LAPORAN KINERJA INSTANSI
PEMERINTAH (LKIP)
TAHUN 2016
BADAN PENGELOLA KEUANGAN
DAN ASET DAERAH
PROVINSI SUMATERA SELATAN
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Jln. Merdeka No.8 Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil Palembang 30135 Telepon/Faximile : (0711) 5732514, (0711) 5731735
LKj BPKAD Provinsi Sumsel 2016 i
KATA PENGANTAR
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Kinerja (LKj) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tatacara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2016 ini merupakan evaluasi
terhadap berbagai program kerja pada Tahun 2016. Dengan disusunnya Laporan Kinerja ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk bahan masukan dan
evaluasi kinerja instansi pemerintah khususnya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan dalam melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, juga sebagai acuan penyempurnaan program dan kegiatan, serta penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan periode yang akan datang.
Palembang, Januari 2017
KEPALA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH PROVINSI SUMSEL,
LAONMA PASINDAK LBN TOBING, SE PEMBINA UTAMA MADYA (IV/d)
LKj BPKAD Provinsi Sumsel 2016 ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……… i DAFTAR ISI ……… ii DAFTAR TABEL ……… iv DAFTAR GAMBAR ……… v DAFTAR LAMPIRAN ……… BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang, Gambaran Umum ……… 1
B. Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Susunan Organisasi ……… 3
C. Dasar Hukum ……… 6
D. Isu-Isu Strategis ………. 6
E. Tujuan ……….. 7
F. Sistimatika Penyajian ………. 8
BAB II PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategis ………. 9
B. Rencana Kerja ……… 10
C. Indikator Kinerja Utama ……… 10
D. Perjanjian Kinerja Tahun 2016 ……….. 11
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Metodelogi Pengukuran Pencapaian Kinerja ………. 13
a. Metode Pengukuran Kinerja ……….. 13
b. Metode Penyimpulan Capaian Kinerja Sasaran …… 14
B. Capaian Kinerja Organisasi ………. 15
C. Evaluasi Realisasi Kinerja Serta Capaian Tahun Ini Dengan Tahun Lalu ……… 18
D. Evaluasi Kinerja Sampai Dengan Tahun 2016 Dengan Target Jangka Menengah ……… 20
LKj BPKAD Provinsi Sumsel 2016 iii E. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan Atau
Peningkatan/Penurunan Kinerja Serta Alternatif Solusi
Yang Telah Dilakukan ………. 23 F. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ….. 25 G. Analisis Program/Kegiatan Yang Menunjang Keberhasilan
Ataupun Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja .. 26 H. Akuntabilitas Keuangan ……… 27 BAB IV PENUTUP ……….. 31
LKj BPKAD Provinsi Sumsel 2016 iv
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Target dan Indikator Kinerja Utama Tahun 2016 ………... 11
Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Tahun 2016 ……… 12
Tabel 3.1 Capaian Indikator Kinerja Tahun 2016 ……… 15
Tabel 3.2 Perbandingan Realisasi Kinerja Pelayanan Badan Pengelola Keuangan
dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2016 Dengan Target Renstra 2018 ……….
21
Tabel 3.3 Realisasi Belanja Tidak Langsung ……….. 27
Tabel 3.4 Realisasi Belanja Langsung ……..……….. 27
LKj BPKAD Provinsi Sumsel 2016 v
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Bagan Struktur Organisasi 2016 Badan Pengelola Keuangan dan
Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan ……….
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang, Gambaran Umum 1. Latar Belakang
Terwujudnya good governance merupakan harapan bagi pemerintahan untuk mencapai cita-cita setiap bangsa yang berlangsung secara berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, oleh sebab itu diperlukan sistem akuntabilitas pertanggungjawaban yang tepat dan sesuai dengan aturan perundang-undangan.
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan mempunyai fungsi di bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah, yang telah mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533); Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310).
Pengelolaan keuangan dan aset daerah yang dalam pelaksanaannya telah diatur berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, kesemuanya itu bertujuan agar terwujudnya akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset daerah yang mendukung “Sumatera Selatan Sejahtera, lebih maju dan berdaya saing internasional.”
Bertitik tolak dari Rencana Strategis (Renstra) BPKAD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013-2018, Rencana Kerja (Renja), Penetapan Kinerja (Tapkin) Tahun 2016 dan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 2
Tahun 2014 mengenai petunjuk teknis pelaporan kinerja yang mewajibkan setiap entitas akuntabilitas kinerja menyusun dan menyajikan laporan kinerja atas prestasi kerja yang dicapai berdasarkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan. Pencapaian sasaran tersebut disajikan berupa informasi mengenai pencapaian sasaran Renstra, realisasi pencapaian indikator sasaran disertai dengan penjelasan yang memadai atas pencapaian kinerja dan pembandingan capaian indikator kinerja.
Dengan demikian, Laporan Kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan telah disusun dan dikembangkan sesuai peraturan yang berlaku. Realisasi yang dilaporkan dalam Laporan Kinerja ini merupakan hasil kegiatan Tahun 2016.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 3 2. Gambaran Umum
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Selatan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Perubahan ke-5 atas Peraturan Daerah
Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang berisikan Uraian Tugas dan Fungsi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Mempunyai tugas pokok dan fungsinya dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah, yang mempunyai fungsi perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan keuangan dan aset, pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pengelolaan keuangan dan aset, pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai lingkup tugasnya, pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.
B. Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Susunan Organisasi
Untuk dapat menjalankan tugasnya, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah mempunyai struktur organisasi sebagai berikut:
1. Kepala Badan 2. Sekretariat
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian b. Sub Bagian Keuangan
c. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan 3. UPTB Jakabaring Sport City
a. Seksi Pemeliharaan Aset
b. Seksi Pemanfaatan & Pengembangan Aset c. Sub Bagian Tata Usaha
4. Bidang Anggaran a. Sub bidang Sosial b. Sub bidang Ekonomi
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 4
5. Bidang Perbendaharaan
a. Sub bidang Pengelola Kas Daerah b. Sub bidang Belanja Langsung
c. Sub bidang Belanja Tidak Langsung dan Pembiayaan 6. Bidang Akuntansi
a. Sub bidang Akuntansi Penerimaan b. Sub bidang Akuntansi Pengeluaran c. Sub bidang Akuntansi dan Pelaporan 7. Bidang Penatausahaan dan Pemanfaatan Aset
a. Sub bidang Penatausahaan dan Pemindahtanganan Aset b. Sub bidang Pemanfaatan dan Penghapusan Aset
8. Bidang Pengamanan Aset
a. Sub bidang Pengamanan Aset Wilayah I b. Sub bidang Pengamanan Aset Wilayah II 9. Bidang Pembinaan Keuangan Kabupaten/Kota
a. Sub bidang Pembinaan Keuangan Wilayah I b. Sub bidang Pembinaan Keuangan Wilayah II c. Sub bidang Pembinaan Keuangan Wilayah III
Struktur organisasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan lebih jelas dapat dilihat pada bagan sebagai berikut:
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 5
Gambar 2.1 STRUKTUR ORGANISASI 2016 BPKAD PROVINSI SUMSEL
Palembang, 2015
Kepala BPKAD
Laonma Pasindak Lbn Tobing,SE Pembina Utama Madya (IV/d)
NIP. 196310121984031002
SEKRETARIS
Rita Elysa Siregar, SE.Ak Pembina TK I (IV/b) NIP.196407191992032002
KA.SUBBAG KEUANGAN
Febriany, SE Penata Muda Tk.I (III/b) NIP.197602262007012006
KA.SUBBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN Lamuda Marbun, SE Penata III/c 196709151991031006 KA.SUBBAG PERENCANAAN DAN PELPORAN
Nyimas Fathul Nazily,SE,M.Si Pembina (IV/a) NIP.197406041997032002
KABID PEMBINAAN KEUANGAN KAB/KOTA
Yune Rosalaini,SE.Msi
Pembina (VI/a) NIP.197406231995032002 KABID PENATAUSAHAAN &
PEMANFAATAN ASET Burkian, S.Sos,M.Si Pembina Tk. I (IV/b) NIP.196304201986091001 KA.SUBBID PEMBINAAN KEUANGAN WILAYAH I Zainal Abidin, SE Penata TK I III/d NIP. 196506011987121001 KA.SUBBID PEMBINAAN KEUANGAN WILAYAH II
Nuzul Tinriani, SE,MM Penata Tk I (III/d) NIP.196805211987032001
KA.SUBBID PEMBINAAN KEUANGAN WILAYAH III
Daryanto,S.ST Penata TK I III/d NIP.196508081983101001 KASUBID PENGAMANAN ASET WILAYAH I KASUBBID PENATAUSAHAAN
& PEMINDAHTANGANAN ASET
Wahyulaini,S.Sos Pembina IV/a NIP.196212301986122001
KASUBBID PEMANFAATAN & PENGHAPUSAN ASET
Angga Ariansyah.S.Si.M.A.B Penata III/c
NIP.197812312009031003
KABID PERBENDAHARAAN
Rita Aryani, S.SOS.MM Pembina (IV/a) NIP.19650330198908200 KABID AKUNTANSI Suyadiarto Priyono,SE.AK Pembina IV/a NIP.196106071983021002 KA.SUBBID SOSIAL Nurul Fatimah,S.Sos Penata (III/C) NIP.197002011989032002 KA.SUBBID EKONOMI Bobi Novian,SE Penata (III/c) NIP. 197411091995031002
KA.SUBBID SARANA & PRASARANA Drs.Rasudin Penata TK I (III/d) NIP.196010211985031004 KA.SUBBID PENGELOLA KAS DAERAH Alen Agustin,SE Penata III/c NIP.198008212009012004 KASUBBID BELANJA LANGSUNG
Desza Lina Juwita,SE,MSi Penata III/c NIP.197512212008012004
KA.SUBBID BELANJA TIDAK LANGSUNG &
PEMBIAYAAN
Indran, SE Penata TK.I (III/d) NIP.196204131987011001
KA.SUBBID AKUNTANSI PENERIMAAN Benjamin Siahaan, SE,Ak,MAk
Penata Muda Tk.I (III/b) NIP.197806182011011002 KA.SUBBID AKUNTANSI PENGELUARAN Anita Mariani,SE.AK.MM Pembina (IV/a) NIP.197503312002122002 KA.SUBBID AKUNTANSI DAN PELAPORAN Eman Satria,SE.AK Penata (III/c) NIP.197610042007011003 KASUBID PENGAMANAN ASET WILAYAH II KABID PENGAMANAN Pulman Simanjuntak,SH Pembina IV/a NIP.196009141992031003 Abdullah Zaki,SE Ka UPTB JSC Pembina IV/a 196010121984111001
Kasi Pemeliharaan Aset UPTB
Kasi Pemanfaatan &
Pengembangan aset UPTB Kasubag Tata Usaha UPTB Rizal Effedi, Sos
Penata Tk. I (III/d) 196310101996031002 KABID ANGGARAN Drs.Agustinius Anthoni,MSi Pembina (IV/a) NIP.196708201989021002 5
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 6 C. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1814);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);
3. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019;
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 294, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589).
5. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
D. Isu- isu Strategis
Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, sebagai berikut:
1. Masih ada sebagian SKPD yang terlambat menyampaikan Laporan Keuangannya.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 7
2. Untuk penetapan Perda tepat waktu kendalanya adalah terlambatnya pembahasan legislatif dikarenakan terlambatnya perencanaan program di SKPD.
3. Dalam mendata aset-aset Provinsi Sumatera Selatan masih banyak tanah yang belum bersertifikat, lokasi aset sebagian tersebar di wilayah kabupaten/kota se-Sumatera Selatan dan masih terdapat aset tanah yang status kepemilikannya tumpang tindih dengan pihak lain.
4. Masih rendahnya realisasi penerimaan TP-TGR.
Berdasarkan analisis permasalahan tersebut maka dapat diidentifikasi isu-isu strategis yang sedang dihadapi oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan, antara lain:
1. Bagaimana mensosialisasikan segera peraturan baru di bidang keuangan dan aset daerah.
2. Bagaimana mengembangkan sistem pengelolaan keuangan daerah yang berbasis teknologi informasi.
3. Bagaimana meningkatkan pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan Kab/Kota secara periodik.
4. Bagaimana meningkatkan kualitas SDM.
5. Bagaimana meningkatkan optimalisasi penggunaan peralatan dan perlengkapan kantor sesuai kebutuhan.
6. Bagaimana menerapkan pembentukan satuan tugas khusus penyusunan laporan capaian kinerja dan keuangan.
7. Bagaimana meningkatkan daya dukung sarana prasarana.
E. Tujuan
Laporan Kinerja merupakan suatu bentuk format pertanggungjawaban instansi pemerintah yang berisi informasi seputar capaian dan hambatan terhadap pelaksanaan rencana kerja. Laporan Kinerja ini bertujuan untuk:
1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya.
