• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN STRATEGI MENANGKAP ID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH KEWIRAUSAHAAN STRATEGI MENANGKAP ID"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

KEWIRAUSAHAAN

“ STRATEGI MENANGKAP PELUANG USAHA &

PELUANG USAHA MULTI LEVEL MARKETING ’’

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

Dosen :

Di kerjakan oleh :

- Mega Ayu Lestari - Pingkan Lady - Ruth Melisa - Mutiaryani

- Reyhan Agadytia - Naufal Hilmi Saputra

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

UNIVERSITAS PANCASILA

Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640 Indonesia Telp : (021) 78880305, 7270086. Fax: (021) 786472,7271868. Email:

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan kenikmatan Yang tiada terhingga kepada kita semua terutama nikmat Iman dan Islam. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita semua sang Pembela kebenaran pencegah kedzoliman yaitu Nabi Muhammad saw beserta keluarganya,para sohabatnya dan kita sebagai umatnya sampai akhir zaman.

Pada kesempatan ini Alhamdulillah kami telah selesai mengerjakan tugas makalah dari Mata Kuliah Kewirausahaan yang di beri judul “STRATEGI MENANGKAP PELUANG USAHA & PELUANG USAHA MULTI LEVEL MARKETING”. Kami Menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan masih banyak kesalahan dan kekurangan karna kesempurnaan itu hanya milik Allah semata. Akan tetapi saya mengharapkan kritikan atau masukan dan saran dari Bapak dosen yang bersifat membangun,dan semoga makalah ini ada manfaatnya. Amin

Jakarta, 28 Maret 2016

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………... I Daftar Isi………... ii

BAB I PENDAHULUAN

 Latar Belakang

 Perumusan Masalah

 Tujuan Penulis

BAB II PEMBAHASAN

 Pengertian Strategi dan Peluang Usaha

 Penyebab Kegagalan Seseorang Dalam Berwirausaha

 Kelemahan Yang Menyebabkan Kegagalan Usaha

 Strategi Mencari Peluang Usaha dan Bisnis

 Keunggulan dan Kelemahan Multi Level Marketing

 Contoh Kasus Menangkap Peluang Usaha dan Usaha Multi Level Marketing

 Cara Kerja Multi Level Marketing

BAB III PENUTUP

 Kesimpulan

 Saran

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

a.

Latar Belakang

Munculnya persaingan dalam berwirausaha merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Dengan adanya persaingan, maka wirausahawan dihadapkan pada berbagai peluang dan ancaman baik yang berasal dari luar maupun dari dalam perusahaan yang akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kelangsungan hidup usaha. Untuk itu setiap wirausaha dituntut untuk selalu mengerti dan memahami apa yang terjadi dipasar dan apa yang menjadi keinginan konsumen, serta berbagai perubahan yang ada di lingkungan bisnis sehingga mampu bersaing dengan dunia bisnis lainnya dan berupaya untuk meininimalisasi kelemahan-kelemahan dan memaksimalkan kekuatan yang diiniliki. Dengan deinikian para wirausaha dituntut untuk meinilih dan menetapkan strategi yang dapat digunakan untuk menghadapi persaingan. Dengan adanya tekanan persaingan begitu ketat, baik secara langsung atau tidak langsung sangat mempengaruhi kinerja organisasi bisnis baik dalam hal teknologi, kebutuhan pelanggan dan siklus produk. Pada saat kondisi seperti itulah sangat diperlukan strategi yang tepat dalam mengambil keputusan maupun langkah-langkah tertentu untuk mempertahankan usahanya tersebut. Strategi bersaing juga diperlukan teknik atau cara-cara yang akan dilakukan untuk pengembangan usaha. Selain hal tersebut terdapat peluang usaha yang patut kita coba seperti yang terkenal dengan nama MULTI LEVEL MARKETING (MLM) , di Indonesia sendiri menempati urutan ke empat yang banyak mengikui usaha berbasis MLM tersebut .

