentik 1 mendapat skor 2 (sesuai) pada instrument 1, 2, 3, dan 5, sementara untuk instrumen 4 terdapat 1 soal pada

Ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan berdasarkan hasil penelitian yaitu (1) Penilaian autentik memiliki hubungan yang signifikan dengan pemahaman siswa,

Saran berdasarkan pada simpulan penelitian ini adalah guru perlu melaksanakan penilaian autentik secara serius serta menjadikan penilaian autentik yang telah dilaksanakan

KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang diperoleh dari setiap siklus tindakan, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian penjelasan tentang penilaian autentik, memberi kebebasan kepada siswa