2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 8
Uraian yang dimaksud di atas menunjukkan bahwa Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan wajib untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah yang berisikan program perencanaan strategis dan sekaligus merupakan pengukuran terhadap pelaksanaan dari semua program kegiatan sehingga dapat mengetahui sampai sejauh mana pencapaian kualitas kinerja pada tahun 2016.
F. Sistematika Penyajian
Sistematika penyajian Laporan Kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016 telah disusun sebagai berikut:
Bab. I Pendahuluan.
Menjelaskan secara ringkas latas belakang, gambaran umum, tugas pokok dan struktur organisasi, isu-isu strategis, dan tujuan.
Bab. II Perencanaan Kinerja.
Menjelaskan Renstra 2013-2018, Rencana Kerja tahun 2016 dan Perjanjian Kinerja tahun 2016.
Bab. III Akuntabilitas Kinerja.
Menjelaskan Pengukuran Kinerja, Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2016
evaluasi dan analisis realisasi dan pencapaian kinerja s/d Tahun 2016, Evaluasi realisasi kinerja tahun 2016 dengan target jangka menengah (Renstra) terhadap pencapaian sasaran strategis untuk tahun 2016, dan Akuntabilitas Keuangan. Bab. IV Penutup.
Menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari Laporan Kinerja tahun 2016 serta menguraikan langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja di masa datang.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 9 BAB II
PERENCANAAN KINEJA
A. Rencana Strategis
1. Pernyataan Visi
Mencermati tuntutan kinerja instansi pemerintah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta tuntutan ketersediaan anggaran pembangunan baik saat ini maupun di masa yang akan datang yang pada kenyataannya setiap tahun terus mengalami peningkatan, menyikapi keadaan tersebut maka Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan telah merumuskan visi dan misi organisasi sebagai tindak lanjut dari kebijakan-kebijakan Gubernur Sumatera Selatan.
Berdasarkan kondisi tersebut di atas, maka Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan visi yang selaras dengan kondisi yang ada saat ini, adapun visi BPKAD Provinsi Sumatera Selatan yang telah disusun adalah “Terwujudnya akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset daerah yang mendukung Sumatera Selatan Sejahtera, lebih maju dan berdaya saing internasional’’.
2. Misi
Untuk mewujudkan visi yang telah disepakati dan ditetapkan bersama, maka disusunlah Misi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang harus diimplementasikan oleh semua unsur, yaitu sebagai berikut:
1. Menciptakan keandalan laporan keuangan dan pengamanan aset daerah. 2. Menciptakan pelayanan prima bidang keuangan daerah dan aset daerah.
3. Tujuan
Visi dan Misi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan hanya akan terwujud apabila seluruh komponen organisasi mampu mancapai tujuan yang menjadi komitmen bersama. Dalam hubungannya dengan upaya perwujudan Visi dan Misi organisasi tersebut, maka tujuan yang telah dirumuskan dalam konversi yang sudah ditargetkan adalah:
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 10
1. Menciptakan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang baik dan profesional.
2. Meningkatkan kinerja aparatur BPKAD.
4. Sasaran
Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut di atas maka ditetapkan sasaran sebagai berikut:
1. Tercapainya tertib administrasi pengelolaan keuangan dan aset daerah.
2. Tecapainya kualitas pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten/Kota yang baik.
3. Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran. 4. Meningkatnya kualitas aparatur.
B. Rencana Kerja
Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2013-2018, disusun suatu Rencana Kinerja (Perfomance Plan) setiap tahunnya. Rencana kinerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan yang menunjukkan nilai kuantitatif yang melihat pada setiap indikator kinerja, baik pada tingkat sasaran strategis maupun tingkat kegiatan, dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan akhir periode pelaksanaan.
Berdasarkan Rencana Strategis Tahun 2013-2018, telah dilakukan keselarasan dari misi terhadap sasaran, indikator kinerja dan program.
C. Indikator Kinerja Utama
BPKAD Provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah sebagai berikut:
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 11 Tabel 2.1
Target dan Indikator Kinerja Utama Tahun 2016
No Indikator Kinerja Utama Satuan Target
1. LKPD disampaikan tepat waktu tepat waktu
100%
2. Opini laporan keuangan daerah Opini BPK
WTP
3. Persentase Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Laporan Keuangan-Satuan Kerja Perangkat Daerah
sesuai ketentuan berlaku %
100%
4. Rasio aset yang bersertifikat % 75%
5. Persentase aset pemprov yang masuk dalam BMD % 50%
6. Persentase realisasi penerimaan Tuntutan
Perbendaharaan-Tuntutan Ganti Rugi %
20%
7. Persentase Raperda APBD 17 Kabupaten/Kota yang
dievaluasi tepat waktu %
100%
8. Persentase Raperda Pertanggungjawaban APBD 17
Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu %
100%
D. Perjanjian Kinerja Tahun 2016
Perjanjian kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur dan sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan juga pemberian sanksi/punishment.
BPKAD Provinsi Sumatera Selatan telah membuat Perjanjian Kinerja Tahun 2016 sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang ada, penetapan kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2016. Penetapan kinerja tahun 2016 disajikan dalam tabel sebagai berikut:
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 12 Tabel 2.2
Perjanjian Kinerja Tahun 2016
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
1 2 3 4
1. TERCAPAINYA TERTIB ADMINISTRASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH a LKPD disampaikan tepat waktu 100% b Opini laporan keuangan daerah WTP c Persentase Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Laporan Keuangan-Satuan Kerja Perangkat Daerah sesuai ketentuan berlaku 100%
d Rasio aset yang
bersertifikat 75% e Persentase aset pemprov yang masuk dalam BMD 50% f Persentase realisasi penerimaan Tuntutan Perbendaharaan-Tuntutan Ganti Rugi
20%
2. TERCAPAINYA KUALITAS PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA KABUPATEN/KOTA YANG BAIK
a Persentase Raperda APBD 17
Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu 100% b Persentase Raperda Pertanggungjawaban APBD 17 Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 13 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah.
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Kinerja (LKj) BPKAD yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tatacara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Laporan Kinerja tahun 2014 Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) merupakan Laporan Kinerja (LKj) tahun pertama dari pelaksanaan Rencana Strategis Badan Pengelola Keuangan dan Aset periode 2013–2018. Proses penyusunan Laporan Kinerja masih banyak mengalami hambatan antara lain kesulitan dalam pengumpulan data kinerja yang tersebar pada bidang dan bagian BPKAD. Oleh karena itu di masa yang akan datang, pengembangan sistem pengukuran kinerja akan menjadi fokus perhatian.
