KATA SAMBUTAN
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan InformalDeklarasi Universal Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, golongan ataupun agama tertentu. Pendidikan sebagai bagian dari hak asasi manusia dengan demikian harus ditujukan ke arah pengembangan pribadi seutuhnya yang mempertebal penghargaan terhadap kebebasan hakiki, menumbuhkan dan menggalakkan sikap saling pengertian, toleransi, persahabatan, dan perdamaian.
KATA PENGANTAR
Direktur Pembinaan Pendidikan MasyarakatPendidikan masyarakat merupakan suatu proses dimana upaya pendidikan yang diprakarsai pemerintah diwujudkan secara terpadu dengan upaya penduduk setempat untuk meningkatkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih bermanfaat dan memberdayakan masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan masyarakat berbasis pada kerangka kerja “Aksara Membangun Peradaban” dalam program Aksara Agar Berdaya (AKRAB!). Dengan demikian ukuran capaian kompetensi keberaksaraan masyarakat berubah dari membaca, menulis, dan berhitung teknis ke kemampuan memanfaatkan keberaksaraan untuk meningkatkan kualitas hidup diri dan lingkungannya. Tujuan Aksara Agar Berdaya (AKRAB!) adalah meningkatkan keberaksaraan penduduk dewasa yang masih mempunyai keterbatasan keaksaraan atau masih melek aksara parsial. Tingkat keberaksaraan yang memadai dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengakses informasi yang dapat digunakan untuk beradaptasi dan mengatasi berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya.
Saat ini masyarakat ditingkatkan keberaksaraannya dan diarahkan untuk menguasai ragam keaksaraan melalui program Keaksaraan Dasar, Keaksaraan Usaha Mandiri, Aksara Kewirausahaan, Keaksaraan Keluarga, dan Keaksaraan Bencana. Peningkatan budaya tulis dikembangkan melalui Koran Ibu, dan peningkatan budaya baca dilaksanakan melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Sejalan dengan program-program tersebut juga dilaksanakan sejumlah program pendidikan pemberdayaan perempuan dan partisipasi anak untuk meningkatkan harkat, martabat dan kualitas perempuan dan anak melalui program kecakapan hidup perempuan dan anak, program pencegahan tindak pidana perdagangan orang, serta program kesetaraan dan keadilan gender.
Saya menyambut baik diterbitkannya petunjuk teknis ini sebagai upaya untuk meningkatkan layanan pendidikan orang dewasa dengan memperluas ketersediaan, keterjangkauan dan kualitas layanan pendidikan masyarakat secara terarah dan terpadu. Melalui berbagai inisiatif program ini diharapkan investasi pendidikan nasional bagi pemenuhan hak warga negara terhadap akses pendidikan yang bermutu dapat benar-benar dirasakan dan dilihat hasilnya oleh seluruh masyarakat.
Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam penyusunan petunjuk teknis ini. Saya mengharapkan petunjuk ini benar-benar dapat dijadikan pedoman oleh semua pihak dalam melaksanakan program pendidikan masyarakat secara tertib dan tepat sasaran. Semoga, dan selamat bekerja.
Jakarta, Januari 2011 Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal,
Hamid Muhammad
DAFTAR ISI
KATA SAMBUTAN ... i
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal KATA PENGANTAR ... iii
Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat DAFTAR ISI ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Dasar Hukum ... 2
C. Tujuan Penyusunan Pedoman ... 3
BAB II PENYELENGGARAAN TBM RUANG PUBLIK ... 4
A. Pengertian TBM Ruang Publik ... 4
B. Sasaran TBM Ruang Publik ... 4
C. Maksud dan Tujuan TBM Ruang Publik ... 5
D. Hasil yang Diharapkan ... 5
E. Deskripsi Kegiatan ……… 6
F. Alokasi dan Rincian Anggaran ...……… 11 Untuk memastikan kelayakan layanan pendidikan masyarakat
bagi seluruh lapisan masyarakat, peningkatan keberaksaraan penduduk dewasa ini disertai dengan pelaksanaan misi kesetaraan yang tidak mendiskriminasikan para pihak, sehingga terjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan untuk semua. Di dunia terdapat 796 juta orang penduduk buta aksara, sebanyak 8,3 juta orang terdapat di Indonesia. Sebanyak 65% penduduk buta aksara di Indonesia adalah perempuan. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksetaraan gender untuk pendidikan orang dewasa. Walau keaksaraan bukan tujuan eksplisit pencapaian tujuan pembangunan millennium (MDG’s), tetapi keaksaraan menunjukkan dasar dari pencapaian pendidikan dasar universal. Keaksaraan terutama bagi perempuan dapat meningkatkan mata pencaharian, perbaikan kesehatan ibu dan anak, mengurangi risiko tertular HIV dan AIDS, dan mempermudah akses perempuan generasi berikutnya terhadap pendidikan sehingga dapat mengurangi kemiskinan, menunda usia perkawinan, mengurangi tingkat kesuburan, d a n m e n i n g k a t k a n h a r k a t d a n m a r t a b a t p e r e m p u a n . Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada berbagai pihak atas kontribusi dan perannya dalam penyusunan petunjuk teknis Penyelenggaraan Taman Bacaan Masyarakat Ruang Publik ini. Akhirnya semoga petunjuk teknis yang disusun dengan kesungguhan, komitmen, dan keikhlasan ini dapat bermanfaat untuk kita semua, dengan harapan semoga Allah SWT memberikan rakhmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.
Jakarta, Januari 2011
Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat
BAB I
PENDAHULUAN
BAB III PROSEDUR PENGAJUAN DANPENYALURAN BANTUAN ... 13
A. Filosofi ... 13
B. Lembaga Penerima ... 13
C. Persyaratan Penerima Bantuan ... 14
D. Tata Cara Pengajuan Proposal ……….. 15
E. Proses Penyaluran Bantuan ... 15
F. Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan ………….. 17
G. Catatan Khusus ……… 18
BAB IV PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN ... 19
A. Pemantauan ... 19
B. Evaluasi Kegiatan ... 19
C. Pelaporan dan Sanks ... 19
BAB V PENUTUP …………...……...……… 21
LAMPIRAN-LAMPIRAN; Lampiran 1 : Format Proposal ...……… 23
Lampiran 2 : Contoh Rekomendasi ...……… 30
Lampiran 3 : Format Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak 31 Lampiran 4 : Format Laporan Awal ...……… 32
Lampiran 5 : Format Laporan Akhir ...……… 34
Lampiran 6 : Contoh Akad Kerjasama ...…...…… 38
Lampiran 7 : Pedoman Penyelenggaraan TBM@Mall ... 43
Lampiran 8 : Instrumen Verifikasi Lembaga ...…...…… 52
A. Latar Belakang
Perpustakaan dan sejenisnya banyak tersebar di seluruh Indonesia. Berdasarkan data dari Perpustakaan Nasional tercatat pada tahun 2002 terdapat 13.908 unit perpustakaan yang terdiri atas 12.620 unit perpustakaan sekolah, 519 unit perpustakaan perguruan tinggi, dan 769 unit perpustakaan umum kabupaten/kota. Jumlah ini sangat kecil (5,04%) dibandingkan dengan jumlah instansi/lokasi yang secara keseluruhan adalah 275.869 unit. Lembaga sejenisnya lain yaitu taman bacaan masyarakat (TBM), berdasarkan data yang ada di Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat sampai akhir tahun 2010 jumlah TBM sebanyak 6004 unit yang tersebar dipedesaan, kawasan miskin perkotaan, 125 mobile, dan 19 TBM yang dislenggarakan di ruang-ruang publik, seperti mall. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang 235.994.502 orang (Sumber data Ditjen PUM Kemendagri, Mei 2010) jumlah keseluruhan perpustakaan dan TBM yang ada saat ini dapat relatif sedikit. Artinya masih banyak penduduk Indonesia yang belum mendapatkan layanan di bidang bahan bacaan dengan mudah dan murah.
akses TBM yang merata untuk memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat di bidang bahan bacaan yang mudah, murah, serta sesuai kemampuan baca dan kebutuhan nyata. Implementasi dari Renstra Kemdiknas 2010-2014 tersebut, antara lain dengan menyediakan TBM di tempat-tempat umum atau ruang-ruang publik yang dapat dengan mudah dikunjungi dan dijangkau oleh masyarakat luas. Penyelenggaraan TBM di ruang publik dibiayai oleh APBN sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk memberikan layanan di bidang bahan bacaan dalam rangka meningkatkan minat dan kegemaran membaca. Dana penyelenggaraan TBM Ruang Publik tersebut, dapat diakses oleh satuan pendidikan nonformal, unit pelaksana teknis pendidikan nonformal daerah provinsi dan kabupaten/kota, serta perkumpulan, perhimpunan, perserikatan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Agar TBM Ruang Publik ini dapat dipahami oleh penyelenggara dan pemangku kepentingan program pengembangan budaya baca maka disusunlah ”Petunjuk Teknis Pengajuan dan Pengelolaan Bantuan Penyelenggaraan TBM Ruang Publik, Tahun 2011”.
B. Dasar Hukum
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; 3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan
Organisasi Kementerian Negara;
4. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana P e m b a n g u n a n J a n g k a M e n e n g a h 2 0 1 0 - 2 0 1 4 ;
5. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara; 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 48 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 36 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional
C. Tujuan Penyusunan Petujuk Teknis
Penyusunan Petunjuk Teknis Pengajauan dan Pengelolaan Bantuan Penyelenggaraan TBM Ruang Publik ini bertujuan untuk dipergunakan:
1. sebagai acuan bagi Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dalam menyalurkan bantuan TBM Ruang Publik agar penyalurannya tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
2. sebagai acuan bagi dinas pendidikan provinsi dan/atau kabupaten/kota dalam memberikan rekomendasi sebagai informasi awal tentang kelayakan lembaga,
3. sebagai acuan bagi tim penilai agar dapat melakukan tugas penilaian proposal TBM Penguatan secara obyektif, 4. sebagai acuan bagi petugas verifikasi lembaga dalam rangka memastikan kelayakan lemabaga dapat diberi dana bantuan TBM Ruang Publik,
BAB II
PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) RUANG PUBLIK
A. Pengertian TBM Ruang Publik
1. Taman Bacaan Masyarakat adalah lembaga pembudayaan
kegemaran membaca masyarakat yang menyediakan ruangan untuk membaca, diskusi, bedah buku, menulis, dan kegiatan – kegiatan sejenis lainnya, yang dilengkapi dengan bahan bacaan, berupa: buku, majalah, tabloid, koran, komik, dan bahan multi media lain, serta didukung oleh pengelola yang berperan sebagai motivator.
2. TBM Ruang Publik merupakan TBM yang diselenggarakan
di ruang publik/tempat umum, antara lain: pusat perbelanjaan (mall), lingkungan rumah sakit, rumah ibadah yang dapat digunakan masyarakat untuk meningkatkan budaya baca dan menulis..
3. Dana TBM Ruang Publik/TBM@Mall merupakan bantuan
biaya operasional untuk menyelenggarakan TBM Ruang Publik atau TBM@Mall.
B. Sasaran TBM Ruang Publik
Sebagai penerima manfaat layanan dari penyelenggaraan TBM Ruang Publik/ TBM@Mall adalah pengujung ruang publik dan/atau pusat perbelanjaan (mall).
C. Maksud dan Tujuan Penyelenggaraan TBM Ruang Publik
Penyelenggaraan TBM Ruang Publik dimaksudkan untuk menyediakan sarana pendidikan/pembelajaran yang meluas, merata, dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Adapun tujuannya adalah: 1. Menyelenggarakan TBM@Mall di pusat-pusat belanja dan
ruang publik lainnya.
2. Memberikan layanan informasi dan hiburan edukatif melalui penyediaan bahan bacaan dan APE,
3. mendorong dan meningkatkan minat dan kegemaran membaca, menulis, belajar, dan berkomunikasi melalui kegiatan-kegiatan literasi,
4. menyelenggarakan pelbagai kegiatan keterampilan fungsional. D. Hasil Yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dari pemberian bantuan penyelenggaraan TBM Ruang Publik ini adalah:
1. tersedia dan terselenggarannya 25 unit TBM@Mall di pusat-pusat belanja dan ruang publik lainnya.
2. meningkatnya layanan informasi dan hiburan edukatif melalui penyediaan bahan bacaan dan APE,
3. mendorong dan meningkatkan minat dan kegemaran membaca, menulis, belajar, dan berkomunikasi melalui kegiatan-kegiatan literasi,
E. Deskripsi Kegiatan
1. Indikator Keberhasilan
a. tersalurnya dana bantuan TBM Ruang Publik kepada 25 lembaga dengan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu,
b. terselenggaranya 25 TBM@Mall dan TBM Ruang Publik lainnya yang:
1) memberikan layanan di bidang bahan bacaan dan informasi,
2) memberikan layanan permainan edukatif bagi anak-anak,
3) menyelenggarakan bimbingan belajar,
4) melaksanakan pendidikan dan latihan keterampilan praktis,
5) meningkatkan kemampuan keberaksaraan dan kegemaran membaca, menulis, dan berkomunikasi masyarakat,
2. Layanan
Petugas TBM Ruang Publik yang berperan sebagai motivator harus aktif membantu pengunjung dan memberikan layanan. Layanan yang dapat diberikan TBM Ruang Publik adalah:
a. membaca ditempat, agar pengunjung mau dan gemar membaca di TBM Ruang Publik maka bahan bacaan yang disediakan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung. Dengan menemukenali minat dan karakteristik pengunjung dapat menentukan bahan bacaan yang tepat. b. Pembelajaran, dengan menggunakan berbagai pendekatan,
misalnya:
1). membacakan buku dan/atau mendongeng untuk anak usia dini,
2). membimbing belajar membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi,
3). belajar sambil praktek keterampilan atau melaksanakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, 4). Membimbing teknik membaca cepat (scanning dan
skimming),
5). Menemukan kalimat dan kata kunci dari bacaan, 6). Lomba menceriterakan kembali buku yang telah dibaca, membedahnya dan mengenal bagaimana memproduksi buku, bagaimana menjadi pembaca dan penulis kreatif. 3. Komponen
Untuk dapat melaksanakan fungsinya sebagai sumber belajar, sumber informasi, dan tempat rekreasi edukatif, TBM Ruang Publik harus didukung komponen: sumber daya fisik dan sumber daya manusia sebagai berikut:
a. Sumber Daya Fisik
Dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
b. Sumber Daya Manusia
Factor utama dalam pengelolaan TBM Ruang Publik adalah orang sebagai sumber daya manusia, sekurang-kurangnya terdapat 3 orang yang duduk dalam susunan organisasi yang melaksanakan pengelolaan TBM Ruang Publik, terdiri atas: 1 orang Ketua, 1 orang yang mengurusi adminstrasi dan teknis, dan 1 orang memberikan layanan kepada masyarakat.
1). Ketua, mempunyai tugas: (1) memimpin TBM, (2) menyusun dan menetapkan program, (3) memajukan dan mengembangkan TBM, (4) melakukan hubungan kerjasama, dan (5) mengelola keuangan, 2). Urusan Administrasi dan Teknis, mempunyai tugas: (!) mengurus administrasi dan surat menyurat, (2) mengadakan seleksi dan pengadaan bahan bacaan, (3) melaksanakan pengolahan bahan bacaan, dan (4) melaksanakan pengembangan bahan bacaan, 3). Urusan Layanan, mempunyai tugas: (!) membuat tata tertib, (2) memberikan layanan TBM, dan (3)melaksanakan administrasi keanggotanaan 4. Inovasi-Kreatif
Dari uraian-uraian tersebut di atas dapat diketahui bahwa masyarakat Indonesia belum menyadari betapa pentingnya kegiatan membaca, mengajak untuk membiasakan membaca bukan sekedar menyediakan TBM dengan segala macam bahan bacaan yang disediakan. Tetapi perlu melakukan berbagai upaya untuk mendorong masyarakat mau dam mampu membaca dengan berbagai kiat berikut:
a. Mengenali pengunjung dan berbagai kebutuhannya, Agar dapat mengajak masyarakat mau membaca di TBM,
perlu mengenal lebih dahulu pengunjung sebagai sasarannya. Dengan maksud untuk mengetahui sosial–budaya-ekonomi, agama, potensi lingkungan, latar belakang pendidikan, serta kebutuhan nyata yang diperlukan. Hal ini penting sekali sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan, juga penting dalam penyediaan koleksi bahan-bahan bacaan yang akan disediakan.
b. Melakukan sosialisasi TBM dan memberi kesadaran arti pentingnya kepada masyarakat
TBM merupakan miniatur perpustakaan, dengan jumlah bahan bacaan yang minim baik jumlah maupun jenisnya. Sehingga pengunjung tidak tahu apa itu TBM. Andaikan tahu tentang keberadaan TBM belum tentu paham tentang TBM. Oleh karena itu penyelenggara/pengelola TBM harus melakukan sosialisasi keberadaan TBM, dan sekaligus memberi kesadaran terhadap manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan membaca.
c. Membentuk kelompok sasaran berdasarkan kemampuan baca/kebutuhan
Membentuk kelompok sasaran berdasarkan kemampuan baca/kebutuhan dengan maksud untuk mempermudah melakukan pendekatan dan bimbingan. Seperti membentuk kelompok sasaran anak usia dini, remaja, pedagang/wirausaha.
d. Membimbing dan meningkatkan kemampuan baca kelompok sasaran,
isi bacaan, b) menginterpretasikan bacaan, atau c) mengkombinasikan bacaan satu dengan yang lain. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pengelola TBM perlu sekali meningkatkan kemampuan membaca dengan cara membimbing dan mengajarkan teknik membaca yang efektif dan efisien.
e. M e n y e l e n g a r a k a n k e g i a t a n y a n g b e r m a n f a a t , Agar TBM dapat melakukan tugas dan fungsinya, pengelola dituntut untuk kreatif menciptakan kegiatan sebagai upaya untuk menarik masyarakat untuk berkunjung dan memanfaatkan TBM. TBM berfungsi sebagai sarana pembelajaran, sumber informasi, dan rekreasi-edukatif, bahan bacaan apapun jenisnya dapat menjadi penunjang dalam pembelajaran.
Praktek keterampilan dari buku-buku yang tersedia di TBM dengan cara pengelola mencarikan nara sumber teknis di bidang keterampilan tertentu misalnya membuat sampho, sabun cuci, kecap, atau minyak kelapa dengan cara demo. Demo membuat sabun cuci ini akan memotivasi masyarakat untuk membaca penjelasan lengkap melalui buku. Beberapa contoh kegiatan yang bisa dipadukan dengan bahan bacaan adalah: (1) Mempraktekan isi buku (keterampilan), seperti praktek memasak, budi daya ikan, dan bercocok tanam., (2) Mendiskusikan isi buku baru, (3)Lomba-lomba, seperti: .
Ø lomba menulis sinopsis buku bacaan yang pernah dibacanya. Sinopsis sederhana tidak perlu terlalu panjang tetapi disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan latar
belakang pendidikan masyarakat. Lomba ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang baru melek huruf karena tidak saja melatih keterampilan membaca tetapi juga menulis sehingga akan menjaga ketarmpilan yang sudah diperolehnya tidak akan hilang/lupa.
Ø lomba berhias diri, kegiatan ini dapat melibatkan toko-toko kosmetik yang ada disekitar mall.
Ø Mengadakan acara cerdas cermat dengan pertanyaan seputar buku yang sudah disediakan oleh TBM. Acara cerdas cermat ini bisa diadakan sebulan sekali tergantung keperluan dan respon masyarakat. Acara ini akan menumbuhkan rasa bersaing dalam kegiatan membaca di masing-masing kelompok peserta. Tentu saja diusahakan ada hadiah yang diberikan kepada pemenang lomba sebagai daya tarik. Hadiah bisa dicarikan dengan mencari donatur atau sponsor. Untuk kegiatan ini, pihak pengelola harus merangkul berbagai pihak, seperti manajemen mall.
F. Alokasi dan Rincian Penggunaan Dana
A. Filosofi
Penyaluran dan penyelenggaraan TBM Ruang Publik berlandaskan filosofi sebagai berikut:
1. motivasi - mendorong tumbuhnya TBM kreatif-rekreatif di kelompok komunitas,
2. apresiasi - memberi perhatian, kepedulian, simpati dan dukungan setiap upaya setiap lembaga dalam membelajarkan dan memberdayakan komunitas,
3. afirmasi – menunjuk lembaga yang diserahi dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan TBM Ruang Publik di daerah yang tidak ada lembaga yang mengajukan dana program. B. Penerima Bantuan
Dana bantuan TBM Ruang Publik/TBM@Mall tahun 2011 dapat diakses oleh lembaga secara kompetitif dengan mengajukan proposal. Lembaga yang dimaksud pada Petunjuk Teknis ini adalah: (1) pusat kegiatan belajar mayarakat, (2) satuan pendidikan nonformal sejenis, (3) unit pelaksana teknis pendidikan nonformal, (4) organisasi keagamaan, (4) dan/atau organisasi kemasyarakatan yang memiliki legalitas, kapasitas, dan integritas serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada Petunjuk Teknis ini.
BAB III
PROSEDUR PENGAJUAN
DAN PENYALURAN BANTUAN
Keperluan Alokasi Anggaran
Prosentase Rupiah
A. Pembelian bahan bacaan Minimal Minimal
Buku ferensi (seperti: ensiklopedia, 25 % Rp. 37.500.000 kamus), buku ilmiah populer,
buku yang sesuai karakteristik pengjunung, Novel dan bacaan rekreatif, Majalah dan koran lokal dan/atau nasional.
B. Pengadaan sarana Maksimal Maksimal
Antara lain: rak buku, meja petugas, 25 % Rp.37.500.000 meja/bangku baca, permainan
edukatif bagi anak, laptop
C. Penyelenggaraan kegiatan Maksimal Rp.45.000.000
pembudayaan kegemaran 30 %
membaca
Antara lain: menyelenggarakan bimbingan belajar, praktek
keterampilan praktis, latihan jurnalis, latihan menulis cerpen, temu penulis/ tokoh, lomba-lomba litericy,
pemutaran film edukatif.
D. Biaya operasional Maksimal Rp. 30.000.000
20 %
C. Persyaratan Penerima Bantuan 1. Persyaratan Administrasi
a. memiliki:
1). akte notaris pendirian lembaga, atau
2). surat keterangan pendirian lembaga dari pejabat yang berwenang, atau
3). surat ijin opersional penyelenggaraan lembaga, atau 4). surat legalitas lembaga lainnya dari pejabat yang
berwenang;
b. memiliki rekening bank atas nama lembaga, yang di buktikan dengan surat keterangan bank.
c. memiliki nomor pokok wajib pajak atas nama lembaga, d. memiliki rekomendasi dari dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota di mana TBM Ruang Publik diselenggarakan,.
e. memiliki surat perjanjian kerjasama/pernyataan dari managemen ruang publik.
f. (Bagi lembaga penerima dana program TBM@Mall tahun 2010) telah menyampaikan laporan penyelenggaraan TBM@Mall tahun 2010 secara tertulis kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat.
2. Persyaratan Teknis
a. ada tempat untuk menyelenggarakan TBM@Mall yang memadai,
b. memiliki tenaga pengelola yang sanggup dan mampu mengelola TBM Ruang Publik;
c. memiliki konsep penyelenggaraan TBM@Mall atau TBM Ruang Publik,
d. memiliki program kerja dalam setahun kedepan.
D. Tata Cara Pengajuan Proposal
Setiap pimpinan lembaga yang ingin memperoleh dana bantuan TBM Ruang Publik mengajukan proposal yang dibuat sesuai dengan format proposal pada lampiran 1 Petunjuk Teknis ini dan menyampaikan kepada:
Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat u.p. Kepala Subbagian Tata Usaha
Komplek Kantor Kemendiknas, Gedung E Lantai 6 Jl. Jenderal Sudirman-Senayan,
Jakarta 10270
Proposal TBM Ruang Publik telah dapat diterima mulai bulan Maret 2011 sampai dengan tanggal 31 Juli 2011. Proposal yang diterima Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat setelah tanggal 31 Juli 2011 akan diproses apabila dana bantuan TBM Ruang Publik pada anggaran tahun 2011 masih tersedia.
E. Proses Penyaluran Bantuan
Dana bantuan TBM Ruang Publik dapat diberikan kepada lembaga pemohon apabila: (1) lolos seleksi administrasi, (2) lulus penilaian proposal, dan (3) layak menerima dana bantuan melalui verifikasi lembaga.
1. Seleksi Administrasi
4. Penetapan Penerima Bantuan
Hasil seleksi proposal baik seleksi administrasi, penilaian substansi, dan verifikasi lembaga oleh Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana disampaikan kepada Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat sebagai bahan untuk menetapkan lembaga penerima dana bantuan TBM Ruang Publik. Berdasarkan hasil seleksi proposal tersebut di atas dan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat atau pejabat yang ditunjuk menetapkan lembaga penerima bantuan dengan Surat Keputusan.
5. Peluncuran Bantuan
Berdasarkan Surat Keputusan Penetapan Lembaga Penerima Dana Bantuan TBM Ruang Publik dilakukan penyaluran dana dimaksud sebagai berikut:
a. penandatangan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam penyaluran dana bantuan TBM Ruang Publik, seperti: Akad Kerjasama, kwitansi, surat pernyataan dan lain-lain, b. penyaluran dana bantuan TBM Ruang Publik dilakukan melalui transfer bank oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III ke rekening bank lembaga penerima.
F. Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan
Lembaga penerima dana bantuan TBM Ruang Publik berkewajiban dan bertanggung jawab mutlak terhadap: 2. Penilaian Proposal,
a. Proposal TBM Ruang Publik yang lolos seleksi administrasi, selanjutnya dilakukan penilaian secara substansi oleh Tim Penilai Independen yang diangkat dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat atau pejabat yang ditunjuk,
b. Mekanisme penilaian proposal TBM Ruang Publik secara subtansi dilakukan sebagai berikut:
1) Setiap proposal dinilai oleh 3 orang anggota tim penilai secara mandiri,
2) Hasil penilaian angka 1) dipersandingkan untuk mengetahui sejauhmana perbedaan antara penilai satu dengan yang lain.
3) Apabila terjadi perberdaan yang signifikan, diadakan pleno untuk membahas perbedaan tersebut. 4) Hasil pleno, diserahkan kepada Sekretariat Tim Penilain untuk dijumlahkan dan dilakukan perankingan dari nilai yang terbesar sampai yang terkecil,
3. Verifikasi Lembaga
Ø mengelola dan mengadministrasikan dana banatuan secara tertib dan teratur sesuai ketentuan yang berlaku.
Ø mempertanggungjawabkan penggunaan dana secara akuntabel d a n t r a n s p a r a n s e s u a i p e r a t u r a n y a n g b e r l a k u .
Ø menyetor pajak yang dipungut berdasarkan ketentuan yang berlaku.
G. Catatan Khusus:
1. Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional tidak memungut biaya apapun dan tidak menerima pengembalian dana bantuan dalam bentuk apapun, untuk pencairan dana bantuan yang akan dan telah ditetapkan.
2. Sesuai dengan misi ke-4 Rencana Strategis Kemdiknas 2010-2014 tentang kesetaraan diperlukan afirmasi/keberpihakan pada daerah dan komunitas khusus tertentu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk menentukan lembaga penyelenggara program penerima alokasi dana. 3. Dana bantuan penyelenggaraan kegiatan pendidikan masyarakat tahun 2011 tidak diberikan kepada lembaga penerima dana dari Direktorat Pendidikan Masyarakat tahun 2010 yang tidak menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan, 4. Setiap lembaga hanya dapat/boleh menerima maksimal dua jenis bantuan dengan sasaran yang berbeda pada Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat.
5. Bagi rumah pintar yang mengajukan dana bantuan lepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, harus menyertakan rekomendasi dari lembaga yang menjadi pembinanya.
BAB IV
PEMANTAUAN, EVALUASI,
DAN PELAPORAN
A. Pemantauan
Penilik sebagai aparat dinas pendidikan kabupaten/kota dapat melakukan pemantauan terhadap penyelenggaraan TBM Ruang Publik secara mandiri atau bersama-sama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, dinas pendidikan provinsi. Pelaksanaan pemantauan dapat dilakukan dengan: (1) kunjungan lapangan, (2) meminta laporan, dan (3) informasi media maupun pihak lain yang dapat dipertanggungjawabkan. B. Evaluasi
Untuk menindaklanjuti hasil pemantauan dilaksanakan evaluasi dengan maksud menilai penyelenggaraan TBM Ruang Publik dan hasil-hasilnya. Evaluasi dilakukan secara sampling oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dengan metode: a. kunjungan lapangan untuk melihat kondisi fisik, b. mengisi instrumen untuk mendapatkan informasi yang
diperlukan,
c. wawancara dengan pengelola untuk mencari informasi yang lebih dalam,
C. Pelaporan dan Sanksi 1. Pelaporan
bagi peningkatan minat baca masyarakat, termasuk hambatan yang dihadapi kehadiran sebuah laporan sangat diperlukan. Oleh karena itu, bagi lembaga penerima dana bantuan TBM Ruang Publik wajib menyampaikan laporan secara tertulis kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat. Penyampaian laporan yang dimaksud tersebut di atas dilakukan sebanyak 2 (dua) kali, yaitu:
a. Laporan Awal, disampaikan paling lambat dua bulan sejak dana diterima dengan menggunakan format laporan pada lampiran 4 Pedoman ini.
b. Laporan Akhir, disampaikan paling lambat akhir bulan Desember 2011 dengan menggunakan format laporan pada lampiran 5 Pedoman ini.
Baik laporan awal maupun laporan akhir harus dilengkapi dengan data-dokumen pendukung.
2. Sanksi
Bagi lembaga penerima dana bantuan TBM Ruang Publik: a. yang tidak melaksanakan TBM Ruang Publik sesuai dengan proposal dan/atau akad kerjasama diberikan sanksi berupa wajib mengembalikan dana bantuan ke kas negara dan menyampaikan bukti setor pengembalian dana tersebut ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat. b. yang tidak membuat dan menyampaikan laporan secara tertulis kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, diberikan sanksi tidak diberikan dana bantuan untuk seluruh kegiatan pendidikan masyarakat.
Kegiatan membaca merupakan bagian dari proses belajar untuk mendapatkan suatu pengertian/pengetahuan/pemahaman dari teks yang tertulis. Hal ini berarti kegiatan membaca berkaitan erat dengan ketersediaan bahan – bahan bacaan, fasilitas dan lingkungan. Oleh karena itu dapat dipastikan terdapat hubungan positif antara membaca, bahan bacaan, taman bacaan masyarakat, dan lingkungan dengan minat baca masyarakat. Dengan alasan itulah pemerintah memberikan bantuan untuk penyelenggaraan TBM dalam rangka memberikan layanan di bidang bahan bacaan yang murah, merata, meluas, dan menjangkau masyarakat sebagai upaya mendorong/memotivasi tumbuh-kembangnya serta meningkatkan minat dan pembudayaan kegemaran membaca.
Pedoman Pengajuan dan Pengelolaan Dana Bantuan Sosial TBM Penguatan ini sebagai pegangan bagi pihak – pihak yang berkepentingan, yaitu: Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Dinas Pendidikan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, penilik, tim penilai, dan lembaga pemohon bantuan. Dengan mengikuti pedoman ini maka penyaluran bantuan TBM Rintisan akan berjalan dengan baik, tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat guna dalam rangka mendukung terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat.
a. Contoh Sampul (kertas A4)
PROPOSAL
TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) TBM@Mall Jendela Dunia
Diajukan kepada:
Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat
Direktorat Jenderal Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Informal
Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta
Lembaga Pendidikan Anak ”DOREMI”
Jalan Swaramardika I/8 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telp. 0370-640541
Tahun 2011 Pedoman ini dibuat untuk memberikan pemahaman dan arahan
teknis pada lembaga penyelenggara pendidikan masyarakat dan semua pihak terkait untuk keberhasilan program pendidikan masyarakat secara umum dan peningkatan budaya baca secara khusus. Penjelasan atau informasi lebih lanjut dapat menghubungi Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, dengan alamat: Kompleks Kemendiknas, Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman- Senayan, Jakarta, 10270, telepon (021) 5725501, faksimili (021) 5725039.
Lampiran 1: Format Proposal
6. Susunan Pengurus:
Ketua : ...Telp. ... Sekretaris : ... Bendahara : ...
7. Prasarana: (beri tanda silang) a. Gedung/bangunan tersendiri,
seluas : ...M2
b.Menyatu dengan rumah tangga, ruangan yang dipergunakan untuk lembaga seluas : ...M2
c. Status : milik sendiri/sewa/pinjam (coret yang tidak perlu)
8. Pemanfaatan Ruangan (beri tanda silang): a. Ruang Tamu
b. Ruang Sekretariat c. Ruang Kantor Pengurus d. Ruang Belajar Teori
e. Ruang Praktek Keterampilan f. Ruang Bermain/Belajar g. Ruang Serbaguna h. Ruang Usaha/Produksi
i. Ruang Perpustakaan/Taman Bacaan j. Ruang Penjaga/Satpam
k. Ruang Mushola/tempat ibadah l. Ruang Dapur
m. Toilet/MCK
9. Sarana Yang Dimiliki (jika ada, beri tanda silang)
a. Meja secretariat : ……. set b. Almari secretariat : ……. buah c. meja, kursi belajar : ……. set d. computer/laptop : ……. unit e. alat-alat keterampilan : …… jenis f. alat permainan edukatif : …… jenis g. bahan ajar : …… judul
b. Sistematika Proposal
A. Latar Belakang Menjelaskan kondisi/karakteristik masyarakat s e k i t a r T B M R u a n g P u b l i k d i m a n a diselenggarakan, yang meliputi keadaan sosial-budaya-ekonomi, keadaan geografi, potensi dan/atau produk unggulan daerah
B. Maksud dan Maksud dan tujuan:
Tujuan 1. menyelenggarakan TBM Ruang Publik 2. mengajukan permohonan bantuan sosial
TBM Ruang Publik
C. Profil Lembaga Pemohon Dana Bantuan
1. Nama Lembaga : ... 2. Alamat (lengkap): . ... ... Provinsi... Kode Pos ...
3. Surat Pendirian/pembetukan Lembaga: Jabatan /Notaris:... Nomor :... Tanggal : ...
4. Rekening Bank Lembaga:
Nama Bank : ...Cab/Unit ... No. Rek : ... Atas nama : …….………..…….
6. Bahan Bacaan Yang Akan Dibeli: a. Buku non fiksi
b. Buku fiksi
7. (bagi penerima dan TBM@Mall 2010) Bahan Bacaan Yang Telah Dimiliki.
a. Buku non fiksi : ... judul, ...eksemplar b. Buku fiksi : ... judul, ...eksemplar c. Buku keterampilan : ... judul, ...eksemplar d. Buku agama : ... judul, ...eksemplar e. Buku sastra : ... judul, ...eksemplar f. Buku tokoh : ... judul, ...eksemplar g. Lain-lain
... ...
8. Sarana Yang Diadakan (beri tanda silang) a. rak buku g. Rak/display buku baru
h. ... i. ...
9. (bagi penerima dan TBM@Mall 2010) Sarana Yang Telah Dimiliki:
a. rak buku : ... unit b. meja/bangku baca : ... set c. karpet : ... buah 10. Kegiatan PNFI yang dilaksanakan:
(beri tanda silang)
a. PAUD, jumlah perserta didik...orang, b. Pendidikan Keaksaraan, e. TBM, jumlah bahan
bacaan ...judul...ekspl
f. ...
D. TBM Ruang
Publik Yang 1. Nama : ... Akan
Diselenggarakan 2. Lokasi : (beri tanda silang)
a. mall, b. rumah sakit, c. tempat ibadah, d. ...
Status: a. Sewa b. CSR
3. Alamat : ... ... ... Provinsi. ... Kode Pos ...
4. Visi dan Misi
Lampiran 1. copy surat keterangan pendirian/pembentukan lembaga,
2. copy rekening bank atas nama lembaga, 3. copy nomor pokok wajib pajak lembaga, 4. rekomendasi dari dinas pendidikan provinsi atau
kabupaten/kota dimana TBM Ruang Publik diselenggarakan)
5. copy surat kontrak/perjanjian dengan managemen ruang publik
d. meja pengelola/petugas : ... set e. komputer/laptop : ... unit f. gantungan koran : ... buah. g. rak/display buku baru : ... unit h. ...
10. Jadwal Buka
a. setiap hari buka jam :...s.d. ... b. libur pada hari : ...
11. Kegiatan-kegiatan Pembudayaan Kegemaran Membaca yang dilakukan:
Nama kegiatan Peserta Hasil yang dicapai
E. Rencana Kerja Menyusun rencana kerja untuk satu tahun kedepan Satu Tahun terutama kegiatan-kegiatan pembudayaan
Kedepan kegemaran yang akan dilaksanakan.
F. Rencana Rencana pengembangan TBM kedepan Pengembangan pasca pemberian dana.
G. Penggunaan 1. Pembelian bahan bacaan Dana Bantuan 2. Pengadaan sarana
3. Biaya kegiatan pemberdayaan kegemaran membaca
KOP DINAS
___________________________________________________
REKOMENDASI
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA ...
Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota ... menerangkan bahwa:
Nama lembaga/organisasi : ... Alamat di : ...
... Ketua : ...
adalah dinilai layak mengajukan Proposal kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional untuk mendapatkan dana bantuan TBM RUANG PUBLIK.
Demikian rekomendasi ini diterbitkan sebagai bahan pertimbangan bagi yang berkepentingan.
...,...2011
a.n. Kepala Dinas Kasubdin/Kabid PNFI
cap/tanda tangan
... NIP...
SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB MUTLAK
Yang bertandatangan di bawah ini, kami atas nama pimpinan Lembaga ... yang mengajukan proposal program Taman Bacaan Masyarakat Ruang Publik Tahun 2011:
Nama : ...……… Jabatan dalam lembaga : … … … … Alamat Lembaga : …………..……… Telepon/HP/Fax. : … … … … . . … … … … dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami sanggup: 1. Menyelenggarakan program TBM Ruang Publik sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Kerjasama 2. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan: a. Laporan Awal, disampaikan paling lambat dua bulan sejak dana diterima dengan menggunakan format laporan pada lampiran 4 Pedoman ini.
b. Laporan Akhir, disampaikan paling lambat akhir bulan Desember 2011 dengan menggunakan format laporan pada lampiran 5 Pedoman ini
3. Berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota setempat, dan lembaga/instansi yang terkait dalam penyelenggaraan program.
4. Mempertanggungjawabkan penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun juga.
………2011 Yang Membuat Pernyataan
(…………..………….)
Lampiran 2: Format Rekomndasi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Lampiran 3: Format Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak
6.000,-b. Sistematika Laporan
A. Identitas 1. Nama : ………... Lembaga 2. Alamat : ....………...….
Penerima Dana .………..…
Bantuan 3. Nama Ketua : ………....… 4. No Telp/HP : ………...…...…….
B. Dasar a. Acuan Pengajuan dan Pengelolaan Dana TBM Ruang Publik
b. Perjanjian Kerjasama Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dengan ... nomor: .../B4/MS/2011 tanggal:...
C. Maksud dan Jelaskan maksud dan Tujuan Tujuan Penyusunan Laporan
D. Dana Bantuan Diterima melalui transfer bank:
1. Nama Bank : ... 2. Nomor rekening : ... 3. Atas Nama : ... 4. Besar : Rp. ... 5. Tanggal : ...
E. Rencana 1. Pembelian bahan bacaan : ... Penggunaan 2. Pengadaan Sarana : ... Dana Bantuan 3. Biaya Kegiatan Pembudayaan: ...
Kegemaran Membaca
4. Biaya Operasional : ...
F. Penyelenggaraan 1. Nama TBM Ruang Publik :... TBM Ruang Publik 2. Lokasi : ... 3. Alamat : ... ... ... 4. Mulai Buka : ... 5. Petugas Layanan : a. ... b. ... 6. Jadwal Buka : ...
G. Rencana Kerja Satu Tahun Kedepan a. Contoh Sampul (kertas A4)
LAPORAN AWAL
TBM@Mall Jendela Dunia
Disampaikan kepada:
Direktur Pendidikan Masyarakat
Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional
Jakarta
Oleh :
Nama lembaga penerima dana : ………...…...…….. Alamat : ... No. Tlp./Hp./Fax : ... Lampiran 4: Format Laporan Awal
a. Sistematika Laporan
A. Identitas 1. Nama : ...……….... Lembaga Penerima 2. Alamat : ...……….... Dana Bantuan ...……….... 3. Nama Ketua : ...……….... 4. No Telp/HP : ...………....
B. Dasar 1. Acuan Pengajuan dan Pengelolaan Dana TBM Ruang Publik
2. Perjanjian Kerjasama Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dengan
... nomor:
.../B4/MS/2011 tanggal:...
C. Maksud dan Jelaskan maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Tujuan
D. Penyelenggaraan
TBM Ruang Publik 1. Nama TBM Ruang Publik: ... 2. Lokasi : ... 3. Alamat : ... ... ...
4. Susunan Pengelola:
Ketua : ... Petugas Layanan : 1). ... 2)...
5. Layanan:
Jadwal Buka : setiap hari... pukul : ...s.d. ...
jenis layanan: - baca ditempat - peminjaman buku - permainan anak usia dini - akses internet
a. Sampul (Kertas A4)
LAPORAN AKHIR
PENYELENGGARAAN TBM@Mall JENDELA DUNIA
Disampaikan kepada:
Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal
Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta
Oleh :
Nama lembaga Penyelenggara : ………... Alamat : ... No. Tlp./Hp./Fax : ... Lampiran 5: Format Laporan Akhir
6. Penggunaan Dana Bantuan:
a. Pembelian Buku : Rp. ... jenis buku:
- buku nonfiksi : ...judul, - buku fiksi : ...judul, - buku keterampilan : ...judul, - buku keagamaan : ...judul, - buku sastra : ...judul, - buku tokoh : ...judul, - buku referensi : ...judul, dan - langganan koran : ...bulan
b. Pengadaan Sarana : Rp. ... - rak buku : ... unit,
- meja petugas : ... set - meja baca ; ... set - komputer/laptop : ...set - akses internet
- ... - ...
c. Biaya Kegiatan : Rp. ... - ... - ... - ... - ... - ... d. Biaya Opersional : Rp. ...
- insentif petugas : Rp. ... - ... : Rp. ... - ... : Rp. ...
7. Kegiatan pembudayaan kegemaran membaca:
Nama kegiatan Tempat dan waktu
1 2
Unsur Peserta Hasil Yang Biaya Dicapai
3 4 5
E. Rencana ... Pengembangan ... ... ... ... ... ...
Lampiran-lampiran 1. copy bukti pengeluaran uang (laporan keuangan/SPJ)
AKAD KERJASAMA NOMOR : /B4/AKS/2011
DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI,
NONFORMAL, DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
DENGAN
LEMBAGA/ORGANISASI ...
TENTANG
KERJASAMA PENYELENGGARAAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) RUANG PUBLIK 2011
Pada hari ini ... tanggal ... bulan ... tahun dua ribu sebelas, kami yang bertandatangan di bawah ini: 1. Nama : ………
NIP : ………
Jabatan : ………
Alamat : Kompleks Kementerian Pendidikan Nasional Gedung E Lantai 6,
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270 dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional, dan untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.
2. Nama : ……… Jabatan : Ketua ………... Alamat : ………
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Lembaga/Organisasi ……… dan untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua.
Secara bersama-sama, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA selanjutnya disebut sebagai PARA PIHAK, berdasarkan pertimbangan:
Lampiran 6: Contoh Akad Kerjasama 1. Bahwa PIHAK PERTAMA sebagai institusi yang bertugas melakukan
pembinaan dan pengembangan budaya baca melalui taman bacaan masyarakat.
2. Bahwa PIHAK KEDUA sebagai lembaga/organisasi yang menyelenggarakan taman bacaan masyarakat.
PARA PIHAK bersepakat bekerjasama untuk melaksanakan program pengembangan budaya baca melalui penyelenggaraan taman bacaan masyarakat, dengan ketentuan sebagaimana diatur pada pasal-pasal berikut:
Pasal 1 PENGERTIAN
(1) Taman Bacaan Masyarakat yang selanjutnya disebut TBM adalah sarana penunjang pembudayaan kegemaran membaca masyarakat melalui penyiapan ruang yang disediakan untuk membaca, diskusi, bedah buku, menulis, dan kegiatan – kegiatan sejenis lainnya yang dilengkapi dengan bahan bacaan, berupa: buku, majalah, tabloid, koran, komik, dan bahan multi media lain dan didukung oleh pengelola yang dapat berperan sebagai motivator.
(2) Bantuan Sosial TBM Ruang Publik adalah dana bantuan yang diberikan oleh pemerintah untuk merintis-mendirikan dan/atau memperkuat kelembagaan TBM yang diselenggarakan di ruang-ruang publik dalam rangkamenyediakan sarana pembelajaran yang merata, meluas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya mewujudkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat.
Pasal 2
TUJUAN KERJASAMA
Tujuan diadakan kerjasama antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA untuk:
1. Menyediakan akses TBM yang bermutu, merata, dan meluas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
2. Memberikan dan meningkatkan mutu layanan di bidang bahan bacaan sesuai dengan kebutuhan, mudah, dan murah,
3. Membina dan meningkatkan minat dan kegemaran membaca dan belajar masyarakat,
(3) PIHAK PERTAMA menyalurkan dana kepada PIHAK KEDUA melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III dengan transfer ke:
Nama Bank :
Nomor Rekening :
Atas Nama :
NPWP :
(4) Apabila PIHAK KEDUA menggunakan dana diluar ketentuan di atas, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. (5) Biaya administrasi dan perpajakan yang terkait dengan Akad Kerjasama ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Pasal 5 SANKSI
(1) Jika PIHAK KEDUA ternyata tidak menggunakan dana sesuai dengan peruntukannya yang telah ditentukan dalam pedoman dan/atau akad kerjasama ini, maka PIHAK KEDUA wajib mengembalikan dana ke Kantor Kas Negara melalui bank, menyampaikan copy bukti setor ke PIHAK PERTAMA,
(2) Apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak mengembalikan dana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 di atas, maka PIHAK PERTAMA dapat melaporkan PIHAK KEDUA kepada pihak berwenang.
Pasal 6
TANGGUNG JAWAB MUTLAK
PIHAK KEDUA bertanggung jawab mutlak atas penggunaan dan pengelolaan dana bantuan TBM Penguatan sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 ayat (1).
Pasal 3
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
(1) Tugas dan tanggung jawab PIHAK PERTAMA adalah: a. Memproses pencairan dana melalui KPPN Jakarta III sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku setelah penandatanagan akad kerjasama oleh PARA PIHAK,
b. Memberikan bimbingan teknis terhadap penyelenggaraan TBM, c. Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan TBM yang
dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA;
d. Menghentikan proses pencairan dana kepada PIHAK KEDUA, jika ditemukan hal-hal yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara.
(2) Tu g a s d a n t a n g g u n g j a w a b P I H A K K E D U A a d a l a h : a. Menandatangani Surat Pernyataan Kesanggupan untuk
menyelenggarakan TBM;
b. Menyusun rencana dan jadwal kegiatan;
c. Melaksanakan dan memperkuat penyelenggaraan TBM Ruang Publik yang bermutu dan kegiatan sesuai rencana kegiatan dan target sasaran yang ditentukan dalam pedoman.
d. Memberitahukan dan mengkoordinasikan pelaksanaan program kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat;
e. Mengadministrasikan dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana secara akuntabel sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku; f. Melaporkan hasil pelaksanaan program kepada PIHAK PERTAMA dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat;
Pasal 4
PENYALURAN DAN PENGGUNAAN DANA
Pasal 7
KETENTUAN PENUTUP
1. Hal-hal lain yang belum diatur dalam Akad Kerjasama ini, akan diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Akad Kerjasama ini.
2. Akad Kerjasama ini berlaku sejak ditandatangani oleh PARA PIHAK, sampai dengan berakhirnya pelaksanaan program.
Demikian Akad Kerjasama ini dibuat dan ditandatangani oleh PARA PIHAK di Jakarta dalam rangkap 5 (lima), di atas materai enam ribu, dan masing-masing memiliki kekuatan hukum yang sama.
PARA PIHAK
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
A. Pendahuluan
Visi Pembangunan Pendidikan Nonformal adalah terwujudnya manusia Indonesia pembelajar sepanjang hayat, dengan melaksanakan salah satu misi “meningkatkan kegemaran membaca melalui taman bacaan masyarakat yang menyediakan dan memberikan layanan di bidang bahan bacaan”. Disebutkan dalam Undang-undang Nomor: 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan bahwa penyediaan sarana Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai sarana penunjang pembudayaan kegemaran membaca dilaksanakan ditempat-tempat yang mudah diakses oleh masyarakat, yaitu ditempat-tempat umum, seperti: tempat ibadah, rumah sakit, terminal, bandara, pasar, mall.
