Influenza
Influenza
A.A. PengertianPengertian
In
Inflflueuenznza a adadalalah ah : : SuSuatatu u pepenynyakakit it ininfefeksksi i akakut ut sasaluluraran n pepernrnapapasasanan ter
terutautama ma ditditandandai ai oleoleh h demdemam, am, menmenggiggigil gil saksakit it otootot,t, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorokan sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorokan dan batuk nonproduktif.
dan batuk nonproduktif.
B.
B. Etiologi.Etiologi.
Penyebab dari influenza adalah virus influenza. Ada
Penyebab dari influenza adalah virus influenza. Ada tiga tipe yakni tipetiga tipe yakni tipe A, B dan C. Ketiga tipe ini dapat dibedakan dengan
A, B dan C. Ketiga tipe ini dapat dibedakan dengan complement fixation complement fixation test
test . Tipe A merupakan virus penyebab influenza yang bersifat epidemik.. Tipe A merupakan virus penyebab influenza yang bersifat epidemik. Tipe B biasanya hanya menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Tipe B biasanya hanya menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada tipe A dan kadang-kadang saja sampai mengakibatkan epidemik. Tipe C tipe A dan kadang-kadang saja sampai mengakibatkan epidemik. Tipe C adalah tipe yang diragukan patogenesisnya untuk manusia, mungkin hanya adalah tipe yang diragukan patogenesisnya untuk manusia, mungkin hanya menyebabkan gangguan ringan saja. Virus penyebab influenza merupakan menyebabkan gangguan ringan saja. Virus penyebab influenza merupakan suatu orthomyxovirus golongan RNA. Struktur antigenik virus influenza suatu orthomyxovirus golongan RNA. Struktur antigenik virus influenza meliputi antara lain 3 bagian utama yaitu : Antigen S (soluble Antigen), meliputi antara lain 3 bagian utama yaitu : Antigen S (soluble Antigen), hemaglutinin dan Neuramidase. Antigen S merupakan suatu inti partikel hemaglutinin dan Neuramidase. Antigen S merupakan suatu inti partikel vir
virus us yanyang g terterdirdiri i ataatas s ribribonuonuldeldeoproproteotein. in. AntAntigeigen n ini ini spespesifsifik ik untuntukuk masing-masing tipe. Hemaglutinin dan neuramidase berbentuk seperti duri masing-masing tipe. Hemaglutinin dan neuramidase berbentuk seperti duri dan tampak menonjol pada
dan tampak menonjol pada permukaan virus. Hemaglutinin diperlukan untukpermukaan virus. Hemaglutinin diperlukan untuk le
lekakatntnya ya vivirurus s papada da memembmbraran n sesel l pepenjnjamamu u sesedadangngkakan n neneururomomididasasee diperlukan untuk pelepasan virus dari sel
C.
C. PatofisiologiPatofisiologi
Vi
Virurus s ininflflueuenznza a A, A, B B dadan n C C mamasisingng-m-masasining g dedengngan an babanynyak ak sisifafatt mutagenik yang mana virus tersebut dihirup lewat droplet mukus yang mutagenik yang mana virus tersebut dihirup lewat droplet mukus yang ter
teraroarolislisis is dardari i oraorang-ng-oraorang ng yanyang g terterinfinfekseksi. i. VirVirus us inini i menmenumpumpuk uk dandan me
menenembmbus us pepermrmukukaaaan n mumukokosa sa sesel l papada da sasaluluraran n nanapapas s babagigian an atatasas,, me
mengnghahasisilkalkan n sesel l lilisisis s dadan n kekerurusasakakan n epepitithehelilium um sisililia. a. NeNeururamamididasasee me
mengngururanangi gi sisifafat t kekentntal al mumukokosa sa sesehihingngga ga mememumudadahkhkan an pepenynyebebararanan eksudat yang mengandung virus pada saluran napas bagian bawah. Di suatu eksudat yang mengandung virus pada saluran napas bagian bawah. Di suatu per
peradaadangangan n dan dan neknekrosrosis is brobronchnchioliolar ar dan dan epiepithetheliulium m alvalveoleolar ar menmengisgisii alveoli dan exudat yang berisi leukosit, erithrosit dan membran hyaline. alveoli dan exudat yang berisi leukosit, erithrosit dan membran hyaline. Hal ini sulit
Hal ini sulit untuk mengontrol influenza sebab permukaan sel antigen virusuntuk mengontrol influenza sebab permukaan sel antigen virus memiliki kemampuan untuk berubah. Imunitas terhadap virus influenza A memiliki kemampuan untuk berubah. Imunitas terhadap virus influenza A dimediasi oleh tipe spesifik immunoglobin A (lg A) dalam sekresi nasal. dimediasi oleh tipe spesifik immunoglobin A (lg A) dalam sekresi nasal. Sirkulasi lg G juga secara efektif untuk menetralkan virus. Stimulus lg G Sirkulasi lg G juga secara efektif untuk menetralkan virus. Stimulus lg G adalah dasar imunisasi dengan vaksin influenza A yang tidak
adalah dasar imunisasi dengan vaksin influenza A yang tidak aktif.aktif. Sete
Setelah lah nekrnekrosis osis dan dan desqudesquamasi amasi terjterjadi adi regeregeneranerasi si epitepitheliuhelium m secasecarara per
perlahlahan an mulmulai ai setsetelaelah h saksakit it harhari i kelkelimaima. . RegRegeneneraerasi si menmencapcapai ai suasuatutu maximum kedalam 9 sampai 15 hari, pada saat produksi mukus dan celia maximum kedalam 9 sampai 15 hari, pada saat produksi mukus dan celia mulai tamapk. Sebelum regenerasi lengkap epithelium cenderung terhadap mulai tamapk. Sebelum regenerasi lengkap epithelium cenderung terhadap invasi bakterial sekunder yang berakibat pada pneumonia bakterial yang invasi bakterial sekunder yang berakibat pada pneumonia bakterial yang disebabkan oleh staphiloccocus Aureus.