A. METODELOGI PENGUKURAN PENCAPAIAN KINERJA
a. Metode Pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi, dengan cara perhitungan sebagai berikut:
1) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus:
Capaian indikator kinerja = Realisasi X 100% Rencana
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 14
2) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus:
Selain membandingkan rencana dengan realisasi, pengukuran kinerja juga dilakukan dengan membandingkan realisasi tahun ini dengan realisasi tahun lalu, serta capaian sampai dengan tahun ini dengan target pada akhir periode dokumen Renstra.
b. Metode Penyimpulan Capaian Kinerja Sasaran
Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung hubungan antara sasaran dengan indikator kinerja pengukur keberhasilan sasaran yang telah direncanakan.
Hasil pengukuran capaian kinerja disimpulkan baik untuk masing-masing indikator kinerjanya maupun untuk capaian pada tingkat sasaran. Penyimpulan dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran ordinal sebagai berikut:
X > 85 % : Sangat Berhasil
70 % < X < 85 % : Berhasil
55 % < X < 70 % : Cukup Berhasil
X < 55% : Tidak Berhasil
Hasil pengukuran kinerja sesuai mekanisme perhitungan pencapaian kinerja yang diperoleh melalui pengukuran kinerja atas pelaksanaan program/kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran kinerja ini merupakan hasil dari suatu penilaian sistematik yang sebagian besar didasarkan pada kelompok indikator kinerja berupa indikator masukan, keluaran dan hasil.
Capaian indikator kinerja = Rencana – ( Realisasi – Rencana ) X 100% Rencana
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 15 B. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Secara umum, BPKAD telah dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab organisasi. Dari 2 sasaran yang telah ditetapkan di dalam Renstra BPKAD Tahun 2013-2018, pengukuran, evaluasi dan analisis capaian sasaran strategis dilakukan terhadap 2 sasaran dengan 8 indikator kinerja yang program dan kegiatannya dilaksanakan pada tahun 2016.
Sebagai gambaran bahwa Perbandingan target dan realisasi indikator kinerja BPKAD dapat dilihat pada Tabel 3.1
Tabel 3.1
Capaian Indikator Kinerja Tahun 2016
No. Indikator Satuan Target Realisasi %Capaian
1 2 3 4 5 6
1 LKPD disampaikan tepat waktu tepat
waktu
100%
100% 100%
2 Opini laporan keuangan daerah Opini BPK
WTP Dalam proses audit WTP
3 Persentase Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Laporan Keuangan-Satuan Kerja Perangkat Daerah sesuai ketentuan berlaku
% 100% 100% 100%
4 Rasio aset yang bersertifikat % 75% 65% 87%
5 Persentase aset pemprov yang masuk
dalam BMD %
50%
85% 170%
6 Persentase realisasi penerimaan Tuntutan Perbendaharaan-Tuntutan Ganti Rugi
% 20% 12% 60%
7 Persentase Raperda APBD 17
Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu
% 100% 100% 100%
8 Persentase Raperda
Pertanggungjawaban APBD 17 Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu
% 100% 100% 100%
Uraian atas realisasi dan capaian Indikator Kinerja diatas adalah sebagai berikut: a. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) disampaikan tepat waktu
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2016 masih dalam proses sampai dengan bulan Maret 2017, kemudian diserahkan ke BPK untuk diaudit.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 16
b. Opini laporan keuangan daerah
Setelah diserahkan ke BPK untuk diaudit, Opini Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2016 baru bisa diketahui sekitar awal bulan Juni 2017.
c. Persentase SKPD menyusun LK-SKPD sesuai ketentuan berlaku
SKPD menyusun Laporan Keuangan paling lambat 2 bulan setelah berakhirnya tahun anggaran. Seluruh SKPD sudah menyampaikan laporan keuangannya
pada tanggal 1 Februari 2017. Untuk Tahun Anggaran 2016 SKPD di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan telah menyusun LK-SKPD sesuai
ketentuan yang berlaku. d. Rasio aset yang bersertifikat
Setelah adanya inventarisasi lahan oleh Bidang Barang Milik Daerah maka lahan Pemerintah Provinsi telah mencapai target realisasi dalam bentuk sertifikat yang diaudit oleh BPK.
e. Persentase aset pemprov yang masuk dalam BMD
Untuk barang milik daerah yang sudah di inventarisasi dengan menerbitkan
SK dan MOU terhadap aset daerah Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh inventaris barang dimasukkan ke dalam SIMDA Barang serta diaudit oleh BPK. f. Persentase realisasasi penerimaan TP-TGR
Piutang TP-TGR sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar Rp1.243.872.876,07 sedangkan jumlah piutang yang di bayar sampai dengan 31 Desember 2016 adalah Rp148.000.000,00 sisa piutang Rp1.095.872.876,07 (jadi realisasi penerimaan TP-TGR untuk Tahun 2016 adalah 12%).
Hasil rapat TP-TGR yang dilaksanakan di tahun 2014 (tahun 2015 dan 2016 tidak ada rapat TP-TGR), adalah sebagai berikut:
1. Sekretariat TP-TGR perlu menyusun Peraturan Gubernur mengenai mekanisme SOP TP-TGR Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
2. Tim TP-TGR diminta untuk menindaklanjuti kasus-kasus lama yang bernilai material, apabila yang bersangkutan tidak melunasi hutang TP-TGRnya maka kasusnya akan dilimpahkan ke Penegak Hukum dan untuk pegawai
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 17
terkena kasus TP-TGR tetapi telah meninggal dunia, maka hutangnya akan dilimpahkan ke ahli warisnya.
3. Inspektorat akan memberikan data TP-TGR ke BPKAD mengenai kerugian negara yang diakibatkan oleh pegawai.
4. Inspektur Provinsi Sumatera Selatan meminta agar berkas kasus TP-TGR disimpan di dalam Safe Deposit Box (SDB).
Kendala-kendala dalam melakukan penagihan kasus TP-TGR:
- PNS yang terkena kasus TP-TGR kebanyakan sudah pensiun dan meninggal dunia serta sudah berpindah alamat.
- Masih rendahnya kesadaran bagi PNS aktif untuk melunasi hutang TP-TGRnya.
- Ahli waris PNS yang sudah meninggal dunia, tidak perduli untuk melunasi hutang TP-TGR PNS yang bersangkutan.
Untuk mengatasi hal tersebut tim TP-TGR sudah pernah mengirim surat ke alamat yang bersangkutan tetapi masih sedikit yang memberi respon untuk melunasi hutang-hutangnya, sehingga hal ini menyebabkan persentase realisasi penerimaan TP-TGR masih rendah.
g. Persentase Raperda APBD 17 Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu
Evaluasi Rancangan APBD (Induk) 2016 untuk 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dilaksanakan di bulan November dan Desember di
tahun 2015. Batas akhir penyampaian APBD Induk 2016 ke BPKAD Provinsi Sumatera Selatan tanggal 31 Desember 2015 dan realisasinya
mencapai 100%.
h. Persentase Raperda Pertanggungjawaban APBD 17 Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu
Evaluasi Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016 untuk 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dilaksanakan di bulan Juni sampai dengan September 2016 dan realisasi capaian 100%.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 18 C. EVALUASI REALISASI KINERJA SERTA CAPAIAN KINERJA TAHUN INI
DENGAN TAHUN LALU
Dari hasil evaluasi Kemenpan RI di tahun 2015, terjadi perubahan jumlah indikator kinerja pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dari 13 indikator kinerja menjadi 8 indikator kinerja yaitu: 1. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) disampaikan tepat waktu
SKPD menyampaikan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2016 ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan yaitu
pada bidang Akuntansi dan Pelaporan paling lambat tanggal 1 Februari 2017. Dalam tahun ini tidak ada SKPD yang terlambat dalam
menyampaikan laporannya. Laporan Keuangan tersebut diserahkan ke BPK pada tanggal 30 Maret 2017, sedangkan tahun lalu Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2015 disampaikan ke BPK pada tanggal 31 Maret 2016. Batas akhir penyerahan LKPD ke BPK adalah tanggal 31 Maret setelah tahun anggaran berakhir, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah tepat waktu. (Data Pendukung Terlampir)
2. Opini laporan keuangan daerah
Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2015 masih dalam proses sampai dengan bulan Maret 2017, kemudian diserahkan ke BPK untuk diaudit tanggal 30 Maret 2017. Opini baru bisa diketahui sekitar awal bulan Juni 2017. Tahun lalu Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2015 memperoleh Opini “WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).”
3. Persentase Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Laporan Keuangan-Satuan Kerja Perangkat Daerah sesuai ketentuan berlaku Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 menyebutkan bahwa SKPD menyusun Laporan Keuangan paling lambat 2 bulan setelah berakhirnya tahun anggaran. Untuk Laporan Keuangan 2016 SKPD sudah menyampaikan Laporan Keuangannya ke BPKAD Provinsi Sumatera Selatan tanggal 1 Februari 2017 dan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tahun lalu SKPD
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 19
menyampaikan Laporan Keuangannya ke BPKAD Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 1 Februari 2016 dan LK-SKPD tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini bisa diketahui dari Laporan Keuangan SKPD yang dikirim ke BPKAD Provinsi Sumatera Selatan.
4. Rasio aset yang bersertifikat
Setelah dikonfirmasi dengan bidang Penatausahaan dan Pemanfaatan Aset diketahui bahwa realisasi aset yang bersertifikat sampai tahun 2016 mencapai 65%.
5. Persentase aset Pemerintah Provinsi yang masuk dalam BMD
Realisasi aset Pemerintah Provinsi yang masuk dalam BMD sudah mencapai 100%. Setelah data aset diinput dalam SIMDA Barang kemudian dilakukan pula cek fisik untuk memastikan kondisi aset tersebut.
6. Persentase realisasi penerimaan Tuntutan Perbendaharaan-Tuntutan Ganti Rugi
Piutang TP-TGR sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar Rp1.243.872.876,07 sedangkan jumlah piutang yang di bayar sampai dengan 31 Desember 2016 adalah Rp148.000.000,00 sisa piutang Rp1.095.872.876,07 (jadi realisasi penerimaan TP-TGR untuk Tahun 2016 adalah 12%). Tahun lalu piutang TP-TGR sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar Rp1.243.872.876,07 sedangkan jumlah piutang yang di bayar sampai dengan 31 Desember 2015 adalah Rp142.000.000,00 (jadi realisasi penerimaan TP-TGR untuk Tahun 2015 adalah 11%).
7. Persentase Raperda APBD 17 Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu
Evaluasi Rancangan APBD (Induk) 2016 untuk 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dilaksanakan di bulan November dan Desember di tahun 2016. Batas akhir penyampaian APBD Induk 2016 ke BPKAD Provinsi Sumatera Selatan tanggal 31 Desember 2016 dan realisasinya mencapai 100%.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 20
8. Persentase Raperda Pertanggungjawaban APBD 17 Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu
Evaluasi Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016 untuk 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dilaksanakan di bulan Juni sampai dengan September 2016 dan realisasi capaian 100%.
D. EVALUASI KINERJA SAMPAI DENGAN TAHUN 2016 DENGAN TARGET JANGKA MENENGAH
Target kinerja tiap tahun telah ditetapkan dalam Renstra dan Renja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Tabel berikut menyajikan perbandingan realisasi indikator kinerja tahun ini dengan target jangka menengah dari Renstra Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan s/d Tahun 2016.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 21
Uraian atas perbandingan realisasi Indikator Kinerja Tahun 2016 dengan target jangka menengah Renstra BPKAD sebagai berikut:
a. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) disampaikan tepat waktu
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2016 telah disampaikan kepada BPK pada tanggal 31 Maret 2017, sesuai dengan batas terakhir penyerahan LKPD kepada BPK adalah 31 Maret setelah tahun anggaran berakhir, dalam hal ini pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah tepat waktu (sesuai dengan target Renstra yaitu “tepat”).
b. Opini Laporan Keuangan Daerah
Opini BPK untuk Laporan Keuangan Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2015 adalah WTP ( Wajar Tanpa Pengecualian).
c. Persentase SKPD menyusun LK-SKPD sesuai ketentuan berlaku
SKPD menyusun Laporan Keuangan paling lambat 2 bulan setelah berakhirnya tahun anggaran. Seluruh SKPD sudah menyampaikan laporan keuangannya pada tanggal 1 Februari 2017. Untuk Tahun Anggaran 2016 SKPD di lingkungan
Tabel 3.2
Perbandingan Realisasi Kinerja Pelayanan BPKAD Provinsi Sumsel Tahun 2016 dengan Target Renstra 2018
No. Indikator Kinerja Satuan
Realisasi
% Capaian
Tahun 2016 Target Renstra
2018 1 LKPD disampaikan tepat
waktu
tepat
waktu 100% 100% 100%
2 Opini laporan keuangan daerah
Opini
BPK Dalam proses audit WTP WTP
3 Persentase SKPD menyusun
LK-SKPD sesuai ketentuan berlaku
% 100% 100% 100%
4 Rasio aset yang bersertifikat % 65% 100% 65%
5 Persentase aset pemprov
yang masuk dalam BMD % 85% 100% 85%
6 Persentase realisasasi
penerimaan TP/TGR % 12% 50% 24%
7 Persentase Raperda APBD 17
Kab/Kota yang dievaluasi
tepat waktu % 100% 100% 100%
8 Persentase Raperda
Pertanggungjawaban APBD 17 Kab/Kota yang dievaluasi tepat waktu
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 22
Provinsi Sumatera Selatan telah menyusun LK-SKPD sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga realisasi 2016 dan target Renstra sudah mencapai 100%. d. Rasio aset yang bersertifikat
Setelah dikonfirmasi dengan bidang Penatausahaan dan Pemanfaatan Aset diketahui bahwa realisasi aset yang bersertifikat sampai tahun 2016 mencapai 65%.
e. Persentase aset Pemerintah Provinsi yang masuk dalam BMD
Realisasi aset Pemerintah Provinsi yang masuk dalam BMD sudah mencapai 100%. Setelah data aset diinput dalam SIMDA Barang kemudian dilakukan pula cek fisik untuk memastikan kondisi aset tersebut.
f. Persentase realisasasi penerimaan TP/TGR
Piutang TP-TGR sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar Rp1.243.872.876,07 sedangkan jumlah piutang yang di bayar sampai dengan 31 Desember 2016 adalah Rp148.000.000,00 (jadi realisasi penerimaan TP-TGR untuk Tahun 2016 adalah 12%). Di Tahun Anggaran 2015 dan 2016 tidak diadakan rapat tim TP-TGR. Persentase realisasi penerimaan TP-TGR Tahun Anggaran 2016 masih rendah jika dibandingkan dengan target Renstra.
g. Persentase Raperda APBD 17 Kab/Kota yang dievaluasi tepat waktu
Evaluasi Rancangan APBD (Induk) 2016 untuk 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dilaksanakan di bulan November dan Desember di tahun 2015. Batas akhir penyampaian APBD Induk 2016 ke BPKAD Provinsi Sumatera Selatan tanggal 31 Desember 2015 dan realisasinya mencapai 100%.
h. Persentase Raperda Pertanggungjawaban APBD 17 Kab/Kota yang dievaluasi tepat waktu
Evaluasi Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016 untuk 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dilaksanakan di bulan Juni sampai dengan September 2016 dan realisasi capaian 100%.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 23 E. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan
Kinerja serta Alternatif Solusi yang telah dilakukan
a. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) disampaikan tepat waktu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2016 telah disampaikan kepada BPK pada tanggal 31 Maret 2017, sesuai dengan batas terakhir penyerahan LKPD kepada BPK adalah 31 Maret setelah tahun anggaran berakhir, dalam hal ini pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah tepat waktu (sesuai dengan target Renstra yaitu “tepat”).
b. Opini Laporan Keuangan Daerah
Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat dipengaruhi oleh kinerja seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Untuk memperoleh opini WTP di Tahun Anggaran 2016 dilakukan usaha-usaha sebagai berikut:
- Menindaklanjuti temuan-temuan BPK.
- Memperkuat sistem pengendalian dalam pengelolaan keuangan.
- Penyajian Laporan Keuangan Provinsi Sumatera Selatan sudah sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.
- Ketepatan waktu penyampaian Laporan Keuangan.
- Peningkatan kapasitas SDM pengelolaan keuangan dengan cara mengikutsertakan dalam pelatihan, workshop dan sosialisasi.
- Pembentukan Tim Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan dengan SK Gubernur.
- Dilaksanakannya reviu terhadap Laporan Keuangan oleh Inspektorat Provinsi yang di damping Tim BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan. c. Persentase SKPD menyusun LK-SKPD sesuai ketentuan berlaku
Di Tahun Anggaran 2016 opini BPK sudah menyebutkan “Laporan Keuangan yang disebut diatas Menyajikan Secara Wajar”. Laporan Keuangan yang disusun SKPD sudah sesuai ketentuan yang berlaku, dasar hukumnya antara lain PP Nomor 28 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, PP Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah, PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 24
Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011.
d. Rasio aset yang bersertifikat
Setelah dikonfirmasi dengan bidang Penatausahaan dan Pemanfaatan Aset diketahui bahwa realisasi aset yang bersertifikat sampai tahun 2016 mencapai 65%.
e. Persentase aset Pemerintah Provinsi yang masuk dalam BMD
Realisasi aset Pemerintah Provinsi yang masuk dalam BMD sudah mencapai 100%. Setelah data aset diinput dalam SIMDA Barang kemudian dilakukan pula cek fisik untuk memastikan kondisi aset tersebut.
f. Persentase realisasasi penerimaan TP/TGR
Hasil rapat TP-TGR yang dilaksanakan di tahun 2014 ( tahun 2015 dan 2016 tidak ada rapat TP-TGR), adalah sebagai berikut:
1. Sekretariat TP-TGR perlu menyusun Pergub mengenai mekanisme SOP TP-TGR Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
2. Tim TP-TGR diminta untuk menindaklanjuti kasus-kasus lama yang bernilai material, apabila yang bersangkutan tidak melunasi hutang TP-TGRnya maka kasusnya akan dilimpahkan ke Penegak Hukum dan untuk pegawai terkena kasus TP-TGR tetapi telah meninggal dunia, maka hutangnya akan dilimpahkan ke ahli warisnya.
3. Inspektorat akan memberikan data TP-TGR ke BPKAD mengenai kerugian negara yang diakibatkan oleh pegawai.
4. Inspektur Provinsi Sumatera Selatan meminta agar berkas kasus TP-TGR disimpan di dalam Safe Deposit Box (SDB).
Kendala-kendala dalam melakukan penagihan kasus TP-TGR:
- PNS yang terkena kasus TP-TGR kebanyakan sudah pensiun dan meninggal dunia serta sudah berpindah alamat.
- Masih rendahnya kesadaran bagi PNS aktif untuk melunasi hutang TP-TGRnya.
- Ahli waris PNS yang sudah meninggal dunia, tidak perduli untuk melunasi hutang TP-TGR PNS yang bersangkutan.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 25
Untuk mengatasi hal tersebut tim TP-TGR sudah pernah mengirim surat ke alamat yang bersangkutan tetapi masih sedikit yang memberi respon untuk melunasi hutang-hutangnya.
g. Persentase Raperda APBD 17 Kab/Kota yang dievaluasi tepat waktu
Evaluasi Rancangan APBD (Induk) 2016 untuk 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dilaksanakan di bulan November dan Desember di tahun 2015. Batas akhir penyampaian APBD Induk 2016 ke BPKAD Provinsi Sumatera Selatan tanggal 31 Desember 2015 dan realisasinya mencapai 100%.
h. Persentase Raperda Pertanggungjawaban APBD 17 Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu
Evaluasi Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016 untuk 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dilaksanakan di bulan Juni sampai dengan September 2016 dan realisasi capaian 100%.
F. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dalam penyelenggaraan tugas-tugas keuangan pemerintah daerah dan menyiapkan pengkoordinasian perumusan kebijakan penyelenggaraan tugas dan fungsi perangkat daerah di bidang anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan, pembinaan keuangan kabupaten/kota dan aset.
Untuk menunjang tugas-tugas tersebut agar dapat terlaksana dengan baik, terus diupayakan peningkatan sumber daya manusia dan terpenuhinya sarana dan prasarana kerja yang memadai.
Pengadaan sarana dan prasarana penunjangnya juga telah dianggarkan secara bertahap dan berjangka waktu sampai dengan selesai. Adapun pengembangan SDM terus dilakukan dengan melakukan pelatihan-pelatihan dan kursus keterampilan yang diperlukan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara mengikuti pelatihan dan pendidikan yang berhubungan dengan perubahan kebijakan di bidang keuangan seperti mengikuti pelatihan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 mengenai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang berbasis akrual serta
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 26
berusaha mengsinkronisasikan pendidikan sumber daya manusia dengan bidang-bidang di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
G. Analisis Program/Kegiatan Yang Menunjang Keberhasilan ataupun Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja
Dalam rangka mewujudkan sasaran organisasi dengan indikator sasaran sebagai tolok ukur keberhasilannya, maka Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif untuk pelaksanaan program Keuangan Daerah kurun waktu 2013-2018 seperti pada di bawah ini:
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
Program ini realisasi keuangannya 97,46% sedangkan realisasi fisiknya hampir mencapai 100% . Seperti pada kegiatan Jasa Surat Menyurat realisasi keuangannya tidak tercapai dikarenakan adanya efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kegiatan.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
Program ini merupakan program atas kegiatan yang meliputi pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kebutuhan kantor. Realisasi fisik dan keuangan hampir mencapai 100%.
3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.
Program ini merupakan program atas kegiatan Implementasi PP No. 71 Tahun 2010 tentang SAP. Realisasi fisik sudah mencapai 100% dan realisasi keuangan hampir mencapai 100%.
4. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
Program ini realisasi keuangan dan realisasi fisiknya hampir mencapai 100%.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 27 5. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota.
Realisasi keuangan untuk program ini hampir mencapai 100% sedangkan realisasi fisiknya 55,10% hal ini dikarenakan kegiatan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD dan Rancangan Peraturan Bupati/Walikota Tentang Penjabaran APBD Kabupaten/Kota tidak terlaksana.
H. Akuntabilitas Keuangan
1. Realisasi Anggaran
Dalam Tahun 2016, realisasi belanja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp53.680.480.956,00 atau terdapat sisa anggaran sebesar Rp691.556.437,00 yaitu 1,3% dari
anggaran belanja sebesar Rp54.372.037.393,00 terdiri dari:
Tabel 3.3 Realisasi Belanja Tidak Langsung
Uraian Anggaran Rp Realisasi Rp Lebih/Kurang Rp % Belanja Pegawai Belanja Gaji dan
Tunjangan 6,139,276,000.00 6,139,082,403.00 193,597.00 99,99% Belanja Pegawai
Belanja Tambahan
Penghasilan PNS 6,642,651,793.00 6,628,968,670.00 13,187,500.00 99,80% Jumlah Belanja 12.781.927.793.00 12,768,051,073.00 13,876,720.00 99,90%
Tabel 3.4 Realisasi Belanja Langsung
Uraian Anggaran Rp Realisasi Rp Lebih/Kurang Rp % Belanja Pegawai 27,000,000.00 27,000,000.00 0 100% Belanja Barang dan
Jasa
35,954,067,600.00 35,438,668,883.00 515,398,717.00 99% Belanja Modal
5,609,042,000.00 5,446,761,000.00 162,281,000.00 97% Jumlah Belanja 41,590,109,600.00 40,912,429,883.00 677,679,717.00 98%
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 28
Jika dibandingkan dengan capaian kinerja menunjukkan adanya efisiensi anggaran baik dari segi proses pengadaan barang dan jasa maupun dari pelaksanaan kegiatan.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 29 Tabel 3.5 Akuntabilitas Keuangan
Tujuan dan Sasaran Strategis Indikator Sasaran Capaian Program
Anggaran Tahun 2016 Realisasi Keuangan Realisasi Anggaran Rp Rp % 1.1.1. TERCAPAINYA TERTIB ADMINISTRASI PENGELOLAAN
KEUANGAN DAN ASET DAERAH a LKPD disampaikan tepat waktu 100% Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
3,446,675,000 3,346,962,184 97.11 b Opini laporan keuangan daerah WTP c Persentase Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Laporan Keuangan-Satuan Kerja Perangkat Daerah sesuai ketentuan berlaku 100%
d Rasio aset yang
bersertifikat 75%
e Persentase aset pemprov yang masuk dalam BMD 50% f Persentase realisasi penerimaan Tuntutan Perbendaharaan-Tuntutan Ganti Rugi
20%
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 30 1.1.2. TERCAPAINYA KUALITAS PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA KABUPATEN/KOTA YANG BAIK a Persentase Raperda APBD 17 Kab/Kota yang dievaluasi tepat waktu
100%
Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota 122,500,000 120,903,993 98.70 b Persentase Raperda Pertgjwb APBD 17 Kab/Kota yang dievaluasi tepat waktu 100% 30
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 31 BAB IV
PENUTUP
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2016 Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan sebagai wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan pada Tahun Anggaran 2016.
Melalui Laporan Kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang disajikan ini berisikan pelaksanaan dari serangkaian
program strategis yang mengacu pada 1 (satu) tujuan dan 1 (satu) sasaran yang strategis berdasarkan penajaman dari Renstra Badan Pengelola Keuangan dan
Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013–2018. Dalam pencapaian tujuan dan sasaran tersebut sesungguhnya sangat tergantung pada
ketersediaan dana dan sumber daya manusia yang memadai.