Pada tahun 2010, Pemerintah mendorong masyarakat dengan memberikan bantuan dana untuk merintis penyelenggaraan TBM di tempat-tempat umum khususnya di pusat perbelanjaan, yaitu: mall, plaza, carefour yang kemudian disebut TBM@Mall. Sampai saat ini telah dapat disalurkan untuk 20 unit TBM@Mall.
TBM@Mall sebagai sarana pembelajaran mempunyai peranan penting untuk meningkatkan minat baca dan memberdayakan masyarakat mengingat: (1) paradigma dewasa ini mall, plaza dan pusat pembelanjaan lainnya telah berkembang bukan hanya sebagai tempat belanja tetapi juga menjadi pusat peradaban, gaya hidup, dan tempat hiburan masyarakat, (2) pengunjung pusat-pusat perbelanjaan didominasi oleh kaum remaja yang masih membutuhkan pendidikan, dan (3) dengan lokasi yang strategis sehingga masyarakat mudah untuk mengakses.
B. Maksud dan Tujuan
Penyelenggaraan TBM@Mall dimaksudkan untuk menyediakan sarana layanan pendidikan/pembelajaran yang merata, meluas, mudah dijangkau oleh masyarakat. Adapun tujuannya adalah mendorong,
menumbuhkembangkan, dan meningkatkan minat dan kegemaran membaca dan belajar masyarakat dalam rangka membangun budaya baca masyarakat.
C. Gambaran Umum TBM@Mall
1. Lokasi TBM@Mall idealnya menempati posisi yang mudah di lihat dan di jangkau pengunjung, sehingga pengunjung mall tidak kesulitan datang.
2. TBM@Mall menjalankan fungsi yaitu sebagai sumber belajar, sumber informasi, dan tempat rekreatif-edukatif sehingga TBM@Mall berperan sebagai:
Tr a n s p o r m a s i i l m u p e n g e t a h u a n d a n t e k n o l o g i , Latihan berbagai keterampilan,
Apresiasi seni dan budaya,
Tempat santai mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan rekreasi-edukatif.
3. Pemilihan koleksi TBM@Mall sebaiknya mempertimbangkan psikologi pengunjung mall yang cenderung instant, praktis dan rekreatif. Bahan bacaan tersebut di antaranya:
Buku keterampilan dan how to
Buku referensi: ensiklopedi, kamus, peta, buku pintar, almanak, buku ringkasan
Buku fiksi populer Buku anak usia dini Buku cerita bergambar
4. TBM@Mall sebaiknya mengadakan aktifitas-aktifitas yang memenuhi k e b u t u h a n i n f o r m a s i p e n g u n j u n g m a l l , d i a n t a r a n y a : Menyediakan tempat untuk kegiatan belajar masyarakat, khususnya anak dan remaja
Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menambah keterampilan dan wawasan pengunjung TBM@Mall Melakukan pelayanan pustaka dan pelayanan teknologi informasi Menjalin mitra dengan komunitas relawan, pekerja buku, pengarang, penerbit serta distributor buku
Mengadakan pertemuan-pertemuan kelompok
5. Ruang merupakan sarana yang amat penting dalam penyelenggaraan TBM@Mall. Penataan ruangan perlu memperhatikan 3 hal yakni:
Nyaman (comfort)
Terbuka (welcome)
Kemudahan bagi pengguna (user-friendly)
6. Penampilan estetis TBM@Mall memberikan rasa nyaman dan merangsang komunitas masyarakat untuk memanfaatkan waktunya berkunjung ke TBM@Mall. Oleh kaena itu TBM@Mall hendaknya:
Artistik
memberikan rasa aman pencahayaan yang baik
dirancang dan dikelola sehingga secara estetis pengguna tertarik dan kondusif dalam hiburan serta pembelajaran, dengan panduan dan tanda-tanda yang jelas dan menarik
7. TBM@Mall mempunyai peran penting sebagai pintu gerbang bagi masyarakat masa kini yang berbasis informasi. Karena alasan inilah, maka perlu menyediakan akses ke semua peralatan elektronik, komputer, dan pandang-dengar. Peralatan tersebut meliputi:
komputer meja dengan akses internet
katalog akses publik yang di sesuaikan dengan usia dan tingkat pengguna yang berbeda
tape-recorder perangkat CD-ROM alat pemindai (scanner)
perangkat video (video players)
peralatan komputer, khusus disesuaikan untuk pengguna tuna netra ataupun menderita cacat fisik lainnnya.
D. Konsep TBM@Mall
Konsep TBM@Mall dapat diterapkan dalam beberapa alternative penyajian yang memungkinkan untuk dikembangkan oleh pengelolanya. - TBM@Mall Konsep Minimalis
Konsep ini dapat diterapkan oleh pengelola yang mempunyai area dan koleksi yang terbatas. TBM@Mall difungsikan sebagai tempat transit untuk sekedar mencari informasi. Menyediakan buku-buku referensi, buku how to dan informasi tentang kota tempat pusat belanja itu berada.
- TBM@Mall Konsep Klasik
Konsep ini merupakan pengelolaan TBM@Mall yang menyerupai perpustakaan pada umumnya. Koleksi yang dimilik terbilang cukup lengkap untuk melayani kebutuhan informasi dan pengetahuan pengunjung pusat belanja. Dengan demikian, TBM@Mall menjadi ruang baca di sebuah pusat belanja.
- TBM@Mall Konsep Balai Belajar Bersama
Konsep ini menyediakan pelayanan lebih dari sekedar koleksi bahan bacaan, tetapi juga menyediakan berbagai aktivitas dan program pembelajaran yang melibatkan komunitas berdasar kebutuhan dan peminatan pengunjung. Aktivitas tersebut dirancang untuk dapat dinikmati anak-anak maupun orang dewasa. Galeri hasil karya pengguna juga disediakan untuk menampilkan karya yang dihasilkan dalam sebuah kegiatan.
- TBM@Mall Konsep Multimedia
Konsep ini mengemas TBM@Mall dengan pengelolaan berbasis pelayanan koleksi bahan bacaan tercetak, akses internet dan berbasis teknologi multimedia, di mana akan disediakan ruang yang menyajikan media audio visual (video) sebagai sarana pembelajaran.
- TBM@Mall Konsep Plus Cafetaria
Konsep ini merupakan pengelolaan berbasis pelayanan koleksi bahan bacaan yang tersedia, memiliki juga pelayanan audio visual, kegiatan
dan program literasi dengan tambahan layanan cafetaria yang terintegrasi. Di sini pengunjung TBM@Mall sambil membaca, belajar dan mengikuti aktivitas sembari makan dan minum yang tersedia di cafetaria yang ada di dalam lokasi TBM@Mall. Selain itu, juga tersedia galeri yang menampilkan karya pengguna TBM@Mall.
E. Kegiatan Pembudayaan Kegemaran Membaca di TBM@Mall
1. Meningkatkan Minat Membaca dan Kegemaran Menulis
TBM@Mall dapat dijadikan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat. Aktivitas yang bisa dikembangkan bisa bermacam-macam. Mengadakan story telling, mendiskusikan buku-buku dengan tema tertentu secara berkala, mempresentasikan bacaan yang berkesan dari seseorang, mengulas tema-tema hangat di media massa atau bisa yang paling sederhana seperti bermain scrabble, monopoly dan teka-teki silang.
Aktivitas lebih lanjut yang lebih menggairahkan adalah ketika sudah meningkat ke tahap proyek menulis yang sedang dilakukan salah satu pengguna TBM@Mall. Penulisan adalah tingkat lanjut dari aktivitas membaca dimana individu menuangkan gagasannya dan dikembangkan menjadi buku, baik itu fiksi maupun non fiksi. Pengguna TBM@Mall yang lain bisa mengambil peran mengkritisi gagasan-gagasan dari yang sedang melakukan penulisan dan bisa membandingkan dengan buku-buku lain yang telah mereka baca dan ada di koleksi TBM@Mall.
2. M e m b e r i k a n K e t e r a m p i l a n M e n g e l o l a I n f o r m a s i
informasinya akan terselesaikan. Kenyataannya tidaklah seperti itu. Pengelola TBM@Mall dapat membantu pengguna Internet dan dapat mengurangi frustrasi sebagai akibat penelusuran informasi. Hal yang penting di sini adalah untuk memilih informasi yang relevan dan bermutu dari internet dalam waktu sesingkat mungkin. Di masyarakat, secara pelan-pelan namun pasti akan mengembangkan kemampuan untuk mengalokasi, mensintesiskan, dan memadukan informasi dan pengetahuan baru dari semua disiplin ilmu dalam koleksi sumber daya TBM@Mall yang ada. Untuk memprakarsai dan melakukan berbagai program literasi informasi sampai berhasil merupakan salah satu tugas penting TBM@Mall.
3. Mengembangkan Kreatifitas Anak
TBM@Mall merupakan tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk beraktivitas. Oleh karenanya TBM@Mall harus menyediakan kegiatan-kegiatan yang dapat dinikmati anak sekaligus mengembangkan daya kreatifitas mereka. Kegiatan-kegiatan tersebut harus dilakukan secara berkala sehingga kebutuhan pengetahuan dan rekreatif anak terpenuhi. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kreatifitas anak adalah:
Kegiatan yang melatih imajinasi dan kemampuan berbahasa anak baik lisan maupun tulisan, baik teks maupun visual seperti mendongeng, membaca lantang, membuat puisi, workshop menggambar
Kegiatan yang melatih kemampuan matematis dan motorik seperti kelas origami dan puzzle
Kegiatan yang melatih kemampuan sosialisasi anak dengan anak lainnya seperti nonton bareng
Kegiatan-kegiatan kompetitif yang melatih daya saing anak dalam berinovasi dan berkreasi seperti lomba-lomba, pemilihan pengunjung terbaik.
Kegiatan anak-anak juga tidak diskriminatif, artinya semua anak dari kalangan apapun dapat menikmati kegiatan-kegiatan tersebut. Dalam merancang program anak-anak, TBM@Mall sebaiknya berkolaborasi dengan lembaga atau komunitas yang bergerak di dunia anak-anak. Dengan demikian, segala aspek perkembangan psikologi anak tidak dilupakan dalam program.
4. Menyelenggarakan Diskusi Tematik
TBM@Mall dapat menyelenggarakan berbagai acara diskusi tematik yang akan membahas suatu tren atau topik baru yang sedang berkembang di masyarakat saat itu. TBM@Mall dapat mengundang nara sumber yang terkait dengan hal tersebut untuk mengupas tren/isu atau topik tersebut. Dengan melakukan kegiatan ini, TBM@Mall dapat menjadi fasilitator bagi pengunjung pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk secara up to date mendiskusikannya sebagai sarana untuk menambah dan memperdalam pemahaman akan suatu tren atau topik baru tersebut.
Beberapa kegiatan diskusi tematik lainnya yang dapat di selenggarakan di TBM@Mall seperti bedah buku baru atau buku yang sedang menjadi pembicaraan masyarakat saat itu, dimana TBM@Mall mengundang penulis buku atau nara sumber yang berkompeten atau yang terkait untuk membahas tema atau judul buku tersebut.
5. Menyelenggarakan Kegiatan Literasi Lainnya
TBM@Mall dapat dimanfaatkan secara informal sebagai lingkungan yang indah, berbudaya serta merangsang yang memiliki sumber daya berupa majalah, novel dan terbitan lain serta audio-visual. Kegiatan literasi lainnya dapat diselenggarakan di TBM@Mall, misalnya kegiatan pameran, perayaan hari buku, perayaan hari aksara, perayaan hari buku sedunia dan hari literasi internasional. Jika tersedia ruangan yang mencukupi, dapat menyelenggarakan pertunjukan yang diilhami oleh bacaan di depan pengguna lainnya, dan pengelola TBM@Mall dapat mengorganisir kegiatan bedah buku dan mendongeng untuk anak yang lebih muda. Pengelola TBM@Mall hendaknya dapat merangsang minat membaca dan mengorganisasi program promosi dan kampanye membaca guna mengembangkan apresiasi pada literatur.
preferensi pembaca perorangan dengan mengakui hak pribadi masing-masing. Dengan membaca literatur berupa fiksi dan non-fiksi yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkatannya, maka pengguna dirangsang dalam proses sosialisasi dan pengembangan kepribadian. TBM@Mall bagian integral dalam proses pendidikan, di dalam program pengembangan pembelajaran masyarakat, TBM@Mall hendaknya dipandang sebagai bagian penting guna memenuhi berbagai tujuan yang berkaitan dengan hal berikut: literasi informasi untuk semua, dikembangkan dan diterima secara bertahap melalui sistem masyarakat
ketersediaan sumber daya informasi bagi masyarakat, khususnya remaja, pada semua tingkat pendidikan
membuka penyebaran informasi dan pengetahuan bagi masyarakat sebagai pelaksanaan hak demokrasi dan asasi manusia Dalam penyelenggaraan program disarankan agar TBM@Mall bekerja sama dengan perpustakaan umum. Perjanjian kerjasama s e c a r a t e r t u l i s h e n d a k n y a m e n c a k u p b u t i r b e r i k u t :
ketentuan umum kerjasama
spesifikasi dan definisi bidang kerjasama
penjelasan implikasi biaya dan bagaimana biaya ditanggung bersama
perkiraan waktu, yaitu untuk berapa lama kerjasama akan berlangsung
Contoh cakupan kerjasama ialah sebagai berikut: pelatihan bersama ketenagaan
kerjasama pengembangan koleksi kerjasama program kegiatan
koordinasi jasa perpustakaan dan jejaring elektronik kerjasama dalam pengembangan piranti/peralatan belajar dan pendidikan pemakai TBM@Mall
kunjungan ke perpustakaan umum membaca bersama dan promosi literasi
pemasaran bersama jasa TBM@Mall kepada anak-anak dan remaja
Pada tingkat nasional maupun lokal, disarankan agar memiliki program yang dirancangbangun secara khusus untuk tujuan pengembangan TBM@Mall. Program tersebut mungkin meliputi tujuan dan kegiatan yang berbeda-beda menurut konteksnya. Berikut ini beberapa contoh kegiatan:
mengembangkan dan menerbitkan berbagai standar dan panduan untuk TBM@Mall
menyediakan model TBM@Mall untuk menunjukkan TBM@Mall percontohan
m e m b e n t u k k o m i t e T B M @ M a l l d i t i n g k a t l o k a l mendisain kerangka kerja formal untuk kerjasama antara TBM@Mall dan TBM umum di tingkat nasional dan lokal memprakarsai dan menawarkan program pelatihan professional untuk pengelola TBM@Mall
menyediakan dana untuk proyek TBM@Mall, seperti kampanye membaca
3. SARANA DAN PRASARANA
No. Jenis Sarana Keadaan Keterangan
1. Luas Gedung Luas Tanah:……….…...m² Luas Bangunan:…...……...m²
2 Status Bangunan / Milik sendiri Gedung Kontrak/sewa
Pinjam
...
3. Sarana belajar Meja & kursi belajar……...set Kondisi : Papan tulis ...………...set
Lemari/rak buku ....…...…unit Mesin tik ...……...…unit Komputer ...……...…unit Bahan ajar ... jenis Bahan Bacaan ... judul
4. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
No. Nama Jenis Kelamin Pendidikan Peran/ Lk Pr Tugas INSTRUMEN VERIFIKASI LEMBAGA
PROGRAM...
1. IDENTITAS LEMBAGA/ORGANISASI
a. Nama Lembaga : ... b. Alamat Lengkap : ... c. No.Telepon/Hp : ... d. Nama Ketua : ... e. Alamat Lengkap : ... f. No.Telepon/Hp : ... g. Akta Notaris/Izin Pendirian : 1) Nomor : ... 2) Pejabat : ... h. Nama Bank : ... i. Nomor Rekening, : ... atas nama : ... j. NPWP : ...
2. KELENGKAPAN ADMINISTRASI
No. Jenis Administrasi Keadaan Keterangan
Ada Tidak ada
1. Papan nama lembaga/organisasi 2. Struktur organisasi
3. Rincian tugas pengelola/penyelenggara 4. Nomor rekening bank atas nama lembaga
(tanpa cc/qq; buku rekening asli ditunjukkan) 5. NPWP lembaga
5. PROGRAM YANG DILAKSANAKAN
Program kegiatan yang pernah diselenggarakan atau yang masih
berlangsung saat ini
Tahun Jumlah Sumber Lokasi No. Jenis Program/Kegiatan Pelaksanaan Sasaran Dana Sasaran
program
...2011 Mengetahui
Pengurus Lembaga/Organisasi Petugas,
... ...
Catatan:
...
...
...