disebabkan oleh staphiloccocus Aureus.
Penyakit pada umumnya sembuh sendiri. Gejala akut biasanya 2 sampai 7 Penyakit pada umumnya sembuh sendiri. Gejala akut biasanya 2 sampai 7 hari diikuti oleh periode penyembuhan kira-kira seminggu. Penyakit ini hari diikuti oleh periode penyembuhan kira-kira seminggu. Penyakit ini pe
kematian tinggi bersama sekunder. Resiko tinggi pada orang tua dan orang kematian tinggi bersama sekunder. Resiko tinggi pada orang tua dan orang yang berpenyakit kronik.
yang berpenyakit kronik.
D.
D. Manifestasi klinik.Manifestasi klinik.
Pada umumnya pasien mengeluh demam, sakit kepala, sakit otot, batu, Pada umumnya pasien mengeluh demam, sakit kepala, sakit otot, batu, pilek dan kadang-kadang sakit pada waktui menelan dan suara serak. pilek dan kadang-kadang sakit pada waktui menelan dan suara serak. Gejala-gejala ini dapat didahului oleh peraasaan malas
Gejala-gejala ini dapat didahului oleh peraasaan malas dan rasa dingin.dan rasa dingin.
E.
E. Komplikasi.Komplikasi.
•
• Viral pneumonia primerViral pneumonia primer
Ditandai dengan dyspnea, cyanosis, hemoptysis Ditandai dengan dyspnea, cyanosis, hemoptysis
•
• Bacterial pneumonia sekunderBacterial pneumonia sekunder
Ditandai dengan : dyspnea, cyanosis, hemoptysis dan
Ditandai dengan : dyspnea, cyanosis, hemoptysis dan sputum berdarah.sputum berdarah.
RANTAI KEJADIAN DALAM PENYEBARAN INFLUENZA RANTAI KEJADIAN DALAM PENYEBARAN INFLUENZA
Kejadian Kejadian Agent Etiologi Agent Etiologi Reservoir Reservoir M
Menenyeyebabar r dadalalam m ppananddememikik, , eeppidideemimik,k, penyakit menular setempat dan kasus-kasus penyakit menular setempat dan kasus-kasus sp
spororadadik ik ; ; titingnggi gi papada da mumusisim m didingngin in papadada zona temperatur.
zona temperatur.
Tiga tipe virus (A, B dan C) masing-masing Tiga tipe virus (A, B dan C) masing-masing dengan sifat turunan.
Transmisi Transmisi Periode inkubasi Periode inkubasi Periode Periode kommunicabilitas kommunicabilitas
Kelemahan dan resisten Kelemahan dan resisten
LLaappoor r ppaadda a ddiinnaass kesehatan setempat kesehatan setempat
M
Mananususia ia ; ; bebebeberrapapa a mamammalalia ia ddicicururigigaiai sebagai sumber sifat-sifat turunan virus. sebagai sumber sifat-sifat turunan virus. Transmisi langsung oleh inhalasi virus dalam Transmisi langsung oleh inhalasi virus dalam nukus kotor yang
nukus kotor yang berterbangan.berterbangan. 24-27 jam.
