• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab II Final

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Bab II Final"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG I DAN II

A. Kondisi SDN Gunungpayung (Sekolah Magang I) I. IDENTITAS SEKOLAH

1. Nama Sekolah : SD GUNUNGPAYUNG

2. Status Sekolah : Negeri

3. Status Akriditas : B ( tahun 2008 )

4. Alamat : Kp. Gunungpayung, Desa Sukanagara

5. Tahun Pendirian : 1982

II. VISI SEKOLAH, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH A. Visi

“Mewujudkan sumberdaya siswa yang berkualtas dengan didasari iman dan taqwa”

B. Misi

1. Meningkatkan Kualitas PBMA

2. Mengoptimalkan penggunaan alat belajar secara efektif

3. Meningkatkan kedisiplinan, ketertiban sesuai dengan wawasan wiyata

mandala

4. Berpartisipasi terhadap budaya dan adat istiadat masyarakat sekitar

sekolah

5. Mendukung reformasi pendidikan guna membentuk anak didik yang

beriman, taqwa, serta memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan

(2)

C. Tujuan Sekolah

a. Tujuan Umum

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri

gunungpayung dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan

berikut. Meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,

ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti

pendidikan lebih lanjut.

b. Tujuan khusus

Pada tahun 2017 diharapkan Sekolah Dasar Negeri Gunungpayung

dapat mewujudkan :

1. Kepala Sekolah, Guru dan Siswa yang menyadari penuh akan

tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi

masing-masing,

2. Melalui profesionalitas pembelajaran, kualitas akademis

seluruh mata pelajaran menunjukkan pretasi yang meningkat

3. Prestasi dibidang non akademis (olahraga, seni, dan lainnya)

meningkat selaras dengan pembinaan yang sesuai dengan

minat dan bakat siswa,

4. Terbentuknya karakter siswa yang memiliki budi pekerti, sikap

dan prilaku yang dilandasi oleh keimanan kepada Allah SWT.

5. Penataan lingkungsn yang asri dan nyaman, serta bermanfaat

(3)

III. PROGRAM SEKOLAH

a. Mengkaji pelaksanaan kurikulum sekolah dengan prinsip-prinsip

pengembangan kurikulum sesuai tuntutan satuan pendidikan yang

mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

b. Menyiapkan perangkat standar mutu pendidikan melalui efektivitas

pembelajaran dan pembiasaan sesuai dengan lingkungan belajar yang

rekreatif, edukatif, dan religius.

c. Melaksanakan pemeliharaan, peningkatan, dan pengembangan potensi

sumber daya pendidik yang profesional dalam rangka memacu

peningkatan berbagai kecakapan dan kecerdasan peseta didik.

d. Berupaya dengan segenap kemampuan untuk dapat mengantarkan peserta

didik menuju kecerdasan apresiasi seni budaya yang islami dan temporer.

e. Berupaya mewujudkan peserta didik untuk dapat memiliki dasar-dasar life

skill yang bermuara pada kemahiran membaca, menulis, dan berhitung

(calistung).

IV. SASARAN SEKOLAH

a. Mengembangkan kurikulum sekolah sesuai dengan potensi peserta didik

agar mampu menjadi manusia Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, berilmu,

cakap, kreatif, dan mandiri.

(4)

pembiasaan sesuai dengan lingkungan belajar yang rekreatif, edukatif, dan

religius.

c. Memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan potensi sumber daya

pendidik yang profesional dalam rangka memacu peningkatan berbagai

kecakapan dan kecerdasan peseta didik.

d. Mengantarkan peserta didik untuk memiliki kecerdasan terhadap seni

budaya yang islami dan temporer.

e. Peserta didik memiliki dasar-dasar life skill yang bermuara pada

kemahiran membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

V. KEGIATAN SEKOLAH

a. Melaksanakan dan mengembangkan kurikulum sekolah dengan

prinsip-prinsip pengembangan kurikulum sesuai tuntutan satuan pendidikan yang

mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

b. Melaksanakan uji mutu pendidikan sesuai (standar kelulusan) melalui

efektivitas pembelajaran, ekstrakurikuler, dan pembiasaan dengan

pemanfaatan lingkungan konstekstual sebagai pusat pembelajaran yang

rekreatif, edukatif, dan religius.

c. Melaksanakan sistem pembinaan profesional dalam rangka memelihara,

meningkatkan, dan mengembangkan potensi sumber daya pendidik

melalui wadah KKG, PKB, KKKS, Pendidikan dan Pelatihan, Penelitian

(5)

d. Melaksanakan, mengembangkan, dan mengevaluasi berbagai kegiatan

pembelajaran untuk dapat memacu peningkatan kualitas peserta didik

menuju kecerdasan apresiasi terhadap seni dan budaya yang islami dan

temporer.

e. Melaksanakan, mengembangkan, dan mengevaluasi semua bentuk

pembelajaran yang bermuara pada kemahiran peserta didik terhadap

membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai dasar life skill yang

dibutuhkan untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

 Jumlah Rombongan Belajar

Kelas I : 1 Rombongan Belajar

Kelas II : 1 Rombongan Belajar

Kelas III : 1 Rombongan Belajar

Kelas IV : 1 Rombongan Belajar

Kelas V : 1 Rombongan Belajar

Kelas VI : 1 Rombongan Belajar

 Data Ruang Kelas :

Kelas I : 1 Ruang dengan kondisi : Baik

(6)

Kelas III : 1 Ruang dengan kondisi : Baik

Kelas IV : 1 Ruang dengan kondisi : Baik

Kelas V : 1 Ruang dengan kondisi : Baik

Kelas VI : 1 Ruang dengan kondisi : Baik

 Data Bangunan/Ruang Pelengkap Lainnya :

1 R. Guru & Kepsek Dengan kondisi : Baik

2 WC Guru & Murid Dengan kondisi : Kurang baik

3 Ruang UKS Dengan kondisi : Tidak ada

4 R. Penjaga Dengan kondisi : Tidak ada

5 Musola Dengan kondisi : Tidak Ada

6 Ruang Perpustakaan Dengan kondisi : Tidak ada

 Data Guru :

No Status Guru Tingkat Pendidikan

SLTA D1 D2 D3 S1 S2 S3

1 Guru Tetap - - - - 3 -

-2 Guru Sukwan - - - 4 -

-3 Guru Bantu - - -

-Jumlah - - - 8 -

- Data Alat Bantu Ajar :

(7)

Pengadaan Baik Rusak

1. KIT IPA 2 2008/2009 √

2. Peta/Atlas 4 2008/2009 √

3. Laptop 1 2015/2016 √

4 Buku Kurtilas 56 2016 √

5 Alat Olahraga 2014 √

Kinerja SDN Gunungpayung dilihat dari pencapaian delapan standar

pendidikan (SNP ) dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Standar Isi

SDN Gunungpayung pada tahun pelajaran 2016/2017 Semester I

menerapkan kurikulum 2013 untuk kelas 1 dan 4 dengan menggunakan panduan

yang disusun berdasarkan standar isi mengacu pada Permendiknas Nomor 22

tahun 2006 dan Permendiknas Nomor 67 Tahun 2013 yaitu :

1. Kurikulum SDN Gunungpayung memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal

dan pengembangan diri.

2. Pembelajaran pada kelas I, dan IV dilaksanakan melalui pendekatan

tematik, sedangkan kelas II, III, V dan VI dilaksanakan melalui

pendekatan mata pelajaran dengan sistem KTSP.

3. Alokasi waktu : 1 jam pelajaran adalah 35 menit.

Kurikulum 2013 disekolah SDN Gunungpayung memiliki struktur sebagai

berikut : Kelompok A terdiri mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti,

(8)

Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Kelompok B terdiri mata

pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani, Olah raga dan

Kesehatan.

2. Standar Proses

RPP yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI),

Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan RPP kurikulum

KTSP, penyusunan RPP menggunakan panduan buku guru dan buku siswa

mengunakan multi metode yang mengarah ke pendekatan saintifik. Kegiatan

penyusunan dan pengembangkan RPP dilakukan secara mandiri ataupun

berkelompok dalam pertemuan KKG sekolah dengan memperhatikan lingkungan

sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.

3. Standar Kompetensi Lulusan

Perolehan nilai ujian nasional tahun pelajaran 2016/2017 untuk

masing-masing mata pelajaran memenuhi Standar kelulusan. Masing-masing-masing mata

pelajaran ujian nasional Bahasa Indonesia 70,63, Matematika 77,78, Ilmu

Pengetahuan Alam 73,70 . Untuk setiap mata pelajaran dapat dikatakan bahwa

siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target

yang ditetapkan SKL, dilihat dari tingkat kelulusan siswa 100% berhasil dan

melanjutkan tingkat sekolah berikutnya.

4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 yang

(9)

sertifikat pendidik, sehat jasmani rohani serta memiliki kemampuan untuk

mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Untuk itu di SDN Gunungpayung

Jumlah guru PNS 3 orang sudah memiliki sertifikat Pendidik.

5. Standar Sarana dan Prasarana

SDN Gunungpayung memiliki luas lahan 5.210 meter persegi dengan

jumlah gedung sebanyak 2 unit, Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat

proses belajar mengajar sebanyak 6 ruang kelas dengan ukuran masing-masing 7 x

8 m2 per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu papan

tulis, satu meja dan kursi guru, satu lemari, masing-masing satu meja dan kursi

untuk setiap siswa, memiliki prasaran lainnya seperti sapu, pengepel, tempat

sampah, jam dinding dan sebagainya untuk kelengkapan ruang kelas.

Ruang guru berukuran bersatu dengan ruang Kepala Sekolah (5x7 memuat

7 pasang meja dan kursi guru, 3 rak buku, 1 lemari buku, dan 1 buah jam dinding,

1 komputer laptop .

Mempunyai 1 buah WC Guru, dan 2 WC Siswa

6. Standar Pengelolaan

Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun

rencana kerja jangka menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah.

Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS)

disosialisasikan kepada warga sekolah. Sekolah sudah melakukan pengisian

instrumen EDS sehingga RKS dan RKJM yang disusun berdasarkan rekomendasi

EDS sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar yaitu Standar Kompetensi

(10)

Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar

Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan.

Kegiatan supervisi sudah dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan

sehingga mudah untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan

perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa.

7. Standar Pembiayaan

Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah

berupa dana BOS APBN dan dana pendidikan gratis pemerintah provinsi Jawa

Barat dan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Sekolah belum mampu untuk

mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang

saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri. Penyusunan RKAS

melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan

yang relevan, lewat rapat dewan guru, kepala sekolah, beberapa guru dan

bendahara sekolah, dengan tetap mempertimbangkan usulan-usulannya warga

sekolah.

Penggunaan dana sekolah dilaporkan ke pihak pemerintah melalui Kantor

Dinas Pendidikan.

8. Standar Penilaian Pendidikan

Sebagian guru sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan

kompetensi inti dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan diinformasikan

oleh guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan menginformasikan

KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian. Guru melaksanakan penilaian

(11)

semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional dengan memperhatikan

prinsip-prinsip penilaian yaitu objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel,

dan edukatif. Penilaian melalui ulangan harian dilaksanakan berdasarkan rencana

yang telah dibuat oleh guru.

B. Kondisi SDN Cideeng (sekolah magang II)

Berdasarkan keterangan dari kepala SDN Cideeng peserta OJL dapat

melakukan pemetaan 8 standar nasional pendidikan (SNP ) di SDN Cideeng yang

bertempat di Jalan Cikeusal tepanya Kp. Cideeng Desa Sukasenang Kecamatan

Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat, kode pos 46184 yang

mulai beroperasi tahun 1972.

Sekolah Dasar Negeri Cideeng berlokasi di Desa Sukasenang Kecamatan

Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya. Sekolah Dasar Negeri Cideeng berdiri di

atas lahan seluas 1710 m2 dengan NPSN 20210352, serta NSS, terakreditasi B

secara geografis Sekolah Dasar Negeri Cideeng meskipun jauh dari pusat

pemerintahan kabupaten Tasikmalaya, namun pada kenyataannya mampu bersaing

dengan Sekolah Dasar lain yang berada di wilayah Kecamatan Tanjungjaya

bahkan mampu mencetak generasi muda di negeri ini menjadi manusia – manusia

berprestasi, sehingga tidak bermaksud berlebihan karena memang kenyataanya

merupakan sebuah keberhasilan yang perlu disyukuri.

Sejarah mencatat keberadaan Sekolah Dasar Negeri Cideeng yang berdiri

tahun 1972 tidak terlepas dari dorongan masyarakat yang menginginkan anak

mereka memiliki pendidikan formal yang memadai hal ini pula yang mendorong

(12)

masyarakat. Nama boleh berganti, identitas boleh berubah seiring dengan

kebijakan pemerintah, namun kebesaran Sekolah Dasar Negeri Cideeng harus

tetap terjaga, banyak alumni yang kini menduduki jabatan strategis baik di

instansi pemerintah maupun instansi swasta, kini Sekolah Dasar Negeri Cideeng

mulai dari pimpinan, staf pengajar merupakan alumni SD tersebut.

Sekolah Dasar Negeri Cideeng pada tahun ajaran 2016 / 2017 membina

237 murid yang terbagi ke dalam 6 rombongan belajar, setiap kelas menampung

rata-rata 39 murid. Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 10 orang

dengan rincian 5 orang berstatus PNS, dan 5 orang berstatus non PNS.

Sekolah ini memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap, seperti

ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, meja tulis murid sudah terpenuhi,

komputer, dan sarana pendukung lainnya. Proses belajar mengajar berjalan

sebagaimana aturan yang ditetapkan, prestasi siswa mampu bersaing dengan

sekolah yang ada di tingkat kecamatan baik bidang akademik maupun non

akademik, begitu juga dengan prestasi guru.

Untuk lebih jelas perkembangan dan program kerja tertuang dalam Visi,

Misi, dan Strategi Sekolah Dasar Negeri Cideeng Tanjungjaya Kabupaten

Tasikmalaya dijabarkan sebagai berikut,

1. Visi, Misi, dan Strategi Sekolah Dasar Negeri Cideeng Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya

(13)

”Melalui penanaman nilai iman dan taqwa, kita wujudkan tercapainya siswa

siswi yang berprestasi, religius dan berakhlaqulkarimah untuk mempersiapkan

SDM berkualitas”

Misi

a. Menumbuhkembangkan nilai keimanan dan ketaqwaan di seluruh warga sekolah

b. Mengembangkan penanaman akhlaq dan moralitas di seluruh

warga sekolah

c. Menanamkan sikap disiplin yang tinggi dalam kehidupan

sehari-hari

d. Mendorong dan membimbing seluruh siswa untuk

mengembangkan potensi secara optimal

e. Melaksanakan proses pembelajaran secara epektif sesuai dengan

jadwal yang telah ditentukan

f. Mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan mutu

pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Cideeng.

STRATEGI

Untuk mencapai Visi dan Misi maka diperlukan sebuah Strategi agar berjalan

sesuai dengan yang diharapkan, oleh karena itu berikut beberapa strategi yang

dijalankan oleh Sekolah Dasar Negeri Cideeng

a. Peningkatan pembinaan keimanan dan ketaqwaan melalui kegiatan

ekstrakurikuler dan hari besar keagamaan.

(14)

c. Menjalin kerja sama dengan pihak terkait, pemerintah setempat (Kepala Desa

dan Kecamatan) dan pemberdayaan alumni

d. Menggali potensi SDA di sekitar sekolah agar dapat dimanfaatkan.

Disamping Visi, Misi, dan Strategi Sekolah Dasar Negeri Cideeng memiliki

kebijakan sekolah, tujuan dan sasaran yang dijabarkan sebagai berikut;

KEBIJAKA N SEKOLAH

a. Undang-undang Republik Indonesia tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional

b. Peraturan Pemerintah no. 19 tahun 2005 tentang meletakan dasar kecerdasan,

pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri

dan untuk mengikuti pendidikan

c. Rapat dewan guru, Komite sekolah, dan Wali murid pada tanggal 2 Februari

2017 tentang pembentukan paguyuban kelas.

TUJUAN DAN SASARAN

a. Peserta didik menjadi anak yang cerdas dengan dilandasi perilaku yang santun

dengan iman dan taqwa.

b. Peserta didik dapat berhasil dalam berbagai macam lomba pendidikan.

(15)

berikutnya.

d. Meningkatkan kualitas tenaga edukatif melalui pembinaan profesional keguruan

dan peningkatan pelayanan kesejahteraan.

2. Penerimaan Peserta Didik Baru (Intake)

Sistem penerimaan peserta didik baru di SD Negeri Cideeng Tanjungjaya

Tasikmalaya pada umumnya sama dengan sekolah lain, yaitu melalui program PPDB

(Penerimaan Peserta Didik Baru) berdasarkan surat keputusan dan edaran yang dikeluarkan

oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya.