(5)

perusahaan MLM yang tergabung menjadi anggota APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Belum lagi ratusan perusahaan di luar sana yang belum dan tidak mendaftarkan diri di APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Tidak hanya itu, hampir di setiap bulannya ada saja perusahaan MLM baru yang membuka usahanya di Indonesia, baik itu perusahaan lokal asal dalam negeri maupun dari luar negeri. Tercatat kurang lebih ada 176 perusahaan yang akan masuk untuk meramaikan industri MLM di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dengan keadaan jumlah penduduk Indonesia yang banyak yakni lebih dari 237 juta jiwa Potensi pemasaran produk dari tiap perusahaan Multi Level Marketing masih sangat terbuka untuk dijual di Indonesia. Multi Level Marketing (MLM) pertama kali ditemukan oleh dua orang profesor pemasaran dari Universitas Chicago pada tahun 1940an. Produk pertamanya yang dijual adalah berupa vitamin dan makanan tambahan Nutrilite Sejak itu, ribuan perusahaan MLM bermunculan dan beberapa perusahaan yang terkenal seperti Forever Living, Herbalife, dan Neolife.

b.

Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Peluang Usaha dan Multi Level Marketing?

2. Apa Kelebihan dan kelemahan Multi Level Marketing?

3. Bagaimana Cara kerja Multi Level Marketing?

4. Mengapa MLM sering di sebut dengan Money Games? 5. Apakah yang dimaksud dengan strategi ?

6. Apakah yang di maksud dengan peluang usaha atau bisnis ? 7. Bagaimanakah cara mencari dan menangkap peluang bisnis ?

c.

Tujuan

1. Untuk memenuhi Tugas Kewirausahaan

2. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan strategi menangkap peluang usaha.

(6)

4. Untuk mengetahui bagaimana cara mencari peluang bisnis.

BAB II

PEMBAHASAN

I.

Pengertian Strategi dan Peluang Usaha

Peluang Usaha itu sendiri mempunyai arti yaitu, suatu momentum atau kesempatan yang pasti bisa didapatkan seseorang atau lebih dengan mengandalkan potensi diri yang ada dengan memanfaatkan paradigma waktu demi ketenagakerjaan yang positif.

Sedangkan Strategi menurut beberapa tokoh, yaitu :

Alfred Chandler (1962) strategy and structure

“merupakan penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan itu dalam berbisnis”.

Robert D buzzel & Bradley T Gale (1987)

“strategi adalah kebijakan dan keputusan kunci yang digunakan oleh manajemen yan mempunyai dampak yang besar pada kinerja keuangan. Kebijakan dan keputusan ini biasanya melbatkan komitmen sumber daya yang penting dan tidak dapat diganti dengan mudah”.

(7)

1.1 Pengertian Multi Level Marketing

Multi Level Marketing adalah suatu cara atau metode yang dirancang oleh perusahaan untuk menawarkan suatu produk dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, dengan jalan melaksanakan penjualan secara langsung kepada konsumen melalui suatu jaringan yang dikembangkan oleh para distributor lepas. MLM disebut juga dengan network marketing, yang intinya adalah membentuk jaringan bisnis atau pemasaran dan membagi-bagi keuntungan bersama (“Surya”, 1994: 7). Perusahaan yang menggunakan strategi MLM akan mendistribusikan produk-produknya melalui sebuah jaringan yang terdiri dari para pelaku bisnis independent di seluruh dunia secara bebas (Valentine, 2003).

2.

Penyebab Kegagalan Seseorang Dalam Berwirausaha

Ada beberapa penyebab utama seseorang gagal menangkap peluang bisnis yang ada, yaitu:

1. Dalam berusaha sering bersikap bagai buih sabun (semangat di awalnya saja) setelah itu mulai putus asa dan menyerah

2. Dalam berusaha sering sekedar ikut-ikutan

3. Kurang dedikasi atau tidak sepenuh hati menekuni bisnis yang sedang dirintis 4. Perencanaan pengelolaan keuangan yang buruk

5. Pengalaman manajemen yang minim

(8)

9. Kurang meyakini bahwa bisnis tersebut akan berhasil

3. Kelemahan Yang Menyebabkan Kegagalan Usaha

Kegagalan seseorang dalam berusaha sering kali disebabkan oleh hal-hal yang sepeleh, beberapa diantaranya:

 Kurang bijaksana

Dalam pengelolaan bisnis terutama dalam pengelolaan keuangan, tidak dapat mengelolanya secara bijaksana

 Kurang disiplin

Kurang disiplin dalam waktu, misalnya dalam menanggapi order pelanggan

 Kurang bermutu

Produk atau jasa serta layanan yang diberikan kepada konsumen tidak bermutu

 Kurang rapi

Rapi dalam perencanaan, pengelolaan,pengorganisasian, dan pengelolaan usaha

 Kurang tanggung jawab

Tanggung jawab ini terutama dalam menanggapi keluhan konsumen terhadap produk usaha yang mungkin kurang memuaskan

 Kurang teliti

Kurang teliti dalam pencarian atau pemilihan bahan baku produk, serta kurang teliti dalam pengawasan dan pembukuan usaha

(9)

Kurang jujur dengan konsumen, pemasok, ataupun kurang jujur kepada pemangku kepentingan

 Kurang beriman

Kurang meyakini bahwa bisnis yang sedang dijalani akan berhasil.

4.

Strategi Mencari Peluang Usaha dan Bisnis

Dari hal diatas yang menunjukan bagaimana seseorang mengalami kegagalan maka, dari itu kita harus mengetahui cara mencari peluang yang tepat serta tips yang dapat membantu kita dalam berbisnis yaitu sebagai berikut:

1. Kenali diri, bakat dan minat anda

Memulai bisnis bukanlah hal yang mudah, karena itu akan sangat membantu bila anda lebih dulu mengenali kekuatan yang anda miliki. Bakat apa yang anda miliki ? apakah minat anda ? dua hal ini membantu anda untuk menyaring berbagai peluang yang ada sehingga anda dapat memilih peluang yang sesuai untuk diri anda. Karena itu, ambillah waktu untuk lebih dulu mengenali diri. Ada baiknya juga anda meminta pendapat dari orang-orang yang dekat dengan anda sehingga anda memperoleh perspektif yang lebih kaya.

2. Perhatikan usaha-usaha yang ada di lingkungan anda

Untuk memulai mencari peluang, tidak perlu jauh-jauh. Anda dapat memulai dengan melihat lingkungan anda sendiri. Usaha-usaha apa sajakah yang ada di lingkungan anda ? usaha manakah yang berkembang dengan baik dan manakah yang tidak ? dengan mengenali usaha yang sudah ada, anda dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang karakteristik lingkungan anda. Anda juga melihat berbagai pilihan jenis usaha yang ada. Mungkin ada yang cocok untuk dijadikan bisnis.

(10)

Mungkin anda pernah memperhatikan seseorang (atau diri anda sendiri) mengeluh tentang suatu hal. Keluhan-keluhan semacam ini merupakan indikasi bahwa ada kebutuhan yang belum terpenuhi. Apakah anda dapat menawarkan solusi yang lebih baik ? jika jawabannya adalah ya, ada kemungkinan hal itu merupakan peluang usaha yang baik bagi anda.

4. Bacalah makalah dan buku bisnis

Jangan membatasi diri hanya dengan apa yang ada dilingkungan anda. Jangkaulah lebih jauh dengan membaca majalah-majalah dan buku bisnis. Seringkali anda dapat memperoleh ide yang menarik dengan cara itu. Mungkin ada suatu jenis usaha yang telah berhasil diterapkan di tempat lain namun belum ada di lingkungan anda. Mungkin juga anda melihat ada trend baru yang sedang berkembang. Jika anda jeli, sangat mungkin anda memperoleh peluang usaha sampingan yang baik dan menjanjikan.

Untuk mudahnya, marilah kita lihat disekitar kita sumber-sumber peluang usaha untuk kita kenali, pelajari dan kita kembangkan lebih lanjut. Sehingga kita mempunyai beberapa pilihan usaha yang kita minati dan sesuai kemempuan kita.

Sumber gagasan / ide bagi produk dan jasa baru juga bisa digunakan untuk mengembangkan usaha. Misalnya sebagai berikut :

1. Kebutuhan dan Sumber Penemuan

Penemuan atau inovasi berasal dari persepsi kebutuhan yang ingin dipenuhi. Misalnya alat parut kelapa sampai sekarang belum dibuat dalam bentuk besar, sedangkan yang elektronik sudah ada, tapi buatan luar negeri

2. Mengamati kekurangan Produk lain

Mengamati kekurangan produk dan jasa yang ada merupakan lahan subur bagi gagasan barang dan jasa baru

3. Pemanfaatan Produk dari perusahaan lain

(11)

konveksi baru membuat serbet, handuk dan keset dari bahan BS perusahaan konveksi lain.

Sikap yang positif, tidak kenal menyerah dan memiliki prinsip serta

konsistensi terhadap hasil adalah kuncinya.

Menangkap peluang membutuhkan kejelian panca indera kita dan kemampuan untuk berpikir cerdas . Banyak sekali potensi yang dapat kita olah, misalnya limbah botol air mineral bisa dijadikan barang-barang kerajinan, tanaman obat tradisional perlu sentuhan-sentuhan manajemen modern (lihat keberhasilan produsen-produsen pengolah buah pace saat ini!), tanah kosong dan tidak produktif dapat dijual dalam bentuk kapling, dsb. Bahkan batu putih Gunung Kidul yang dulunya tidak bernilai, sekarang bisa memiliki nilai lebih setelah dipahat, diukir menjadi barang-barang yang fungsional, seperti asbak, tempat lilin, patung, rilief, air mancur, dsb. Potensi-potensi seperti itu hanya bisa menghasilkan apabila diolah dengan kreativitas dan inovasi daya pikir kita. Sedangkan jika kita melihat usaha dalam bentuk Multi Level Marketing, kita juga harus melihat bagaimana system kerja usaha tersebut dan melihat resiko-resiko yang dapat terjadi. Multi Level Marketing mempunyai Keunggulan dan Kelemahan yaitu sebagai berikut :

2.1 Keunggulan dan Kelemahan Multi Level Marketing

Usaha MLM ( Multi Level Marketing ) juga terdapat kelemahan serta keunggulannya dalam menjalani bisni yaitu sebagai berikut :

 Keunggulan Multi Level Marketing ;

1. Memperkecil resiko kerugian finansial. Para distributor yang bergabung dengan perusahaan MLM tidak akan terbebani oleh kerugian finansial apabila produk yang mereka tawarkan tidak laku terjual.

(12)

3. Investasi relatif rendah. Dengan menggunakan strategi MLM tugas para distributor hanya mempertemukan antara pembeli dengan penjual. Tidak seperti bisnis konvensional dimana untuk memulai suatu usaha seorang produsen harus memiliki modal yang cukup besar sebagai salah satu syarat dalam mmemulai bisnisnya.

4. Mekanisme kerja relatif sederhana. Untuk dapat menjadi seorang distributor tidak perlu memasukkan lamaran kerja atau menyertakan sejumlah modal. Bagi mereka yang ingin bergabung dengan perusahaan MLM, cukup memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan jiwa kewirausahaan yang tinggi pula. Dengan mekanisme kerja yang sederhana ini diharapkan dapat menarik orang untuk bergabung dengan perusahaan MLM.

5. Harga produk relatif terjangkau. Pada umumnya perusahaan yang menjual produknya dengan strategi MLM produk-produknya adalah produk impor, meskipun sudah ada beberapa perusahaan dalam negeri yang juga menggunakan strategi ini. Harga produk-produk yang ditawarkan relatif terjangkau dan memiliki kualitas yang tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain yang sejenis.