24-27 jam. 3 hari dari
3 hari dari symptom onset/serangan.symptom onset/serangan. Un
Univeiversarsal l : : infinfekseksi i menmenghaghasilsilkan kan imuimunitnitasas terh
terhadap adap suatu sifat suatu sifat turunturunan an spesspesifik virus,ifik virus, te
tetatapi pi dudurarasi si imimununititas as tetergrganantutung ng papadada simpanan antigenic pada sifat turunan.
simpanan antigenic pada sifat turunan. La
Lappooraran n kakasusus-s-kakasusus s mamanndadatotoryry//yayanngg diperintahkan.
diperintahkan.
F.
F. Penularan.Penularan.
Penularan influenza secara alami berasal dari percikan ludah saat bersin Penularan influenza secara alami berasal dari percikan ludah saat bersin atau batuk. Penyebaran dapat pula berasal dari kontak langsung dan atau batuk. Penyebaran dapat pula berasal dari kontak langsung dan kontak tak langsung.
kontak tak langsung.
Virus influenza B menyebar dalam waktu 1 hari sebelum gejala timbul Virus influenza B menyebar dalam waktu 1 hari sebelum gejala timbul tetapi pada kasus influenza A baru tampak setelah 6 hari.penyebaran tetapi pada kasus influenza A baru tampak setelah 6 hari.penyebaran virus influenza pada anak berlangsung selama kurang dari 1 minggu pada virus influenza pada anak berlangsung selama kurang dari 1 minggu pada influenza A dan sampai 2 minggu pada infeksi influenza B. masa inkubasi influenza A dan sampai 2 minggu pada infeksi influenza B. masa inkubasi
influenza berkisar dari 1 sampai 7 hari tetapi umumnya berlangsung 2 influenza berkisar dari 1 sampai 7 hari tetapi umumnya berlangsung 2 sampai 3 hari.
sampai 3 hari.
G.
G. PencegahanPencegahan
Yang paling pokok dalam menghadapi
Yang paling pokok dalam menghadapi influenza adalah pencegahan. Infeksiinfluenza adalah pencegahan. Infeksi dengan virus influenza akan memberian kekebalan terhadap reinfeksi
dengan virus influenza akan memberian kekebalan terhadap reinfeksi dengan virus yang homolog.
dengan virus yang homolog. Karena sering terjadi perubahan akibat mutasiKarena sering terjadi perubahan akibat mutasi gen, antigen pada virus influenza akan
gen, antigen pada virus influenza akan berubah, sehingga seorang msihberubah, sehingga seorang msih mungkin diserang berulang kali dengan galur
mungkin diserang berulang kali dengan galur (stain) virus influenza yang(stain) virus influenza yang telah mengalami perubahan ini.
telah mengalami perubahan ini.
Kekebalan yang diperoleh melalui vaksinasi terdapat pada sekitar 70%. Kekebalan yang diperoleh melalui vaksinasi terdapat pada sekitar 70%. Vaksinasi perlu diberikan 3 sampai 4 minggu sebelum terserang influenza. Vaksinasi perlu diberikan 3 sampai 4 minggu sebelum terserang influenza. Kar
Karena ena terterjadjadi i perperubaubahanhan-pe-perubrubahaahan n padpada a virvirus us makmaka a padpada a perpermulmulaanaan wabah influenza biasanya hanya tersedia vaksin dalam jumlah terbatas wabah influenza biasanya hanya tersedia vaksin dalam jumlah terbatas dan vaksin direkomendasikan untuk kelompok tertentu yang mempunyai dan vaksin direkomendasikan untuk kelompok tertentu yang mempunyai resiko meningkatnya komplikasi influenza : mereka yang berusia lebih dari resiko meningkatnya komplikasi influenza : mereka yang berusia lebih dari 65 tahun, mereka dengan penyakit yang kronik seperti kardiovaskuler, 65 tahun, mereka dengan penyakit yang kronik seperti kardiovaskuler, diabetes melitus, immunosupresi atau disfungsi ginjal, anemia berat dan diabetes melitus, immunosupresi atau disfungsi ginjal, anemia berat dan pil
pilmonmonal. al. MeMerekreka a ini ini diadianjnjurkurkan an untuntuk uk dibdiberierikan kan vakvaksin sin setsetiap iap tahtahunun me
menjnjelelanang g mumusisim m didingngin in atatau au mumusisim m huhujajan. n. BaBagi gi papasisien en yayang ng sesedadangng me
mendndereritita a dedemamam m akakut ut sesebabaikiknynya a diditutundnda a pepembmbereriaian n vavaksksin in sasampmpaiai keadaan membaik.
keadaan membaik.
H.
H. Studi diagnostikStudi diagnostik
T
T
Tees s LLaabboorraattoorriiuumm
Ku
Kultltuur r jjarariningagan n nanasasal l atatauau sekret pharyngeal.
sekret pharyngeal.