Dari 8 Indikator Kinerja di BPKAD Provinsi Sumatera Selatan yang sudah mencapai target tepat dan persentase capaian 100% adalah:
a. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) disampaikan tepat waktu. b. Opini laporan keuangan daerah.
c. Persentase SKPD menyusun LK-SKPD sesuai ketentuan berlaku. d. Persentase aset pemprov yang masuk dalam BMD.
e. Persentase Raperda APBD 17 Kabupaten/Kota yang dievaluasi tepat waktu.
f. Persentase Raperda Pertanggungjawaban APBD 17 Kab/Kota yang dievaluasi tepat waktu.
Untuk Indikator yang belum mencapai target akan diupayakan meminimalisasi permasalahan yang ada serta akan mengambil langkah-langkah strategis agar semua indikator kinerja yang ada di BPKAD bisa mencapai target yang diharapkan.
Selanjutnya kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan ini masih dirasakan belum sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari semua pihak sangat kami harapkan, demi kesempurnaan dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dimasa yang akan datang.
LKj BPKAD PROVINSI SUMSEL 2016 32
Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2016 ini sebagai acuan penyempurnaan program dan kegiatan serta penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan periode yang akan datang.
PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH
Jln. Gubernur H.A. Bastari Gedung Pengelola Wisma Atlet Komplek Jakabaring Sport City Telp. (0711) 5740026, (0711) 5740025 Palembang 30251
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Laonma Pasindak LBN Tobing, SE
Pangkat : Pembina Utama Madya
NIP : 196310121984031002
Jabatan : Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan dengan ini menyatakan bahw
1. Data/informasi kinerja sebagaimana terlampir merupakan indikator kinerja SKPD yang saya pimpin dan saya bertanggungjawab atas tingkat akurasi data/informasi kinerja yang saya sampaikan untuk bahan penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015, dengan melampirkan bukti laporan data/informasi kinerja dimaksud.
2. Analisis/penjelasan data/informasi kinerja telah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, yang meliputi :
a. Perbandingan antara target dan realisasi kinerja Tahun 2015 dalam bentuk tabel; b. Perbandingan antara realisasi kinerja serta ca
lalu dan beberapa tahun terakhir dalam bentuk tabel;
c. Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen RPJMD Provinsi Sumatera Selatan periode 2013
d. Perbandingan realisasi kinerja Tahun 2015 dengan standar nasional (bila ada); e. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja
serta alternatif solusi telah dilakukan; f. Analisis atas efisiensi
g. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja telah dilakukan.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar
serta analisis/penjelasan yang saya sampaikan tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi dari Gubernur Sumatera Selatan.
MENGETAHUI
GUBERNUR SUMATERA SELATAN
H. ALEX NOERDIN
PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH
Jln. Gubernur H.A. Bastari Gedung Pengelola Wisma Atlet Komplek Jakabaring Sport City Telp. (0711) 5740026, (0711) 5740025 Palembang 30251
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini : : Laonma Pasindak LBN Tobing, SE : Pembina Utama Madya
: 196310121984031002
: Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan dengan ini menyatakan bahwa :
Data/informasi kinerja sebagaimana terlampir merupakan indikator kinerja SKPD yang saya pimpin dan saya bertanggungjawab atas tingkat akurasi data/informasi kinerja yang saya sampaikan untuk bahan penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Provinsi a Selatan Tahun 2015, dengan melampirkan bukti laporan data/informasi kinerja dimaksud.
Analisis/penjelasan data/informasi kinerja telah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, yang meliputi :
Perbandingan antara target dan realisasi kinerja Tahun 2015 dalam bentuk tabel; Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir dalam bentuk tabel;
Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen RPJMD Provinsi Sumatera Selatan periode 2013 – 2018 disajikan dalam bentuk tabel;
Perbandingan realisasi kinerja Tahun 2015 dengan standar nasional (bila ada); Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi telah dilakukan;
Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya telah dilakukan; dan
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja telah dilakukan.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, apabila data/informasi kinerja ta analisis/penjelasan yang saya sampaikan tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi dari Gubernur Sumatera Selatan.
Palembang, 2016
MENGETAHUI KEPALA BADAN PENGELOLA GUBERNUR SUMATERA SELATAN, KEUANGAN DAN ASET DAERAH
PROVINSI
H. ALEX NOERDIN LAONMA PASINDAK LBN TOBING, SE
Pembina Utama M
NIP.196310121984031002
PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH
Jln. Gubernur H.A. Bastari Gedung Pengelola Wisma Atlet Komplek Jakabaring Sport City Telp. (0711) 5740026, (0711) 5740025 Palembang 30251
PERNYATAAN
: Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Data/informasi kinerja sebagaimana terlampir merupakan indikator kinerja SKPD yang saya pimpin dan saya bertanggungjawab atas tingkat akurasi data/informasi kinerja yang saya sampaikan untuk bahan penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Provinsi a Selatan Tahun 2015, dengan melampirkan bukti laporan data/informasi
Analisis/penjelasan data/informasi kinerja telah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, yang meliputi :
Perbandingan antara target dan realisasi kinerja Tahun 2015 dalam bentuk tabel; paian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir dalam bentuk tabel;
Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen RPJMD Provinsi Sumatera Selatan
isajikan dalam bentuk tabel;
Perbandingan realisasi kinerja Tahun 2015 dengan standar nasional (bila ada); Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja
penggunaan sumber daya telah dilakukan; dan
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja telah dilakukan.
benarnya, apabila data/informasi kinerja ta analisis/penjelasan yang saya sampaikan tidak benar, maka saya bersedia menerima
Palembang, 2016
KEPALA BADAN PENGELOLA ANGAN DAN ASET DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN,
LAONMA PASINDAK LBN TOBING, SE
Pembina Utama Madya NIP.196310121984031002
: Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Data/informasi kinerja sebagaimana terlampir merupakan indikator kinerja SKPD yang saya pimpin dan saya bertanggungjawab atas tingkat akurasi data/informasi kinerja yang saya sampaikan untuk bahan penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Provinsi a Selatan Tahun 2015, dengan melampirkan bukti laporan data/informasi
Analisis/penjelasan data/informasi kinerja telah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu
Perbandingan antara target dan realisasi kinerja Tahun 2015 dalam bentuk tabel; paian kinerja tahun ini dengan tahun
Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen RPJMD Provinsi Sumatera Selatan
Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan
benarnya, apabila data/informasi kinerja ta analisis/penjelasan yang saya sampaikan tidak benar, maka saya bersedia menerima