6. Komunikasi antar pribadi/hubungan personal. Penjualan langsung yang dilakukan oleh para distributor dengan sentuhan-sentuhan pribadi mereka akan menimbulkan nilai sendiri bagi konsumen. Konsumen yang merasa puas dengan produk dan pelayanan distributor, diharapkan akan melakukan pembelian ulang dan menyebarkannya kepada orang lain. Hal ini akan meningkatkan image perusahaan di mata konsumen.

7. Tempat kerja atau aktivitas distributor tidak dibatasi oleh wilayah atau daerah. Setiap distributor dalam menjalankan aktivitasnya baik itu menjual produk atau mencari anggota baru, tidak dibatasi oleh daerah operasi, boleh dilakukan dimana saja.

(13)

9. Dapat dilakukan di rumah sendiri. Kelebihan lain dari strategi MLM adalah aktivitas distributor dapat dilakukan di rumahnya sendiri, sehingga lebih fleksibel karena tidak membutuhkan kantor seperti perusahaan pada umumnya.

10. Anggota distributor pasip masih bisa mendapatkan penghasilan/bonus. Berbeda dengan bisnis konvensional dimana apabila kita berhenti bekerja maka akan berhenti pula pendapatan kita. Pada bisnis MLM bagi anggota atau distributor yang pasip tidak melakukan aktivitas apapun, masih memungkinkan untuk dapat memperoleh penghasilan/bonus dengan syarat-syarat tertentu yang sudah ditetapkan oleh perusahaan MLM. Semakin banyak mensponsori anggota baru, maka semakin besar pula peluang untuk memperoleh pendapatan (“Kabar Kampus”, 1999: 3).

Beberapa keunggulan dari strategi MLM tersebut kiranya tepat dalam kondisi krisis ekonomi, karena cukup efisien. Maka tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa perusahaan yang memasarkan produknya dengan strategi ini memiliki prospek yang cerah, karena pasarnya potensial.

 Disamping berbagai keunggulan tersebut, ternyata startegi MLM juga memiliki beberapa kelemahan atau kekurangan. Kelemahan strategi MLM tersebut antara lain: 1. Faktor distributor. Staretgi MLM ini bertumpu pada kekuatan distributornya, sehingga apabila terjadi sesuatu pada distributor maka strategi ini tidak akan berjalan. Misalnya saja seorang distributor tidak berhasil menjual produk atau menghentikan aktivitas dalam membangun jaringan, maka akan berakibat MLM menjadi lumpuh. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya perusahaan perlu untuk selalu memberikan motivasi kepada para distributornya baik motivasi finansial maupun nonfinansial.

(14)

3. Dukungan infrastruktur. Kelemahan produk MLM bukan pada pola network marketingnya, tetapi terletak pada dukungan infrastruktur. Misalnya saja ketersediaan produk yang rawan, lambatnya penetrasi pasar, rapuhnya saluran distribusi, dan struktur harga yang harus mengakomodasikan dengan kepentingan jejaring (para up liner dan

down liner yang panjang). Untuk itu perusahaan perlu mengimbangi dengan menawarkan produk eksklusif yang tidak ada di pasaran (“Swasembada”, 1998: 65).

4. Sikap masyarakat. Sikap sebagian masyarakat yang sering menolak apabila didatangi distributor merupakan kelemahan lain dari strategi ini. Oleh sebab itu para distributor sebaiknya jangan mudah atau putus asa. Para distributor perlu berusaha dan bekerja lebih keras lagi, sementara perusahaan juga perlu memberikan semangat, motivasi, bimbingan, pembinaan, dan memberikan berbagai alternatif solusi, agar para distributor dapat meraih sukses.

5. Keberatan membayar uang pangkal. Ada sebagian anggota masyarakat yang merasa keberatan membayar uang pangkal untuk menjadi anggota/distributor perusahaan MLM. Oleh sebab itu perusahaan/sponsor sebaiknya memberikan penjelasan mengapa calon anggota/distributor baru diwajibkan untuk membayar sejumlah uang pangkal dan untuk apa uang pangkal tersebut.

6. Selera konsumen. Pada umumnya produk-produk yang dijual dengan strategi MLM adalah produk impor, sehingga ada sebagian masyarakat atau konsumen yang tidak/kurang menyukai produk impor tersebut. Para distributor sebaiknya memberikan penjelasan yang positip mengenai keunggulan/kelebihan dari produk-produk tersebut jika dibandingkan dengan produk lain yang sejenis.

7. Jaringan pemasaran atau mata rantai paling bawah tidak mendapatkan apa-apa. Kelemahan lain dari strategi ini apabila seorang distributor berada pada tingkatan paling rendah, maka penghasilan yang mereka peroleh hanya dari hasil penjualan produk saja kepada konsumen karena tidak memiliki anggota/jaringan di bawahnya.

(15)

Pada dasarnya cara kerja pemasaran dengan strategi MLM berorientasi pada prestasi dari setiap anggota atau distributornya. Para distributor dituntut untuk menjual produk sesuai target dan membangun jaringan seluas-luasnya. Adapun cara kerja pemasaran dengan strategi MLM adalah:

1. Pertama-tama Anda akan disponsori oleh seorang distributor perusahaan MLM. Sponsor Anda adalah distributor yang lebih dahulu bergabung dengan perusahaan MLM. Tugas Anda antara lain menjual produk-produk perusahaan MLM dan mencari mitra bisnis baru sebanyak mungkin untuk bergabung menjadi distributor, hingga membentuk suatu jaringan yang luas.

(16)

5. Mengembangkan jaringan. Selain bertugas menjual produk secara langsung kepada konsumen, setiap distributor juga harus mengembangkan jaringan penjualan seluas-luasnya. Untuk dapat membangun jaringan, setiap distributor harus mencari prospek. Ada beberapa strategi untuk mendapatkan prospek, yaitu kembangkan jaringan Anda seluas-luasnya, jelajahi seluruh pasar, temui orang-orang tempat prospek bergantung, dan tampakkan diri Anda. Untuk membangun jaringan, Anda perlu memahami prospek Anda. Ada tiga strategi yang dapat dikembangkan yaitu masuklah ke dalam jiwa prospek Anda, pelajari bisnis prospek Anda, dan pahami risiko-risiko prospek Anda. Apabila Anda tidak mampu untuk memahami bisnis prospek Anda atau risiko-risiko mereka, maka Anda tidak mampu masuk ke dalam jiwa meraka (Cowper, Cowper, dan Haynes, 2002). Apabila distributor berhasil dalam mengembangkan jaringan, maka perusahaan akan memberikan berbagai imbalan dalam bentuk bonus, potongan harga, dan

incentive-incentive lainnya. Strategi MLM bertumpu pada pengembangan jaringan, sehingga semakin banyak seorang distributor berhasil merekrut anggota baru maka penghasilan atau bonusnya semakin besar (Dewi, 2004).

Untuk meningkatkan prestasi atau motivasi para distributor, perusahaan secara berkala sebaiknya memberikan berbagai macam training, tambahan wawasan, ketrampilan membangun pribadi yang kuat, tangguh, dan handal dalam membina atau mengembangkan jaringan mereka. Beberapa perusahaan sudah memiliki program-program training atau sekolah bisnis yang akan memberikan support bagi para distributornya. Biasanya training ini diselenggarakan secara reguler dalam bentuk pertemuan-pertemuan atau seminar-seminar. Tiens group misalnya menyelenggarakan berbagai pertemuan dan seminar (support system) dalam bentuk OPP/Open Plan Presentation, NDT/Network Development Training, BS/Business Seminar dan sebagainya .

(17)

seringkali para distributor mengundang prospek, sebagai cara untuk merekrut calon anggota baru. Hal ini penting, sebab keberhasilan merekrut, melatih, dan memotivasi para distributor merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan perusahaan MLM (Palupi, 1998).

5.

Contoh Kasus Menangkap Peluang Usaha dan Usaha Multi Level

Marketing

Contoh menangkap peluang usaha :

 Saat kini, "peluang usaha makanan" menjadi sumber penghasilan yang

cukup menjanjikan. apalagi dukung oleh trend masyarakat untuk berwisata kuliner. Mengadakan jajanan atau cemilan memang bisa menjadi usaha yang menjanjikan.

Bisnis makanan dan minuman menjadi Peluang Usaha yang paling diminati di Kota Semarang karena menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat dan mampu bertahan lama.

Contoh Kasus MLM (Money Game) :

(18)

bernama The Securities and Exchange. Lebih lanjut Wuryando (2010) mengatakan bahwa perusahaan Charles K.Ponzi ini menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan keuntungan sebesar 50% dalam waktu hanya 3 bulan. Ditambahlagi dengan komisi sebesar 10% bila member berhasil membawa investor baru. Dalam waktu singkat Charles K. Ponzi dengan mudahnya berhasil meraup keuntungan sebesar 15 juta dollar. Kembali pada masalah money game yang berkedok bisnis MLM.

Di Indonesia, kasus praktek money game yang berkedok bisnis MLM telah banyak terjadi. Terdapat 21 perusahaan yang melakukan praktek money game di antaranya seperti; kasus Yayasan Kesejahteraan Adil Makmur (YKAM) pada tahun 1987; kasus PT. BMA (Bayumas Mulya Abadi) dan Higam Netpada tahun 1999; kasus Yayasan Amal Muslim Indonesia (YAMI) dari Surabaya dalam program naik haji murah dengan sistem Piramida pada tahun 2000; kasus PT. Cita Hidayat Komunikaputra (CHK) yang didirikan pada tahun 1998 di Bandung olehDedi Hanurawan dengan berkedok MLM melalui produk BBM, Oli, dan SPBU dengan dalih penanam modal; kasus Bisnis Voucher Pulsa Handphone yang berlangsung pada tahun 2004 dengan berkedok MLM karena produk voucher hanya fiktif belaka; kasus PT. Gee Cosmos Indonesia (GCI) yang dipimpin Amran Madanatja dengan sistem money game yang berkedok MLM pada tahun 2002 dan beberapa kasus money game lainnya (Wuryando 2010: 81-83). Itulah beberapa praktek money game yang sempat beroperasi di masyarakat Indonesia. Praktek money game tersebut mengadopsi sistem kerja MLM, sehingga terlihat seperti perusahaan MLM. http://www.melianature.com/my/Company/welcome.htm

(19)

membutuhkan sebuah uang dan terciptalah inovasi atau kreatifitas individual yang menciptakan sebuah usaha atau pun bergabung ke dalam usaha tersebut dan dari hal ini kita juga bisa menangkap peluang usaha yang berada disekitar kita baik yang belum tercipta maupun sudah tercipta

BAB III

PENUTUP

1.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa Peluang usaha/menangkap peluang usaha adalah kesempatan atau waktu yang tepat, yang seharusnya diambil atau dimanfaatkan bagi seorang wira usahawan yang mendapatkan keuntungan.Dalam dunia usaha setiap orang (pengusaha) atau orang yang hendak berkecimpung di dunia ini sudah semestinya mengerti dan memperhatikan peluang usaha yang ada disekitar mereka atau kita.Informasi peluang usaha dapat kita peroleh dari beberapa sumber antara lain : informasi mengenai konsumen, permintaan, penawaran, persaingan serta pengembangan produk dan jasa. Dan sumber – sumber informasi peluang usaha itu harus memenuhi persyaratan antara lain : informasi peluang uasaha datanya harus lengkap, informasi peluang uasaha datanya harus dapat dipercaya, dan informasi peluang uasaha datanya harus harus berlaku serta menerapkan strategi secara tepat akan berdampak pada kemampuan mereka (wirausaha) untuk bersaing dengan usaha lain serta dapat meningkatkan kemampuan dalam menghadapi persaingan dengan cara mengembangkan inovasi produknya. Dengan terus menjaga dan mengembangkan sumber keunggulan bersaingnya maka kelangsungan usaha tersebut akan tetap terjaga.

