SOP mobilisasi

14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KDM II

“SOP MOBILISASI DAN TRANSPORTASI”

Oleh :

Kelompok 3

D-IV Keperawatan Tingkat I

1. Ni Putu Amelia Rosalita Dewi

(P07120214003)

2. Dewa Gede Sastra Ananta Wijaya

(P07120214005)

3. Ni Komang Risna Muliantini

(P07120214011)

4. Ni Made Desi Sugiani

(P07120214017)

5. Ni Ketut Ayu Pratiwi Catur Wahyuni

(P07120214019)

6. Ni Nyoman Tria Sunita

(P07120214020)

7. Made Wahyu Riantini

(P07120214024)

8. Ayu Indah Agustini

(P07120214027)

9. Putu Jana Yanti Putri

(P07120214028)

10. Luh Agustina Rahayu

(P07120214030)

11. I Gusti Ayu Indah Juliari

(P07120214031)

12. Ayu Putu Eka Tusniati

(P07120214032)

13. I Gusti Ayu Ari Dewi

(P07120214037)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

(2)

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

1. SOP MEMINDAHKAN DAN TRANSPORTASI PASIEN

POLTEKKES KEMENKES DENPASAR

MEMINDAHKAN DAN TRANSPORTASI PASIEN No. Dokumentasi No. Revisi

-Halaman 1/1 SPO PROSEDUR KEPAWATAN Tanggal Berlaku Ditetapkan oleh Ketua Jurusan Keperawatan

Poltekkes Denpasar

(...) NIP.

Pengertian Membantu pasien pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain

Kebijakan Mencegah pasien jatuh dan komplikasi akibat salah melakukan gerakan

Persiapan

1.

Kursi roda 1 buah

2.

Brancard 1 buah

3.

Selimut (1 buah) 4. Bantal (kalau perlu)

Prosedur Kerja PRA INTERAKSI

1. Mengkaji kebutuhan pasien yang akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain

Rasional: untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai kebutugan pasien akan menggerakan anggota tubuh.

2.

Melaporkan /memvalidasi pasien dan indikasi memindahkan pasien yang akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain Rasional :agar perawat dapat membandingkan data subjektif dan data objektif pasien.

3. Menyiapkan alat dan bahan

Rasional :untuk membantu perawat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien mengenai mobilisasi atau imobilisasi. INTERAKSI

Orientasi

1. Menyampaikan salam

(3)

dan menyampaikan saling hormat antara perawat dengan pasien

2. Menanyakan nama pasien

Rasional : agar tidak salah orang dalam memeriksa pasien, selain itu memudahkan dalam berinteraksi dengan pasien 3. Memperkenalkan diri

Rasional :Fungsi memperkenalkan diri dengan pasien/keluarga untuk membina hubungan saling percaya (BHSP) kepada pasien dengan keluarganya

4. Menyampaikan maksud dan tujuan memindahkan pasien Rasional : Menjelaskan maksud dan tujuan pada pasien agar pasien mengerti maksud dan tujuan dalam perawatannya agar pasien dapat menerima dengan baik

5. Menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan

Menjelaskan prosedur kerja pada pasien berfungsi agar pasien mengerti tahap kerja yang akan dilaksanakan dalam membantunya berpindah posisi.

6. Mencuci tangan

Rasional : Mencuci tangan berfungsi untuk agar tangan bersih saat merawat pasien

Kerja

Memindahkan pasien dari brankard ketempat tidur atau sebaliknya 1. Mengangkat pasien oleh sekurang – kurangnya oleh tiga orang

perawat ( sesuai kebutuhan )

Rasional: mengangkat pasien sekurang-kurangnya oleh tiga orang perawat bertujuan untuk melindungi pasien dari cedera atau jatuh saat proses pengangkatan. Perawat 1 bertugas untuk mengangkat kepala pasien, perawat 2 bertugas untuk mengangkat pinggang pasien, peawat 3 bertugas untuk mengangkat bagian kaki atau tungkai pasien.