Kinerja Sekolah Dasar Negeri Cideeng Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya dapat dilihat dari pencapaian 8 standar pendidikan yang diuraikan sebagai berikut.

1) Standar Isi

Sekolah Dasar Negeri Cideeng Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya telah memiliki kurikulum sendiri yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran. Mata pelajaran bahasa Sunda adalah mata pelajaran muatan lokal.

Kurikulum yang berlaku di SD Negeri Cideeng Tanjungjaya Kabupaten

Tasikmalaya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Adapun muatannya

sebagai berikut, kelas I dan kelas II 29 jam per minggu, kelas III 34 jam per

minggu dan jumlah jam pelajaran perminggu untuk kls IV sd VI 38 jam per

minggu, sehingga total jumlah jam pelajaran tatap muka untuk 6 rombel = 206

(16)

Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum berjalan

secara sistematis sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang dinyatakan belum

mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan

kesempatan belajar sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai

untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti ulangan perbaikan. Pembelajaran

remedial dan pengayaan mestinya dilaksanakan diluar jam pelajaran terjadwal

disore hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada

siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum

dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan.

Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan

pengembangan diri siswa. Program kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan

diantaranya pembinaan kepramukaan, olah raga (Sepak bola,Voly Ball), dan

BTQ. Pemenuhan akan kebutuhan pengembangan pribadi siswa dilakukan dengan

menyediakan layanan bimbingan dan konseling (BK yang ditangani oleh guru

senior karena di sekolah kami belum memiliki guru yang berkualifikasi BK).

2) Standar Proses.

Silabus yang dikembangkan oleh guru berdasarkan Standar Isi (SI),

Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan

secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan KKG. Kegiatan

pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk

(17)

Para guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun

berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran

muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan

silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri

ataupun berkelompok dalam pertemuan KKG. RPP yang disusun guru sebagian

masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan.

Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil

pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah

atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.

Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP

sebagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan,

kreatif, menantang dan memotivasi siswa. Sebagian guru masih ada yang

menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung.

Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, pengawas,

kepala Sekolah Dasar Negeri Cideeng Tanjungjaya Tasikmalaya, dan guru senior

yang berkompeten, melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran.

Kegiatan supervisi sudah dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

3) Standar Kompetensi Lulusan

Perolehan rata-rata nilai Ujian Nasional tiga tahun terakhir sebagai berikut.

Tahun pelajaran 2014 / 2015 untuk setiap mata pelajaran mulai Bahasa Indonesia

7,22. Matematika 7,02, dan Ilmu Pengetahuan Alam 7,74. Kemudian Tahun

pelajaran 2015 / 2016 untuk setiap mata pelajaran mulai Bahasa Indonesia 7,80

(18)

untuk setiap mata pelajaran mulai Bahasa Indonesia 7,71. Matematika 8,90, dan

Ilmu Pengetahuan Alam 8,25.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa hasil ini

menggambarkan adanya kenaikan pencapaian kompetensi siswa artinya siswa

sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang

ditetapkan SKL. Untuk mengembangkan nilai-nilai agama khusunya Islam dan

budaya masyarakat Tanjungjaya, Sekolah Dasar Negeri Cideeng Tanjungjaya

Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan kegiatan pesantren kilat setiap bulan

Ramadhan yang ditangani langsung oleh guru Pendidikan Agama Islam. Selain

itu, sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu, baik guru

ataupun siswa.

4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Tenaga pendidik di Sekolah Dasar Negeri Cideeng Tanjungjaya berjumlah

11 orang di tambah tenaga Kependidikan sekolah 1 orang. Guru yang sudah

berkualifikasi S1 sebanyak 8 orang, 1 orang sudah S2, sementara itu 2 orang

sedang kuliah di S2, sedangkan tenaga kependidikan berkualifikasi SMP sebanyak

1 orang sebagai tenaga penjaga sekolah sukwan, Standar kompetensi pendidik dan

tenaga kependidikan SD Negeri Cideeng Tanjungjaya belum terukur karena belum

ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi

masing-masing.

5) Standar Sarana dan Prasarana

Sekolah Dasar Negeri Cideeng Tanjungjaya memiliki luas lahan 1.710

(19)

Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 6

ruang kelas dengan luas masing-masing 56 m2 per ruang kelas. Setiap ruang kelas

masing-masing memiliki satu white board sepasang meja dan kursi guru, serta

masing-masing kelas terdiri atas satu set meja dan kursi untuk setiap siswa.

Ruang guru sangat tidak ideal hanya berukuran 32 m2 memuat 7 stel meja

dan kursi guru, 1 papan white board, ruang kepala sekolah berukuran 8 m2 terdiri

atas sepasang meja dan kursi di tambah 1 set kursi tamu, 2 kamar kecil (WC)

berukuran 4m2, 1 buah loker buku untuk guru, 1 lemari buku, dan 2 buah jam

dinding. Ruang perpustakaan terdiri dari satu unit dengan luas 56 m2. Sarana dan

prasana sekolah lainnya adalah ruang UKS, kantin, dan jamban siswa.

6) Standar Pengelolaan.

Visi dan misi serta strategi pendidikan Sekolah Dasar Negeri Cideeng

Tanjungjaya sudah disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun

pemangku kepentingan melalui beberapa cara diantaranya menuliskannya

ditembok dinding sekolah, dipajang di papan khusus dan melalui persuratan.

Rencana kerja sekolah, rencana kerja tahunan, ataupun rencana kerja

jangka menengah sudah disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula

dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) sudah disosialisasikan

kepada warga sekolah.

Sekolah sudah pernah melakukan pengisian EDS sehingga RKAS yang

disusun sudah dikelompokkan ke dalam delapan standar pendidikan. Kegiatan

(20)

menilai kinerja dalam melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam

peningkatan hasil belajar siswa.

7) Standar Pembiayaan

Pembiayaan sekolah didasarkan pada rancangan biaya operasional

program kerja tahunan meliputi investasi, operasi, bahan atau peralatan dan biaya

personal. Sekolah Dasar Negeri Cideeng Tanjungjaya mempunyai rencana kerja

dan anggaran sekolah yang disusun oleh tim berdasarkan surat keputusan kepala

sekolah.

Penyusunan rencana kerja dan anggaran sekolah sejatinya melibatkan

secara langsung pihak terkait dalam hal ini komite sekolah ataupun pemangku

kepentingan yang relevan, namun pada kenyataannya sulit terealisasi mengingat

waktu dan keterbatasan serta mempertimbangkan usulan-usulan dari berbagai

pihak. Sumber keuangan sekolah masih bergantung pada bantuan pemerintah

berupa dana BOS dari APBN serta dana pendidikan pemerintah Provinsi Jawa

Barat.

Penyusunan rencana keuangan sekolah telah dilakukan secata transparan,

efisien dan akuntabel, namun laporan keuangan sekolah hanya ditujukan kepada

pemerintah dan komite sekolah.

8) Standar Penilaian Pendidikan

Semua guru kelas yang ada di Sekolah Dasar Negeri Cideeng telah

menyusun perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi

dasar. Kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru

(21)

beberapa tahap seperti ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir

semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional.

Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan

rencana yang telah dibuat oleh sebagian guru untuk kurikulum 2006. Namun

untuk kurikulum 2013 guru melaksanakan penilaian outentik melalui 3 ranah

yakni penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan selama proses pembelajaran

berlangsung serta melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah semester,

ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas.

Hasil penilaian sebagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun

tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan

masukan untuk perbaikan. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan

akademik siswa kepada kepala sekolah.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pencatatan pendapatan premi dapat dilakukan dengan metode yaitu melalui agen atau dengan penagihan langsung Untuk pergantian klaim biasanya terjadi 2 hal pergantian bisa diatas

KEGIATAN : PENATAAN HALAMAN GEDUNG KANTOR.. PEKERJAAN : PENATAAN HALAMAN KANTOR BAPPEDA -

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik. analisa

[r]

PENGARUH MOD EL PEMBELAJARAN D AN MOTIVASI TERHAD AP PENINGKATAN KETERAMPILAN GERAK D ASAR BOLAVOLI.. Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sebagaimana tercantum dalam STP serta jumlah Sanksi Administrasi yang telah dikurangkan sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi

1= tidak ada informasi mengenai peluang bisnis dan risiko perusahaan, 2= perusahaan menyebutkan mengenai peluang bisnis dan risiko perusahaan namun tidak memberikan penjelasan,

Peningkatan layanan jaringan selular dapat menciptakan komunikasi yang meningkat akan menyebabkan kanal-kanal di dalam sebuah sel menjadi tidak mencukupi lagi untuk