(20)

Multi Level Perusahaan juga mempunyai cara kerja yang relatif sederhana dan efisien daripada dengan pola distribusi konvensional.

1.2 Saran

1. Kita sebagai wirausahawan harus bekerja keras dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang kita geluti, agar mencapai suatu tujuan yang kita inginkan.

2. Kita sebagai wirausahawan harus berani dan siap menanggung segala resiko pada usaha yang sedang kita geluti, dan hal tersebut bukan berarti akhir usaha tersebut. 3. Kita sebagai wirausahawan harus kreatif dan inofatif, agar kita dapat

menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang kita jumpai.

4. Kita sebagai wirausahawan harus berfikir yang positif dan selalu berambisi ingin maju dengan komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan.

5. Kita sebagai wirausahawan harus tanggap dan cepat dalam memanfaatkan peluang usaha.

6. Kita dalam menjalankan sebuah usaha harus menyusun strategi yang sistematis. 7. dan kita juga harus cermat menangkap peluang usaha yang ada.

Dari strategi yang sudah di rincikan kita bisa dapat melihat dengan teliti bahwa MLM adalah sebuah peluang usaha juga namun kembali kepada diri masing-masing bagaimana kita dapat memilih perusahaan yang berkedok MLM dengan baik yang tidak menyalah gunakan sebuah usaha sebagai Money Game.

1.3 Daftar Pustaka

(21)

Kotler, Philip. 1995. Manajemen Pemasaran. JilidDua. Edisi Ke Delapan. Penerbit Salemba.Jakarta.

David,Fred R.(2003).Manajemen strategis konsep-konsep.Terj.Kresno Saroso.Ed.9.Indeks jakarta

Pramutoko,baju.2011.Penjualan Sistem MultiLevel Marketing di kota kediri.Universitas Islam Kediri,Kediri.

Hoskisson, Robert E., Ireland, R. Duane, dan Hitt Michael A. (2001), Manajemen Strategi & Daya Saing Perusahaan, Buki I, Terjemahan, Jakarta: Salemba Empat Kartajaya, Hermawan (1998), “Menjaga MLM Tetap Berjaya”, Swasembada, Tahun XIV,

Nomor 13, 25 Juni-8 Juli, Hal. 66

Kotler, Philip (2003), Marketing Management, Eleventh Edition, Upper Saddle River, New Jersey: Prenticem Hall, Inc.

http://elfitaaddress.blogspot.co.id/2015/02/makalah-multi-level-marketing.html

Makalah Univeritas Makasar jurusan Ekonomi 2013

Referensi

Dokumen terkait

Strategi diperlukan dalam komunikasi karena kita tidak hanya berurusan dengan bagaimana pesan diterima oleh komunikan tetapi juga bisa mendapatkan respon atau

tersebut bisa belajar sesuai dengan kemampuan yang ada. Kita bisa mengetahui bagaimana hasil penerapan strategi pembelajaran ATI. pada kelompok siswa berkemampuan awal

Hal ini yang menarik penulis untuk kembali menulis skripsi tentang marketing, tetapi dikemas dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dengan melihat bagaimana strategi

Melihat kondisi tersebut betapa pentingnya peranan strategi pemasaran dalam kegiatan asuransi syariah, namun persoalannya bagaimana dan apa strategi yang digunakan

Setiap 3 bulan dan 6 bulan Kita akan melakukan evaluasi melihat  strategi mana yang tidak berhasil dan mana yang sukses , dan  bagaimana kita bisa menaikan persentase keberhasilan

Namun dengan demikian kita masih bisa mengetahui kapandatangnya hari kiamat dengan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.Orang yang beriman kepada Allah SWT

Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif dalam diri,

Faktor penunjang strategi Public Relations berdasarkan wawancara dan observasi yang didapat, calon klien akan melihat pertama kali yaitu dari bagaimana citra diri (performa