2. Ketiga perawat berdiri pada sisi kanan pasien dengan urutan sebagai berikut : perawat I ( paling tinggi ) berdiri dibagian kepala, perawat II berdiri dibagian pinggang, perawat III berdiri dibagian kaki

Rasional: perawat yang paling tinggi bertugas mengangkat bagian kepla pasien agar posisi kepala pasien lebih tinggi dari badan pasien. Perawat kedua diusahakan agar berbadan paling

(4)

besar diantara perawat lainnya agar kuat pada saat mengangkat pinggang pasien. Perawat ketiga

berbadan

lebih kecil dari perawat yang lain karena bertugas mengangkat kaki pasien (bagian yang paling ringan).

3. Lengan kiri perawat I dibawah kepala sampai pangkal lengan pasien dan lengan kanan dibawah punggung pasien (bila pasien gemuk lengan kanan perawat I melalui badan pasien ke bawah pinggang sehingga berpengangan dengan pergelangan tangan kiri perawat II )

Rasional : untuk mengunci bagian kepala pasien agar pegangan kencang sehingga kepala pasien tidak menengadah 4. Lengan kiri perawat II dibawah pinggang pasien, lengan kanan

dibawah bokong pasien

Rasional : untuk mengunci bagian pinggang dan bokong pasien agar pasien tidak terjatuh

5. Kedua lengan perawat II mengangkat seluruh tungkai pasien

Rasional: untuk mengunci bagian tungkai pasien agar

mengangkat tubuh pasien menjadi seimbang.

6. Setelah siap salah seorang perawat memberi aba-aba untuk bersama-sama mengangkat pasien

Rasional: Agar mengangkat pasien dapat bersamaan

sehingga tidak terjadi tumpang tindih anatara perawat

yang satu dengan perawat yang lainnya pada saat

mengangkat pasien.

7. Dengan langkah bersamaan para perawat mulai berjalan menuju ketempat tidur atau brankard yang telah disediakan

Rasional: Agar pada saat perawat akan melangkah untuk

memindahkan pasien ke brangkar bisa bersamaan

sehingga tidak

terjadi tumpang tindih antara perawat yang

satu dengan perawat yang lannya sehingga posisi pasien

tetap seimbang

8. Setelah pasien berada diatas tempat tidur atau brankard posisinya diatur dan selimut dipasang atau dirapikan

Rasional : agar pasien merasa nyaman dan siap untuk

dipindahkan

Memindahkan pasien dari kursi roda ketempat tidur 1. Mendorong kursi roda kesisi tempat tidur

(5)

pasien dari kursi roda ke tempat tidur

2. Kedua tangan perawat menopang ketiak pasien pada sisi yang lemah / sakit dan pasien dianjurkan bertumpu pada sisi yang kuat

Rasional : perawat menopang ketiak pasien agar pasien

dapat terjaga dan tidak terjatuh saat berpindah, pasien

bertumpu pada sis yang kuat agar tidak terjatuh, jika

bertumpu pada sisi yang lemah akan menyebabkan rasa

sakit ataupun cedera tambahan

3. Perawat memipin pasien untuk turun dari kursi roda dan berjalan bersama-sama menuju tempat tidur

Rasional: Bertujuan agar perawat dapat menjaga

keselamatan pasien saat perjalanan dari kursi roda ke

tempat tidur

4. Menyarankan pasien bersandar pada sisi tempat tidur kemudian dibantu oleh perawat untuk naik

Rasional :

Bersandar pada sisi tempat tidur agar

memudahkan pasien naik ke tempat tidur

5. Mengatur posisi pasien sesuai kebutuhan, kemudian dirapikan Rasional :

Bersandar pada sisi tempat tidur agar pasien

nyaman berbaring di tempat tidur. Dirapikan agar pasien

merasa nyaman

6. Mencuci tangan

Rasional :

Bertujuan agar terhindar dari kontaminasi

penyakit pasien

7. Mengevaluasi perasaan pasien ( merasa aman dan nyaman) Rasional :

Agar perawat dapat mengetahui keadaan pasien

jika merasa kurang nyaman atau aman maka perbaiki

posisi pasien

8. Memberi pujian kepada pasien

Rasional :

Agar pasien merasa senang dan merasa nyaman

9. Melakukan kontrak untuk pertemuan berikutnya

Rasional :