Positif untuk virus infuenza Positif untuk virus infuenza
K
Kuullttuur r ssppuuttuumm.. PPoossiittiif f uunnttuuk k bbaakktteerri i ppaaddaa infeksi sekunder
infeksi sekunder Fl
Fluouorerescscenent t anantitibobody dy yayangng mengotori sekret.
mengotori sekret.
Positif untuk virus infuen Positif untuk virus infuen Hemagglutination inhibition or
Hemagglutination inhibition or complement fixation test complement fixation test
Me
Meniningngkakat t 4 4 x x papada da anantitibobodydy aannttaarra a ttaahhaap p aakkuut t ddaann pemulihan.
pemulihan. Urinalysis Albuminuria Urinalysis Albuminuria K
Keecceeppaattaan n sseeddiimmeennttaassii meninggi
meninggi
Erythrosit Erythrosit
Jumlah WBC
Jumlah WBC Leukopenia (< 5000 mmLeukopenia (< 5000 mm33) atau) atau
le
leukukososititososis is (1(11.1.00000-0-1515.0.00000 mm
mm33).).
Hemoglobin
Hemoglobin MeningkatMeningkat
Hematocrit
Hematocrit MeningkatMeningkat
I.
I. Therapy obatTherapy obat
Antipyretic : ASA 600 mg secara oral, 4 jam bagi dewasa; acetaminophen Antipyretic : ASA 600 mg secara oral, 4 jam bagi dewasa; acetaminophen
bagi anak-anak. bagi anak-anak.
Agent adrenergic : Phenylephrine (Neo-Synephrine), 0,25%, 2 tetes Agent adrenergic : Phenylephrine (Neo-Synephrine), 0,25%, 2 tetes padapada
tiap-tiap nostril bagi kongesti nasal. tiap-tiap nostril bagi kongesti nasal.
Agent antitussive : Terpin hydrat dengan codeine, 5-10 ml PO q 3-4 jam Agent antitussive : Terpin hydrat dengan codeine, 5-10 ml PO q 3-4 jam
untuk dewasa apabila batuk. untuk dewasa apabila batuk.
Agent antiinfektif : Amantadine 100 mg PO atau untuk durasi epidemic Agent antiinfektif : Amantadine 100 mg PO atau untuk durasi epidemic
(3-6 minggu) untuk orang-orang beresiko tinggi berumur (3-6 minggu) untuk orang-orang beresiko tinggi berumur diatas 9 tahun bisa juga
diatas 9 tahun bisa juga diberikan kepada orang-orangdiberikan kepada orang-orang berumur diatas 65 tahun tetapi takaran dikurangi untuk berumur diatas 65 tahun tetapi takaran dikurangi untuk orang dengan gagal fungsi.
orang dengan gagal fungsi.
Imunisasi aktif : Vaccine, 0,5ml IM untuk dewasa; 0,25 ml untuk bayi 6-35 Imunisasi aktif : Vaccine, 0,5ml IM untuk dewasa; 0,25 ml untuk bayi 6-35 bulan; 0,5 ml IM untuk anak-anak 3-12 tahun; untuk bayi bulan; 0,5 ml IM untuk anak-anak 3-12 tahun; untuk bayi dan anak-anak berikan 2 dosis pada interval 4 minggu. dan anak-anak berikan 2 dosis pada interval 4 minggu. Vaksin ini harus diulangi secara tahunan pada Vaksin ini harus diulangi secara tahunan pada individu-individu yang sudah tua, orang-orang dewasa yang sakit individu yang sudah tua, orang-orang dewasa yang sakit kronis, anak-anak dengan jantung kronis atau penyakit kronis, anak-anak dengan jantung kronis atau penyakit pulmonary, perawatan rumah penduduk dan pulmonary, perawatan rumah penduduk dan fasilitas-fasilitas pelayanan kronis, dan penyediaan pelayanan fasilitas pelayanan kronis, dan penyediaan pelayanan kesehatan dengan mengontak pasien-pasien beresiko kesehatan dengan mengontak pasien-pasien beresiko tinggi.
tinggi.
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
INFLUENZA
INFLUENZA
1.
1. PengkajianPengkajian
a.
Observasi Observasi ::
§
§ Memungkinkan adanya konjungtivitis.Memungkinkan adanya konjungtivitis. §
§ Wajah memerahWajah memerah §
§ KemKemungungkinkinan an adaadanya nya lymlymphaphadendenopopathy athy cercervivvivalal anterior
anterior §
§ Sakit kepala, photophobia dan sakit Sakit kepala, photophobia dan sakit retrobulbarretrobulbar b.
b. PernapasanPernapasan Observasi Observasi ::
Mulanya ringan : sakit tenggorokan; substernal panas; Mulanya ringan : sakit tenggorokan; substernal panas;
batuk nonproduktif; coryza. batuk nonproduktif; coryza.
Kemudian : batuk keras dan produktif; erythema pada Kemudian : batuk keras dan produktif; erythema pada langit-langit yang lunak, langit-langit yang langit-langit yang lunak, langit-langit yang kkeerraas s bbaaggiiaan n bbeellaakkaanngg, , hhuulluu ke
kerorongngkokongnganan/t/tekekak ak babagigian an bebelalakakangng,, peningkatkan RR, rhonchi dan
peningkatkan RR, rhonchi dan crackles.crackles.
c.
c. AbdominalAbdominal
Observasi : Anorexia dan malaise (rasa tidak enal badan). Observasi : Anorexia dan malaise (rasa tidak enal badan). d.
d. NeurologiNeurologi
Observasi : Myalgia khususnya pada punggung dan kaki. Observasi : Myalgia khususnya pada punggung dan kaki. e.
Observasi : Tiba-tiba serangan demam (38
Observasi : Tiba-tiba serangan demam (3800 hingga 39hingga 3900C <>0 hinggaC <>0 hingga 103
10300F) yang secara bertahap turun dan naik lagi padaF) yang secara bertahap turun dan naik lagi pada
hari ketiga. hari ketiga.
2.
2. DiagnosaDiagnosa
1)
1) Inefektif perubahan jalan napas b.d obstruksi brhonchialInefektif perubahan jalan napas b.d obstruksi brhonchial Data Subyektif :
Data Subyektif :
Data Obyektif : Rhonchi, crackles (rales), tachypnea, batuk (mulanya Data Obyektif : Rhonchi, crackles (rales), tachypnea, batuk (mulanya
non-produktif, kemudian produktif), demam. non-produktif, kemudian produktif), demam. 2)
2) Kurang volume cairan b.d Kurang volume cairan b.d hyperthermia dan intake yang inadekuat.hyperthermia dan intake yang inadekuat. Data Subyektif : Keluhan-keluhan haus dan anorexia
Data Subyektif : Keluhan-keluhan haus dan anorexia Da
Data ta ObObyeyekktitif f : : HyHyppeertrthehemmia ia (3(38800-39-3900CC; ; 11002200-103-10300F)F), , wawajajahh
memerah; panas, kulit kering; mukosa membran dan memerah; panas, kulit kering; mukosa membran dan lidah kering; menurunnya output urine b.d kehilangan lidah kering; menurunnya output urine b.d kehilangan berat badan
berat badan 3)
3) Intoleransi terhadap aktivitas b.d adanya Intoleransi terhadap aktivitas b.d adanya kelemahan.kelemahan. Da
Data ta SuSubybyekektitif f : : KeKeluluhahan n mymyalalgigia, a, kekelelelalahahan, n, sasakikit t kekepapala la dadann photophobia
photophobia
Data Obyektif : Menurunnya tingkat aktivitas Data Obyektif : Menurunnya tingkat aktivitas 4)
Data Subyektif : Keluhan rasa panas. Data Subyektif : Keluhan rasa panas.
Data Obyektif : Meningkatnya suhu tubuh (38
Data Obyektif : Meningkatnya suhu tubuh (3800-39-3900C; 102C; 10200-103-10300F)F) kulit kering dan panas.
kulit kering dan panas.
3.
3. PerencanaanPerencanaan
Tujuan-tujuan pasien Tujuan-tujuan pasien a.
a. Jalan udara pasien akan menjadi tetap dengan bunyi napas jelas.Jalan udara pasien akan menjadi tetap dengan bunyi napas jelas. b.
b. Volume cairan pasien akan menjadi adekuat.Volume cairan pasien akan menjadi adekuat. c.
c. PaPasisien en akakan an mamampmpu u ununtutuk k memelalakukukakan n akaktitivivitatas s haharirian an tatanpnpaa kelemahan.
kelemahan. d.
d. Suhu tubuh pasien akan berada dalam batas normal.Suhu tubuh pasien akan berada dalam batas normal.
4.
4. ImplementasiImplementasi
a.
a. Inefektif perubahan jalan napas b.d obstruksi brhonchial.Inefektif perubahan jalan napas b.d obstruksi brhonchial. Intervensi :
Intervensi :
ôôAuskultasi paru-paru untuk rhonchi dan Auskultasi paru-paru untuk rhonchi dan cracklescrackles
R/ Menentukan kecukupan pertukaran gas dan luasan jalan
R/ Menentukan kecukupan pertukaran gas dan luasan jalan napasnapas terhalangi oleh sekret.
terhalangi oleh sekret.