Agar pasien dapat mempersiapkan diri saat

perawat datang kembali

10. Mengucapkan salam

Rasional :

Agar pasen merasa dihormati

POST INTERAKSI

1. Mengelola alat yang telah dipakai

Rasional :

Agar alat rapi dan mudah diambil jika suatu

saat diperlukan lagi

(6)

2. Mencuci tangan

Rasional :

Agar tangan bersih terhindar dari kontamnasi

penyakit lewat alat yang dipakai pasien

3. Mendokumentasikan tindakan

Rasional :

Sebagai bukti bawa tindakan kita sesuai dengan

SOP

Unit Terkait Bidang Dalam, Anak, Maternitas, Jiwa, Komunitas

Diperiksa oleh

Tim Penjamin Mutu Poltekkes Denpasar

(...)

NIP.

Disusun Oleh Koordinator Bidang Bedah

(...) NIP.

(7)

2.

SOP MEMBANTU PASIEN POSISI TRENDELENBERG

POLTEKKES KEMENKES DENPASAR

MEMBANTU PASIEN POSISI TRENDELENBERG No. Dokumentasi No. Revisi

-Halaman

1/1

SPO PROSEDUR KEPAWATAN Tanggal Berlaku Ditetapkan oleh Ketua Jurusan Keperawatan

Poltekkes Denpasar

(...) NIP.

Pengertian Membantu pasien berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala diatas tempat tidur .

Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah membantu pasien mengambil posisi kaki lebih tinggi di tempat tidur

Kebijakan 1. Memperlancar peredaran darah ke otak

2. Membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan rasa nyaman Persiapan 1. Bantal 1 buah

2. Balok penopang kaki tempat tidur 3. Tempat tidur khusus kalau ada Prosedur kerja PRA INTERAKSI

1.

Mengkaji kebutuhan Pasien akan perubahan posisi

Rasional : Untuk mengetahui dan membantu kebutuhan mobilisasi pasien.

2.

Memvalidasi data pasien tentang kebutuhan posisi trendelenberg

Rasional : Untuk mengetahui tindakan yang akan dilakukan selanjutnya dalam memenuhi kebutuhan mobilisasi pasien.

3.

Menyiapkan alat dan bahan mengatur posisi trendelenberg Rasional : Untuk memudahkan pasien ketika melakukan posisi trendelenberg.

INTERAKSI Orientasi

1. Menyampaikan salam

Rasional : Agar pasien merasa dihargai, karena kita telah menerapkan sopan santun.

2. Memperkenalkan diri dengan pasien/keluarga

Rasional : Untuk memudahkan pasien / keluarga pasien ketika membutuhkan tindakan medis.

(8)

Rasional : Untuk memastikan kesesuaian identitas pasien. 4. Menjelaskan maksud dan tujuan

Rasional : Agar pasien mengerti dan paham mengenai tindakan yang akan dilakukan.

5. Menjelaskan prosedur kerja

Rasional : Agar pasien memahami tindakan yang akan dilakukan, sehingga memudahkan ketika melakukan tindakan (pasien dapat kooperatif).

6. Mendekatkan alat dan bahan

Rasional : Untuk memudahkan ketika melakukan posisi trendelenberg.

7. Mencuci tangan

Rasional : Untuk tetap menjaga kebersihan tenaga medis. Kerja

1.

Memakai sarung tangan

Rasional : Sebagai APD (alat perlindungan diri) karena yang kita hadapi adalah pasien yang sedang sakit, dan apabila pasien menderita sakit yang berbahaya agar kita tidak ikut terinfeksi penyakit tersebut.

2. Tempat tidur dibagian kaki ditinggikan dengan balok

Rasional : Untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

3. Pasien dibaringkan telentang tanpa bantal dan dibawah lipatan lutut diberi bantal

Rasional : Sebagai alat yang menopang sendi agar tidak kaku dan mengurangi kelelahan di bagian kaki pasien

4. Diantara kepala pasien dan ujung tempat tidur diberi bantal sebagai penahan

Rasional : Untuk memudahkan pasien dalam melakukan posisi Trendelenberg serta memberikan posisi nyaman kepada pasien 5. Pada tempat tidur khusus functional bed bagian kakinya dapat

langsung ditinggikan sesuai kebutuhan

Rasional : Untuk memudahkan pasien ketika melakukan posisi Trendelenberg.

6.

Merapikan pasien

Rasional : Agar kenyamanan dan keamanan pasien tetap terjaga.

Terminasi

1. Mengevaluasi perasaan pasien

Rasional : Untuk mengetahui puas tidaknya pasien setelah diberikan pelayanan kesehatan, serta untuk mengetahui nyaman tidaknya tindakan yang telah diberikan.

(9)

2. Memberikan pujian

Rasional : Untuk memberikan penghargaan kepada pasien, agar pasien merasa senang.

3. Membuat kontrak untuk pertemuan selanjutnya

Rasional : Untuk menegetahui perkembangan pasien setelah diberikan pelayanan kesehatan.

4. Menyampaikan salam

Rasional : Agar pasien merasa lebih dihargai, karena kita telah menerapkan sopan santun.

POST INTERAKSI

1. Mengelola alat dan bahan yang telah dipakai

Rasional : Untuk menjaga kerapian dan kebersihan alat yang telah digunakan.

2.

Membuka sarung tangan dan mencuci tangan

Rasional : Untuk menjaga kebersihan tenaga medis, pasien, lingkungan

3.

Mendokumentasikan tindakan yang dilakukan

Rasional : Sebagai arsip atau bukti tertulis tenaga medis selama melakukan tindakan medis, sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan (misalnya pasien meninggal), kinerja tenaga medis dapat dipertanggung jawabkan.

Unit terkait Bidang dalam, anak, maternitas, jiwa dan komunitas Diperiksa oleh

Tim Penjamin Mutu Poltekkes Denpasar

(...) NIP.

Disusun Oleh Koordinator Bidang Bedah

(...) NIP.

(10)

3. SOP MENOLONG PASIEN DORSAL RECUMBENT

POLTEKKES KEMENKES DENPASAR

MENOLONG PASIEN DORSAL RECUMBENT No. Dokumentasi No. Revisi

-Halaman 1/1 SPO PROSEDUR KEPAWATAN Tanggal Berlaku Ditetapkan oleh Ketua Jurusan Keperawatan

Poltekkes Denpasar

(...) NIP.

Pengertian Membantu pasien yang hendak merubah posisi berbaring di tempat tidur dengan posisi telapak kaki menapak di tempat tidur.

Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah membantu pasien mengambil posisi trendelenberg

Kebijakan Mempermudah proses persalinan

Membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan eleminasi Mempermudah pemasukan obat/alat ke alat kelamin (genetalia) Persiapan 1. Tempat tidur/brancard 1 buah

2. Selimut mandi 1 buah

Prosedur kerja PRA INTERAKSI

1.

Mengkaji kebutuhan pasien akan posisi dorsal recumbent

2.

Memvalidasi data pasien tentang kebutuhan posisi dorsal recumbent

3.

Menyiapkan alat dan bahan membantu posisi dorsal recumbent INTERAKSI

Orientasi

1. Menyampaikan salam

2. Memperkenalkan diri dengan pasien/keluarga 3. Menanyakan nama pasien

4. Menjelaskan maksud dan tujuan 5. Menjelaskan prosedur kerja 6. Mendekatkan alat dan bahan 7. Mencuci tangan

Kerja

1.

Memakai sarung tangan 2. Memasang selimut mandi

3.

Membaringkan pasien terlentang di tempat tidur 4. Menganjurkan pasien membuka pakaian bawah

5. Menganjurkan pasien menekuk lutut, paha diregangkan dan telapak kaki menapak pada tempat tidur

(11)

6.

Merapikan pasien Terminasi

1. Mengevaluasi perasaan pasien 2. Memberikan pujian

3. Membuat kontrak untuk pertemuan selanjutnya 4. Menyampaikan salam

POST INTERAKSI

1. Mengelola alat dan bahan yang telah dipakai

2.

Membuka sarung tangan dan mencuci tangan

3.

Mendokumentasikan tindakan yang dilakukan Unit terkait Bidang dalam, anak, maternitas, jiwa dan komunitas

Diperiksa oleh

Tim Penjamin Mutu Poltekkes Denpasar

(...) NIP.