R/ Adanya infeksi yang dicurigai ketika sekret tebal, kuning atau R/ Adanya infeksi yang dicurigai ketika sekret tebal, kuning atau
berbau busuk. berbau busuk.
ôô Kaji status hidrasi pasien: turgor kulit, mukosa membran, lidah,Kaji status hidrasi pasien: turgor kulit, mukosa membran, lidah, intake dan output selama 24 jam, hematocrit.
intake dan output selama 24 jam, hematocrit.
R/ Menentukan kebutuhan cairan. Cairan dibutuhkan jika turgor R/ Menentukan kebutuhan cairan. Cairan dibutuhkan jika turgor kulit jelek. Mukosa membran lidah dan kering, intake< output, kulit jelek. Mukosa membran lidah dan kering, intake< output, hematocrit tinggi.
hematocrit tinggi.
ôôBantu pasien dengan membatuk bila perlu.Bantu pasien dengan membatuk bila perlu. R/ Membatuk mengeluarkan sekret. R/ Membatuk mengeluarkan sekret.
ôô Posisi pasien berada pada body aligment yang benar untuk polaPosisi pasien berada pada body aligment yang benar untuk pola napas optimal (kepala tempat tidur 45
napas optimal (kepala tempat tidur 4500, jika ditoleransi 90, jika ditoleransi 9000).).
R/
R/ SeSekrkresesi i bebergrgererak ak ololeh eh grgravavititasasi i seselalagi gi poposisisi si beberurubabah.h. Meninggikan kepala tempat tidur menggerakan isi abdominal Meninggikan kepala tempat tidur menggerakan isi abdominal me
mennjjauauhi hi ddiaiapphrhragagmma a ununtutuk k memenniningkgkatatkakan n kokontntrarakksisi diaphragmatis.
diaphragmatis.
ôô Menjaga lingkungan bebas allergen (misal debu, bulu unggas, asap)Menjaga lingkungan bebas allergen (misal debu, bulu unggas, asap) menurut kebutuhan individu.
menurut kebutuhan individu. R/
R/ SeSekrkresesi i bebergrgererak ak ololeh eh grgravavititasasi i seselalagi gi poposisisi si beberurubabah.h. Meninggikan kepala tempat tidur menggerakan isi abdominal Meninggikan kepala tempat tidur menggerakan isi abdominal me
mennjjauauhi hi ddiaiapphrhragagmma a ununtutuk k memenniningkgkatatkakan n kokontntrarakksisi diaphragmatis.
ôôTingkatkan kelembaban ruangan dengan dingin ringan.Tingkatkan kelembaban ruangan dengan dingin ringan. R/
R/ MeMelelembmbababkakan n dadan n memennipipisiskakan n sesekrkret et guguna na mememumudadahkhkanan pengeluarannya.
pengeluarannya.
ôôBerikan decongestans (NeoSynepBerikan decongestans (NeoSynephrine) seperti hrine) seperti pesanan.pesanan.
R/ Memudahkan pernapasan melalui hidung dan cegah kekeringan R/ Memudahkan pernapasan melalui hidung dan cegah kekeringan
membran mukosa oral. membran mukosa oral.
ôô Mendorong meningkatkan intake cairan dari 1 ½ sampai 2 l/hariMendorong meningkatkan intake cairan dari 1 ½ sampai 2 l/hari kecuali kontradiksi.
kecuali kontradiksi.
R/ Mencairkan sekret sehingga lebih mudah dikeluarkan. R/ Mencairkan sekret sehingga lebih mudah dikeluarkan. b.
b. Kurang volume cairan b.d hyperthermia dan Kurang volume cairan b.d hyperthermia dan intake yang inadekuat.intake yang inadekuat. Intervensi :
Intervensi :
ôôTimbang pasienTimbang pasien
R/ Periksa tambahan atau kehilangan cairan. R/ Periksa tambahan atau kehilangan cairan.
ôôMengukur intake dan output cairan.Mengukur intake dan output cairan.
R/ Menetapkan data keseimbangan cairan. R/ Menetapkan data keseimbangan cairan.
ôôKaji turgor kulit.Kaji turgor kulit. R/ Kulit tetap baik
R/ Kulit tetap baik berkaitan dengan inadekuat cairan interstitial.berkaitan dengan inadekuat cairan interstitial.
R/ Sputum tebal menunjukkan kebutuhan cairan. R/ Sputum tebal menunjukkan kebutuhan cairan.
ôôObservasi konsentrasi urine.Observasi konsentrasi urine.
R/ Urine terkonsentrasi mungkin menunjukkan kekurangan cairan. R/ Urine terkonsentrasi mungkin menunjukkan kekurangan cairan.
ôôMonitor hemoglobin dan hematocrit.Monitor hemoglobin dan hematocrit. R/
R/ PeninPeninggian ggian mungkmungkin in menumenunjuknjukkan kan hemokhemokonseonsentrantrasi si tepatepatnyatnya kekurangan cairan.
kekurangan cairan.
ôôObservasi lidah dan mukosa membran.Observasi lidah dan mukosa membran.
R/ Kekeringan menunjukkan kekurangan cairan. R/ Kekeringan menunjukkan kekurangan cairan.
ôô Bantu Bantu pasiepasien n mengmengidentidentifikaifikasi si cara cara untuk mencegah untuk mencegah kekukekurangarangann cairan.
cairan.
R/ Mencegah kambuh dan melibatkan pasien dalam
R/ Mencegah kambuh dan melibatkan pasien dalam perawatan.perawatan. c.
c. Intoleransi terhadap aktivitas b.d adanya Intoleransi terhadap aktivitas b.d adanya kelemahan.kelemahan. Intervensi :
Intervensi :
ôôObservasi respon terhadap aktivitas.Observasi respon terhadap aktivitas. R/ Menentukan luasan toleransi. R/ Menentukan luasan toleransi.
ôô Identifikasi faktor-faktor yang mendukung aktivitas intoleransi,Identifikasi faktor-faktor yang mendukung aktivitas intoleransi, misal demam, efek samping obat.
R/ Menghilangkan faktor-faktor kontribusi mungkin memecahkan R/ Menghilangkan faktor-faktor kontribusi mungkin memecahkan
aktivitas intoleran. aktivitas intoleran.
ôôKaji pola tidur pasien.Kaji pola tidur pasien.
R/ Kurang tidur kontribusi terhadap kelemahan. R/ Kurang tidur kontribusi terhadap kelemahan.
ôôPeriode rencana istirahat antara aktivitas.Periode rencana istirahat antara aktivitas. R/ Mengurangi kelelahan.
R/ Mengurangi kelelahan.
ôôLakukan aktivitas bagi pasien Lakukan aktivitas bagi pasien hingga pasien mampu melakukannya.hingga pasien mampu melakukannya. R/ Penuhi kebutuhan pasien tanpa menyebabkan kelelahan.
R/ Penuhi kebutuhan pasien tanpa menyebabkan kelelahan. d.
d. Hyperthermia b.d proses inflamatory.Hyperthermia b.d proses inflamatory. Intervensi :
Intervensi :
ôôUkur temperatur tubuh.Ukur temperatur tubuh.
R/ Menunjukkan adanya demam dan l
R/ Menunjukkan adanya demam dan luasannya.uasannya.
ôôKaji temperatur kulit dan warna.Kaji temperatur kulit dan warna.
R/ Hangat, kering, kulit memerah menunjukkan suatu
R/ Hangat, kering, kulit memerah menunjukkan suatu demam.demam.
ôôMonitor jumlah WBC.Monitor jumlah WBC.
R/ Indikasi leukopenia dibutuhkan untuk melindungi pasien dari R/ Indikasi leukopenia dibutuhkan untuk melindungi pasien dari infeksi tambahan. Leukocytosis menujukkan suatu inflamatory infeksi tambahan. Leukocytosis menujukkan suatu inflamatory atau adanya proses infeksi.
ôôUkur intake dan output.Ukur intake dan output.
R/ Tentukan keseimbangan cairan dan perlu meningkatkan intake. R/ Tentukan keseimbangan cairan dan perlu meningkatkan intake.
ôôBerikan antipiyretic seperti dipesan.Berikan antipiyretic seperti dipesan.
R/ Kurangi demam melalui tindakan pada hypothalmus. R/ Kurangi demam melalui tindakan pada hypothalmus.
ôôTingkatkan sirkulasi udara dalam ruangan dengan fan.Tingkatkan sirkulasi udara dalam ruangan dengan fan. R/ Memudahkan kehilangan panas oleh konveksi R/ Memudahkan kehilangan panas oleh konveksi
ôôBerikan sebuah permandian dengan spon hangat/suam-suam.Berikan sebuah permandian dengan spon hangat/suam-suam. R/ Memudahkan kehilangan panas oleh evaporasi.
R/ Memudahkan kehilangan panas oleh evaporasi.
ôô Kenakan sebuah kantong es yang ditutup dengan sebuah handukKenakan sebuah kantong es yang ditutup dengan sebuah handuk pada axilla atau selangkang.
pada axilla atau selangkang.
R/ Memudahkan kehilangan panas oleh konduksi. R/ Memudahkan kehilangan panas oleh konduksi.
ôôSelimuti pasien hanya dengan seperei.Selimuti pasien hanya dengan seperei.
R/ Mencegah kedinginan; mengigil akan meningkatkan lebih lanjut R/ Mencegah kedinginan; mengigil akan meningkatkan lebih lanjut
kecepatan metabolis. kecepatan metabolis.
5.
5. EvaluasiEvaluasi Hasil
Hasil Pasien Pasien Data Data Yang Yang Menunjukkan Menunjukkan Bahwa Bahwa Hasil Hasil DicapaiDicapai
Jal
Jalan an napnapas as patpatentent JalaJalan napan napas berss bersih dan peih dan pernrnapaapasan besan berlarlangsngsungung tanpa hambatan. Tidak ada batuk. Bunyi napas tanpa hambatan. Tidak ada batuk. Bunyi napas jelas.
jelas. Vo
berada dalam berada dalam batas-batas normal.
batas normal.
mukosa oral lembab. Hemoglobin = 15,5 ±
mukosa oral lembab. Hemoglobin = 15,5 ± 1,1 g/dl1,1 g/dl un
untutuk k pprriaia. . 1313,,7 7 ± ± 1,1,0 0 g/g/dl dl ununtutuk k wwananitita.a. Hematocrit = 42%-50% untuk pria, 35%-47% Hematocrit = 42%-50% untuk pria, 35%-47% un
untutuk k wawaninitata. . OuOutptput ut ururinine e nonormrmal al dedengnganan konsentrasi normal. Tidak ada albuminuria.
konsentrasi normal. Tidak ada albuminuria. Akt
Aktiviivitas tas dildilakuakukankan tanpa kelelahan atau tanpa kelelahan atau ketidaknyaman.
ketidaknyaman.
PPaassiieen n mmeennuunnjjuukkkkaan n kkeemmaammppuuaan n uunnttuukk melakukan aktivitas harian tanpa kelelahan atau melakukan aktivitas harian tanpa kelelahan atau ketidaknyamanan. Tenaga pulih.
ketidaknyamanan. Tenaga pulih. Su
Suhu hu babadadan n dadalalamm batas normal.
batas normal.
Suhu tubuh normal 38
Suhu tubuh normal 3800C (98,6C (98,600F).F).
6.
6. Pendidikan Pasien.Pendidikan Pasien.
1.
1. Mendorong pasien untuk mempertahankan bed rest selama 2-3 hariMendorong pasien untuk mempertahankan bed rest selama 2-3 hari setelah suhu kembali normal.
setelah suhu kembali normal. 2.
2. AjaAjari ri penpentintingnygnya a minminum um palpaling ing kurkurangangnya nya sehsehari ari 2/4 2/4 caicairan ran gungunaa meneruskan sekret mudah dikeluarkan.
meneruskan sekret mudah dikeluarkan. 3.
3. Instruksikan pasien untuk memberitahukan dokter tentang gejala-Instruksikan pasien untuk memberitahukan dokter tentang gejala-gejala infeksi tahap kedua, termasuk sakit telinga, purulent atau gejala infeksi tahap kedua, termasuk sakit telinga, purulent atau sputum berdarah, sakit dada atau demam.
sputum berdarah, sakit dada atau demam. 4.
4. Beri informasi tentang obat yang diresepkan seperti nama, dosis,Beri informasi tentang obat yang diresepkan seperti nama, dosis, tindakan, frekuensi pemakaian dan efek samping.
tindakan, frekuensi pemakaian dan efek samping. 5.
5. MenMendorodorong ng orangorang-oran-orang g bereberesiko siko tinggtinggi i untuk untuk mendmendapatkapatkan an vaksinvaksin influenza sebelum musim flu mulai.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Wilson F. Susan, dkk, (1990)
Wilson F. Susan, dkk, (1990) “Respiratory Disorders”“Respiratory Disorders” by Mosby-Year Book.by Mosby-Year Book. Inc.
Inc.
Grimes E. Deanne, dkk, (1990)
Grimes E. Deanne, dkk, (1990) “Infectious Diseases”“Infectious Diseases” Clinical Nursing SeriesClinical Nursing Series by Mosby-Year Book. Inc
by Mosby-Year Book. Inc Noer Sjaifoellah, (1996)
Noer Sjaifoellah, (1996) “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam““Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam“ Jilid I, Edisi 3,Jilid I, Edisi 3, Jakarta.
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
INFLUENZA
INFLUENZA
OLEH : OLEH :
NAMA: RIYA NITA NAMA: RIYA NITA NPM: 2009-11-074 NPM: 2009-11-074