Disusun Oleh Koordinator Bidang Bedah

(...) NIP.

(12)

4. SOP MELATIH PERGERAKAN SENDI (ROM)

POLTEKKES KEMENKES DENPASAR

MELATIH PERGERAKAN SENDI (ROM) No. Dokumentasi No. Revisi

-Halaman 1/1 SPO PROSEDUR KEPAWATAN

Tanggal Berlaku Ditetapkan oleh

Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Denpasar

(...) NIP.

Pengertian Membantu pasien menggerakkan anggota tubuh sesuai dengan kemampuan pasien.

Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah membantu pasien enggerakkan anggota sendi

Kebijakan 1. Mencegah kontraktur pada pasien

2. Membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan mobilisasi 3. Mengetahui adanya kelainan pada persendian

Persiapan 1. Menutup pintu dan memasang sampiran

Prosedur kerja PRA INTERAKSI

1.

Mengkaji kebutuhan Pasien akan menggerakkan anggota tubuh

2.

Memvalidasi data pasien tentang kebutuhan menggerakkan anggota tubuh

3.

Menyiapkan alat dan bahan membantu menggerakkan anggota tubuh

INTERAKSI Orientasi

1. Menyampaikan salam

2. Memperkenalkan diri dengan pasien/keluarga 3. Menanyakan nama pasien

4. Menjelaskan maksud dan tujuan 5. Menjelaskan prosedur kerja 6. Mendekatkan alat dan bahan 7. Mencuci tangan

Kerja

1. Memakai sarung tangan

2. Menutup pintu dan memasang sampiran 3. Mengatur hal-hal yang bisa menghalangi

(13)

4. Menganjurkan klien untuk berbaring/duduk dalam posisi yang nyaman a. Melakukan latihan: 1) Leher : - Fleksi (45) - Ekstensi (45) - Hiperekstensi (10) - Lateral fleksi (40-45) - Rotasi (180) 2) Bahu - Fleksi (180) - Ekstensi (180) - Hiperekstensi (45-60) - Abduksi (180) - Internal rotasi (90) - Eksternal rotasi (90) - Circumduksi (360) 3) Siku - Fleksi (150) - Pronasi (150) 4) Telapak tangan - Supinasi (70-90) - Pronasi (70-90) 5) Pergelangan tangan - Fleksi (80-90) - Ekstensi (80-90) - Hiperekstensi (80-90) - Abduksi (30) - Adduksi (30-50) 6) Jari-jemari - Fleksi (90) - Ekstensi (90) - Hiperekstensi (30-60) - Abduksi (30) - Adduksi (30) 7) Ibu jari - Fleksi (90) - Ekstensi (90) - Abduksi (30) - Adduksi (30) 8) Pinggul - Fleksi (90-120) - Ekstensi (90-120) - Hiperekstensi (30-50) - Abduksi (30-50) - Adduksi (30-50) - Internal rotasi (90) - Eksternal rotasi (90) 9) Lutut - Fleksi (120-130) - Ekstensi (120-130) 10) Pergelangan kaki - Dorsal fleksi (30-30) - Plantar fleksi (45-50) - Eversi (5) - Inversi (5) 11) Kaki dan jari kaki

(14)

- Ekstensi (35-60) - Abduksi (0-15) - Adduksi (0-15) 12) Pinggang - Fleksi (70-90) - Ekstensi (70-90) - Hiperekstensi (20-30) - Fleksi lateral (20-30) - Rotasi (30-45) 5. Merapikan pasien Terminasi

1. Mengevaluasi perasaan pasien 2. Memberikan pujian

3. Membuat kontrak untuk pertemuan selanjutnya 4. Menyampaikan salam

POST INTERAKSI

1. Pintu sampiran dibuka kembali

2. Mengelola alat dan bahan yang telah dipakai 3. Membuka sarung tangan dan mencuci tangan 4. Mendokumentasikan tindakan yang dilakukan Unit terkait Bidang dalam, anak, maternitas, jiwa dan komunitas

Diperiksa oleh

Tim Penjamin Mutu Poltekkes Denpasar

(...) NIP.

Disusun Oleh Koordinator Bidang Bedah

(...) NIP.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :